← Daftar isi Tujuan Pembauran · bab 2/5

PERLUNYA PEMBAURAN

Pembacaan Alkitab :

1 Kor. 10:17; 12:24

GARIS BESAR

I. Prosedur Rutin Pekerjaan Gereja

dalam Pemulihan Tuhan Hari Ini :

1. Melahirkan - agar orang-orang dosa beroleh selamat dan dilahirkan kembali untuk meniadi anggota-anggota Kristus - 1 Kor. 4:15b; Mat. 28:19.

2. Merawat - memberi makan kaum imani baru bagi pertumbuhan mereka dalam hayat ilahi - 1 Tes. 2:7; Yoh. 21:15,17.

3. Mengajar - untuk menyempumakan kaum saleh sehingga mereka dapat menjadi matang untuk dibangunkan - Mat. 28:20a; Ef. 4:12-16 :

a. Dalam gereja-gereja lokal -Why. 1:4a, 11.

b. Bagi pembangunan Tubuh Kristus - Ef. 4:12b, 16.

II. Perlunya Pembauran

Bagi Pembangunan Tubuh Kristus :

1. Sedapat mungkin membaurkan semua gereja lokal menjadi satu, dalam Allah Tritunggal yang telah melalui proses, Kristus yang adalah Roh, dan Roh yang rampung sempurna.

2. Tuhan membaurkan tujuh gereja di Asia dengan menulis satu surat rasul yang terdiri dari tujuh surat bagi mereka masing-masing - Why. 1-3.

3. Rasul membaurkan gereja di Kolose dengan gereja di Laodikia melalui menuliskan satu surat rasul kepada masing-masing gereja tersebut dan meminta mereka untuk saling membacakan kedua surat tersebut - Kol. 4:16.

Doa :

Tuhan, kami bersyukur kepadaMu. Engkau telah mengumpulkan kami kembali ke dalam namaMu dalam gerakan RohMu dan di bawah pencucian darah adiMu, untuk menjamah Engkau dan menuntut Engkau menurut Kitab SuciMu. Tuhan, kami memerlukan Engkau setiap waktu, lebih-lebih pada pagi hari ini. Datanglah untuk menopang kami, jamahlah setiap hati, setiap roh, dan bukalah pikiran seluruh hadirin. Tuhan, urapilah kami; urapilah mulut kami untuk berbicara, dan urapilah telinga kami untuk mendengar. Berilah kami pengertian. Bukalah sorga bagi kami. Bukalah diriMu bagi kami, bahkan bukalah hatiMu kepada kami; juga buadah diri kami terbuka terhadap, diriMu. Kami ingin mendengarkan Firman kehendak hatiMu. Tuhan, kami tidak ingin doktrin atau pengajaran dari huruf-huruf yang mematikan. Kami di sini bukan untuk itu. Kami di sini adalah untuk menjamah Engkau dan FirmanMu yang dalam. Kami tidak mau hanya mduncur di pennukaan saja; kami ingin turun ke dasar untuk melihat Engkau, melihat hatiMu, melihat apa yang Kauinginkan hari ini. Bahkan pada hari ini, ketika kami berada di dalam pemulihanMu, kami ingin mengenal pergerakanMu. Tuhan, berilah kami wahyu. Berilah kami visi. Berilah kami penglihatan yang kami perlukan. Tuhan, jadilah satu roh dengan kami dalam pembicaraan dan pendengaran. Amin.

Dalam berita ini, beban saya adalah membahas perlunya berbaur. Bahkan kita sendiri, orang-orang yang dalam pemulihan Tuhan, banyak yang tidak memahami perlunya berbaur. Kta sangat perlu berbaur. Perkara pembauran menjadi beban ministri yang sangat berat dalam hatiku dan rohku. Tiga bulan yang lalu, saya banyak berdoa kepada Tuhan, mohon Tuhan dalam pemulihanNya melakukan sesuatu. Hari ini, Tuhan di 6 benua telah mendirikan 1.600 lebih gereja lokal. Saya sering menerima surat dari luar negeri, memberitahu kepadaku keadaan gereja di seluruh bumi. Metihat keadaan seluruh pemulihan, hatiku sangat terdorong, bebanku juga semakin dalam. Namun Tuhan seolah-olah berbicara di dalamku, "Apakah ini yang Kukehendaki? Apakah kamu percaya keadaan umum di tengahtengah kamu hari ini bisa membangun TubuhKu? Apakah keadaan sekarang ini bisa memuaskanKu dan terus maju?" Saya sangat merasakan tidak bisa.

