PAKAIAN IMAM (7)
Pembacaan Alkitab: Kel. 28:6-14; 39:2-9
Keluaran 28:9-10 mengatakan, “Haruslah kauambil dua permata krisopras dan mengukirkan nama para anak Israel pada permata itu, enam dari nama mereka itu pada permata yang pertama dan keenam nama lagi pada permata yang kedua, menurut urutan kelahirannya.” Ayat 12 mengatakan seterusnya, “Kemudian haruslah kautaruh kedua permata itu pada kedua tutup bahu baju efod sebagai permata peringatan untuk mengingat orang Israel; maka ke hadapan TUHAN haruslah Harun membawa nama mereka di atas kedua tutup bahunya menjadi tanda peringatan.” Kedua permata krisopras pastilah sangat mirip ukurannya dengan bahu manusia. Ini memang sangat mungkin, sebab keduanya ditaruh di atas kedua tali bahu efod. Saya percaya bahwa permata-permata krisopras ini rata, berbentuk bujur sangkar atau empat persegi panjang. Masing-masing harus cukup luas untuk mengukir keenam nama anak Israel.
Kedua tali bahu berlokasi pada tempat berpadunya bagian depan dan bagian belakang efod pada bahu. Bagian efod ini seharusnya lebih tebal dan lebih kuat dari bagian lain. Lagi pula, karena tali-tali bahu adalah seperangkat dengan efod, maka kita tidak boleh menganggapnya seolah-olah terpisah dari efod itu sendiri. Tali-tali tersebut dengan efod merupakan keseluruhan, dan yang merangkaikan kedua bagian ini, sehingga cukup kuat untuk mengemban permata-permata krisopras. Tali-tali bahu itu perlu dibuat tebal dan kokoh supaya efod mampu mengemban permata-permata seberat itu.
Kita sudah melihat bahwa efod melambangkan Kristus berikut sifat ilahi dan sifat insani-Nya. Kedua sifat Kristus ini berbaur demi mengemban ekspresi Allah yang ini dilambangkan oleh emas, dan ekspresi manusia yang dilambangkan oleh lenan. Kristus juga mengemban ekspresi kesurgawian, kerajanian, dan penebusan-Nya yang masing-masing dilambangkan oleh warna-warna biru, ungu, dan kirmizi. Justru ekspresi yang demikianlah yang menjadi bahan yang mengemban permata-permata krisopras.
PERMATA-PERMATA KRISOPRAS MENANDAKAN KAUM BERIMAN
Kedua permata krisopras yang diemban di atas kedua bahu imam besar menandakan apa? Permata-permata krisopras itu menandakan kaum beriman, termasuk kita. Mungkin ada orang setelah mendengar perkataan ini lalu berkata, “Yang dilambangkan oleh permata krisopras mungkin hanya Anda, sebab Anda adalah seorang saudara yang senior di dalam Tuhan. Tentu bukan aku, sebab aku belum lama beroleh selamat. Aku tidak memiliki penampilan seperti permata krisopras. Sebaliknya, aku hanya memiliki penampilan debu tanah.” Boleh jadi ini adalah keadaan Anda. Namun asalkan Anda telah dilahirkan kembali, setidak-tidaknya ada sedikit unsur permata krisopras di dalam Anda. Jika di dalam diri Anda tidak ada unsur permata krisopras, pasti Anda tidak berminat mendengarkan berita semacam ini. Kenyataan Anda mengasihi dan menuntut Tuhan serta berminat mendengarkan firman semacam ini menunjukkan setidaknya Anda memiliki sejumlah permata krisopras. Pada akhirnya, semua debu tanah akan diubah menjadi permata krisopras.
