← Daftar isi Hidup Bersama Tuhan · bab 1/4

BERITA PERTAMA

Pembacaan Alkitab :

Yohanes 1:12-14,29; 14:16-20,23; 15:4; 17:21,23; 6:57

Puji syukur kepada Tuhan! Sekali lagi kita berhimpun di dalam namaNya. Kiranya kita di sini sujud kepadaNya, serta membebaskan roh kita. Yang berbicara membebaskan roh, yang tidak berbicara juga membebaskan roh. Kita menggunakan roh, bukan otak. Saya percaya Tuhan akan merahmati kita, memimpin kita lebih maju selangkah.

RENCANA MULIA ALLAH

DAN KELIMA LANGKAHNYA

Allah kita adalah Allah yang bertujuan, Allah yang memiliki suatu pekerjaan. Karena itu, Alkitab menampakkan kepada kita, bahwa di dalam kekekalan yang lampau, Dia sudah mempunyai rencana. RencanaNya itu sesuai dengan kehendakNya. Dalam hatinya, Allah mempunyai satu kehendak, mempunyai satu kegemaran. Berdasarkan kehendak dan kegemaranNya inilah Allah dalam kekekalan yang lampau mempunyai satu rencana yang mulia. Rencana ini secara lahiriah sangat sederhana, tetapi isinya begitu dalam dan misterius. Rencana-Nya ialah ingin meniperoleh sekelompok manusia menjadi bejana korporat, dan melalui bejana korporat ini Dia dapat terekspresikan.

RencanaNya ialah ingin mengekspresikan diriNya. Secara lahiriah, Allah adalah Allah yang tersembunyi dan misterius. Dengan mengamati langit, bumi dan beraneka ragam makhluk, Anda sulit menemukan Allah. Secara lahiriah hanya ada makhluk, tidak ada Allah. Tetapi kita tahu, bahwa di atas dan di antara segala makhluk, benarbenar ada Allah. Allah sungguh riil, Allah sungguh sejati! Allah sungguh ada; tetapi secara lahiriah Allah itu tersembunyi, Allah itu misterius. Di lain pihak, Alkitab mengatakan Allah sangat ingin mengekspresikan diriNya. Dia itu tersembunyi, namun juga ingin mengekspresikan diriNya. Tersembunyi adalah ditinjau dari diriNya sendiri, terekspresikan adalah ditinjau dari diri kita. Dia adalah Allah yang tersembunyi, tetapi kita dapat mengekspresikan Dia. PengekspresianNya tergantung pada kita. Inilah kehendak kekal Allah, dan juga ketetapan rencana kekal Allah.

Setelah Allah mempunyai satu rencana, Allah pun mempunyai satu pekerjaan. Pada permulaart Alkitab, yang mula-mula diperlihatkan kepada kita adalah penciptaan Allah. Begitu Anda membuka lembaran pertarna Alkitab, di sana dikatakan, bahwa pekerjaan Allah yang pertama adalah mencipta. Sampai akhir Alkitab, dengan ajaib sekali muncul sebuah kota, yang dinarnakan kota kudus Yenksalem Baru. Kota bukaniah ciptaan Allah, melainkan pembangunan Allah. Langkah pertama Allah adalah penciptaan langkah terakhir Allah adalah pembangunan Allah. Penciptaan Allah adalah untuk pembangunan Allah. Penciptaan Allah ditambah dengan pembangunan Allah, telah menggenapkan rencana kekal Allah dan mencapai kehendak kekal Allah.

