← Daftar isi Bagaimana Menjadi Sekerja dan Penatua · bab 4/6

BAGAIMANA MENUNAIKAN KEWAJIBAN SEKERJA DAN PENATUA (1)

GARIS BESAR

I. Berhati-hati terhadap :

A. Ambisi :

1. Untuk menunaikan kewajiban seorang sekerja atau seorang penatua, Anda perlu memiliki hati yang murni, dimurnikan dari segala bentuk ambisi yang tersembunyi dalam maksud, tujuan, motivasi, dan tindakan di dalam pemulihan Tuhan.

2. Tidak pernah berusaha untuk menjadi yang pertama dalam pekerjaan apa pun bagi Tuhan.

3. Sebagai seorang sekerja, jangan pernah beranggapan bahwa Anda berada di atas para penatua dan jangan mencoba untuk mengangkat para penatua; mengangkat para penatua diperlukan hayat yang matang, telah diperlengkapi kebenaran secara memadai, dan tidak terlalu muda dalam usia jasmani.

B. Keangkuhan :

1. Keangkuhan adalah salah satu atribut dari sifat kita yang telah jatuh yang kita miliki sejak lahir.

2. Bahkan terhadap Paulus, Tuhan khawatir kalau-kalau dia sangat meninggikan dirinya, maka Tuhan membiarkan dia memiliki duri dari Satan di dalam dagingnya - 2 Kor. 12:7.

3. Karena itu rasul Paulus mengajarkan bahwa seorang yang baru bertobat tidak boleh menjadi penilik gereja, agar dia jangan dibutakan oleh keangkuhannya sehingga jatuh ke dalam penghakiman yang telah dipersiapkan untuk iblis - 1 Tim. 3:6.

4. Ingatlah selalu bahwa kerendahan hati dapat menyelamatkan Anda dari segala jenis penghancuran dan dapat mendatangkan kasih karunia Allah - Yak. 4:6.

5. Keangkuhan membuat Anda menjadi seorang yang paling dungu.

6. Persaingan dalam pekerjaan Tuhan bukan hanya tanda dari ambisi tetapi juga tanda dari keangkuhan.

7. Memperhatikan reputasi Anda dan mengabaikan martabat orang lain adalah tanda dari keangkuhan yang tersembunyi.

8. Memamerkan kapasitas, kesuksesan, kesempurnaan, dan kebajikan Anda sendiri adalah suatu bentuk keangkuhan yang ceroboh.

9. Menganggap diri sendiri lebih tinggi daripada yang sepatutnya adalah bentuk lain dari keangkuhan - Rm. 12:1

10. Kristus dalam keinsanian-Nya merendahkan diri-Nya untuk membasuh kaki murid-muridNya, ini memberi kita suatu teladan yang baik tentang bagaimana kita merendahkan diri agar terlepas dari keangkuhan - Yoh. 13:3-5.

11. Berdebat tentang siapa yang lebih besar adalah suatu bentuk keangkuhan yang buruk - Mrk. 9:34.

12. Ingin menjadi yang besar dan tidak mau menjadi hamba dan ingin menjadi yang pertama dan tidak mau menjadi budak juga adalah tanda keangkuhan - Mat. 20:26-27.

13. Menguasai anggota-anggota gereja Anda di bawah pengembalaan Anda adalah suatu tanda yang kuat dari keangkuhan - 1 Ptr. 5:1

14. Teladan rasul Paulus :

a. Mengabarkan Kristus sebagai Tuhan dan dirinya sebagai hamba kaum beriman karena kehendak Tuhan - 2 Kor. 4:5.

b. Mempersaksikan bahwa siapa saja yang merasa lemah, dia juga merasa lemah, dan kepada orang yang lemah, dia menjadi lemah agar dia mendapatkan orang yang lemah - 2 Kor. 11:29; 1 Kor. 9:22.

15. Memulihkan seorang saudara yang kedapatan melakukan suatu pelanggaran dengan lemah lembut (ekspresi kerendahan hati yang lembut) akan melindungi kita supaya kita juga jangan terkena pencobaan - Gal. 6: 1.

16. Memegahkan diri, meninggikan diri, memuliakan diri, dan bernafsu akan kemuhaan yang sia-sia, semuanya adalah buruk dan ekspresi yang mendasar dari keangkuhanGal. 5:26.

C. Pembenaran diri :

1. Membenarkan diri berarti menyalahkan orang lain dan meninggikan diri.

2. Tuhan datang bukan untuk menghukum manusia melainkan untuk menyelamatkan manusia dengan mengampuni (melupakan) dosa-dosa mereka - Yoh. 3:17.

3. Gereja bukan kantor polisi untuk menangkap orang-orang atau pun ruang pengadilan untuk menghakimi orang, melainkan adalah sebuah rumah yang membesarkan leaum beriman, sebuah rumah sakit untuk menyembuhkan dan memuhhkan kaum beriman, serta sebuah sekolah untuk mengajar dan mendidik kaum beriman.

Doa : 0 Tuhan, kami memuji Engkau bahwa rahmat-Mu yang berlimpah adalah kidung sehari-hari kami, kami tidak habis-habis membicarakannya. Bahkan malam ini, kami duduk di sini juga adalah karena rahmat-Mu yang berlimpah. Tanpa rahmat-Mu, kami adalah orang yang paling kasihan. 0 Tuhan, rahmatilah kami, bahkan setiap orang di antara kami. Selama lebih dari tujuh puluh tahun, Engkau sudah merawat dan menunjukkan rahmat kepada pemulihan-Mu, dan Engkau telah berbicara kepada kami sampai hari ini. 0 Tuhan, dengan Firman-Mu, berilah kami RohMu tanpa batas dan curahkanlah dengan limpah ruah kepada kami sehingga kami dapat dipenuhi dengan firmanMu dan Roh-Mu, yaitu penuh dengan wahyu dan terangMu. Amin.

