← Daftar isi Hidup Bersama Tuhan · bab 4/4

BERITA KEEMPAT

Pembacaan Alkitab :

Roma 12:1; Efesus 4:22-24; 11 Korintus 3:18; Roma 8:29; 11:17; Filipi 1:19; Yohanes 6:57

KARUNIA KESELAMATAN TUHAN

ADALAH PENYELAMATAN DARI DALAM

Dalam karunia keselamatan Tuhan, ada satu hal yang paling ajaib, yaitu Dia menggarapkan diriNya ke dalam manusia. Tuhan menyelamatkan kita bukanlah penyelamatan dari luar. Tuhan menyelamatkan kita adalah dengan masuk ke dalam kita. Bukan hanya mengenakan kita, bahkan membaurkan diriNya ke dalam seluruh diri kita. PenyelamatanNya bukan dari luar masuk ke dalam, melainkan dari dalam ke luar; bukan dari sekeliling lingkaran ke pusat, melainkan dari pusat meluas ke sekeliling.

Dari pengalaman kita dapat membuktikan hal ini. Ketika kita berdoa, seringkali kita mempunyai konsepsi agama yang selalu mengira, bahwa penyelamatan Tuhan terhadap kita datangnya dari sorga, jauh dari luar; sehingga kita menengadah, memandang ke atas untuk berdoa dan berseru. Tetapi pengalaman menunjukkan, ketika kita tekun berdoa, atau kadang-kadang hanya sedikit doa; bahkan ada kalanya tanpa berdoa; ternyata dari dalam kita muncul suatu penyelamatan. Kita mengharapkan penyelamatan datang dari sorga, ternyata penyelamatan Tuhan muncul dari dalam kita. Mengapa? Karena pada hari kita diselamatkan, yaitu pada saat kita bertobat, mengaku dosa, percaya dan berseru kepada Tuhan, Tuhan yang ajaib ini, tanpa kita ketahui telah masuk ke dalam pusat manusia kita ini, masuk ke dalam roh kita. Mungkin pula Anda sama sekali tidak menyadari hal ini, tapi karena Anda percaya kepadaNya, memohon kepadaNya, maka Dia pun masuk ke dalam roh Anda. Bahkan terlaksananya fakta yang misteri ini, sama sekali tidak tergantung pada perasaan kita. Ini bukan berarti setelah Dia masuk ke dalam Anda, maka Anda penuh dengan sukacita, penuh rasa manis, Anda merasa terbebaskan. Kadang-kadang memang ada orang yang demikian, tetapi sebagian besar orang tidak demikian. Secara diam- diam tanpa kita sadari, Tuhan Yesus masuk ke dalam roh kita. Kita sama sekali tidak merasa, bahkan masih belum mengetahui terjadinya peritiwa ini, tetapi Tuhan Yesus telah benar-benar masuk ke dalam kita.

Saya akan memberikan beberapa contoh untuk membuktikannya. Ada orang yang pada waktu percaya Tuhan, setelah bertobat, mengaku dosa, percaya dan berseru, sebenamya dia mengharapkan sesuatu peristiwa akan muncul. Ternyata tidak terjadi apa-apa, semua tenang-tenang saja. Dia sangat kecewa, mengira Injil yang dia dengar itu tidak benar, dan firman yang dia dengar tidak dapat dipercaya. Tidak disangka, setelah lewat beberapa hari, ada yang tiga atau lima hari, ada yang tujuh atau delapan hari (waktunya tidak sama, tetapi semua sama prinsipnya), tanpa disadari dari dalamnya muncul sesuatu. Sesuatu itu boleh Anda katakan sebagai "kuat kuasa", boleh Anda katakan sebagai "penyelamatan", juga boleh Anda katakan sebagai "pengubahan". Istilahnya tak perlu dihiraukan, tapi faktanya benar, yaitu dari dalamnya timbul suatu kuat kuasa yang menyelamatkan dia.

