← Daftar isi Bagaimana Menjadi Sekerja dan Penatua · bab 2/6

BAGAIMANA MENJADI SEKERJA DAN PENATUA (2)

GARIS BESAR

II. Mengalami dan menikmati Kristus (mendapatkan Kristus - Flp. 3:8) dalam ministri-Nya yang penuh dalam ketiga tahap-Nya yang ilahi dan mistikal :

B. Dalam tahap kedua, tahap inklusi-Nya, dari kebangkitan-Nya sampai kemerosotan gereja :

1. Dilahirkan sebagai Putra Sulung Allah :

a. Dari kekekalan yang lampau tanpa permulaan, Kristus adalah Putra tunggal Allah :

1) Hanya memiliki keilahian, tanpa keinsanian.

2) Belum menempuh kematian masuk ke dalam kebangkitan.

b. Dalam inkarnasi, Putra tunggal Allah menjadi daging untuk menjadi seorang Manusia-Allah, seorang manusia yang memiliki sifat ilahi dan sifat insani.

c. Melalui kematian dan kebangkitan, Kristus di dalam daging sebagai benih Daud ditetapkan menjadi Putra sulung Allah :

1) Dalam kematian, keinsanian-Nya disalibkan.

2) Dalam kebangkitan, keinsanian-Nya yang disalibkan itu dihidupkan oleh Roh keilahian-Nya dan ditinggikan ke dalam keputraan dari Putra tunggal Allah.

3) Karenanya, Ia dilahirkan oleh Allah dalam kebangkitan-Nya untuk menjadi Putra sulung Allah.

2. Menjadi Roh pemberi-hayat :

a. Satu Korintus 15:45b mengatakan, "Adam yang akhir (Kristus di dalam daging) menjadi Roh pemberi-hayat (Roh yang menghidupkan - LAI)."

b. Roh pemberi-hayat ini "belum ada (belum datang - LAI)" sebelum kebangkitan Kristus-pemuliaan Kristus - Yoh. 7:39.

c. Kristus, Putra Allah, sebagai Yang Kedua dari Trinitas Ilahi, setelah menggenapkan ministri-Nya di bumi, menjadi (ditransfigurasi menjadi) Roh pemberi-hayat dalam kebangkitan- Nya :

1) Roh pemberi-hayat ini dilambangkan oleh air yang mengalir keluar dari rusuk Yesus yang tertikam di atas salib - Yoh. 19:34.

2) Untuk melepaskan hayat ilahi yang telah terkurung dalam selongsong keinsanian Kristus dan untuk mendispensikannya ke dalam kaum beriman-Nya, membuat mereka menjadi banyak anggota yang menyusun Tubuh-Nya - Yoh. 12:24

d. Roh pemberi-hayat yang adalah Kristus yang pneumatik juga disebut :

1) Roh hayat - Rm. 8:2.

2) Roh Yesus - Kis. 16:7.

3) Roh Kristus - Rm. 8:9.

4) Roh Yesus Kristus - Flp. 1:19.

5) Tuhan Roh - 2 Kor. 3:18.

3. Melahirkan kembah kaum beriman bagi Tubuh-Nya - 1 Ptr. 1:3 :

a. Kristus yang pneumatik menjadi Putra sulung Allah dan Roh pemberi-hayat untuk melahirkan kembali kaum beriman, meniadikan mereka putra-putra Allah yang dilahirkan dari Allah bersama-sama Dia dalam satu persalinan besar secara universal :

1) Untuk komposisi rumah Allah, bahkan keluarga Allah.

2) Untuk penyusunan Tubuh Kristus hingga menjadi kepenuhan-Nya, ekspresi dan perluasan-Nya, untuk merampungkan ekspresi kekal dan perluasan dari Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung :

a) Semua orang beriman Kristus dalam satu Roh ini telah dibaptis ke dalam satu Tubuh Kristus - 1 Kor. 12:13a.

b) Semua orang beriman yang dibaptis dalam satu Roh ini diberi minum dari Roh ini - 1 Kor. 12:13b.

b. Dalam kebangkitan, Kristus memberikan diri-Nya tanpa batas sebagai Roh pemberihayat yang almuhit melalui Ia membicarakan firman Allah - Yoh. 3:34.

c. Semua kaum beriman dalam Kristus terbangun menjadi tempat tinggal Allah di dalam roh mereka yang dihuni oleh Dia sebagai Roh itu - Ef 2:22 :

1) Melalui pengudusan watak - Rm. 15:16.

2) Melalui pembaruan - Tit. 3:5.

3) Melalui transformasi - 2 Kor. 3:18.

4) Melalui penyerupaan - Rm. 8:29.

