← Daftar isi Bagaimana Menjadi Sekerja dan Penatua · bab 3/6

BAGAIMANA MENJADI PENATUA DAN SEKERJA (3)

GARIS BESAR

I. Mengalami dan menikmati Kristus (mendapatkan Kristus - Flp. 3:8) dalam ministri-Nya yang penuh dalam ketiga tahap-Nya yang ilahi dan mistikal :

C. Dalam tahap ketiga, tahap intensifikasi-Nya, dari kemerosotan gereja sampai perampungan Yerusalem Baru :

1. Mengintensifkan keselamatan-Nya yang organik:

a. Bagi ministri-Nya dalam tahap Inklusi-Nya, Kristus menjadi Roh pemberi-hayat, Kristus yang pneumatik, untuk melaksanakan keselamatan organik-Nya demi menghasilkan gereja dan membangun Tubuh-Nya untuk merampungkan Yerusalem Baru.

b. Di tengah-tengah ministri Kristus dalam tahap inklusi-Nya, gereja menjadi merosot sehingga menghalangi perampungan ekonomi kekal Allah.

c. Karenanya, Kristus sebagai Roh pemberi-hayat yang satu itu menjadi tujuh Roh Allah - Why. 1:4; 4:5; 5:6; 3:1 :

1) Bukan tujuh Roh individual.

2) Tetapi satu Roh yang diintensifkan tujuh ganda.

3) Untuk mengintensifkan keselamatan organik Kristus tujuh ganda bagi pembangunan Tubuh Kristus untuk merampungkan tujuan kekal Allah - Yerusalem Baru.

2. Menghasilkan para pemenang :

a. Melalui kemerosotan gereja, hampir semua orang beriman dalam Kristus dikalahlian oleh Satan, dosa, dunia, dan daging mereka di dalam manusia lama mereka.

b. Dalam ketujuh surat kiriman-Nya kepada gereja-gereja yang merosot, Kristus memanggil kaum beriman yang kalah untuk menjadi pemenang-pemenang-Nya oleh diri-Nya sendiri sebagai Roh yang diintensifkan tujuh ganda bagi pengalaman mereka terhadap keselamatan organik-Nya dalam intensifikasi tujuh ganda-Nya.

3. Merampungkan Yerusalem Baru :

a. Menurut seluruh wahyu Perjanjian Baru, sasaran satu-satunya dari pekerjaan orang-orang Kristen seharusnya adalah Yerusalem Baru, yaitu sasaran akhir ekonomi kekal Allah.

b. Kemerosotan gereja terutama dikarenakan fakta bahwa hampir semua pekerja Kristen disimpangkan untuk mengambil perkara-perkara selain Yerusalem Baru sebagai tujuan mereka.

c. Karenanya, di bawah kemerosotan gereja, untuk menjadi pemenang yang menjawab panggilan Tuhan, kita perlu menang bukan hanya atas perkara-perkara negatif, tetapi lebih-lebih atas perkara-perkara positif yang menggantikan Yerusalem Baru sebagai sasaran.

d. Sasaran satu-satunya dan yang ultima dari seorang pemenang seharusnya adalah sasaran ekonorni kekal Allah, yaitu Yerusalem Baru.

Doa : 0 Tuhan, kami menundukkan kepala kami untuk menyembah Engkau, karena segala sesuatu tergantung pada rahmat-Mu. Engkau akan merahmati siapa saja yang akan Engkau rahmati. Kami menyembah Engkau karena di dalam pemulihan-Mu, selama lebih dari tujuh puluh tahun, dari dulu sampai sekarang, Engkau tidak pernah menghentikan pembicaraan-Mu. Engkau bahkan telah memberi kami terang yang luar biasa untuk melihat bagaimana Engkau melaksanakan ministri-Mu dalam tiga tahap dalam zaman Perjanjian Baru. Kami menyembah Engkau untuk ketiga tahap-Mu yang mustika ini-tahap Engkau menjadi daging, tahap Engkau menjadi Roh pemberi-hayat, dan tahap Engkau menjadi Roh yang diintensifkan tujuh ganda. Terima kasih kepada-Mu karena Engkau telah menunjukkan kepada kami perkara-perkara khusus yang Engkau lakukan dalam setiap tahap. 0 Tuhan, Engkau sudah begitu sabar menunggu sampai hari ini, sampai kami siap melihat ministri-Mu dalam ketiga tahap ini di alihir zaman ini. 0 Tuhan, berbicaralah dengan jelas sekah lagi kepada kami pagi ini. Selanjutnya, kami berdoa agar Engkau menenangkan hati kami dan membuka roh kami sehingga hati kami murni dan kami miskin di dalam roh untuk bersedia menerima firman-Mu. Kami berdoa agar Engkau beserta dengan kami. Kami juga menuduh musuh-Mu, kami menghakimi dan mengikat dia, serta menghancurkan dia. Amin

