REALITAS TUBUH KRISTUS (2)
GARIS BESAR
Bagian penting dari persekutuan kita dalam bab yang lalu masih disinggung di sini sebagai suatu beban. Dalam bab ini kita akan melengkapi persekutuan kita tentang realitas Tubuh Kristus.
Saya berterima kasih kepada Tuhan sebab dalam beberapa hari terakhir ini Dia telah menyingkapkan kepada kita puncak tertinggi wahyuNya dalam firman kudusNya mengenai ekonomi kekal Allah. Sidang pembauran ini adalah untuk membawa kita mencapai puncak yang tertinggi ini. Untuk ini saya masih memiliki satu beban yang sangat penting.
BERHUNINYA ALLAH TRITUNGGAL
DI DALAM KITA
Walaupun yang akan saya persekutukan ini secara doktrinal biasa-biasa saja, namun hal ini masih kurang dipraktikkan di antara kita. Butir ini adalah : berhuninya Allah Tritunggal di dalam kita. Roma 8 mengatakan bahwa Roh yang berhuni itu menyuplaikan hayat ke dalam tubuh fana kita (ayat 11). Di sini hal "berhuni" ditekankan dengan tegas. Sebenarnya hal ini sudah disinggung oleh Tuhan ketika Dia masih di bumi. Dalam Yohanes 14:17-20 Tuhan memberitahu kita, bahwa Dia akan masuk ke dalam kita dan hidup melalui Roh realitas. Di manakah Dia akan hidup? Dia akan hidup di dalam kita. Dan siapakah Dia? Dia bukan hanya Yesus Kristus, bahkan adalah Roh realitas itu. Jadi, tidak perlu diragukan lagi, bahwa ini berarti ketika Roh realitas itu datang, Tuhan sendiri akan berhuni di dalam kita untuk hidup di dalam kita. Dia berkata, "Karena Aku hidup, maka kamupun akan hidup" (ayat 19b). Dia hidup, kita juga hidup.
Bila Anda membaca bagian firman ini dengan teliti, Anda akan melihat bahwa ini bukanlah suatu penghidupan yang individual. Ini adalah suatu penghidupan korporat yang kita tempuh bersama Tuhan, karena Dia hidup di dalam kita. Kita bersama menempuh suatu penghidupan yang korporat. Yohanes 14:20 mengatakan, "Pada hari itu kamu akan tahu bahwa Aku di dalam Bapaku, dan kamu di dalam Aku, dan Aku di dalam kamu." Ketiga kata "di dalam" ini menandakan suatu fakta yang sangat kuat, sangat mulia. Allah yang kekal, setelah penciptaanNya dan setelah melalui banyak proses, akhirnya menjadi Roh realitas. Sebagai Roh yang demikian, Dia hidup di dalam kita, sehingga kita dapat hidup bersama Dia. Maka penghidupan ini adalah suatu pembauran. Ketiga kata "di dalam" ini - Aku di dalam Bapaku, kamu di dalam Aku, dan Aku di dalam kamu - menandakan bukan hanya suatu penghidupan korporat melainkan juga suatu pembauran.
Agar kita dapat mencapai puncak tinggi ekonomi Allah, yaitu realitas Tubuh Kristus, mula-mula kita harus nampak penghunian ilahi di dalam kita ini. Kita mungkin sudah mengetahui hal ini, tetapi kita belum cukup memperhatikannya. Dengan kata lain, saya tidak percaya bahwa kita, termasuk saya sudah secara konstan dan instan hidup bersama Tuhan yang berhuni di dalam kita.