Setelah saya tinggal di Amerika dan berbicara bagi Tuhan selama 13 tahun, kami pindah dari Los Angeles ke Anaheim, sedikit banyak kami mengubah jalan pelaksanaan pepulihan Tuhan. Ada orang berkata, sejak saat itu, perkataan saya berubah. Mereka berkata, setelah pindah ke Anaheim, perkataan saya tidak sekuat seperti 13 tahun yang lalu (dari tahun 1962 sampai 1974). Tetapi orang-orang yang berkata begitu tidak mengetahui beban yang saya terima dari Tuhan.

Pada permulaan menunaikan ministri di Amerika Serikat, saya mengadakan sidang istimewa di banyak tempat, terutama membicarakan pengalaman dan kenikmatan terhadap Kristus. Saya menyetujui, saat itu ministri saya cukup kaya dan kuat juga penuh daya dobrak. Tetapi di Los Angeles ketika kita sedang jaya, kita merasa perlu pindah ke tempat yang baru, lalu kita datang ke Anaheim. Sejak saat itu saya menerima beban, tidak lagi mengadakan sidang-sidang istimewa, melainkan setiap setengah tahun sekali mengadakan latihan, memasuki pelajaran hayat firman Allah. Meskipun dulu saya menyampaikan berita demi berita, tetapi firman ilahi Alkitab belum terbuka. Untuk kepentingan jangka panjang, perlu membuka firman kudus, supaya orang nampak hayat yang terkandung dalam Alkitab. Sebab itu, selama 21 tahun ini, setiap tahun saya mengadakan 2 kali sidang latihan selama 10 hari. Sekarang hampir seluruh Alkitab telah saya beritakan, hanya tersisa beberapa kitab saja. Kalau Tuhan menghendaki, mungkin pada akhir tahun 1995, kita bisa merampungkan pelajaran hayat seluruh Alkitab.

Saya menerima banyak surat menyatakan apresiasi terhadap segala kebenaran yang terbuka kepaaa gereja dalam berita pelajaran hayat. Kebenaran- kebenaran ini mencapai banyak orang di bumi, merupakan kekayaan yang tersimpan dalam pemulihan Tuhan. Bila Anda ingin mengenal satu kebenaran dalam kitab Kejadian, asal Anda membuka pelajaran hayat, Anda akan merasakan pelajaran itu sangat manis, menerangi orang, menyuplai orang, mendiris orang.

Sekitar tahun 1980, saya mulai nampak kebenaran tentang ekonomi Allah. Memang perlu membuka setiap halaman dalam Alkitab, tetapi apakah inti Alkitab itu : Inti Alkitab adalah ekonomi Allah. Ekonomi Allah adalah untuk Tubuh Kristus. Setelah nampak ini, saya berkata kepada diri sendiri, "Di manakah Tubuh Kristus? Anda membuka kitab demi kitab kepada kaum saleh, di bumi ini juga terbangun 1.600 lebih gereja lokal, tetapi di manakah Tubuh Kristus? Memang ada gereja- gereja lokal, tetapi di mana orang dapat melihat Tubuh?" Sebab itu saya sangat berbeban. Saya berkata, "Tuhan, saya harus mengaku dosa kepadaMu. Saya akui, meskipun saya nampak Tubuh Kristus, bertahun-tahun memberitakan dan mengajarkan Tubuh Kristus, tetapi saya sendiri tidak begitu berada dalam realitas Tubuh Kristus." Saya mengaku kepada Tuhan, dalam hal ini saya tumpul dan banyak kekurangan. Sebab itu, beban ini sampai kepada saya. Kalian tidak seharusnya mementingkan pertuasan pemulihan ini, pertambahan jumlah gereja, serta sidang yang indah. Kalian harus menyadari, di sini ada satu kekurangan yang besar, yaitu realitas Tubuh Kristus. Karena itulah kita perlu berbaur.