Enam puluh tahun yang lalu, pernah sekali saya mengabarkan Injil. Di antara pendengar ada seorang bermarga Tu yang beroleh selamat. Tuan Tu gemar minum arak; sudah bertahun-tahun dia berkecimpung di dalam agama Kristen, hanya saja belum pernah bertobat, juga tidak percaya. Sampai pada tahun kami mengabarkan Injil itu, dia mendengarkan, bertobat, percaya dan berseru, dia sungguh-sungguh. telah beroleh selamat. Dia mempunyai seorang tetangga yang juga adalah teman akrabnya, yaitu Tuan Young, juga berkecimpung di dalam agama Kristen, tetapi suka berjudi dan pencandu film. Tuan Young jarang ikut kebaktian, mungkin tiga bulan sekali, kadang-kadang setengah tahun sekali, mungkin juga hanya pada tanggal 25 Desember ikut kebaktian Natal. Tuan Young berusia tiga puluhan, mereka berdua adalah teman dalam bermabukmabukan. Setelah Tuan Tu percaya kepada Tuhan, Tuan Young terpengaruh sehingga percaya juga, dan benar-benar telah percaya. Percaya di dalam gereja, tidak lagi ikut-ikutan beragama. Keduanya gembira, karena semuanya telah percaya kepada Tuhan, dan datang ke gereja. Pada suatu hari, sambil tertawa yang satu mengajak yang lain, "Mari kita minum sedikit arak!" Yang satunya menjawab, "Tidak, jangan minum arak." Yang lainnya berkata, "Kita minum sedikit anggur Timotius! Bukankah Paulus berkata, "Hai Timotius, janganlah lagi minum air saja, melainkan tambahkanlah anggur sedikit, berhubung pencernaanmu terganggu dan tubuhmu sering lemah." Kalau Timotius boleh minum, apakah kita tidak boleh?" Maka keduanya pun mulai meneguk arak. Ketika salah seorang baru meneguk, ia merasa cita rasanya tidak benar, ia segera memandang temannya; temannya ikut meneguk, lalu berkata, "Arak ini rasanya lain, pahit sekali." Keduanya minum lagi seteguk, lalu tanpa diminta, sama-sama meletakkan gelasnya, dan tidak bisa minum. lagi. Menurut Alkitab, Anda memang boleh minum anggur Timotius, tetapi di dalam Anda terdapat sesuatu yang menentangnya. Ketahuilah, kalau Anda menuruti Alkitab secara huruflah, mungkin sekali Tuhan Yesus di dalam Anda itu masih akan menentang Anda lagi! Penyelamatan bukanlah pimpinan dari luar, melainkan muncul dari dalam.

Suatu contoh lagi. Empat puluh tahun yang lalu saya mengabarkan Injil, ada seorang yang beroleh selamat, yaitu Tuan Sing. Umurnya kira-kira sama dengan Tuan Tu; ia bekerja di kantor bea cukai perawakannya tinggi besar, raksasa dari Tung Pei, sangat humoris, nada suaranya tinggi melengking, jago merokok dan jago minum arak. Teman sejawatnya di kantor bea cukai sering mengadakan resepsi, yang kalau tidak dihadiri tuan Sing selalu kurang meriah. Karena itu ia selalu diundang. Demikianlah keadaan orang ini. Dia merokok sambung-menyambung, sejak dia masuk ke ruang kerjanya. Bekerja berapa jam, merokok berapa jam pula. Pada suatu hari, dia datang mendengarkan pernberitam Injil di tahun baru. Setelah mendengar beberapa malam, akhimya, pada malam terakhir, dia menemui saya dan berkata, "Tuan Lee, khotbah Anda sudah kumengerti dengan jelas, dan akupun sangat tergerak. Sekarang tolong saya, bagaimana caranya supaya aku dapat beroleh selamat?" Saya jawab, "Mudah sekali, Anda harus mengaku dosa, bertobat, percaya dan berseru. Sepulang Anda di nnnah, berdoalah kepada Tuhan Yesus, “Ya Tuhan Yesus, Ya Tuhan Yesus! Aku adalah orang berdosa! Setelah Anda mengatakan kata-kata ini, jika ada perasaan dosa apa di dalam Anda, akuilah dosa itu. Setelah Anda mengakui, katakanlah : Ya Tuhan Yesus, terima, kasih, Engkau telah mati tersalib bagiku, aku percaya kepadaMu, aku menerimaMu sebagai Juruselamatku." Sepulangnya ke rumah, dia melakukan demikian; malam itu tidak terjadi suatu apa pun. Tapi ketahuilah : keesokan harinya dia tetap masuk kerja di kantor bea cukai. Biasanya setiap pagi dia membawa dua pak rokok, tapi pagi itu, tak tahu mengapa dia lupa membawanya. Di dalam ruang kerjanya ada seorang teman kerja yang duduk di hadapannya, juga sangat gemar merokok. Setiap pagi begitu datang, kedua orang tersebut segera duduk dan saling berpandangan, artinya : rokokku ada di sini, di mana rokokmu? Jangan mencari keuntungan dariku! Pagi itu ketika temannya mengeluarkan rokok dia baru sadar : "Wah, aku lupa membawa rokok! Kuberitahu, aku telah percaya Yesus!" Waktu itu dia baru ingat bahwa dia telah percaya kepada Yesus dan bahkan telah lupa membawa rokok. Temannya itu berkata, "Sudahlah, sudahlah! Kamu paling pandai bergurau, kamu lagi mengada-ada, dengan mengatakan telah percaya Yesus. Pagi ini jangan sekali-kali mencari keuntungan dariku. Kamu membawa rokok atau tidak itu urusamnu, tapi jangan harap aku akan memberikan sebatang rokok pun kepadamu!" Temannya ini menungggu dan ingin melihat. Wah! Sepanjang pagi hari, dia tidak merokok. Ditunggu lagi, sepanjang sore juga tidak merokok. Temannya sedikit heran. Sekalipun dia sedang bergurau, juga tidak akan sehebat itu! Demikianlah dia tidak lagi merokok.