KRISTUS MEMBANGUN TEMPAT
TINGGALNYA DI DALAM KITA
Rasul Paulus memberitahu kita dalam surat-suratnya, bahwa Kristus sebagai Roh berhuni di dalam kita; selanjutnya dia mengatakan bahwa Dia bukan hanya berhuni di dalam kita, tetapi juga membuat tempat tinggalNya di dalam hati kita (Ef. 3:17). Membuat tempat tinggal itu lebih bermakna daripada berhuni. Tuhan bukan hanya berhuni di dalam kita, lebih-lebih Dia membangun tempat tinggalNya di dalam kita. Ini berarti bahwa Penghuni ini berhuni di dalam kita secara positif. Pada saat Dia berhuni di dalam kita, Dia membangun diriNya sendiri sebagai elemen ke dalam diri kita untuk membangun suatu susunan yang ajaib sebagai tempat tinggalNya.
Banyak di antara kita yang mengenal Efesus 3:17. Saya sendiri telah menyampaikan berita-berita tentang Kristus membuat tempat tinggalNya di dalam hati kita. Tetapi saya tidak percaya kalau di antara kita, termasuk saya, pernah memberikan suatu perhatian yang memadai dan penuh terhadap fakta ini, bahwa dari hari ke hari Kristus yang berhuni ini membangun, menyusun suatu bangunan di dalam kita sebagai tempat tinggalNya. Saya baru merasa terkesan oleh perkara ini pada latihan musim dingin tentang 1 dan 2Samuel belakangan ini.
Terang tentang 2Samuel 7:12-14 datang kepada saya pada waktu saya sedang berbicara. Saya tidak memiliki terang ini bahican ketika saya sedang menulis garis besar untuk sidang latihan tersebut. Saya harap Anda membaca berita-berita pelajaran hayat mengenai bagian firman ini. Daud ingin membangun sebuah rumah, sebuah bait bagi Allah, tetapi Allah menghalangi Daud. Sebaliknya, Dia berkata kepada Daud, bahwa Dia akan membang un diriNya sendiri ke dalam Daud untuk menjadi keturunannya, dan keturunan ini akhirnya akan lahir sebagai Putera Allah. Hal ini mengungkapkan bahwa Allah membangun diriNya sendiri ke dalam diri manusia untuk menjadi keturunan manusia. Akhirnya keturunan manusia ini akan dilahirkan ke dalam keilahian sebagai Putera sulung Allah dan hal ini ditegaskan oleh Daud dalam Mazmur pasal 2. "AnakKu Engkau! Engkau adalah PutraKu, Hari ini Aku telah memperanakan Engkau" (ayat 7). Allah mengatakan hal ini kepada keturunan Daud. Kemudian dalam Kisah Para Rasul 13 Paulus memberitahu kita bahwa kelahiran ini adalah kebangkitan Kristus (ayat 33). Kristus diperanakkan sebagai Putera sulung Allah dengan keinsanian yang ditinggikan kepada standar keilahian dalam dan oleh kebangkitanNya.
Dalam pelajaran hayat kitab Samuel, saya menunjukkan dua ayat. Yang satu adalah Efesus 3:17. Kristus sekarang sedang membuat tempat tinggalNya di dalam kita. Dia membangun diriNya sendiri ke dalam diri kita sebagai bangunan tempat tinggalNya. Ayat yang lainnya adalah Yohanes 14:23. Tuhan berkata, "Bila seseorang mengasihi Aku ... Kami (BapaKu dan Aku) akan datang kepadanya dan diam bersama-sama denpan dia." Membuat tempat kediaman adalah membangun sebuah rumah, yang adalah rumah Bapa. Yohanes 14:2 mengatakan, di rumah Bapa banyak tempat tinggal. Pada zaman ini, yakni zaman gereja, Tuhan bersama kita membuat tempat kediaman, agar Allah membangun satu rumah bagi diriNya sendiri dan juga bagi kita.