Pada insan alamiah kita terdapat dua aspek: aspek ciptaan Allah dan aspek kejatuhan. Satu bagian insan alamiah kita adalah ciptaan Allah. Bagian lainnya adalah dari kejatuhan manusia. Yang berasal dari kejatuhan manusia akan terkikis, dan yang berasal dari Allah akan tetap ada pada kita serta akan diubah. Karena itu, pekerjaan Allah atas diri kita merampungkan dua perkara. Di satu pihak, Ia mengikis, menghapus aspek kejatuhan; dan di pihak lain, Ia meninggikan dan mengubah aspek diri kita yang berkaitan dengan penciptaan Allah sehingga menjadi permata yang mustika. Sudah tentu untuk mengikis unsur kejatuhan dan mengubah atau meninggikan unsur ciptaan memerlukan waktu. Namun demikian, banyak orang yang telah berada dalam kehidupan gereja selama sejangka waktu telah mengalami pengikisan unsur kejatuhan dan pengubahan unsur penciptaan tersebut. Alhasil, kaum beriman dalam Kristus ini menjadi jauh lebih berbobot hari ini di bandingkan beberapa tahun yang lalu. Ada sejumlah unsur kejatuhan telah terkikis dan ada sejumlah besar unsur ciptaan Allah telah ditinggikan dan diubah menjadi permata yang mustika.
Janganlah kita meragukan kenyataan bahwa kita di lambangkan oleh permata krisopras yang ada di atas bahu-bahu efod. Pada suatu hari kita akan diubah sepenuhnya menjadi permata krisopras. Saya mempunyai harapan penuh baik bagi diri saya sendiri maupun bagi seluruh kaum beriman, yakni pada akhirnya kita akan menjadi permata krisopras yang murni dan sempurna. Semua orang beriman di dalam Kristus akan menjadi permata yang mustika dalam Yerusalem Baru dan dalam langit dan bumi baru kelak.
IKATAN (JALINAN) EMAS
Akan tetapi butir utama berita ini bukan berkaitan dengan pengubahan, melainkan bagaimana permata-permata krisopras itu ditempatkan pada tali bahu. Keluaran 28:11 menerangkan, “Seperti buatan seorang pengasah permata, diukirkan seperti meterai, demikianlah harus kau ukirkan pada kedua permata itu nama para anak Israel; dililit dengan ikat (jalinan) emas harus kaubuat permata itu.” Kita telah melihat bahwa kata “ikat emas” yang diterjemahkan dari bahasa Ibrani juga berarti pekerjaan jalinan emas, ikatan benang emas. Emas di mana permata-permata krisopras itu diletakkan bentuknya tidak sederhana. Sebaliknya, emas itu dijalin menjadi satu desain yang sangat elok. Kita jangan mengira ikatan-ikatan tersebut cuma seperti bingkai emas yang dibuat untuk menahan permata-permata belaka. Tidak, emas itu dijalin menjadi ikatan benang emas halus.
Ikatan-ikatan benang emas halus itu melambangkan bagaimana kita terpasang, terikat, terkebat pada Tuhan Yesus. Ikatan-ikatan tersebut melukiskan keilahian Tuhan yang telah melewati proses dan mengalami banyak penderitaan. Penderitaan-penderitaan yang dialami Tuhan Yesus membuat-Nya menjadi sebuah ikatan yang elok untuk mengikat kita, permata-permata mustika ini.
Kalau kita tidak memiliki lukisan yang disajikan oleh lambang efod berikut ikatan-ikatan benang emas halus ini, hanya dengan kata-kata penjelasan dalam Perjanjian Baru, tak mungkinlah kita mengerti bagaimana kita terikat pada Tuhan Yesus. Perjanjian Baru menunjukkan bahwa kita ditopang oleh kekuatan Tuhan. Alkitab berkata demikian, dan kita percaya akan hal ini. Namun, apakah kalian pernah membayangkan bahwa Tuhan Yesus memegang kita di dalam ikatan-ikatan benang emas yang elok? Kita sesungguhnya telah berpegang pada-Nya dengan cara yang sangat elok.
Kita perlu mengeluarkan waktu untuk mendoabacakan ayat-ayat dalam Keluaran 28 dan bersekutu tentang hal ini dengan orang lain. Demikian akan membantu kita untuk mengapresiasi Tuhan lebih banyak. Semakin kita memandang keelokan Tuhan dan mengapresiasi-Nya, kita akan semakin terikat dengan kokoh kepada-Nya dan oleh-Nya.