Doa : O Tuhan, terima kasih kepada-Mu karena Engkau adalah Tuhan yang berbicara dan yang memberi kami Roh, bahkan Roh yang tidak terbatas. Kami percaya bahwa Engkau akan berbicara di sini malam ini dan akan memberi kami Roh yang tidak terbatas. Kami tidak fasih berbicara, kami tidak dapat berbicara, dan kami tidak tahu bagaimana menerima. Firman-Mu telah disampaikan tetapi kami tidak mendapatkannya, Roh-Mu telah dicurahkan di sini tetapi kami tidak dapat menerima. Kami benar-benar sangat kasihan. Namun rahmat-Mu begitu kaya dan kasih karunia-Mu begitu berhmpah. Kami menengadah kepada-Mu untuk rahmat-Mu yang kaya dan kasih karunia-Mu yang berhmpah. Di luar itu, kami tidak ada jalan. 0 Tuhan, kami adalah sekelompok orang kasihan yang berkumpul di depan kaki-Mu untuk menunggu rahmat-Mu. Amin.

Dalam berita sebelumnya kita melihat bahwa sebagai sekerja dan penatua, pertama-tama kita harus mengenal Kristus dalam empat butir khusus. Kemudian, setelah mengenal Dia, kita harus mengalami dan menikmati Dia sehingga kita dapat memperoleh Dia. Tetapi bagaimana kita bisa mengalami, menikmati, dan memperoleh Dia. Kita bisa mengalami, menikmati, dan memperoleh Dia (F1p. 18) berdasarkan ministri-Nya yang penuh dalam ketiga tahap-Nya yang ilahi dan mistikal, yaitu berdasarkan semua yang telah Ia kerjakan dan yang sedang dikerjakan dalam ketiga tahap tersebut.

B. Dalam Tahap Kedua, Tahap Inklusi-Nya,

dari Kebangkitan-Nya sampai Kemerosotan Gereja

Tahap pertama dan ministri Kristus yang penuh adalah tahap inkarnasi-Nya, dari kelahiran-Nya, kehidupan insaniNya sampai kematian-Nya. Tahap kedua adalah tahap inklusi-Nya, dari kebangkitan-Nya sampai kemerosotan gereja. Kita perlu melihat mengapa kita menyebut tahap ini sebagai tahap inklusi. Dalam tahap-Nya yang pertama, Ia hanya memiliki dua elemen-keilahian dan keinsanian. Ini sedikit lebih rumit daripada apa yang Dia miliki sebelum inkarnasi-Nya. Sebelum inkarnasi-Nya, dalam kekekalan yang lampau, Ia hanya memiliki satu elemen-keilahian. Saat inkarnasi-Nya, Ia mengenakan sifat insani, selain keilahian-Nya Ia memiliki keinsanian; karenanya, Ia memiliki dua sifat. Setelah kematian dan kebangkitan-Nya, ada lebih banyak elemen ditambahkan kepada-Nya dalam kebangkitan-Nya. Dalam kebangkitan-Nya, Adam. yang akhir, Kristus dalam tahap inkarnasi-Nya, menjadi Roh pemberihayat. "Menjadi" ini membuat Dia menjadi Kristus yang inklusi, di dalam Dia tercakup elemen ilahi dan elemen insani, di dalam Dia tercakup elemen kematian-Nya dan khasiat kematian-Nya, di dalam Dia tercakup elemen kebangkitan-Nya dan kuat kuasa kebangkitan-Nya. Karenanya, dalam Perjanjian Lama ada lambang minyak urapan kudus (Kel. 30:22-25). Minyak urapan yang kudus ini bukan hanya minyak, yang hanya mengandung satu unsur, melainkan minyak urapan yang merupakan campuran dari banyak unsur. Minyak urapan kudus ini melambangkan Roh yang majemuk, pemberi-hayat, yaitu Kristus yang menjadi Roh majemuk, Roh pemberi-hayat, dalam. tahap inklusi-Nya.

Terang ini tersembunyi dari kita sampai tahun 1954 ketika saya melihatnya dengan jelas melalui The Spirit of Christ, buku yang ditulis oleh Andrew Murray. Dalam bab lima dari buku tersebut, Andrew Murray menunjukkan bahwa hari ini, di dalam Roh Yesus yang dimuliakan, bukan hanya ada sifat insani-Nya tetapi juga ada kematian-Nya dan khasiat kematian-Nya, serta kebangkitan-Nya dan kuat kuasa kebangkitan-Nya. Dalam tahun 1954, di Hongkong, saya menyampaikan berita yang mengatakan bahwa di dalam Roh Yesus yang dimuliakan ada elemen ilahi, elemen insani, elemen kematian-Nya beserta khasiat kematianNya, dan elemen kebangkitan-Nya beserta kuat kuasa kebangkitan-Nya. Semua elemen ini dapat diumpamakan dengan unsur-unsur dalam satu dosis yang mengandung elemen pembunuh kuman seperti khasiat kematian dan elemen yang menyuplai hayat seperti kuat kuasa kebangkitan. Elemen yang terkandung dalam Roh Kristus itu limpah dan almuhit.

