← Daftar isi Tujuan Pembauran · bab 4/5

REALITAS TUBUH KRISTUS (1)

Pembacaan Alkitab :

Gal. 2:20; F1p. 3:10; 1:19-21a; Rm. 8:4;

Yoh. 5:30-31; 6:46, 57; 14:19-20

GARIS BESAR

I. Penghidupan korporat manusia-manusia Allah yang telah disempurnakan, mereka benar-benar adalah manusia, tetapi mereka tidak hidup berdasarkan hayat mereka sendiri, melainkan berdasarkan hayat Allah yang telah melalui proses, yang atributNya terekspresikan melalui kebajikan mereka.

II. Penghidupan korporat dari penyerupaan dalam kematian Kristus melalui kuasa kebangkitan Kristus - Flp. 3:10.

III. Penghidupan pembauran, dalam kesatuan yang kekal, dari manusia- manusia-Allah tripartit yang telah dilahirkan kembali, diubah, dan dimuliakan, dengan Allah Tritunggal (yang adalah Kristus sang Roh sebagai perwujudan Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung sempurna, yang adalah Roh almuhit sebagai realitas Kristus sang Roh dan perampungan sempurna Allah Tritunggal yang telah melalui proses), dalam kebangkitan Kristus, di mana Roh pemberi hayat adalah realitasnya, yang mendispesikan Allah yang telah rampung sempurna serta melepaskan hayat yang mengalahkan maut ke dalam kaum imani.

IV. Rampung sempurna dalam Yerusalem Baru di dalam langit baru dan bumi baru sebagai pertambahan dan ekspresi Allah sampai selama-lamanya.

Doa :

Tuhan, kami menyembahMu dengan segala puji syukur karena Engkau telah memimpin kami melalui hari-hari ini dengan belaskasihanMu yang ajaib dan kasih karuniaMu yang berlimpah. Pagi ini kami tetap percaya kepadaMu. Kami masuk ke dalamMu untuk menikmati diriMu sebagai kepercayaan kami ketika kami berbicara dan mendengarkan. Tuhan, urapilah sidang ini. Urapilah perkataanMu, sabdaMu, bukan perkataan kami, melalui RohMu untuk mencapai dan menjamah lubuk hati kami, sehingga kami dapat Kauterangi dan Kausingkapkan sepenuhnya untuk ekonomi kekaiMu. Tuhan, kami memerlukan diriMu, terlebih hari ini, sebagai kekuatan yang menopang dan menguatkan kami. Tuhan, pimpin dan bimbinglah kami untuk berbicara denganMu. Kami tidak mau melakukan sesuatu tanpa Engkau. Tuhan, kami ingin berbicara, bergerak, dan bertindak bersarnaMu. Tuhan, dalam pembicaraan kami, kami berikan seluruh sembah kepadaMu. Engkaulah Allah itu, Tuhan itu, Tuan itu, dan Suami bagi kami. Terima kasih Tuhan. Kami selamanya tidak akan pernah merasa cukup berterimakasih kepadaMu. Kami juga memintaMu menudungi kami dengan darahMu yang menang.

Dalam berita ini kita sampai pada puncak tertinggi dalam ekonomi Allah - realitas Tubuh Kristus. Kita mengenal istilah Tubuh Kristus. Bahkan mungkin kita telah nampak wahyu dari Tubuh Kristus. Namun kita harus mengakui bahwa, selama lehih dari 72 tahun ini, setelah melalui jangka waktu yang panjang, kita hanya melihat sangat sedikit realitas Tubuh Kristus di dalam dan di antara kita. Saya bukan berbicara mengenai wahyu itu, juga bukan mengenai visi itu, tetapi mengenai realitas Tubuh Kristus.