MENGENAL KRISTUS SECARA KHUSUS

DALAM EMPAT ASPEK

Mengenai bagaimana menjadi sekerja dan penatua, ada dua butir yang mustika: pertama, mengenal Kristus; kedua, mengalami dan menikmati Kristus dalam ministri-Nya yang penuh dalam ketiga tahap-Nya yang ilahi dan mistikal. Mengenal Kristus itu sangat umum. Kristus itu begitu kaya, dan kekayaan-kekayaan-Nya tidak terduga. Lalu bagaimana kita dapat mengenal Dia? Dalam berita-berita sebelumnya kita telah melihat bahwa ada banyak butir dari segala adanya Kristus, tetapi ada empat di antaranya yang perlu kita. ketahui secara khusus. Pertama, kita perlu secara khusus mengetahui bahwa Ia adalah Allah dan manusia. Lebih dari empat puluh tahun yang lalu, seorang sekerja di antara kita mengatakan bahwa Kristus adalah seorang manusia hanya sampai Ia pergi ke atas salib dan setelah kebangkitan-Nya, Ia bukan lagi seorang manusia, karena Ia telah menanggalkan keinsanian-Nya ketika menempuh kematian. Berkata seperti ini sama sekali salah. Perjanjian Baru memberi tahu kita dengan jelas bahwa setelah kebangkitan-Nya, Kristus dalam kenaikan-Nya ada-lah Anak Manusia yang duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa (Mat. 26:64). Pada saat mati martir, Stefanus melihat Kristus sebagai Anak Manusia duduk di sebelah kanan Allah (Kis. 7:56). Tuhan juga memberi tahu kita secara pribadi bahwa pada saat kedatangan-Nya kembali, Ia adalah Anak Manusia yang datang di atas awan-awan di langit (Mat. 26:64). Selain itu kitab Wahyu memberi tahu bahwa Kristus adalah Anak Manusia sebagai Imam Besar yang merawat kaki dian-kaki dian Allah (Why. 1:13). Kitab Wahyu juga menunjukkan bahwa Ia akan datang kembali untuk menuai panenan-Nya sebagai Anak Manusia yang duduk di atas awan-awan (14:14). Bukan hanya demikian, kitab Injil memberi tahu kita bahwa dalam kekekalan Kristus sebagai tangga adalah Anak Manusia, yang di atas-Nya malaikatmalaikat Allah naik dan turun (L51). Ini menunjukkan bahwa untuk selamanya Kristus masih adalah seorang Anak Manusia. Karena itu menyangkal bahwa Tuhan Yesus adalah Anak Manusia atau mengatakan bahwa Ia adalah Anak Manusia hanya sampai kematian-Nya adalah bidah.

Kedua, kita perlu mengenal secara khusus bahwa Kristus memiliki keilahian dan keinsanian. Kita harus mengenal hal ini agar dapat menafsirkan Perjanjian Baru secara logis. Kitab Ibrani mengatakan bahwa sebagai Imam. Besar, Kristus dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, karena Ia telah dicobai dalam segala hal seperti kita (4:15). Jilia Ia hanya memiliki keilahian tanpa keinsaman, bagaimana Ia dapat dicobai? Siapa yang dapat mencobai Allah? Karena itu, menyangkal bahwa Kristus memiliki keilahian dan keinsanian itu tidak alkitabiah.

Ketiga, kita harus mengenal secara khusus bahwa dalam keinsanian-Nya, Kristus telah merampungkan penebusan yuridis-Nya melalui kematian-Nya. Memang benar bahwa kekristenan mengajar orang-orang bahwa Kristus merampungkan penebusan untuk kita. Tetapi, kebanyakan orang dalam kekristenan tidak dapat mengatakan bahwa Kristus, dalam keinsanian-Nya, merampungkan penebusan yuridisNya melalui kematian-Nya. Dalam pernyataan ini, kata keterangan seperti "dalam keineanian-Nya", "yuridia", dan "melalui kematian-Nya" sangatlah berharga. Ekspresi sedemikian menunjukkan bahwa kita mengenal penebusan Kristus secara mendalam.

Keempat, kita perlu mengenal secara khusus bahwa dalam keilahian-Nya, Kristus melaksanakan keselamatan organik-Nya dalam kebangkitan-Nya. Penebusan yuridis te. lah dirampungkan, sedangkan keselamatan organik sedang dilaksanakan. Kita perlu mengenal Kristus secara khusus dalam keempat butir di atas.

