← Daftar isi Bagaimana Menjadi Sekerja dan Penatua · bab 1/6

BAGAIMANA MENJADI SEKERJA DAN PENATUA GARIS BESAR

I. Mengenal Kristus (F1p. 3:10), secara khusus mengenal bahwa :

A. Ia adalah Allah dan manusia.

B. Ia memiliki keilahian dan keinsanian.

C. Dalam keinsanian-Nya, Ia merampungkan penebusan yuridis-Nya melalui kematian-Nya.

D. Dalam keilahian-Nya, Ia melaksanakan keselamatan organik-Nya dalam kebangkitan-Nya.

II. Mengalami dan menikmati Kristus (mendapatkan Kristus - Flp. 3:8) dalam ministri-Nya yang penuh dalam, ketiga tahap-Nya yang ilahi dan mistikal :

A. Dalam tahap pertama, tahap inkarnasi-Nya, dari kelahiran insani-Nya sampai kematianNya :

1. Membawa Allah yang tidak terbatas ke dalam manusia yang terbatas.

2. Menyatukan dan membaurkan Allah Tritunggal dengan manusia tripartit (tiga bagian).

3. Dalam keinsanian-Nya, mengekspresikan Allah yang limpah lengkap dalam atributatributNya yang kaya melalui kebajikan-Nya yang harum :

a. Kristus mengekspresikan Allah yang limpah lengkap dalam kehidupan insani-Nya.

b. Terutama mengekspresikan Allah dalam atribut-atribut-Nya yang kaya, yaitu dalam kekayaan-kekayaan yang tidak terduga dari apa adanya Allah.

c. Melalui kebajikan Kristus yang harum yang olehnya Ia menarik dan menawan orang :

1) Bukan dengan memperhidupkan hayitt insani-Nya dalam daging.

2) Tetapi dengan memperhidupkan hayat ilahi-Nya dalam kebangkitan.

4. Merampungkan penebusan yuridis-Nya yang almuhit :

a. Mengakhiri segala sesuatu yang berasal dari ciptaan lama.

b. Menebus segala sesuatu yang diciptakan Allah dan yang jatuh dalam dosa - Ibr. 2:9; Kol. 1:20.

c. Menciptakan (mengandung) manusia barit dengan elemen ilahi-Nya – Ef. 2:15.

d. Melepaskan hayat ilahi-Nya dari selongsong keinsanian- Nya - Yoh. 12:24.

e. Meletakkan suatu fondasi bagi keselamatan organik-Nya dan mendirikan prosedur untuk mencapai ministri-Nya dalam tahap inklusi-Nya.

Doa : Tuhan, terima kasih kepada-Mu karena Engkau menaruh kami dalam pemulihan-Mu untuk meniadi budakbudak anak-anak-Mu. Sebagai sekerja dan penatua, kami semua adalah budak-budak dalam rumah-Mu. Tuhan, hanya Engkaulah Tuhan, Tuan yang berdaulat; kami menyembah Engkau, melayani Engkau, memberitakan Engkau, dan mendispensikan (menyalurkan) Engkau kepada orang-orang. Demi Engkau, kami rela menjadi budak-budak rumah tanggaMu untuk melayani Engkau dan merawat anak-anak-Mu. 0, Tuhan, sekali lagi berbicaralah dengan jelas kepada kami dalam enam kali pertemuan ini, berbicaralah sesuatu yang tidak pernah Engkau katakan sebelumnya dan yang tidak pernah kami dengar sebelumnya. Kelihatannya, kami telah mendengar banyak sebelumnya, tetapi belum menerimanya. 0, Tuhan, kami berdoa agar Engkau memberi kami suatu permulaan yang mulia; muliakanlah diri-Mu sendiri, muliakanlah Bapa, dan muliakanlah Roh Kudus. 0 Tuhan, kami adalah budak-budakMu, kami hanya dapat berlutut dan menyembah di hadapan-Mu, memohon Engkau untuk memberi kami suatu permulaan yang baik.

Tuhan, kami juga tidak dapat melupakan musuh-Mu. Pada saat Engkau memberikan kasih karunia kepada kami, ia menganggu kami. Tuhan, kami benarbenar membenci yang jahat, kami menuduh dia di hadapan-Mu. Kami deklarasikan di hadapan-Mu bahwa Engkau telah menghancurkan dia melalui kematian-Mu di dalam daging di atas salib. Kami berdoa agar Engkau menghancurkan musuhMu, Satan, si jahat, di antara kami dalam pemulihan-Mu. Tuhan, bebaskan anakanak-Mu, salurkan kasih karunia-Mu yang kaya, dan salurkan diri-Mu sendiri agar kami dapat menerima suplai-Mu yang kaya dan berlimpah. Amin.

Dalam konferensi ini, kita akan melihat bagaimana menjadi seorang sekerja dan seorang penatua dan bagaimana menunaikan kewajiban-kewajiban sekerja dan penatua. Beban utama dari berita-berita ini dapat dinyatakan dalam pernyataanpernyataan berikut ini :

(1) Ministri Kristus yang penuh dilaksanakan dalam tiga tahap untuk penggenapan ekonomi kekal Allah.

(2) Dalam tahap pertama, tahap inkarnasi, membawa Allah ke dalam manusia, mengekspresikan Allah dalam keinsanian, dan merampungkan penebusan yuridis-Nya.