UNTAI EMAS
Kita telah melihat bahwa permata-permata krisopras diletakkan di dalam ikatan-ikatan benang emas yang elok. Kini baiklah kita melanjutkan melihat bagaimana ikatanikatan yang elok itu dirangkaikan dengan tali-tali bahu efod. Keluaran 28:13-14 mengatakan, “Haruslah kaubuat ikat emas dan dua untai dari emas murni; sebagai utas haruslah kaubuat itu, yang buatannya sebagai tali berjalin dan haruslah kaupasang untai berjalin itu pada ikat itu.” Ayat ini menunjukkan bahwa ikatan-ikatan itu di rangkaikan kepada tali-tali bahu oleh untai-untai emas. Untai-untai tali emas itu dibuat dari benang-benang emas jalinan. Tali-tali emas tersebut mengikat permata-permata krisopras dalam ikatan-ikatan emas kepada tali-tali bahu. Di sini kita melihat tiga benda: tali-tali bahu, permata-permata krisopras di dalam ikatan-ikatan emas, dan tali-tali emas yang dipakai untuk mengikat ikatan dan tali bahu. Ini melukiskan keilahian Tuhan menjadi tali emas pengikat. Sekali lagi ini menunjukkan kepada kita perlunya Kristus mengalami suatu proses dalam keilahian-Nya, supaya Ia menjadi tali emas yang demikian.
Ketika kita membaca Perjanjian Baru, kita tidak dapat menemukan keelokan, kehalusan tenaga, dan kekuatan pengikat Tuhan. Tetapi kita dapat menemukannya melalui merenungkan lukisan efod dengan tali-tali bahu, ikatan-ikatan, dan untai-untai emas dalam Keluaran 28. Ketika permata-permata krisopras diikat pada tali bahu, terjadilah apa yang boleh kita sebut tutup bahu. Kita telah menunjukkan bahwa tali-tali bahu adalah bagian dari efod, dan karena itu ia dibuat dari bahan-bahan yang serupa dengan efod.
TERIKAT PADA TUHAN MELALUI EKSPRESINYA
Tuhan Yesus mempunyai kekuatan untuk memikul kita sebagai permata-permata krisopras. Kekuatan ini berasal dari keilahian-Nya yang berbaur dengan keinsanian-Nya dan yang memiliki ekspresi Allah, manusia, kesurgawian Tuhan, jabatan raja Tuhan, dan penebusan Tuhan. Oleh ekspresi yang sedemikian ajaib inilah kita terikat pada Tuhan Yesus. Jika di alam semesta ini tidak ada ekspresi yang demikian, maka tidak ada sesuatu yang menopang atau mengikat kita pada Kristus. Satu-satunya perkara yang dapat menopang atau mengikat kita pada Kristus ialah ekspresi Kristus yang terlukis oleh efod yang dibuat dari emas, lenan, warna biru, ungu, dan kirmizi. Saya ingin menekankan fakta bahwa inilah ekspresi Kristus sebagai Allah dan manusia dengan kesurgawian, jabatan raja, dan penebusan-Nya.
Hari demi hari kita memakan makanan dan terawat olehnya. Namun, sebagian dari kita tidak mengetahui apakah kekayaan gizi yang terkandung dalam makanan yang merawat kita, yang menguatkan kita, yang menyuplai kita dengan apa yang kita butuhkan, dan bahkan yang membunuh kuman-kuman di dalam kita. Kita hanya mengetahui bahwa makanan itu perlu untuk mempertahankan kehidupan. Karena itu, kita memakannya dan menikmatinya. Akan tetapi, para ahli gizi telah melakukan penelitian ilmiah atas makanan dan mengetahui banyak tentang zat atau unsur makanan itu. Mereka tidak hanya memakan dan menikmati makanan, mereka juga memahami unsur pada makanan. Hal ini boleh kita pakai sebagai ilustrasi sederhana atas kenyataan betapa kita dapat mempunyai pengalaman diikat pada Kristus dan ditopang oleh-Nya tanpa memahami apa yang terkandung dalam tenaga dan kekuatan pengikat-Nya itu.
Apakah yang menjadi tenaga Kristus untuk mengikat kita, mengemban kita, dan menopang kita pada diri-Nya sendiri? Jawaban pertanyaan ini kita temukan melalui merenungkan lukisan dalam Keluaran 28. Menurut perlambangan efod, tenaga pengikat, kekuatan penopang, dan kemampuan penghubung Kristus semuanya berasal dari ekspresi-Nya sebagai Allah dan manusia berikut kesurgawian, jabatan raja, dan penebusan-Nya. Sebagaimana bahan-bahan dan warna-warna yang dipakai untuk membuat efod teranyam bersama, begitu pula semua aspek dari ekspresi Kristus telah berbaur bersama. Bahan-bahan itu telah tertenun menjadi satu pakaian yang kokoh yang mampu mengemban dua permata krisopras dan mengikatnya pada tali-tali bahu efod yang dikenakan imam besar.