Di antara kedua ujung Alkitab, yaitu di antara penciptaan dan pembangunan Allah, masih ada lima tindakan besar, lima langkah besar. Kelima langkah besar itu adalah penyelamatan (penebusan), kelahiran kenibali, pengubahan, penyerupaan, dan pemuliaan. Saya harap kita semua mau mengukir kelima langkah ini di dalam hati kita. Tadinya kita adalah manusia yang telah jatuh. Dari dalam keadaan yang telah jatuh itu, Allah justru menyelamatkan kita. Setelah menyelamatkan, Allah di dalam Anak-Nya menggarapkan diri-Nya sendiri ke dalam diri kita, menjadi hayat (kehidupan) kita. Akibamya, selain hayat alamiah, kita mempunyai satu hayat rohani, hayat yang ilahi. Hayat ini membuat kita terlahir sekali lagi, demikianlah kita dilahirkan kembali. Setelah melahirkan kembali kita, di dalam diri kita hayat itu mengubah kita, sehingga hakiki kita tergarap secara metabolis, berubah menjadi hakiki-Nya. Langkah berikutnya, Ia menggarap kita agar menjadi serupa dengan-Nya. Setiap orang yang beroleh selamat akan dibentuk serupa denganNya, memiliki rupaNya. Akhimya Ia akan membawa kita ke dalam kemuliaan. Di dalam kemuliaan itu, kita akan menjadi Yerussalem Baru, yakni pembangunanNya. Itulah isi seluruh Alkitab. Seluruh Alkitab dimulai dengan penciptaan Allah, dan diakhiri dengan pembangunan Allah. Di antara kedua hal itu, Allah datang untuk menyelamatkan kita, melahirkan kita kembali, mengubah kita, menyerupakan kita, dan membawa kita ke dalam kemuliaan. Semua ini bukanlah konsepsi agarna, juga bukan hasil pemikiran alamiah.

DUA TINDAKAN YANG ALLAH TEMPUH UNTUK MERAMPUNGKAN RENCANANYA

Sekarang, mari kita lihat bagaimana Allah merampungkan rencanaNya ini. Saya akan menggunakan perkataan yang sederhana, seperti sebuah lukisan yang dengan sederhana diperlihatkan kepada Anda, agar Anda tahu cara Allah merampungkan hal ini. Untuk merampungkan rencanaNya, Allah harus melakukan dua tindakan.

Tindakan pertarna, Allah harus menjadi manusia. Kalau Allah tidak menjadi manusia, Allah tidak bisa merampungkan penebusan, tidak bisa menyelamatkan kita. Untuk menyelamatkan kita, Ia harus datang dari sorga ke burni. la harus datang dari keilahian kepada keinsanian, menjadi tubuh daging. Manusia yang dimaksud di sini adalah Yesus Kristus, Tuhan kita. Yesus sendiri adalah Allah. Jangan sekali-kali Anda mencari Allah di luar Yesus Kristus. Di luar Yesus Kristus, tidak ada Allah yang sejati. Yesus Kristuslah Allah yang sejati. Yesus Kristuslah Allah Pencipta segala sesuatu. Yesus Kristus adalah Yehova, Allah yang sejati. Percayakah Anda kepada Allah? Kalau Anda percaya kepada Allah, Anda harus percaya kepada Yesus. Para penganut agarna Yahudi percaya kepada Allah, tetapi menolak Yesus Kristus. Akibatnya, mereka tidak mempunyai Allah. Karena Yesus Kristus adalah Allah, berarti Allah ada di dalam Yesus Kristus. Dia telah menjacii manusia, menjadi seorang tokoh dalam sejarah. Dia lahir di sebuah palungan, lebih dari sembilan belas abad yang lalu. Dia hidup di bumi selama lebih dari tiga puluh tahun. Akhirnya.Dia disalibkan, mengueurkan darah adiNya, menggenapkan penebusan, membereskan segala dosa dari persoalan negatif kita. Dia telah menebus kita. Inilah tindakanNya yang pertama.

