← Daftar isi Tujuan Pembauran · bab 3/5

MAKNA PEMBAURAN

Pembacaan Alkitab :

Gal. 1:4, 13-14; Flp. 3:3-8, 10; 2Kor. 3:6

GARIS BESAR

I. Bukan suatu organisasi apapun.

II. Bukan suatu sistem apapun.

III. Bukan sejenis penyatuan dalam praktek luaran.

IV. Tetapi suatu bangunan organik dari manusia-manusia-Allah yang disempurnakan dalam hayat sebagai wakil-wakil dari suatu gereja lokal, (seperti Sion di dalam Yerusalem), dan yang hidup dalam realitas Tubuh Kristus.

Doa :

Tuhan, kami percaya dalam namaMu yang penuh kuasa, dan kami percaya dalam darahMu yang menang untuk melawan musuh, melawan si jahat. Tuhan, tudungilah kami, lindungilah kami, dan bawalah kami ke dalam namaMu yang penuh kuasa melalui sidang ini.

Dalam berita ini kita akan melihat makna pembauran. Kita telah melihat bahwa kebenaran pembauran terdapat dalam firman kudus. Hampir tidak ada orang yang berbicara mengenai pembauran karena pembauran bukan hanya sangat tinggi dan dalam, tetapi juga sangat misterius. Pernbauran bukanlah perkara fisik.

GEREJA LOKAL

ADALAH PROSEDUR

UNTUK MENCAPAI SASARAN ALLAH

Ketika Saudara Nee dibangunkan Tuhan, ia nampak terang, Tuhan perlu memakai gereja lokal sebagai prosedur, untuk maju mencapai sasaran dalam ekonomiNya. Sebab itu ia sangat menekankan gereja lokal. Selama 72 tahun kita semua mengikuti wahyu ini, terus-menerus menekankan gereja lokal.

Belakangan ini, sejak tahun 1987, di tengah-tengah kita terjadi pemberontakan. Dalam pemberontakan kali ini, salah satu pemimpin mereka mengutip pengajaran salah dari buku "Gereja-gereja Allah" yang dikarang oleh G. H. Lang. Dalam buku itu Lang menekankan otonomi setiap gereja lokal. Ini adalah ajaran lama yang salah dari Kaum Saudara, yang sudah lama kita ketahui. Memang kita menekankan gereja lokal, tetapi kita tidak setuju gereja lokal otonom.

Gereja yang unik terekspresi pada gereja lokal, disebabkan masalah perwujudan. Kita, kaum imani, tersebar di bumi, sebab itu tidak bisa bersamaan di satu tempat. Kita berada di berbagai tempat, sebab itu dari sudut tertentu kita harusterpisah karena lokalitas. Tetapi jangan lupa, gereja-gereja adalah Tubuh Kristus. Efesus pasal 4 mengatakan Tubuh hanya satu (ayat 4). Paulus berkata, meskipun kita banyak tetap satu roti, satu Tubuh (1 Kor. 10:17).

Setiap bagian tubuh fisik kita tidak bisa otonom. Apakah mungkin bahu satu daerah otonom, hidung satu daerah otonom, dan dua paha adalah dua daerah otonom yang lain lagi? Kalau demikian tubuh kita menjadi mayat yang tercerai-berai. Demikian juga, Tubuh Kristus adalah satu kesatuan organik, tidak ada satupun bagian yang otonom.

Kaum Saudara di Inggris sangat menekankan hal ini : ketujuh gereja lokal di Asia Kecil dalam Wahyu pasal 2 dan 3, bukan hanya berlainan, juga berdiri sendiri, otonom. Ada orang malah mengatakan bukan saja ada gereja lokal, juga ada Tubuh lokal. Artinya Kristus memiliki ribuan Tubuh. Menurut ajaran Kaum Saudara yang salah, ada orang-orang yang berbeda pendapat berkata, ketujuh gereja lokal dalam Wahyu pasal 2 dan 3 berbeda-beda, sebab itu ada tujuh pucuk surat yang berbeda ditujukan kepada ketujuh gereja ini. Pendapat yang demikian kelihatannya masuk akal, tetapi kita harus nampak, perbedaan di antara ketujuh gereja dalam Wahyu pasal 2 dan 3, adalah pada aspek negatifnya. Mereka berbeda dalam kegagalan, kesalahan, dosa, dan pelanggaran mereka.