Dalam tahap inklusi-Nya, Kristus merampungkan tiga perkara besar. Pertama, Ia dilahirkan sebagai Putra sulung Allah; kedua, Ia menjadi Roh pemberi-hayat; dan ketiga, Ia melahirkan kembah kaum beriman-Nya bagi Tubuh-Nya. Kelihatannya, perkara-perkara besar ini cukup sederhana, tetapi sesungguhnya semua itu sangat rumit.

1. Dilahirkan sebagai Putra Sulung Allah

a. Dari Kekekalan yang Lampau Tanpa Permulaan,

Kristus adalah Putra Tunggal Allah

Dari kekekalan yang lampau tanpa permulaan, Kristus adalah Putra tunggal Allah. Sebagai Putra tunggal Allah yang sedemikian, Ia hanya memiliki keilahian tanpa keinsanian, karena Ia belum menjadi daging untuk menempuh kematian dan masuk ke dalam kebangkitan. Dalam Injil Yohanes, Tuhan Yesus berkata, "Akulah kebangkitan dan hidup (hayat)" (11:25). Dalam kekekalan lampau, Ia memang sudah adalah kebangkitan sama seperti Ia adalah hayat, tetapi Ia belum masuk ke dalam pengalaman kebangkitan. Sebagai contoh, Anda adalah seorang profesor, namun masih kekurangan pengalaman menjadi seorang profesor. Tuhan adalah kebangkitan, dan Ia memang adalah kebangkitan sejak kekekalan yang lampau karena Ia adalah Allah yang adalah kebangkitan. Dibangkitlian berarti menang dan melampaui kematian, yaitu masuk ke dalam dan keluar dari kematian. Sebagai Putra tunggal Allah, Kristus adalah kebangkitan dari kekekalan, tetapi Ia belum memiliki pengalaman kebangkitan. Baru setelah Ia merampungkan ministri-Nya dalam daging melalui kematian-Nya, Ia masuk ke dalam kebangkitan.

b. Dalam Inkarnasi, Putra Tunggal Allah

Menjadi Daging untuk Menjadi Seorang

Manusia-Allah, Seorang Manusia yang memiliki

Sifat Ilahi dan Sifat Insani

Dalam inkarnasi-Nya, Putra tunggal Allah menjadi daging untuk menjadi seorang Manusia-Allah, seorang manusia yang memiliki sifat ilahi dan sifat insani.

c. Melalui Kematian dan Kebangkitan,

Kristus di dalam Daging Sebagai Benih Daud

Ditetapkan Menjadi Putra Sulung Allah :

Roma 1:3-4 memberi tahu kita bahwa melalui kematian dan kebangkitan-Nya, Kristus di dalam daging sebagai benih Daud ditetapkan menjadi Putra sulung Allah. Sebelum inkarnasi-Nya, Kristus, sang Ilahi, memang sudah adalah Putra tunggal Allah (Yoh. 1:18; Rm. 8:3). Melalui inkarnasi, Ia mengenakan satu elemen, daging insan, yang tidak ada hubungannya dengan keilahian; bagian ini perlu dikuduskan dan ditinggikan dengan melewati kematian dan kebangkitan. Melalui kebangkitan, sifat insani-Nya dikuduskan, ditinggikan, dan ditransformasi. Karenanya melalui kebangkitan, Ia ditetaplian menjadi Putra Allah beserta keinsanian-Nya (Kis. 13:33; Ibr. 1:5). Kebangkitan-Nya adalah penetapan-Nya. Dalam sidang latihan musim dingin yang akan datang, kita alian mengadakan pengkajian kristalisasi kitab Roma untuk melihat sesuatu yang lebih dalam mengenai sifat insani dan sifat ilahi Kristus serta bagaimana Ia ditetapkan menjadi Putra sulung Allah.

1) Dalam Kematian, Keinsanian-Nya Disalibkan

Dalam kematian-Nya, keinsanian Kristus disalibkan. Ketika Kristus disalibkan di atas salib, keinsanian-Nya disalibkan di sana. Satu Petrus 3:18 mengatakan, "Ia, yang telah dibunuh dalam keadaan-Nya sebagai manusia (dalam daging - Tl.), tetapi yang telah dibangkitkan menurut Roh (dihidupkan di dalamRoh - Tl)." Di sini, kita dapat melihat bahwa ketika Ia mati, daging-Nyalah yang disalibkan. Keilahian-Nya tidak disalibkan, sebaliknya keilahian-Nya menjadi sangat aktif. Tidaklah mudah bagi pembaca Alkitab untuk melihat bahwa ketika Kristus di atas salib, ketika daging-Nya ditaruh di dalam kematian, keilahian-Nya bekerja secara aktif.