KEMAJUAN WAHYU ILAHI

DALAM PEMULIHAN TUHAN

Dalam tiga bab sebelumnya kita melihat ministri Tuhan yang penuh. Ministri-Nya bukannya tidak lengkap atau terpisah-pisah tetapi penuh. Kristus yang unik dalam sejarah umat manusia ini melakukan banyak hal di bumi, namun kelihatannya tidak banyak orang yang benar-benar mengenal Dia. Kekristenan memberi orang kesan yang sangat dangkal dengan hanya mengatakan bahwa Kristus adalah Allah dan Pencipta segala sesuatu dan suatu hari Ia menjadi daging untuk menjadi Juruselamat umat manusia. Hari ini, siapa saja yang sedikit berpendidikan dan telah mempelajari sejarah dunia pasti telah mempelajari sesuatu tentang Yesus Kristus. Ada yang hanya mengatakan bahwa Dia itulah Allah yang benar, Ia itulah yang menciptakan segala sesuatu, dan Ia menjadi seorang manusia sebagai Juruselamat umat manusia. Semua ini benar, namun tidak dalam.

Di tengah-tengah kita, saudara Nee telah memimpin kita untuk mengasihi Alkitab dan menuntut kebenaran. Saya dapat bersaksi dengan tegas bahwa saya mengikuti saudara Nee justru karena ada ciri-ciri ini di atas dirinya. Sejak saat diselamatkan, saya mulai mencintai Firman dan mencari kebenaran, karena itu saya membaca terbitanterbitan rohani dengan teratur. Di antara terbitan-terbitan yang saya baca, ada satu majalah yang memuat tulisan saudara Nee hampir di setiap edisinya. Ketika saya membaca tuhsannya, saya merasa semua itu cukup unik. Pada saat itu, dapat dikatakan bahwa tulisan-tulisan Kristen di seluruh Cina diterbitkan dalam majalah tersebut. Tetapi, meskipun banyak yang dimuat, hanya beberapa yang uniik. Karena itu saya mulai bersekutu dengan saudara Nee melalui surat.

Dengan otoritas kedaulatan-Nya, suatu hari Tuhan membawa saya bertemu dengan saudara Nee. Pada saat saya melihat dia, saya sangat terpikat dengan caranya berbicara, sungguh luar biasa. Ia hanya dua tahun lebih tua daripada saya. Kali pertama kami bertemu adalah ketika ia datang ke kampung halaman saya. Bayangkan hal ini : kampung halamannya ada di Foochow (Cina Selatan) dan kampung halaman saya ada di Chefoo, Shantung (Cina Utara). Jadi, jika bukan kedaulatan pengaturan Tuhan, bagaimana mungkin kami dapat bertemu? Setelah itu, ia meminta saya untuk bekerja bersamanya, karena itu kami bekerja bersama bagi Tuhan seluruhnya selama delapan belas tahun. Saya semakin merasa bahwa ia benar-benar adalah revolusioner Alkitab yang besar, penafsirannya terhadap Alkitab berbeda dengan yang lain. Mungkin Anda bertanya apakah ia mengerti interpretasi orang lain. Ya, ia mengerti. Ia telah membaca mulai dari perkara-perkara yang diajarkan bapa-bapa gereja, perkara-perkara yang diajarkan orang-orang yang mencari Tuhan setelah zaman bapa-bapa gereja dan sebelum Konsili Nicea di tahun 325, dan perkara-perkara yang diajarkan oleh Martin Luther, aliran mistis, aliran hayat batin, serta kaum Saudara. Ia memberi tahu saya semua sejarah ini untuk menyempurnakan saya. Ia benar-benar gembala yang baik bagi saya. Karena saya telah menerima penggembalaan, pembentukan, dan penyempurnaan yang demikian dari padanya, maka terbentuklah saling pengertian di antara kami. Pada tahun 1950, kami ada di Hong Kong bersama-sama. Ia keluar dari daratan Cina dan menyuruh saya dari Taiwan pergi ke Hong Kong. Kami tinggal bersama selama satu setengah bulan, dari pertengahan Februari sampai awal April. Setelah itu, kami berpisah di Hong Kong dengan saling pengertian.

Dari tahun 1950 sampai 1996, selama empat puluh enam tahun, saya telah mencurahkan lebih banyak waktu dan tenaga di atas Firman. Pada tahun 1950, yaitu setelah saya memulai pekerjaan di Taiwan, saya membulatkan tekad untuk membangun di atas fondasi yang telah diletakkan saudara Nee. Syukur kepada Tuhan bahwa selama empat puluh enam tahun, hampir setiap tahun Ia telah membawa saya ke dalam beberapa penglihatan yang baru.

Pada tahun 1951 di Taiwan, saya menerbitlian buletin bulanan yang berjudul The Ministry of the Word. Apa pun yang telah saya sampaikan sebagai berita-berita diterbitkan dalam buletin itu. Terbitan itu bertahan selama lebih dari tiga puluh tahun. Kemudian dari tahun 1960, Tuhan mulai secara perlahan-lahan menegaskan, baik melalui situasi maupun di dalam saya, bahwa saya perlu beralih dari dunia berbahasa-Mandarin ke dunia berbahasa-Inggris, yaitu ke Amerika Serikat. Kali pertama saya tiba di Amerika Serikat adalah tahun 1958. Pada saat itu, saya diundang ke dua tempat, London di Inggris dan Copenhagen di Denmark, untuk bersekutu dan mengadakan konferensi- konferensi. Ketika saya mengunjungi kedua tempat tersebut, saya melewati Amerika Serikat pada bulan April dan tinggal sampai mendekati Olitober sebelum saya pergi ke London. Saya tinggal di Amerika Serikat selama empat sampai hma bulan. Selama itu, saya memiliki kesan yang dalam mengenai kebutuhan Amerika Serikat. Setelah setahun, saya datang sekali lagi. Kemudian, pada akhir tahun 1961 saya datang lagi. Sejak tahun 1962 saya menetap di Amerika Serikat. Pada akhir tahun itu, saya memulai pekerjaan saya secara formal di Amerika Serikat dengan mengadakan konferensi pertama, saat itu saya menyampaikan seri berita yang dimuat dalam buku Kristus yang Almuhit. Berita-berita tersebut adalah berdasarkan kitab Ulangan 8:7-9, yaitu mengenai tanah permai. Tidak terlalu banyak orang yang menghadiri sidang-sidang itu. Di antara mereka hanya sedikit orang Amerika yang menerima dan bereaksi terhadap berita-berita tersebut.