(3) Dalam tahap kedua, tahap inklusi, diperanakkan sebagai Putra sulung Allah, menjadi Roh pemberi-hayat, dan melahirkan kembali kaum beriman untuk Tubuh-Nya.

(4) Dalam tahap ketiga, tahap intensifikasi, mengintensifkan keselamatan organik-Nya, menghasilkan para pemenang, dan merampungkan Yerusalem Baru.

Ini adalah konferensi khusus yang pada mulanya diprakarsai oleh para saudara dari Taiwan. Karena saya sudah bertahun-tahun tidak kembah ke Taiwan, mereka berulang-ulang minta agar saya berbicara mandarin dalam konferensi ini. Selama beberapa tahun yang telah lewat, saya tidak menurutinya karena tidak seharusnya ada perbedaan bangsa dalam pemuhhan Tuhan. Meskipun kita masih memiliki masalah karena perbedaan bahasa yang kita warisi dari Babel, kita tetap memegang perkataan Tuhan untuk tidak memiliki perbedaan bangsa. Dalam Tubuh Tuhan, tidak ada tempat untuk bangsa atau suku tertentu, tetapi Ia adalah segala sesuatu. Dalam manusia baru, hanya ada Tuhan kita, yang adalah semua anggota dan di dalam semua anggota sebagai isi mereka. Karena Tuhan ada di dalam kita, maka kita tidak seharusnya memiliki perbedaan bangsa. Namun, karena kita masih di dalam daging kita, bahasa tetap menjadi masalah besar. Karena itu, meskipun kami menyampaikan berita dalam bahasa mandarin, semoga tidak ada perbedaan bangsa di antara kita.

TIDAK MENGUKUHI STATUS

TETAPI MELAYANI SEBAGAI BUDAK

Saya ingin berbicara terus terang kepada Anda sekalian. Menurut pengamatan saya selama bertahun-tahun, masalah besar yang ada pada diri sekerja dan penatua adalah banyak di antara mereka yang terlalu memandang tinggi status mereka sebagai sekerja atau penatua. Sesungguhnya, sebagai sekerja atau penatua, kita tidak mempunyai status. Sesuai dengan kasih dan kasih karunia Allah, kita semua adalah anak-anak-Nya dan berasal dari spesies yang sama dengan Dia. Dalam hal ini, kita tidak dapat mengatakan bahwa kita tidak mempunyai status. Status kita yaitu kita adalah spesies Allah dan anak-anak Allah. Menurut ekonomi-Nya, dari umat manusia di bumi yang diciptakan dan ditebus-Nya, Allah ingin mendapatkan gereja yang adalah Tubuh Kristus, dan pada akhirnya, mendapatkan Yerusalem Baru sebagal perampungan ekonomi kekal-Nya. Dalam proses ini, ada banyak pekerjaan dan pelayanan, karena itulah diperlukan sekerja dan penatua.

Dalam keempat kitab Injil, kita dapat melihat dengan jelas bahwa Petrus, Yakobus, dan Yohanes adalah orangorang pertama yang mengikuti Tuhan. Mereka ada di samping Tuhan, mengikuti Dia selama tiga setengah tahun. Pada akhirnya, Tuhan membawa mereka bersama-Nya ke Yerusalem. Ia pergi ke sana untuk mati demi perampungan ekonomi Allah, tetapi para pengikut-Nya berdebat dalam perjalanan mengenai siapa di antara mereka yang akan menjadi yang terbesar (Mrk. 9:34; Luk. 22:24). Itu adalah sesuatu yang benar-benar buruk dan memalukan. Mereka telah mengikuti Tuhan selama tiga setengah tahun, mereka ada di sisi-Nya dan telah menerima sangat banyak wahyu dari Dia. Kemudian, pada saat perjalanan ke Yerusalem, Tuhan berulang-ulang memberi tahu mereka bahwa Ia sedang menuju Yerusalem untuk mati dan pada hari ketiga ia akan dibangkitkan (Mat. 16:21; 17:22-23; 20:17-19). Meskipun mereka mendengar Tuhan berkata bahwa Ia akan mati, mereka tidak mendengar Ia berkata bahwa pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan. Kebangkitan adalah kata asing yang tidak dapat mereka pahami.

Mereka mendengar perkataan bahwa Tuhan akan mati, dan mereka juga akan masuk Yerusalem. Namun, justru di sisi Tuhan itulah mereka berdebat mengenai siapa yang akan menjadi yang terbesar di antara mereka. Yakobus dan Yohanes adalah saudara sepupu Tuhan di dalam daging, karena ibu mereka adalah saudara kandung Maria, ibu Tuhan Yesus. Karena itu, mereka menyuruh ibunya untuk mengunjungi Tuhan Yesus, maka behau pun pergi dan memohon kepada Tuhan, "Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu." Mendengar itu, marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu (Mat. 20:20-24). Yakobus dan Yohanes memanfaatkan hubungan keluarga antara mereka dengan Tuhan adalah suatu perkara yang benar-benar buruk.

Kemudian Tuhan Yesus memanggil murid-murid untuk datang kepada-Nya dan berkata, "Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu; barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu" (ay. 26b-27). Hamba (budak) di sini tidak ditujukan kepada pelayan yang digaji tetapi kepada budak belian. Menurut hukum Roma, budak tidak memiliki hak manusia.