MENCAPAI PUNCAK SION

Dalam pendidikan hari ini, sasarannya bukan hanya menyelesaikan SD, SMP, kemudian lulus dari SMA. Sasarannya adalah lulus Perguruan Tinggi, tidak saja mendapatkan S1, kalau bisa mendapatkan S2, bahkan meraih gelar S3. Banyak orang muda setelah menyelesaikan SMA, lalu bosan sekolah, tidak mau menerima pendidikan yang lebih lanjut, lalu mencari kerja. Ini sama seperti penghidupan gereja kita. Penghidupan gereja dapat diumpamakan dengan SMA. Kita puas dengan berada dalam penghidupan gereja saja; mungkin kita berkata, "Puji Tuhan! Haleluya untuk penghidupan gereja! Ini sangat indah!" Tetapi apakah ini bisa mencapai sasaran? Bisa merampungkan kehendak Tuhan? Tidak! Hanya lulus SMA tidak bisa mencapai sasaran pendidikan hari ini. Hari ini dalam pemulihan Tuhan, kita perlu terus maju mencapai puncak ekonomi Allah, yaitu gunung Sion.

Yerusalem dibangun di gunung, meskipun Yerusalem itu baik, tetapi bukan puncaknya. Di Yerusalem ada satu puncak, yaitu gunung Sion, tempat bait suci dibangun. Kurang lebih 1.000 tahun sebelum bait suci dibangun, Allah menghendaki Abraham di gunung Moria mempersembahkan Ishak, anaknya; gunung Moria adalah nama lain gunung Sion (Kej. 222; 2Taw. 3:1). Hari ini keadaan indah pemulihan Tuhan seperti Yerusalem; namun tidak ada Sion. Pemenang dalam Pedanjian Baru seperti Sion. Dalam Wahyu 14:1, 144.000 pemenang tidak saja di Yerusalem, bahkan di puncak Sion. Pemenang, kelompok vital, adalah Sion hari ini. Hari ini beban saya adalah membantu kalian mencapai puncak kelompok vital, yaitu Sion yang menang. Meskipun kita mungkin memiliki penghidupan gereja yang baik, tetapi di tengah-tengah kita hampir tidak ada realisasi, pelaksanaan, manifestasi, dan realitas penghidupan Tubuh. Inilah keperluan pemulihan Tuhan pada hari ini.

PROSEDUR RUTIN PEKERJAAN GEREJA

DALAM PEMULIHAN TUHAN HARI INI

Prosedur rutin pekerjaan gereja dalam pemulihan Tuhan hari ini ada 4 langkah : melahirkan, merawat mendidik, dan membangun. Melahirkan adalah menyelamatkan dan melahirkan kembali orang dosa, untuk menjadi anggota Tubuh Kristus (1 Kor. 4: 15b; Mat. 28:19); merawat adalah merawat kaum imani baru, supaya mereka bertumbuh dalam hayat ilahi (1 Tes. 2:7; Yoh. 21:15,17); mendidik adalah menggenapi kaum saleh, supaya mereka bisa dewasa dan terbangun (Mat. 18:20a; Ef. 4:12-16). Langkah melahirkan, merawat, dan mendidik, semuanya untuk satu langkah yang lebih tinggi, yaitu untuk membangun Tubuh Kristus (Ef. 4:12b, 16) dalam gereja-gereja lokal (Why. 14a, 11). Namun, kita akan bertanya kepada diri sendiri, "Pembangunan yang demikian ada di mana? Hari ini Tubuh Kristus berada di mana? Dalam sekian banyak gereja lokal, di antara gereja-gereja lokal, di manakah realitas Tubuh Kristus?" Menurut pengamatanku, hari ini belum terlihat satu lokalpun yang memiliki realitas Tubuh Kristus.

