← Daftar isi Hidup Bersama Tuhan · bab 2/4

BERITA KEDUA

Pembacaan Alkitab:

Yohanes 21:22; Galatia 2:19b; 4:19; 11

Timotius 4:22a; 1 Korintus 6:17; Galatia

5:16,25; Roma 8:4

HARI INI TUHAN YANG AJAIB ADALAH ROH,

TINGGAL DI DALAM ROH KITA

Alkitab adalah sebuah kitab yang ajaib. Ajaib, sebab di dalamnya tertera Tuhan Yesus yang ajaib. Kita semua percaya kepadaNya, mengasihi Dia, setiap hari berkontak dengan Dia, sering mendekati Dia. Kita semua yang sedemikian banyak ini dapat bersaksi, bahwa semakin kita mengalamiNya, semakin merasakan kelimpahan dan keajaibanNya, misteriNya yang melampaui dugaan manusia. Selama 2.000 tahun ini, sudah ada berjuta-juta orang yang percaya kepadaNya, menyembah Dia, mengikuti Dia; tetapi tidak ada seorangpun yang dapat mengisahkan Dia sampai tuntas, juga tidak ada seorangpun yang dapat mengalami Dia sampai sepenuh-penuhnya.

Bila kita membaca sejarah gereja, membaca biografi orang- orang Kristen yang terkenal, kita nampak banyak di antara mereka yang mempunyai pengalaman ajaib yang khusus mengenai Tuhan Yesus. Tetapi setelah melewati 2.000 tahun ini, semakin banyak pengalaman kita terhadapNya, semakin kita menemukan, bahwa ada satu yang paling berharga dan manis, yaitu Allah pencipta segala- galanya itu, Allah yang Mahabisa itu, melalui penciptaan, penebusan, mati dan bangkit, hari ini telah menjadi Roh pemberi hayat; bukan hanya ada di mana-mana, bahkan berada di dalam roh kita, untuk menjadi hayat kita, menjadi tabib kita, menjadi segala sesuatu kita. Yang Dia minta dan harapkan dari kita adalah supaya kita dapat hidup demi Dia, dapat menerima Dia menjadi hayat kita, hidup bersama, bertindak bersama, dan tinggal bersama Dia.

KITA KEKURANGAN REALITAS HIDUP

BERSAMA TUHAN

Mengenai hal ini, sudah bertahun-tahun kita memberitakan, mengabarkan, menerbitkan buku-buku, tetapi sampai hari ini beban kami masih belum terlepas. Mengapa? Karena hal ini terlalu ajaib, tidaklah mungkin dengan sedikit pengertian di luar sudah bisa jelas, bahkan dengan waktu seumur hidup kita pun tidak akan dapat kita alami secara tuntas. Apa lagi kita sedikit banyak cenderung kepada yang luar, dan tidak mementingkan hayat di dalam. Saya senang mengatakan demikian, "Puji syukur kepada Tuhan, di antara kita banyak saudara saudari yang mengasihi Tuhan dan mempunyai persekutuan dengan Tuhan. Bahkan di beberapa tempat telah dibangunkan kesaksian gereja." Tetapi kita tidak bisa tidak menundukkan kepala, mengakui dari dalam batin, bahwa sampai hari ini, gereja di setiap tempat mempunyai satu kekurangan besar, yaitu tidak secara riil setiap, hari hidup di dalam roh, menempuh penghidupan bersama Tuhan. Kita semua harus mengakui, bahwa setiap gereja lokal, setiap orang saleh, kekurangan pengalaman menempuh hidup bersama Tuhan dengan riil.

Misalkan di sini ada seorang saudara yang bersahabat dengan saya. Bahkan kami berdua tinggal bersama. Kalau saya benar-benar menganggapnya sebagai teman baik, maka asal ada waktu, di dalam situasi dan kondisi yang memungkinkan, tentu saya akan menyapanya, mengajaknya berbincang-bincang. Kalau saya sama sekali tidak menghiraukannya, sebaliknya hanya mengerjakan urusan saya dan mengesampingkan dia, coba pikir, berteman macam apakah ini? Dia tentu merasa, bahwa saya bersikap sangat dingin terhadappya. Mungkin dia berpikir, bahwa saya tidak menyukai dia, saya ada masalah dengan dia. Maka dia akan mencari saya, dan menanyakan apa kesalahannya terhadap saya. Saya akan menjawab, "Ah tidak. Anda sama sekali tidak bersalah kepadaku. Sayalah yang terlalu sibuk, terlalu lelah. Masit banyak pekerjaan yang harus saya kedakan." Tetapi bagaimanapun penjelasan saya, dia tidak akan percaya, karena, tidak masuk akal, dan ada keakraban.

