← Daftar isi Keluaran (8) · bab 7/19

PAKAIAN IMAM (5)

Pembacaan Alkitab: Kel. 28:4-14; 39:1-7

BATU-BATU KRISOPRAS

Keluaran 28:9-10 menerangkan, “Haruslah kauambil dua permata krisopras dan mengukirkan nama para anak Israel pada permata itu, enam dari nama mereka itu pada permata yang pertama dan keenam nama lagi pada permata yang kedua, menurut urutan kelahirannya.” Kita, kaum beriman, dilambangkan oleh kedua permata krisopras tersebut.

Adam dijadikan dari debu tanah. Setelah Allah menciptakan Adam, Allah menempatkannya di depan pohon hayat, dari situ mengalir sebuah sungai, dan melalui aliran sungai itu terdapatlah permata krisopras. Ketika Adam berdiri di pinggir sungai, mungkin ia melihat dirinya sendiri, dan kemudian melihat permata-permata krisopras itu. Adam sepenuhnya tersusun dari debu tanah, bukan terbentuk dari permata krisopras. Permata-permata krisopras menandakan pengubahan. Dalam hayat alamiah kita, kita semua debu tanah, tetapi melalui kelahiran kembali kita telah menjadi sebutir batu. Sekarang kita berada dalam proses untuk diubah menjadi serupa dengan Tuhan, dari kemuliaan ke kemuliaan. Pengubahan ini dilambangkan oleh permata krisopras.

Keluaran 28:12 mengatakan, “Kemudian haruslah kau taruh kedua permata itu pada kedua tutup bahu baju efod sebagai permata peringatan untuk mengingat orang Israel; maka ke hadapan TUHAN haruslah Harun membawa nama mereka di atas kedua tutup bahunya menjadi tanda peringatan.” Apa yang ditanggung di atas kedua bahu imam besar bukan dua gundukan debu tanah. Sebaliknya, di atas bahunya terdapat batu permata krisopras. Ini menunjukkan bahwa sebagai Imam Besar, Kristus bukan memegang debu tanah, melainkan kaum beriman yang telah diubah, yang dilambangkan oleh permata krisopras di atas bahu dari baju efod yang dikenakan imam besar.

Ada beberapa orang beriman mendengar perkataan ini, mungkin mereka merasa kecewa sebab mengira mereka belum diubah. Mereka boleh jadi berkata, “Kalau yang dipegang Kristus hanya permata-permata krisopras, bukan debu tanah, aku tidak mungkin mengalami pemegangan Tuhan. Aku merasa sangat kecewa, sebab aku belum mengalami pengubahan menjadi permata-permata krisopras.” Sesungguhnya Anda telah memiliki pengalaman dipegang oleh Kristus. Selain itu, Anda sebenarnya telah memiliki sejumlah permata krisopras. Sering kali Anda boleh jadi merasa seolah-olah Anda telah jatuh dari Tuhan, tetapi yang jatuh itu adalah debu tanah, bukan Anda. Adakalanya Tuhan membangkitkan suatu suasana yang menimbulkan keguncangan pada kita. Mungkin kita khawatir akan jatuh, namun yang jatuh hanyalah debu tanah. Kita sendiri sebagai orang-orang yang telah dilahirkan kembali tidak akan jatuh. Permata krisopras senantiasa tinggal tetap, terpasang di dalam ikatan-ikatan emas yang elok dan mulia.

DIIKAT DAN DIUBAH

Saya akui bahwa saya kurang petah lidah untuk menggambarkan kuasa pengikat dari kemuliaan ilahi dan keelokan insani Kristus. Andaikata saya mempunyai pengalaman dan kepetahan lidah lebih banyak, saya akan dapat memberikan ilustrasi-ilustrasi lebih banyak lagi. Sayang karena saya kekurangan pengalaman yang memadai, akibatnya saya sulit mengisahkan kekuatan penjagaan Kristus yang dilukiskan oleh efod.

Efod dengan tutup dada dan kedua tutup bahu menggambarkan kekuatan pengikatan Kristus melalui kemuliaan ilahi dan keelokan insani-Nya. Seperti telah kita tunjukkan, ketika kita membaca keempat kitab Injil, kita dapat melihat Tuhan dengan kemuliaan ilahi-Nya yang terpintal ke dalam keelokan insani-Nya. Kita pun dapat melihat kesurgawian, jabatan raja, dan penebusan-Nya. Dengan perkataan lain, setiap aspek Kristus yang dilambangkan oleh bahan-bahan dan warna-warna efod ini semua terwahyu dalam keempat kitab Injil.

Ketika kita memandang Tuhan dalam kemuliaan dan keelokan-Nya, dengan spontan kita akan terpegang, terikat pada-Nya. Terikat berarti diubah. Semakin diubah, kita akan semakin terikat. Debu-debu akan semakin berjatuhan, dan bagian yang diubah dari diri kita akan tetap terikat pada Kristus dan di atas Kristus. Alhasil, kita akan menikmati dan mengalami Dia dengan kekuatan pengikat-Nya. Kita tidak hanya terikat di atas kedua bahu Kristus, kita pun terikat pada dada-Nya. Ini berarti kita terikat oleh kasih-Nya dan kekuatan-Nya. Kedua bahu-Nya menandakan kekuatan dan dada-Nya menandakan kasih.

