PUJIAN YANG RAMPUNG
Pembacaan Alkitab: Mzm. 146—150
Dalam berita ini kita akan membahas lima mazmur terakhir, Mazmur 146 sampai 150. Karena setiap mazmur ini dimulai dan diakhiri dengan kata ‘‘Haleluya’’, lima mazmur ini disebut mazmur Haleluya. Septuagin berkata bahwa Mazmur 146 sampai 149 ditulis oleh Hagai dan Zakharia setelah kembalinya mereka dari penawanan. Kembalinya umat Allah dari penawanan adalah suatu pembebasan dan restorasi yang besar.
Beberapa pemapar berkata bahwa lima kitab Mazmur berkaitan dengan lima kitab hukum Taurat yang ditulis oleh Musa: Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan. Para pemapar berkata bahwa kitab Mazmur adalah intisari dari seluruh Alkitab. Pemapar tertentu meninggikan Mazmur 146 sampai 150. Namun, mazmur-mazmur ini mewahyukan sangat sedikit mengenai ekonomi dan penyaluran Allah, karena ketika mazmur ini ditulis, ‘‘peradaban rohani’’ masih cukup primitif. Sejak kitab Mazmur ditulis, wahyu ilahi di dalam Kitab Suci memiliki kemajuan sangat banyak. Untuk alasan ini, Mazmur 146 sampai 150 tidak dapat dibandingkan dengan kitab Efesus.
I. PUJIAN YANG RAMPUNG BERKAITAN
DENGAN AKHIR KITAB WAHYU
Saya telah memberi judul berita ini tentang Mazmur 146 sampai 150 ‘‘Pujian yang Rampung’’. Pujian yang rampung berkaitan dengan akhir kitab Wahyu. Wahyu 19:1 berkata, ‘‘Haleluya! Keselamatan dan kemuliaan dan kekuasaan adalah pada Allah kita.’’ Di sini Allah dipuji karena keselamatan, kemuliaan, dan kekuasaan-Nya. Ayat 6 berkata, ‘‘Haleluya! Karena Tuhan Allah kita, Yang Mahakuasa, telah menjadi raja.’’
II. MEMUJI YEHOVA UNTUK PEMERINTAHANNYA DARI SION
Mazmur 146 adalah tentang memuji Yehova untuk pemerintahan-Nya dari Sion.
A. Dia Menjadi Penolong dari Kaum saleh-Nya
Ayat 3 sampai 5 adalah pujian kepada Yehova karena Dia menjadi penolong dari kaum saleh-Nya. Dalam ayat 3 dan 4 kita memiliki latar belakang dari mazmur. Ayat 3 berkata, ‘‘Janganlah percaya kepada para bangsawan, kepada anak manusia yang tidak dapat memberikan keselamatan’’ Hagai dan Zakharia, yang lahir di dalam penawanan, melihat raja-raja Babel dan Persia, dan inilah sebabnya mereka berkata bahwa kita tidak seharusnya percaya kepada para bangsawan. Ayat 4, mengacu pada anak manusia, berkata, ‘‘Apabila nyawanya melayang, ia kembali ke tanah; pada hari itu juga lenyaplah maksud-maksudnya’’. Rencana raja-raja Babel dan Persia hancur. Ayat 5 melanjutkan, ‘‘Diberkatilah orang yang mempunyai Allah Yakub sebagai penolong, yang harapannya di dalam Yehova, Allahnya’’. Penulis tahu bahwa para tawanan yang kembali adalah orang yang diberkati.
B. Dia yang Menjadikan Surga, Bumi, dan Segala Sesuatu
Ayat 6 mengatakan bahwa Yehovah yang menjadikan surga, bumi, dan laut dan segala isinya dan bahwa Dia tetap setia selama-lamanya.
C. Dia Memperhatikan Orang yang Memerlukan
Ayat 7 dan 8 memberitahu kita bahwa Yehovah melaksanakan penghakiman untuk orang-orang yang tertindas, memberi makanan kepada orang-orang yang lapar, membebaskan orang-orang yang terkurung, membuka mata orang-orang buta, menegakkan orang yang tertunduk, dan mengasihi orang-orang benar. Menurut ayat 9, Dia juga menjaga orang-oarang asing dan menegakkan anak yatim dan janda, tetapi Dia membelokkan jalan orang fasik.
D. Dia memerintah Selama-Lamanya
Ayat 10 menyimpulkan dengan pernyataan bahwa Yehova akan memerintah selama-lamanya. Mazmur 146 adalah sebuah mazmur yang baik. Namun, penulis masih memegang prinsip baik dan jahat dan menulis menurut pengetahuan baik dan jahat. Di sini kita tidak melihat sesuatu mengenai Kristus, Roh itu, hayat, dan gereja. Kita perlu melihat bahwa hari ini Kristus adalah Roh itu di dalam roh kita dan bahwa kasih karunia Kristus juga ada di dalam roh kita.