Sebagai sekerja dan penatua, kita adalah budak-budak yang sedemikian. Paulus mengatakan, "Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan diri kami sebagai hambamu karena kehendak Yesus" (2 Kor. 4:5). Ini berarti bahwa kaum beriman jangan memandang Paulus, Petrus, dan yang lain terlalu tinggi hanya karena mereka adalah para rasul dan penginjil. Sesungguhnya, mereka adalah budak-budak kaum beriman. Hari ini, kita juga jangan memandang diri sendiri sebagai sekerja dan penatua, sebaliknya kita harus menganggap diri sendiri sebagai budak semua orang untuk melayani semua orang.

Bebanku yang terbesar adalah ini : saya harap Tuhan akan memberi Anda rahmat melalui perseliutuan saya dalam kasih sehingga Anda semua dapat diyakinkan dan menyadari bahwa menjadi seorang sekerja atau penatua adalah menjadi seorang budak. Mengenai hal ini, Tuhan Yesus telah memberikan teladan yang baik bagi kita. Ia adalah Tuan dan Guru, namun Ia mengosongkan diri-Nya dan mengiliat pinggangnya untuk membasuh kaki muridmurid-Nya, melayani mereka sebagai seorang budak (Yoh. 13:3-5). Tuhan juga memerintahkan kita untuk melakukan apa yang Ia lakukan (ay. 12-17). Kita, para saudara, yang adalah sekerja dan penatua telah salah dan kita semua harus bertobat. Saya mengatakan hal ini dengan hati tertusuk karena kita selalu mengukuhkan kedudukan untuk berada di atas yang lain dan tidak membiarkan orang lain untuk mengatakan bahwa kita salah. Jika seseorang mengatakan bahwa kita salah, kita menaruh dendam dalam hati kita. Ini bukan sikap yang tepat sebagai seorang budak.

Karena alasan ini, pertama-tama kami ingin bersekutu mengenai bagaimana menjadi sekerja dan penatua. Kita harus tahu bahwa menjadi anak-anak Allah tidak perlu belajar. Setelah kelahiran kembah kita, secara otomatis kita menjadi anak-anak Allah dan untuk itu kita berterima kasih dan memuji Tuhan. Tetapi, tidak ada seorang pun yang adalah seorang sekerja begitu ia diselamatkan, dan tidak seorang pun yang adalah seorang penatua begitu ia dilahirkan kembah. Menjadi seorang sekerja dan penatua perlu belajar.

I. MENGENAL KRISTUS

Untuk menjadi seorang sekerja atau seorang penatua, pertama-tama kita harus mengenal Kristus. Dalam Filipi 3:10, Paulus mengatakan tentang mengenal Kristus dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, diserupakan dengan kematian-Nya. Mengenal Kristus bukanlah perkara yang biasa. Saya ingin bersekutu dengan Anda mengenai bagaimana mengenal Kristus terutama dalam empat butir. Sekerja dan penatua harus mengenal butir-butir ini. Bukan hanya harus mengenalnya, tetapi Anda juga harus mengenalnya secara tuntas dan dapat membicarakannya kepada orang lain. Mengenal Kristus bukanlah mengenal Dia secara umum, tetapi mengenal Dia secara khusus. Kekayaan dari apa adanya Kristus itu tidak terduga (Ef. 3:8), tetapi di antara semuanya itu ada empat butir berikut ini yang perlu kita ketahui secara khusus.

A. Ia Adalah Allah dan Manusia

Pertama-tama, kita harus secara khusus mengenal bahwa Kristus adalah Allah dan manusia. Kita tidak seharusnya mengira bahwa kita sudah mengenal perkara ini. Kita perlu diingatkan sekali lagi dan sekali lagi bahwa Kristus adalah Allah dan manusia. Ia adalah Allah dan Ia menjadi manusia, karena itu Ia adalah Allah dan manusia. Jadi, Ia adalah seorang Manusia-Allah.

B. Ia Memiliki Keilahian dan Keinsanian

Kedua, kita perlu mengenal bahwa karena Kristus adalah seorang Manusia-Allah, Ia memiliki keilahian dan keinsanian. Ada orang mungkin mengatakan, "Kami juga sudah mengetahui hal ini." Mungkin kita tahu, tetapi kita tidak tahu bagaimana membicarakannya. Mengenai keilahian dan keinsanian Kristus, kita harus mempunyai pengetahuan yang menyeluruh.

C. Dalam Keinsanian-Nya,

Ia Merampungkan Penebusan Yuridis-Nya

Melalui Keniatian-Nya

Ketiga, kita harus mengenal bahwa dalam keinsanianNya, Kristus merampungkan penebusan yuridis-Nya melalui kematian-Nya. Untuk mengenal Kristus, kita harus membedakan dengan jelas bahwa diri-Nya dalam keinsanian-Nya adalah satu perkara dan diri-Nya dalam keilahianNya adalah perkara yang lain. Mengenai penebusan Kristus, pada umumnya orang mengatakan bahwa Kristus adalah seorang manusia yang memiliki darah dan daging, karena itu Ia dapat mati bagi kita dalam daging-Nya. Tetapi, jawaban yang lebih dalam adalah mengatakan bahwa Kristus merampungkan penebusan dalam keinsanian-Nya. Kita tidak seharusnya hanya menerima perkataan orang pada umumnya, ini adalah indikasi bahwa pengetahuan kita mengenai Kristus tidak cukup dalam. Kita harus menembus bagian terdalam dari kebenaran ilahi untuk melibat makna intrinsik dari Kristus di dalam keinsanian-Nya.

