DOA-DOA TERAKHIR DAUD KEPADA YEHOVA
Pembacaan Alkitab: Mzm. 140—145
Sebelum kita mulai untuk mempertimbangkan Mazmur 140 sampai 145, saya ingin mengatakan sebuah perkataan mengenai kidung 756 dalam kidung kita. Saat kita menyanyikan kidung ini, hati kita tersentuh dan kita merasakan bahwa Tuhan begitu dekat dengan kita dan bahwa kita begitu dekat dengan Dia. Kita memiliki perasaan terutama bukan tentang ekdatangan Tuhan atau Dia menjadi Raja, tetapi Dia begitu dekat dan terkasih. Kita juga dapat merasakan bahwa penulis kidung ini memiliki hubungan yang intim dengan Tuhan. Sebagai contoh, bait ketiga mengatakan, ‘‘Saat ku pandang Tuhanku, hatiku terpikat: Tiada lain yang kudambakan, jumpa Dia belaka. Kedatangan-Nya t’lah dekat, untukku datang-Nya; JanjiNya teguh s’lamanya, tidak pernah sia-sia’’. Penulis menunjukkan Tuhan sebagai ‘‘Rajaku,’’ sebuah ekspresi yang menunjukkan begitu terkasih dan dekat. Semakin kita menyanyikan atau membaca kidung ini, perasaan kita semakin dalam betapa Tuhan terkasih dan dekat bagi kita dan kita bagi Dia.
Perkataan mengenai Kidung 756 ini dapat membantu kita untuk mengapresiasi Mazmur 140 sampai 145. Enam mazmur ini tidak besar atau penting, dan tidak memiliki cita rasa yang khusus. Meskipun mazmur-mazmur ini biasa, namun menunjukkan pada kita satu hal yang penting—bahwa Daud, penulis, sangat dekat dengan Allah. Jadi, perasaan kedekatan kepada Tuhan di dalam mazmur ini sangat mirip dengan perasaan dalam Kidung 756.
Mengenai pengaturan terhadap seratus lima puluh mazmur, kita telah melihat bahwa Mazmur 1 sampai 119 menekankan pada hukum Taurat dan bahwa Mazmur 120 samapi 134 adalah Nyanyian Ziarah. Enam belas mazmur terakhir, yaitu Mazmur 135 sampai 150, dibagi dalam tiga kelompok: Mazmur 135 sampai 139, Mazmur 140 sampai 145, dan Mazmur 146 sampai 150. Masing-masing dari enam belas mazmur ini adalah tawar, sepenuhnya kekurangan cita rasa atau selera khusus.
Kita juga telah melihat bahwa kitab Mazmur adalah ekspresi dari perasaan yang kompleks dari pemazmur. Karena pemazmur dekat dengan Tuhan, seringkali ketika mereka menulis perasaan-perasaan mereka, wahyu mengenai Kristus akan memecahkannya. Kita melihat wahyu yang demikian di dalam Mazmur 2:7: ‘‘Engkau adalah Putra-Ku! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini’’ Kita dapat membandingkan memecahkan wahyu Kristus di dalam Mazmur kepada transfigurasi yang tiba-tiba dan tidak diharapkan di atas gunung (Mat. 17:1-2) dan kepada kenaikannya yang mengejutkan (Kis. 1:9-11).
Meskipun wahyu mengenai Kristus meledak di dalam banyak mazmur yang berbeda, ledakan yang demikian tidak akan terjadi dalam enam belas mazmur terakhir.
Mazmur 140 sampai 145, ditulis oleh Daud, semuanya adalah doa. Oleh karena itu, saya telah memberi judul berita ini ‘‘Doa-Doa Terakhir Daud Yehova.’’ Marilah sekarang kita melihat isi dari doa--doa ini. Mazmur-mazmur ini tidak berisi hal-hal yang besar atau penting, tetapi, saat kita akan melihat, mereka penuh keintiman.
