← Daftar isi Imamat (1) · bab 14/20

DENGAN RIIL MENGALAMI DAN MENIKMATI KRISTUS SEBAGAI KURBAN PERSEMBAHAN

Beban saya dalam berita ini adalah ingin bersekutu dengan kalian, bagaimana dengan riil mengalami dan menikmati Kristus sebagai kurban persembahan.

KRISTUS—KURBAN YANG UNIK

Kristus adalah realitas kurban persembahan. Menurut Ibrani 10:7-9, Kristus datang dalam daging untuk melakukan kehendak Allah, yang menggantikan kurban persembahan Perjanjian Lama dengan diri-Nya sendiri. Ayat 9b mengatakan, “Yang pertama Ia hapuskan untuk menegakkan yang kedua.” “Yang pertama” menunjukkan kurban binatang Perjanjian Lama, dan “yang kedua” menunjukkan Kristus sebagai kurban yang unik, kurban persembahan yang unik. Dalam Perjanjian Lama ada banyak kurban persembahan, tetapi dalam Perjanjian Baru ada satu, kurban persembahan yang unik, persona ajaib Kristus.

Kitab Ibrani mewahyukan kepada kita betapa ajaibnya persona Kristus. Dalam pasal demi pasal, Paulus membuka tirai untuk memperlihatkan kepada kita persona Kristus yang ajaib, misterius, dan almuhit. Khususnya, Kitab Ibrani membicarakan jabatan imam Kristus. Kristus bukan saja Juruselamat kita, Dia juga Imam Besar kita. Dalam Ibrani 10 kita juga melihat bahwa Dia ini datang menggantikan semua kurban persembahan Perjanjian Lama. Dia datang untuk melakukan kehendak Allah (Ibr. 10:7, 9). Dalam ekonomi Perjanjian Baru, kehendak Allah adalah menggantikan kurban-kurban persembahan Perjanjian Lama dengan Kristus.

Jika kita mau mengenal persona Kristus, kita perlu mempelajari Kitab Ibrani. Persona ajaib ini bukan hanya Putra Allah, juga bukan hanya Allah Tritunggal, Dia adalah Allah Tritunggal yang telah melalui proses. Kristus juga seorang manusia, sebab Dia adalah Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan berbaur dengan keinsanian. Akhirnya, Kristus melalui kematian dan memasuki kebangkitan. Selain itu, sebagai seorang manusia, Dia naik ke langit ketiga, di mana sebagai Manusia-Allah yang telah melalui proses, Dia duduk di atas takhta. Dalam inkarnasi-Nya, Dia membawa Allah ke bumi, dan dalam kenaikan-Nya, Dia membawa manusia ke surga.

Menurut Kitab Ibrani, Kristus, Manusia-Allah yang naik ke surga, adalah Imam Besar kita. Dalam Perjanjian Lama, tugas imam besar adalah mempersembahkan sesuatu kepada Allah, entah itu kurban persembahan atau pemberian, bukan hanya untuk mengadakan pendamaian, tetapi juga untuk menyenangkan Allah. Sebagai orang dosa dengan sifat dosa dan kelakuan dosa, kita bermasalah dengan Allah, dan Allah bermasalah dengan kita. Tidak ada damai antara kita dengan Allah. Sesuatu harus dilakukan untuk membereskan situasi kita dengan Allah. Kristus telah membereskan situasi ini dengan mengadakan pendamaian untuk kita. Selain itu, Kristus telah melakukan sesuatu untuk membuat Allah senang. Allah ingin senang dengan kita, tetapi dosa-dosa kita membuat Dia tidak senang terhadap kita. Sebelum kita beroleh selamat, Allah mengasihi kita, tetapi Dia tidak senang terhadap kita. Karena itu, Kristus mempersembahkan diri-Nya bukan hanya sebagai kurban persembahan untuk dosa, tetapi juga sebagai pemberian yang menyenangkan Allah dan karenanya membuat Allah senang. Sebagai kurban persembahan yang unik, Kristus dijadikan pendamaian untuk kita, dan Dia telah membuat Allah senang.

