EKSPRESI KAUM SALEH DI HADAPAN YEHOVA DALAM BERBAGAI ARAH
Pembacaan Alkitab: Mzm. 135—139
Dalam berita ini kita akan mempertimbangkan Mazmur 135 sampai 139. Sebelum kita datang kepada mazmur-mazmur ini, saya terlebih dulu ingin mengatakan sebuah perkataan mengenai pengaturan dari seratus lima puluh mazmur.
Seratus sembilan belas mazmur yang pertama berbicara tentang hukum Taurat. Mazmur 1 tentang hukum Taurat, dan Mazmur 119 juga tentang hukum Taurat. Mengenai hukum Taurat, Mazmur 1 adalah sebuah permulaan yang sangat baik, dan Mazmur 119 adalah sebuah akhir yang sangat baik. Berbicara mengenai hukum Taurat, Mazmur 119 menggunakan tujuh sinonim dari kata hukum Taurat: kesaksian atau kesaksian-kesaksian, firman, peraturan, ketetapan, titah, penghukuman, dan perintah. Tujuh sinonim ini menghasilkan jalan.
Secara khusus, Mazmur 119 adalah tentang hukum Taurat sebagai kesaksian Allah. Menurut Alkitab kesaksian ini adalah kesaksian apa adanya Alkitab. Hukum Taurat adalah sebuah lambang, simbol, dari Kristus sebagai kesaksian Allah. Untuk memahami hal ini, kita perlu mempertimbangkan lambang lain dari Kristus—tabut kesaksian (Kel. 25:10-11, 16, 21-22). Tabut kesaksian ditaruh ke dalam Tempat Maha Kudus dari kemah, yang disebut kemah kesaksian (Kel. 38:21). Alkitab tidak mengatakan bahwa hukum Taurat ditaruh ke dalam tabut; sebaliknya, Alkitab memberitahu kita bahwa kesaksian ditaruh ke dalam tabut (Kel. 40:20). Hukum Taurat berisi, atau mengandung, di dalam tabut disebut kesaksian.
Mazmur 119 diikuti oleh lima belas mazmur yang disebut Nyanyian Ziarah (Mzm. 120—134). Enam belas mazmur yang tersisa dapat dikelompokkan menjadi tiga kelompok—Mazmur 135 sampai 139, Mazmur 140 sampai 145, dan Mazmur 146 sampai 150. Mazmur 135 dan Mazmur 146 sampai 150 adalah mazmur ‘‘haleluya’’, karena setiap mazmur ini diawali dan diakhiri dengan ‘‘Haleluya’’. Namun, seperti yang akan kita lihat, sifat dari isi Mazmur 135 berbeda dengan Mazmur 146 sampai 150. Enam mazmur ini semuanya adalah mazmur haleluya, tetapi isi mereka berbeda.
Dalam berita ini kita akan membahas Mazmur 135 sampai 139. Setiap mazmur-mazmur ini memiliki poin penting atau bermakna. Poin penting dari Mazmur 135 adalah pujian Yehova untuk kebajikan-Nya. Poin penting dari Mazmur 136 adalah kasih setia Yehova yang tidak berkesudahan. Bagian kedua dari setiap ayat dalam mazmur ini berkata, ‘‘Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya’’. Poin penting dari Mazmur 137 adalah mengingat Sion dan tidak melupakan Yerusalem. Pemazmur berkata bahwa para tawanan menangis oleh sungai-sungai Babel ketika mereka mengingat Sion (ay. 1). Pemazmur selanjutnya berkata bahwa dia tidak dapat melupakan Yerusalem (ay. 5). Poin penting di dalam Mazmur 138 bersyukur atas Yehova di dalam penyembahan atas bait kudus-Nya. Mazmur 139 berbicara tentang kemahatahuan dan kemahahadiran Allah. Namun, poin penting dari mazmur ini bukan kemahatahuan Allah bukan pula kemahahadiran-Nya, tetapi pemazmur meminta Yehova untuk penyelidikan dan pengujian-Nya. Di sini pemazmur kelihatannya berkata, ‘‘O Yehova, selidikilah aku dan ujilah aku untuk melihat apa yang ada di dalamku. Hanya Engkau yang dapat menyelidiki aku dengan cara ini karena hanya Engkau yang mahatahu dan maha hadir. Hanya Engkau yang bersyarat untuk menyelidikiku dan mengujiku’’.