Anda semua mengakui, Tuhan Yesus adalah benar, hidup dan riil. Dia beserta dengan Anda, tinggal di dalam Anda, menjadi hayat Anda, dan segala-gala Anda. Dia menghendaki Anda hidup derni Dia, dan hidup bersama Dia. Saya ingin bertanya, sore hari ini, selama enarn jam, berapa lamakah Anda hiraukan Tuhan Yesus? Teorinya semua sudah pernah Anda dengar. Anda tidak membutuhkan khotbah yang baru. Saudara saudari, hari ini yang Anda perlukan ialah suatu realitas hidup. Saya pikirkan dan pertimbangkan, makin lama makin terasa, bahwa di dalam realitas hidup tidak ada satu hal yang lebih riil dan lebih penting daripada hal ini, yakni Tuhan Yesus adalah Roh yang almuhit, hidup di dalam roh Anda, dan menghendaki Anda hidup dengan Dia.

Ada saudara yang mengatakan, "Saudara Lee, kali ini Anda pulang, masih tetap membicarakan judul yang lama, yaitu menyeru nama Tuhan, mendoabacakan firman Tuhan. Karena terhadap kedua hal itu kami kekurangan pengalaman yang sungguh-sungguh, maka kali ini Anda pulang memberi pelajaran tambahan." Sesungguhnya, saya kembali bukan memberi pelajaran tambahan, melainkan memberi gizi tambahan. Beberapa hari ini kalian tidak makan apa- apa yang berarti, maka malam ini saya merasa harus lebih riil, tidak membicarakan teori yang dalam, mutlak merupakan pelaksanaan, dan dengan riil memberikan gizi tambahan.

Saudara, "Dalam beberapa hari ini, apakah Anda setiap hari berlatih hidup bersama Tuhan?" Dia menjawab, "Memang ada berlatih demikian, tapi tidak setiap hari, bahkan seharinya kira-kira hanya berlatih setengah jam." Coba bayangkan, kalau seseorang hanya bernafas setengah jam setiap hari, orang itu bisa hidup atau tidak? Di sini saya menggainbarkan kepada Anda, hari ini bahkan kita yang berada di gereja-gereja di setiap lokal,menggarap ini atau itu tetap berupa agama. Bersidang, mendengarkan khotbah, menyanyi, berdoa, atau membaca Alkitab; memang berdasarkan itulah kita menyentuh Tuhan. Tetapi kalau semua itu tidak bisa menyentuh Tuhan, maka berubahlah menjadi agama. Agama atau tidak, tidak tergantung pada tata caranya. Bukannya kalau kalian duduk berkeliling dan berhadapan, maka sudah bukan againa; berbicara di atas mimbar yang tinggi, menghadapi para hadirin, baru merupakan agama. Juga bukannya kalau kalian tidak berdoa dan tidak membaca Alkitab, itu bukan agama; kalian berdoa dan membaca Alkitab, lalu menjadi agama. Sama sekali bukan demikian. Agama atau bukan semuanya ditinjau dari dapat tidaknya pembacaan Alkitab Anda, doa Anda, sidang Anda, nyanyian Anda, menyentuh Tuhan.

PERLU BERLATIH HIDUP

BERSAMA TUHAN DENGAN RIIL

Dalam kitab Kejadian tercatat satu orang yang bernama Henokh. Dia berjalan (Darby : walked) dengan Allah selama tiga ratus tahun. Hari ini kita bukan hanya berjalan dengan Allah, bahkan hidup bersama Tuhan. Henokh di luar Allah, berjalan dengan Allah, tapi hari ini Tuhan di dalam kita, dan kita hidup bersama Tuhan. Tuhan adalah hayat kita. Tuhan adalah kepribadian kita. Kita hidup bersama Tuhan.