Realitas ini tidak ada hubungannya dengan organisasi apapun, atau dengan segala sesuatu yang bersifat organisasi. Realitas Tubuh Kristus juga bukan suatu sistem apapun, karena tidak ada sistem yang organk Realitas Tubuh Kristus adalah mutlak dan seluruhnya organik

PENYEBAB PERPECAHAN

Hari ini beberapa orang Kristen yang kekasih sedang berusaha untuk meningkatkan persatuan dari yang disebut Kekristenan. Mereka sadar bahwa orang-orang Kristen tidak seharusnya terpecah-pecah ke dalam banyak denominasi. Melalui penghidupan Kekristenan saya, terutarna dalam ministri saya, saya berulang-ulang dikoreksi oleh orang-orang. Ketika saya berbicara kepada mereka, bahkan mengenai Injil, mereka akan berkata, "Tuan Lee, apa yang telah Anda katakan kepada kami adalah baik, tetapi ada satu hal yang tidak dapat kami mengerti. Apakah Kekristenan itu satu? Ika demikian, mengapa ada banyak denominasi? Yang satu disebut Presbiterian, yang lain disebut Baptis Selatan, dan yang lain lagi disebut Methodis. Apakah ini? Kami menghargai Kekristenan, tetapi kami merasa terganggu. Mengapa kalian memiliki gereja Katolik dan gereja-gereja Protestan?" Saya hanya dapat berkata kepada mereka, "Bagaimanapun, Yesus Kristus itu unik (satu-satunya), sejati, dan benar. Saya tidak memberitakan Kekristenan kepada Anda. Saya memberitakan Yesus Kristus kepada Anda. Lupakanlah Kekristenan, tetapi terimalah Yesus Kristus." Melalui ini kita dapat nampak persoalan dari perpecahan-perpecahan.

Kemudian Tuhan membangkitkan pemulihanNya. Tetapi sangat memalukan, bahkan di dalam pemulihan Tuhan, kita diserang oleh orang-orang yang ada di antara kita yang pada akhimya menentang dan memecah-belah. Apakah penyebabnya? Kini saya dapat memberitahu Anda semua apa penyebabnya. Ketika saya masih bersama saudara Nee selama 20 tahun, saya berada di bawah dia yang bagaikan payung yang besar, dan tidak ada seorangpun yang menyerang saya. Semua serangan dari oknum-oknum yang menentang dalam perpecahan tertuju kepada saudara Nee.

Kemudian, saya dikirim ke luar negeri. Mula-mula, saya bekerja di Taiwan dan Filipina. Setiap tahun saya menghabiskan sepertiga dari waktu saya di Filipina dan dua per tiga waktu saya di Taiwan, selama 11 tahun. Saya mengalami hal yang sama seperti yang saya lihat pada saudara Nee. Saya benar-benar mengharapkan bahwa saya dapat memiliki sebuah payung, tetapi malahan saya sendiri yang menjadi payungnya. Seluruh serangan yang penuh dusta dan fitnah ditujukan kepada saya.

Satu kelompok penentang di Timur Jauh mengatakan, bahwa para pernimpin di dalam pemulihan Tuhan telah menjadi tua dan pantas dikubur. Mereka mengatakan kepada orang-orang bahwa mereka memiliki wahyu, dan menganggap diri mereka sebagat pewahyu, mengaku bahwa mereka telah nampak Kristus yang mulia. Ketika saya mendengar hal itu, saya bertanya-tanya dan berkata, "Saudara-saudara yang kekasih, karena kalian telah melihat visi Kristus, kalian seharusnya meministrikan apa yang telah kalian lihat kepada kaum saleh dalam pemulihan Tuhan. Kalian tidak pedu mengutuk orang lain dengan mengatakan, bahwa mereka itu sudah tua dan siap untuk dikubur."

Setelah saya menghabiskan 11 tahun di Timur Jauh, saya datang ke Amerika Serikat. Pada tahun 1977 dan 1978, tedadi kesulitan lain. Itu adalah kasus mengenai orang-orang yang datang kepada kita dengan suatu ambisi untuk mengambil pimpinan dalam pemulihan Tuhan. Saya sering mengatakan kepada orang-orang bahwa pemulihan Tuhan bukan milik kami, tetapi milik Tuhan. Siapapun yang menjamahnya secara negatif akan mengalami mati rohani, Ini seperti orang pada masa Daud yang menyentuh tabut perjanjian dengan tangan manusia. Orang itu menderita kematian (II Sam. 6:6-7).