Malam harinya, seperti biasa mereka mengadakan resepsi, dan mengundang tuan Sing; dia terpaksa hadir karena merasa sulit menolak. Di sana semua mulai menggodanya. Tapi bagaimanapun dia selalu diam, hanya tersenyum-senyum saja. Kemudian ada yang berkata, "Lihatlah! Hari ini si Sing bergaya baru lagi." Tapi digoda bagaimanapun, dia tetap tenang-tenang saja. Dia berkata, "Saya ini sudah percaya Yesus, tidak lagi merokok, tidak minum arak, juga tidak mau ribut lagi." Yang hadir semuanya tertawa riuh seraya berkata, "Astaga, sudahlah! Jangan berlagak lagi." Semua orang memberinya arak, dia tersenyum berkata, "Terima kasih." Di dalamnya terdapat suatu kekuatan yang membuatnya tidak minum arak lagi, dirinya telah berubah dengan begitu saja.

Dulu, teman-teman sejawat di kantor bea cukai bila pergi mengunjungi resepsi selalu didampingi isteri mereka masing- masing. Kini setelah tuan Sing beroleh selamat, dia tidak lagi bersenang-senang dengan hiburan di luar, sehingga isterinya juga tidak dapat ikut keluar lagi. Hal itu menyebabkan isterinya jengkel sekali terhadap Yesus, dan sangat menyalahkan kami yang memberitakan Yesus. Setelah beroleh selamat, saudara Sing sangat bergairah, dia, mengundang tujuh sampai delapan saudara untuk mengadakan perjamuan kasih di rumahnya, dan dia menyuruh isterinya menyediakan makanan. Tidak disangka, isterinya sangat marah, sama sekali tidak mau menyediakan makanan. Hari itu, saya juga diundang. Sesampai di rumahnya, kami melihat bahwa makanan yang disajikan semuanya adalah sisa-sisa makanan kemarin. Saudara Sing duduk di sana, menangis. Kami berkata, "Saudara, ini baru namanya perjamuan kasih. Mari kita makan." Pada suatu hari, ketika saudara Sing pulang dari bersidang, isterinya menunggu dengan tidak sabar. Begitu dia masuk rumah, isterinya sudah bersiap-siap melemparkan gambar yang tergantung di atas tembok ke atas dirinya. Tapi dia masih tetap bergembira dan memuji Yesus. Ketahuilah, ini bukan kekuatan dari luar, melainkan suatu kekuatan dari dalam.

Saya dapat menceritakan banyak kisah yang benar-benar terjadi setelah pengabaran Injil, yang membuktikan bahwa Tuhan menyelamatkan orang dari dalam, bukan dari luar. Bukannya Tuhan berada di tepian, sedang Anda berada di dalam jurang mau di dalam lautan, lalu Dia mengulurkan sebelah tanganNya untuk menyelamatkan Anda. Sama sekali bukan demikian! Tidak lain Dia masuk ke dalam Anda melalui mulut Anda, lalu mendorong Anda dari dalam jurang yang dalam. Dia mengenakan Anda, menyelamatkan Anda dari dalam Anda.