Mereka yang mengelompokkan mazmur, mengelompokkannya menurut isinya. Dalam pengelompokkan ini kita memiliki Mazmur 1 sampai 119, yang berbicara tentang hukum Taurat; Mazmur 120 sampai 134, yang adalah mazmur tentang kenaikan, ziarah, ke Sion; dan enam belas mazmur terakhir, Mazmur 135 sampai 150. Mazmur 135, sebuah mazmur haleluya, berdiri sendiri, demikian pula Mazmur 146 sampai 150, lima mazmur haleluya lainnya dikelompokkan bersama.
Mazmur 136 sampai 145 tidak ada yang penting, tidak ada poin penting yang khusus. Ketika beberapa orang mendengar hal ini, mereka mungkin membayangkan tentang Mazmur 137 dan bertanya, ‘‘Bukankah mengingat Sion dan tidak melupakan Sion adalah penting?’’ Mengenai penawanan, hal ini mungkin penting. Namun, berkaitan dengan ekonomi Allah, hal-hal ini tidak penting. Perkara seperti menangis dan menggantungkan kecapi pada pohon-pohon gandarusa tidak ada kaitannya dengan ekonomi Allah. Jadi, kita mengatakan bahwa tidak ada yang penting di dalam mazmur-mazmur ini berdasarkan pada prinsip ekonomi Allah.
Judul dari berita ini pada Mazmur 135 sampai 139 adalah ‘‘Ekspresi dari Kaum Saleh di hadapan Yehova dalam Berbagai Arah’’. Apa yang khusus tentang mazmur-mazmur ini sebenarnya bukanlah ekspresi kaum saleh, tetapi fakta bahwa para penulis adalah orang yang sangat dekat dengan Allah. Jadi, mazmur-mazmur ini adalah ekspresi dari perasaan para penulis yang sangat dekat dengan Allah. Perasaan ini diekspresikan dari berbagai arah. Sebagai contoh, Mazmur 137 ditulis dari arah seorang yang duduk di tepi sungai Babel, demikian pula Mazmur 139 ditulis dari arah penyelidikan dan pengujian Allah. Dalam pasal 139:23-24 Daud berdoa, ‘‘Selidikilah aku, O Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran kekuatiranku; Lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal’’. Doa yang demikian hanya dapat disampaikan oleh seseorang yang sangat dekat dengan Allah, bahkan berhadapan muka dengan Dia.
Mazmur 135 sampai 139 ditulis dari berbagai arah untuk mengekspresikan di hadapan Allah perasaan-perasaan dari pemazmur. Dalam mazmur-mazmur ini tidak ada yang penting yang berkaitan dengan ekonomi Allah. Namun, mazmur-mazmur ini mewahyukan bahwa para penulis sangat dekat dengan Allah. Kita perlu menjaga poin ini dalam pikiran saat kita mempertimbangkan lima mazmur ini.
I. MEMERINTAHKAN PARA IMAM
YANG MELAYANI YEHOVA DI DALAM RUMAHNYA,
DI PELATARAN RUMAHNYA, UNTUK MEMUJI DIA
Subyek dari Mazmur 135 adalah memerintahkan para imam yang melayani Yehova di dalam rumah-Nya, di pelataran rumah-Nya, untuk memuji Dia karena kebajikan-Nya. Mazmur ini telah ditulis hanya oleh seseorang yang sangat dekat dengan Tuhan dan memperhatikan kepentingan Tuhan dan untuk para imam yang melayani. Saya percaya bahwa penulis mazmur ini bukanlah seorang imam, tetapi seorang warganegara biasa di antara orang Israel. Karena dia dekat dengan Tuhan dan karena dia memiliki perhatian yang intim untuk penyembahan Allah dan untuk para imam, dia memerintahkan para imam untuk menyembah Allah.
Prinsipnya sama dalam hidup gereja hari ini. Kita memiliki para sekerja, para sepenuh waktu, dan para peserta pelatihan sepenuh waktu. Kaum saleh tertentu di antara kita di dalam gereja yang sangat dekat dengan Tuhan mungkin memperhatikan semua orang ini, mengamati mereka, dan berdoa bagi mereka. Sebagai contoh, seorang sekerja tertentu melayani Tuhan sepenuh waktu, tetapi dia mungkin tidak terlalu ngotot terhadap Tuhan. Beberapa kaum saleh yang lebih tua, terganggu tentang situasi ini, lalu berdoa bagi sekerja ini.
A.