Sembilan tahun kemudian, pada tahun 1987, ada kekacauan lain di antara kita. Selama sembilan tahun itu saya menyampaikan berita-berita mengenai hayat, ekonomi Allah, dan pendisspensian Allah. Orang-orang yang menentang mengatakan bahwa ministri saudara Lee sampai pada tahun 1984 masih benar, tetapi sejak tahun 1984, saudara Lee telah mengubah ministrinya, dan ini mengubah sifat pemulihan Tuhan. Maka mereka mengatakan bahwa mereka harus melakukan sesuatu untuk membebaskan pemulihan Tuhan dari perubahan yang dilakukan oleh ministri saudara Lee yang salah. Mereka mengatakan kepada orang-orang bahwa saya tidak lagi berbicara seperti dulu mengenai hayat, Kristus, dan Roh itu, tetapi saya selalu berbicara mengenai statistik, anggaran-anggaran, dan angka-angka. Sebenarnya, orang-orang Itu dan beberapa orang yang tidak berada di antara mereka namun sependapat dengan mereka, mengambil keuntungan dari pemulihan Tuhan untuk mendirikan satu pekedaan bagi diri mereka sendiri. Mereka melakukan pekerjaan mereka sendiri di bawah perlindungan pekerjaan pemulihan Tuhan.

Dari tahun 1984 sampai 1986, saya mengadakan sidang-sidang penting bagi para penatua dan sekerja paling sedikit empat kali. Dalam kata pembukaan, saya memberitahu kepada mereka bahwa saya memanggil mereka ke sidang-sidang ini karena saya menyadari bahwa di antara kita ada tanda-tanda yang kuat bahwa akan tedadi perpecahan. Berita-berita ini kini ada di dalam Buku 1 sampai 8 dari satu seri yang berjudul Ladhan Penatua (Elders Training). Saya menemukan bahwa beberapa saudara yang kelihatannya bekerja bagi pemulihan Tuhan, sebenarnya tidak demikian. Mereka mengambil keuntungan dari pemulihan Tuhan bagi pekerjaan mereka sendiri. Mereka mengerjakan pekerjaan mereka di dalam pekerjaan pemulihan Tuhan. Tetapi saya memperingatkan mereka. Saya mengatakan, "Menurut apa yang saya lihat bersama saudara Nee dan berdasarkan apa yang telah saya alami di dalam masa ministri saya, tidak seorangpun akan mendapatkan faedah dengan melakukan pekoaan semacam ini. Kalian hanya akan merusak diri sendiri, mengakhiri diri sendiri, dan mematikan kaum saleh yang lemah di dalam pemulihan Tuhan."

Perpecahan terjadi di antara kita hanya karena ambisi. Baru-baru ini, saya mempelajari 1 dan 2Raja-raja. Di antara banyak raja, mungkin hanya Daud yang tidak mempunyai pengharapan dan rencana untuk mendirikan kerajaan bagi diri sendiri. Tetapi selain dia, banyak yang bermaksud membangun kerajaan mereka sendiri.