SEPULUH PERKARA BESAR

YANG DIRAMPUNGKAN KRISTUS

DALAM MINISTRI-NYA YANG PENUH DALAM TIGA TAHAP

Sekadar mengenal Kristus tidaklah cukup. Kita masih perlu mengalami dan menikmati Dia agar kita dapat memperoleh Dia. Mengalami, menikmati, dan memperoleh Dia tidaklah mudah. Kita dapat melakukan hal ini hanya dengan berada dalam ministri Kristus yang penuh dalam ketiga tahap-Nya yang ilahi dan mistikal seperti yang dijelaskan dalam tiga bab pertama dalam buku ini. Sebenarnya, perkara-perkara apakah yang dirampungkan oleh Kristus dalam ministri-Nya yang penuh dalam tiga tahap tersebut? Secara sederhana, dalam tahap pertama, tahap inkarnasi-Nya, Ia merampungkan empat perkara besar. Pertama, Ia membawa Allah ke dalam manusia; kedua, Ia menyatukan dan membaurkan Allah dengan manusia; ketiga, Ia mengekspresikan Allah dalam keinsanian-Nya dan memperhidupkan atribut-atribut Allah dalam kehidupan insani-Nya sebagai kebajikan-kebajikan insani-Nya; dan keempat, Ia merampungkan penebusan yuridis-Nya.

Dalam tahap kedua ministri-Nya, tahap inklusi-Nya, Kristus merampungkan tiga perkara besar. Pertama, Ia dilahirkan sebagai Putra sulung Allah; kedua, Ia menjadi Roh pemberi-hayat; dan ketiga, Ia melahirkan kembali kaum beriman bagi Tubuh-Nya. Ketiga perkara ini kelihatannya sederhana, tetapi rinciannya sangat rumit. Ini sama dengan tubuh kita, yang kelihatannya sederhana tetapi sangat rumit ketika dianalisa dan diuji di laboratorium.

Dalam tahap ketiga ministri-Nya, tahap intensiflkasiNya, Kristus merampungkan tiga perkara besar. Pertama, Ia mengintensifkan keselamatan organik-Nya; kedua, Ia menghasilkan para pemenang-Nya; dan ketiga, Ia sedang merampungkan Yerusalem Baru. Jadi, secara ringkas, dalam ketiga tahap dari ministri-Nya yang penuh, Kristus merampungkan sepuluh perkara besar. Perjanjian Baru justru membicarakan sepuluh perkara ini. Inilah bahasa baru yang menyatakan kebudayaan baru dalam pemulihan Tuhan yang tidak pernah dilihat dalam Kekristenan.

C. Dalam Tahap Ketiga, Tahap Intensirikasi-Nya,

dari Kemerosotan Gereja

sampai Perampungan Yerusalern Baru

Sekarang, kita akan melihat tahap ketiga dari ministri Kristus yang penuh, yaitu tahap intensifikasi, dari kemerosotan gereja sampai perampungan Yerusalem Baru. Dalam surat-surat kiriman-Nya, khususnya dalam 2 Timotius, Paulus membicarakan kemerosotan gereja secara menyeluruh. Ia mengatakan bahwa semua mereka yang di daerah Asia Kecil berpaling dari padanya (2 Tim. 1:15). Ini berarti gereja-gereja yang didirikan oleh Paulus di Asia berpaling dari padanya. Orang-orang kudus dalam gereja-gereja tersebut bukan hanya menolak Paulus, tetapi mereka berpaling dari ministri Perjanjian Barunya, dari ajaran rasulrasul yang ia beritakan. Semua yang telah Paulus beritakan kepada mereka, semua yang telah ia gunakan untuk merawat mereka, semua yang telah ia ajarkan kepada mereka, dan semua yang telah ia tunjukkan dengan lengkap, kepada mereka, ditolak oleh mereka. Perkara pertama yang terjadi dalam kemerosotan gereja adalah berpaling dari ajaran rasul. Jika hari ini, dalam pemulihan Tuhan, kita tidak memperhatikan ajaran rasul yang diberitakan oleh saudara Watchman Nee dan saya, gereja dan pemulihan Tuhan akan menjadi merosot. Tetap berada dalam ajaran rasul adalah kasih karunia yang luar biasa besar.

Mengenai kemerosotan gereja, Paulus melanjutkan berkata bahwa Aleksander, tukang tembaga itu, telah banyak berbuat kejahatan terhadapnya (4:14). Aleksander adalah seorang yang cukup intim dengan Paulus, namun dalam kemerosotan gereia, Ia menjadi seorang yang melakukan banyak kejahatan terhadap Paulus dan menentang ajaran rasul.