Sekarang kita perlu melihat apakah rumah ini. Saya percaya bahwa sejak sejarah gereja dimulai, tidak ada satu orangpun yang pernah menjamah perkara ini dengan tuntas. Hari ini Tuhan telah memperlihatkan hal ini kepada kita. Apakah zaman gereja? Zaman gereja adalah zaman pembangunan ilahi Allah. Dalam 1 Korintus 3:9 Paulus berkata bahwa kita adalah ladang Allah untuk menumbuhkan Kristus. Menumbuhkan Kristus adalah menghasilkan banyak elemen bagi Allah untuk pembangunan bangunanNya dalam zaman ini. Maka kata-kata selanjutnya dari ayat 9 mengatakan, "Kamu adalah ... bangunan Allah."
Ketika Paulus mengatakan hal ini, diapun sedang membangun. Dia berkata bahwa dia telah meletakkan pondasi yang unik, yaitu Yesus Kristus (ayat 10-11). Sekarang kita, termasuk Paulus, sedang membangun di atas pondasi ini. Tetapi kita harus berhati-hati dalam pemakaian bahan bangunan. Ada dua kategori bahan. Kategori pertarna adalah kayu, rumput kering, dan jerami. Ini adalah hal-hal yang berasal dari tanah. Kategori kedua adalah emas, perak, dan batu permata (ayat 12). Meskipun emas, perak, dan batu permata terdapat di dalam tanah, tetapi barang-barang itu adalah barang-barang milik tanah yang telah diubah menjadi bahan-bahan yang mengandung elemen ilahi untuk membangun gereja, yaitu Tubuh Kristus.
Banyak di antara kalian adalah para sekerja, tetapi kalian tidak tahu betapa beratnya beban saya terhadap kalian. Karena Tuhan telah membuka mata saya, saya tidak dapat menyangkal bahwa saya telah nampak sesuatu. Tetapi saya prihatin apakah kalian telah melihatnya atau belum. Apakah kalian membangun gereja di tempat kalian dengan kayu, rumput kering, dan jerami? Paulus mengatakan bahwa bila kalian melakukan hal ini, kalian membinasakan bait Allah (I Kor. 3:17 - lihat catatan 171). Membinasakan adalah lawan dari memperindah. Membinasakan adalah menodai, menghancurkan, atau merusak. Membangun gereja dengan kayu, rumput kering, dan jerami, adalah membinasakan gereja.
Tanpa pekerjaan kalian, gereja sebagai bait Allah akan tetap seperti apa adanya. Tetapi setelah kalian datang, kalian menambahkan beberapa pekerjaan ke dalam gereja di tempat kalian berada, dan pekerjam itu adalah kayu, rumput kering, dan jerami. Itu berarti, elemen pekerjaan kalian adalah manusia alamlah dan daging, yang mengandung sifat jahat di dalamnya. Pada elemen lahirnya, kalian mungkin membantu orang mengabarkan Injil dan melakukan hal-hal lain, tetapi apa yang kalian lakukan itu penuh dengan daging, manusia alamlah, dan hal-hal yang berasal dari tanah. Pekerjaan semacam itulah yang membinasakan bangunan Allah hari ini.
Tuhan berhuni di dalam kita untuk membangun diriNya sendiri ke dalam diri kita dan untuk membangun kita ke dalam diriNya. Dia membangun manusia yang telah ditebus dan ditinggikan dalam kebangkitan Kristus ke dalam keilahian. Kristus membangun manusia demikian ke dalam diriNya sendiri. Dalam Yohanes 15:4 Tuhan berkata, "Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu." Ini menyiratkan pembangunan. Bila kita tinggal di dalam Kristus, kita membangun diri kita ke dalam Kristus, atau kita juga dapat mengatakan kita dibangunkan ke dalam Kristus. Ketika Kristus tinggal di dalam kita, Dia membangun diriNya sendiri ke dalam kita. Akhimya, ini adalah saling tinggal, saling huni, dan saling bangun.