2) Dalam Kebangkitan, Keinsanian-Nya yang Disalibkan Itu

Dihidupkan oleh Roh Keilahian-Nya dan Ditinggikan

ke dalam Keputraan dari Putra Tunggal Allah

Lalu, dalam kebangkitan Kristus, keinsanian-Nya yang disalibkan itu dihiduplian oleh Roh keilahian-Nya dan ditinggikan ke dalam keputraan dari Putra tunggal Allah. Sebagai contoh, sebutir biji gandum jatuh ke dalam tanah dan mati. Kematian itu menyebabkan kuht gandum hancur dan rusak, namun pada saat yang sama hayat di dalam gandum itu dijadikan aktif. Selongsong luarnya rusak dan mati, tetapi hayat di dalamnya diaktifkan dan mulai bertunas serta bertumbuh. Penunasan ini, pertumbuhan ini, adalah kebangkitan. Dalam Hymns nomor #482, dua baris pertama dari stanza satu mengatakan, "Aku disalibkan bersama Kristus, /dan salib telah membebaskanku"; kemudian dua baris pertama dari stanza tiga mengatakan, "Inilah rahasia alam yang tersembunyi, /tuaian tumbuh dari biji yang dikubur." Ketika sebutir gandum dikubur dalam tanah, biji itu, mati atau hidup? Jika biji gandum itu sekadar mati, tidak ada seorang petani pun yang akan menabur benih. Setiap orang yang menabur tahu bahwa meskipun benih itu mati sebagai satu biji saja ketika ditabur, ia akan menghasilkan tiga puluh biji, enam puluh biji, dan bahkan seratus biji.

Yohanes 12:24 mengatakan, "Sesungguhnya jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah." Berbuah banyak berarti dihidupkan dan hal ini terjadi pada saat mati. Di satu pihak, biji gandum itu mati, tetapi di pihak lain, ia dijadikan hidup. Hal ini pun terjadi pada Kristus ketika Ia berada di atas salib. Meskipun keinsanian-Nya, daging-Nya, sebagai selongsong luarnya, disalibkan di atas salib, Roh itu sebagai esens keilahian-Nya diaktifkan secara luar biasa sehingga keinsanian-Nya yang disalibkan itu dapat dihidupkan dalam kebangkitan. Bukan hanya demikian, ketika keinsanian-Nya dihidupkan, keinsanian-Nya ditinggikan ke dalam keputraan dari Putra tunggal Allah. Dengan kata lain, begitu Ia dibangkitkan, keinsanian-Nya ditinggikan ke dalam keputraan ilahi. Dengan demikian Ia diperanakkan menjadi Putra sulung Allah.

3) Karenanya Ia Diperanakhan oleh Allah

dalam Kebangkitan-Nya Menjadi Putra Sulung Allah

Putra tunggal berbeda dengan putra sulung. "Putra tunggal" berarti hanya ada satu putra, sedangkan "putra sulung" berarti paling sedikit ada dua putra. Orang-orang yang dilahirkan bersama Kristus dalam kebangkitan-Nya bukan hanya dua, tetapi berjuta-juta. Efesus 2:5 mengatakan bahwa Allah "telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus," dan ayat 6 mengatakan bahwa Ia "telah membangkitkan kita juga ... bersama-sama dengan Dia". Kita dihidupkan melalui dijadikan hidup bersama-sama dengan Kristus dan kemudian kita dibangkitkan bersama-sama dengan Dia. Ketika Ia mati di atas salib, kita juga mati bersama Dia di sana. Ketika Ia sedang mati di atas salib, Roh hayat-Nya menjadikan Dia hidup dan juga menjadikan kita hidup. Jadi, kita dihidupkan bersama Dia dan dibangkitkan bersama Dia. Kebangkitan-Nya adalah kelahiran-Nya. Dalam kebangkitan-Nya itu, Ia diperanakkan menjadi Putra sulung Allah (Kis. 13:33). Kebangkitan kita juga adalah kelahiran kita, pada saat itu kita dilahirkan menjadi putra-putra Allah (1 Ptr. L3). Ia adalah Putra sulung Allah, kita adalah putra-putra Allah (Rm. 8:29).

2. Menjadi Roh Pemberi-Hayat

Perkara besar kedua yang dirampunglian oleh Kristus dalam tahap inklusi-Nya adalah Ia menjadi Roh pemberihayat (1 Kor. 15:45b). Dalam kebangkitan-Nya, Ia bukan hanya diperanakkan menjadi Putra sulung Allah, tetapi sebagai Adam yang akhir di dalam daging, Ia juga menjadi Roh pemberi-hayat. Kristus sebagai Adam yang akhir berarti setelah Dia tidak ada lagi Adam. Di dalam Kristus, Adam telah tamat. Dalam kebangkitan, Kristus, sebagai Adam yang akhir di dalam daging, menjadi Roh pemberi-hayat.

a. Adam yang Akhir (Kristus di dalam Daging)

Menjadi Roh Pemberi-Hayat

Satu Korintus 15:45b mengatakan, "Adam yang akhir (Kristus di dalam daging) menjadi Roh pemberi-hayat (Roh yang menghidupkan - LAI)." Pertama-tama, dalam inkarnasi-Nya, Kristus menjadi daging untuk merampungkan penebusan. Kemudian, dalam kebangkitan-Nya, Kristus, Adam yang akhir, menjadi Roh pemberi-hayat untuk mendispensikan hayat.

b. Roh Pemberi-Hayat ini "Belum Ada"