PERINGATAN DI HADAPAN ALLAH

Menurut Keluaran 28:12, Harun membawa nama suku-suku Israel di hadapan Tuhan di atas kedua bahunya sebagai suatu peringatan. Suatu peringatan adalah suatu perkara sukacita. Ketika Kristus mengusung kita di atas bahu-Nya di hadapan Allah, hal ini mendatangkan sukacita bagi Allah. Ketika Allah memandang Kristus, Ia melihat umat tebusan-Nya, mereka telah diubah menjadi permata krisopras yang terikat dalam ikatan-ikatan emas. Akhirnya batu-batu krisopras itu menjadi suatu keelokan yang ditambahkan kepada Kristus. Ini merupakan suatu peringatan di hadapan Allah juga suatu keelokan tambahan bagi Kristus. Bila kita melihat lukisan ini, kita pun melihat kemuliaan dan keelokan. Lukisan ini tak mungkin dijelaskan dengan perkataan manusia.

TUTUP DADA

Efod kira-kira mirip baju yang memiliki satu bukaan untuk kepala dan dua bukaan untuk kedua lengan. Baju ini juga dipakai untuk pengikat imam besar. Fokus efod adalah tutup dada. Inilah alasannya mengapa di antara semua perangkat pakaian imam yang disebut pertama ialah tutup dada (ayat 4). Ini menunjukkan bahwa pakaian imam adalah untuk tutup dada. Dengan perkataan lain, tujuan imam besar memakai berbagai macam baju adalah untuk mengenakan tutup dada.

Pada berita-berita mendatang kita akan melihat bahwa tutup dada menandakan terbangunnya bersama umat tebusan Allah di atas Kristus. Di atas tutup dada terdapat dua belas batu permata. Batu-batu ini menandakan semua orang tebusan Allah, mereka dibangun bersama di atas tutup dada. Karena itu, tutup dada merupakan miniatur pembangunan umat Allah. Ini berarti tutup dada menandakan pembangunan. Kita akan melihat bahwa tutup dada ini dipakai untuk menyatakan kehendak Allah terhadap umat-Nya. Sebelum zaman nabi-nabi tiba, Allah memberitahukan kehendak-Nya melalui tutup dada. Tutup dada merupakan alat atau saluran yang olehnya Allah berbicara kepada umat-Nya.

KEELOKAN TIMBAL BALIK

Kita telah menunjukkan bahwa kedua tutup bahu adalah keindahan tambahan Kristus. Efod itu sendiri elok, tetapi batu-batu krisopras yang diikat pada kedua tutup bahu menambah keelokannya. Demikian pula, kaum beriman yang telah diubah ditambahkan pada Kristus sebagai keelokan tambahan bagi-Nya.

Permata-permata krisopras diikat dalam emas pintalan. Ikatan yang demikian menambah keelokan batu-batu krisopras. Ikatan emas pintalan ini menandakan kodrat ilahi Kristus. Cara pembuatan ikatan itu menandakan pekerjaan halus dari Roh Kudus dengan kodrat ilahi. Kata pintalan dan anyaman menunjukkan ikatan itu merupakan hasil ketrampilan para tukang. Bantalan itu menambah keelokan permata-permata, sebagaimana sebuah bantalan yang serasi pada sebuah cincin akan menambah keelokan bagi batu berlian yang menghiasinya. Pada satu aspek, berlian merupakan keelokan bagi cincin; pada aspek lain, ikatan yang terpintal halus pun menambah keelokan berlian itu.

Permata-permata krisopras yang diikat pada benang emas melukiskan pekerjaan halus dari Roh Kudus untuk menambah keelokan Kristus kepada kaum beriman sebagai batu-batu permata. Namun, pada akhirnya batu-batu tersebut pun akan menjadi suatu keelokan tambahan bagi Kristus. Karena itu, Kristus adalah keelokan kita, dan kita pun menjadi keelokan-Nya. Keelokan timbal balik ini merupakan suatu peringatan di hadapan Allah. Kristus dan anggota-anggota-Nya diikat bersama, dan hal ini menjadi suatu peringatan di hadapan Allah. Ketika Allah melihat Kristus dengan anggota-anggota-Nya, Allah akan merasa gembira, lega, dan puas.

SEBUAH GAMBAR PERBAURAN

Ketika kita merenungkan gambar efod dengan tutup dada dan permata-permata krisopras dalam Keluaran 28, kita melihat betapa Kristus dan anggota-Nya terikat bersama melalui kemuliaan ilahi dan keindahan insani-Nya. Selain itu, pada efod ini kita juga melihat sebuah gambar tentang perbauran. Benang emas, warna biru, ungu, dan kirmizi dianyam ke dalam lenan halus. Ini berarti mereka telah terbaur dengan lenan itu. Namun, perbauran ini tidak mengubah hakiki bahan-bahan yang bersangkutan. Emas tetap emas, lenan tetap lenan. Namun, melalui perbauran emas dengan lenan, kita mendapatkan sehelai pakaian yang terbuat dari kedua bahan tersebut.