Tindakan kedua, setelah menyelamatkan kita, Dia masuk ke dalam maut (kematian), melewati maut, atau boleh juga dikatakan : Dia melancong sebentar dalam maut. Maut sama sekali tidak berdaya terhadapNya. Maut tidak dapat berbuat apa-apa terhadapNya. Bukan maut yang menyeret Dia, bukan maut yang menawan Dia, melainkan Dia sendiri dengan rela pergi kepada maut, Dia menyerahkan diriNya kepada maut, membiarkan maut bekerja sekuat tenaga pada diriNya. Akhimya, maut tidak dapat berbuat apa-apa. Dia melewati maut, kemudian keluar dari maut. Inilah kebangkitanNya. Melalui kebangkitan, Dia menjadi Roh Pemberi Hayat (I Korintus 15:45 Tl). Dalam tindakanNya yang pertama, Dia menjadi manusia. Dalam tindakanNya yang kedua, Dia menjadi Roh Pemberi hayat. Dia menjadi manusia untuk menebus kita; Dia menjadi Roh Pemberi hayat untuk masuk ke dalam kita, menjadi hayat kita. Hari ini Dia sebagai Roh Pemberi hayat ada di mana-mana. Dia ada di sorga, di bumi, di atas, di bawah, di dalam, dan di luar. Dia menjadi manusia untuk merampungkan penebusan; Dia menjadi Roh untuk menjadi hayat kita. Haleluya!

ALLAH MENGHENDAKI KITA MENGHENTIKAN

DIRI SENDIRI, AGAR HIDUP BERSAMANYA

Kini di dalam kita masing-masing telah ada Tuhan Yesus. Di dalam kita, Dia sedikitpun tidak menghendaki kita berbuat apa-apa. Ini berbeda dengan pikiran agamawi kita. Pikiran agamawi selalu menyuruh kita melakukan ini atau itu. Yang menjadi suami harus menjadi suami yang baik. Yang menjadi istri harus menjadi istri yang baik. Ajaran itu cukup sering Anda dengar. Malam ini, berdasarkan Tuhan saya memberitahu Anda, bahwa Tuhan Yesus kini ada di dalam Anda. Dia tidak menghendaki Anda mengerjakan apa pun. Anda tidak bisa melakukannya. Sekalipun Anda dapat melakukannya, juga tidak berharga. Dalam Yohanes 15 dengan jelas Tuhan berkata, "Di luar Aku, kamu tidak dapat berbuat apa-apa." Tetapi saya kuatir, banyak orang akan berkata, bahwa di luar Tuhan mereka dapat melakukan banyak perkara. Ya, di luar Tuhan, Anda bisa melakukan banyak hal, seperti membanting sendok, marah- marah; ada isteri, begitu di luar Tuhan, ia bisa mencuri uang suaininya; ada saudara, begitu terpisah dari Tuhan, bisa menipu isterinya. Anda memang bisa melakukan banyak hal. Tetapi semua yang Anda lakukan di luar Tuhan itu tidak terhitung apa-apa. Itulah sebabnya Tuhan berkata, "Di luar Aku, kamu tidak dapat berbuat apa-apa." Karena itu, hendaklah kita berhenti melakukan sesuatu: mengundurkan diri dan merendahkan diri, pensiun dan mengasihi. Baik yang berusia enam puluhan atau yang belasan tahun, kita semua harus berhenti. Apa pun yang kita lakukan tidaklah berguna, karena Tuhan Yesus telah berkata, "Di luar Aku, kamu tidak dapat berbuat apa-apa."Saudara saudari, kalau Anda dapat berhenti, dan pensiun terhadap segala hal, Anda berbahagia. Hari ini Tuhan Yesuslah yang hidup di dalam Anda. Tuhan berkata, "Tinggallah di dalam Aku, dan Aku di dalam kamu." Dia juga berkata, "Aku hidup, dan kamu pun akan hidup." Dengan perkataan lain, "Kamu hidup di dalam Aku, Aku hidup bersama kamu, kamu bergerak bersamaKu."

Saya percaya, berita ini sudah pernah kita dengar. Tetapi tidak dapat kita sangkal, bahwa dalam penghidupan kita, kita kurang masuk ke dalam realitasnya. Mulai sekarang Anda dan saya harus memberikan batas yang tegas. Mulai hari ini, semua yang kulakukan "bukan lagi aku, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku." Aku mengasihi, bukanlah aku yang mengasihi melainkan Kristus yang di dalamku yang mengasihi. Sampai-sampai aku menyanyi, aku berdoa, bukan aku yang menyanyi, yang berdoa, melainkan Tuhan Yesus di dalamku yang menyanyi dan berdoa.