D. Dalam Keilahian-Nya,

Ia Melaksanakan Keselamatan Organik-Nya

dalam Kebangkitan-Nya.

Keempat, kita juga perlu mengenal bahwa dalam keilahian-Nya, Kristus melaksanakan keselamatan organik-Nya dalam kebangkitan-Nya. Kita perlu melihat lebih jauh bahwa penebusan Kristus itu berbeda dengan keselamatanNya. Roma 5:10a mengatakan bahwa kita "diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya; ini mengacu kepada penebusan-Nya. Roma 5:10b mengatakan, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya (hayat-Nya)"; ini mengacu kepada keselamatan-Nya. Keselamatan organik dilaksanakan dalam kebangkitan oleh Kristus dalam keilahian-Nya. Inilah terang baru dan bahasa baru yang diberikan Allah kepada kita. Dalam keilahian-Nya dan dalam kebangkitan-Nya, Ia melaksanakan keselamatan organik-Nya dalam kaum beriman. Penebusan yudisial telah dirampungkan, tetapi keselamatan organik sedang dilaksanakan.

Kita perlu memiliki pengetahuan yang jelas mengenai keempat butir ini. Dengan demikian, entah kita adalah sekerja atau penatua, ketika kita pergi untuk menggembalakan atau mengajar orang, kita dapat mengatakan perkara-perkara ini kepada mereka dengan sangat jelas. Sekerja dan penatua perlu mengenal Kristus secara khusus dalam keempat butir utama ini. Anda tidak boleh meremehkan keempat butir ini. Anda mungkin mengira bahwa Anda sudah mengenal perkara-perkara ini, tetapi ketika Anda pergi membicarakannya dengan orang lain, Anda mungkin tidak tahu bagaimana melakuk.annya atau bagaimana memalingkan perhatian mereka kepada butir-butir utama ini. Ini memerlukan latihan. Akhir-akhir ini, gereja-gereja di Taiwan melatih empat hal : berdoa, belajar, menghafal, dan membicarakan. Ini adalah cara yang benar. Setiap penatua dan sekerja harus tahu keempat butir mengenai Kristus ini dengan mendoa-bacakannya, mempelajarinya secara mendalam, menghafal, dan membicarakannya secara menyeluruh untuk menyajikan butir-butir utama kepada orang lain dengan jelas.

II. MENGALAMI DAN MENIKMATI KRISTUS

(MENDAPATKAN KRISTUS)

DALAM MINISTRI-NYA YANG PENUH

DALAM KETIGA TAHAP-NYA YANG ILAHI DAN MISTIKAL

Untuk menjadi seorang sekerja dan penatua, kita juga perlu mengalami dan menikmati Kristus (mendapatkan Kristus - Flp. 3:8) dalam ministri-Nya yang penuh dalam ketiga tahap-Nya yang ilahi dan mistikal. Bagaimana kita dapat menjadi seorang sekerja dan seorang penatua? Pertama, kita perlu mengenal Kristus; kedua, kita perlu mengalami dan menikmati Kristus, yaitu mendapatkan Kristus dalam ministri-Nya yang penuh. Mula-mula, kita memiliki pengetahuan, kemudian kita memiliki pengalaman dan kenikmatan. Mengalami dan menikmati Kristus adalah mendapatkan Kristus. Dalam Filipi 3:8 Paulus mengatakan, "...Kristus Yesus, Tuhanku, lebih mulia daripada semuanya. Oleh karena Dialah aku telah melepaskan semuanya itu dan menganggapnya sampah, supaya aku memperoleh Kristus." Hanya "memiliki" tidaklah memadai, kita perlu "memperoleh/mendapatkan". Memperoleh Kristus perlu membayar harga. Memperoleh Kristus adalah mengalami, menikmati, dan menjadikan segala kekayaan-Nya yang tidak terduga itu milik kita melalui membayar harga. Ini tidak sederhana. Karena itu, Paulus melanjutkan berkata, "Bukan seolah-olah aku telah memperoleh hal ini atau telah sempurna, melainkan aku mengejarkan .... aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan : aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan" (ay. 12-14a). Tidak mudah untuk memenangkan pertandingan, dan tidak mudah pula untuk menang perang. Semua itu menuntut kita untuk melupakan apa yang telah di belakang dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapan kita. Demikian pula kita perlu memperoleh Kristus melalui mengalami dan menikmati Dia dalam ministri-Nya yang penuh.

A. Dalam Tahap Pertama,

Tahap Inkarnasi-Nya,

dari Kelahiran Insani-Nya Sampai Kematian-Nya

Ministri Kristus yang penuh ada dalam tiga tahap yang ilahi dan mistikal. Tahap pertama, tahap inkarnasi, dimulai dari kelahiran insani-Nya dan berakhir dengan keniatianNya termasuk seluruh perjalanan kehidupan insani-Nya. Karenanya, kelahiran insani-Nya, kehidupan insani yang dilaluinya, dan kematian-Nya, menyusun tahap inkarnasiNya.