Dalam Wahyu pasal 1 Tuhan memperlihatkan kepada kita, tujuh kaki dian adalah tanda dari ketujuh gereja. Sifat, esensi, ukuran, corak, penampilan, warna, dan fungsi ketujuh kaki dian ini sama. Tidak ada orang yang bisa membedakan satu dengan yang lain, selain memberi tanda pada setiap kaki dian itu. Bagaimana Anda bisa mengatakan ketujuh kaki dian itu berbeda? Tuhan menegur mereka, karena di antara mereka ada perbedaan. Memang Tuhan menulis surat kepada mereka satu per satu, tetapi Tuhan menggabungkan ketujuh surat itu menjadi satu kumpulan surat kiriman yang utuh.

Dalam seluruh kitab Wahyu, Tuhan memperlihatkan kepada kita, pemenang bukanlah sekelompok orang yang berbeda. Pemenang adalah sekelompok orang yang unk Pemenang yang sudah mati dilambangkan oleh anak lakilaki dalam pasal 12, dan pemenang yang hidup dilambangkan oleh buah sulung dalam pasal 14, 144.000 orang yang berdiri di gunung Sion. Semuanya itu bukan beberapa kelompok pemenang yang berbeda, melainkan satu kelompok pemenang.

Bukan hanya demikian, akhir kitab Wahyu benar-benar merupakan satu perampungan sempuma. Dalam perampungan ini, tidak kelihatan lagi tujuh kaki dian itu. Dalam pasal 1 kita nampak tujuh kaki dian, tetapi sampai dua pasal terakhir, kita hanya nampak satu kota. Akhimya, tidak ada lagi gereja lokal, hanya Tubuh Kristus akan tinggal sampai selamanya. Tubuh Kristus ini adalah satu kernah yang unik, menjadi tempat kediaman Allah di bumi, dan satu-satunya mempelai perempuan Anak Domba (Wahyu 212-3). Kita semua perlu nampak hal ini.

Sebab itu kita harus memperhatikan Tubuh Kristus, melebihi memperhatikan gereja lokal. Ini bukan berarti kita menghapus pengajaran tentang gereja lokal. Kita tetap perlu pengaJaran ini. Kita adalah manusia, memiliki rangka fisik, yaitu tubuh kita. Tetapi tubuh itu hanya kerangka saja. Dalam tubuh fisik perlu ada satu hayat. Hari ini gereja juga demikian. Di satu pihak, gereja benar- benar perlu ada satu rangka - tubuh, tetapi kerangka ini bukan sifat, esensi, atau elemen gereja. Efesus pasal 4 memberitahu kita, gereja adalah Tubuh Kristus. Dalam gereja ini ada Roh itu, Tuhan, dan Bapa (ayat 4-6). Bapa adalah sumber Tubuh, Tuhan adalah elemen Tubuh, Roh itu adalah esensi Tubuh. Keempat hal ini terbangun menjadi satu.

Tubuh Kristus terdiri dari orang yang tertebus. Mereka dilahirkan dari Roh itu, menjadi anak-anak Allah. Mereka adalah manusia-Allah; mereka adalah Tubuh Kristus, rangka itu. Yang terbangun di dalam mereka adalah Roh itu, Tuhan, dan Bapa. Tiga persona dari Tritunggal ilahi, semua terbangun ke dalam kaum imani yang tertebus, dan dilahirkan kembali. Sebab itu, pembangunan yang demikian, kerangka yang demikian, terbentuk oleh sifat insani dan sifat ilahi dalam Tritunggal ilahi, supaya kita, orang-orang yang tertebus, bisa menjadi Allah. Allah mempunyai keAllahanNya, tetapi kita, walaupun mendapatkan seberapa banyak hayat dan sifat ilahi yang sama dengan Allah, tetap tidak memiliki keAllahan.

PERAMPUNGAN YANG SEMPURNA

Kita perlu nampak, di bumi ada satu barang, yang disebut Tubuh Kristus, yang tersusun dari sesuatu yang organik. Tubuh Kristus ini adalah Tubuh organik Allah yang tak dapat dilihat. Kaum saleh yang kekasih, inilah perampungan sempuma segala sesuatu. Alkitab menyinggung banyak hal, tetapi sampai akhir Alkitab, hanya ada satu perampungan, yaitu Yerusalem Baru. Dalam perampungan sempurna ini, kita dapat nampak Allah (Bapa, Putera, Roh), serta sifat insani yang tertebus oleh Allah. Kita dapat nampak Israel, karena dalam Yerusalem Baru tertulis nama 12 suku Israel, mewakili orang Israel yang beroleh selamat (Why. 21:12). Kita juga bisa nampak kaum imani, karena pada kota kudus tertulis nama 12 rasul, mewakili semua orang imani Perjanjian Baru (ayat 14). Yerusalem Baru adalah perampungan sempurna Allah dan manusia. Allah sudah menyusun diriNya ke dalam sifat manusia, sifat manusia kita juga sudah terbangun ke dalam sifat ilahiNya. Hari ini sifat ilahi bersatu, berkaitan, berbaur, dan bercampur menjadi satu dengan sifat insani.

