KEMUSTIKAAN SION DAN YERUSALEM DALAM PENGALAMAN DAN PUJIAN KAUM SALEH (2)
Pembacaan Alkitab: Mzm. 128—134
Dalam berita sebelumnya kita membahas delapan Mazmur Ziarah pertama. Dalam berita ini kita akan mempertimbangkan delapan mazmur yang tersisa, Mazmur 128 sampai 134.
Urutan tujuh mazmur ini adalah penting. Mazmur 128 berbicara mengenai berkat Yehova kepada Israel dari Sion dan kesejahteraan dari Yerusalem dalam kenikmatan Israel. Mazmur 129 mengenai keadilbenaran Allah menanggulangi para penganiaya Israel dan para pembenci Sion. Di atas bumi ini ada umat pilihan Allah sebagai pilihan-Nya, dan umat ini selalu dianiaya. Ini adalah kaum beriman sejati hari ini, yang mungkin dianiaya karena memberitakan injil dan mengajarkan Alkitab. Lagipula, Sion, puncak tertinggi dari barisan pegunungan, menandakan para pemenang di dalam gereja, orang-orang yang lebih tinggi di antara kaum beriman. Sama seperti Sion dibenci, demikian juga para pemenang dibenci. Tetapi Allah datang untuk menanggulangi dengan adil benar terhadap mereka yang menganiaya Israel dan membenci Sion. Israel adalah pilihan Allah, dan Allah menanggulangi mereka yang menganiaya umat-Nya, tetapi ini tidak berarti bahwa Israel itu sempurna dan tidak berdosa. Sebaliknya, Israel memiliki banyak dosa dan kesalahan. Karena itu, dalam Mazmur 130 kita memiliki mazmur pengampunan dan penebusan.
Mazmur 131 menunjukkan bahwa setelah kita mengalami pengampunan Allah, kita menjadi rendah hati. Pertama-tama, kita bangga diri dan bahkan sombong, mengira bahwa kita sendiri yang benar sedangkan yang lain salah. Tetapi setelah kita diterangi mengenai situasi kita yang sesungguhnya, membuat pengakuan dosa yang menyeluruh, dan menerima pengampuanan Allah, kita menjadi rendah hati. Kita merendahkan hati kita, merendahkan pandangan kita, dan jiwa kita menjadi tenang ‘‘seperti seorang anak yang disapih dengan ibunya’’ (ay. 2). Saya sudah memiliki pengalaman ini banyak sekali, menyadari bahwa saya bukanlah apa-apa, bahwa saya tidak memiliki apa-apa, dan saya tidak dapat melakukan apa-apa. Ketika hati kita direndahkan dan jiwa kita ditenangkan, kita berada dalam kondisi yang cocok bagi Allah untuk memiliki perhentian. Dalam situasi yang demikian Allah dapat memiliki sebuah tempat perhentian, sebuah kediaman. Namun, ketika kita bangga diri dan pandangan kita sombong, Allah tidak memiliki perhentian, tidak ada tempat kediaman, di dalam kita. Hanya ketika kita rendah hati, tenang, dan diam adalah situasi yang tepat bagi Allah untuk membangun, masuk ke dalam kita, dan mengambil kita sebagai tempat perhentian-Nya. Ini adalah Sion menjadi tempat tinggal Allah, tempat perhentian-Nya, seperti yang diwahyukan dalam Mazmur 132.