Kemudian saya mulai menerima undangan ke berbagai tempat. Sejak saat itu hingga sekarang, saya telah bekerja di Amerika Serikat selama lebih dari tiga puluh tiga tahun, dan berita-berita yang telah saya sampaikan, yang jumlahnya paling sedikit tiga sampai empat ribu berita, telah diterbitkan berupa buku-buku. Dalam tiga puluh tiga tahun ini, Tuhan telah memimpin saya untuk meEhat dan memasuki terang baru dalam setiap tahun. Saya menyembah Dia karena dalam dua atau tiga tahun belakangan ini, sejak saya menulis lagu baru "0 ajaib! 0 misteri! /Allah dan manusia berbaur!" pembicaraan saya telah beralih ke dalam alam yang lebih tinggi. Saya tahu bahwa Satan akan menentang saya, selain itu saya juga tahu bahwa saya perlu penentangan semacam itu, yang adalah duri bagi tubuh saya supaya saya jangan angkuh. Jika Anda memperhatikan, Anda akan menemukan bahwa sejak waktu itu, berita-berita saya telah berubah dan telah menjadi baru. Saya harap Anda sekalian dapat mengejar ketinggalan terhadap berita-berita baru ini.

Misalnya, pada latihan musim panas tahun ini, kita memiliki dua belas berita pada pengkajian kristalisasi Injil Yohanes, dan di waktu yang lalu kita sudah memiliki lima puluh satu berita pada pelajaran hayat Yohanes. Selain kehma puluh satu berita itu, seJumlah berita mengenai Injil Yohanes telah disampaikan pada banyak kesempatan. Tetapi, ketika kami melakukan pengkajian kristalisasi, penyajian dan gayanya sama sekah berbeda.

Dalam persekutuan saya pada pelatihan sepenuh waktu setiap hari Rabu malam, saya memiliki berita yang ingin saya bagikan dengan para peserta latihan mengenai Kristus sebagai sang Anak Manusia yang mengasuh kita dalam keinsanian-Nya dan Kristus sebagai Anak Allah yang merawat kita dalam keilahian-Nya. Efesus 5 mengatakan bahwa Kristus mengasuh dan merawat gereja (ay. 29). Mengasuh adalah membuat orang senang dan merasa nyaman. Seumpama seorang anak kecil yang rewel dan tidak mau makan, ibunya mencoba untuk membuatnya tertawa untuk menyenangkannya - inilah mengasuh. Setelah anak itu gembira, ibunya memasukkan makanan ke dalam mulutnya - inilah merawat. Kristus datang sebagai Anak Manusia untuk mengasuh kita, membuat kita gembira, dan kemudian sebagal Anak Allah, Ia merawat kita sehingga kita dapat dipuaskan dalam hayat-Nya.

Dalam Yohanes pasal satu, tiga, empat, dan delapan, ada ilustrasi yang menunjukkan kepada kita bahwa Kristus sebagai Anak Manusia datang untuk mengasuh, orang-orang dan sebagai Anak Allah datang untuk merawat orangorang. Yohanes 1:29 mengatakan, "Lihatlah Anak Domba Allah!" Ia datang sebagai Anak Manusia untuk menjadi Anak Domba guna menghapus dosa dunia. Ayat 32 mengatakan, "...Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atasnya." Di sini Ia adalah seekor burung merpati, Roh itu, mengindikasikan bahwa Ia adalah Anak Allah. Anak Manusia adalah untuk penebusan dari dosadosa, sedangkan Anak Allah acialah untuk memberikan hayat dan transformasi.

Yohanes 3:14 dan 15 mengatakan, "...Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal." Ia ditinggikan sebagai ular tembaga, ini menunjukkan bahwa Ia adalah Anak Manusia. "Setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal - ini memberi tahu kita bahwa Ia adalah Anak Allah. Ayat 34 mengatakan, "Sebab siapa yang diutus Allah, Dialah yang menyampaikan firman Allah, karena Allah mengaruniakan Roh-Nya dengan tidak terbatas" - ini menunjukkan bahwa Ia adalah Anak Allah.

Dalam pasal empat, Tuhan datang ke sumur di Sikhar, sebuah kota di Samaria, dan bertemu dengan seorang perempuan yang datang menimba air. Ini menunjukkan bahwa Ia adalah Anak Manusia. Tetapi, Ia dapat memberi minum perempuan itu dengan air hidup. Dia yang dapat memberi orang-orang air hidup adalah Anak Allah.

Dalam pasal delapan, perempuan yang kedapatan berbuat zinah dibawa kepada Yesus (ay. 3-11), yang tentu saja adalah Anak Manusia. Ia membungkuk untuk menulis di tanah, dan ketika orang-orang Farisi dan orang-orang Saduki memaksa Dia untuk menanggulangi perempuan itu, Ia berdiri dan berkata kepada mereka, "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu." Pada akhirnya, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Lalu Yesus bertanya kepada perempuan itu, "Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?" Ia menjawab, "Tidak ada, Tuhan." Dan segera Tuhan menjawab, "Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang." Hanya Anak Allah yang dapat membuat orang tidak berdosa lagi. Kemudian Tuhan berkata, "Jikalau kamu tidak pereaya bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu" (ay. 24). Tidak diragukan, "Aku" yang besar ini adalah Anak Allah. Inilah yang dimaksud dengan mempelajari kitab Yohanes secara kristalisasi. Betapa berbedanya hal ini dengan pengkajian Alkitab pada umumnya!

