PAKAIAN IMAM (10)
Pembacaan Alkitab: Kel. 28:22-30; 39:15-21
Kita telah mengetahui bahwa pada efod yang dikenakan pada jubah imam besar terdapat dua buah tutup bahu. Pada tutup bahu itu terdapat dua tutup dengan enam nama anak-anak Israel terukir pada masing-masing tutup. Di depan efod imam besar terdapat sebuah tutup dada yang tersusun dari dua belas butir permata yang diikat dengan emas. Pada setiap batu permata diukirkan salah satu nama dari anak-anak Yakub. Jadi, kita mempunyai jubah, efod, tutup bahu, dan tutup dada.
KRISTUS DENGAN GEREJA
Efod menandakan ekspresi Kristus. Efod menggambarkan Kristus diekspresikan di dalam keilahian serta keinsanian-Nya berikut segala atribut dan kebajikan-Nya. Karena itu, efod adalah susunan dari ekspresi Kristus dalam keilahian, keinsanian, atribut-atribut dan kebajikan-kebajikan-Nya. Kemudian, di atas efod, di atas ekspresi Kristus, terdapat gereja. Baik tutup bahu maupun tutup dada melambangkan gereja. Pertama-tama, gereja dilambangkan sebagai suatu kesaksian Tuhan Yesus. Inilah fungsi kedua tutup bahu, sebab angka dua menandakan suatu kesaksian. Jadi, kedua buah tutup bahu dari efod menandakan gereja sebagai kesaksian Kristus. Tutup dada terdiri atas dua belas batu permata yang diikat di dalam emas melambangkan kaum beriman sebagai batu-batu permata yang telah diubah dibangun bersama di dalam sifat ilahi Kristus menjadi satu wujud. Inilah pembangunan gereja. Karena itu, efod berikut semua benda yang diembannya, ketiga tutup, sebenarnya adalah suatu gambaran Kristus dan gereja. Ini adalah satu hal yang sangat penting.
Apakah efod berikut segala benda yang diembannya itu? Itulah Kristus dengan gereja. Sama seperti ketiga tutup adalah milik efod, demikian juga gereja adalah milik Kristus. Tanpa ketiga tutup itu, efod tetaplah efod, namun takkan seelok itu. Alangkah eloknya efod berikut semua benda yang diembannya! Ketiga tutup itu tak lain adalah keelokan tambahan pada efod. Jika tutup ini disingkirkan, efod akan tetap elok. Namun, bila tutup-tutup tersebut ditambahkan kepada efod, efod akan menjadi lebih elok. Keseluruhan efod berikut tutup-tutup bahu dan tutup dada adalah suatu gambaran Kristus dengan gereja-Nya.
Ketika kita memperhatikan Keluaran 28, kita perlu memperoleh gambaran ini secara almuhit. Ini berarti dalam berita-berita mengenai efod ini kita sedang membicarakan tentang Kristus berikut apa yang sedang Ia emban, yakni Kristus dengan gereja.
Mempelajari lambang-lambang dalam Perjanjian Lama bukanlah suatu hal yang mudah. Tugas untuk mempelajari lambang Kemah Suci pakaian imam, dan persembahan-persembahan luar biasa sulitnya. Kaum Saudara adalah ahli-ahli dalam bidang lambang dan nubuat. Jika Anda pernah mempelajari tulisan-tulisan Kaum Saudara, Anda akan melihat bahwa mereka menaruh perhatian pada bidang lambang dan nubuat. Saya bersyukur kepada Tuhan karena selama bertahun-tahun saya berada bersama mereka dan bersyukur kepada Tuhan untuk semua yang telah saya pelajari dari mereka. Akan tetapi, saya tidak pernah diberi tahu bahwa dalam lambang, efod berikut semua yang diem-bannya menandakan Kristus dengan gereja.
Efod bukan hanya melambangkan kemuliaan Kristus atau beberapa kebajikan-Nya. Ya, efod itu sendiri memang menunjukkan Kristus. Namun, apa yang diemban di atas efod, tutup-tutup bahu dan tutup dada, menunjukkan umat tebusan Allah, sebab di atas tutup-tutup ini terukir nama kedua belas suku Israel. Nama-nama ini menunjukkan umat tebusan Allah. Karena alasan inilah, efod berikut benda-benda yang diembannya menggambarkan Kristus dengan gereja.
UNTAI-UNTAI EMAS
Keluaran 28:22 mengatakan, “Juga haruslah kaubuat untuk tutup dada itu untai berpilin, yang buatannya sebagai tali berjalin, dari emas murni.” Kedua untai berpilin emas ini menandakan sifat ilahi Kristus sebagai unsur penyambung. Dalam perlambangan, emas menunjukkan sifat ilahi. Tidak diragukan, untai berpilin bermanfaat untuk tujuan menghubungkan, menyambung. Jadi, kedua untai emas ini melambangkan sifat ilahi Kristus sebagai unsur penyambung.