Entah sudah berapa kali, pemuda-pemuda Kristen datang kepadaku dan bertanya, "Saudara Lee, bolehkah aku berbuat begini? Bolehkah aku berbuat begitu?" Sering saya menjawab, "Tidak ada yang boleh, juga tidak ada yang tidak boleh. Bertanyalah kepada Tuhan. Misalnya Anda ingin nonton bioskop. Berkatalah lebih dulu kepada Tuhan, 'Aku pergi menonton.film adalah Tuhan yang pergi menonton, aku menonton di dalamMu.' Kalau Anda mampu berkata demikian kepada Tuhan, Anda boleh pergi menonton." Setelah mendengar perkataan ini, para. pemuda itu berkata, "Saya tahu, Tuhan Yesus tidak menonton film, maka akupun tidak pergi menonton."

Saya menggambarkan hal ini dengan maksud memperlihatkan bahwa hidup Kristiani bukanlah kita sendiri yang mengerjakan atau melakukan sesuatu, semuanya bukan kita sendiri. Hidup Kristiani adalah Tuhan Yesus menempuh hidup di dalam setiap orang Kristen. Dialah yang hidup di dalam kita, bukan kita yang hidup. Berita ini sudah didengar oleh banyak orang Kristen, tetapi sedikit sekah yang hidup di dalamnya. Beban saya adalah bersekutu dengan Anda, agar mulai hari ini, kita menentukan satu garis batas. Penghidupan kita adalah penghidupan Tuhan Yesus, yaitu Tuhan Yesus yang hidup di dalam kita.

Kita masing-masing harus nampak, bahwa Tuhan sudah melakukan perkara besar. Dia bukan hanya telah menanggulangi dosa kita di salib, bahkan hari ini, Dia benar-benar telah menjadi Roh, tinggal di dalam kita dan hidup bagi kita; Dia ingin agar kita hidup bersama Dia. Inilah ciri khas orang Kristen. Seharusnya tidak ada satu orang Kristen pun yang hidup bersandar dirinya sendiri, dan tidak ada seorang Kristen pun yang tidak memiliki Kristus hidup di dalamnya. Orang Kristen yang normal adalah orang yang di dalam rohnya terhadap Tuhan Yesus yang adalah Roh yang hidup; Dialah yang hidup dalam rolmya. Kita hanya perlu menghentikan tindakan kita, menghentikan aktivitas kita sendiri.

HARUS MEMPRAKTEKAN HIDUP BERSAMA TUHAN

DALAM PENGHIDUPAN KITA

Tetapi saya tahu, banyak orang yang dalam pelaksanaannya melalaikan visi ini. Misalnya Anda bersidang, seharusnya Anda berada dalam suasana penyertaan Tuhan. Tuhan Yesus datang bersidang, Andapun datang bersidang. Anda dan Tuhan Yesus satu hayat, satu penghidupan, satu tingkah laku. Dia datang bersidang, berarti Anda datang; Anda datang bersidang, berarti Dia datang. Sewaktu Anda bersidang, di dalam Anda ada satu perasaan, bahwa bukan Anda seorang diri yang datang, melainkan Tuhan datang bersama Anda.

Berita yang kita dengar di balai sidang sangat jelas : "Bukan aku lagi, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Sejak hari ini aku telah mati, dan telah dikubur." Tetapi ketika kita masuk ke dalam kesibukan penghidupan, sama sekali tidak ada Tuhan Yesus. Sehari suntuk kita sibuk ini dan itu, sehingga Tuhan Yesus hilang karena. kesibukan. Kelihatannya Anda adalah orang Kristen yang bergairah. Tetapi sesungguhnya Anda bahkan menghilangkan Tuhan Yesus dalam kesibukan Anda. Setelah Anda duduk di dalam ruang ini, Anda pun segera sadar, bahwa Tuhan Yesus sudah tidak ada pada Anda. Yesus telah Anda singkirkan.