Saudara Nee terus-menerus meministrikan Tubuh Kristus, namun pada akhirnya timbul kekacauan yang memaksa dia menghentikan ministrinya. Dia sendiri berhenti, memberitahu kita bahwa dia tidak akan melayani, dan ini berlangsung salama 6 tahun. Pada tahun 1948, ministrinya dibawa kembali dan dilanjutkan melalui, pemulihan di antara kita. Kami telah menerbitkan satu set buku yang terdiri dari dua jilid yang berjudul "Missages Given During The Resumption Of Watchman Nee's Ministry" (Berita-berita yang Disampaikan Selama Kelanjutan Dari Ministri Watchman Nee). Saya mendorong Anda semua untuk membaca berita-berita tersebut. Di dalam salah satu berita tersebut, saudara Nee memberitahu kita bahwa beberapa gereja lokal telah diambil alih oleh beberapa orang yang mengaku penatua untuk membuat gereja-gereja mereka kerajaan "penduduk asli", kerajaan kecil. Ini bukan gereja di dalam persekutuan Tubuh Kristus, melainkan merupakan satu gereja kecil di dalam lokalitas mereka sendiri.

Memang benar bahwa menurut Alkitab, pada taraf tertentu gereja-gereja lokal berbeda satu dari yang lain, tetapi ini hanya dalam hal urusan-urusan gereja, bukan dalam kesaksian rohani dari Yesus. Selama pemberontakan akhir-akhir ini, ada orang yang rnenyalah-gunakan buku "Penghidupan Gereja yang Normal" (tulisan saudara Watchman Nee) dengan mengatakan bahwa gereja-gereja lokal adalah merdeka (independent). Setelah para rasul mendirikan gereja dan mengangkat para penatua, para rasul itu tidak boleh campur tangan dan harus meninggalkan gereja itu kepada para penatua. Lebih jauh lagi, para penatualah yang memiliki otoritas dalam gereja tersebut. Ketika saya mendengar hal ini, saya menunjukkan buku lain yang ditulis saudara Nee yang berjudul "Church Affairs" (Urusan-urusan Gereja). Dalam buku itu, saudara Nee mengatakan bahwa setelah para rasul mengangkat penatua-penatua, mereka harus, tinggal dengan penatua itu untuk mengajar mereka, memberi petunjuk kepada mereka, dan melatih mereka agar mereka dapat merawat gereja.

Dalam berita ini saya mempersekutukan hal-hal yang negatif ini, karena saya nampak bahwa hari ini banyak orang saleh dalam pemulihan Tuhan yang tidak menyadari adanya ajaran-ajaran salah yang telah menyusup masuk ke dalam pemulihan. Mereka menganggap bahwa yang dimaksud pemulihan Tuhan itu hanyalah untuk pemuldian gerejagereja lokal. Saya mengatakan, "Ya," dengan kata "tetapi". "Ya", karena saudara Nee memang meministrikan gereja-gereja lokal, "tetapi" dia kemudian melanjutkan dari gereja-gereja lokal kepada Tubuh Kristus. Gereja-gereja lokal terlalu banyak menyatakan hal-hal fisik Anda harus mengatur para penatua, mengangkat diaken-diaken untuk menangani urusan-urusan luaran yang banyak itu. Tetapi pada Tubuh Kristus, tidak ada hal-hal fisk Gereja-geraja lokal hampir sembilan puluh persen bersifat fisik, sedangkan seharusnya mereka untuk hal yang bersifat rohani, dan hal rohani ini adalah Tubuh Kristus.

PENGHIDUPAN KORPORAT MANUSIA-MANUSIA-ALLAH

YANG TELAH DISEMPURNAKAN

Sekarang, apakah realitas Tubuh Kristus itu? Secara singkat, realitas Tubuh Kristus adalah suatu penghidupan yang korporat, bukan penghidupan yang individual. Penghidupan yang korporat ini adalah gabungan dari banyak orang saleh yang telah ditebus, dilahirkan kembali, dikuduskan, dan diubah oleh Allah yang telah melalui proses dan rampung sempuma di dalam mereka. Karena Allah yang telah rampung sempuma dan tinggal di dalam mereka, maka kaum saleh tebusan ini telah dijadikan manusia-manusia-Allah yang sesungguhnya.