Ayat 22-27 tidaklah mudah dipahami. Menurut ayat 23, kedua buah gelang emas dipasang pada kedua ujung tutup dada. Kedua ujung ini berada pada bagian atas dan disambungkan pada lempengan bahu. Kemudian kedua tali yang terbuat dari lenan, bukan dari emas, disematkan pada kedua ujung tutup dada bagian bawah dan mengikat tutup dada dengan efod. Karena itu, ayat 28 mengatakan: “Kemudian haruslah tutup dada itu dengan gelangnya diikatkan kepada gelang baju efod dengan memakai tali biru, sehingga tetap di atas sabuk baju efod, dan tutup dada itu tidak dapat bergeser dari baju efod” (Tl.).
Ayat 22 mengatakan kedua untai berpilin dari emas itu yang menghubungkan ujung-ujung atas tutup dada dengan ujung-ujung bawah kedua tutup bahu. Untai-untai ini terbuat dari tali emas yang dipilin. Kata dipilin menandakan telah mengalami penderitaan. Ini menunjukkan bahwa keilahian Kristus, telah mengalami berbagai penderitaan, dan telah menjadi unsur penghubung. Jika tidak ada tali-tali emas yang dipilin menjadi untai-untai, maka tidak ada unsur penghubung apa pun, tidak ada apa-apa yang menghubungkan tutup dada dengan tutup bahu. Unsur penghubung yang diperlukan ini adalah keilahian Kristus. Sifat ilahi Kristus itulah yang menghubungkan kita semua.
Kita telah menunjukkan bahwa kata “dipilin” menandakan telah mengalami penderitaan. Kristus di dalam sifat ilahi-Nya benar-benar telah dipilin, yakni Ia telah mengalami penderitaan. Ketika Ia hidup di bumi selama tiga puluh tiga setengah tahun, sifat ilahi yang di dalam-Nya itu telah dipilin, telah mengalami banyak penderitaan, banyak proses pemilinan.
GELANG-GELANG EMAS
Ayat 23: “Juga haruslah kaubuat untuk tutup dada itu dua gelang emas dan kedua gelang itu harus kau pasang pada kedua ujung tutup dada.” Kedua gelang emas pada kedua ujung tutup dada menandakan Roh Kristus sebagai unsur penahan (pemegang). Dalam lambang, gelang-gelang menunjukkan Roh itu. Sekarang kita mempunyai untai-untai emas yang menandakan keilahian Kristus, dan gelang-gelang yang menandakan Roh Kristus. Mungkin Anda ingin tahu apa perbedaan antara keilahian Kristus dengan Roh Kristus. Sekalipun keduanya itu sangat mirip, namun ada beberapa perbedaan di antara mereka. Kristus mempunyai keilahian, sifat ilahi, Ia juga mempunyai Roh-Nya, Roh Kristus, yakni Kristus itu sendiri. Roma 8 membicarakan tentang Kristus juga Roh Kristus. Meskipun benar mengatakan bahwa Roh Kristus adalah Kristus itu sendiri, namun tetap ada perbedaan antara Kristus dengan Roh Kristus. Akan tetapi, kita sulit menerangkan perbedaannya.
Dalam gambaran tentang efod kita mempunyai untai-untai dan gelang-gelang. Jika kita hanya mempunyai untai tanpa gelang, maka kita tak mungkin memiliki suatu hubungan yang lengkap. Untai-untai merupakan unsur penghubung, tetapi gelang-gelang adalah unsur pemegang. Bila kita mempunyai unsur penghubung dan unsur-unsur pemegang, barulah kita mempunyai suatu hubungan yang wajar. Jika Anda memperhatikan pengalaman Anda dengan cermat, halus, dan rinci, Anda akan menyadari bahwa di satu pihak, sifat ilahi Kristus di dalam Anda merupakan unsur penghubung, dan di pihak lain, Roh Kristus di dalam Anda adalah unsur pemegang. Karena kita mempunyai keilahian Kristus dan Roh Kristus, maka kita mempunyai penghubung yang lengkap.
Seterusnya ayat 24 mengatakan, “Haruslah kedua untai emas yang berjalin itu kaupasang pada kedua gelang itu, pada ujung tutup dada.” Kedua untai emas dipasang di atas kedua gelang pada kedua ujung tutup dada menunjukkan sifat ilahi Kristus dengan Roh Kristus sebagai kekuatan penghubung.