ROH YANG ALMUHIT

ADALAH SUPLAI LENGKAP UNTUK KITA

Bukan hanya demikian, sesungguhnya kekuatan penyelamatan Tuhan ini adalah Dia sendiri. Tuhan kita hari ini adalah Roh pemberi hayat, dan Roh pemberi hayat ini adalah Roh yang almuhit : Di dalamNya terdapat unsur Allah dan unsur manusia; segala kebaikan Allah ada di dalamNya, segala kebaikan manusia juga ada di dalamNya. Di dalamNya masih ada unsur penyelamatan, unsur tersalib dan unsur pelenyap segala hal yang negatif. Di dalamNya masih ada unsur kematian, unsur kebangkitan dan unsur keterangkatan ke sorga. Di dalam Roh ini terkandung keadilan, kekudusan, terang, hayat, kasih, dan juga kemenangan. Segalanya ada di dalam Roh yang almuhit, dan Roh ini justru adalah Tuhan kita.

Roh yang almuhit ini masuk ke dalam Anda. Pertama-tama menjadi hayat Anda, kemudian menjadi suplai hayat Anda. Namun dalam hal ini masih banyak seluk-beluknya. Untuk itu saya harus memberikan perumpamaan agar Anda mengerti dengan jelas. Kita tahu, bahwa makanan yang kita makan adalah suplai untuk kita. Tuhan Yesus justru menggunakan makanan untuk mengumpamakan diriNya sendiri. Tuhan Yesus berkata, "Orang yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku. " Kita tahu makanan mengandung zat-zat yang diperlukan untuk hidup. Makanan yang mengandung berbagai gizi ini, setelah dicernakan oleh lambung kita, diserap, diedarkan ke seluruh bagian tubuh, lalu menjadi segala macam unsur kita. Makanan yang kita makan semuanya mengandung zat organik, yang di dalam kita dapat menimbulkan perubahan organik. Perubahan ini disebut metabolisme.

Misalnya di sini ada seorang saudara yang kurus kering, lemah dan pucat. Kalau Anda hanya menggarapnya di luarnya, dengan mengoleskan bedak putih dan merah pada mukanya, mungkin ditambah warna hitam, hal itu bukan secara organik melainkan buatan manusia. Perbuatan itu bukan hanya tidak menolong kesehatannya, malah merugikannya. Apakah jalan yang paling tepat? Berikan kepadanya minuman dan makanan yang paling bergizi. Jika diberi makan terus selama empat minggu, dia tentu akan menjadi gemuk, wajahnya menjadi kemerah-merahan dan elok. Inilah perubahan organik di dalam. Inilah metabolisme.

Izinkan saya membicarakan masalah saya sendiri. Saya adalah orang yang sepanjang tahun berkhotbah. Setiap kali berkhotbah satu jam harus tidur tiga jam. Bukan hanya demikian, malah masih harus makan yang baik. Di Amerika, orang-orang muda yang berumur dua, tiga puluhan masih tidak bisa menandingi saya yang sudah setua ini. Saya bisa berkhotbah secara maraton lima, enam jam, sehingga melelahkan mereka. Kalau Anda bertanya di manakah rahasianya? Puji syukur kepada Tuhan! Inilah belaskasihan Tuhan di atas diri saya, sehingga saya bisa makan, bisa minum, bisa tidur. Makanan yang masuk, minuman yang masuk, menjadi suplai untuk tubuhku. Pada tahun 1948, saya pergi ke Foochow, tinggal selama dua, tiga bulan. Pengaturan saudara-saudara sangat ketat, sedikitnya sehari tiga kali sidang; pagi, sore, malam, sungguh melelahkan. Di Foochow menghasilkan sejenis jeruk. Setiap kali selesai berkhotbah, mereka menyediakan segelas sari jeruk itu untuk saya. Begitu saya minum segelas sari jeruk itu, saya segera merasa segar kembali, karena dalam saya mendapatkan suplai.

Hari ini Tuhan Yesus adalah Roh hayat yang almuhit. Unsur- unsur di dalamNya jauh lebih kaya daripada segala makanan dan minuman. Anda ingin apa, semuanya ada, sungguh suatu suplai yang lengkap. Dia Sang Suplai ini, masuk ke dalam kita, bukan hanya memberi kekuatan, terlebih lagi adalah untuk menggarapkan unsurNya ke dalam kita, agar kita mengalami perubahan secara metabolism. Tujuan Anda adalah untuk memperoleh kuat kuasa, tapi tujuanNya tidak mementingkan pemberian kuat kuasa kepada Anda, melainkan mengubah Anda.

Di sini ada segelas air putih. Sekarang saya tambahkan sedikit limau, saya tambahkan lagi sedikit teh, saya tambahkan lagi sedikit madu, demikian saya mempunyai segelas teh limau. Teh limau ini mengandung air, madu, limau, juga ada tehnya. Semua ini dicampur, sungguh-sungguh mempunyai gizi organik, dan dapat menyuplai kekuatan kepada Anda. Tapi dengarlah, tujuan Tuhan Yesus bukan ditekankan kepada penyuplaian kekuatan kepada Anda. TujuanNya adalah menggarapkan unsurNya dan hakikiNya ke dalam Anda, agar di dalam Anda terdapat perubahan organik.