I. MEMINTA PEMBEBASAN DAN
PEMELIHARAAN YEHOVA
Dalam doa-doa terakhirnya Daud meminta Yehova untuk pembebasan dan peliharaan-Nya (140:1-5; 141:9; 143:6, 9, 11; 144:7, 11). Cukup sering Daud menderita kesulitan dan kesesakan dan memerlukan penyelamatan dan perlindung Allah. Maka, dia berdoa supaya Yehova membebaskannya dan memelihara dia. Untuk dipelihara oleh Allah adalah untuk ditutupi oleh Dia.
II. DENGAN MENGIKUTI POIN-POIN YANG MUSTIKA:
Doa-doa Daud ini berisi sejumlah poin-poin mustika, dimana kita akan secara singkat mempertimbangkannya.
A. Mengatakan Bahwa Yehovah adalah Allahnya
dan Kekuatan Keselamatannya
Dalam 140:7 dan 8 Daud berkata kepada Yehovah, ‘‘Allahku Engkau... O Tuhan Yehova, kekuatan keselamatanku.’’ Perkataan ini sederhana, tetapi terasa manis.
B. Memohon agar Doanya
Diletakkan di hadapan Yehovah seperti Ukupan
Dalam 141:2 Daud berdoa, ‘‘Biarlah doaku adalah bagi-Mu seperti persembahan ukupan, dan tanganku yang terangkat seperti persembahan kurban pada waktu petang.’’ Perkataan ini tidak hanya memiliki cita rasa yang manis tetapi juga dekat.
C. Berdoa agar Yehovah
Berjaga-jaga pada Pintu Bibirnya
‘‘Awasilah mulutku, O Yehova, berjagalah pada pintu bibirku!’’ (141:3). Doa ini menunjukkan bahwa Daud tidak dapat bersandar dirinya sendiri membatasi pembicaraannya dan memerlukan Allah untuk membantunya dengan berjaga pada pintu bibirnya. Doa ini adalah petunjuk lain bahwa Daud dekat dengan Tuhan. Saya percaya bahwa Allah menjawab doa Daud.
Sejak muda, saya telah mengapresiasi perkataan dalam 141:3. Seringkali ketika kita datang kepada Tuhan, kita terlalu cepat berbicara. Dapatkah kamu tinggal bersama Allah selama lima menit tanpa berbicara? Kamu akan menemukan bahwa sulit untuk diam tenang ketika kamu bersama dengan Tuhan. Kita melakukan kesalahan dalam doa kita karena kita terlalu cepat berbicara. Oleh karena itu, seperti Daud, kita memerlukan Allah untuk berjaga-jaga pada pintu bibir kita.
D. Doanya menentang Kejahatan-Kejahatan
Dalam 141:5b Daud berkata, ‘‘Sungguh aku terus berdoa menentang kejahatan-kejahatan mereka.’’ Ini menunjukkan bahwa musuh-musuh Daud melakukan hal-hal jahat tetapi doa Daud menentang hal-hal jahat ini. Di siini daud kelihatannya berkata, ‘‘Dikarenakan hal-hal jahat yang datang kepadaku, aku masih berdoa. Aku tidak dapat melakukan sesuatu kecuali berdoa menentang perbuatan-perbuatan jahat ini.’’ Namun, situasi kita seringkali berbeda. Ketika hal-hal buruk terjadi pada kita, kita mungkin lupa berdoa. Misalnya, ketika seorang saudara dan istrinya sedang mengganti pembicaraan, dia mungkin lupa berdoa. Alangkah baiknya jika saudara, daripada berbantahan dengan isterinya, akan berdoa menentang hal itu. Kita perlu belajar dari Daud untuk berdoa menentang perbuatan-perbuatan jahat.
E. Yehova Mengenal Jalannya
Ketika Rohnya Lemah Lesu Didalamnya
Dalam 142:4 Daud memiliki pengutaraan yang sangat khusus. Dia berkata, ‘‘Ketika semangatku lemah lesu di dalam diriku, Engkaulah yang mengetahui jalanku.’’ Ketika Daud sedang dalam masalah dan rohnya lemah lesu, dia tidak tahu apa yang harus dilakukan dan jalan apa yang harus diambil. Pada saat itu, dia menyadari bahwa Yehova mengenal jalannya.