Hari ini kita perlu dengan riil berlatih hidup bersama Tuhan. Bukan hanya hidup bersama dalam sidang, bahkan hidup bersama dalam penghidupan kita sehari-hari, di rumah, di jalan, di kantor. Kita bukan hanya menerima firman ini, juga harus melaksanakannya, bahkan hidup di dalamnya. Kita harus memperhatikan Tuhan Yesus, jangan mengesampingkan Dia. Jangan sampai ketika repot, Anda lalu mengesampingkan Tuhan Yesus. Delapan belas jam kemudian baru tahu kalau sudah terpisah dari Tuhan, lalu cepat-cepat berdoa, "Ya Tuhan, ampunilah aku yang tidak menghampiri Engkau". Tetapi tiga menit kemudian repot lagi, dan Anda kembali tidak hidup bersama Tuhan.

Dengarlah, wahyu yang paling inti di dalam Alkitab menampakkan kepada kita, bahwa Tuhan kita, Allah kita, telah merampungkan segalanya. Dia telah melalui kematian, masuk ke dalam kebangkitan, juga naik ke sorga. Semuanya telah dirampungkanNya. Hari ini hanya ada satu hal yang belum dirampungkanNya, yaitu masuk ke dalam diri Anda menjadi hayat Anda, hidup bersama Anda, agar Anda hidup demi Dia. Hari ini, beradanya Dia di dalam Anda adalah satu fakta, dan benar-benar riil. Allah yang mulia, Allah Tritunggal (Bapa, Putra, Roh), Yehova, hari

ini tinggal di dalam roh Anda. Hal ini bukan suatu teori, melainkan satu fakta yang mulia. Juruselamat yang mulia, jelmaan Allah yang Mahabesar, hari ini justru berada di dalam roh Anda, menjadi hayat Anda, dan mau hidup bersama Anda. Yang Anda butuhkan bukanlah mengerti teori ini, melainkan berlatih berpenghidupan yang demikian. Kalau kita dengan tulus mengasihi Tuhan, dengan sungguh-sungguh mengasihi Tuhan, mulai malam ini, pertama-tama kita harus berlatih untuk hidup bersama Tuhan. Tiap-tiap gereja harus berkata, "Ya Tuhan, belaskasihanilah gereja di lokal kami berada. Mulai hari ini, gereja tidak lagi berlatih masalah lain, melainkan hanya berlatih hidup bersama Tuhan." Dalam hidup pribadi Anda, Anda memerlukan suatu permulaart yang demikian. Dalam gereja lokal di tempat Anda berada, juga diperlukan suatu permulaart yang demikian.

SEGALA KITA HANYALAH WADAH,

KRISTUSLAH ISINYA

Tuhan Yesus itu benar lagi hidup, Dia justru hidup di dalam Anda dan saya. Bila musim dingin tiba, banyak orang mengenakan sarung tangan. Sarung tangan dibuat persis dengan bentuk tangan, hanya saja sarung tangan kosong. Sarung tangan adalah wadah, realitas dalam sarung tangan itulah tangan. Menurut wahyu Alkitab, kita semua yang diciptakan Allah adalah wadah yang kosong. Pikiran dan akal budi kita adalah wadah. Tekad kita adalah wadah. Emosi, suka, duka, amarah kita adalah wadah. Segala pengharapan kita adalah suatu wadah. Hayat kita, seluruh penghidupan kita, semuanya adalah suatu wadah. Realitasnya adalah Allah sendiri yang masuk ke dalam dan menjadi isinya. Hari ini, Allah yang masuk ke dalam kita tidak lain adalah Yesus Kristus, Sang Roh pemberi hayat itu. Dia adalah Allah yang riil. Dia mau masuk ke dalam kita, memenuhi setiap bagian wadah ini, yaitu diri kita ini. Dia terlebih dahulu masuk ke dalam roh Anda, lalu Dia akan memenuhi pikiran Anda, kemudian memenuhi emosi Anda, suka, duka, amarah, lagi pula memenuhi akal budi dan kekuatan Anda. Jelaslah sekarang, apa adanya diri Anda yang di luar adalah wadah, sedang isi di dalam Anda adalah Kristus.