BUKAN MEMBAHAS ILMU GIZI,

MELAINKAN MEMASAK DAN MAKAN

Tentu saja hal ini tidak bisa didapat dengan hanya mendengarkan teori, karena pembahasan teori hanya bisa memberikan suatu pengertian atau suatu pengetahuan, tapi tidak bisa menyebabkan Anda memperoleh unsur dan hakiki Tuhan.

Misalnya ada seorang saudara yang terserang flu berat selama enam minggu. la pucat dan kurus. Saya ingin menolongnya, tapi hanya bisa bicara, tidak bisa mengerjakan. Saya hanya bisa mengajarkan ilmu gizi, tidak bisa masak unruk dia makan. Dari pagi sainpai malam saya hanya bisa menasihatinya dengan membawa buku gizi, memberitahu bahwa dia kekurangan ini, kekurangan itu, seharusnya begini, seharusnya begitu. Saya sudah menjelaskan semua pengetahuan ilmu gizi kepadanya, tapi apa gunanya? Sesungguhnya, kalau tidak saya katakan masih lumayan, tapi makin saya katakan, hal itu makin membuatnya kurus kering. Dia memang memperoleh banyak pengetahuan, namun itu sama sekali tidak berguna baginya. Tapi sekarang ibunya datang, sangat mengasihinya, tidak berkata apa-apa, hanya segera memasakkan makanan yang bergizi enak untuk dia, sehari tiga kali memberinya makanan. Akhirnya, dia pun menjadi kuat.

Di manakah letak problema agama Kristen hari ini? Semua hanya membahas ilmu gizi, tanpa memasak. Saya sendiri, takut kalau-kalau saya membicarakan ilmu makanan, tanpa masak makanan untuk kalian makan. Saya takut ada orang-orang yang dari gereja-gereja di lokal lain datang mendengar lalu berkata, "0h, saudara Lee masih menyampaikan khotbah-kbotbah yang dulu! Menyeru nama Tulian, mendoa-bacakan finnan Tuhan, semuanya itu telah pemah kami dengar." Saudara saudari yang kekasih, saya tidak menanyakan apakah kalian pemah mendengarkan, melainkan bertanya apakah kalian pernah makan? Saya bukan datang memberi pelajaran tambahan, melainkan memberi suplai. Khotbah tidak seberapa bermanfaat, hanya Rohlah yang berguna. Roh adalah hayat. Roh adalah suplai hayat. Suplai di dalam roh tidak kurang, bahkan lengkap.

Saudara saudari, sungguh sulit bagi kita untuk berpaling pada titik tersebut! Sejak lahir kita telah berada di dalam alamiah; setelah besar, kita berada dalam kebudayaan; begitu mempelajari agama, kita masuk ke dalamnya. Ketiga perkara ini : alamiah, kebudayaan dan agama, telah melingkupi diri kita. Ketiga lapisan ini adalah selubung. Di atas diri kita bukan hanya ada satu lapis selubung, bahkan ada tiga lapis. Yang selapis adalah selubung berwujud alamiah, yang selapis lagi adalah selubung berwujud kebudayaan manusia, masih ada selapis lagi adalah selubung berwujud agarna. Saya khawatir, setelah Anda mendengarkan beribu-ribu khotbah, di dalam Anda masih tetap penuh dengan konsepsi agama.

Agama tidak ada roh. Dalam agarna hanya ada tradisi dan ajaran. Agama selalu mengajar Anda berbuat begini, begitu. Mengajar Anda banyak hal. Tetapi agama tidak pemah menyuplai Anda. Anda mengira hari ini di dalam gereja juga demikian : khotbah, berkhotbah, mendengarkan khotbah, itu saja. Konsepsi ini salah. Sebab itu batin saya sungguh mengemban suatu beban berat. Di hadapan Tuhan, dari dalam batin saya menengadah, “Ya Tuhan! Bawalah gereja di setiap lokal ke dalam suatu keadaan, sehingga mereka nampak, bahwa hari ini mereka tidak memerlukan khotbah. Hari ini mereka memerlukan roh." Hari ini Anda tidak memerlukan khotbah. Hari ini Anda memerlukan roh. Khotbah untuk mengajar Anda, roh untuk menyuplai Anda.