TIGA TAHAP KRISTUS

DALAM PERJANJIAN BARU

Dalam tahun-tahun belakangan ini, Tuhan telah memberi kita berita- berita baru, dan yang terbaru adalah tiga berita pertama yang disampaikan dalam konferensi sekerja dan penatua internasional ini. Judul dari ketiga berita tersebut adalah "Bagaimana Menjadi Penatua dan Sekerja", judul ini kelihatannya sangat sederhana, tetapi isinya sangat tinggi dan dalam serta tidak mudah dipahami. Ketiga berita yang pertama terutama menunjukkan kepada kita ketiga tahap dari ministri Kristus. Banyak orang dalam dunia tahu bahwa Yesus Kristus datang ke bumi dua ribu tahun yang Ialu, tetapi sangat sedikit yang tahu apa yang Ia rampunglian di bumi. Sebagai contoh, Perjanjian Baru dengan jelas menyingkapkan bahwa Kristus ini, yang adalah Allah menjadi manusia, bukan sekadar Allah menjadi daging tetapi juga Adam yang akhir menjadi Roh pemberihayat. Kemudian, kitab Wahyu, kitab terakhir dari Alkitab, menunjukkan kepada kita bahwa pada akhirnya, Ia menjadi tujuh Roh. Teologi kekristenan salah mengajar dengan mengatakan bahwa Kristus hanya satu kali "menjadi", yaitu Dia menjadi daging dan bahwa Ia tidak memiliki "menjadi" yang kedua, lebih-lebih "menjadi" yang ketiga. Ajaran demikian berasal dari keterbelakangan teologi kekristenan yang telah merosot dan berubah bentuk. Sampai saat ini kita masih memiliki bekas kesalahan-kesalahan tersebut di dalam kita. Ada yang menyimpang begitu jauh dengan mengatakan bahwa Tuhan Yesus menjadi seorang manusia hanya selama tiga puluh tiga setengah tahun; setelah kematian dan kebangkitan-Nya, Ia bukan lagi seorang manusia tetapi kembali lagi ke status-Nya semula, yaitu sekadar Allah. Betapa menggelikan perkataan ini!

Perjanjian Baru dengan jelas menunjukkan kepada kita bahwa Tuhan kita menjadi sesuatu tiga kali. Pertama, sebagai Allah, Ia menjadi daging, yaitu sebagai Allah yang tidak terbatas, Ia menjadi seorang manusia yang terbatas. Kemudian, sebagai Adam yang akhir, seorang manusia di dalam daging, Ia menjadi Roh pemberi-hayat. Ketiga, sebagai Roh pemberi-hayat, Kristus yang pneumatik, Ia menjadi tujuh Roh. Dalam Perjanjian Baru, kita melihat bahwa Kristus memiliki tiga tahap ini. Kebanyakan orang Kristen hanya melihat satu zaman, zaman Perjanjian Baru, mereka tidak melihat bahwa di dalam satu zaman ini, ada tiga tahap. Dalam tahap pertama, Ia adalah Anak Manusia dalam daging, inilah tahap inkarnasi-Nya dalam keempat kitab Injil. Dalam tahap kedua, Ia mutlak adalah Roh itu, inilah tahap inklusi-Nya dari kitab Kisah Para Rasul sampai kitab Yudas, dua puluh kitab membicarakan Roh pemberi-hayat. Dalam tahap ketiga, Roh pemberi-hayat telah menjadi tujuh Roh, Roh yang diintensiflian tujuh ganda, inilah tahap intensifikasi-Nya dalam kitab Wahyu. Inilah tiga "menjadi" Kristus dalam ketiga tahap-Nya. Menjadi-Nya yang pertama adalah dalam tahap inkarnasi-Nya, menjadi-Nya yang kedua adalah dalam tahap inklusi-Nya, dan menjadi-Nya yang ketiga adalah dalam tahap intensifikasi-Nya. Inilah Perjanjian Baru.

Saya mohon kepada Anda semua, para sekerja dan penatua, agar mulai hari ini, Anda mengesampingkan pemahaman Anda yang lampau mengenai Perjanjian Baru dan belajar ulang dengan pandangan dari ketiga berita ini seperti apa yang dilakukan oleh saudara-saudara dari Taiwan. Mereka telah mempelajari rahasia-Nya, yaitu mereka mendoa-bacakan dan mempelajari garis besar berita, mereka menghafalkannya, dan mereka membicarakannya. Setelah melalui latihan semacam ini, mereka semua dapat mengatakan dari lubuk hatinya bahwa isi dari berita-berita ini adalah ajaran rasul-rasul Perjanjian Baru.

Saudara, marilah mengesampingkan segala sesuatu yang pernah Anda dengar di masa lalu. Sejak hari ini, mulai diperbarui lagi dengan mempelajari kebudayaan baru dan bahasa baru. Jangan mengira bahwa Anda telah tahu semuanya. Saya takut kalau-kalau Anda tidak benar-benar tahu. Anda tidak dapat memahami perkara-perkara ini hanya dengan mendengarkannya sekah, atau memahaminya dalam waktu sembilan hari. Paling sedikit Anda perlu waktu sembilan bulan, waktu yang diperlukan bagi seorang anak untuk dilahirkan, inilah hukum Allah. Hari ini, belajar apa pun memerlukan waktu. Saya harap Anda dapat meluangkan banyak waktu dan tenaga untuk berdoa, belajar, menghafal, dan membicarakannya sehingga Anda dapat masuk ke dalam realitas dari berita- berita ini.

Sekarang, marilah kita melihat berita dalam bab ini. Dalam tiga. berita berikutnya, kita akan melihat bagaimana menunaikan kewajiban sekerja dan penatua.

I. BERHATI-HATI TERHADAP :

Untuk menunaikan kewajiban sekerja dan penatua, pertama-tama kita perlu berhati-hati terhadap perkara-perkara tertentu. Kata berhati-hati- memberi tahu kita bahwa perkara-perkara tertentu menentang dan merusak kita, karena itu kita perlu berwaspada dan berhati-hati terhadapnya.

