PAKAIAN IMAM (8)
Pembacaan Alkitab: Kel. 28:15-21; 39:8-14
Dalam berita ini sampailah kita pada tutup dada. Keluaran 28:15-16 mengatakan, “Haruslah engkau membuat tutup dada pernyataan keputusan: buatan seorang ahli. Buatannya sama dengan baju efod, demikianlah harus engkau membuatnya, yakni dari emas, kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan lenan halus yang dipintal benangnya haruslah engkau membuatnya. Haruslah itu empat persegi, lipat dua, sejengkal panjangnya dan sejengkal lebarnya.” Pernahkah Anda memikirkan bahwa tutup dada di sini adalah wahyu yang sangat halus, bahkan yang paling halus tentang gereja? Efod ditujukan kepada Kristus, dan tutup dada ditujukan kepada gereja. Ini berarti efod dengan tutup dada memberikan kita suatu gambaran tentang Kristus dengan gereja, suatu gambaran yang sangat halus. Di sini saya tidak membicarakan perihal Kristus dan gereja, tetapi Kristus dengan gereja, karena yang kita punyai bukannya efod dan tutup dada, melainkan efod dengan tutup dada. Jika kita mengatakan secara umum, kita boleh mengatakan tentang efod dan tutup dada. Namun sesungguhnya apa yang kita miliki di sini bukanlah dua benda yang setara. Sebaliknya, hal yang pertama, efod, adalah yang utama, dan hal yang satunya lagi, tutup dada, adalah tambahan. Sebagai tambahan, tutup dada adalah milik efod.
Kita telah menunjukkan bahwa efod melukiskan, menggambarkan Kristus. Di atas Kristus yang dilukiskan oleh efod, terdapat tutup dada, yaitu gereja.
HAL POKOK DARI PAKAIAN IMAM
Menurut Keluaran 28, hal pokok dari pakaian imam adalah tutup dada, bukan efod. Sudah tentu, hal pokok ini adalah milik efod. Dalam gambaran pakaian imam, benda pertama yang disebut adalah tutup dada. Kita telah mengetahui bahwa pakaian imam adalah untuk kemuliaan dan untuk keelokan, bukan hanya sekadar bertujuan menutupi ketelanjangan seseorang atau untuk mempertahankan kesehatan seseorang. Sekarang kita perlu mengetahui bahwa pakaian imam ini pada dasarnya adalah untuk tutup dada. Mengapa Allah menghendaki imam-imam memakai pakaian tertentu? Mengapa khususnya imam besar perlu memakai pakaian tertentu? Tujuan dari berbagai macam pakaian imam adalah untuk tutup dada.
PIMPINAN TUHAN
Apakah fungsi tutup dada? Menurut ayat 15, tutup dada disebut tutup dada pernyataan keputusan. Kita tahu bahwa kata “pernyataan keputusan” berhubungan dengan memutuskan. Terlebih pula, keputusan sering dihubungkan dengan perbedaan antara benar dan salah. Akan tetapi, keputusan di sini terutama bukan menentukan apa yang benar atau salah. Sebaliknya, keputusan ini adalah supaya umat Allah dapat mengetahui pimpinan-Nya. Karena itu, tutup dada pernyataan keputusan sebenarnya adalah tutup dada pimpinan. Kalau begitu, mengapa ayat 15 menggunakan kata “pernyataan keputusan” berkenaan dengan tutup dada? Jawabannya adalah jika kita ingin mengetahui pimpinan Allah, kita harus mempunyai banyak keputusan. Kita harus memutuskan mana yang berasal dari daging, diri sendiri, manusia lama, dan dunia. Kita harus memutuskan perkara-perkara daging dan pikiran yang diletakkan di atas daging. Keputusan-keputusan tersebut membukakan jalan bagi kita untuk mengenal pimpinan Allah.
Dalam berita selanjutnya kita akan melihat bahwa tutup dada pernyataan keputusan sebenarnya berfungsi ibarat “mesin ketik” surgawi. Jika Anda menggunakan mesin ketik ketika membuat sebuah surat, Anda akan menekan tombol-tombol mesin ketik itu untuk mencetak huruf-huruf tertentu di atas kertas. Dengan aneka huruf pada mesin ketik itu, Anda akan bisa menyusun kata-kata yang Anda perlukan. Tutup dada berfungsi sebagai mesin ketik surgawi, ilahi, dan rohani. Dari kedua puluh dua huruf dalam abjad Ibrani, delapan belas huruf tercakup dalam nama-nama kedua belas suku yang terukir dalam batu-batu permata yang terikat pada tutup dada itu. Empat huruf sisanya terdapat di dalam Tumim yang dipasang pada tutup dada. Karena itu, pada tutup dada terdapat semua huruf dalam abjad Ibrani. Hal ini memungkinkan tutup dada berfungsi sebagai mesin ketik ilahi. Seperti yang akan kita lihat, pimpinan Tuhan dapat diperoleh melalui tutup dada dengan Urim dan Tumim. Sangat mirip sebuah kata, atau sebuah kalimat yang tersusun menjadi sebuah surat pada waktu menggunakan mesin ketik.