1. Membawa Allah yang Tidak Terbatas

ke dalam Manusia yang Terbatas

Pada ministri-Nya yang penuh dalam tahap pertama, tahap inkarnasi-Nya, Kristus membawa Allah yang tidak terbatas ke dalam manusia yang terbatas. Ada yang mengira bahwa butir ini sangat biasa. Tetapi, paling-paling Anda hanya dapat mengatakan bahwa Kristus dalam inkarnasiNya membawa "Allah ke dalam manusia"; Anda tidak dapat mengatakan bahwa Ia membawa "Allah yang tidak terbatas ke dalam manusia yang terbatas". Inilah bahasa baru kita hari ini. Allah itu tidak terbatas, dan kita, umat manusia, itu terbatas. Dalam ministri-Nya yang penuh dalam tahap inkarnasi-Nya, Kristus membawa Allah yang tidak terbatas ke dalam manusia yang terbatas. Yang satu tidak terbatas dan yang lain terbatas-bagaimana keduanya dapat menjadi satu? Namun hal ini dilaksanakan oleh Kristus dalam ministri-Nya. Ini benar-benar menakjubkan.

Pada umumnya, kebanyakan orang Kristen hari ini hanya tahu mengenai apa yang disebut Natal untuk merayakan kelahiran Kristus sebagai Juruselamat kita. Tetapi, mereka belum melihat sesuatu mengenai aspek mistikal dari ministri Kristus yang penuh dalam tahap inkarnasiNya. Saya sangat prihatin dan takut kalau-kalau banyak sekerja dan penatua dalam pemulihan Tuhan belum masuk ke dalam makna yang dalam dan amat sangat besar ini. Karena hal inilah, orang-orang tidak menemukan sesuatu yang menarik dalam perkara-perkara yang Anda bicarakan dan mereka menganggap semuanya itu usang, sesuatu, yang bahkan orang-orang bukan Kristen pun telah mendengarnya. Tetapi, jika Anda menggunakan bahasa baru untuk membicarakan perkara-perkara yang terlihat dalam kebudayaan baru, memberi tahu orang-orang bahwa pada ministri-Nya yang penuh dalam tahap inkarnasi-Nya, Kristus membawa Allah yang tidak terbatas ke dalam manusia yang terbatas, orang-orang akan dibangkitkan dan alian tertarik untuk mendengarkan Anda, karena ini adalah sesuatu yang tidak ditemulian dalam kebudayaan lama tetapi dalam kebudayaan baru dalam alam ilahi dan mistikal.

2. Menyatukan dan Membaurkan Allah Tritunggal

dengan Manusia Tripartit (Tiga Bagian)

Pada ministri-Nya yang penuh dalam tahap pertama, yaitu tahap inkarnasi-Nya, Kristus juga menyatukan dan membaurkan Allah Tritunggal dengan manusia tripartit (tiga bagian). Allah Tritunggal itu misterius, dan manusia tripartit itu sulit dipahami. Jilia kita hanya mengatakan bahwa Kristus menyatukan dan membaurkan Allah dengan manusia, ini mudah. Namun, menurut bahasa baru dari kebudayaan baru dalam alam ilahi dan mistikal, kita perlu mengatakan bahwa Kristus menyatukan dan membaurkan Allah Tritunggal dengan manusia tripartit. Berkenaan dengan Allah Tritunggal, maka Bapa adalah sumber, Putra adalah ekspresi, dan Roh itu adalah aliran yang mengalir masuk. Berkenaan dengan manusia tripatit, maka roh adalah bagian batin yang terdalam, jiwa di tengah-tengah, dan tubuh berada di luar. Tidak mudah untuk menjelaskannya dengan gamblang. Namun kita perlu mengenal perkara-perkara ini. Jilia kita tidak memiliki pengetahuan, kita tidak memiliki pengalaman atau kenikmatan. Jika kita tidak memiliki pengalaman dan kenikmatan terhadap Kristus, kita pasti tidak dapat memperoleh Kristus. Dengan demikian, ketika kita pergi untuk berbicara kepada orang lain, kita tidak memiliki apa-apa untuk dikatakan serta akan miskin dalam pengutaraan dan penuh kata-kata kosong. Bahkan jika kita memaksa diri sendiri untuk berbicara, apa yang kita katakan akan dangkal, biasa, dan usang.

Beberapa sekerja dan penatua sering kali berkata kepada saya, "Saya tidak berani membicarakan kebenaran-kebenaran yang tinggi ini karena kaum beriman yang saya layani tidak dapat memahaminya mengingat keadaan kerohanian mereka saat ini." Jawabanku adalah : "Ini bukan karena mereka tidak dapat memahami, tetapi Andalah yang tidak dapat membicarakannya dengan jelas." Hanya setelah kita mengenal, mengalami, dan memperoleh Kristus barulah kita dapat membicarakan mengenai Kristus yang telah kita peroleh ini kepada orang lain menurut bahasa baru dalam pemulihan Tuhan. Kita harus belajar menggunakan bahasa baru untuk membicarakan kebudayaan baru dalam alam yang ilahi dan mistikal. Dengan demikian, orangorang akan mendengarkan kita dengan rasa senang yang luar biasa dan dijamin akan mengerti perkara-perkara yang kita bicarakan. Hanya dengan jalan inilah kita layak untuk menjadi seorang sekerja dan penatua. Jika tidak, kita ketinggalan dalam pergerakan Tuhan di zaman ini.