KRISTUS SEBAGAI MAKANAN UNTUK

KEPUASAN ALLAH DAN ORANG-ORANG YANG MELAYANI

Salah satu dari banyak kitab dalam Alkitab yang sangat sulit untuk kita pahami adalah Kitab Imamat. Paulus adalah orang pertama yang membukakan, menjelaskan kitab ini. Sepanjang abad, guru-guru Alkitab, khususnya di antara Kaum Saudara, telah menjelaskan Kitab Imamat. Kaum Saudara membukakan lambang-lambang. Hari ini kita telah menerima banyak bantuan dari guru-guru Alkitab yang mendahului kita, dan kita berdiri di atas bahu mereka.

Mereka semua yang memiliki pemahaman yang tepat atas Kitab Imamat melihat hubungan antara kitab ini dengan Kitab Ibrani. Selama lebih dari 60 tahun kita mempelajari Kitab Ibrani dan menghubungkannya dengan Kitab Imamat.

Dalam Kursus Alkitab Tertulisnya (Bible Correspondence Course), C. I. Scofield mengatakan bahwa dalam setiap pasal Kitab Imamat kita dapat melihat Kristus. Kali pertama saya mendengar ini, saya tidak memahaminya. Saya dapat melihat kurban-kurban persembahan dalam Kitab Imamat, tetapi saya tidak dapat melihat Kristus. Akhirnya, saya dibantu oleh Kaum Saudara untuk melihat bahwa dalam Kitab Imamat, Kristus digambarkan dalam lambang-lambang. Semua kurban persembahan adalah lambang, gambar Kristus.

Meskipun saya dibantu oleh Kaum Saudara untuk melihat Kristus dalam lambang-lambang, saya baru menyadari beberapa tahun kemudian bahwa kurban-kurban persembahan adalah makanan Allah (Im. 3:11, 16; 21:6, 8; Bil. 28:2). Apakah Anda menyadari bahwa Allah lapar, bahwa Dia perlu makanan, bahwa Dia perlu makan? Mengatakan bahwa Allah lapar dan perlu makanan bukanlah konsepsi alamiah dan insani kita. Ketika kita membicarakan kurban-kurban persembahan sebagai kurban, kita hanya berpikir bahwa kita memiliki masalah dengan Allah dan perlu kurban-kurban persembahan untuk pendamaian supaya situasi kita dengan Allah dapat dibereskan. Kita mungkin tidak pernah menyadari bahwa dalam realitas, satu dari tujuan (fungsi) utama kurban-kurban persembahan adalah sebagai makanan untuk Allah dan juga untuk orang-orang yang melayani.

Dalam Kitab Keluaran dan Kitab Imamat kita melihat bahwa para imam, yang melayani di dalam dan di sekitar Kemah Suci, makan makanan imamat. Apakah makanan imamat? Berbagai jenis kurban persembahan, ada yang dari hayat hewan dan ada yang dari hayat tumbuhan. Kurban-kurban persembahan bukan hanya untuk pendamaian situasi kita dan bukan hanya untuk menyenangkan Allah dan membuat Dia senang. Kurban-kurban persembahan juga memuaskan Allah dan untuk memuaskan, menguatkan, dan memberi energi kepada orang-orang yang melayani Allah.

Kita mungkin banyak berbicara tentang melayani Allah, tetapi dengan apakah seharusnya kita melayani Dia? Kita perlu melayani Allah dengan Kristus sebagai makanan. Makanan ini seharusnya bukan semata-mata satu macam; sebaliknya, seperti pesta orang China, seharusnya banyak macam. Setiap kurban persembahan adalah satu macam masakan. Kurban bakaran, kurban sajian, kurban pendamaian, kurban penebus salah, kurban penghapus dosa, kurban unjukan, kurban timangan, kurban sukarela, kurban curahan, semua kurban persembahan ini adalah Kristus sebagai berbagai macam masakan yang dengannya kita dapat melayani Allah.

Kristus adalah makanan Allah, dan Dia juga makanan kita. Karena Kristus adalah makanan kita, kita perlu makan Dia. Namun, banyak orang Kristen mungkin merasa risih ketika mereka mendengar kita membicarakan tentang “makan Yesus”. Kita dapat mengingatkan mereka firman Tuhan dalam Yohanes 6:57. “Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga siapa saja yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku.” Sebagai makanan kita, Kristus menguatkan kita dan memberi energi kepada kita.