Kalau kita adalah wadah, maka Kristus itulah isinya. Isi ini sekarang sudah masuk ke dalam kita, di dalam roh kita menjadi isi kita, sehingga setiap hari kita harus hidup demi Dia, setiap hari kita perlu hidup bersama Dia. Jangan tunggu sampai petang hari, sebelum datang bersidang, baru berdoa kepada Tuhan, "Tuhan, aku sudah mau bersidang. Semoga Tuhan ingat sidang nanti. Peliharalah saudara saudari, dan peliharalah juga aku ini. " Doa Anda yang demikian ini sudah terlambat, sedemikian terlambat sehingga hanya merupakan doa agamawi.

BAGAIMANA BERLATIH HIDUP BERSAMA TUHAN

Bagaimana seharusnya? Seharusnya sejak bangun tidur pagi- pagi, tidak perlu secara khusus berlutut, sambil berpakaian, menyikat gigi, membasuh muka atau mandi, serentak hidup bersama Tuhan, berkornunikasi dengan Tuhan. "Ya Tuhan, hari ini Engkau ingin berbuat apa? Ya Tuhan, hari ini bagaimana Kau memimpinku? Begitu Anda bangun, segeralah berkornunikasi dengan Tuhan. Cara

terbaik untuk berkornunikasi dengan Tuhan adalah dengan menyeru nama Tuhan, "0 Tuhan! 0 Tuhan Yesus! Hari ini Engkau menghendaki aku berbuat apa? Hari ini Engkau tnenghendaki aku bagaimana hidup demi Engkau? Ya Tuhan, hari ini Engkau akan bagaimana, membawaku?" Dengan cara demikian Anda, berkornunikasi dengan Tuhan. Lambat laun, setelah beberapa waktu, Anda akan terlatih. Ketika Anda berpikir, berkatalah, "Ya Tuhan, sekarang aku mau berpikir. Pikiranku adalah wadah, pikiranMulah isinya. Tuhan Yesus, berpikirlah bagiku. Aku akan berpikir dengan pikiranMu. Ya Tuhan, untuk hal ini hendaklah Engkau memenuhi pikiranku dengan pikiranMu." Sudah jelaskah? Ketika Anda mau berbelanja di toko, janganlah berbicara dengan pelayan toko demi diri Anda sendiri. Berkatalah kepada Tuhan, "Ya Tuhan, berbicaralah! Sekaranglah waktunya. Bawalah aku untuk berbicara." Dalam setiap hal, biarlah Tuhan memasukinya. Ketika perlu berpikir, biarlah Tuhan masuk untuk berpikir bagi Anda. Janganlah berpikir demi diri sendiri. Bahkan sewaktu Anda pertu menggerakkan emosi Anda, bukalah diri Anda dan katakan, "Ya Tuhan, datanglah. Bersukacitakah Engkau? Berdukakah Engkau? Ya Tuhan Yesus, emosiku hanyalah suatu wadah, perlu Kaupenuhi. Tekadku terlebih lagi demikian, biarlah Tuhan masuk untuk memutuskan, biarlah Tuhan yang memenuhi."

DALAM SEGALA HAL BERTANYA KEPADA TUHAN,

MENGERJAKAN BERSAMA TUHAN

Saudara saudari, inilah latihan yang paling jarang kita lakukan hari ini. Kita masing-masing harus berlatih demikian. Ketika Anda membeli pakaian, Anda harus berkata, “Ya Tuhan, bagaimana ini? Menurut Engkau, beli kain yang ini atau yang itu? Beli model yang ini atau yang itu?" Ketahuilah, kita mengasihi Tuhan, menjadi orang-orang milik Tuhan, sungguh berbeda dengan orang-orang di dunia. Mercka sendirian khusus di bawah tangan setan. Kita tidak sendirian, ada Tuhan Yesus yang hidup bersama kita. Dia hidup di dalam pikiran kita, Dia hidup di dalam emosi kita, di dalam tekad kita, di dalam akal budi kita, di dalam segala kita. Di dalam penghidupan, kita harus membiarkan Dia hidup.