Sebelum Kebangkitan Kristus - Pemuliaan Kristus

Yohanes 7:39 mengatakan, "...Roh itu belum ada (belum datang - LAI), karena Yesus belum dimuhakan." Waktu muda, ketika saya membaca bagian Firman ini, saya heran mengapa "Roh itu belum ada". Bukankah dari dulu sudah ada Roh Allah? Bukankah Kejadian 1:2 mengatakan bahwa Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air? Kemuthan dalam Perjanjian Lama, dalam hubungan Allah dengan manusia disebutkan Roh Yehova (Hak. 6:34; Yes. 61:1). Pada awal Perjanjian Baru, dalam pengandungan Tuhan Yesus, datanglah Roh Kudus (Mat. 1:18, 20). Roh Kudus dalam bahasa Yunani juga adalah "sang Roh, sang Kudus". Kata kudus di sini menunjukkan bahwa Roh itu dapat membuat orang-orang biasa menjadi kudus. Karenanya, Maria, seorang anak dara yang biasa, melahirkan putra yang bernama Yesus yang disebut kudus (Luk. 1:35). Jadi, berdasarkan kitab Suci dan juga fakta-fakta, bukankah Roh Kudus sudah ada di sana? Mengapa Yohanes 7 mengatakan bahwa Roh itu belum ada karena Yesus belum, dimuliakan, yaitu belum dibangkitkan?

Setelah mempelajari selama bertahun-tahun, saya menjadi jelas bahwa sesungguhnya Yesus dimuliakan ketika Ia dibangkitkan (Luk. 24:26). Sebelum Ia dibangkitkan, yaitu sebelum Ia dimuliakan, Roh Allah bukanlah Roh pemberi-hayat. Sebelum kebangkitan Kristus, Roh Allah dapat melayang- layang di atas permukaan air, dapat berkontak dengan manusia, dan dapat menguduskan orang, tetapi Ia tidak dapat membagikan hayat ke dalam orang-orang karena Ia belum menjadi Roh pemberi-hayat. Sebutan Roh hayat tidak ada sampai Roma 8:2. Karena itu, sebelum kebangkitan Kristus, Roh itu belum ada berarti belum ada Roh pemberi-hayat.

c. Kristus Ditransfigurasi

Menjadi Roh Pemberi-Hayat dalam Kebangkitan-Nya

Kristus, Putra Allah, sebagai Yang Kedua dari Trinitas Ilahi, setelah menggenapkan ministri-Nya di bumi, menjadi (ditransfigurasi menjadi) Roh pemberi-hayat dalam kebangkitan-Nya. Dalam tahap sebelumnya, Kristus adalah seorang manusia di dalam daging, tetapi setelah Ia masuk ke dalam kebangkitan, Ia ditransfigurasi menjadi Roh pemberi-hayat.

Roh pemberi-hayat ini dilambangkan oleh air yang mengalir keluar dari rusuk Yesus yang tertikam di atas salib (Yoh.19:34). Keempat kitab Injil, semuanya memberikan catatan mengenai kematian Tuhan Yesus, tetapi hanya Yohanes yang memberi tahu kita bahwa darah dan air mengalir keluar dari rusuk-Nya yang tertikam. Darah melambangkan penebusan dan air melambangkan pembagian hayat. Kristus sebagai Roh pemberi-hayat dilambangkan oleh air.

Selain itu, melalui kematian-Nya di atas salib, Kristus melepaskan hayat ilahi yang telah terkurung dalam selongsong keinsanian-Nya dan mendispensikannya ke dalam kaum berimanNya untuk membuat mereka menjadi banyak anggota yang menyusun Tubuh-Nya (Yoh. 12:24). Ketika Kristus berada di dalam daging, hayat ilahi-Nya tertahan dan terkurung dalam selongsong daging-Nya. Ini dapat diflustrasikan dengan sebutir biji gandum. Jika biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, hayat di dalam biji itu terkurung dalam selongsongnya. Tetapi ketika biji tersebut ditaburkan ke dalam tanah dan mati, selongsong biji itu hancur dan hayat di dalamnya dibebaskan.

d. Roh Pemberi-Hayat ini

adalah Kristus yangPneumatik

Roh pemberi-hayat, yang adalah Kristus yang pneumatik, juga disebut Roh hayat (Rm. 8:2), Roh Yesus (Kis. 16:7), Roh Kristus (Rm. 8:9), Roh Yesus Kristus (Flp. 1:19), dan Tuhan Roh (2 Kor. 3:18).

Di sini kita sedang membicarakan "Kristus yang pneumatik", bukan "Kristus yang rohani". "Kristus yang pneumatik" berarti Kristus adalah Roh. Ketika untuk kali pertama saya datang ke Amerika Serikat, saya mulai berbicara mengenai Kristus sebagai Roh. Hal itu membangkitkan penentangan yang luar biasa dari beberapa orang yang ada dalam kekristenan, dan mereka menyebut saya pengkhotbah bidah. Tetapi, sampai hari ini, saya masih berbicara mengenai hal ini; semakin saya berbicara, saya semakin harus berbicara. Karena itu mereka tidak lagi mengatakan bahwa saya sedang mengajarkan bidah, karena ini adalah kebenaran penting dalam Alkitab yang tidak dapat disangkal oleh seorang pun.