Dalam Kebaikan-Nya
‘‘Pujilah nama Yehova, pujilah, hai hamba-hamba Yehova, Hai orang-orang yang datang melayani di rumah Yehova, di pelataran rumah Allah kita! Pujilah Yehova, sebab Yehova itu baik, bermazmurlah bagi nama-Nya, sebab nama itu indah’’ (ay. 1-3). Di sini para imam diperintahkan untuk memuji Allah dalam kebaikan-Nya.
B. Dalam Memilih Yakub bagi Diri-Nya Sendiri,
Israel bagi Harta Pribadi-Nya
‘‘Sebab Yehova telah memilih Yakub bagi-Nya, Israel menjadi harta pribadi-Nya’’ (ay. 4). Ishak memili dua anak: Esau, seorang yang bertingkah laku baik, dan Yakub, seorang yang nakal. Ishak memilih Esau, yang melakukan sesuatu untuk menyenangkan dia, tetapi Allah memilih Yakub bagi Diri-Nya Sendiri. Ekonomi Allah memerlukan seorang yang nakal ini. Tanpa dia, ekonomi Allah tidak dapat digenapi.
Ayat 4 berkata tidak saja Allah memilih Yakub bagi Diri-Nya Sendiri, tetapi juga bahwa Dia memilih Israel bagi harta pribadi-Nya. Ketika Yakub ditransformasi menjadi Israel, pangeran Allah, dia menjadi harta pribadi Allah. Allah memilih Yakub bagi Diri-Nya Sendiri, tetapi Dia memilih Israel bagi harta-Nya.
B.
Dalam Kebesaran-Nya yang Melebihi Segala Allah
Dalam ayat 5 pemazmur berkata, ‘‘Sesungguhnya aku tahu, bahwa Yehova itu maha besar dan Yehova kita itu melebihi segala allah’’. Kemudian dalam ayat 15 sampai 18 dia menjelaskan, ‘‘Berhala bangsa-bangsa adalah perak dan emas, buatan tangan manusia, mempunyai mulut, tetapi tidak dapat berkata-kata, mempunyai mata, tetapi tidak dapat melihat, Mempunyai telinga, tetapi tidak dapat mendengar, juga nafas tidak ada dalam mulut mereka. Seperti itulah jadinya orang-orang yang membuatnya, semua orang yang percaya kepadanya’’. Di sini kita memiliki perbandingan antara Allah kita, yang khusus, dan ilah-ilah, berhala, yang tidak dapat berbicara, melihat, atau mendengar. Allah kita lebih berkuasa daripada ilah-ilah dan melebihi segala allah.
D. Dalam Diri-Nya yang Mahakuasa untuk Melakukan apa yang Dikendaki-Nya
di Langit, di atas Bumi, dan di Laut
Ayat 6 dan 7 menunjukkan bahwa para imam juga diperintahkan untuk memuji Allah di dalam penciptaan-Nya. ‘‘Yehova melakukan apa yang dikehendaki-Nya, di langit dan di bumi, di laut dan di segenap samudera raya; Ia menaikkan kabut dari ujung bumi, Ia membuat kilat mengikuti hujan, Ia mengeluarkan angin dari dalam perbendaharaan-Nya’’. Dia mengatur atmosfir di seluruh bumi bagi kebaikan semua makhluk hidup—tumbuhan, binatang, dan manusia—karena mereka semua perlu awan, angin, dan hujan.
E. Dalam Perbuatan-Nya yang Ajaib di Mesir,
atas Setiap Yang Sulung, dari Manusia dan Binatang,
dan kepada Firaun dan Semua Pengikutnya
Ayat 8 dan 9 memberitahu kita bahwa para imam memuji Allah untuk perbuatan-Nya yang ajaib di Mesir, atas yang sulung, dari manusia dan binatang, dan kepada Firaun dan semua pengikutnya.
F. Dalam Pemukulan-Nya atas Bangsa-Bangsa yang Besar
dan Pembunuhan-Nya atas Semua Raja Kanaan,
Khususnya Raja Sihon dan Raja Og
Dalam ayat 10 sampai 12 kita memiliki perkataan mengenai pemukulan Yehova atas bangsa-bangsa yang besar dan pemukulan-Nya atas semua raja Kanaan, khususnya Sihon, raja orang Amori dan Og, raja negeri Basan. Raja-raja ini adalah dua pintu-jaga dari Kanaan yang jahat dan musyrik. Yehova memukul bangsa-bangsa dan raja-raja sehingga Dia dapat memberi mereka tanah, kepada umat-Nya, Israel. Pemazmur memerintahkan para imam untuk memuji Allah untuk semua yang telah Dia lakukan dalam memimpin Israel ke dalam Kanaan dan membunuh raja-raja sehingga umat-Nya dapat memiliki tanah.