Dalam 2 Timotius, Paulus juga memerintahkan Timotius untuk menjadi seorang yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu (2:15), yang berarti menyingkapkan berbagai bagian firman Allah secara benar dan lurus tanpa penyimpangan, seperti seorang tukang kayu yang memotong kayu dengan sangat lurus tanpa liku-liku sedikit pun. Hari ini, beberapa penafsir Alkitab membengkokkan perkataan Kitab Suci. Ini juga adalah indikasi dari kemerosotan gereja. Sebagai contoh, Alkitab membicarakan bahwa roh dan jiwa manusia adalah dua bagian yang terpisah (1 Tes. 5:23; Ibr. 4:12), namun beberapa orang membengkokkannya dengan mengatakan bahwa roh dan jiwa itu sama. Contoh yang lain, Alkitab mengatakan bahwa Kristus menjadi Roh dalam kebangkitan-Nya (1 Kor. 15:45b), namun beberapa orang bersikeras mengatakan bahwa Bapa, Putra, dan Roh adalah personapersona yang berbeda dan karenanya Kristus bukanlah Roh itu. Ini bukanlah berterus terang membicarakan perkataan kebenaran.

Paulus juga mengatakan untuk "mengejar ... bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati nurani yang murni" (4:22). Tidak memiliki hati nurani yang murni dan tidak menyeru nama Tuhan juga adalah indikasi kemerosotan gereja.

Akhirnya, Paulus mengatakan, "Tuhan menyertai rohmu. Kasih karuniaNya menyertai kami" (4:22). Jika kita tidak mengalami Tuhan menyertai roh kita dan karenanya kita kehilangan penyertaan kasih karunia, itu adalah tanda kemerosotan gereja. Kita perlu hati-hati mengenai hal ini. Kenikmatan dan pengalaman kita yang tertinggi yaitu bahwa Tuhan menyertai roh kita. Tuhan, yang adalah pencipta langit dan bumi, Tuhan yang berdaulat atas segala sesuatu, menyertai roh kita. Inilah perkara yang luar biasa besar. Tuhan beserta dengan kita bukan dalam pikiran atau dalam angan-angan kita; Ia sebagai Roh itu menyertai roh kita. Ubih dari tiga puluh tahun yang Ialu, saya datang ke Amerika Serikat dengan beban khusus, yaitu berbicara mengenai dua roh, Roh ilahi dan roh insani kita. Pada harihari itu, banyak orang kudus Amerika mengatakan bahwa mereka belum pernah tahu kalau manusia memiliki roh. Syukur kepada Allah, kami telah berjuang selama tiga puluh empat tahun di sini, dan sekarang mulai umum, orang Kristen menyebutkan mengenai roh manusia. Akhir-akhir ini Tuhan juga menunjukkan bahwa rahasia mengalami keselamatan organik Allah terletak pada "Roh itu bersama dengan roh kita" (Rm. 8:16). Hari ini Kristus adalah Roh itu, dan jika kita ingin mengalami dan menikmati Dia, kita harus berada dalam roh kita. Mengingat usiaku, saya dapat bersaksi bahwa tanpa Roh itu menyertai roh kita, saya tidak dapat memikul beban pemulihan Tuhan dan gereja-gereja. Ada yang menasihati saya untuk tidak melakukan terIalu banyak aktivitas, tetapi saya berterima kasih dan memuji Tuhan karena Tuhan sebagai Roh yang menyertai saya itulah yang membuat saya mampu melakukan begitu banyak aktivitas. Begitu saya bangun dari tempat tidur, saya mengatakan, "0 Tuhan, saya bangun dengan Engkau." Pada saat menyentuh lantai, saya mengatakan, "0 Tuhan, saya bukan hanya berjalan oleh-Mu, tetapi saya juga berjalan dengan-Mu. Engkaulah. yang menopang saya ketika saya berjalan." Jika Tuhan bukanlah Roh itu, tetapi jauh di surga, apa hubungan Dia dengan saya? Syukur kepada Tuhan, hari ini Tuhan adalah Roh itu, dan kita dapat menikmati Dia di dalam roh. Inilah berkat yang luar biasa besar. Menikmati Tuhan Roh yang menyertai roh kita berarti memiliki kasih karunia yang menyertai kita. Jika hal ini tidak ada, maka muncullah kemerosotan gereja.

1. Mengintensifkan Keselamatan Organik-Nya

Perkara pertama yang dilakukan Kristus dalam tahap ketiga, yaitu tahap intensiflkasi-Nya, adalah mengintensifkan keselamatan organik-Nya. Keselamatan organik yang dilaksanakan oleh-Nya sebagai Kristus yang pneumatik dalam tahap kedua, yaitu tahap inklusi-Nya, sudah cukup kuat. Tetapi, dalam tahap intensifikasi-Nya, Ia mengintensifkan keselamatan organik-Nya tujuh ganda.