Kita akan melihat bahwa fungsi tutup dada tergantung pada kejernihan batu-batu permata dalam memancarkan cahayanya. Akan tetapi, jika ada beberapa dari kedua belas batu permata pada tutup dada itu buram atau huruf-huruf yang tergores padanya tidak jelas, tutup dada itu tak dapat berfungsi dengan semestinya. Bila hal itu terjadi, maka kita perlu membersihkan segala yang menyebabkan keburaman itu. Jadi, pertama-tama diperlukan keputusan dan pembersihan. Kemudian barulah mungkin memperoleh suatu keputusan mengenai pimpinan Allah secara positif.
Pada hakikatnya, pakaian imam bukan sekadar untuk menutupi ketelanjangan, untuk kesehatan, atau pun untuk kemuliaan dan keelokan. Tujuan utama dari pakaian-pakaian ini adalah untuk pimpinan Tuhan. Setelah Kemah Suci dibangun dan setelah pakaian imam dibuat, bani Israel menjelajah padang belantara menurut pimpinan Allah. Setelah Musa mati, imam besar memperoleh pimpinan ini melalui tutup dada. Ia harus mengenakan pakaian imam dengan tutup dada dan masuk ke dalam Kemah Suci. Dengan jalan ini, bani Israel dapat bertindak menurut pimpinan Allah yang bisa mereka ketahui melalui tutup dada.
Kebanyakan pembicaraan tentang pimpinan Tuhan di antara orang-orang Kristen hari ini sangat tidak tepat, bahkan tidak masuk akal. Banyak orang berbicara tentang pimpinan tanpa mengetahui apa yang mereka bicarakan. Dalam Roma 8:14, Paulus mengatakan bahwa semua orang yang dipimpin oleh Roh Allah adalah anak-anak Allah. Dalam Roma 8 kita menemukan realitas tutup dada. Pernahkah Anda pikirkan bahwa tutup dada dapat terlihat dalam Roma 8?
Dalam perlambangan, tutup dada berkaitan dengan pimpinan Tuhan. Mungkin sebagian orang akan segera berkata, “Anda tidak konsisten. Tadi Anda mengatakan bahwa tutup dada melambangkan gereja, sekarang Anda mengatakan bahwa tutup dada adalah masalah pimpinan Allah. Apa hubungan gereja dengan pimpinan?” Saya akan menjawab bahwa jika kita tidak mengenal gereja, kita tidak mengetahui apakah pimpinan Tuhan itu. Pimpinan Allah dan gereja sebenarnya adalah satu.
Saya menyangsikan selama lima puluh tahun belakangan ini, adalah orang-orang Kristen lain yang membicarakan gereja sebanyak yang kita lakukan. Saya bahkan difitnah karena berbicara tentang gereja. Namun, meskipun kita telah menyampaikan demikian banyak berita tentang gereja dan menerbitkan sejumlah buku mengenai gereja, dalam berita ini kita mempunyai sesuatu yang baru untuk kita bicarakan tentang gereja. Kita akan membahas satu aspek dari gereja yang dilambangkan oleh tutup dada.
Tutup dada bukan hanya merupakan hal pertama dari pakaian imam; tetapi juga merupakan hal pokok dari semua hal dari pakaian ini. Pertama-tama imam besar mengenakan gamis yang menutupi seluruh tubuhnya. Kemudian di sebelah luarnya ia memakai sebuah jubah. Jubah ini mungkin sepanjang jas yang panjangnya mencapai lutut. Di sebelah luar jubah ini imam besar memakai efod. Seperti yang telah kita tunjukkan, kita dapat dengan mudah memahami apakah gamis dan jubah itu, tetapi efod ini sangat menarik. Dalam kebudayaan kita tidak ada benda seperti ini, dan karena itu kita tidak mempunyai kata-kata untuk menggambarkannya. Karena alasan inilah, penerjemah-penerjemah menemui kesulitan ketika menerjemahkan kata efod yang berasal dari bahasa Ibrani ini. Sebab itu mereka sebenarnya hanya menyerap kata itu. Ini berarti kata “efod” merupakan kata Ibrani yang diserap ke dalam bahasa Indonesia (Red.). Efod berada di sebelah luar jubah, dan jubah terletak di sebelah luar gamis. Dalam berita-berita terdahulu telah kita tunjukkan bahwa pada efod terdapat dua tutup bahu, permata-permata krisopras, yang padanya terukir nama-nama kedua belas suku Israel. Terakhir, imam besar mengenakan tutup dada yang terdiri dari dua belas batu permata, masing-masing terukir satu nama dari kedua belas suku bangsa Israel. Kita telah melihat bahwa tutup dada pernyataan keputusan berfungsi seperti mesin ketik surgawi, ilahi, dan rohani, untuk menjelaskan pimpinan Allah. Mesin ketik surgawi ini merupakan pakaian pokok imam.