G. Dalam Pelaksanaan Penghukuman-Nya bagi Umat-Nya
dan dalam Belas Kasihan-Nya mengenai Hamba-Hamba-Nya
untuk Kepentingan Nama-Nya
Dalam ayat 13 dan 14 pemazmur memerintahkan para imam untuk memuji Yehova dalam pelaksanaan penghukuman-Nya bagi umat-Nya dan dalam belas kasihan-Nya mengenai hamba-hamba-Nya untuk kepentingan nama-Nya, yang adalah peringatan-Nya turun-temurun.
H. Memerintahkan Rumah Israel, Rumah Harun,
dan Rumah Lewi untuk Memuji Yehova
Ayat 19 dan 20 adalah perintah kepada rumah Israel, rumah Harun, dan rumah Lewi, semua yang takut akan Yehova, untuk memuji Yehova. Memuji Allah adalah berbicara yang baik tentang Dia. Setiap pemazmur memuji Allah karena setiap pemazmur membicarakan yang baik tentang Allah.
I. Memuji Yehova dari Sion,
Yang Tinggal di Yerusalem
Ayat 21 adalah perkataan tentang memuji Yehova dari Sion, yang tinggal di Yerusalem. Ini adalah kesimpulan dari perintah ini yang diberikan kepada para imam oleh seorang yang biasa yang dekat dengan Allah dan memperhatikan kepentingan-nya.
II. MEMERINTAH UMAT UNTUK BERSYUKUR
KEPADA YEHOVA UNTUK KASIH SETIANYA YANG TAK BERKESUDAHAN
Subyek dari Mazmur 136 adalah memerintahkan umat untuk bersyukur kepada Yehova untuk kasih setia-Nya yang tak berkesudahan. Banyak rincian dalam mazmur ini mirip dengan rincian dalam Mazmur 135.
A. Dalam Menjadi Baik
Ayat 1 berbicara tentang bersyukur kepada Yehova sebab Ia baik.
C.
Dalam Menjadi Allah Segala Allah dan Tuan Segala Tuan
Ayat 2 sampai 4 adalah perintah untuk bersyukur kepada Allah segala allah dan Tuan segala tuan, kepada Dia yang sendirian melakukan perbuatan besar dan ajaib.
C. Dalam Menciptakan Langit,
Bumi di atas Air, dan Benda-Benda Penerang yang Besar
Selanjutnya, pemazmur memerintahkan umat untuk bersyukur kepada Allah yang dengan pengertian membuat langit, yang menghamparkan bumi di atas air, dan membuat benda-benda penerang yang besar, matahari untuk menguasai siang dan bulan dan bintang-bingtang untuk menguasai malam (ay. 5-9).
D. Dalam Membawa Israel Keluar dari Mesir
Dan Memimpin Mereka melalui Padang Gurun
Dalam ayat 10 sampai 16 kita memiliki perkataan tentang bersyukur kepada Allah yang memulul mati anak-anak sulung Mesir, yang membawa Israek keluar dari tengah-tengah mereka dengan tangan yang kuat dan lengan yang teracung, yang membelah Laut Merah menjadi dua belahan, menyeberangkan Israel dari tengah-tengahnya, dan mencampakan Firaun dan tentaranya ke dalamnya, dan yang memimpin umat-Nya melalui padang gurun.
E. Dalam Membunuh Raja-raja Kanaan yang Besar dan Mulia
Supaya Dia Dapat Memberikan Tanah Mereka kepada Israel
sebagai Warisan
Ayat 17 sampai 22 adalah perintah untuk bersyukur kepada Yehova untuk kasih setia-Nya yang tak berkesudahan dalam emukul kalah raja-raja besar dan membunuh raja-raja mulia lalu memberi tanah mereka sebagai warisan kepada Israel hamba-Nya.
F. In Remembering Israel in Their Low Estate
and Rescuing Them from Their Adversaries
Yehova mengingat umat-nya dalam keadaan yang rendah dan menolong mereka dari seteru-seteru mereka (ay. 23-24). Kadangkala mereka dikalahkan oleh bangsa-bangsa kafir yang ada di sekeliling, yang menyebabkan mereka berada dalam keadaan rendah. Jadi mereka perlu rahmat Allah untuk mengingat mereka dan menolong mereka. Untuk hal ini mereka diperintahkan oleh pemazmur untuk bersyukur kepada Yehova.