SUPLAI MENDATANGKAN PERUBAHAN

Tujuan Allah menyuplai bukan hanya untuk menyuplai, tujuan Allah menyuplai adalah untuk perubahan. Beban saya malam ini terletak pada perubahan. “Ya Tuhan! Ubahlah kami!" Konsepsi agama mengatakan, bila ada orang yang mudah marah, dia harus diajar, diperbaiki, dinasihati, "Hai Tuan anu! Sifat Anda terialu keras, terlalu terburu nafsu, semuanya tergesa-gesa. Sadarilah hal itu, Anda perlu diperbaiki." Tapi Tuhan tidak demikian, Tuhan menghendaki Anda setiap hari memakanNya. Setiap hari, sedikit demi sedikit Anda menerimaNya ke dalam Anda. Dia adalah Roh. Anda dapat menerima Dia ke dalam dirl Anda. Dia tidak bermaksud memperbaiki sifat Anda yang terburu nafsu, tetapi Dia ingin masuk ke dalam diri Anda. Hari ini masuk sedikit, besok pagi sedikit lagi, lusa sedikit lagi, sehingga hakikiNya, yaitu Roh itu, akan masuk ke dalam setiap bagian diri Anda, bahkan masuk ke dalam sifat alarniah Anda, dengan sendirinya diri Anda akan berubah. Ia juga bukan dengan cara khusus mengubah Anda, dari orang yang lamban menjadi orang yang cepat, bukan demikian! Dia mengubah diri Anda, mengubah hakiki Anda. Roma 12:2 mengatakan, "Tetapi berubahlah oleh pembaharuan pikiranmu" (Tl.). II Korintus 3:18 mengatakan, bahwa kita diubah menjadi serupa dengan gambar Tuhan. Dua kata "ubah" di sini dalam bahasa aslinya sama. Jalan Tuhan adalah dengan menyuplaikan diriNya ke dalam kita, sehingga kita berubah menjadi gambarNya.

CABANG LIAR TELAH DIOKULASIKAN

PADA POHON ZAITUN SEJATI

Roma pasal 11 mengatakan, bahwa kita, orang-orang kafir, adalah cabang-cabang pohon zaitun liar. Karena percaya kepada Tuhan, kita diokulasikan pada pohon zaitun sejati dan turut mendapat bagian dalam akar pohon zaitun yang penuh getah. Di dalam akar pohon zaitun sejati terdapat getah, getah hayat, yaitu getah yang kaya. Cabang pohon zaitun liar diokulasikan pada pohon zaitun sejati, maka getah hayat itu masuk ke dalam cabang, sehingga cabang tersebut mendapatkan suplai. Saya percaya, kalian menjadi orang Kristen tentu mempunyai pengalaman demikian, mengalami diri sendiri sebagai cabang liar yang diokulasikan pada pohon zaitun, dan getah hayat pohon zaitun itu menyuplai seluruh diri Anda. Kalau Anda sudah mempunyai pengalaman ini, saya anjurkan, mulai sekarang lupakanlah semua pengajaran luaran, perhatikanlah suplai getah di dalam.

Getah hayat itu menyuplai Anda, bukan hanya memberikan tenaga, bahkan mengubah Anda. Berubah bagaimana? Lihatlah, cabang itu adalah cabang liar, hakekatnya memang zaitun liar, penampilannya juga zaitun liar. Tetapi karena telah diokulasikan pada zaitun sejati, maka getah pohon zaitun ini dapat menyuplai cabang liar itu, sehingga mengubah cabang pohon zaitun. Diubah sedemikian rupa akhirnya membuahkan buah zaitun. Dulu, buah dari zaitun liar itu masarn pun pahit, kini getah pohon zaitun sejati tersuplai ke dalamnya, maka buah zaitun yang dibuahkan manis dan harum. Bukan hanya demikian, buah zaitun yang dihasilkan cabang itu mempunyai bentuk yang sama dengan yang sejati.

Ketahuilah, dalam proses berbuahnya pohon zaitun, ia mengalami perubahan makin hari makin mulia. Minggu yang lalu, Anda lihat tumbuh sedikit. Dua minggu kemudian, Anda lihat tumbuh lagi sedikit. Dua minggu lagi Anda lihat sudah lebih besar lagi. Mula-mula masih belum begitu mulia, tetapi setelah akhirnya masak, Anda nampak buah zaitun itu penuh dengan kemuliaan. Di dalam proses, ini, kian hari kian mulia. "Dalam kemuliaan yang semakin besar" yang dimaksud 11 Korintus 3:17 adalah pertambahan dari tingkat kemuliaan yang satu ke tingkat kemuliaan yang lain.