Apakah kita harus menanti Yerusalem Baru datang baru berbaur menjadi satu? Tidak. Terjadinya Yerusalem Baru adalah melalui Allah berbaur dengan umat pilihanNya. Bahkan orang-orang Perjanjian Lama seperti Henokh, Nuh, Abraharn, Musa, Daud, Yesaya, dan semua nabi, juga berbaur menjadi satu. Mereka tidak saja merupakan orang imani perorangan; Allah melihat mereka di bumi adalah satu kerajaan, satu wujud kongkret yang korporat. Wujud kongkrit ini tidak terdiri dari manusia saja, Allahpun tersusun di dalamnya.

Dalam Perjanjian Baru kita juga nampak pembauran yang ajaib. Tuhan Yesus telah menulis satu kumpulan surat kepada ketujuh gereja di Asia Kecil. Melalui hal itu, Ia membaurkan gereja-gereja menjadi satu. Paulus menulis surat ke gereja di Kolose dan gereja di Laodikia, menyuruh mereka saling menukar kedua surat itu. Melalui hal itu, ia membaurkan kedua gereja tersebut (Kol. 4:16). Ini menunjukkan, dalam pandangan Paulus, kedua gereja tersebut satu. Mereka seharusnya mengetahui perkara yang sama.

Akhirnya, wahyu ilahi memperlihatkan kepada kita satu hasil, yaitu satu kota - Yerusalem Baru. Itu adalah perampungan sempuma Allah, Henokh, Nuh, Abraham, Musa, Daud, Yesaya, Petrus, Yohanes, Paulus, Darby, Watchman Nee, Anda, dan saya. Yerusalem Baru adalah perampungan sempurna ekonomi kekal Allah.

Tuhan telah menyingkapkan kebenaran ekonomi ilahi dan dispensi ilahi kepada kita. Satu Timotius 1:4, Efesus 1:10; 3:9 semuanya memakai istilah "ekonomi". Ekonomi ini sama dengan dispensi Allah, yang akan rampung sempurna di satu kota. Tiga puluh tahun yang lalu, tahun 1964, kita menyusun ulang buku kidung kita, saya menulis sedikit kidung tentang Yerusalem Baru (Hymns No. 971-972, 975, 976, 978-980). Sejak tahun 1984, saya menyampaikan banyak berita tentang Yerusalem Baru. Sembilan bab terakhir buku "Ekonomi Perjanjian Baru Allah", semuanya membicarakan tentang Yerusalem Baru. Selama 69 tahun ini, apa yang saya nampak dalam mempelajari Alkitab? Saya akan berkata, saya telah nampak Yerusalem Baru. Inilah visi saya, inilah wahyu saya, inilah ministri saya. Saya di Amerika Serikat sudah 32 tahun, telah menerbitkan kurang lebih 4.000 berita. Saya terus menekankan Allah Tritunggal, Kristus, hayat, Roh itu, gereja, Tubuh Kristus, akhirnya Yerusalem Baru.

Apa makna pembauran kita? Ini bukan organisasi yang bersifat apapun. Kidung No. 250 ayat 1 mengatakan, "Bukan huruf Taurat, Tuhanlah hayat". Ayat 4 mengatakan, "Ajaran Kristenpun tidaklah mampu, laksanakan tujuan dan niat Allah." Pembauran kita tidak ada hubungannya dengan huruf yang mati, atau perkara-perkara lahirlah dalam keagamaan. Makna pembauran kita adalah realitas Tubuh Kristus. Realitas ini tak lain adalah sekelompok orang yang ditebus oleh Allah, digarap oleh Allah menjadi Allah, menjadi manusia-Allah. Ia menempuh semacarn penghidupan, yang bukan berdasarkan diri sendiri, tetapi berdasarkan satu hayat lain yang ada dalam mereka. Hayat yang lain ini adalah perampungan sempurna Allah Tritunggal yang telah melalui berbagai macam proses, masuk ke dalam mareka, menjadikan mereka sebagai tempat kediamanNya.