F. Mengatakan bahwa Yehova adalah Perlindungannya
Dalam doanya di dalam 142:5 Daud berkata bahwa Yehova adalah perlindungannya, bagiannya di negeri orang-orang yang hidup. Di sini Daud membicarakan perkataan yang baik.
G. Mengatakan bahwa Tidak Seorangpun Hidup
Benar di hadapan Allah
‘‘Sebab di antara yang hidup tidak seorang pun yang benar di hadapan-Mu’’ (143:2b). Ketika Daud berdoa dengan cara ini, dia sedang melibatkan dirinya sendiri di antara mereka yang tidak benar di hadapan Allah.
H. Mengatakan Bahwa Ia Menadahkan Tangannya
kepada Yehovah dan Bahwa Jiwanya Haus akan Dia
seperti Tanah yang Tandus
‘‘Aku menadahkan tanganku kepada-Mu, jiwaku haus kepada-Mu seperti tanah yang tandus.’’ (143:6). Daripada berdebat dengan yang lain, kita seharusnya menadahkan tangan kita kepada Allah dan memiliki jiwa yang haus akan Dia.
I. Meminta Yehova untuk Membuatnya
Mendengarkan Kasih setia-Nya di Pagi Hari
Dalam 143:8 Daud berdoa agar Yehova membuatnya mendengarkan kasih setia-Nya di pagi hari, karena Dia percaya di dalam-Nya. Lalu Daud berdoa agar Yehova memberitahu dia jalan yang harus ditempuhnya, sebab kepada-Nyalah dia mengangat jiwanya, seluruh dirinya, bukan hanya tangannya.
J. Berkata Bahwa Ia Menyembunyikan dirinya sendiri di dalam Yehovah
Daud juga memberitahu Yehova bahwa dia menyembunyikan dirinya sendiri di dalam-Nya. Kemudian Daud berdoa, ‘‘Ajarlah aku melakukan kehendak-Mu, sebab Engkaulah Allahku! Kiranya Roh-Mu yang baik itu menuntun aku di tanah yang rata’’ (143: 10).
K. Memuji Yehova
‘‘Terpujilah Yehova, gunung batuku, yang mengajar tanganku untuk bertempur, dan jari-jariku untuk berperang; Tuhan kasih setiaku dan kubu pertahananku, kota bentengku dan pembebasku, perisaiku dan tempat aku berlindung’’ (144:1-2). Di sini kita melihat bahwa Allah memiliki banyak hal bagi Daud: gunung batu, kubu pertahanan, kota benteng, perisai, dan perlindungan. Gunung batu adalah sesuatu yang di atasnya kita berdiri; kubu pertahanan adalah bagi perlindungan; kota benteng adalah diangkat melebihi musuh-musuh; dan perisai bagi perlindungan muka dan dada. Sebagai tambahan, bagi Daud Allah adalah Pembebas dan Seorang yang di dalam-Nya, dia berlindung.
L. Berdoa agar Yehova
Menaklukkan dan Menurunkan Langit-Nya
‘‘O Yehova, taklukanlah langit-Mu dan turunlah’’ (144:5a). Di sini, dalam pengutaraan yang luar biasa, Daud meminta Yehova untuk menaklukkan langit-Nya kepadanya dan turun kepadanya.
M. Menyatakan bahwa Berbahagialah
Bangsa yang Allahnya adalah Yehova
‘‘Berbahagialah bangsa yang Allahnya ialah Yehova’’ (144:15b). Karena Yehova adalah Allah Daud, Daud melibatkan dirinya sendiri di antara mereka yang berbahagia.
Saya percaya bahwa jika kamu meluangkan waktu pada semua poin mustika ini tentang doa-doa Daud, cita rasa doamu akan berubah. Kadangkal doa kita intim, tetapi pada waktu yang lain doa kita dingin dan tanpa keintiman. Oleh karena itu, sangatlah membantu dengan mempertimbangkan keintiman doa-doa Daud kepada Yehova yang terakhir.