A. Ambisi

Pertama-tama, kita perlu berhati-hati terhadap ambisi. Ambisi adalah sesuatu yang sangat mengerikan. Tentu saja setiap orang memiliki ambisi. Seorang yang tidak memiliki ambisi bukan seorang manusia. Tetapi, ketika Anda datang melayani sebagai seorang sekerja atau seorang penatua, Anda tidak boleh datang dengan ambisi. Ketika seseorang menjadi profesor, ia ingin menjadi profesor yang top; ketika seseorang terjun ke dalam bisnis, tentu. saja ia ingin menjalankan bisnis yang top; dan ketika seseorang membuka bank, tentu saja ia ingin membuka bank yang terbesar. Inilah ambisi. Bahkan sejak anak-anak kita masih muda, kita mendidik mereka untuk berambisi. Tanpa ambisi, anak-anak kita tidak akan dapat belajar dengan baik dan tidak akan dapat lulus. Kita mengajar mereka bahwa setelah lulus dari Sekolah Dasar, mereka harus berambisi untuk melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi dan lebih tinggi. Dengan demikian, ambisi itu berangsur-angsur telah tertanam di dalam mereka. Tetapi, untuk menunaikan kewajiban sekerja atau penatua, Anda tidak boleh membawa masuk ambisi Anda. Ambisi meniadakan kewajiban Anda sebagai sekerja dan penatua. Begitu. Anda memiliki ambisi, Anda habis.

1. Untuk Menunaikan Kewajiban Sekerja atau Penatua,

Anda Perlu Memiliki Hati yang Murni

Untuk menunaikan kewajiban seorang sekerja atau penatua, Anda perlu memiliki hati yang murni, dimurnikan dari segala bentuk ambisi yang tersembunyi dalam maksud, tujuan, motivasi, dan tindakan di dalam, pemulihan Tuhan. Berdasarkan pengamatan saya selama lebih dari enam, puluh tahun, saya mengerti perkataan-perkataan halus yang diucapkan orang. Beberapa saudara yang mungkin berguna dalam. gereja memiliki tindak tanduk yang kelihatannya merendahkan diri, tetapi dalam hati mereka congkak. Inilah ambisi tersembunyi, dan ini adalah serigala kecil yang mencegah mereka untuk maju. Tuhan tidak akan memberikan sesuatu yang lebih kepada orang yang demikian, karena jika ia diberi lebih, ia akan congkak. Hanya mereka yang rendah hati tanpa ambisi itulah yang dapat digunakan oleh Tuhan, dapat menerima karunia dari Tuhan, dan dapat dipercayai ministri Tuhan.

2. Tidah Pernah Berusaha

untuk Menjadi yang Pertama

dalam Pekerjaan Apa pun bagi Tuhan

Kita tidak seharusnya berusaha menjadi yang pertama dalam pekerjaan apa pun bagi Tuhan. Kadang-kadang, dalam gereja kita perlu mengatur orang-orang tertentu untuk memikul tanggung jawab tertentu. Mereka yang tidak ditunjuk mungkin berpura-pura tidak peduli, tidak mengekspresikan apa-apa dalam suara maupun raut muka mereka, namun di batin, mereka tertekan dan tidak bahagia. Ini adalah pekerjaan yang tersembunyi dan membahayakan dari ambisi yang terselubung agar kita bersaing dengan orang lain untuk menjadi yang pertama.

Saya memiliki beban dua ganda dalam konferensi ini. Di satu pihak, saya ingin menunjukkan kepada Anda visi yang tinggi, yang merupakan isi dari ketiga berita pertama yang meliputi ringkasan seluruh Perjanjian Baru. Di lain pihak, saya ingin membongkar perkara-perkara mendasar dalam sifat kita, seperti senang atau berusaha untuk menjadi yang pertama. Semoga kita semua diterangi untuk melihat keadaan yang sebenarnya.

3. Sebagai Seorang Sekerja,

Jangan Pernah Beranggapan

bahwa Anda Berada di atas Para Penatua dan

Jangan Mencoba untuk Mengangkat Para Penatua

Sebagai seorang sekerja, jangan pernah beranggapan bahwa Anda berada di atas para penatua dan jangan mencoba untuk mengangkat para penatua; mengangkat para penatua diperlukan hayat yang matang, telah diperlengkapi kebenaran secara memadai, dan tidak terlalu muda dalam, usia jasmani.

Menurut Kitab Suci, para rasul adalah sekerja, dan rasul-rasul itulah yang mengangkat penatua. Karena itu, beberapa sekerja muda menganggap dirinya sendiri rasul yang berada di atas para penatua. Anggapan demikian itu salah dan tidak masuk akal. Pada faktanya, tidak setiap, orang yang disebut sekerja dapat mengangkat penatua. Saya tahu dengan pasti bahwa beberapa sekerja pergi ke lokal-lokal tertentu dan mencoba untuk mengangkat penatua di sana, tetapi ditolak oleh orang-orang di lokal tersebut. Tidaklah pantas dan juga tidaklah tepat untuk mengangkat penatua hanya karena ia telah menjadi seorang sekerja. Untuk mengangkat penatua diperlukan hayat yang matang dan diperlengkapi dengan kebenaran secara memadai.

Saudara Nee mengatakan bahwa seorang yang adalah rasul harus dapat menentukan makna dari doktrin untuk memutuskan apakah kebenaran tertentu sesuai dengan Kitab Suci atau tidak. Baik menentukan makna suatu doktrin maupun mengangkat penatua bukanlah perkara mudah. Semua itu perlu orang yang benar-benar diperlengkapi dan tidak terlalu. muda dalam, usia jasmani. Jika seorang muda yang berumur dua puluh enam tahun mengangkat seorang yang berumur lima puluh delapan tahun untuk menjadi penatua, hal ini sama sekali tidak pantas. Karena itu jangan mengira jika tanpa Anda tidak ada seorang pun yang dapat mengangkat penatua. Lebih baik tidak mengangkat penatua daripada menyuruh seorang muda melakukan hal itu. Ini adalah masalah yang harus kita hindari di tengah-tengah kita.