Perjanjian Baru sangat menekankan hal ini. Roh itu sebagai Kristus Sang Roh, Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung sempuma, membangun diriNya sendiri ke dalam kita dan membangun kita ke dalam diriNya. Efesus 4 memberitahu kita dengan jelas bahwa ada satu Tubuh, satu Roh, satu Tuhan, satu Allah dan Bapa dari semua (ayat 4-6). Kaum tertebus yang telah dilahirkan dari Roh itu sebagai anak-anak Bapa adalah Tubuh Kristus itu; dan Roh itu, Tuhan, serta Bapa, dibangun ke dalam mereka. Trinitas ilahi telah dibangun ke dalam kaum imani yang telah ditebus dan dilahirkan kembali. Kita harus nampak perkara ini.
SALING HIDUP BERSAMA KRISTUS
YANG HIDUP DI DALAM KITA
Kita perlu menempuh hidup bersama Kristus yang hidup di dalam kita, saling huni, saling bangun, saling hidup. Paulus berkata, "Aku disalibkan dengan Kristus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalamku." Lebih lanjut Paulus berkata, "Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah" (Gal. 2:19b-20). Paulus hidup oleh iman Kristus. Iman Kristus tidak lain adalah diri Kristus sendiri. Kristus adalah Sang Pemimpin dan Sang Penyernpurna iman kita (Ibr. 122). Bagi Paulus, hidup oleh iman Kristus berarti dia hidup oleh Kristus. Kristus hidup di dalam dia, dan dia hidup oleh Kristus. Dia metaksanakan hal ini berdasarkan suplai yang serba lengkap dari Roh Yesus Kristus (bukan dari Roh Allah); Yesus Kristus telah berinkarnasi, menempuh penghidupan insani, mati di salib, dan telah dibangkitkan. Hari ini Dia adalah Roh yang serba lengkap. Berdasarkan Roh yang serba lengkap inilah dan dengan suplaiNya yang serba lengkap, Paulus menampilkan Kristus dan memperbesar Kristus (Flp. 1:19-21a). Dia juga mengatakan bahwa dia mengejar Kristus, damba untuk diserupakan dengan kematianNya melalui mengenal kuasa kebangkitanNya (110).
Bagaimana kita dapat hidup bersama Kristus? Bukan berdasarkan diri kita sendiri, tetapi berdasarkan suplai yang serba lengkap dari Roh Yesus Kristus dan melalui diserupakan dengan kematianNya melalui kuasa kebangkitanNya. Saya dapat menempuh suatu kehidupan sebagaimana kehidupan insani, tetapi bukan oleh hayat alamiah saya. Hayat alamlah saya sudah ditinggalkan di atas salib, dan hidup sehari-hari saya diserupakan dengan model kematian Kristus. Kematian Kristus adalah suatu cetakan dan penghidupan saya adalah suatu adonan yang diletakkan ke dalam cetakan itu untuk diserupakan dengan model cetakan itu. Hari demi hari saya mati untuk hidup. Saya mati oleh salib dan hidup dalam kuasa kebangkitan.
Paulus berkata, bahwa orang sedemikian adalah orang yang hidup dan berperilaku di dalam Roh yang luar biasa ini, dan melakukan segala sesuatu menurut Roh ini (Gal. 5:16, 25; Rm. 84). Daud adalah seorang manusia yang sesuai dengan hati Allah, namun ini masih jauh dibandingkan dengan apa yang kita miliki sekarang. Kita adalah manusia-manusia-Allah yang melakukan segala sesuatu dan berperilaku bukan hanya sesuai dengan hati Allah, tetapi juga sesuai dengan Roh itu (yang telah melalui proses dan rampung sempurna melalui kematian dan kebangkitan). Kita pedu memeriksa apakah kita melakukan segala sesuatu di dalam Roh itu dan berperilaku sesuai dengan Roh itu.
REALITAS TUBUH KRISTUS
RAMPUNG SEMPURNA DALAM YERUSALEM BARU
Realitas Tubuh Kristus adalah kumpulan, totalitas dari penghidupan yang demikim oleh sekelompok manusia Allah. Penghidupan ini, yang adalah realitas Tubuh Kristus, akan mengakhiri zaman ini, zaman gereja, dan akan membawa Kristus kembali untuk mengambil alih, memiliki, menguasai bumi ini bersama mereka di dalam zaman kerajaan. Mereka telah digenapkan, diperlengkapi, dan disempurnakan di dalam zaman gereja. Maka di zaman yang akan datang, zaman kerajaan, mereka akan berkuasa bersama Kristus selama seribu tahun (Why. 20:4-6).