Kita melayani Allah dengan Kristus sebagai makanan kita. Terpisah dari Kristus kita tidak memiliki apa-apa untuk dipersembahkan kepada Allah, tidak ada apa-apa yang menyenangkan dan memuaskan Dia. Karena itu, kita tidak seharusnya datang kepada Allah dengan tangan hampa, tetapi dengan tangan yang penuh Kristus untuk disajikan kepada Allah. Bagian terbaik Kristus sebagai kurban-kurban persembahan adalah makanan Allah untuk kenikmatan-Nya, dan sisanya adalah makanan kita untuk kenikmatan kita. Dari sini kita melihat Allah dan orang-orang-Nya yang melayani dipuaskan dengan Kristus dan oleh Kristus sebagai makanan.

MENGALAMI DAN MENIKMATI KRISTUS

YANG DIWAHYUKAN DALAM KITAB IMAMAT

Setiap kitab dari keempat Injil mewahyukan sesuatu mengenai Kristus. Dari satu aspek, Kitab Imamat juga adalah satu Injil yang mewahyukan Kristus. Kristus benar-benar diwahyukan dalam Kitab Imamat, tetapi Dia diwahyukan di sini dalam “bahasa” yang berbeda dari yang dipakai dalam kitab Injil. Kita dapat mengatakan bahwa ini adalah “bahasa Kitab Imamat”. Satu contoh dari bahasa ini adalah kata Ibrani yang diterjemahkan “kurban bakaran” dalam Imamat 1. Secara harfiah, perkataan ini menunjukkan sesuatu yang naik. Jika kita tahu bahasa Kitab Imamat, kita akan menyadari bahwa yang naik ini mengacu kepada Kristus.

Dalam Kitab Imamat kita dapat melihat banyak rincian yang berhubungan dengan kenikmatan atas Kristus. Dalam Injil Yohanes, Tuhan Yesus mengatakan bahwa Dia adalah roti hidup, roti yang turun dari surga dan baik untuk dimakan (Yoh. 6:48, 50-51). Namun, sekalipun Tuhan mengatakan hal ini dengan jelas dalam Injil Yohanes, rincian mengenai ini tidak dapat ditemukan dalam Injil Yohanes. Untuk rincian mengenai makan Kristus, kita perlu datang ke Kitab Imamat.

Kita perlu menemukan cara untuk mengalami dan menikmati Kristus sebagai Dia yang diwahyukan dalam Kitab Imamat. Kita perlu mengalami dan menikmati Dia setiap hari dan secara riil. Untuk melakukan hal ini, kita perlu mengenal realitas semua kurban persembahan.

Roh Realitas—Kristus Adalah Realitas dari Kurban-kurban Persembahan bagi Kita

Ada orang mengatakan bahwa realitas dari kurban-kurban persembahan adalah Kristus. Itu memang betul. Dalam Yohanes 14 Tuhan Yesus bahkan memberi tahu kita bahwa Dia adalah realitas. “Akulah jalan dan kebenaran (realitas) dan hidup” (ayat 6). Di tempat berbeda dalam pasal yang sama Dia membicarakan Roh realitas (ayat 17 Tl.). Kristus tidak dapat menjadi realitas bagi kita jika Dia hanya realitas itu sendiri. Dalam diri-Nya, Dia adalah realitas, tetapi Dia belum menjadi realitas bagi kita. Agar Kristus menjadi realitas kita, perlu ada Roh realitas.

Yohanes 1:17 mengatakan, “Sebab hukum Taurat diberikan melalui Musa, tetapi anugerah dan kebenaran (realitas) datang melalui Yesus Kristus.” Ini menunjukkan bahwa ketika Tuhan Yesus datang, realitas datang juga. Kristus sendiri adalah realitas. Di satu pihak, Tuhan Yesus memberi tahu kita bahwa Dia adalah realitas; di pihak lain, Dia membicarakan Roh realitas. “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran (realitas)” (14:16-17a).