Dalam kelahiran kembali, seorang manusia dijadikan manusia-Allah, namun dia bukan manusia-Allah yang matang. Ada bayi, ketika ia lahir, ia sangat kecil dan lemah sehingga ia harus diletakkan di dalam sebuah inkubator. Tetapi setelah bertumbuh, bayi itu dapat menjadi tinggi, besar, dan kuat. Kita telah dilahirkan kembali, namun masih banyak di antara kita yang masih seperti bayi-bayi kecil. Kita perlu dirawat dan disempumakan sehingga kita dapat bertumbuh dalam hayat dan menjadi matang. Prosedur dalam pekerjaan gereja adalah melahirkan, merawat, lalu mengajar dan menyempumakan, sehingga kaum saleh dapat menjadi matang untuk dibangun dalam gereja-gereja lokal bagi pembangunan Tubuh Kristus. Terima kash kepada Tuhan karena dalam pemulihanNya ada sekelompok orang yang menuntut yang telah disempurnakan.

Kita tahu, Allah menjadi manusia, datang menjadi manusia-Allah. Yesus kecil yang ada di palungan itu adalah manusia-Allah, namun siapakah yang tahu hal ini? Dia tidak hanya hidup sebagai manusia, tetapi juga sebagai Allah. KehidupanNya adalah kehidupan manusia-Allah. Dia menampakkan diriNya kepada murid-muridNya dan kepada orang-orang lain sebagai manusia yang sejati. Banyak orang yang mendengar Dia merasa heran dan berkata, "Dari mana diperolehNya semuanya itu? Hikmat apa pulakah yang diberikan kepadaNya? Dan mujizat-mujizat yang demikian bagaimanakah dapat diadakan oleh tanganNya? Bukankah Ia ini tukang kayu? Anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas, dan Simon? Dan bukankah saudara-saudaraNya yang perempuan ada bersama kita?" (Mrk. 62-3). Mereka heran bagaimana seorang manusia dapat Melakukan hal-hal yang mengekspresikan kebajikan yang tertinggi di antara umat manusia.

Siapakah Dia? Dia adalah Allah menjadi manusia, benar-benar manusia. Namun manusia ini tidak hidup berdasarkan diriNya sendiri, berdasarkan hayat insaniNya sendiri. Dia malah menolak hayat insaniNya. Dia menyangkal diriNya. Dia hidup sebagai seorang manusia berdasarkan hayat yang lain, la hidup berdasarkan hayat Allah. Dia memberitahu kita, bahwa apapun yang Dia lakukan dan apapun yang Dia katakan bukan berasal dari diriNya sendiri, melainkan dari Bapa yang mengutus Dia (Yoh. 14:10, 24). Dia adalah manusia sejati yang hidup di sana, namun Dia mati terhadap hayat alamiahNya. Dia mati untuk hidup, mati terhadap manusia alamlahNya untuk hidup berdasarkan hayat Allah. Mati terhadap hayat alamiahNya adalah salib, dan hidup berdasarkan hayat ilahiNya adalah dalam kebangkitan.

Selama tiga puluh tiga setengah tahun, manusia-Allah ini, Yesus, adalah seorang manusia yang sejati, namun Dia tidak hidup berdasarkan hayat manusia tetapi berdasarkan hayat Allah. Untuk menempuh hidup yang dernikian Dia harus disalibkan. Penyaliban yang disinggung dalam Perjanjian Baru digambarkan di atas salib kayu di Gunung Golgota. Tetapi Anda harus menyadari bahwa sebelum Kristus berada dalam penyaliban fisik itu, Dia telah disalibkan setiap hari selama tiga puluh tiga setengah tahun. Bukankah Yesus itu seorang manusia, seorang manusia sejati? Ya. Tetapi Dia tidak hidup berdasarkan manusia sejati itu, melainkan meletakkan manusia sejatiNya itu di atas salib. Kemudian, dalam kebangkitan, Dia menampilkan hayat Allah. Hayat Allah dengan segala atributNya (tanda/sifatNya) ditampilkan dalam Yesus, manusia-Allah ini, dan diekspresikan sebagai kebajikan manusia-Allah ini.