Bagi ministri-Nya dalam tahap Inklusi-Nya, Kristus menjadi Roh pemberi-hayat, Kristus yang pneumatik, untuk melaksanakan keselamatan organik-Nya demi menghasilkan gereja dan membangun Tubuh-Nya untuk merampungkan Yerusalem Baru. Tetapi di tengah-tengah ministri Kristus dalam tahap inklusi-Nya, sebelum Ia mencapai tujuan-Nya, gereja menjadi merosot; kemerosotan sedemikian ini akan menghalangi perampungan ekonomi kekal Allah. Karenanya, Kristus sebagai Roh pemberi-hayat yang satu itu diintensifkan tujuh ganda untuk menjadi tujuh Roh Allah (Why. 1:4; 4:5; 5:6; 3:1).

Kitab Wahyu menyebutkan tujuh Roh Allah. Ketujuh Roh ini bukan tujuh Roh individual, tetapi satu Roh yang diintensifkan tujuh ganda. Inilah interpretasi Firman yang tepat. Kristus telah menjadi tujuh Roh, bukan tujuh Roh yang terpisah, tetapi satu Roh yang diintensifkan tujuh ganda. Inilah penafsiran kita yang mutlak membicarakan perkataan kebenaran dengan terus terang di bawah bimbingan dan wahyu ilahi. Kristus menjadi Roh yang diintensiflian tujuh ganda untuk mengintensifkan keselamatan organik Allah tujuh ganda bagi pembangunan Tubuh Kristus demi merampungkan tujuan kekal Allah, yaitu Yerusalem Baru.

2. Menghasilkan Para Pemenang

Perkara kedua yang dilakukan Kristus dalam tahap ketiga, yaitu tahap intensifkan-Nya, adalah menghasilkan para pemenang. Dengan diri sendiri, kita tidak dapat menjadi pemenang. Para pemenang itu dihasilkan, bukan dikerjakan. Mereka dihasilkan oleh Kristus dalam tahap ketiga, yaitu tahap intensifikasi- Nya.

Melalui kemerosotan gereja, hampir semua orang beriman dalam Kristus dikalahkan oleh Satan, dosa, dunia, dan daging di dalam manusia lama mereka. Karena itu diperlukan adanya pemenang-pemenang. Hari ini sangat sedikit kaum beriman yang tidak dikalahkan dalam manusia lama mereka oleh Satan, dosa, dunia, dan daging mereka. Kebanyakan telah dikalahkan dan telah menjadi kaum beriman yang kalah. Lihatlah keadaan hari ini, begitu banyak orang Kristen, tetapi di manakah para pemenang? Hampir tidak ada. Hari ini, Amerika Serikat sebagai negara Kristen yang paling besar memihb jumlah orang Kristen terbanyak. Tetapi, pada umumnya, menurut isi pembicaraan mereka dan cara berpakaian serta dandanan mereka di tempat kerja, sama sekali tidak bisa dikatakan yang mana yang adalah orang Kristen. Banyak orang kudus memberi tahu saya bahwa di tempat kerja mereka, ketika orang-orang mulai bekerja lagi pada hari Senin (setelah berakhir pekan), isi pembicaraan mereka begitu kotor untuk didengar. Bagaimana mungkin seseorang bisa memberi tahu yang mana yang adalah orang Kristen sejati?

Teologi aliran reformed hari ini mengajarkan bahwa Allah telah menakdirkan kita, dan jika kita percaya, keselamatan-Nya akan rampung di atas diri kita. Karena itu begitu kita diselamatkan, apa pun yang kita lakukan setelahnya, maka semuanya akan baik. Kita telah dipilih oleh Allah dan telah pereaya kepada-Nya. Mulai sekarang dan seterusnya kita dapat diam dalam damai sejahtera tanpa khawatir apa pun, kita dapat pergi berdansa, berjudi, atau melakukan apa saja yang kita sukai. Sampai tingkat tertentu, teologi aliran reformed sesuai dengan Alkitab. Mereka melihat bahwa kita telah dipilih oleh Allah dalam kekekalan yang lampau dan pemiihan serta panggilan Allah selamanya tidak dapat dibatalkan (Rm. 11:28-29). Namun mereka mengabaikan perkara kerajaan, mereka mengira bahwa selama seseorang percaya, segala sesuatunya sudah beres, ia diselamatkan sampai kekal dan akan naik surga setelah meninggal. Karena itulah, setelah diselamatkan, banyak orang menempuh hidup yang mengumbar hawa nafsu mereka.