Kita harapkan, dalam zaman ini, kita dapat melihat adanya gereja-gereja yang terbangun di setiap lokal, sehingga tidak lagi mementingkan khotbah, melainkan mementingkan membuka pengertian orang-orang, memberikan wahyu kepada mereka, menerangi orang-orang dengan terangNya, sehingga mereka tahu bahwa yang mereka perlukan bukanlah pimpinan dari luar, melainkan suplai hayat di dalam. Selain itu menampakkan kepada orang-orang, bahwa ketika mereka percaya Tuhan dan beroleh selamat, maka sumber hayat ini, yaitu Kristus yang almuhit yang juga adalah Roh yang almuhit, telah masuk ke dalam mereka. Selanjutnya mereka perlu belajar hidup di dalam Roh yang almuhit itu, seraya menikmati Roh itu, setiap hari menerima suplai lengkap. Dengan demikian, suplai ini semakin hari semakin mengubah hakiki mereka. Bulan berganti bulan, tahun berganti tahun, di dalam gereja di tiap lokal, Anda nampak saudara saudari yang sering bersidang itu makin berubah. Persis seperti cabang liar yang diokulasikan pada pohon zaitun sejati, sewaktu baru diokulasikan, Anda masih belum melihat beberapa perubahan. Lama kelamaan, karena mereka menyerap getah yang kaya dari pohon zaitun sejati, maka cabang liar itupun mendapat suplai. Lambat laun Anda nampak adanya tunas baru yang tumbuh. Tak lama lagi mekarlah bungabunga kecil, muncullah buah- buah yang mungil. Setelah lewat dua minggu Anda melihat lagi, nampak buahnya telah tumbuh sedikit; dua mingp lagi, nampak tumbuh sedikit lagi, akhirnya masak menjadi buah zaitun yang manis dan harum. Saya harap gereja di setiap lokal juga demikian. Setahun demi setahun ada saudara saudari yang menerima Kristus, menikmati kelimpahanNya, mendapatkan suplaiNya yang lengkap, sehingga terjadi perubahan pada hakiki mereka. Bukannya perubahan di luar yang secara mendadak, melainkan hakiki di dalam batin yang berubah, perlahan-lahan berubah, sehingga semua saudara saudari berbeda dengan yang dulu-dulu. Bukannya perubahan yang mendadak, melainkan secara tetap dan berkesinambungan, hasil dari metabolisme hayat.

MELALUI PERUBAHAN BERTUMBUH

MENJADI RUPA TUHAN

Saudara saudari, inilah gereja yang Tuhan dambakan hari ini. Gereja yang Tuhan inginkan bukan hanya para saleh berada pada bidang tumpuan keesaan, lebih-lebih Tuhan menginginkan gereja yang para salehNya yang berada pada bidang tumpuan keesaan itu, setiap hari makan Kristus, menikinati Kristus, menyerap suplai melimpah yang ada di dalamNya, mendapatkan suplaiNya yang lengkap. Mula-mula Kristus ini masuk ke dalam roh. mereka, kemudian memasuki pikiran, emosi dan tekad mereka, memasuki setiap bagian diri mereka, mengubah hakiki mereka. Hal ini akan membuktikan kepada kita, bahwa yang kita pelajari bukanlah teori, melainkan suatu Roh yang hidup, yang kita beritakan bukan khotbah saia, melainkan Kristus yang bidup. Saya mengatakan demikian selama satu jam kepada Anda, baik Anda mengerti atau tidak, saya ttidak peduli. Yang saya pedulikan ialah di dalam roh Anda berjumpa dengan Kristus, Saya tidak mengharapkan Anda mengingat semua berita khotbah, saya hanya berharap Anda berjumpa dengan Kristus di dalam Anda. Kalau Anda bertemu dengan Kristus yang di dalam Anda, maka Anda akan menemukan kuncinya. Begitu Anda sendirian di rumah, Anda bita berkontak dengan Tuhan, berbincang-bincang dengan Dia, lebih banyak berdoa kepadaNya, lebih banyak bersama Dia. Dengan demikian batin Anda pun mendapatkan suplai. Sedikit demi sedikit, hakikiNya memasuki hakiki Anda, dan mengubah hakiki Anda. Perubahan ini bukanlah perombakan di dalam kelakuan, melainkan suatu metabolisme organik. Di dalamnya terdapat perubahan, juga ada pertumbuhan. Sesungguhnya pertumbuban adalah perubahan, dan akibat perubahan ini adalah penyerupaan, yang menyerupakan kita menjadi rupa Tuhan Yesus. Sampai saat ini, tercapailah tujuan semula Allah menciptakan manusia. Semula, Allah menciptakan manusia dengan tujuan agar manusia mempunyai gambar dan rupaNya, untuk mengekspresikan Dia. Sekarang kita yang telah tertebus, bukan hanya mempunyai rupaNya, bahkan memiliki hayatNya, dan mempunyai unsurNya yang berbaur di dalam kita, sehingga diri kita mengalami perubahan organik. Berubah terus sampai kita bertumbuh menjadi serupa denganNya.