Dalam lubuk batin saya, saya sangat berbeban terhadap makna efod dengan tali-tali bahu, permata-permata krisopras, ikatan-ikatan, dan untai-untai emas. Namun demikian, saya justru tidak ada perkataan untuk menuturkan apa yang terkandung dalam batin saya. Tidak ada perkataan manusia yang memadai untuk melukiskan lukisan efod dalam Keluaran 28 ini. Namun, saya percaya jika kita merenungkan lukisan ini, teristimewa jika kita mendoabacakan ayat-ayat ini serta mempersekutukannya, kita akan bisa memahami sesuatu di luar kemampuan kita untuk dilukiskan dengan kata-kata. Kita akan melihat lukisan yang ajaib dari Tuhan Yesus. Kemudian kita akan berkata, “Oh Tuhan Yesus, Engkau demikian elok dan mustika. Tuhan, alangkah mustikanya Engkau! Engkau adalah Allah, juga adalah manusia, adalah Allah-manusia teranyam bersama. Tuhan Yesus, Engkau adalah persona yang surgawi, rajani, dan Engkau adalah Penebus. Tuhan, aku terikat pada-Mu dan tertopang oleh-Mu. Terpujilah Engkau!”
SALING MEMPERELOK
Bila kita telah terpasang pada Tuhan sebagaimana permata-permata terpasang pada efod, kita akan menjadi keelokan tambahan bagi ekspresi-Nya, dan ekspresi-Nya pun menjadi keelokan kita yang di dalamnya kita tertopang. Renungkanlah pakaian yang dikenakan imam besar. Kalau permata-permata krisopras disingkirkan, maka keelokan efod akan berkurang. Di sini keduanya saling memperelok: Tuhan adalah keelokan kita, dan kita adalah keelokan yang ditambahkan atas ekspresi-Nya. Bila kita memahami hal ini, kita akan bersyukur kepada Tuhan, karena kita dapat menjadi bagian dari keelokan ekspresi-Nya.
Tidak hanya demikian, jika permata-permata krisopras itu hanya diikat pada efod tanpa diletakkan dalam ikatan-ikatan emas yang elok, tentu keelokannya akan berkurang. Ini menunjukkan bahwa ikatan-ikatan benang emas halus itu menjadi keelokan permata-permata krisopras. Karena itu, di sini kita memiliki keelokan timbal balik. Permata-permata krisopras menjadi keelokan efod, dan efod dengan ikatan-ikatan emas menjadi keelokan permata-permata krisopras. Ini berarti permata-permata itu dan efod saling memperelok.
PERINGATAN YANG KEKAL
Dalam menyinggung permata-permata krisopras yang di atasnya terukir nama-nama dari anak-anak Israel, Keluaran 28:12 mengatakan, “Kemudian haruslah kautaruh kedua permata itu pada kedua tutup bahu baju efod sebagai permata peringatan untuk mengingat orang Israel.” Ini menunjukkan bahwa permata-permata krisopras menjadi satu peringatan dalam pandangan Allah. Permata-permata itu menjadi peringatan apa? Permata-permata itu adalah satu peringatan tentang gereja yang diikat di dalam Kristus, yakni tentang peringatan Kristus yang menopang gereja, umat tebusan Allah. Peringatan ini akan berlangsung hingga kekal. Kita akan diikat pada Kristus, dan Kristus akan menopang kita di hadapan Allah sebagai peringatan kekal. Hari ini kita sudah dapat mengalami dan menikmati hal ini.
Mengenai perkara-perkara ini sungguh saya tidak cukup petah lidah untuk menuturkannya lebih banyak. Saya yakin Roh Kudus akan berbicara kepada kalian tentang hal ini. Semoga kita semua terdorong untuk merenungkan bagian dari firman ini melalui mendoabacakan dan mempersekutukannya.