III. MEMUJI YEHOVA
UNTUK PEMBANGUNAN KEMBALI YERUSALEM
Mazmur 147 adalah tentang memuji Yehova tentang pembangunan kembali Yerusalem. Ayat 2a mengatakan, ‘‘Yehova membangun Yerusalem.’’
A. Dia Mengumpulkan Orang Israel yang Terbuang
Yehova mengumpulkan orang Israel yang terbuang. Pengumpulan oranbg yang terbuang ini adalah pembebasan para tawanan untuk membawa mereka kembali ke Yerusalem bagi pembangunan kembali Yerusalem. Yehova juga menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka. Dia menegakkan kembali orang-orang yang tertindas dan merendahkan orang-orang fasik, bangsa Babel dan Persia sebagai para penawan orang yang terbuang, ke tanah (ay. 2b-6).
B. Dia Menyediakan Makanan untuk Binatang Buas dan Burung-Burung
dan Senang kepada Orang-Orang yang Takut akan Dia
dan Berharap dalam Kasih Setia-Nya
Yehova menyediakan makanan untuk binatang buas dan kepada burung-burung (ay. 9). Ia tidak berkenan kepada kegagahan kuda, Ia tidak senang kepada kaki laki-laki, tetapi Dia ‘‘Yehova senang kepada orang-orang yang takut akan Dia, kepada orang-orang yang berharap dalam kasih setia-Nya’’ (ay. 10-11).
C. Dia Telah Memulihkan Yerusalem
Yehova telah memulihkan Yerusalem, telah meneguhkan palang pintu gerbangnya, dan telah memberkati umat-Nya dengan damai sejahtera dan persediaan yang kaya (ay. 12-18).
D. Dia Menyatakan Firman-Nya kepada Yakub,
Ketetapan dan Peraturan-Nya kepada Israel
‘‘Ia memberitakan firman-Nya kepada Yakub, ketetapan-ketetapan-Nya dan hukum-hukum-Nya kepada Israel. Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa, dan hukum-hukum-Nya tidak mereka kenal’’ (ay. 19-20). Hagai dan Zakharia dapat membandingkan diri mereka sendiri dengan bangsa kafir, bermegah bahwa keduanya tidak seperti mereka, bangsa kafir tidak memeiliki ketetapan Allah. Hari ini, kita, kaum beriman dalam Kristus, tidak memiliki ketetapan dan peraturan, tetapi kita memiliki Roh pemberi hayat dan penyaluran ilahi. Apa yang Hagai dan Zakharia miliki tidak dapat dibandingkan dengan apa yang kita miliki dalam Perjanjian Baru.
IV. MEMUJI YEHOVA UNTUK NAMANYA YANG TINGGI LUHUR
DAN UNTUK KEAGUNGANNYA YANG MENGATASI
Mazmur 148 adalah tentang memuji Yehova untuk nama-Nya yang tinggi luhur dan untuk keagungan-Nya yang mengatasi.
A. Semua Benda dan Orang Surgawi
Memuji Dia dari Surga
Dalam ayat 1 sampai 6 semua benda dan orang surgawi diperintah untuk memuji Yehova dari surga. Mengenai hal ini, ayat 5 mengatakan, ‘‘Baiklah semuanya memuji nama Yehova, sebab Dia memberi perintah, maka semuanya tercipta.’’
B. Semua Benda dan Orang Bumiah
Memuji Dia dari Bumi
Ayat 7 sampai 13 selanjutnya berkata bahwa semua benda dan orang bumiah memuji Yehova dari bumi. Mengenai hal ini ayat 13 mengatakan, ‘‘Biarlah semuanya memuji-muji Yehova, sebab hanya nama-Nya saja yang tinggi luhur, keagungan-Nya mengatasi bumi dan langit.’’
C. Semua Umat-Nya Memuji Dia
Menurut ayat 14, semua umat-Nya, kaum saleh-Nya, bani Israel, orang-orang yang dekat dengan Dia, memuji Dia.
V. MEMUJI YEHOVA
SEBAB DIA BERKENAN KEPADA UMATNYA, ISRAEL,
DAN MEMAHKOTAI ORANG YANG RENDAH HATI DENGAN KESELAMATAN
Mazmur 149 adalah tentang memuji Yehova sebab Dia berkenan kepada umat-Nya, Israel, dan Dia memahkotai orang yang rendah hati dengan keselamatan.
A. Dengan Nyanyian Baru
di dalam Perhimpunan Kaum Saleh-Nya
Ayat 1 berbicara tentang menyanyikan nyanyian baru kepada Yehova dan pujian-Nya di dalam perhimpunan kaum saleh-Nya.