Setiap jenis makhluk hidup, mempunyai hayatnya masing- masing, mempunyai sifat hayatnya masing-masing, dan mempunyai kekuatan hayatnya masing-masing, bahkan mempunyai bentuk hayatnya masing-masing. Misalnya sebutir biji bunga mawar. Di dalam biji ini terdapat hayat, kekuatan, juga terdapat suatu bentuk. Asalkan Anda menanam biji ini di dalam tanah, membiarkan biji ini tumbuh, ia bukan hanya akan mempunyai kekuatan bertumbuh, bahkan akan menumbuhkan bentuk bunga mawar. Tidak perlu seperti pabrik yang membuat barang pecah belah, yang harus, dibuatkan suatu model untuk membuat bentuknya. Bentuk bunga mawar terwujud bukannya dengan dicetak, melainkan terwujud dengan sendirinya. Terwujudnya bentuk bunga seruni juga bukan dicetak, tapi terwujud dengan sendirinya. Tumbuh-tumbuhan demikian, hewan pun demikian. Seekor anjing atau kucing, ketika baru lahir, tidak begitu mudah Anda bedakan, tapi tidak mengapa. Asal Anda biarkan mereka bertumbuh, cukuplah. Anjing kecil itu waktu tumbuh, tidak perlu dicarikan seorang tukang kayu yang membuatkan anjing-anjingan untuk dikalungkan pada lehernya supaya kemudian bisa serupa anjing. Cukup Anda biarkan dia bertumbuh. Asal bertumbuh, anjing itu akan menumbuhkan wujud bentuk anjing. Seekor anjing kecil, bagaimanapun tidak akan menumbuhkan dua buah tanduk sapi. Seekor kucing, bagaimanapun tidak akan menumbuhkan bentuk kuda. Karena di dalam hayatnya terdapat bentuknya yang sudah pasti. Wujud bentuk Allah berada di dalam hayatNya. Asalkan Anda membiarkan hayat Tuhan Yesus bertumbuh di dalam Anda, hayatNya yang mengandung suatu wujud bentuk, tentu akan menumbuhkan wujud bentukNya. Jadi, boleh dikatakan hal tersebut adalah pertumbuhan, juga boleh Anda katakan penyerupaan. Kita semua telah diciptakan, kita semua telah tertebus, kita semua pun telah terlahir kembali. Puji syukur kepada Tuhan! Hari ini kita berada dalam proses ini untuk menikmati suplaiNya yang lengkap, mendapat hakikiNya yang limpah, sehingga hakiki kita mengalami perubahan organik. Perubahan organik ini menumbuhkan kita, mengubah kita, dan juga menyerupakan kita. Ini tidak dapat dilakukan oleh teori apapun, hanya Roh itu yang dapat melakukamya. Haleluya! Dialah Roh itu, di dalam kita Dia menjadi suplai lengkap bagi kita.

Saudara saudari yang kekasih, malam ini dari lubuk hati saya mengharapkan Anda semua dapat mengesampingkan semua khotbah yang telah bertahun-tahun Anda dengar! Anda ingat atau lupa akan khotbah-khotbah itu tidak menjadi soal. Hari ini yang harus kita nampak, di dalam kita ada Roh almuhit, yang mempunyai suplai lengkap. Suplai ini adalah suplai organik, yaitu suplai yang menimbulkan perubahan. Asal saja Anda senantiasa menikmati Dia, setiap hari menilanati Dia, membiarkan Dia ditambahkan ke dalam diri Anda sebanyak-banyaknya, Anda akan bertumbuh dan berubah dengan sendirinya, sehingga serupa denganNya. Kiranya Tuhan membelaskasihani kita. Semoga kita semua mau berdoa bagi hal ini, dan menengadah kepada Tuhan untuk ini.

W.L.