Hari ini kebenaran mengenai Kristus yang pneumatik telah tersebar ke banyak negara dalam dunia, bukti yang paling kuat adalah Rusia. Saudara- saudara dari Rusia memberi tahu saya bahwa pada hari Tuhan yang lalu, mereka mengadakan sidang bergabung di Moskow yang dihadiri oleh lebih dari tujuh ratus orang. Dalam perhimpunan tersebut, saudara-saudara berkebangsaan Amerika atau Cina sengaja diatur agar mereka tidak melakukan atau mengatakan apa pun. Dari permulaan sampai akhir, orangorang kudus Rusialah yang melayani dalam seluruh sidang tersebut, baik dalam perkara besar maupun keeil. Setelah pemulihan Tuhan menyebar ke Rusia pada tahun 1991, hanya dalam beberapa tahun, orang-orang kudus di Rusia telah bertumbuh dalam hayat dan kebenaran. Setelah sidang itu, seorang saudara mengatakan, "Mereka benarbenar seperti semua orang dalam. pemulihan Tuhan." Ini benar-benar adalah pekerjaan Tuhan.

Kristus yang pneumatik yang adalah Roh hayat, Roh Yesus, Roh Kristus, Roh Yesus Kristus, dan Tuhan Roh, menyuplai keperluan kita dengan segala cara sehingga kita secara bertahap dapat bertumbuh dalam hayat dan sifatNya sampai mencapai kematangan.

3. Melahirhan Kembali Kaum Beriman

Bagi Tubuh-Nya

Perkara besar ketiga yang dirampunglian Kristus dalam. tahap inklusi-Nya adalah Ia melahirkan kembali kaum beriman bagi Tubuh-Nya (1 Ptr. 1:3).

a. Melahirkan Kembali Kaum Beriman,

Menjadikan Mereka Putra-putra Allah

Tujuan Kristus diperanakkan menjadi Putra sulung Allah dan Roh pemberi-hayat adalah untuk melahirkan kembali kaum beriman sehingga mereka dapat menjadi putra-putra Allah yang dilahirkan dari Allah bersama-sama Dia dalam satu persalinan besar secara universal. Karena itu kelahiran Kristus dalam kebangkitan sesungguhnya adalah satu persalinan besar, satu persalinan yang melahirkan berjuta-juta putra Allah. Yang pertama adalah Putra sulung, dan berikutnya adalah putra-putra, semua kaum beriman adalah milik Kristus. Ini adalah untuk komposisi rumah Allah, bahkan keluarga Allah. Ini juga adalah untuk penyusunan Tubuh Kristus hingga menjadi kepenuhanNya, ekspresi dan perluasan-Nya, untuk merampunglian ekspresi kekal dan perluasan dari Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung.

Mengenai penyusunan Tubuh Kristus, 1 Korintus 12:13 mengatakan bahwa dalam satu Roh kita semua, orang beriman Kristus, telah dibaptis ke dalam satu Tubuh Kristus. Rob. yang satu ini adalah Kristus sendiri. Dalam Dia sebagai Roh yang satu itu, kita semua telah dibaptis ke dalam satu Tubuh. Pada saat yang sama, semua kaum beriman yang dibaptis dalam Roh yang satu itu telah diberi minum oleh Roh itu.

Dibaptis adalah masuk ke dalam Roh yang satu itu, sedanglian minum adalah menerima Roh yang satu itu ke dalam. kita. Orang-orang yang tinggal di daerah hilir sungai Yangtze di Cina memiliki kebiasaan untuk pergi minum, teh di kedai teh pada pagi hari dan mandi dengan cara berendam di kolam pada malam hari. Di pagi hari, mereka minum sepuasnya, di malam hari mereka berendam di kolam. Mereka mengatakan bahwa berendam di kolam adalah membiarkan "air membungkus kulif' dan minum sampai puas adalah membiarkan "kulit membungkus air"; ini berarti ada air di dalam maupun di luar. Inilah seharusnya yang menjadi keadaan kita hari ini, karena kita telah dibaptis ke dalam Roh dan diberi minum dari satu Roh itu. Kita telah dibaptis ke dalam Kristus sebagai Roh pemberihayat-ini berarti "Roh membungkus kita". Selanjutnya, kita telah diberi minum Roh-ini berarti "kita membungkus Roli". Dengan demikian kita memiliki Roh di dalam maupun di luar. Jadi, dalam Roh inilah kita semua menjadi satu kesatuan yang organik-Tubuh Kristus.