B.Keangkuhan

1. Keangkuhan adalah Salah Satu Atribut

dari Sifat Kita yang Telah Jatuh

yang Kita Miliki Sejak Lahir

Untuk menunaikan kewajiban sekerja dan penatua, pertama-tama kita perlu berhati-hati terhadap ambisi, dan kedua, kita perlu berhati-hati terhadap keangkuhan. Keangkuhan adalah salah satu atribut dari sifat kita yang telah jatuh yang kita miliki sejak lahir. Allah memiliki atribut-atribut-Nya dan kita juga memiliki atribut-atribut kita. Kita adalah umat manusia yang telah jatuh; sebagai umat manusia yang demikian, atribut pertama yang kita miliki adalah keangkuhan. Siapa yang tidak angkuh? Siapa saja yang tidak angkuh tidak baik untuk apa pun. Tetapi, dalam pekerjaan Tuhan, kita harus berusaha sedapat mungkin untuk berjaga-jaga terhadap keangkuhan.

2. Bahkan terhadap Paulus, Tuhan Khawatir

Kalau-kalau Dia Sangat Meninggikan Dirinya Sendiri,

Maka Tuhan Membiarkan Dia Memiliki Duri

di dalam Dagingnya dari Satan

Bahkan terhadap Paulus, Tuhan khawatir kalau-kalau ia meninggikan dirinya sendiri, maka Tuhan membiarkan dia memiliki duri di dalam dagingnya dari Satan (2 Kor. 12:7). Mengenai duri itu, Paulus memohon kepada Tuhan tiga kali agar ia dapat dibebaskan dari padanya. Namun Tuhan menjawab dia, "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu" (ay. 9). Tuhan seolah-olah berkata, "Paulus, saya tidak akan mengangkat duri itu karena kasih karunia-Ku cukup bagimu. Saya akan memberimu kasih karunia yang cukup."

Mengapa Paulus bisa menjadi congkak? Karena tidak seorang pun yang pernah melihat visi dan wahyu yang lebih tinggi daripada yang dilihat Paulus. Ia bukan hanya dilahirkan di bumi, tetapi ia juga pernah turun ke dunia orang mati dan bahkan pernah naik ke surga tingkat ketiga.

Karena visi dan wahyu yang diterima Paulus begitu tinggi, begitu agung, dan begitu banyak, maka dengan prihatin Tuhan meng~inkan duri diberikan ch dalam tubuhnya.

Sekarang saya juga takut bahwa visi yang saya lihat mungkin terlalu tinggi, karena itu setiap hari saya berdoa, "0 Tuhan, saya merendahkan diri di bawah kaki-Mu, saya adalah seorang budak dan Engkau adalah Tuhan yang berdaulat. Saya benar-benar takut dan gentar, Tuhan." Saya takut dan gentar kalau-kalau says. menjadi sombong. Kadang-kadang, ketika saya menerima sejumlah surat pujian, saya juga takut kalau-kalau orang menghormati saya terlalu tinggi. Karena itu berhati-hatilah, jangan memuji orang dengan ceroboh. Pujian Anda dapat menghancurkan mereka.

3. Seorang yang Baru Bertobat Tidah Boleh Menjadi Penilik,

agar Jangan Ia Dibutakan oleh Keangkuhannya

dan Jatuh ke dalam Penghakiman

yang Telah Dipersiapkan untuk Iblis

Karena itu rasul Paulus mengajarkan bahwa seorang yang baru bertobat tidak boleh menjadi penilik gereja, agar dia jangan dibutakan oleh keangkuhannya sehingga jatuh ke dalam penghakiman yang telah dipersiapkan untuk iblis (1 Tim. 3:6). Di sini, seorang yang baru bertobat, secara harfiah berarti "yang baru ditanam", mengacu kepada seorang yang baru-baru ini telah menerima hayat Tuhan tetapi belum bertumbuh dan berkembang di dalamnya. Dibutakan karena keangkuhan secara harfiah berarti "diselubungi asap". Keangkuhan di sini seperti asap yang menyelubungi pikiran, menjadikannya buta. Ini perkara yang serius. Ketika seacorang itu angkuh, ia mengikuti Satan, dan konsekuensinya Ia akan dihakimi bersama Satan untuk menderita penghakiman yang dipersiapkan Allah bagi Satan.

4. Ingatlah Selalu bahwa Kerendahan Hati

Dapat Menyelamatkan Anda

dari Segala Jenis Penghancuran

dan Dapat Mendatanghan Kasih Karunia Allah

Angkuh berarti pengrusakan. Begitu Anda menjadi angkuh, keluarga Anda hancur; begitu Anda menjadi angkuh, hidup pernikahan Anda hancur; begitu Anda menjadi angkuh, pekerjaan Anda hancur. Ingatlah selalu bahwa kerendahan hati dapat menyelamatkan Anda dari segala jenis penghancuran dan dapat mendatangkan kasih karunia Allah (Yak. 4:6). Allah menentang keangkuhan tetapi memberikan kasih karunia kepada yang rendah hati. Jika Anda rendah hati, kasih karunia akan datang. Jika Anda angkuh, kasih karunia akan menyingkir, Anda telah menghalangi kasih karunia.

5. Keangkuhan

Membuat Anda Menjadi Seorang yang Paling Dungu

Inilah pengenalan saya terhadap keangkuhan. Orang yang paling dungu adalah orang yang paling angkuh dan orang yang paling bijaksana adalah orang yang rendah hati. Menjadi angkuh berarti menjadi orang yang paling dungu.