B. Israel Bersukacita atas Yang Menjadikannya,
Bani Sion Bersorak-sorak atas Raja Mereka
Ayat 2 mengatakan, ‘‘Biarlah Israel bersukacita atas Yang menjadikannya, biarlah bani Sion bersorak-sorak atas raja mereka’’ Ayat 3 membicarakan memuji-muji Nama-Nya dengan tari-tarian dan menyanyikan mazmur kepada-Nya dengan rebana dan kecapi. Yehova berkenan kepada umat-Nya dan memahkotai orang-orang yang rendah hati dengan keselamatan (ay. 4). Kemudian ayat 5 dan 6 mengatakan bahwa orang-orang yang setia pada-Nya beria-ria dalam kemuliaan dan mereka bersorak-sorai di atas tempat tidur mereka, dengan pujian pengagungan Allah di dalam mulut mereka dan pedang bermata dua di tangan mereka.
C.Melakukan Pembalasan terhadap Bangsa-Bangsa
dan Penyiksaan terhadap Suku-Suku Bangsa
Ayat 7 sampai 9a mengatakan bahwa kaum beriman melakukan pembalasan terhadap bangsa-bangsa, penyiksaan-penyiksaan terhadap suku-suku bangsa, membelenggu raja-raja mereka dengan rantai dan orang-orang mereka yang mulia dengan tali-tali besi, melaksanakan penghakiman terhadap mereka seperti yang tertulis. Kehormatan ini adalah bagi semua orang yang setia pada-Nya (ay. 9b).
VI. MEMUJI YEHOVA ALLAH
Mazmur 150 adalah sebuah mazmur tentang memuji Yehova Allah.
A. Dalam:
Ayat 1 adalah perintah untuk memuji Allah di dalam tempat kudus-Nya dan di dalam cakrawala-Nya yang kuat.
B. Karena:
Ayat 2 berbicara mengenai memuji Allah karena segala keperkasaan-Nya dan menurut kebesaran-Nya yang hebat.
C. Dengan:
Ayat 3 sampai 5 memberitahu kita untuk memuji Allah dengan tiupan sangkakala, dengan gambus dan kecapi, dengan rebana dan tari-tarian, dengan permainan kecapi dan seruling, dengan ceracap yang berdenting, dengan ceracap yang berdentang. Hari ini roh kita adalah ‘‘alat musik’’ yang lebih baik daripada alat musik lainnya yang disebutkan di dalam ayat-ayat ini. Jika kita melatih roh kita, kita akan membuat ‘‘musik’’ yang baik.
D.Segala yang Bernafas
Terakhir, ayat 6 berkata bahwa segala yang bernafas memuji Yehova.
VII. ROH, REALITAS,
CIRI-CIRI DARI WAHYU ILAHI
DI DALAM KITAB MAZMUR
Wahyu 19:10 berbicara bahwa roh nubuat dari kitab Wahyu adalah kesaksian Yesus. Berdasarkan prinsip ini kita dapat mengatakan bahwa roh, realitas, ciri-ciri dari wahtu ilahi di dalam kitab Mazmur adalah Kristus (Luk. 24:44) sebagai sentralitas dan universalitas dari Ekonomi kekal Allah. Untuk hal ini, pertama-pertama Dia adalah perwujudan Allah Tritunggal, kemudian rumah, tempat kediaman, Allah (ditandai oleh bait), kerajaan Allah (ditandai oleh kota Yerusalem), dan Penguasa seluruh bumi dari rumah Allah dan di dalam kerajaan Allah. Jadi, Dia adalah semua dan di dalam seluruh alam semesta. Wahyu ilahi demikian adalah sama seperti apa yang diwahyukan di seluruh Kitab Suci. Poin khusus satu-satunya dari wahyu ilahi di dalam kitab Mazmur adalah bahwa wahyu tinggi demikian, bahkan puncak tertinggi dari wahyu ilahi, dinubuatkan dalam ekspresi perasaan-perasaan dari kaum saleh yang saleh zaman dulu. Sehingga bercampur dengan penghiburan dalam penderitaan dan perkembangan ibadah mereka, namun pusat dan realitasnya, roh dari wahyu tertinggi ini bukanlah hiburan dalam penderitaan bukan pula perkembangan ibadah. Tetapi Kristus Allah, yang adalah semua di dalam segala sesuatu menurut kedambaan Allah dan untuk kerelaan kehendak-Nya.
Perampungan dari Wahyu ilahi tertinggi ini adalah kota Yerusalem Baru sebagai tanda dari tempat kediaman, kemah, Allah (Why. 21:1-3), yang melaluinya Allah Tritunggal dinyatakan dan diekspresikan dalam Kristus yang almuhit.
Allah damba untuk memiliki tempat kediaman yang organik di bumi, dan tempat kediaman ini adalah agregat dari kaum saleh yang hidup yang didapatkan oleh Allah melalui kematian yang mengakhiri dan kebangkitan yang menunaskan dari Kristus yang almuhit. Mereka akan menjadi pernyataan dan ekspresi kekal dari Allah Tritunggal yang melalui proses dan rampung, dan Dia akan menjadi segala sesuatu bagi mereka di dalam Kristus yang almuhit. Allah Tritunggal akan memerintah pada bumi baru melalui sebuah organisme yang demikian di dalam alam semesta yang baru. Ini adalah roh, intisari, dari kitab Mazmur.