DIPEGANG DAN DITOPANG
Ayat 25 mengatakan: “Kedua ujung lain dari kedua untai berjalin itu haruslah kaupasang pada kedua ikat emas itu, demikianlah kaupasang pada tutup bahu baju efod, di sebelah depannya.” Satu dari ujung untai itu dipasang pada kedua ujung tutup dada, sedang ujung untai lainnya pada kedua buah ikatan emas dari tutup bahu, ini menandakan sifat ilahi Kristus menopang umat tebusan Allah, memegang di dalam kasih-Nya pada kekuatan pengembanan-Nya. Umat tebusan Allah dipegang pada hati Kristus dalam kasih-Nya. Mereka juga dipegang pada bahu-Nya, di-topang oleh kekuatan pengembanan-Nya. Tutup dada tanpa tutup bahu akan menyatakan bahwa kita memang dipegang oleh Kristus, tetapi tidak ditopang oleh-Nya. Kita mungkin dipegang dalam kasih, tetapi kita tidak ditopang dengan kekuatan pengembanan Kristus. Melalui gambaran ini kita dapat melihat bahwa kita, umat tebusan Allah, dipegang dalam kasih dan ditopang pula oleh kekuatan pengembanan Kristus, hati-Nya memegang kita, dan bahu-Nya menopang kita.
Pemegangan adalah perkara kasih, dan penopangan adalah perkara kekuatan. Sering kali karena kasih akan istrinya, seorang saudara ingin melakukan sesuatu yang istimewa baginya. Akan tetapi, mungkin ia tidak mempunyai kekuatan, kemampuan untuk melakukannya. Sebagai contoh, mungkin ia ingin membeli suatu barang yang berharga untuk istrinya, tetapi ia tidak mempunyai cukup uang untuk membeli barang yang semahal itu. Ia mungkin mempunyai hati itu, tetapi ia tidak mempunyai kemampuan untuk itu. Demikian juga, sebagai orang tua kita mengasihi anak-anak kita, mungkin kita ingin berbuat banyak bagi mereka, tetapi kita tidak mempunyai kemampuan untuk melakukan segala sesuatu yang ingin kita lakukan. Kita mempunyai kasih untuk memegang, namun kita kekurangan kekuatan untuk menopang. Namun, Kristus mempunyai kasih di dalam hati-Nya, juga mempunyai kekuatan pada bahu-Nya. Haleluya, kita dipegang dalam kasih-Nya dan ditopang oleh kekuatan-Nya!
TALI-TALI LENAN
Ayat 28 mengatakan: “Kemudian haruslah tutup dada itu dengan gelangnya diikatkan kepada gelang baju efod dengan memakai tali biru (Tl.), sehingga tetap di atas sabuk baju efod, dan tutup dada itu tidak dapat bergeser dari baju efod.” Kedua untai emas ditujukan kepada keilahian Kristus, tetapi kedua tali lenan ditujukan kepada keinsanian-Nya. Pada bagian atas tutup dada unsur penghubungnya adalah keilahian Kristus. Namun, pada bagian bawah tutup dada unsur penghubungnya adalah keinsanian Kristus yang ditandai dengan kedua helai tali lenan. Karena itu, pada satu aspek gereja dihubungkan dengan Kristus oleh keilahian-Nya, dan pada aspek lain, gereja dihubungkan dengan Kristus oleh keinsanian-Nya. Baik keilahian maupun keinsanian-Nya merupakan unsur-unsur penghubung.
Warna pada tali-tali itu menandakan kesurgawian. Keinsanian Kristus telah diperhidupkan di bumi; namun keinsanian-Nya adalah surgawi. Kristus memang seorang manusia, namun Ia adalah manusia surgawi. Keinsanian-Nya berwarna biru.
Ayat 26-27 mengatakan, “Haruslah engkau membuat dua gelang emas dan membubuhnya pada kedua ujung tutup dada itu, pada pinggirnya yang sebelah dalam, yang berhadapan dengan baju efod. Juga haruslah engkau membuat dua gelang emas dan memasangnya pada kedua tutup bahu baju efod, di sebelah bawah pada bagian depan, dekat ke tempat persambungannya, di sebelah atas sabuk baju efod.” Kedua gelang emas pada kedua ujung bagian bawah tutup dada dan kedua gelang emas pada kedua tutup bahu baju efod menunjukkan Roh Kristus sebagai unsur pemegang.