Sekarang saya menyarankan satu hal kepada Anda semua, siapa saja yang setuju silakan mengacungkan tangan. Mengacungkan tangan berarti menandatangani. Anda semua telah menandatangani, maka mulai sekarang Anda semua harus melaksanakan. Bukan hanya melaksanakan dalam hal doa baca, bukan hanya melaksanakan di dalam sidang, terlebih lagi melaksanakan dalam segala hal dalam penghidupan kita. Misalkan ketika saudari-saudari berbicara dengan suaminya, janganlah berpikir dalam hati, "Aku bukan berbicara dengan presiden atau hakim, melainkan berbicara dengan suamiku, jadi boleh acuh tak acuh." Jangan demikian. Suami Anda bukan hakim, bukan presiden, itu memang suatu fakta, tetapi di dalam Anda ada Tuhan Yesus. Tuhan Yesus lebih tinggi daripada presiden. Di dalam batin Anda, Dia menjadi hayat, menghendaki Anda hidup demi Dia. Kalau Anda mau berbicara dengan suami Anda, bertanyalah kepada Tuhan di dalam batin. "Tuhan Yesus, Engkau mau berkata bagaimana? Engkau menjadi pikiranku, menjadi suka dukaku, menjadi segalaku." Demikian baru sungguh-sungguh berlatih hidup bersama Tuhan. Dalam segala hal, baik peristiwa besar maupun kecil, kita menjadikan Tuhan Yesus sebagai hayat. Kita ditentukan selalu hidup, demi Tuhan Yesus, tiada henti-hentinya hidup bersama Tuhan Yesus.

Ketika Anda mau marah-marah, segeralah berseru, "0 Tuhan Yesus, silakan Engkau yang marah-marah." Undanglah Tuhan Yesus, mintalah Dia marah-marah bagi Anda. Saudari-saudari sering cemberut kepada suaminya. Tapi mulai hari ini, ketika kalian mau cemberut, segeralah berseru, "0 Tuhan Yesus. 0 Tuhan Yesus!" Anda menghendaki Tuhan hidup bersama Anda, Anda pun harus hidup bersama Tuhan. Saya juga menyarankan, setiap kali saudara-saudara mau berkhotbah, berlatihlah hidup bersama Tuhan. Berkatalah lebih dulu, "Ya Tuhan, Engkau sajalah yang berkhotbah." Jangan lagi menyampaikan khotbah yang tidak dikhotbahkan Tuhan Yesus. Jangan pula membicarakan khotbah yang tidak mau Tuhan katakan di dalam batin Anda. Hiduplah bersama Tuhan. Bila Tuhan tidak mengatakan, jangan sekali-kali Anda katakan.

HARUS MENGGERAKKAN ROH,

MENURUTI ROH, MENGIKUTI ROH

Di pihak lain, Tuhan Yesus menjadikan roh kita sebagai pangkalan. Pengalaman membuktikan, Anda dapat mengusir Tuhan dari pikiran Anda, dari emosi Anda, dari khotbah Anda. Tetapi Anda tidak dapat mengusir Tuhan dari roh Anda. Anda usir pun Dia tidak mau pergi. Dia tetap berada di dalam roh Anda. Ini adalah satu hal yang ajaib. Bagaimanapun, Dia tetap tinggal di dalam roh Anda. Mungkin Anda bertanya, "Kalau Tuhan Yesus tidak pergi, mengapa kadang-kadang rohku menurun?" Roh Anda menurun karena Tuhan Yesus di dalam roh Anda pun menurun. Ingatlah, setiap kali roh Anda menurun, itu berarti Tuhan Yesus yang menurun di dalam roh Anda. Dia tidak memperoleh jalan keluar. Andalah yang memaksa Dia menurun.

Ketika Anda hidup demi Tuhan, janganlah percaya pada perasaan Anda, juga jangan berlelah dengan otak Anda, gerakkanlah roh Anda. Di dalam Anda ada roh. Tidak ada seorang anak pun yang sejak semula sudah menyadari bahwa dia mempunyai kaki. Tapi kalau Anda menaruhnya di atas lantai, sewaktu dia merangkak, dengan sendirinya dia menggunakan kakinya. Tidak perlu Anda ajar, dengan kedua kakinya ia akan berdiri. Dia tidak mengerti tentang kaki, tetapi bisa memakai kaki. Jadi tidak tergantung pada tahu ada tidaknya roh, asal Anda bisa menggunakan roh Anda. Janganlah banyak berpikir, jangan mengikuti emosi Anda, kalau terangsang lalu girang melonjak-lonjak, kalau tidak terangsang merasa sebal. Jangan menghiraukan semuanya ini. Perhatikanlah roh di dalam Anda.