Anda boleh bersikeras mengatakan, gereja adalah Tubuh Kristus. Memang gereja adalah Tubuh Kristus, tetapi untuk berada di dalam realitas Tubuh Kristus, kita tidak hanya perlu membangun gereja lokal, menetapkan penatua, dan dengan cara tertentu melaksanakan penghidupan gereja. Semua itu hanyalah pengaturan, pekerjaan, pelayanan, bukan realitas Tubuh Kristus. Meskipun Injil yang kita beritakan baik, mungkin tidak mempunyai banyak realitas Tubuh Kristus.

Hari ini dalam gereja-gereja, mungkin kita mempunyai banyak orang saleh yang di "SD", "SMP", dan "SMK", tetapi di mana terdapat orang yang mencapai "Gelar S1", bahkan "Gelar S2", di manakah "Perguruan Tinggi" yang berstandar paling tinggi? Di manakah "Perguruan Tinggi" pemulihan Tuhan? Saya tidak mengatakan kita harus mendirikan Perguruan Tinggi Theologi, tetapi kita tidak seharusnya hanya memperhatikan membangun gereja, dan mengatur pekerjaan di luar. Semuanya itu tidak ada hubungannya dengan realitas Tubuh Kristus.

Ini bukan berarti kita harus menutup pintu gereja lokal, itu akan membuat keadaan lebih buruk lagi, sepertinya kalau kita tidak mungkin memiliki Perguruan Tinggi, lalu melupakan SMA, SMP, dan SD. Itu akan membuat kita lebih primitif, lebih ketinggalan.

Puncak yang tertinggi dari pemulihan Tuhan, yang bisa sungguh-sungguh, riil, dan benar-benar merampungkan ekonomi Allah, bukan menyuruh Allah dengan cara yang formal menghasilkan banyak gereja lokal, melainkan membiarkan Allah menghasilkan banyak anggota Tubuh organikNya. Kita semua memiliki tubuh fisik, tetapi sesungguhnya tubuh kita bukan realitas diri kita. Tubuh kita adalah diri kita, tetapi bukan realitas diri kita. Demikian juga gereja tokal yang didirikan di seluruh bumi adalah konstruksi yang berbentuk, tetapi di tengah- tengah gereja-gereja lokal mungkin belum ada realitas Tubuh Kristus. Kalau kita tulus terhadap diri sendiri, kita akan mengakui, inilah keadaan kita hari ini. Di manakah realitas Tubuh Kristus?

PERLUNYA PEMBAURAN

UNTUK PEMBANGUNAN TUBUH KRISTUS

Pemikiran tentang berbaur dalam Alkitab sangat kuat. Dalam Perjanjian Lama, ada lambang pembauran untuk merampungkan ekonomi Allah. Namun kalau kita hanya membaca Perjanjian Lama secara hurufiah, kita tidak akan nampak lambang ini. Rasul Paulus sangat menekankan lambang pembauran ini. Dalam 1 Korintus 10:17 Paulus berkata, "Karena roti adalah satu maka kita sekalipun banyak adalah satu tubuh karena kta semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu." Paulus rnelihat gereja adalah satu roti. Pemikiran ini bukan diciptakannya sendiri, melainkan diambilnya dari Perjanjian Lama. Korban sajian dalam Kitab Imamat 24, terdiri dari roti yang terbuat dari tepung yang terbaik diolah dengan minyak. Setiap bagian tepung bercampur atau berbaur dengan minyak. Itulah pembauran. Paulus memberitahu kita, gereja merupakan roti yang terbuat dari tepung yang terbak Tepurig terbaik berasal dari biji-biji gandum, dan biji-biji gandum berasal dari Kristus, sebiji gandum itu. Yohanes 12:24 mengatakan, Kristus adalah sebiji gandum yang jatuh ke dalam tanah dan mati, bertumbuh melalui kebangkitan, menghasilkan banyak biji gandum, yaitu kita, kaum imaniNya. Kita adalah banyak biji yang digiling menjadi tepung halus, untuk menjadi gereja, roti ini. Di sini kita dapat nampak pemikiran tentang pembauran dalam Alkitab.