6. Persaingan dalam Pekerjaan Tuhan

Bukan Hanya Tanda dari Ambisi tetapi Juga Tanda Keangkuhan

Sering kali kita bersaing dengan orang-orang dalam pekerjaan Tuhan. Sebagai contoh, tempat tertentu dimulai dengan adanya tiga puluh orang yang bersidang dan sekarang telah menjadi seratus tiga puluh. Lokal Anda dimulai dengan empat puluh orang yang bersidang, dan sekarang Anda hanya mempunyai enam puluh. Karena Anda tidak tahan terhadap orang yang lebih sukses dari Anda, rasa persaingan (hati yang bersaing) tumbuh di dalam Anda. Di dalam dunia, persaingan membawa kemajuan. Tetapi dalam pekerjaan Tuhan tidak boleh ada persaingan, persaingan itu mematikan. Kita perlu merendahkan diri dan berkata kepada Tuhan, "0 Tuhan, saya adalah hamba yang tidak berguna. Meskipun ada lebih banyak orang yang bersidang di sini bersama saya daripada saudara lain, saya totap adalah hamba yang tidak berguna." Dalam Injil Lukas, Tuhan memberi tahu kita bahwa setelah seorang hamba Tuhan melakukan segala sesuatu sepanjang hari dan pulang ke rumah pada waktu malam, ia masih harus berkata kepada Tuan-Nya, "Saya adalah hamba yang tidak berguna" (17:10). Kita semua harus mengakui bahwa kita adalah hamba yang tidak berguna. Kita tidak seharusnya membandingkan diri sendiri atau bersaing dengan orang lain. Jika ada penambahan jumlah dalam gereja tempat kita melayani, itu sama sekali adalah rahmat Tuhan.

Dalam doa saya, yang paling saya sukai adalah memuji Tuhan untuk rahmat-Nya yang berhmpah. Ia akan merahmati siapa saja yang akan Dia rahmati, dan Ia akan membelaskasihi siapa saja yang akan Ia belas kasihi. Anda memiliki banyak orang dalam lokal Anda, itu adalah rahmat Tuhan atas diri Anda. Saya hanya memiliki sedikit orang dalam lokal saya, itu karena saya angkuh di hadapan Tuhan, karena itu saya perlu rahmat Tuhan. Ingatlah selalu akan rahmat dan berkat-Nya. Saudara Watchman Nee mengatakan bahwa kita tidak boleh takut membuat kesalahan, tetapi kita harus takut kalau tidak memiliki berkat Tuhan. Jika ada berkat Tuhan, meskipun kita telah membuat kesalahan, kita masih diberkati.

7. Memperhatikan Reputasi Anda

dan Mengabaikan Martabat Orang Lain

adalah Tanda dari Keanghuhan yang Tersembunyi

Memperhatikan reputasi Anda dan mengabaikan martabat orang lain adalah tanda dari keangkuhan yang tersembunyi. Sekerja dan penatua yang lebih tua cenderung berbuat kesalahan, yaitu terIalu memperhatikan reputasinya. Orang sedemikian sering kali mengatakan bahwa ia telah bekerja untuk Tuhan selama bertahun-tahun, telah mendirikan gereja-gereja di tempat-tempat tertentu, dan telah merawat lokal-lokal tertentu. Ia selalu memperhatikan reputasinya. Setiap orang memiliki martabatnya, karena itu Anda tidak boleh menghardik siapa saja dengan ceroboh. Jika Anda demikian, itu berarti Anda memamerkan reputasi Anda tanpa mempedulikan martabat orang lain. Ini juga adalah tanda keangkuhan yang tersembunyi.

8. Memamerhan Kapasitas, Kesuksesan,

Kesempurnaan, dan Kebajikan Anda Sendiri

adalah Suatu Bentuk Keanghuhan yang Ceroboh

Memamerkan kapasitas, kesuksesan, kesempurnaan, dan kebajikan Anda sendiri adalah suatu bentuk keangkuhan yang ceroboh. Jangan secara ceroboh menyebutkan mengenai kesuksesan, kapasitas, kesempurnaan, dan kebajikan Anda. Sebaliknya selalu katakan pada Tuhan, "Tuhan, saya tidak memiliki kapasitas apa pun, juga tidak memiliki kesuksesan apa pun dalam pekerjaan-Mu. Selain itu, saya tidak memiliki kesempurnaan apa pun, semua yang saya punya hanyalah ketidaksempurnaan. Saya juga tidak memiliki kebajikan apa pun, semua yang saya punya hanyalah kegagalan." Hal ini akan melindungi Anda dari menjadi angkuh.

9. Menganggap Diri Sendiri Lebih Tinggi

daripada yang Sepatutnya

adalah Bentuk Lain dari Keangkuhan

Paulus memberi tahu kita bahwa jika kita ingin menempuh kehidupan Tubuh Kristus, kita tidak boleh menganggap diri sendiri lebih tinggi daripada yang sepatutnya (memikirkan hal-hal yang lebih tinggi daripada yang patut kamu lakukan – LAI - Rm. 12:3). Jangan pernah mengukur diri sendiri terlalu tinggi, secara merendah mengukur diri sendiri aman. Menganggap diri sendiri lebih tinggi daripada yang sepatutnya adalah bentuk lain dari keangkuhan.

10. Teladan Kristus

Kristus dalam keinsanian-Nya merendahkan diri-Nya untuk membasuh kaki murid-murid-Nya (Yoh. 13:3-5), ini memberi kita suatu teladan yang baik tentang bagaimana kita merendahkan diri agar terlepas dari keangkuhan.

11. Berdebat Tentang Siapa yang Lebih Besar

adalah Suatu Bentuk Keanghuhan yang Buruk

Berdebat tentang siapa yang lebih besar (Mrk. 9:34) adalah suatu bentuk keangkuhan yang buruk.