Saudara saudari, hendaklah Anda nampak satu visi, bahwa Anda adalah orang yang telah diselamatkan. Hari ini Tuhan ada di dalam Anda, dan menjadi satu dengan Anda. Anda tidak bisa memisahkan diri dari-Nya. Di dalam Anda, Dia adalah hayat Anda. Dia tidak menghendaki Anda hidup demi diri Anda lagi. Dalam hidup Anda sehari-hari, baik dalam perkara kecil, maupun dalam perkara besar, hendaklah Anda berhenti dan terus-menerus berkata kepada Tuhan, "Ya Tuhan, Engkau ada di sini. Aku hidup demi Engkau, Tuhan. Ya Tuhan, sekarang waktu sidang telah tiba. Engkau bersidang, aku bersidang bersamaMu, aku bersidang di dalamMu." Dengan keadaan ini Anda bersidang, dengan sendirinya Anda hidup bersama Tuhan Yesus. Anda tidak mungkin mengobrol dan tanya ini itu. Di dalam sidang, Anda bekerja sama dengan Tuhan Yesus, dan membiarkan Dia tampil, baik memuji, baik bersaksi, baik menyanyi, maupun hanya menyeru nama Tuhan. Hari ini Tuhan justru membutuhkan sekelompok orang yang demikian di permukaan bumi ini.

Hari ini kita semua perlu bertobat dan mengaku dosa. Kita hanya perlu bertobat, mengaku satu dosa : "Ya Tuhan, sudah bertahun-tahun aku tahu, bahwa Engkau hidup di dalamku. Tapi aku tidak hidup demi Engkau. Aku tidak melakukan dosa kejahatan. Namun aku pun tidak hidup demi Engkau. Aku selalu hidup demi diriku sendiri." Kita perlu bertobat dan mengaku dosa seperti ini, mengaku bahwa di dalam kita Tuhan telah kita tekan, kita batasi. "Ya Tuhan, di dalamku Engkau tidak dapat keluar, karena aku tidak hidup demi Engkau, tidak hidup bersamaMu. Aku tetap aku, Engkau tetap Engkau. Aku tidak membiarkan Engkau menjadi hayatku. Ya Tuhan, ampunilah aku. Sekalipun kelihatannya aku tidak bersalah, aku tidak marah-marah kepada suamiku atau aku tidak bersalah kepada istriku, tapi sesungguhnya dalam hidupku tidak ada Tuhan. Aku tidak hidup demi Tuhan."

Tuhan sama sekali tidak bermaksud menyuruh Anda berbuat baik, agar Anda berialat; atau agar Anda berbuat jahat, melakukan hal yang bejat. Seluruh maksud Tuhan tidak lain, ialah agar Anda memberikan kesempatan yang mutlak kepadaNya untuk hidup di dalam Anda. Yang Tuhan kehendaki adalah Anda sepenuhnya menghentikan kegiatan Anda sendiri, kemudian menjadikanNya sebagai hayat Anda, hidup demi Dia, hidup bersama Dia. Lupakanlah segala sesuatu. Lupakanlah kegairahan, kerajinan, baik atau buruk. Bersatulah dengan Tuhan di dalam Anda. Anda mengerti, mengenal, dan tahu dengan mutlak, bahwa hari ini Tuhan Yesus ada di dalam Anda. Dia adalah hayat Anda. Dia adalah Tuhan Anda. Dia adalah pribadi Anda. Dia adalah Allah Anda. Dia adalah kesabaran Anda, kerendahan hati Anda, kasih Anda, tenaga Anda. Dialah segala sesuatu Anda. Anda harus menghentikan diri Anda sendiri, hiduplah demi Dia. Bahkan sewaktu Anda bersekutu (sharing) di dalam sidang, Anda harus mempunyai kesan demikian, "Ya Tuhan, aku berdiri berbicara bukanlah aku yang berbicara. Segala yang usang tidak kupakai lagi. Aku tahu yang usang itu adalah aku yang berbicara, bukan Engkau. Sekarang bukan aku yang berbicara, melainkan Engkau yang berbicara." Hari ini saksi-saksi yang ingin Tuhan dapatkan di bumi adalah orang yang demikian.