Karena situasi yang sedemikian kasihan telah berlangsung selama hampir dua ribu tahun, panggilan Tuhan kepada para pemenang dalam kitab Wahyu masih terus berlangsung sampai hari ini. Orang-orang Kristen membaca Alkitab, tetapi mereka sama sekah mengabaikan fakta bahwa dalam kitab terakhir, Alkitab menggunakan dua pasal yang panjang untuk memanggil para pemenang tujuh kali, mengatakan bahwa barangsiapa menang akan mendapat pahala (Why. 2:7, 11, 17, 26-28; 3:5, 12, 21). Kitab Wahyu bahkan memperingatkan bahwa kita kalau kita tidak menang, kita akan menderita kematian yang kedua (2:11). Dicampakkan ke dalam lautan api untuk menderita siksaan kekal adalah kematian yang kedua (20:11-15). Orang yang benar-benar diselamatkan tidak akan menderita kematian yang kedua, mereka tidak akan dilemparkan ke dalam lautan api untuk menderita siksaan kekal. Tetapi, jika kaum beriman dikalahkan pada zaman ini, mereka akan menderita dalam lautan api di zaman yang akan datang. Inilah menderita kematian yang kedua. Dalam bukunya, Injil Allah, saudara Nee menunjukkan dengan jelas bahwa menderita kematian yang kedua adalah menderita dalam lautan api. Tentu saja, keselamatan kita terjamin sampai kelial. Namun, jika kita tidak menang dalam zaman ini, suatu hari kita masih akan menderita dalam lautan api. Inilah wahyu yang jelas dari Firman, namun hal ini diabaikan oleh banyak orang Kristen. Apakah kita juga mengabaikan dan apakah kita juga acuh tak acuh terhadap peringatan Alkitab dan panggilan Tuhan kepada para pemenang?

Akhir-akhir ini saya sering kali bertobat dan berdoa, "Tuhan, saya takut dan gentar mengenai satu hal, yaitu dari dulu sampai sekarang saya masib, bukan seorang pemenang. Tuhan, saya berdoa agar Engkau memberi saya beberapa tahun lagi dan sediakanlah sejangka waktu lagi sehingga saya dapat berlatih untuk menjadi salah satu dari pemenang-Mu." Hari ini, kita tidak berani mengatakan siapa yang adalah pemenang dan siapa yang bukan. Kita hanya dapat menunggu Ia datang kembah, yaitu saat kita berdiri di hadapan takhta pengadilan-Nya dan Ia akan mengadih apakah kita telah menang atau kalah (2 Kor. 5:10; Rm. 14:10). Orang-orang yang menang akan masuk ke dalam kerajaan bersama Dia untuk memerintah sebagai raja, orang-orang yang kalah akan pergi ke kegelapan yang paling gelap untuk dihukum selama seribu tahun (Mat. 25:21, 23, 30). Cepat atau lambat, kita semua harus matang. Jika kita tidak matang di zaman ini, kita akan dimasukkan ke dalam kegelapan di zaman yang akan datang untuk didisiplin sehingga kita dapat menjadi matang. Setelah seribu tahun, semua orang beriman akan menjadi matang untuk menjadi pemenang-pemenang (Why. 2L7), mereka akan layak untuk berbagian dalam Yerusalem Baru. Yerusalem Baru dalam zaman kerajaan hanyalah berskala keeil, hanya tersusun oleh para pemenang di zaman ini. Setelah zaman kerajaan berlalu, setelah sebagian besar orang beriman yang kalah menderita pendisiplinan dalam kegelapan, mereka akan menjadi matang dan akan layak untuk berbagian dalam perampungan Yerusalem Baru. Inilah wahyu yang murni dari Firman kudus.

Dalam ketujuh surat kiriman-Nya kepada gereia-gereja yang merosot, Kristus memanggil kaum beriman yang kalah untuk menjadi pemenang-pemenang-Nya oleh diriNya sendiri sebagai Roh yang diintensifkan tujuh ganda bagi pengalaman mereka terhadap keselamatan organikNya dalam intensifikasi tujuh ganda-Nya. Saya dapat bersaksi bahwa ini adalah realitas. Beberapa tahun belakangan ini, khususnya tiga tahun terakhir ini, saya baru tahu secara mendalam apa itu keselamatan organik Allah. Selain itu, keselamatan organik ini menguatkan saya dari dalam. Dalam keselamatan organik yang diintensifkan tujuh ganda sedemikian inilah kita dapat menjadi pemenang-pemenang dengan Kristus sebagai Roh yang diintensifkan tujuh ganda.

3. Merampunghan Yerusalem Baru

Perkara ketiga yang dilakukan Kristus dalam tahap ketiga, yaitu tahap intensifikasi-Nya, adalah merampungkan Yerusalem Baru. Menurut seluruh wahyu Perjanjian Baru, sasaran satu-satunya dari pekerjaan orang-orang Kristen seharusnya adalah Yerusalem Baru, yaitu sasaran akhir ekonomi kekal Allah. Ada yang memberitakan Injil dengan tujuan untuk memenangkan jiwa-jiwa. Yang lain mendirikan seminari-seminari dengan tujuan mengajarkan teologi.Memang ada juga yang menuntut kerohanian dengan tujuan menempuh kehidupan yang rohani. Dan masih ada lagi yang tujuannya adalah untuk menuntut kekudusan.