Menurut wahyu dalam Perjanjian Baru, Roh realitas adalah transfigurasi Kristus. Ketika Kristus hidup di bumi sebagai manusia dalam daging, Dia belum menjadi Roh realitas. Namun, setelah Dia disalibkan untuk merampungkan penebusan yang almuhit dan masuk ke dalam kebangkitan, Dia menjadi Roh pemberi-hayat (1Kor. 15:45b). Kristus sewaktu dalam daging telah menjadi Roh yang memberi hayat. Roh ini adalah Roh itu, perampungan dari Allah Tritunggal yang telah melalui proses. Roh pemberi-hayat hari ini adalah perampungan Allah Tritunggal yang telah melalui proses. Apa adanya Bapa, apa adanya Putra, dan apa adanya Roh telah dirampungkan ke dalam Roh yang almuhit ini. Inilah alasannya Wahyu 22:17 mengatakan, “Roh itu.” “Roh dan pengantin perempuan itu berkata, Marilah!”

Roh itu bukan hanya kuasa, kekuatan, dan energi, Dia adalah persona. Namun, kita mungkin tidak menyadari bahwa kita memiliki persona demikian yang hidup di dalam kita dan bertindak bersama kita. Kita tidak sendirian; kita memiliki persona lain, Kristus sebagai Roh realitas, di dalam kita dan bersama kita. Ini berarti ketika kita makan Kristus dan menikmati Dia, kita makan dan menikmati satu persona. Kita semua perlu menyadari bahwa kita memiliki Kristus sebagai persona di dalam kita.

Dalam Matius 28:20, Tuhan Yesus berkata, “Ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai akhir zaman.” Ini berarti Dia menyertai kita setiap hari. Apakah Anda merasa bahwa Tuhan Yesus menyertai Anda sebagai satu persona? Walaupun demikian persona ini masih memiliki sifat insani juga sifat ilahi, Dia tidak lagi dalam daging, sebab Dia telah ditransfigurasi menjadi Roh itu. Sekarang Dia adalah Roh yang telah rampung, Roh yang adalah perampungan Allah Tritunggal yang telah melalui proses.

Apakah Anda menyadari bahwa kita memiliki Allah yang telah melalui proses dan Allah yang telah melalui proses ini telah menjadi Roh yang telah rampung? Saya dapat bersaksi bahwa saya memiliki perasaan yang dalam bahwa persona demikian ada di dalam saya dan menyertai saya, menolong saya, menguatkan saya, memberi energi kepada saya, dan berjaga-jaga atas saya. Karena Paulus memiliki kesadaran semacam ini dia dapat berkata, “Segala hal dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku” (Flp. 4:13).

Alkitab mewahyukan bahwa Kristus adalah persona yang ajaib dan persona ajaib ini hari ini adalah Roh pemberi-hayat. Dia adalah Allah Tritunggal yang telah rampung sebagai Roh majemuk yang menyertai kita senantiasa untuk kenikmatan kita. Bagaimana kita menikmati Dia? Kita dapat menikmati Dia sebagai bermacam-macam kurban persembahan.

Pemikiran bahwa kita dapat menikmati Kristus sebagai kurban-kurban persembahan tersembunyi dalam Kitab Imamat. Sebagai contoh, kita dapat menikmati Kristus sebagai kurban bakaran. Kita tidak dapat mutlak untuk Allah, tetapi Kristus sebagai kurban bakaran adalah mutlak untuk Allah. Karena itu, kita harus menerima Kristus sebagai kurban bakaran dan menikmati Dia sebagai kurban bakaran. Untuk memiliki pengalaman dan kenikmatan atas Kristus ini kita perlu berdoa, “Tuhan Yesus, Engkau adalah persona yang ajaib. Engkau adalah Roh yang telah rampung yang menyertai kami senantiasa, dan Engkau ada di dalam kami menjadi kurban bakaran. Tuhan, kami tidak dapat memuaskan Allah, tetapi Engkau dapat memuaskan Allah. Kami tidak dapat mutlak untuk Allah, tetapi Engkau selalu dapat dan masih mutlak untuk Allah. Sekarang, Tuhan Yesus, kami menerima Engkau sebagai kurban bakaran kami.” Melalui doa seperti ini kita pun menikmati Kristus sebagai kurban bakaran.

Kita juga dapat menikmati Kristus sebagai kurban sajian. Sebagai kurban sajian, Kristus adalah makanan Allah dan juga makanan kita. Pada makanan ini kita memiliki kemenyan dan garam bukan ragi atau madu. Garam mengacu kepada kematian Kristus dan kemenyan kepada kebangkitan Kristus. Karena itu, kurban sajian penuh dengan kematian dan kebangkitan Kristus.