Selanjutnya, Mazmur 133 memperlihatkan kepada kita bahwa Sion adalah tempat yang unik dimana saudara-saudara dapat datang bersama-sama dalam kesatuan. Sion adalah pusat yang menyatukan. Di tempat lain kita terserak dan terpecah. Ketika Allah memiliki perhentian-Nya, tempat kediaman-Nya, di Sion, kita dapat datang pada-Nya di Sion dan diam disana dalam kesatuan dengan saudara-saudara. Alangkah baik dan indahnya hal ini! Ini seperti minyak yang baik, melambangkan pengurapan di atas kepala Harun, dan juga seperti embun di pagi hari, melambangkan kasih karunia, yang turun dari bukit Hermon ke Bukit Sion. Ini menunjukkan bahwa, sebagai umat Allah, kita memerlukan keduanya baik pengurapan maupun pengairan. Selain itu, di Sion Allah memiliki tempat dimana Dia dapat memerintahkan berkat-Nya. Oleh karena itu, di Sion kita menerima perintah berkat Allah, hayat untuk selamanya.
Akhirnya, dalam Mazmur 134 bani Israel pertama-tama menyuruh para imam untuk memuji Allah di malam hari, lalu mereka memberkati para imam. Mengingat para imam diajar dan diberkati bani Israel, di sini bani Israel mengajar dan memberkati para imam. Ini menunjukkan bahwa bani Israel telah menjadi lebih tinggi daripada para imam.
Urutan dari Mazmur 128 sampai 134 adalah logis dan masuk akal. Kita menikmati berkat Allah dari Sion dan kesejahteraan dari Yerusalem, lalu Allah menanggulangi mereka yang menganiaya kita dan membenci kita. Meskipun demikian, kita berdosa dan perlu pengampunan Allah. Ketika kita menerima pengampunan-Nya, kita menjadi rendah hati, tenang, dan diam dan Allah memiliki perhentian, untuk tinggal, di dalam kita. Lalu kita datang kepada-Nya untuk diam dalam kesatuan. Sebagai hasilnya, kita menjadi Gunung Sion; yaitu, kita menjadi umat yang tertinggi, mereka yang bahkan lebih tinggi daripada para imam.
Sekarang kita telah melihat urutan dari tujuh mazmur ini, marilah kita mempertimbangkan setiap mazmur secara khusus.
IX. PUJIAN KAUM SALEH
DALAM KENAIKANNYA KE SION MENGENAI
BERKAT YEHOVA KEPADA ISRAEL DARI SION
DAN KESEJAHTERAAN DARI YERUSALEM
DALAM KENIKMATAN MEREKA
Mazmur 128 adalah pujian kaum saleh dalam kenaikannya ke Sion mengenai berkat Yehova kepada Israel dari Sion (menandakan para pemenang di dalam gereja) dan kesejahteraan dari Yerusalem (menandakan gereja sebagai kerajaan Allah) dalam kenikmatan mereka. Ini menunjukkan sekali lagi betapa mustika Sion dan Yerusalem dalam pengalaman dan pujian kaum saleh.
A. Mereka Makan dari Jerih Lelah Tangan Mereka,
dan Baiklah Keadaan Mereka
‘Berbahagialah setiap orang yang takut akan Yehova, yang berjalan di dalam jalan-Nya! Apabila engkau memakan hasil jerih payah tanganmu, engkau akan diberkati dan baiklah keadaanmu.’’ (ay. 1-2). Mereka akan makan dan mereka akan memiliki damai sejahtera. Makanan dan damai sejahtera adalah dua elemen dasar dari kehidupan sehari-hari kita. Jika kita kekurangan makanan, kita tidak akan memiliki damai sejahtera.
B. Isteri Mereka Menjadi Seperti Pohon Anggur yang Berbuah,
dan Anak-Anak Mereka Menjadi Seperti Tunas Pohon Zaitun
Menurut ayat 3, isteri-isteri mereka akan menjadi pohon anggur yang berbuah di bagian paling dalam dari rumah mereka, dan anak-anak mereka seperti tunas pohon zaitun di sekeliling meja mereka. Demikianlah akan diberkati orang laki-laki yang takut akan Yehova (ay. 4).