Kaum imani yang belurn disempurnakan dan dimatangkan dalam zaman gereja akan disempumakan dan dimatangkan dalam zaman kerajaan oleh pendisiplinan Allah. Allah memiliki satu cara. Tidak ada satupun orang imani yang bisa berbagian dalam Yerusalem Baru tanpa terlebih dulu disempurnakan dan dimatangkan. Maka selama 1.000 tahun di dalam zaman kerajaan, Allah melaksanakan kedaulatanNya untuk mendisiplinkan orang yang dikasihiNya ini, untuk menanggulangi mereka dengan berbagai cara agar mereka dan menjadikan mereka matang. Pada akhir 1.000 tahun, mereka akan siap untuk bergabung bersama orang-orang yang telah matang lebih dini guna berpartisipasi di dalam Yerusalem Baru.
Hari ini di dalam zarnan gereja, manusia-manusia-Allah yang telah disempurnakan dan dimatangkan itu adalah Sion, yakni para pemenang, juga adalah kelompok vital dalam gereja. Tetapi di dalam langit baru dan bumi baru, tidak ada lagi Sion, hanya ada Yerusalem, sebab semua orang saleh yang tadinya tidak layak telah dilayakkan untuk menjadi Sion. Dengan kata lain, seluruh Yerusalem Baru akan menjadi Sion. Apakah Sion ini? Sion adalah tempat Allah berada, yaitu ternpat Mahakudus. Dalam Wahyu 21 ada satu tanda yang menunjukkan bahwa Yerusalem Baru akan menjadi tempat Mahakudus. Dimensinya adalah dimensi sebuah kubus, panjangnya 12.000 stadia, lebamya 12.000 stadia, tingginya 12.000 stadia (ayat 16). Ini adalah tempat Mahakudus, karena ruang Mahakudus dalam Perjanjian Lama, yaitu yang berada di dalam kemah dan bait, adalah sebuah kubus, dengan panjang, lebar, dan tinggi yang sama (Kel. 262-8; 1 Raj. 6:20).
Pada saat itu semua umat tebusan Allah akan diubah, bukan hanya menjadi sama dengan Allah dalam hayat dan sifat, namun juga menjadi sama dalam penampilan Allah. Wahyu 4 mengatakan bahwa Allah itu seperti batu yaspis (ayat 3). Kemudian Wahyu 21 mengatakan bahwa seluruh Yerusalem Baru memiliki penampilan seperti yaspis (ayat 11). Maka, umat tebusan Allah muflak telah menjadi seperti Allah dalam hayat, dalam sifat, dan dalam penampilan, tetapi bukan dalam keAllahanNya (Godhead).
Kita semua harus berusaha mencapai puncak tinggi ini. Bila Anda mengira puncak tinggi ini tedalu sulit untuk dicapai, dan bahwa harga yang harus dibayar terlalu tinggi, bersiap-siaplah, pada zaman yang akan datang, yang harus dikeluarkan akan lebih tinggi. Cepat atau lambat, Anda harus dijadikan seperd Allah, baik dalam zarnan gereja maupun dalam zaman kerajaan yang akan datang. Semua umat tebusan Allah akhimya akan menjadi seperti Allah dalam hayat, dalam sifat, dan dalam penampilan, tetapi bukan dalam keAllahan. Yerusalem Baru adalah manusiamanusia-Allah yang telah diubah, dimuliakan, dan dibaurkan dengan Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan disempurnakan. Kota kudus itu akan menjadi suatu pembauran untuk menjadi pertambahan dan ekspresi Allah sampai kekekalan. Kita akan menikmati dan berbagian dalam pembauran ilahi ini selama-lamanya.