Semakin kita berdoa mengenai Kristus sebagai kurban persembahan dengan menyadari bahwa Dia adalah Roh pemberi-hayat, kita akan makin menikmati Dia sebagai kurban-kurban persembahan. Cara untuk menikmati Kristus adalah mengontak Dia dan menerima Dia sebagai Roh realitas.

Membebaskan Roh Kita Melalui Firman

Jika kita mau mengalami dan menikmati Kristus sebagai Dia yang diwahyukan dalam Kitab Imamat, kita harus berdoa bukan hanya memakai mentalitas, tetapi dengan membebaskan roh kita melalui firman dalam Alkitab. Ini akan menyebabkan firman yang konstan dalam Alkitab menjadi firman yang instan untuk kita. Ini adalah cara menikmati Kristus.

Di antara orang Kristen hari ini, termasuk kita, kurang menikmati Kristus melalui membebaskan roh kita melalui firman dalam Alkitab. Kita mungkin belajar banyak hal dan kita dapat mempraktekkan banyak hal, tetapi kita masih kurang melatih roh kita dalam doa dengan firman konstan dalam Alkitab untuk menjadikannya firman instan dalam pengalaman kita, supaya kita dapat menikmati Kristus dengan riil. Jika untuk sejangka waktu kita berdoa dengan membebaskan roh kita melalui firman, kita akan memiliki perasaan yang dalam bahwa Tuhan Yesus menyertai kita untuk menyuplai kita dengan apa pun yang kita perlukan.

Melayankan Kristus kepada Orang Lain

Jika kita setiap hari membebaskan roh kita melalui firman, dan menjamah Roh itu untuk menikmati Kristus, kita akan dipenuhi Kristus. Kemudian kita akan melayankan Kristus kepada orang yang kita kontaki. Bahkan jika kita tidak nyata-nyata menyebut Kristus, kita akan melayankan Kristus kepada orang lain melalui persekutuan kita dengan mereka.

Menikmati Kristus sebagai kurban-kurban persembahan adalah perkara makan Kristus, supaya kita dapat melayani Allah. Semakin kita makan Kristus, kita akan semakin dipenuhi dengan Kristus dan dipuaskan dengan Kristus. Ini akan memampukan kita untuk melayani Allah dan menyembah Dia.

Menyembah Allah tidak memerlukan kita berlutut dan sujud. Kita dapat menyembah Allah bahkan ketika kita melayankan Kristus kepada orang lain. Melayankan Kristus yang demikian kepada orang lain adalah penyembahan sejati kepada Allah dengan Kristus.

Mula-mula, kita sendiri perlu dipuaskan dengan Kristus sebagai kurban-kurban persembahan. Kemudian, dengan menikmati Kristus sebagai kekuatan untuk mengasihi orang lain, kita akan melayankan Kristus kepada mereka. Sebagai contoh, di satu pihak, kita perlu menerima Kristus sebagai kurban penghapus dosa, menikmati pendamaian-Nya. Di pihak lain, kita perlu melayankan Kristus yang telah kita nikmati kepada orang lain, khususnya kepada orang-orang yang lemah yang masih hidup dalam dosa. Melalui melayankan Kristus yang demikian, mereka akan disuplai dan diterangi untuk mengaku dosa-dosa mereka. Akhirnya, mereka akan bertumbuh dalam hayat, dan menang atas dosa-dosanya.

Beban saya dalam berita ini adalah agar kaum beriman dalam pemulihan Tuhan mengenal bagaimana menikmati Kristus dengan benar dan riil, melalui menyadari bahwa Dia, persona yang ajaib dan hidup, adalah kurban-kurban persembahan kita. Sebagai Roh yang telah rampung dari Allah Tritunggal yang telah melalui proses, Kristus adalah segala sesuatu. Dia adalah Bapa, Putra, dan Roh itu; Dia adalah persona yang telah melalui proses; Dia adalah manusia yang berbaur dengan Allah. Dia juga adalah makanan kudus kita. Ini berarti Dia adalah kurban-kurban persembahan yang menjadi makanan kita. Dia bahkan adalah penyembahan kita kepada Allah dan yang ada di dalam kita yang menyenangkan Allah. Keperluan kita hari ini adalah menikmati Kristus yang demikian, supaya kita dapat memberitakan Dia dan melayankan Dia kepada orang lain.