Dalam pemulihan Tuhan, apakah tujuan kita? Apakah menjadi orang-orang yang kudus? Hari ini, di antara orangorang Kristen pada umumnya, hampir tidak ada yang memiliki tujuan yang tepat. Mereka menuntut menjadi rohani, menjadi kudus, memberitakan Injil untuk memenanglian jiwa-jiwa, dan mendirikan seminari-seminari untuk mengajarkan teologi dan Alkitab, namun tidak seorang pun dapat mengatakan bahwa mereka melakukan perkaraperkara ini dengan tujuan untuk perampungan Yerusalem Baru. Mereka semua telah kehilangan tujuan yang tepat.

Dalam kemerosotan gereja, di sisi negatif, ada pengrusakan dari Satan, dosa, dunia, dan daging. Di pihak lain, banyak perkara yang positif, yang benar, telah menggantikan tujuan kekal Allah. Allah hanya memiliki satu tujuan akhir, yaitu Yerusalem Baru. Ini adalah perkara yang sangat jelas dan pasti dalam Alkitab. Alkitab yang terdiri atas enam puluh enam kitab dimulai dengan Tada mulanya Allah...." Dalam permulaan Alkitab hanya ada Allah dan tidak ada yang lain. Pada saat itu, Allah hanya dalam aspek satu-Bapa, Putra, dan Roh yang tritunggal. Karenanya, Allah menyebut diri-Nya sebagai "Kita". Dalam Kejadian 1:26, Allah berkata, "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita." Ini menunjukkan bahwa Allah itu tiga - Bapa, Putra, dan Roh - dan karenanya memiliki aspek tiga. Selain itu, tidak ada yang lain lagi. Tetapi, pada akhir Alkitab, kita mencapai Yerusalem Baru. Antara awal dan akhir ada perjalanan sejarah yang panjang dengan banyak zaman, termasuk zaman bapa-bapa leluhur, zaman hukum Taurat bangsa Israel, dan zaman kasih karunia Perjanjian Baru, yang di dalamnya banyak hal telah terjadi dan yang di dalamnya Allah melakukan banyak sekah pekerjaan. Tetapi, tidak peduli ada berapa banyak zaman dan berapa banyak pekerjaan yang Allah lakukan, Ia hanya memiliki satu tujuan. Pada permulaan Alkitab hanya ada satu Allah yang tunggal, dan pada akhirnya, ada Allah yang besar dan korporat - Yerusalem Baru.

Sama seperti pada awalnya, yaitu dimulai dengan Allah, Alkitab juga diakhiri dengan Allah. Pada awalnya, Ia adalah Allah yang sederhana, Allah yang tritunggal; pada akhirnya, muncullah satu kota, dan kota itu adalah Allah yang korporat. Yerusalem Baru adalah perluasan dan perbesaran Allah, ekspresi Allah dalam kekekalan, yang adalah Allah yang korporat. Orang-orang yang berbagian dalam Yerusalem Baru, semuanya adalah anak-anak Allah, jenis Allah, spesies Allah. Hari ini, total keturunan saya hanya kira-kira empat puluh. Tetapi anak-anak Allah tidak terhitung. Bayangkan, berapa banyak yang ada dalam Yerusalem Baru! Mereka semua adalah allah-allah. Mereka semua termasuk spesies Allah. Jadi, Yerusalem Baru adalah Allah yang korporat.

Walaupun Firman kudus mengandung wahyu yang demikian jelas, namun kebanyakan pembaca Alkitab mengabaikan Yerusalem Baru. Ada yang mengatakan bahwa Yerusalem Baru adalah "surga", tempat tujuan orang-orang Kristen setelah mereka meninggal dan di sana ada jalan emas, pintu gerbang mutiara, serta dinding dari batu Yaspis. Yang lain lagi mengatakan, karena kitab Wahyu adalah kitab yang misterius, tidak seorang pun yang dapat mengerti apakah Yerusalem Baru itu, karena itu kita tidak perlu menaruh perhatian padanya. Mereka merasa karena Anda bukan seorang ahli teologi, Anda tidak perlu mempelajarinya. Hari ini kebanyakan orang Kristen mengabaikan Yerusalem Baru, pohon kehidupan, dan sungai air kehidupan. Malahan mereka mengambil perkara-perkara baik yang lain untuk menggantikan Yerusalem Baru. Tetapi pemulihan Tuhan tidak seperti itu. Hari ini, kita mendirikan gereja-gereja, mendidik orang-orang kudus, mempraktekkan kelompok vital, dan mengunjungi orang-orang dengan mengetuk pintu, tetapi sasaran dan tujuan kita adalah untuk perampungan Yerusalem Baru.