Kitab Injil Yohanes bagian akhir mengatak.an, bahwa Allah yang ada pada mulanya, telah menjadi manusia, telah menjadi Roh itu, tinggal di dalam kita. Kita tinggal di dalamNya, kita dan Dia, Dia dan kita, menjadi satu. Dia adalah pokok anggur, kita adalah ranting-rantingNya. Kita dan Dia adalah satu. Kita hidup, Dialah yang hidup. Dia hidup, adalah kita yang hidup. Kita hidup adalah membiarkan Dia yang hidup di dalam kita. Kita semua perlu masuk ke hadapan Tuhan untuk hal ini, membuka diri kita sendiri, menghentikan segala aktivitas kita, serta berkata, “Ya Tuhan, aku sekarang telah nampak dan mengenal, bahwa masalahnya bukan aku berbuat baik atau jahat, melainkan apakah Engkau hidup di dalamku, bahican hidup dari dalamku."

Saudara saudari, inilah yang Allah kehendaki. Dia ingin menggarapkan diriNya ke dalam diri Anda, menjadi hayat Anda, menjadi pribadi Anda, menjadi satu dengan Anda. Dia adalah Allah. Hari ini Dia tinggal di dalam Anda, menjadi diri manusia Anda. Dia berbuat demikian dengan maksud, agar Anda hidup di dalamNya, hidup demi Dia, hidup bersama Dia, tinggal bersama Dia. Setiap kali saya berdiri untuk berbicara, saya selalu berkata dengan iman, "Ketika aku berbicara, Tuhan berbicara di dalam bicaraku. Aku tidak berbicara berdasarkan diriku sendiri. Tidak ada yang dapat kukatakan dari dalamku sendiri. Kalau aku berbicara, ya Tuhan, Engkau berbicara di dalam bicaraku. Engkau denganku, aku dan Engkau, bersatu padu. Begitu aku membuka mulut, Engkau segera berbicara, Engleau segera tertainpil. Demikianlah keadaan kita sewaktu kita membawakan berita, demikian juga keadaan dalam hidup sehari-hari kita. Hidup dan tingkah laku Anda harus selaras dengan Tuhan Yesus. Anda mencintai, maka Tuhan Yesus tersalur keluar dari cinta Anda. Anda rendah hati, Tuhan Yesus tersalur keluar dari rendah hati Anda. Hendaknya Tuhan Yesus tersalur keluar dari dalam hidup dan tingkah laku Anda. Berulang-ulang saya berkata, tetapi sampai hari ini, kita masih belum membuka diri untuk menerirna kasih karunia Allah, dan hidup mutlak di dalam realitasnya. Kiranya malam ini Tuhan membelaskasihani kita, agar kita dapat seperti orang yang tersadar dari mimpi, dengan jelas nampak bukan kita yang melakukan, bukan kita yang hidup, melainkan Tuhan Yesus, yaitu Allah yang agung ini, di dalamku menjadi hayatku. Dialah yang memakai aku, yang menggandeng diriku dan hidup bersamaku. Aku hidup adalah Dia yang hidup. Aku berbicara adalah Dia yang berbicara. Aku bertindak adalah Dia yang bertindak.

DUA HAL YANG DIPERLUKAN

UNTUK HIDUP BERSAMA TUHAN

Lalu, apakah yang kita perlukan untuk hidup sedemikian? Untuk hidup demi Tuhan, hidup bersama Tuhan, tinggal bersama Tuhan, kita memerlukan apa? Kita hanya memerlukan dua hal. Saya tidak ingin menyodorkan suatu cara kepada Anda, saya harus menunjukkan suatu jalan kepada Anda. Yang pertarna, Anda harus selalu terbuka terhadap Tuhan. Jalan yang paling sederhana untuk terbuka terhadap Tuhan adalah belajar membuka segenap diri kita, mulai dari roh, hati, sampai ke mulut. Anda buka segenap diri Anda dan menyeru nama Tuhan, "0, Tuhan Yesus! Ya, Tuhan. Yesus!" Anda harus belajar membuka diri Anda terhadap Tuhan, menyeru namaNya. Inilah jalan yang paling sederhana dan paling baik, yang memungkinkan Anda berjumpa dengan Tuhan, menjamah Tuhan. Bukan merenungkan Tuhan atau menyebut nama Tuhan dalam batin, melainkan Anda terbuka untuk menyeru Tuhan, "0, Tuhan Yesus!" Saya persilakan Anda berlatih dalam hal ini begitu Anda pulang nanti. Tidak perlu dengan suara terialu keras, juga tidak perlu berteriak-teriak. Belajarlah membuka diri terhadap Tuhan dan menyeru namaNya. Alkitab mengatakan, "Tuhan …, kaya bagi semua orang yang berseru kepadaNya" (Roma 10:12). Tuhan hidup, benar, dan menyertai Anda. Bila Anda menyeru namaNya, terbuka bagi-Nya, Anda akan berjumpa dengan Dia di batin.