Kita telah mengetahui bahwa tutup dada melambangkan gereja, dan efod melambangkan Kristus. Jadi tutup dada pada efod menyatakan bahwa gereja dipikul oleh Kristus pada dada-Nya. Lagi pula, fakta bahwa bisa diketahuinya pimpinan Allah melalui tutup dada menyatakan bahwa hari ini Allah menyatakan apa yang harus kita perbuat melalui gereja, oleh gereja, dan bersama gereja. Gereja berada di bawah pimpinan Allah, karena gereja mengemban abjad ilahi yang dengannya Allah menjabarkan pimpinan-Nya.
Sekali lagi kita melihat bahwa lambang dalam Perjanjian Lama menyingkapkan rincian yang tidak terdapat dalam Perjanjian Baru. Saya dapat bersaksi bahwa saya mengenal Allah, Kristus, gereja, dan pimpinan Allah bukan hanya melalui apa yang telah diwahyukan dalam Perjanjian Baru, tetapi juga melalui lambang-lambang dalam Perjanjian Lama.
PEMBENTUKAN DAN UNSUR POKOK GEREJA
Proses pembuatan dan bahan tutup dada sama dengan proses pembuatan dan bahan baju efod. Ayat 15 mengatakan, “Haruslah engkau membuat tutup dada pernyataan keputusan: buatan seorang ahli. Buatannya sama dengan baju efod, demikianlah harus engkau membuatnya, yakni dari emas, kain biru, kain ungu, kain kirmizi dan lenan halus yang dipintal benangnya haruslah engkau membuatnya” (Tl.). Apakah makna dari proses pembuatan dan bahan tutup dada sama dengan proses pembuatan dan bahan baju efod? Menafsirkan dan memahaminya dengan tepat adalah hal yang penting bagi kita. Jika kita dapat menjawab pertanyaan ini dengan betul, barulah ternyata bahwa kita memahami lambang ini.
Saya percaya bahwa jawaban yang terbaik mengenai makna kesamaan bahan dan proses pembuatan baju efod dengan tutup dada adalah karena pembentukan dan unsur pokok gereja sama dengan Kristus. Frasa “pekerjaan dari seorang ahli” menyatakan cara terbentuknya gereja, yaitu pembentukan gereja. Bahan baju efod dan tutup dada menyatakan unsur pokok gereja, yang dengannya gereja tersusun. Pembentukan dan unsur-unsur pokok gereja sesungguhnya sama dengan Kristus. Gereja terbentuk dengan cara yang sama dengan terbentuknya Kristus, dan gereja tersusun dari unsur yang sama dengan tersusunnya Kristus.
Pengertian tentang pembentukan dan bahan tutup dada ini meliputi banyak hal. Sudah tentu hal ini sangat menolong kita untuk mengenal gereja. Tutup dada bukanlah baju efod, tetapi baik bahan maupun pembentukannya sama seperti efod. Ini menunjukkan bahwa gereja bukanlah Kristus itu sendiri. Namun demikian, baik pembentukan maupun unsur pokok gereja sesungguhnya sama dengan Kristus. Kalau tidak, gereja tidak dapat bersanding dengan Kristus. Sama seperti Hawa dapat menjadi jodoh Adam karena ia sama seperti Adam baik dalam pembentukan maupun unsur pokoknya, demikian pula, gereja dapat menjadi jodoh Kristus karena gereja sama seperti Kristus dalam hal pembentukan dan unsur pokoknya.
KESAKSIAN YANG SEMPURNA
Menurut ayat 16, tutup dada berbentuk empat persegi dan lipat dua. Ayat ini mengatakan, “Haruslah itu empat persegi, lipat dua, sejengkal panjangnya dan sejengkal lebarnya.” Empat persegi berarti tutup dada sedikit pun tidak ada celanya. Tutup dada merupakan satu kesaksian yang sempurna. Kata lipat dua berarti sesuatu yang ganda; jadi itu merupakan suatu kesaksian, karena angka dua adalah angka kesaksian. Sebab itu, empat persegi dan lipat dua menandakan suatu kesaksian yang sempurna.