Kemerosotan gereja terutama dikarenakan fakta bahwa hampir semua pekerja Kristen disimpanglian untuk mengambil perkara-perkara selain Yerusalem Baru sebagai tujuan mereka. Karenanya, di bawah kemerosotan gereja, untuk menjadi pemenang yang menjawab panggilan Tuhan, kita perlu menang bukan hanya atas perkara-perkara negatif, tetapi lebih-lebih atas perkara-perkara positif yang menggantikan Yerusalem Baru sebagai sasaran. Kita tidak ingin jenis pemberitaan Injil yang sekadar untuk memenangkan jiwa. Tujuan pemberitam Injil kita haruslah Yerusalem Baru.

Itulah sebabnya saya mengatakan agar Anda tidak tergantung pada kampanye Injil besar-besaran. Ini bukan jalan Tuhan. Dalam penciptaan, dalam sifat, penetapan Allah untuk pelipatgandaan manusia bukan dengan jalan melahirkan beberapa ratus dalam satu. persalinan atau melahirkan dua belas kali dalam satu tahun, tetapi satu kelahiran dengan masa kandungan selama sembilan bulan dan pada umumnya melahirkan satu dalam setiap, persalinan. Inilah hukum yang ditetapkan oleh Allah. Kejadian pasal 1 mengatakan bahwa Allah menciptakan manusia, memberkati manusia, dan memberi tahu manusia untuk beranak cucu, berkembang biak, dan memenuhi bumi (ay. 28). Tetapi cara Allah adalah melakukannya dengan perlahan-lahan, yaitu melalui melahirkan satu dalam setiap, persalinan, satu kali mengandung dalam setiap tahun dan setiap kehamilan diperlukan waktu. sembilan bulan sebelum dilahirkan. Dengan demikian, setelah enam ribu tahun, bumi dipenuhi dengan umat manusia. Karena itu kita perlu memberitakan Injil menurut prinsip yang ditetapkan Allah. Jangan tergantung pada pemberitam Injil dalam sidangsidang besar karena hal itu. tidak efektif. Kita telah mempelajarinya. Mungkin ada yang mengatakan, "Saudara Lee, lebih dari empat puluh tahun yang lalu, bukankah Anda mengadakan sidang-sidang besar untuk memberitakan Injil." Ya, tetapi saya telah mempersiapkan orang-orang untuk melanjutkannya (follow-up). Setelah sidang-sidang Injil besar, saya memberikan semua daftar nama tersebut kepada saudara saudari agar dikunjungi seorang demi seorang. Karena itu kita tidak seharusnya mengadakan sidang-sidang besar lagi, kita perlu mempraktekkan kelompok vital dan pergi mengunjungi orang, seorang demi seorang, melalui mengetu.k pintu rumah mereka. Seandainya gereja Anda hanya memiliki dua ratus lima puluh orang dan semuanya mempraktekkan kelompok vital, maka melalui seorang melahirkan seorang, tahun depan Anda akan mempunyai lima ratus orang. Seandainya pemuhhan Tuhan memiliki dua ratus lima puluh ribu anggota di seluruh bumi dan semua mempraktekkan kelompok vital, maka setelah satu tahun, akan ada lima ratus ribu dan di tahun berikutnya akan ada satu milyar. Kelihatannya pelan, tetapi sesungguhnya sangat cepat. Cara yang tepat adalah mempraktekkan kelompok vital. Tidak perlu mendirikan seminari- seminari atau mengadakan sidang-sidang besar.

Untuk menjadi seorang pemenang, kita harus mengambil sasaran ekonomi kekal Allah, Yerusalem Baru, sebagai sasaran kita satu-satunya dan yang ultima. Kita semua perlu mengingat sasaran ini. Sasaran kita bukanlah membantu orang untuk menjacti rohani atau kudus. Sebalilmya, kita memimpin orang-orang ke arah Yerusalem Baru untuk merampungkan Yerusalem Baru. Bagaimana kita melakukan hal ini? Adalah dengan minum Roh dan makan Kristus agar kita menerima suplai-Nya yang kaya dan segar. Jadi kita mendandani dan merampungkan Yerusalem Baru dengan Allah Bapa sebagai dasar emasnya, Allah Putra sebagai pintu gerbang mutiaranya, dan Allah Roh sebagai dinding dari batu-batu berharga. Ini tidak tergantung pada kehendak Anda, juga bukan dengan penggunaan cara Anda, atau dengan Anda sebagai elemen dan esens. Sebaliknya, hal ini adalah dengan Allah sebagai esens, Kristus sebagai elemen, dan Roh itu sebagai jalan. Kita perlu setiap hari minum Allah yang mengalir, Roh itu sebagai sungai air hayat kita, dan kita perlu makan Singa-Anak Domba yang menang sebagai pohon hayat untuk menjadi suplai kita yang kaya dan segar, kita juga perlu menerima Allah Tritunggal sebagai esens, elemen, dan cara, untuk membangun dan merampungkan Yerusalem Baru. Inilah perampungan ministri Kristus yang penuh.