Kemudian dalam 1 Korintus 12:24, Paulus menulis, "Allah telah menyusun (membaurkan) tubuh kita begitu rupa, sehingga kepada anggota-anggota yang tidak mulia diberikan kehormatan yang khusus." Ayat ini mengatakan dengan jelas, Allah membaurkan semua orang imani menjadi satu. Tetapi di manakah pembauran dalam pemulihan ini? Kita mungkin mengira koordinasi dalam gereja adalah realitas pembauran. Tetapi ketahuilah, koordinasi dalam gereja juga bukan realitas Tubuh Kristus. Di sini kalian boleh berpikir, sebenamya apa yang dimaksud realitas Tubuh Kristus. Itulah sebabnya kita perlu mendirikan "Perguruan Tinggi", supaya kita bisa lebih maju dari "SMA", mencapai puncak - realitas Tubuh Kristus.

TUBUH KRISTUS SEPENUHNYA

DALAM HAYAT KEBANGKITAN KRISTUS

Kaum imani dalam gereja-gereja lokal kebanyakan masih hidup dalam orang alamiah, tetapi kalau kita mau hidup dalam realitas Tubuh Kristus, kita harus sepenuhnya berada dalam hayat kebangkitan Kristus. Dalam gereja-gereja lokal, kita benar-benar mempunyai koordinasi yang indah, tetapi saya akan bertanya, "Koordinasi itu ddakukan berdasarkan hayat alamlah, atau dilakukan dalam kebangkitan?" Datam kebangkitan, artinya hayat alamlah kita disalibkan, kemudian bagian manusia kita yang diciptakan oleh Allah dalam kebangkitan ditinggikan, dalam kebangkitan menjadi satu dengan Kristus. Dalam Filipi 3:10 Paulus berkata, kita semua pedu berdasarkan kuat kuasa kebangkitan Kristus, diserupakan dengan kematianNya. Kita semua perlu bertanya kepada diri sendiri: Koordinasi di tengah-tengah kita dilakukan berdasarkan kuat kuasa kebangkitan Kristus, atau hanya berdasarkan orang alamiah kita. Saya tidak percaya, selama 32 tahun ini, setiap perkara yang saya lakukan di Amerika semuanya saya lakukan dalam kebangkitan. Saya tidak menyangkal, juga tidak bisa menyangkal, ketika saya menunaikan ministri Tuhan, khususnya menunaikan ministri hayat, membangun gereja-gereja, ada beberapa bagian di dalam kebangkitan, tetapi bukan setiap bagian saya lakukan di dalam kebangkitan. Perkara apa saja yang menurutAlkitab tetapi dirampungkan dalam hayat alamlah, meskipun sesuai dengan Alkitab, tetap bukan realitas Tubuh Kristus. Tubuh Kristus sepenuhnya adalah perkara dalam hayat kebangkitan Kristus.

Hari ini dalam gereja-gereja lokal, pada umumnya yang dapat kita lihat, adalah "gereja" dalam sidang, aktivitas, pekerjaan, dan pelayanan. Kita tidak banyak metihat realitas Tubuh Kristus dalam kebangkitan, dalam Roh itu, dalam Kristus yang adalah Roh, dan rampung sempurna dalam Allah. Sebab itu kita perlu sekuatnya dan sepenuhnya hidup dalam hayat kebangkitan Kristus. Kita perlu sekuatnya dalam penghidupan gereja mencapai puncak tertinggi realitas Tubuh Kristus, yaitu Sion pada hari ini, sampai kita tergenapi di Yerusalaem Baru, termasuk Sion. Kaum saleh yang kekasih, inilah keperluan kita. Kta mengadakan pembauran adalah untuk menghadapi keperluan ini.