Hayat yang demikian semula hanya berada di dalam satu orang manusia, yaitu Yesus Kristus. Tetapi hayat ini sekarang telah digandakan, direproduksi dalam banyak manusia yang telah ditebus, dilahirkan kembali, dan yang sekarang memiliki hayat ilahi di dalam mereka. Mereka semua telah dirawat, dikuduskan, diubah, dan disempumakan, bukan hanya untuk menjadi orang-orang Kristen yang matang, tetapi juga untuk menjadi manusia-manusia-Allah. Realitas Tubuh Kristus adalah penghidupan korporat manusia-manusia-Allah yang telah disempumakan, yang adalah manusia-manusia sejati yang tidak hidup berdasarkan hayat mereka, tetapi berdasarkan hayat Allah yang telah melalui proses, yang atributNya telah terekspresi melalui kebajikan mereka.

Setelah melayani selama 32 tahun di Amerika Serikat, saya berkeyakinan bahwa sebagian dari kalian telah disempurnakan. Apa artinya disempurnakan? Disempurnakan adalah dimatangkan oleh ladian yang berkesinambungan untuk menolak ego guna hidup berdasarkan hayat yang lain. Ini sesuai dengan apa yang Paulus katakan, "Aku telah disalibkan bersama Kristus; dan sekarang bukan lagi aku yang hidup, tetapi Kristus yang hidup di dalam aku" (Gal. 2:19b-20a). Paulus hidup dengan cara "mati untuk hidup ". Dia mati terhadap manusia alamiahnya dan hidup berdasarkan manusia barunya dengan hayat ilahi. Maka dia berkata bahwa oleh suplai Roh Yesus Kristus yang serba lengkap, dia hidup dan memperbesar Kristus (Flp. 1:19-21a; 11).

Kita tidka seharusnya hidup berdasarkan diri kita sendiri. Menurut pengaturan Allah di dalam ekonomiNya, kita telah diletakkan di atas salib. Kita tidak seharusnya menurunkan kembali diri kita dari salib. Tinggal di atas salib adalah memikul salib dan berada di bawah salib. Saya telah disalibkan.Tidak ada lagi diri saya. Saya sudah habis. Saya sudah lewat. Tetapi ada manusia baru di dalam saya. Itulah manusia ciptaan Allah yang telah dibangkitkan, yang ditinggikan dengan sifat ilahi Allah di dalamnya. Manusia itu sebenamya adalah Allah sendiri. Sekarang saya hidup berdasarkan manusia itu. Tetapi bila saya tidak mempertahankan manusia lama saya di atas salib, saya tidak akan dapat menampilkan manusia baru ini. Inilah sebabnya dalam Filipi 1, Paulus memberitahu kita bahwa dia menempuh hidup yang demikian berdasarkan suplai Roh Yesus Kristus yang serba lengkap.

PENGHIDUPAN KORPORAT

DARI PENYERUPAAN DALAM KEMATIAN KRISTUS

MELALUI KUASA KEBANGKITAN KRISTUS

Dalam Filipi 3 Paulus berkata, bahwa dia menempuh suatu hidup, yang diserupakan dalam kernatian Kristus (ayat 10). Kematian Kristus adalah suatu cetakan, dan Paulus meletakkan dirinya sendiri ke dalam cetakan-kematian tersebut untuk diserupakan. Pada manusia ini, Paulus, semua manusia dapat melihat tanda dan gambar salib (Gal. 6:14,17 - lihat catatan 171). Hayat lamanya telah diserupakan dengan gambar kematian Kristus oleh kuasa kebangkitan Kristus. Kuasa kebangkitan menguatkan dia untuk menempuh hidup manusia-Allah. Tuhan mengharapkan agar banyak di antara kita meniadi orang yang demikian.