Demikian pula dengan berdoa, jangan mereka-reka pikiran Anda. Jangan berdoa mondar mandir di dalam otak. Harus singkat dan tepat. Berdoalah dari dalam roh Anda. Dua, tiga patah tertuju pada sasaran. Hari ini banyak saudara saudari yang begitu berdoa merupakan doa formalitas dan kosong, berkali-kali itu-itu saja. Coba pikir, kalau Anda yang menjadi Tuhan, dan mendengarkan doa yang demikian, tentu akan bosan. Jangan cerewet semau diri sendiri, berdoalah demi roh. Dalam doa jangan mengisahkan sejarah, jangan, pula mengajar. Anda merasa Tuhan itu manis, katakanlah langsung, "Tuhan, Engkau sungguh manis, aku cinta kepadaMu!" Sudah cukup, jangan bertele-tele.

Kali ini pulang, saya menemukan cara baru kalian bernyanyi, yaitu hanya memilih sebuah lagu, sebait demi sebait dinyanyikan dan didoabacakan. Saya bukan hendak mengeritik atau mengoreksi Anda semua. Saya hanya berkata, seharusnya tidak ada tata cara, harus menurut roh. Semua mengikuti roh, tidak ada tata cara tertentu. Mungkin hari ini menyanyikan sebuah lagu semuanya didoabacakan. Mungkin juga besok, setelah menyanyi tidak ada doa baca. Menyanyi dengan hidup, tidak menuruti cara yang tertentu. Juga bukannya belajar mereka-reka cara tak menentu, karena cara tak menentu tetap adalah suatu cara. Kita masing-masing harus belajar hidup bersama Tuhan di dalam roh. Baik memilih nyanyian, menyanyi, maupun mendoabacakan nyanyian, semuanya hidup bersama Tuhan, dan tidak ditentukan.

Dalam hidup kita sehari-hari, hidup ini sungguh mudah. Misainya seorang gadis, hidup dan tindakannya terasa leluasa. Tapi begitu dia menikah, hidup pernikahan yang ditempuhnya terasa sulit. Saudara mempunyai cara saudara sendiri, saudari mempunyai cara saudari sendiri. Orang yang sudah menikah adalah hidup bersama orang lain. Tuhan kita hidup bersama kita adalah lebih dalam daripada hidup bersama bagi suami istri, karena Dia tinggal di dalam kita. Tidak peduli bagaimana dekatnya suami Anda dengan Anda, ia tidak bisa tinggal di dalam Anda, dan tidak bisa menjadi hayat Anda, juga tidak bisa menjadi kepribadian Anda. Tetapi Tuhan kita tinggal di dalam kita. Dia menjadi kepribadian kita. Kita tidak boleh tidak harus melatih ini sehingga menjadi satu kebiasaan, jangan menyuruh Dia yang menuruti kita, melainkan kita yang menuruti Dia.

Tuhan berkata kepada Petrus, "Ikutlah Aku." Sewaktu berkata demikian, Tuhan sudah bangkit dari kematian. Tak lama kemudian Dia naik ke sorga. Lalu bagaimana, Petrus mengikuti Dia? Di satu pihak Tuhan naik ke sorga, di lain pihak, Tuhan telah masuk ke dalam Petrus. Bagaimana kita mengikuti Tuhan? Dulu ada orang yang memberitahu saya, "Yang dilakukan Tuhan, lakukanlah itu. Dia meninggalkan teladan, tirulah. Begitulah cara mengikuti Tuhan." Lambat laun saya menemukan, bahwa semuanya itu adalah penjelasan agama. Hari ini Tuhan hidup di dalam roh Anda, gerak geriknya di dalam roh Anda, Anda ikuti. Inilah yang disebut mengikuti Tuhan dengan sesungguhnya.