Ministri Kristus bukan hanya untuk menyatukan tetapi lebih-lebih adalah untuk membaurkan Allah Tritunggal dengan manusia tripartit. Kita harus dapat memberi tahu orang-orang dengan jelas apa arti disatukan dan apa arti dibaurkan. Ketika dua potong kayu digabungkan, keduanya bersatu; ketika keduanya dilebur menjadi bubuk dan dicampur, keduanya berbaur. Mudah untuk membicarakan mengenai kesatuan antara Allah dengan manusia, tetapi tidak mudah untuk membicarakan perbauran antara Allah dengan manusia. Ketika memberitakan kebenaran-kebenaran ini, kita perlu menjelaskannya dengan rinci.

3. Dalam keinsanian-Nya,

Mengekspresikan Allah yang Limpah Lengkap

dalam Atribut-atribut-Nya yang Kaya

Melalui Kebajikan-kebajikan-Nya yang Harum

Pada ministri-Nya yang penuh dalam tahap pertama, yaitu tahap inkarnasi-Nya, dalam keinsanian-Nya, Kristus juga mengekspresikan Allah yang limpah lengkap dalam atribut-atribut-Nya yang kaya melalui kebajikan-kebajikanNya yang harum. Tidak ada seorang pun yang menyangkal bahwa kebajikan insani Kristus itu harum, bahkan ketika orang bukan Kristen membaca keempat kitab Injil, mereka merasa bahwa Yesus yang dicatat dalam kitab-kitab itu adalah Seorang yang manis dan semerbak, kebajikan-kebajilian yang dimiliki-Nya begitu harum. Ini dikarenakan dalam keinsanian-Nya, Ia mengekspresikan Allah yang limpah lengkap dalam atribut-atribut-Nya yang kaya.

Atribut-atribut kita adalah ciri khas dari apa adanya kita. Sebagai contoh, mudah membuat orang marah, suka berbicara duluan, berbicara secara ceroboh dan tidak bertanggung jawab, bertindak sembarangan, adalah atribut-atribut manusia. Sebaliknya, bertindak tanduk dengan hati-hati, berbicara secara rasional, mengerjakan sesuatu dengan tujuan, dan tidak berperilaku secara tidak bertanggung jawab atau ceroboh, juga adalah atribut-atribut manusia. Allah kita memiliki atribut-atribut-Nya, dan atribut-atribut-Nya itu kaya karena Ia agung dan limpah lengkap. Ia adalah kasih, terang, kekudusan, dan keadil-benaran. Atribut-atribut yang kaya ini diekspresikan oleh Tuhan Yesus dalam keinsanian-Nya untuk meniadi kebajikankebajikan yang harum dalam keinsanian-Nya.

Catatan dalam keempat kitab Injil menunjukkan bahwa ketika beberapa orang membawa anak-anak mereka datang kepada Yesus agar Ia meletakkan tangan-Nya atas mereka dan berdoa, mereka dihardik oleh murid-murid. Tetapi Yesus berkata, "Biarkanlah anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku; sebab, orang-orang yang seperti itulah yang empunya kerajaan surga" (Mat. 19:13-15). Cara Tuhan berbeda dengan cara muridmurid. Murid-murid tidak bertindak tanduk sesuai dengan atribut-atribut Allah. Allah telah memilih yang bodoh, yang lemah, yang tidak terpandang, dan yang hina bagi dunia (1 Kor. 1:27-28); sepanjang segala generasi menurut kasib., kesabaran, dan kasih karunia yang mengampuni, Ia telah memanggil seorang demi seorang, orang-orang yang lemah dan yang tidak memiliki apa-apa, yang seperti anak-anak. Dengan cara inilah, Kristus mengekspresikan atribut-atribut Allah dalam keinsanian-Nya.

Allah itu limpah lengkap; karenanya, Ia itu kaya dalam atribut- atribut-Nya, ciri-ciri khas-Nya. Hanya beberapa dari atribut-atribut yang kaya yang adalah milik Allah yang limpah lengkap, yang diperhidupkan oleh Tuhan di bumi dalam keinsanian-Nya dan terlihat oleh manusia sebagai kebajikan- kebajikan yang terekspresi dalam keinsanianNya, namun kebajikan-kebajikan ini begitu harum dan manis. Dalam kehidupan insani-Nya, Kristus mengekspresikan Allah yang limpah lengkap terutama dalam atributatribut-Nya yang kaya, yaitu dalam kekayaan-kekayaan yang tidak terduga dari apa adanya Allah.

Selain itu, Kristus dalam keinsanian-Nya mengekspresikan Allah melalui kebajikan-kebajikan-Nya yang harum yang olehnya Ia menarik dan menawan orang. Catatan dalam Matius 4 menunjukkan kepada kita bahwa ketika Tuhan Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat Petrus, Yohanes, dan Yakobus, yang sedang menebarkan jala atau membereskan (menambal) jala dengan ayah mereka. Kemudian Ia memanggil mereka, "Mari, ikutlah Aku." Dengan segera mereka mengikuti Dia, meninggalkan jala yang sedang ditambal, meninggalkan perahu mereka, dan menolak ayah mereka (ay. 18-22). Sampai hari ini, saya masih tidak mengerti mengapa ketika Ia hanya berkata, "Mari, ikutlah Aku," lalu dengan segera murid-murid meninggalkan segala sesuatu untuk mengikuti Dia. Saya benar-benar yakin bahwa saat itu Tuhan Yesus pasti menunjukkan kekuatan-Nya yang harum dalam raut mukaNya dan suara-Nya yang benar-benar dapat memikat dan menawan orang.