C. Yehova Memberkati Mereka dari Sion,
dan Mereka Melihat Kesejahteraan dari Yerusalem
Yehova akan memberkati mereka dari Sion, dan mereka akan melihat kesejahteraan Yerusalem sepanjang hari hidup mereka. Mereka juga akan melihat anak-anak dari anak-anak mereka di bawah damai sejahtera Allah atas Israel (ay. 5-6).
X. PUJIAN KAUM SALEH
DALAM KENAIKANNYA KE SION MENGENAI
PARA PENGANIAYA ISRAEL
DAN PARA PEMBENCI SION
Mazmur 129 adalah pujian kaum saleh dalam kenaikannya ke Sion mengenai para penganiaya Israel dan para pembenci Sion. Di sini Israel menandakan kaum beriman Perjanjian Baru, dan Sion menandakan para pemenang di dalam gereja. Semakin kita mengasihi Tuhan Yesus, semakin kita akan dibenci. Dalam beberapa kasus, orang tua membenci anak-anak mereka karena anak-anak sangat mengasihi Tuhan Yesus.
A. Seringkali Para Penganiaya
Telah Menyesakkan Kaum Beriman
sejak Permulaan Kehidupan Kristiani Mereka
Seringkali para penganiaya telah menyesakkan kaum beriman sejak permulaan kehidupan Kristiani mereka, tetapi mereka tidak dapat mengalahkan mereka. Sebagai pembajak, para penganiaya membajak pada punggung kaum beriman, membuat panjang alur bajak mereka, tetapi Yehova itu adil benar dan telah memotong tali-tali para penganiaya fasik (ay. 1-4).
B. All the Haters of Zion Being Put to Shame
Kiranya semua orang yang membenci Sion akan mendapat malu dan akan mundur. Kiranya mereka seperti rumput di atas sotoh, yang menjadi layu, sebelum bertumbuh, Yang tidak digenggam tangan penyabit, atau dirangkum orang yang mengikat berkas (ay. 5-7). Mereka tidak akan memiliki berkat dari mereka yang lewat dengan mengatakan, ‘‘Berkat Yehova atas kamu! Kami memberkati kamu dalam nama Yehova’’ (ay. 8). Inilah cara Allah menanggulangi para penganiaya dan pembeci.
XI. PUJIAN KAUM SALEH
DALAM KENAIKANNYA KE SION MENGENAI
PENGAMPUNAN ALLAH KEPADA ISRAEL DAN PENEBUSANNYA
ATAS ISRAEL DARI SEMUA KESALAHAN MEREKA
Dalam Mazmur 130 kita melihat cara Allah menanggulangi umat pilihan-Nya. Mazmur ini adalah pujian kaum saleh dalam kenaikannya ke Sion mengenai pengampunan Allah kepada Israel dan penebusan-Nya atas Israel dari semua kesalahan mereka. Kita tidak lebih baik daripada para penganiaya dan pembenci. Kita perlu pengampunan Allah.
A. Tidak Seorangpun Bertahan jika Yehova Mengingat Kesalahan
Pemazmur berseru kepada Yehova, berdoa agar telinga-Nya menaruh perhatian kepada suara permohonannya (ay. 1-2). Lalu pemazmur berkata, ‘‘Jika Engkau, O Yehova, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan, O Tuhan, siapakah yang dapat tahan’’ (ay. 3).
Hampir setiap pagi saya memulai doa saya dengan berkata, ‘‘Tuhan, terima kasih pada-Mu bahwa Engkau telah mengampuniku dari semua pelanggaran, kegagalan, dan kekalahanku. Tuhan, aku juga berterima kasih pada-Mu bahwa Engkau telah membasuhku dari semua kekotoranku dengan darah-Mu yang membasuh’’. Saya tidak memiliki cara lain untuk memulai doa saya, karena saya menyadari bahwa setiap hari ketidaksempurnaan saya perlu pengampunan Allah dan kekotoran saya perlu pembasuhan-Nya.