Saya percaya, di antara kita ada orang-orang yang demikian, mungkin tidak terus-menerus demikian, tetapi setidaknya dalam waktu-waktu tertentu, demikian. Saya dapat bersaksi bahwa saya adalah orang yang demikian. Saya tidak berani mengatakan bahwa saya seialu demikian, tetapi setidaknya pada waktu-waktu tertentu demikian. Seringkali ketika saya berbicara, kepada isteri saya, sesuatu yang ada di dalam saya berkata, "Ini bukan berasal dari rohmu. Ini berasal dari manusia lamamu." Segera saya berhenti. Adakalanya saya ingin menemuinya, tetapi kemudian saya urungkan kembali. Ini disebabkan keinginan saya itu berasal dari manusia alamiah saya. Ketika saya melakukan demikian, di dalam saya ada sesuatu yang memalingkan kembali saya. Sesuatu itu adalah Roh pemberi hayat, Kristus Sang Roh. Allah Tritunggal yang telah melalui proses telah memalingkan saya, dan itu berada dalam kebangkitan. Penghidupan korporat yang seperti ini adalah realitas Tubuh Kristus. Ini adalah penghidupan korporat dari penyerupaan dalam kematian Kristus melalui kuasa kebangkitan Kristus.

PENGHIDUPAN PEMBAURAN,

DALAM KESATUAN KEKAL DARI

MANUSIA-MANUSIA-ALLAH TRIPARTIT

YANG TELAH DILAHIRKAN KEMBALI,

DIUBAH, DAN DIMULIAKAN, DENGAN ALLAH TRITUNGGAL

DALAM KEBANGKITAN KRISTUS

Realitas Tubuh Kristus bukan hanya suatu penghidupan korporat, juga suatu penghidupan pembauran. Bila kita menggunakan kata "dibaurkan", berarti penghidupan ini sudah rampung dan lengkap. Tetapi di sini kita memakai kata, "pembauran" karena penghidupan ini belum lengkap; dan masih terus berlangsung. Ini adalah penghidupan pembauran, dalam kesatuan kekal dari manusia-manusia-Allah tripartit yang telah dilahirkan kembali, diubah, dan dimuliakan, dengan Allah Tritunggal dalam kebangkitan Kristus. Allah Tritunggal ini adalah Kristus Sang Roh sebagai perwujudan Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung sempuma, adalah Roh yang almuhit sebagai realitas dari Kristus Sang Roh dan perampungan sempurna Allah Tritunggal yang telah melalui proses. Penghidupan pembauran semacam ini adalah berada dalam kebangkitan Kristus, dan realitas kebangkitan ini adalah Roh itu. Kebangkitan ini mendispensikan Allah yang telah rampung sempurna kepada kaum imani, juga melepaskan hayat yang mengalahkan maut ke dalam kaum imani.

RAMPUNG SEMPURNA DALAM

YERUSALEM BARU

Kaum saleh yang kekasih, penghidupan pembauran yang demikian adalah realitas Tubuh Kristus. Bila hal ini sudah ada di antara kita (kalau tidak secara penuh, tentunya ada sebagian), maka realitas Tubuh Kristus benar-benar ada di antara kita. Inilah puncak pemulihan dalam gereja-gereja lokal, seperti Gunung Sion di dalam kota Yerusalem. Penghidupan pembauran yang demikian, sebagai realitas Tubuh Kristus, akhirnya akan rampung sempurna dalam Yerusalem Baru di dalam langit baru dan bumi baru sebagai pertambahan dan ekspresi Allah sampai selama-lamanya.

Siapapun yang menempuh hidup seperti ini tidak akan menimbulkan masalah bagi orang lain. Mereka telah terlepas dari diri mereka dan telah diubah dan disempurnakan. Mereka tidak akan merendahkan atau mencela orang lain, dan merekapun tidak akan terganggu oleh orang lain. Mereka tidak akan melakukan hal-hal yang menyebabkan perselisihan, pemberontakan, atau perpecahan. Sebaliknya, mereka berada dalam pemulihan sebagai puncak yang tinggi, Gunung Sion, di dalam Yerusalem.