Terpikat dan tertawan berarti terpesona. Sering kali orang bertanya kepada kita, "Apa yang telah menawan Anda? Ayo sadarlah!" Begitu kita terpesona oleh Tuhan, kita akan terpesona selamanya, karena itu kita sulit untuk

disadarkan. Ini dapat diilustrasikan dengan seorang lelaki dan seorang perempuan yang jatuh cinta pada pandangan pertama, laki-laki itu terpesona dengan perempuan tersebut, dan perempuan itu. terpikat dan tertawan oleh laki-laki itu. Demikian pula Tuhan pasti memiliki aroma dan kemanisan yang tidak terlukiskan yang berasal dari Dia dalam keinsanian-Nya. Jika kita ada bersama Tuhan pada waktu itu, kita juga akan secara membabi buta terpesona oleh-Nya.

Petrus terpesona oleh Tuhan sampai tingkat sedemikian sehingga meskipun ia sering kali dihardik oleh Tuhan, ia masih memutuskan untuk mengikuti Dia. Hardikan Tuhan yang sering itu tidak dapat membuatnya pergi. Hari ini, saya tidak berani berkata-kata keras kepada para sekerja dan penatua. Jika hardikan saya keras, saya takut kalaukalau mereka tidak akan dapat menerimanya dan akan mengundurkan diri. Tetapi, Petrus itu tebal muka. Ia telah dihardik oleh Tuhan banyak kali, tetapi Ia masih mengikuti Dia. Pada malam ia menyangkal Tuhan, Tuhan berkata kepada murid-murid, "Malam ini kamu semua akan terguncang imanmu karena Aku." Kemudian Petrus menjawab dan berkata kepada-Nya, "Biarpun mereka semua terguncang imannya karena Engkau, aku sekali-kali tidak" (Mat. 26:31-33). Dan Tuhan berkata kepadanya, "Simon, Simon, lihat, Iblis telah menuntut untuk menampi engkau seperti gandum, tetapi Aku telah berdoa untuk engkau, supaya imanmu jangan gugur." Petrus berkata, "Tuhan, aku bersedia untuk masuk penjara dan mati bersama-sama dengan engkau." Tetapi Tuhan berkata, "Aku berkata kepadamu, Petrus, hari ini ayam tidak akan berkokok, sebelum engkau tiga kali menyangkal, bahwa engkau mengenal Aku" (Luk. 22:31-34). Petrus bukan hanya tidak mempercayai perkataan ini, tetapi ia bahkan berkata, "Sekalipun aku harus mati bersama-sama Engkau, aku takkan menyangkal Engkau" (Mat. 26:35). Kemudian, ketika Petrus sedang duduk di halaman rumah imam besar, seorang hamba perempuan datang untuk menanyai dia. Karena pertanyaan itu, Petrus menyangkal Tuhan. Pada saat itu, Tuhan berpaling dan memandang Petrus, maka teringatlah Petrus akan perkataan Tuhan, lalu ia pergi keluar dan menangis dengan sedihnya (Luk. 22:54-62).

Setelah Petrus menyangkal Tuhan, Tuhan bisa saja melupakan dia. Tetapi, Tuhan tidak melupakan dia. Pada pagi hari kebangkitan Tuhan, seorang malaikat berkata kepada beberapa perempuan, "Pergilah, katakan kepada murid-murid-Nya dan kepada Petrus" (Mrk. 16:7). Tuhan juga secara pribadi memberi tahu Maria Magdalena, "Pergilah kepada saudara-saudara-Ku..." (Yoh. 20:17). Tuhan menyebut murid-murid-Nya "saudara" dan secara khusus menyebut nama Petrus. Dengan cara inilah Ia menawan Petrus.

Tuhan Yesus pasti memiliki beberapa kebajikan yang harum dalam keinsanian-Nya yang dapat memikat dan menawan orang-orang. Jika tidak, maka tidak akan ada begitu banyak orang yang mengikuti Dia. Di antara mereka bahkan ada sejumlah perempuan bangsawan yang hanya memperhatikan Tuhan dan yang begitu saja mengikuti Dia terus-menerus selama tiga setengah tahun (Luk. 8:1-3). Kadang-kadang, ketika Tuhan mengucapkan perkataan tertentu yang ada dalam alam yang lain, yaitu alam yang ilahi dan mistikal, murid- murid-Nya tidak dapat mengerti atau memahaminya karena mereka belum masuk ke dalam alam itu. Baru setelah kebangkitan Tuhan, yaitu ketika mereka dilahirkan kembali, mereka mengerti apa yang telah Tuhan beritahukan kepada mereka sebelumnya (Yoh. 16:13; cf. 2:22).

Kristus mengekspresikan kebajikan-kebajikan-Nya yang harum yang oleh-Nya Ia memikat dan menawan orang-orang, bukan dengan memperhidupkan hayat insani-Nya dalam daging tetapi dengan memperhidupkan hayat ilahiNya dalam kebangkitan. Ia berada dalam daging, tetapi Ia tidak hidup dengan hayat insani-Nya dalam daging-Nya; sebaliknya, Ia hidup dengan hayat ilahi-Nya dalam kebangkitan-Nya. Hari ini, sebagai manusia-manusia A-Hah, dengan hayat manakah kita hidup? Tidak perlu diragukan, kita semua berada di dalam daging. Namun, kita dapat keluar dari alam daging dan masuk ke dalam kebangkitan untuk hidup dengan hayat ilahi dalam kebangkitan, yaitu dalam alam ilahi dan mistikal.