B. Pada Yehova Ada Pengampunan,
Supaya Dia Ditakuti Orang
‘‘Tetapi pada-Mu ada pengampunan, supaya Engkau ditakuti orang’’ (ay. 4). Semakin Tuhan mengampuni kita, semakin kita takut akan Dia.
C. Menantikan Tuhan
dan Berharap di dalam Dia dan di dalam Firman-Nya
Dalam ayat 5 sampai 8 pemazmur berbicara tentang menantikan Tuhan lebih daripada pengawal di pagi hari dan berharap di dalam Dia dan di dalam firman-Nya karena penebusan-Nya yang berlimpah yang akan menebus Israel dari semua kesalahan mereka.
XII. PUJIAN KAUM SALEH DALAM KENAIKANNYA KE SION
MENGENAI KERENDAHAN HATINYA
DAN KETENANGAN JIWANYA DI HADAPAN YEHOVA
Mazmur 131 adalah pujian kaum saleh dalam kenaikannya ke Sion mengenai kerendahan hati-Nya dan ketenangan jiwanya di hadapan Yehova.
A. Hatinya Tidak Meninggikan Diri,
Pandangannya Juga Tidak Sombong
Dalam ayat 1 pemazmur berkata bahwa hatinya tidak meninggikan diri, pandangannya juga tidak sombong. Dia juga berkata bahwa dia tidak mengejar hal-hal yang terlalu bersar dan terlalu ajaib baginya. Hal-hal tertentu terlalu besar dan terlalu ajaib bagi kita, dan kita tidak seharusnya mengejar hal-hal ini.
B. Dia Telah Menenangkan dan Mendiamkan
Jiwanya di dalam Dia
Pemazmur selanjutnya berkata bahwa dia telah menenangkan dan mendiamkan jiwanya di dalamnya, seperti anak yang disapih berbaring dekat ibunya (ay. 2). Dai telah disapih, atau dilucuti, dari segala sesuatu selain Tuhan.
C. Menasihati Israel, Umat Pilihan Allah,
untuk Berharap di dalam Yehova
Pemazmur menasihati Israel, umat pilihan Allah, untuk berharap di dalam Yehova dari sekarang sampai kekal (ay. 3). Ketika kita telah menjadi seperti pemazmur, rendah hati, tenang, diam, dan disapih,
Kita dapat menasihati yang lain untuk berharap di dalam Allah.
XIII. PUJIAN KAUM SALEH
DALAM KENAIKANNYA KE SION MENGENAI
TEMPAT TINGGAL DAN PERHENTIAN YEHOVA DI SION
MELALUI DAUD YANG DIURAPINYA
Mazmur 132 adalah pujian kaum saleh dalam kenaikannya ke Sion mengenai tempat tinggal dan perhentian Yehova di Sion melalui Daud (melambangkan Kristus) yang diurapi-Nya.
A. Meminta Yehova
Mengingat Semua Penderitaan Daud
Dalam 1 pemazmur meminta Yehova untuk mengingat semua kesesakan Daud, yang melambangkan semua penderitaan Kristus.
B. Kedambaan Daud bagi Tempat Kediaman Allah
Ayat 2 sampai 5 menunjukkan kedambaan Daud bagi tempat kediaman Allah (cf. 69:9a). Daud bersumpah kepada Yehova dan bernazar kepada Yang Mahatinggi dari Yakub bahwa dia tidak akan masuk ke dalam kemah dari rumahnya, tidak akan berbaring di ranjang petidurannya, atau tidak akan membiarkan matanya tertidur atau membiarkan kelopak matanya terlelap sampai dia menemukan ‘‘tempat untuk Yehova, sebuah kemah untuk Yang Mahakuat dari Yakub’’ (132:5). Di sini ‘‘kemah’’ berarti tempat kediaman.
C. Daud Mencari Tabut Yehova
Daud mencari tabut perjanjian, dan dia menemukannya di Yaar. Kemudian dia menginginkan Yehova untuk bangun dan masuk bersama tabut ke dalam tempat perhentian-Nya di Sion (ay. 5-9; 13). Hari ini, tempat perhentian ini adalah para pemenang di dalam gereja-gereja.