Efesus 3:17 memberitahu kita, hari ini Kristus bersemayam di dalam hati kita. Dalam Yohanes 14:23 Tuhan barkata, "Jika seorang mengasihi Aku,... BapaKu akan mengasihi dia dan Kami akan datang kepadanya dan diam bersama-sama (mengatur tempat tinggal) dengan dia". Istilah "mengatur" di sini bukan satu istilah yang tak berarti; mengatur adalah membangun. Satu-satunya jalan untuk bersemayam adalah melalui membangun. Pembangunan ini bukan melalui barang material apapun, tetapi melalui elemen dan esensi rohani dari Tritunggal ilahi. Realitas pembangunan ini adalah satu susunan organk Realitas Tubuh Kristus adalah semacarn penghidupan, yaitu semua manusia-Allah melalui sifat insani berbaur dengan sifat ilahi, sifat Allah berbaur dengan sifat manusia, menempuh satu hidup yang bersatu, berkait, dan tersusun menjadi satu dengan Allah.

MENOLAK HAYAT ALAMIAH,

HIDUP BERDASARKAN

HAYAT ILAHI YANG DI DALAM

Sekarang, setelah Anda mengetahui hal ini, apa yang harus Anda perbuat? Setiap hari Anda harus ingat, Anda adalah manusia-Allah. Anda memiliki Allah hidup di dalam Anda, bersemayam di dalam Anda. Anda dengan Dia, Dia dengan Anda, berbaur menjadi satu. Anda tidak seharusnya hidup berdasarkan hayat alamiah dan orang alamiah Anda. Orang lama, orang alamiah Anda dan saya, sudah dibereskan di atas salib, sudah dipaku mati dalam kematian Tuhan (Gal. 2:19b). Kita harus meninggalkan orang alamlah kita di atas salib. Inilah artinya memikul salib. Melalui meninggalkan manusia lama Anda di atas salib, Anda diserupakan dengan kematian Kristus (F1p. 3:10).

Makna kematian Kristus, adalah ketika Kristus hidup di bumi, Dia selalu menolak diriNya. Ia memberitahu kita, Dia tidak dapat mengerjakan sesuatu dari diriNya sendiri, tetapi melakukan segala sesuatu berdasarkan Bapa (Yoh. 6:57; 5:19; 4:34; 17:4; 14:10,24; 5:30; 7:18). Hayat insani yang Ia miliki sangat kudus, mumi, tetapi la tidak menampilkan penghidupan hayat itu. Ia mengesampingkan hayat itu, menaruh hayat itu di tempat mati, dan hidup berdasarkan hayat Bapa. ltulah prototipe kita. Kta seharusnya mereproduksi secara besar-besaran prototipe itu. Kita seharusnya adalah manusia-Allah, memiliki sifat insani yang ditinggikan dalam kebangkitan Kristus dan hayat ilahi. Meskipun hayat insani kita sudah ditinggikan dalam kebangkitan Kristus, tetapi kita tidak seharusnya hidup berdasarkan hayat itu, tidak seharusnya hidup berdasarkan diri sendiri.

Paulus berkata, "Aku telah disalibkan dengan Kistus; namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup melainkan Kristus yang hidup di dalam aku" (Gal. 2:19b, 20a). Ini bukan pergantian, karena selanjutnya Paulus berkata, "Dan hidupku yang ku hidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah ..." (ayat 20b). Paulus adalah orang yang tidak hidup berdasarkan diri sendiri, melainkan hidup berdasarkan Kristus yang adalah Roh. Kristus yang adalah Roh adalah Roh yang almuhit, perampungan sempuma Allah Tritunggal yang melalui berbagai proses. Semua itu berada dalam kebangkitan. Ketika Anda hidup tidak berdasarkan hayat alamlah Anda, melainkan berdasarkan hayat ilahi yang di dalam, Anda berada dalam kebangkitan. Hasil dari penghidupan semacam ini adalah Tubuh Kristus. Realitas hayat ilahi di dalam kita adalah kebangkitan, dan kebangkitan adalah Kristus yang adalah Roh, Roh yang almuhit, serta Allah Tritunggal yang melalui berbagai macam proses dan telah rampung sempurna. Saya harap persekutuan yang singkat ini bisa membantu kita mengenal makna pembauran.