III. MEMINTA UNTUK KEMAKMURAN BENDA-BENDA MATERI
Sebagai kaum saleh Perjanjian Lama, di dalam pasal 144:12-15a Daud berdoa untuk kemakmuran benda-benda materi.
A. Berdoa agar Anak-anak Lelaki Mereka akan Menjadi seperti Tanaman
Daud berdoa agar anak-anak lelaki mereka akan menjadi seperti tanaman yang tumbuh besar pada masa muda mereka (ay. 12a).
B. Berdoa agar Anak-anak Perempuan Mereka
Akan Menjadi seperti Tiang-Tiang
Selanjutnya, Daud meminta agar anak-anak perempuan mereka akan menjadi seperti tiang-tiang penjuru yang dipahat untuk bangunan istana (v. 12b).
C. Berdoa agar Gudang-gudang Mereka Menjadi Penuh
Daud berdoa agar gudang-gudang mereka menjadi penuh, mengeluarkan beraneka ragam barang (ay. 13a).
D. Berdoa agar Kambing Domba Mereka
Akan Menjadi Beribu-ribu
Daud selanjutnya berdoa agar kambing domba mereka akan menjadi beribu-ribu dan berlaksa-laksa di padang-padang mereka (ay. 13b).
E. Berdoa agar Lembu Sapi Mereka akan Dimuat Penuh
Dalam ayat 14a Daud meminta Yehova agar lembu sapi mereka akan dimuat penuh untuk memikul barang-barang dari padang ke rumah.
F. Praying That There Would Be No
Breaking In to Rob or Going Forth to Fight
Dalam ayat 14b daud berdoa agar tidak ada kegagalan atau tidak ada keguguran atau tidak ada jeritan di jalan-jalan mereka.
G. Berkata bahwa Berbahagialah Bangsa yang Demikian Keadaanya
Akhirnya, Daud menyatakan bahwa berbahagialah bangsa yang demikian keadaannya (ay. 15a). Saya percaya bahwa, jika tidak selalu, setidaknya kadang-kadang, doa yang demikian dijawab. Adakalanya ketika anak-anak lelaki mereka seperti tanaman yang tumbuh besar, anak-anak perempuan mereka seperti tiang-tiang penjuru, gudang-gudang mereka penuh, kambing domba mereka menjadi beribu-ribu, lembu sapi mereka dimuati penuh, dan tidak ada kegagalan atau tidak ada keguguran atau tidak ada jeritan di jalan-jalan mereka..
IV. BERDASARKAN PADA PRINSIP BAIK DAN JAHAT
Empat dari enam mazmur ini penuh dengan prinsip baik dan jahat (140:9b-13; 141:10; 143:12; 145:20). Misalnya, dalam pasal 143:12 Daud berkata, ‘‘Binasakanlah musuh-musuhku demi kasih setia-Mu, dan lenyapkanlah semua orang yang menekan jiwaku, sebab aku ini hamba-Mu’’. Perkataan demikian adalah menurut prinsip baik dan jahat.
V. MENGHASIKAN PENINGGIAN DAN PUJIAN ALLH
Mazmur 140 sampai 144 menghasilkan peninggian dan pujian Allah (Mzm. 145).
A. Untuk Kebesaran-Nya yang Tidak Terduga dalam Kebajikan-Nya
Daud mulai dengan mengatakan, ‘‘Aku hendak mengagungkan Engkau, O Allahku dan Rajaku, dan aku hendak memuji nama-Mu untuk seterusnya dan selamanya. Setiap hari aku hendak memuji Engkau, dan hendak memuji nama-Mu untuk seterusnya dan selamanya.’’ (ay. 1-2). Kemudian Daud mengagungkan dan memuji Allah untuk kebesaran-Nya yang tidak terduga dalam kebajikan-Nya (ay. 3-7).
B. For His Grace and Compassion
‘‘Yehova itu pengasih dan penyayang, panjang sabar dan besar kasih setia-Nya. Yehova itu baik kepada semua orang, dan penuh rahmat terhadap segala yang dijadikan-Nya.’’ (ay. 8-9). Disini Daud mengagungkan dan memuji Allah untuk kasih dan sayang-Nya.