F.
Dalam Memberikan Makanan kepada Semua Daging
Ayat 25 menunjukkan bahwa kasih setia Yehova terlihat dalam pemberian makanan kepada semua daging.
G.
Dalam Menjadi Allah Semesta Langit
Akhirnya, di dalam ayat 26 pemazmur memerintahkan umat untuk bersyukur kepada Allahsemesta langit.
Mazmur ini tidak memiliki poin-poin yang penting. Namun, untuk menulis mazmur yang demikian, pemazmur harus menjadi seorang yang sangat dekat dengan Allah dan yang memperhatikan kepentingan Allah. Hanya seorang yang demikian dapat menulis mazmur yang demikian.
III. MENGINGAT SION
DAN TIDAK MELUPAKAN YERUSALEM DI DALAM PENAWANAN
Subyek dari Mazmur 137 adalah mengingat Sion dan tidak melupakan Yerusalem di dalam penawanan.
A.
Menangis Ketika Mereka Mengingat Sion
Ketika mereka duduk di tepi sungai Babel dan mengingat Sion, mereka menangis (ay. 1).
B.
Mengantungkan Kecapi Mereka pada Pohon-Pohon Gandarusa
Mereka menggantungkan kecapinya pada pohon-pohon gandarusa di tengah-tengahnya, sebab di sanalah orang-orang yang menawan mereka meminta kepada mereka memperdengarkan nyanyian, dan orang-orang yang menyiksa mereka meminta nyanyian sukacita: ‘‘Nyanyikanlah bagi kami nyanyian dari Sion’’ (ay. 2-3).
C. Mereka Bertanya Bagaimana Mereka Dapat Menyanyikan
Nyanyian Yehova di Negeri Asing
Mereka berkata, ‘‘Bagaimanakah kita menyanyikan nyanyian Yehova di negeri asing’’ (ay. 4). Lalu pemazmur melanjutkan, ‘‘Jika aku melupakan engkau, O Yerusalem, biarlah tangan kananku melupakan keahliannya. Biarlah lidahku melekat pada langit-langit dari mulutku, jika aku tidak mengingat engkau, jika aku tidak jadikan Yerusalem puncak sukacitaku’’ (ay. 5-6). Di sini kita melihat bahwa pemazmur tidak dapat melupakan Yerusalem, tetapi lebih menyukainya melebihi puncak sukacitanya.
D. Meminta Yehova Mengingat
Edom yang Jahat yang Melawan Yerusalem dan Menghukumnya
‘‘Ingatlah, O Yehova, kepada bani Edom, yang pada hari pemusnahan Yerusalem mengatakan: “Runtuhkan, runtuhkan sampai ke dasarnya’’ (ay. 7). Di sini pemazmur meminta Yehova untuk mengingat Edom yang jahat yang melawan Yerusalem dan menghukumnya. Permintaan ini menurut prinsip baik dan jahat.
D.
Mengutuk Babel
‘‘O puteri Babel, yang suka melakukan kekerasan, berbahagialah orang yang membalas kepadamu perbuatan-perbuatan yang kaulakukan kepada kami! Berbahagialah orang yang menangkap dan memecahkan anak-anakmu pada bukit batu’’ (ay. 8-9). Ini adalah kutukan pemazmur atas Babel. Pemazmur tidak meminta Allah untuk mengutuk Babel; sebaliknya, dia sendiri melakukan hal ini secara langsung. Kutukannya juga menurut prinsip baik dan jahat.
Apa yang seharusnya kita lakukan hari ini mengenai mereka yang menentang pemulihan Tuhan? Kita tidak seharusnya mengutuk mereka atau meminta Allah menghukum mereka, karena dalam zaman Perjanjian Baru kita tidak diijinkan untuk melakukan hal demikian. Perjanjian Baru memberitahu kita bahwa daripada mengutuk yang lain, kita seharya memberkati mereka (Rm. 12:14). Kita juga disuruh berdoa bagi mereka yang menaganiaya kita (Mat. 5:44). Allah kita benar, dan Dia akan mempertahankan Diri-Nya Sendiri, pemulihan-Nya, dan kebenaran-Nya. Namun, pemazmur berada dalam zaman hukum Taurat, dan cara mereka menanggulangi yang lain adalah menurut prinsip baik dan jahat.