b. Memberikan Roh Tanpa Batas

Dalam kebangkitan, Kristus memberikan diri-Nya sebagai Roh pemberi-hayat yang almuhit tanpa batas melalui Ia membicarakan firman Allah (Yoh. 3:34). Hari ini orangorang dalam pergerakan Pentakosta mengukuhkan bahwa jika Anda telah menerima baptisan Roh, Anda harus berbahasa lidah. Tetapi Alkitab mengatakan bahwa ketika Anda menerima firman Allah dan firman Allah masuk ke dalam Anda, Anda memiliki Roh. Dalam Yohanes 6:63 Tuhan memberi tahu kita, "Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hidup (hayat)." Begitu kita menerima firman Allah ke dalam kita, firman yang ada di dalam kita meniadi roh dan hayat. Karena itu ketika Tuhan berbicara kepada kita, Ia memberi kita hayat dan Roh tanpa batas. Saya benar-benar dapat bersaksi bahwa semakin saya menerima firman Tuhan, saya semakin dipenuhi dengan Roh, bahkan tanpa batas.

c. Semua Orang Beriman dalam Kristus

Terbangurt Menjadi Tempat tinggal Allah

di dalam Roh Mereka

yang Dihuni oleh Dia Sebagai Roh Itu

Kristus melahirkan kembah kaum beriman bagi TubuhNya agar semua orang beriman dalam Kristus dapat terbangun menjadi tempat tinggal Allah di dalam roh mereka yang dihuni oleh Dia sebagai Roh itu (Ef. 2:22). Di sini, terbangun berarti disusun bersama. Kita terbangun menjadi tempat kediaman Allah di dalam, roh kita yang dihuni oleh Dia sebagai Roh itu. Pada akhirnya, tempat kediaman ini adalah Yerusalem Baru (Why. 21:3). Yerusalem Baru adalah satu kota, tempat kediaman yang korporat dan luas. Tempat kediaman satu orang saja adalah sebuah rumah, tempat kediaman orang banyak adalah kota. Semua orang beriman dalam Kristus akan terbangun, tersusun, sehingga mereka dapat dipenuhi dengan Roh, di dalam dan di luar, untuk menjadi tempat kediaman Allah. Perampungan dari tempat kediaman yang sedemikian adalah satu kota yang besar - Yerusalem Baru.

Susunan yang sedemikian, bangunan yang sedemikian, dirampungkan melalui pengudusan watak (Rm. 15:16), pembaruan (Tit. 3:5), transformasi (2 Kor. 3:18), dan penyerupaan (Rm. 8:29). Setelah melahirkan kita kembali, Allah

menguduskan watak kita, memperbarui ciptaan lama kita, dan mentransformasi seluruh diri kita. Bukan hanya demikian, Ia menyerupakan kita dengan gambaran Putra sulung-Nya agar kita semua dapat menjadi putra-putra Allah dalam hayat dan sifat dan bersama-sama dengan putra sulung-Nya, kita semua menjadi putra korporat Allah sebagai ekspresi Allah, perluasan Allah. Yerusalem Baru adalah ekspresi, perluasan, dan perbesaran korporat Allah yang sedemikian. Alkitab dimulai dengan "Pada mulanya Allah ...." (Kej. 1:I). Pada saat itu, Allah yang unik itu "sendirian". Tetapi pada akhirnya, Alkitab menyebutkan satu kota, Yerusalem Baru. Kota ini tidak sederhana, perlu penjelasan dari seluruh Alkitab yang terdiri atas enam puluh enam kitab. Ini dikarenakan kota ini, Yerusalem Baru, adalah perluasan Allah. Keenam puluh enam kitab dalam Alkitab menjelaskan perluasan Allah, Yerusalem Baru.

PERGERAKAN DAN KEBUTUHAN

TUHAN SAAT INI

Jika Anda mempelajari semua perkara yang telah kami persekutukan, saya yakin bahwa kebangunan yang besar akan mencapai kita. Pertama, Anda perlu mengetahui bahwa Kristus adalah Allah pun manusia. Kedua, Anda perlu mengetahui bahwa Kristus memiliki keilahian dan keinsanian. Ketiga, Anda perlutahu bahwa dalam keinsanian-Nya, Kristus merampunglian penebusan yuridis-Nya melalui kematian-Nya. Keempat, Anda perlu tahu bahwa dalam keilahian-Nya, Kristus sedang melaksanakan keselamatan organik-Nya dalam kebangkitan-Nya. Dalam keselamatan organik-Nya yang sedemikian, Ia melahirkan banyak putra Allah, banyak saudara Kristus. Putra-putra Allah tersebut menyusun rumah Allah sebagai tempat kediaman-Nya; saudara-saudara Kristus menyusun anggota-anggota-Nya sebagai Tubuh-Nya, perampungan dari Yerusalem Baru.