Hari ini kita tidak sendirian. Di dalam kita masing-masing terdapat Orang yang ajaib. Dia menjadi hayat kita, menjadi kepribadian kita. Dia menghendaki kita sepenuhnya meninggalkan si aku, dan hidup demi Dia. Di dalam pikiran dipenuhi oleh pikiranNya, di dalam emosi dipenuhi oleh emosiNya; Dia menghendaki seluruh penghidupan kita dipenuhi unsurNya. Dia dapat bersimpati kepada kita, tetapi Dia sama sekali tidak mungkin belajar dari kita. Kita harus belajar seluruhnya dari Dia, dan bedalan mengikuti Dia. Dia berada di dalam roh kita, karena itu kita harus belajar membebaskan roh kita, melatih roh kita, menggunakan roh kita, belajar untuk kembali ke dalam roh kita. Setiap kembali ke dalam roh, kita telah menjumpai Tuhan. Di sanalah Tuhan berada. Saya harap saudara saudari tidak menganggap semua ini sebagai suatu ajaran. Sanggupilah untuk melaksanakan. Berlatihlah hidup bersama Tuhan.

JANGAN BERHENTI MENYERU NAMA TUHAN

Menurut pengalaman saya, saya menyarankan kepada Anda untuk hidup demi Tuhan. Anda tidak boleh berhenti menyeru namaNya. Tiada jalan lain, kecuali menyeru nama Tuhan. Jangan sekah-kali mengira nama Tuhan tidak ada apa-apanya. Nama Tuhan itu satu realitas. Nama adalah orangnya. Misalnya di sini saya memanggil nama saudara Anu. Kalau saudara itu palsu, atau mati, atau tidak ada di sini, maka tidak ada gunanya saya memanggil namanya. Tetapi kalau dia benar-benar ada, hidup, dan ada di sini, maka begitu dia dipanggil, dia segera datang. Yesus adalah namaNya, Roh adalah PersonaNya. Begitu Anda menyeru nama Tuhan Yesus, Roh pun segera ada di sini. Inginkah Anda mendapatkan Roh pemberi hayat? Berserulah, "0 Tuhan Yesus!" Begitu Anda berseru, Dia segera datang. Mungkin Anda berkata, Itu hanya suatu sugesti." Kalau begitu, mari kita menyeru nama Plato, filsuf itu, "O Plato!" atau "O, Sokrates, di manakah engkau?" "O, Konghucu, aku cinta kepadamu." Anda mencintai dia, dia tidak memberikan reaksi. Tetapi cobalah, tidak peduli dalam keadaan apapun, berserulah, "O Tuhan Yesus!" Ajaib, di dalam Anda penuh perasaan. Semakin menyeru, semakin ada yang dirasa. Mengapa ketika Anda memanggil nama seorang filsuf, tidak ada rasa apa-apa? Mengapa ketika Anda memanggil nama seorang yang bijak, tidak timbul perasaan apa-apa? Tetapi begitu Anda memanggil nama Tuhan Yesus, timbullah suatu perasaan! Karena semua filsuf tadi telah mati, dan yang masih hidup juga tidak ada di sini. Hanya Tuhan Yesus, yang walaupun telah mati tetapi telah bangkit. Dia adalah yang sejati. Dia hidup dan riil, dan sekarang ada di sini, bahican berada di dalam Anda. Begitu Anda menyeru namaNya, roh Anda segera bereaksi. Tetapi di antara menyeru dan "menyeru" juga ada perbedaan. Bila Anda "melancong" dalam pikiran, walaupun mulut Anda berseru, "0 Tuhan Yesus", tentu tidak berkhasiat. Bila Anda membuka skaklar, listrik segera datang. Namun ada yang dibuka sampai tiga kali, listriknya tidak juga datang. Jangan sekali- kali mengira ini adalah suatu sugesti. Ini adalah realitas rohani. Hari ini Tuhan kita adalah Roh, berada di dalam roh kita. Di dalam roh kita menyeru kepadaNya, "0 Tuhan Yesus! 0 Tuhan Yesus! Aku cinta kepadaMu" Maka sungguh manis batin kita. Bahkan sewaktu Anda membaca Alkitab, jangan terlalu banyak berpikir. Hendaklah sambil membaca, Anda berseru, "0 Tuhan Yesus!" Maka batin Anda akan mendapat penyegaran. Inilah menyeru nama Tuhan, mendoabacakan firman Tuhan. Saya harap semua saudara saudari setiap hari berlatih menempuh suatu penghidupan bersama Tuhan. Setiap gereja lokal seharusnya mernimpin saudara saudari hidup di dalam latihan "hidup bersama Tuhan."