12. Ingin Menjadi yang Besardan Tidak Mau Menjadi Hamba

dan Ingin Menjadi yang Pertama dan Tidak Mau Menjadi Budak

juga Adalah Tanda Keangkuhan

Dalam perjalanannya yang terakhir masuk ke Yerusalem, Tuhan secara terang-terangan memberi tahu murid-murid-Nya bahwa Ia akan menderita kematian dan kemudian dibangkitkan. Tetapi murid-murid berdebat tentang siapa yang lebih beear dan tidak memperhatikan apa yang Tuhan katakan tentang kematian dan kebangkitan-Nya. Tuhan mengajar mereka, Ia mengatakan, "Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu" (Mat. 20:26-27). Ingin menjadi yang besar dan tidak mau menjadi hamba dan ingin menjadi yang pertama dan tidak mau menjadi budak juga adalah tanda keangkuhan.

13. Menguasai Anggota-anggota Gereja Anda

di bawah Pengembalaan Anda

Adalah Suatu Tanda yang Kuat dari Keangkuhan

Menguasai anggota-anggota gereja Anda di bawah pengembalaan Anda adalah suatu tanda yang kuat dari keangkuhan. Sering kali masalah seorang penatua adalah merasa bahwa "Saya adalah seorang penatua, Anda harus mendengarkan saya." Itulah sebabnya Petrus mengatakan suatu perkataan yang keras, "...para penatua di antara kamu ... Janganlah kamu berbuat seolah-olah kamu mau memerintah atas mereka yang dipercayakan kepadamu, tetapi hendaknya kamu menjadi teladan bagi kawanan domba itu" (1 Ptr. 5:1-3).

14. Teladan Rasul Paulus

Rasul Paulus bukan hanya memberitakan Kristus sebagai Tuhan, tetapi juga dirinya sendiri sebagal hamba kaum beriman karena kehendak Tuhan (2 Kor. 4:5). Ia juga bersaksi bahwa siapa saja yang merasa lemah, dia juga merasa lemah, dan kepada orang yang lemah, dia menjadi lemah agar dia mendapatkan orang yang lemah itu (2 Kor. 11:29; 1 Kor. 9:22). Paulus adalah seorang yang rendah hati. Ketika seseorang lemah, ia bukannya merasa bahwa hanya dialah yang kuat dan orang lain lemah. Ia adalah teladan bagi kita mengenai bagaimana melayani Tuhan dan melayankannya kepada orang-orang.

15. Memulihkan Seorang Saudara yang Kedapatan

Melakukan Suatu Pelanggaran dengan Lemah Lembut

(Ekspresi Kerendahan Hati yang Lembut)

Akan Melindungi Kita

Supaya Kita Juga Jangan Kena Pencobaan

Kadang-kadang ketika Anda pergi untuk memulihkan orang tertentu yang Anda dapati telah berbuat dosa, Anda tidak memiliki sikap yang rendah hati dan lemah lembut, sebaliknya dengan diam-diam Anda sangat angkuh. Akibatnya, setelah beherapa hari, Anda juga akan dicobai untuk melakukan dosa yang sama seperti yang telah ia lakukan. Karena itu, untuk memulihkan seorang saudara yang kedapatan melakukan suatu pelanggaran dengan lemah lembut (ekspresi kerendahan hati yang lembut) akan melindungi kita supaya kita juga jangan kena pencobaan (Gal. 6:1).

16. Memegahkan Diri, Meninggikan Diri, Memuliahan Diri,

Dan Bernafsu Akan Kernuliaan yang Sia-sia,

Semuanya adalah Buruk dan

Ekspresi yang Mendasar dari Keangkuhan

Memegahkan diri, meninggikan diri, memuliakan diri, dan bernafsu akan kemuliaan yang sia-sia, semuanya adalah buruk dan ekspresi yang mendasar dari keangkuhan (Gal. 5:26).

C. Pembenaran-Diri

Perkara ketiga yang perlu diwaspadai oleh para sekerja dan penatua adalah pembenaran-diri, membenarkan diri mendiri.

1. Membenarkan Diri Sendiri Berarti Menyalahkan

Orang Lain dan Meninggikan Diri Sendiri

Membenarkan diri sendiri berarti menyalahkan orang lain dan meninggikan diri sendiri.

2. Tuhan Datang Bukan untuk Menghukum Manusia

Melainkan untuk Menyelamatkan Manusia

dengan Mengampuni (Melupakan) Dosa-dosa Mereka

Dalam Yohanes 3:17 Tuhan berkata, "Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia." Tuhan datang bukan untuk menghukum manusia melainkan menyelamatkan manusia dengan mengampuni (melupakan) dosa- dosa mereka.

3. Gereja Bukan Kantor Polisi untuk Menanghap Orang-orang

atau pun Ruang Pengadilan untuk Menghakimi Orang,

Melainkan adalah Sebuah Rumah

yang Membesarkan Kaum Beriman,

Sebuah Rumah Sakit untuk Menyembuhkan

dan Memulihkan Kaum Beriman,

Serta Sebuah Sekolah

untuk Mengajar dan Mendidik Kaum Beriman

Gereja bukan kantor polisi yang menangkap orang-orang untuk menemukan pelanggaran-pelanggaran mereka. Gereja juga bukan ruang pengadilan yang menghakimi orangorang untuk memutuskan apakah mereka benar atau salah. Sebaliknya, gereja adalah sebuah rumah yang membesarkan kaum beriman sehingga mereka dapat bertumbuh. Selain itu, gereja adalah sebuah rumah sakit untuk menyembuhkan dan memulihkan kaum beriman. Ketika Tuhan berada di bumi, Ia makan dengan pemungut cukai dan orang berdosa, dan karena hal ini, Ia dikritik oleh orang-orang Farisi. Tuhan memberi tahu orang-orang Farisi, "Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit" (Mat. 9:12). Tuhan seolah-olah berkata kepada mereka, "Kalian orang-orang Farisi tidak memerlukan Saya. Saya datang sebagai tabib yang membuka rumah sakit untuk menerima dan menyembuhkan mereka yang sakit." Selanjutnya, gereja adalah sebuah sekolah untuk mengaJar dan mendidik kaum beriman.

Kita, para sekerja dan penatua perlu membahas butirbutir di atas dengan teliti sehingga kita dapat menghindari kesalahan-kesalahan yang umum ini.