Untuk dapat membicarakan perkara-perkara ini secara tuntas dan jelas, Anda perlu belajar. Jika Anda ingin tahu bagaimana menjadi seorang penatua dan sekerja, Anda perlu mengenal Kristus serta mengalami, menikmati, dan mendapatkan Dia berdasarkan segala sesuatu yang telah Ia rampungkan dan yang sedang dirampungkan-Nya dalam ketiga tahap dari ministri-Nya yang penuh. Jangan melanjutkan membicarakan perkara-perkara usang yang telah kita pertahankan selama bertahun-tahun. Orang-orang telah cukup mendengarkan perkara-perkara itu. Di manakah vitalitas kelompok vital? Vitalitas dari kelompok vital terletak pada pengenalan, kenikmatan, dan pengalaman akan Kristus. Anda harus dapat mengutarakan secara tuntas semua butir penting yang telah dirampungkan Kristus dalam ketiga tahap-Nya. Anda mungkin tidak dapat melakukannya dalam waktu singliat, tetapi saya harap Anda mencurahkan banyak waktu dan tenaga di atas perkara-perkara ini. Jika Anda dapat menggunakan waktu setengah tahun untuk belajar membicarakan keempat butir mengenai Kristus yang perlu kita ketahui secara khusus ini dengan tuntas, khususnya kedua butir terakhir, saya percaya Anda akan memiliki kebangunan. Jangan lagi berdebat atau berpegang pada opini Anda sendiri. Kita semua perlu berjerih lelah agar dapat mengenal Kristus secara khusus.

Pada konferensi Memorial Day di akhir pekan pada bulan Mei 1991 di Anaheim, ketika saya bersekutu mengenai situasi dunia dan pergerakan pemuhhan Tuhan, saya mengatakan bahwa dalam penyebarluasan ke Rusia kita perlu memperhatikan enam hal : pertama, memberitakan Injil yang tinggi; kedua, membicarakan kebenaran yang lebih dalam; ketiga, memperhidupkan Kristus dengan kematian dan kebangkitan-Nya; keempat, mempraktekkan jalan baru; kelinia, mempraktekkan kesehatian; dan keenam, mengadakan pelatihan sepenuh waktu. Karena itu, saudara-saudara di Rusia melaksanakan keenam perkara ini dan menghasilkan keadaan hari ini di sana. Kita telah bekerja di Rusia hanya selama lima tahun, tetapi selain dua gereja besar yang didirikan di Moskow dan St. Petersburg, paling sedikit ada tiga puluh lima gereja. Dengan kata lain, paling sedikit ada tiga puluh tujuh gereja di Rusia ada pada saat ini. Selain itu, masih ada kelompok-kelompok denominasi yang sangat banyak jumlahnya telah menjamah terang dan kebenaran dalam pemulihan Tuhan. Mereka telah meninggalkan denominasi dan sangat damba akan adanya sidang di lokal mereka. Mereka menunggu beberapa orang di antara kita untuk pergi dan membantu mereka sehingga mereka dapat dinyatakan sebagai gereja-gereja. Pada akhir tahun ini akan ada kira-kira lima puluh gereja yang didirikan di Rusia. Hasil yang sedemikian itu belum pernah terjadi dalam sejarah pemulihan Tuhan.

Sebaliknya, ketika saya dengan sungguh-sungguh memberitakan jalan baru di Amerika Serikat dan Taiwan, saya mendatangkan beberapa penentangan dan pemberontakan. Tetapi, di manakah orang-orang yang menentang dan memberontak itu hari ini? Tuhan mengatakan bahwa kita perlu mengetahui setiap, pohon dari buahnya (Luk. 6:44). Saya tidak suka mengkritik, tetapi saya ingin mengumandangkan satu peringatan. Apa yang telah Tuhan tunjukkan kepada kita dalam pemulihan-Nya adalah jalan yang terbaik. Kita berada dalam alam yang ilahi dan mistikal melihat kebudayaan yang ilahi dan mistikal, dan kita harus membicarakan semua perkara ini dengan bahasa yang ilahi dan mistikal. Saya harap Anda semua akan belajar ulang mulai sekarang dan seterusnya. Untuk menjadi seorang sekerja atau seorang penatua, Anda harus melakukan hal ini. Tidak ada jalan lain selain hal ini. Saya harap Anda tidak akan mengadakan sidang-sidang besar dengan satu orang berbicara dan banyak orang mendengar. Ini adalah jalan kekristenan yang telah dipraktekkan selama dua puluh abad namun masih tidak dapat menghasilkan apa yang Tuhan inginkan.

Hari ini, keperluan pemulihan Tuhan luar biasa besar. Itulah sebabnya kita berjerih lelah untuk memperluas latihan kita. Pada permulaan latihan di Anaheim pada tahun 1989, hanya ada tujuh puluh sampai delapan puluh peserta pada periode pertama. Syukur pada Tuhan karena dalam periode ini ada dua ratus tiga puluh sembilan peserta. Selain itu, kita sedang membangun "Grace Garden", suatu perumahan yang terdiri dari sembilan belas rumah untuk tempat tinggal peserta latihan. Dengan sepuluh orang di masing-masing rumah, kita dapat menampung hampir dua ratus orang. Kami harap agar orang-orang yang telah mengikuti latilian sepenuh waktu dapat dikirim keluar untuk memenuhi kebutuhan pergerakan Tuhan hari ini.