C. Untuk Kemuliaan Kerajaan-Nya
Dalam ayat 10 sampai 13 Daud selanjutnya meninggikan dan memuji Allah untuk kemuliaan kerajaan-Nya. Dalam ayat 12 dia berbicara tentang ‘‘kemuliaan semarak’’ dari kerajaan Allah, dan dalam ayat 13 dia menyatakan, ‘‘Kerajaan-Mu ialah kerajaan yang kekal, dan kekuasaan-Mu tetap melalui segala keturunan.’’
D. Untuk Suplai Kayanya kepada Orang yang Memerlukan,
Kedekatan-Nya kepada Semua Orang yang Berseru kepada-Nya,
Dan Pemeliharaan-Nya atas Semua Orang yang Mengasihi Dia
Dalam ayat 14 sampai 20 Daud meninggikan dan memuji Allah untuk suplai kayanya kepada orang yang memerlukan, kedekatan-Nya kepada semua orang yang berseru kepada-Nya, dan penjagaan-Nya atas semua orang yang mengasihi Dia. Yehova menopang semua orang yang jatuh, menegakkan semua orang yang tertunduk, memberi setiap orang yang menantikan Dia makanan pada waktunya, dan memuaskan kedambaan segala yang hidup (ay. 14-16). Dia dekat kepada semua orang yang berseru kepada-Nya. Dia akan memenuhi kedambaan orang-orang yang takut akan Dia dan akan mendengarkan seruan mereka dan menyelamatkan mereka (ay. 18-19). Dia juga menjaga semua orang yang mengasihi-Nya (ay. 20a).
VI. PERKATAAN KESIMPULANNYA
Mazmur 145:21 adalah perkataan kesimpulan Daud. Dia menyimpulkan dengan berkata, ‘‘Mulutku mengucapkan puji-pujian kepada Yehova dan semua daging akan memuji nama-Nya yang kudus untuk seterusnya dan selamanya.’’
Kita semua perlu belajar dari enam mazmur ini untuk memiliki kedekatan dan perasaan sayang dalam kontak kita dengan Tuhan. Kita semua perlu memiliki hati yang mengasihi Tuhan dan memustikakan Dia. Jika kita tidak memiliki hati demikian terhadap Tuhan, kemudian semua hal yang lebih tinggi dan lebih dalam yang telah saya ministrikan sejak 1962 mengenai Kristus, hayat, Roh itu, gereja sebagai Tubuh Kristus, dan ekonomi kekal Allah dengan penyaluran ilahi tidak akan berarti apa-apa bagi kita. Agar hal ini menjadi berarti bagi kita, kita perlu mengasihi dan memustikakan Tuhan sampai puncak-Nya.
Berbicara kepada orang tertentu mengenai hal-hal yang lebih dalam dan lebih tinggi ini dapat dibandingkan dengan memainkan piano kepada sapi: tidak ada ketertarikan atau respon. Banyak kaum beriman hari ini tidak memiliki ketertarikan terhadap ekonomi Allah, sebaliknya hanya memperhatikan konsepsi mereka akan hidup saleh dan pergi ke surga untuk bersama orang yang mereka kasihi. Ketika mereka mendengar kebenaran mengenai ekonomi Allah, mereka tidak memiliki ketertarikan atau respon terhadapnya.
Bagaimana tentang situasi kita hari ini? Kita mungkin mendengar begitu banyak kebenaran mustika, tetapi kita mungkin tidak memiliki hati yang mengasihi dan memustikakan Tuhan. Kita perlu menjadi seperti John Nelson Darby, yang ketika sendirian pada satu malam di dalam hotel, pada umur delapan puluh empat tahun, dapat berkata, ‘‘Tuhan Yesus, aku masih mengasihi-Mu’’. Saya percaya bahwa siapapun yang mengasihi Tuhan dan memustikakan Dia juga akan memustikakan kebenaran yang telah dilepaskan mengenai Kristus, hayat, Roh itu, gereja, ekonomi ilahi, dan penyaluran ilahi.