Masih ada satu hal lagi. Hendaklah Anda belajar sungguh- sungguh bersenwhan dengan fmnanNya, sungguhsungguh mendoa-bacakan firman-Nya, sungguh-sungguh makan firmanNya, yaitu makan Tuhan sendiri (Yohanes 6:57).

PERLU NAMPAK VISI INI DAN HIDUP DI DALAMNYA

Malam ini ada sebuah visi sederhana yang harus kita nampak, yaitu hari ini Tuhan Yesus adalah Roh pemberi hayat yang almuhit, Dia tinggal di dalam roh kita. Hari ini justru kita perlu hidup demi Dia, setiap hari menerima suplai dari Dia. Setiap hari bersentuhan dengan Dia. Setiap hari bersatu dengan Dia. Jalannya adalah dengan membuka seluruh diri kita, dari dalam sampai luar, terhadapNya. Cara membuka diri sangat sederhana, yaitu dengan menyeru namaNya, mendoabacakan firmanNya. Dengan roh Anda menyentuh firman-Nya, makan firmanNya, menerima firmanNya ini ke dalam diri Anda. Pakailah firman itu untuk memohon kepadaNya, mencari Dia, bersekutu dengan Dia. Kalau Anda setiap hari, setiap waktu, mengadakan persekutuan yang baru dengan Dia, menerima suplaian baru, maka batin Anda tentu mendapatkan penyegaran, pemeliharaan, penerangan dan suplai, sehingga Anda sewaktu-waktu hidup bersama Dia, bertindak tanduk bersama Dia, tinggal bersama Dia. Inilah yang ingin Dia peroleh.

Injil Yohanes terdiri dari 21 pasal. Seluruhnya membicarakan bagaimana Allah yang berada dalam kekekalan itu menjadi manusia, menjadi Anak Domba Allah, dan merampungkan penebusan bagi kita. Dia telah masuk ke dalam kernatian, telah keluar pula, menjadi Roh pemberi hayat, masuk ke dalam roh kita, hidup, dan bergerak bersama kita. Kita harus mempersembahkan diri kepada-Nya, menghentikan hidup dan tindakan diri kita sendiri, terbuka bagi Dia, menyeru namaNya, makan firmanNya, berkontak dengan diriNya, membiarkan Dia menyuplai kita, sehingga tingkah laku kita mempunyai corak hidup baruNya. Inilah orang-orang yang ingin Tuhan peroleh di bumi. Demikianlah saudara saudari, Anda telah memperoleh penebusan, mendapatkan kelahiran kembali, sudah menempuh jalan perubahan, sehari demi sehari, Dia akan mengubah hakiki Anda sehingga bersifat seperti Dia, juga akan menyerupakan Anda sehingga mirip corakNya. Pada suatu hari, Ia masih akan membawa Anda ke dalam kemuliaan, membangun kita bersama menjadi suatu ekspresi yang betapa mulia.

Malam ini hendaklah mata kita semua dicelikkan sehingga nampak perkara ini. Hati juga terbuka, roh pun terbuka; semua berkata kepadaNya, "Ya Tuhan, kiranya segalaku berhenti. Engkau bukan hanya menjadi hayatku, juga menjadi penghidupanku. Kiranya batinku selalu menyentuhMu, selalu memperoleh suplaiMu. Aku dan Engkau adalah satu di dalam penghidupan."