Menurut ayat 28, tutup dada diikatkan oleh gelang-gelangnya kepada gelang-gelang efod dengan tali-tali tersebut. Ini menunjukkan penggabungan gereja sebagai ekspresi Kristus oleh Roh-Nya bersama sifat insani-Nya. Tali-tali tersebut dipakai untuk mengikat gelang-gelang emas itu bersama-sama. Di sini kita mempunyai empat benda: gelang-gelang emas, tali-tali lenan, tutup dada, dan efod. Kesemuanya ini menunjukkan penggabungan gereja (tutup dada) kepada ekspresi Kristus (efod) oleh Roh-Nya (gelanggelang) bersama sifat insani-Nya (tali-tali).
SUATU GAMBARAN YANG MUSTIKA
Saya sangat mengapresiasi tulisan-tulisan Paulus, tetapi di dalam tulisan-tulisan itu pun tidak dapat kita jumpai rincian mengenai gereja seperti yang kita temukan dalam Keluaran 28. Jika kita tidak mempunyai gambaran ini, kita pun tidak dapat melihat rincian sedemikian banyak tentang hubungan gereja dengan Kristus. Alangkah mustikanya gambaran ini, dan alangkah pentingnya kita melihat gambaran ini!
Ketika kita merenungkan gambaran ini, kita melihat bahwa kita berada pada hati Kristus, dipegang oleh keilahian dan keinsanian-Nya. Kita juga ditopang di atas bahu-Nya oleh kekuatan pengembanan-Nya. Sekarang kita tahu di mana gereja itu berada di dalam hati Kristus dan di atas kedua bahu-Nya. Dari Yohanes 10 kita mengetahui bahwa kita dipegang oleh tangan Tuhan Yesus dan juga oleh tangan Bapa. Walaupun ini memberikan suatu perasaan kasih dan kekuatan, namun kesannya tidaklah sama seperti yang diberikan oleh gambaran dalam Keluaran 28.
SUATU PERINGATAN DI HADAPAN ALLAH
Ayat 30 mengatakan: “Harun harus tetap membawa keputusan bagi orang Israel di atas jantungnya, di hadapan TUHAN.” Di sini kita melihat bahwa tutup dada dibawa di atas jantung Harun, di hadapan Tuhan. Ini menunjukkan, seluruh gereja yang dibangun bersama-sama sebagai satu kesatuan dibawa di atas jantung kasih-Nya di hadapan Allah. Betapa besarnya penghiburan ini bagi kita! Banyak di antara kita yang mempunyai kesukaran dan kesulitan. Boleh jadi kita mengalami kesulitan di saat bekerja atau di rumah. Kehidupan manusia tidaklah mudah. Akan tetapi, jika kita memperhatikan gambaran tutup dada di atas hati Harun, kita akan menyadari bahwa kita tidak berada di dalam penderitaan, kesulitan, atau persoalan kita kita berada di atas hati Kristus di hadapan Allah. Tatkala musuh datang untuk mengganggu kita, kita harus mengumumkan: “Setan, sekarang ini juga aku berada di atas hati Kristus di hadapan Allah.”
Keluaran 28:29 mengatakan: “Demikianlah di atas jantungnya harus dibawa Harun nama para anak Israel pada tutup dada pernyataan keputusan itu, apabila ia masuk ke dalam tempat kudus, supaya menjadi tanda peringatan yang tetap di hadapan TUHAN.” Ini menunjukkan bahwa Kristus sedang mengemban gereja di hadapan Allah bagi suatu peringatan (kenangan) di hadapan Allah. Suatu kenangan biasanya adalah sesuatu yang menyenangkan dan juga yang indah. Gereja yang diemban di atas hati Kristus di hadapan Allah sesungguhnya menyenangkan Allah. Setiap hari bahkan setiap saat, Allah mempunyai suatu peringatan; peringatan ini adalah gereja yang ada di atas hati Kristus.
Kita semua perlu memahami bahwa gereja diemban di atas Kristus sebagai suatu kenangan, suatu peringatan, di hadapan Allah. Hal ini akan mendorong kita tatkala kesaksian Tuhan diserang dan menghadapi tantangan. Di satu pihak, kita boleh jadi diresahkan oleh fitnah dan desasdesus yang disebarkan mengenai diri kita. Namun, di pihak lain, kita harus menyadari bahwa semua gereja berada di atas hati Kristus di hadapan Allah. Hal ini sangat menyenangkan-Nya. Ketika Allah melihat pemulihan-Nya dengan semua gereja-Nya, Ia merasa gembira. Ia senang sekali memiliki satu kenangan seperti ini. Dalam pandangan manusia, gereja-gereja mungkin dipandang rendah, tetapi justru gerejalah yang sebenarnya menyenangkan Allah. Kita boleh berkeyakinan bahwa kita adalah suatu kenangan yang menyenangkan bagi Allah.