Hari ini, kehidupan macam apa yang kita miliki tergantung pada jenis hayat yang kita perhidupkan dalam tubuh fisik kita. Kita jangan hidup. dengan hayat insani tetapi dengan hayat ilahi. Galatia 2:20 mengatakan, "Bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku." Ini berarti kita tidak seharusnya memperhidupkan hayat dari "aku" yang lama tetapi hayat dari 11 akT yang baru. Saudara-saudara terkasih, kita tidak boleh hanya mendengar rincian dari butir-butir ini dan lalu membiarkannya lewat begitu saja. Semoga Tuhan menutupi saya. Hanya setelah saya mempelajari perkara-perkara ini selama beberapa puluh tahun barulah saya dapat dipimpin Tuhan untuk menuliskan semuanya ini. Anda benar-benar perlu mengalami perkara-perkara ini.

4. Merampungkan

Penebusan Yuridis-Nya yang Almuhit :

Pada ministri-Nya yang penuh dalam tahap pertama, yaitu tahap inkarnasi-Nya, Kristus merampungkan empat perkara besar. Pertama, Ia membawa Allah yang tidak terbatas ke dalam manusia yang terbatas; kedua, Ia menyatukan dan membaurkan Allah Tritunggal dengan manusia tripartit; ketiga, Ia mengekspresikan Allah yang limpah lengkap dalam atribut-atribut-Nya yang kaya melalui kebajikan-kebajikan-Nya yang harum; dan keempat, pada akhirnya, Ia merampungkan penebusan yuridis-Nya yang almuhit. Kedua hal yang pertama berkenaan dengan kelahiran-Nya, Yang ketiga, berkenaan dengan kehidupan insani-Nya, dan yang keempat berkenaan dengan kematian-Nya. Setelah menempuh kehidupan insani, Ia pergi ke atas salib untuk merampungkan penebusan yuridis-Nya yang almuhit.

Penebusan yuridis Kristus yang almuhit terdiri atas lima aspek. Pertama, Ia mengakhiri segala sesuatu yang berasal dari ciptaan lama. Kedua, Ia menebus segala sesuatu yang diciptakan Allah dan yang jatuh dalam dosa (Ibr. 2:9; Kol. 1:20). Segala sesuatu yang merupakan milik ciptaan lama telah diakhiri oleh Kristus melalui kematianNya. Setelah pengakhiran ini, Ia menebus kembah segala sesuatu yang diciptakan oleh Allah dan yang jatuh dalam dosa. Ketiga, Ia menciptakan (mengandung) manusia baru dengan elemen ilahi-Nya. Efesus 2:15 mengatakan bahwa di atas salib Ia menciptakan kaum beriman Yahudi dan kaum beriman bukan Yahudi menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya. Penciptaan tersebut adalah pengandungan. Setiap pengandungan perlu satu elemen, tanpa elemen itu maka tidak mungkin ada pengandungan. Kristus menciptakan (mengandung) manusia baru di dalam diri-Nya, menunjukkan bahwa Ia justru adalah elemen untuk pengandungan manusia baru itu. Ia mengandung kedua kelompok orang tersebut di dalam diri-Nya sebagai elemen agar keduanya menjadi satu manusia baru. Ketika Tuhan Yesus mati di atas salib, Ia sedang menciptakan manusia baru.

Keempat, ketika Kristus merampungkan penebusan yuridis-Nya yang almuhit, Ia melepaskan hayat ilahi-Nya dari selongsong keinsanian-Nya. Yohanes 12:24 mengatakan bahwa Tuhan Yesus adalah sebutir biji gandum. Jika sebutir biji gandum tidak iatuh ke dalam tanah dan mati, kulit luarnya tidak dapat dihancurkan dan hayat di dalamnya tidak dapat dibebaskan. Kristus mempunyai hayat ilahi, tetapi hayat ilahi itu tersembunyi dalam selongsong keinsanian-Nya. Karena itu, Ia perlu mengalami kematian di atas salib sehingga selongsong keinsanian-Nya dapat diremukkan untuk melepaskan hayat ilahi-Nya dari selongsong keinsanian-Nya.

Kelima, dalam merampungkan kematian yuridis-Nya yang almuhit, Kristus juga meletakkan fondasi bagi keselamatan organik-Nya dan mendirikan prosedur untuk mencapai ministri-Nya dalam tahap inklusi-Nya. Penebusan yuridis Kristus adalah fondasi bagi keselamatan organikNya. Pada ministri-Nya yang penuh dalam tahap kedua, yaitu tahap inklusi-Nya, Kristus memerlukan suatu prosedur, dan penebusan yuridis-Nya adalah prosedur yang sedemikian untuk merampungkan ministri-Nya dalam tahap inklusi-Nya.

BELAJAR UNTUK MEMASUKI,

MEMBICARAKAN, DAN MENGALAMI

Mengenai semua butir penting yang disebutkan di atas, kita perlu mempelaiarinya secara tuntas dan menyeluruh serta meluangkan waktu untuk mempelajarinya dengan banyak berjerih lelah. Saya telah membicarakan beberapa butir penting ini sebelumnya dan Anda juga telah mendengarnya. Namun Anda perlu belajar untuk memasukinya, membicarakannya, dan menjadikan semua itu menjadi pengalaman Anda.