IV. BERSYUKUR KEPADA YEHOVA
DALAM PENYEMBAHAN DARI BAIT KUDUSNYA
Subyek dari Mazmur 138 bersyukur kepada Yehova dalam penyembahan dari bait kudus-Nya.
A. Karena Kasih Setia dan Kebenaran-Nya
dalam Membuat Perkataan Janji-Nya
melebihi Segala Sesuatu di dalam Kemuliaan-Nya yang Besar
Dalam ayat 1 pemazmur berkata, ‘‘Aku hendak bersyukur kepada-Mu dengan segenap hatiku, di hadapan para allah aku akan bermazmur bagi-Mu’’. Lalu pemazmur bersyukur kepada Yehova untuk kasih setia dan kebenaran-Nya dalam membuat perkataan janji-Nya melebihi segala sesuatu di dalam kemuliaan-Nya yang besar (ay. 2-5).
B. For His Regarding the Lowly,
Preserving Him Alive in Trouble,
and Saving Him from His Enemies
Dalam ayat 6 pemazmur menyatakan meskipun Yehova itu tinggi, namun Dia melihat orang yang hina. Dia menjamin bahwa di tengah-tengah masalah Yehova akan menjaganya dan bahwa Dia akan menyelamatkan Dia dari musuh-musuhnya (ay. 7).
Kelihatannya mazmur ini tidak berisi hal yang penting, tetapi ini mewahyukan suatu yang mustika mengenai keintiman pemazmur dengan Allah. Untuk menulis mazmur yang pendek ini, pemazmur harus menjadi orang yang diresapi dengan Allah dan yang berada dalam hadirat ilahi. Hanya dengan cara ini, dia dapat menulis mazmur intim yang demikian kepada Seorang yang Dia kasihi.
V. MEMINTA YEHOVA UNTUK PENYELIDIKAN DAN PENGUJIANNYA
Subyek dari Mazmur 139 adalah pemazmur meminta Yehova untuk penyelidikan dan pengujian-Nya.
A.
Allah Mahatahu
Ayat 1 sampai 6 berbicara tentang kemahatahuan Allah. Sebagai contoh, pemazmur berkata bahwa Yehova memahami pemikirannya dari jauh dan mengetahui segala jalannya. Yehova mengetahui segalanya.
B.
Allah Mahahadir
Dalam ayat 7 sampai 12 pemazmur melanjutkan perkataan mengenai kemahahadiran Allah. Allah bukan hanya tahu segala sesuatu—Dia juga ada di mana-mana.
C.
Mengapresiasi karena Diciptakan oleh Allah
Ayat 13 sampai 18 menunjukkan pemazmur mengapresiasi karena diciptakan oleh Allah. Setelah berbicara tentang penciptaan Allah, pemazmur menyatakan, ‘‘Dan bagiku, betapa berharganya pikiran-Mu, O Allah! Betapa besar jumlahnya! Jika aku mau menghitungnya, itu lebih banyak dari pada pasir. Apabila aku berhenti, masih saja aku bersama-sama Engkau’’ (ay. 17-18).
D. Membenci dan Merasa Jemu
terhadap Kefasikan Orang Fasik
menurut Prinsip Baik dan Jahat
Ayat 19 sampai 22 menjelaskan pemazmur membenci dan merasa jemu kefasikan orang fasik menurut prinsip baik dan jahat.
D.
Menuntut untuk Dipimpin oleh Allah tentang Jalan yang Kekal
Akhirnya, di dalam ayat 23 dan 24 pemazmur meminta Allah untuk menyelidikinya dan mengujinya lalu memimpinnya pada jalan yang kekal. Dia dapat menulis perkataan intim demikian karena dia dekat dengan Allah dan intim dengan-Nya.
Saya percaya bahwa tujuan para pengatur dalam mengelompokkan mazmur-mazmur ini bersama adalah menunjukkan bahwa mazmur ini ditulis oleh orang yang sangat intim dengan Allah. Ketika saya membaca mazmur-mazmur ini, saya terhibur dan saya menerima bantuan dalam perkara ibadah. Seperti para penulis mazmur ini, saya ingin menjadi seorang yang dekat dengan Allah, yang intim dengan Allah, dan yang hidup dan berjalan dalam hadirat Allah, bahkan dalam Diri Allah Sendiri.