Saya percaya bahwa warna biru, ungu, dan kirmizi adalah benang-benang yang beraneka warna. Kita telah melihat bahwa warna biru melambangkan kesurgawian, ungu melambangkan jabatan raja, dan kirmizi melambangkan penebusan. Saya yakin benang yang tiga warna ini semua terbuat dari serat-serat lenan. Jadi, walaupun semua itu berbeda warnanya, tetapi semua terbuat dari lenan. Ini menandakan bahwa bahan utama efod adalah emas dan lenan. Emas di sini melambangkan keilahian Kristus dan lenan melambangkan keinsanian-Nya. Teranyamnya emas dengan lenan menjadi sehelai pakaian menandakan perbauran keilahian dan keinsanian. Perbauran ini kemudian menjadi tenaga yang mengikat dan kekuatan memegang yang mengaitkan kita pada Kristus.

Efod adalah baju yang dipakai untuk mengikat. Umat tebusan Allah diikat pada Kristus melalui diri Kristus yang telah melewati proses. Sifat ilahi yang dilambangkan oleh emas menjadi benang yang teranyam ke dalam lenan. Emas menjadi benang menunjukkan suatu proses. Pertama-tama emas itu ditempa sampai tipis sekali, kemudian digunting menjadi benang-benang halus. Lalu, dianyam atau dipintal ke dalam lenan yang melambangkan sifat ilahi.

Efod dibuat dari benang-benang emas, warna biru, ungu, dan kirmizi. Benang ini dipintal dengan lenan yang halus. Efod tidak hanya dibuat dari benang, tetapi juga dari tali-tali. Mungkin beberapa helai benang dipintal menjadi tali-tali. Ini menjamin efod cukup kuat untuk menahan bobot permata-permata krisopras dan tutup dada berikut ikatanikatan emasnya. Agar tutup dada dan tutup bahu dapat bersatu dengan efod, maka bahan-bahan yang diperlukan harus memiliki kekuatan pengikat.

Semakin kita merenungkan lukisan efod yang rinci ini, kita akan semakin mengapresiasikannya sebagai lambang Kristus. Walaupun Perjanjian Baru mewahyukan Kristus dengan lengkapnya, tetapi kita tidak memiliki gambaran Kristus yang disajikan oleh efod dalam Keluaran 28 ini. Namun, semua unsur efod terkandung dalam wahyu Perjanjian Baru atas Kristus.

TERSAMBUNG PADA KRISTUS

Jika kita hanya mempunyai perkataan jelas dalam Perjanjian Baru tanpa gambaran efod ini, tidak mungkin kita melihat bagaimana keilahian Kristus teranyam bersama keinsanian-Nya, sehingga menjadi kekuatan yang mengikat kita pada-Nya. Tambahan pula, kita pun tidak akan melihat dengan jelas bagaimana kita tersambung pada Kristus. Dalam 2Korintus 1:21, Paulus berkata bahwa kita telah diikat dengan teguh kepada Kristus, Persona yang terurap itu. Di sini kita melihat pengurapan, tetapi kita tidak melihat kita telah tersambung pada Kristus melalui kemuliaan ilahi dan keelokan insani-Nya. Terlebih pula, kita tidak dapat melihat tersambungnya kaum beriman pada Kristus merupakan keelokan tambahan bagi Kristus itu sendiri. Berdasarkan lambang efod dalam Keluaran 28, kita telah tersambung pada Kristus dengan sifat ilahi-Nya yang telah melewati proses.

Semakin kita melihat efod, kita akan semakin diikat pada Kristus dalam pengalaman kita, dan kita pun semakin mantap. Hal ini berhubungan dengan pengubahan. Walaupun tidak ada perkataan yang memadai untuk mengungkapkannya, namun dalam lubuk batin kita, kita mengapresiasikan Tuhan dan memustikakan-Nya. Ini merupakan suatu tanda bahwa kita telah tersambung pada Kristus, diikat pada-Nya. Ini mencakup pengubahan. Selain itu, ini menandakan pembangunan, sebab kita diikat bersama orang lain di atas tutup dada. Ini berarti pada akhirnya pembangunan akan mencakup kemuliaan Kristus yang terpintal bersama keelokan insani-Nya.

Kalau yang kita miliki hanya kebajikan-kebajikan alamiah kita sendiri, kita akan tetap terpisah dan individualistis. Namun, oleh kemuliaan ilahi dan keelokan insani Kristus, kita dibangun bersama, diikat bersama, dan dibebat bersama.

Efod juga merupakan satu ikat pinggang yang mengikat kita semua bersama Kristus. Karena kita diikat pada-Nya, kita takkan jatuh dari-Nya. Kita sekali-kali takkan terpisah dari Kristus. Syukur kepada Tuhan, sebab gambaran efod ini memperlihatkan betapa kita terikat pada Kristus, tersambung pada Kristus, dan dibebat bersama-Nya.