Kita perlu berdoa dengan sungguh-sungguh dan membayar harga seperti yang dilakukan rasul Paulus. Kita tidak seharusnya berpendirian bahwa kita aman dalam Tuhan karena kita telah mengorbankan masa depan kita dan tidak mengasihi dunia. Itu tidaklah cukup. Anda pedu mengenal hakiki dari semua perkara rohani. Keinginan Allah adalah membuat diriNya sendiri menjadi manusia agar manusia dapat menjadi Dia. Lalu Dia dan manusia akan disatukan dan dibaurkan bersama untuk menempuh satu penghidupan yang korporat Akhirnya kota kudus Yerusalem, merupakan gabungan semua visi dan wahyu. Kota ini tersusun dari Allah Tritunggal bersama manusia tripartit. Susunan ini akan menjadi sepasang kekasih dalam kekekalan. Pasangan kekasih ini adalah manusia dan Allah. Mereka telah menjadi semacam saling tinggal dalam keilahian dan keinsanian. Dalam keinsanian ini, kemuliaan Allah akan diekspresikan, dinyatakan sepenuhnya, penuh dengan terang, penuh dengan keagungan, dan penuh dengan kemuliaan.
Apa yang akan kita lakukan dalam terang wahyu ini? Tidak ada cara lain untuk mencapai puncak tinggi ini selain berdoa. Yerusalem memang merupakan suatu alam Kekristenan yang besar, tetapi di manakah Sion, para pemenang? Dalam kitab Wahyu, yang diinginkan Tuhan dan yang akan dibangun Tuhan adalah para pemenang. Para pemenang adalah Sion, tempat Allah berada. Ini adalah realitas batinlah wahyu rohani dalam firman kudus Allah. Kita harus menyadari apa pemulihan Tuhan itu. Pemulihan Tuhan adalah membangun Sion. Tulisan- tulisan Paulus sepenuhnya mengungkapkan hal ini, namun tidak banyak yang nampak hal ini pada waktu yang lampau.
Saya harap Anda memikirkan perkara ini dengan khidmat. Paulus mengatakan bahwa semua peserta berlari dalam perlombaan itu, tetapi hanya satu yang menerima hadiah. Kemudian dia berkata bahwa kita harus berlari sedemikian rupa hingga mendapat hadiah (1 Kor. 9:24). Pada abir kehidupan Paulus, dia berkata bahwa dia telah mengakhiri pertandingan yang baik, telah mencapai garis akhir, dan telah memelihara iman. Dia bersaksi bahwa telah tersedia mahkota kebenaran bagi dirinya (11 Tim. 4:7-8). Saya harap, bila kita mengakhiri hidup ini, kita dapat berkata bahwa kita telah melakukan hal yang sarna. Kalau tidak, kita akan putus sekolah dari sekolah hidup gereia; tetapi Tuhan masih akan menampung kita untuk sekolah di zaman kerajaan. Bila kita tidak disempumakan dalam zaman ini, Tuhan akan memakai waktu seribu tahun untuk menyempumakan kita. Tuhan bahkan akan menggunakan kematian yang kedua, yaitu api dari lautan api, untuk mendisiplinkan kita (Why. 2: 11). Saya sangat berterima kasih kepada Tuhan untuk perluasan pemulihanNya, tetapi di pihak lain, dalam beberapa tahun terakhir ini, hati saya terasa sangat berat, bukan hanya karena kalian tetapi juga karena diri saya sendiri.
MENEMPUH HIDUP MENURUT PUNCAK
WAHYU ALLAH
BAB
1 2 3 4 5
PRAKATA
Berita-berita dalam buku ini disampaikan oleh saudara Witness Lee di Anaheim, California pada tanggal 7-9 Juli 1994, pada kesimpulan Sidang Pelatihan Musim Panas mengenai 1 dan 2 Raja-raja.