PERHATIAN KRISTUS YANG TIDAK TERBATAS TERHADAP GEREJA
Menurut ayat 16, tutup dada panjangnya sejengkal dan lebarnya sejengkal. Apakah artinya ini? Mengapa satuan ukuran di sini bukan hasta, melainkan jengkal? Sejengkal menandakan sesuatu yang ada di dalam batas tangan seseorang, sesuatu yang tidak terjangkau di luar kapasitas, kemampuan tangan. Sesuatu yang lebih kecil daripada jengkal tangan kita dapat dipegang dengan mudah. Ini menunjukkan bahwa kita mampu memperhatikannya. Makna dari tutup dada yang panjang dan lebarnya sejengkal adalah gereja sepenuhnya berada di dalam batas tangan Kristus. Tangan Kristus betul-betul cukup untuk memperhatikan gereja. Seperti yang telah dinyatakan oleh tutup dada, gereja adalah satu kesaksian yang sempurna di dalam kapa-sitas perhatian Kristus.
Dalam Keluaran 28, kita mempunyai sebuah gambaran gereja yang berada di dalam jengkal tangan Kristus, dalam kapasitas perhatian Tuhan terhadapnya. Sudah tentu dalam Perjanjian Baru kita melihat perhatian Tuhan, tetapi tidak digambarkan seperti yang kita temukan dalam Keluaran 28. Dalam pasal ini kita mempunyai suatu gambaran yang menunjukkan bahwa gereja sepenuhnya berada di dalam jengkal tangan Kristus, yakni di dalam kapasitas perhatian Tuhan. Perhatian dan kapasitas Tuhan memang tidak terbatas, karena Ia sendiri tidak terbatas. Karena Kristus tidak terbatas, asuhan-Nya atas gereja-Nya juga tidak terbatas. Sebab itu, keperluan gereja tidak bisa melampaui jengkal tangan Kristus. Keperluan gereja tidak mungkin melampaui perhatian Kristus yang tidak terbatas itu.
Karena perhatian Kristus tidak terbatas, maka tidak seharusnya kita memaafkan diri kita sendiri atas kegagalan kita menjadi kesaksian yang sempurna. Gereja tidak ada alasan untuk gagal menjadi satu kesaksian yang sedemikian. Akan tetapi, orang-orang Kristen sering memaafkan diri mereka sendiri. Sebagian orang mungkin berkata, “Tuhan tahu bahwa kita lemah dan zaman modern ini penuh dosa dan duniawi. Tentu Ia akan melewatkan kegagalan kita. Pada akhirnya, kita semua akan pergi ke surga. Tetapi sekarang kita hidup di tempat yang penuh dosa, mustahil kita bisa menghindari godaan. Tuhan mengetahui kelemahan kita dan bersimpati kepada kita.” Ini berarti kita memaafkan kelemahan kita. Karena jengkal Tuhan tidak terukur dan perhatian-Nya tidak terbatas, maka tidak seharusnyalah kita selalu berdalih untuk dimaafkan. Tangan Tuhan jauh lebih besar daripada segala yang jahat di bumi ini. Tidak peduli di mana saja kita tinggal, di kota yang sangat tidak bermoral sekalipun, tangan Tuhan cukup besar untuk melindungi kita, cukup luas untuk menjaga kita dalam asuhan-Nya. Kita tidak boleh dicemarkan oleh segala hal yang jahat. Meskipun Anda mungkin bekerja di suatu lingkungan yang penuh dengan godaan dan hal-hal yang penuh dosa, janganlah Anda berusaha memaafkan kelemahan atau kegagalan Anda. Ingatlah, Anda tetap berada di dalam asuhan Tuhan. Janganlah mengira bahwa kekudusan tidak mungkin ada dalam situasi semacam itu. Berpikir demikian menyatakan bahwa Anda tidak percaya tangan Tuhan lebih besar daripada situasi tersebut.
Jengkal tangan Tuhan tidak terbatas. Dengan tegas Ia mengatakan bahwa tidak seorang pun dapat merampas kaum beriman dari tangan-Nya: “Dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorang pun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku” (Yoh. 10:28). Si jahat zaman ini tidak lebih besar daripada tangan Tuhan. Sebenarnya, dalam lingkungan yang semakin bobrok, semakin mudahlah kita menjadi kesaksian Yesus. Karena tangan Dia yang mengasuh kita ini besar, kuat, dan mampu, maka di dalam situasi apa pun kita bisa menjadi kesaksian Tuhan yang sempurna. Tutup dada yang panjang dan lebarnya sejengkal menunjukkan bahwa jengkal asuhan Kristus terhadap gereja tidaklah terbatas.