D. Pembicaraan Yehova mengenai Sion
Ayat 14 sampai 18 adalah pembicaraan Yehova mengenai Sion. ‘‘Inilah tempat perhentian-Ku selama-lamanya, di sini Aku hendak diam, sebab Aku mengingininya’’ (ay. 14). Saya berharap agar suatu hari Allah akan mengatakan perkataan demikian kepada kamu. Yehova melanjutkan dengan mengatakan bahwa Ia akan memberkati persediaan Sion dengan berlimpah dan memuaskan setiap yang miskin dengan roti, dan Dia akan mengenakan setiap imamnya dengan keselamatan, bahwa setiap kaum saleh akan berteriak sorak-sorai, bahwa di sana Dia akan menyebabkan tanduk Daud untuk bertunas, bahwa Dia telah menyiapkan pelita bagi Yang Diurapi-Nya dan bahwa Dia akan mengenakan kemaluan pada musuh-musuh dari Yang Dirapi-Nya, tetapi pada-Nya, mahkota-Nya akan bersinar.
Dalam mazmur ini kita telah melihat butir-butir yang berkaitan dengan pemenang—perhentian, diam, makanan, pakaian, tanduk yang menang, pelita yang menerangi, dan mahkota yang bersinar. Butir-butir ini ada di puncak hidup gereja. Ketika kita berada di puncak hidup gereja kita memiliki perhentian bersama Allah, tempat kediaman, dan makanan. Namun, ketika Allah tidak memiliki rumah, kita juga tidak memiliki rumah. Ketika Dia tidak memiliki kepuasan, Kita juga tidak memilki kepuasan. Tetapi ketika Allah tinggal dan memiliki perhentian di Sion, kita memiliki banyak makanan. Lagipula, kita memiliki pakaian, tanduk, pelita, dan mahkota yang tepat. Inilah puncak hidup gereja. Inilah situasi para pemenang di Sion, puncak tertinggi dari gunung Allah.
XIV. PUJIAN KAUM SALEH
DALAM KENAIKANNYA KE SION MENGENAI
YEHOVA MEMERINTAHKAN BERKAT
BAGI SAUDARA-SAUDARA DIAM DALAM KESATUAN
Mazmur 133 adalah pujian kaum saleh dalam kenaikannya ke Sion mengenai Yehova memerintahkan berkat bagi saudara-saudara diam dalam kesatuan. Sebelum kita dapat memiliki Mazmur 133 kita harus mencapai Mazmur 132. Ini berarti bahwa tanpa perhentian dan kediaman Allah di dalam tempat kediaman-Nya, kita tidak memiliki tempat dimana kita dapat berkumpul bersama. Kita tidak memiliki Sion, tidak memiliki pusat bagi perkumpulan kita. Ketika Sion dibangun dan ketika Allah memiliki tempat perhentian di sana dan tinggal di Yerusalem, lalu kita memiliki tempat dimana kita dapat berkumpul dan dimana kita dapat diam bersama di dalam kesatuan. Jika ini adalah situasi kita di dalam sidang-sidang gereja, kita akan menikmati Allah yang memerintahkan berkat.
A. Alangkah Baik dan Indahnya
bagi Saudara-Saudara Diam dalam Kesatuan
‘‘Sungguh, alangkah baiknya dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dalam kesatuan’’ (ay. 1). Saya percaya bahwa ‘‘alangkah baiknya’’ mengacu pada minyak dalam ayat 2 dan bahwa ‘‘alangkah indahnya’’ mengacu pada embun dalam ayat 3.
B. Seperti Minyak yang Baik di atas Kepala
‘‘Seperti minyak yang baik di atas kepala meleleh ke janggut, yang meleleh ke janggut Harun dan ke leher jubahnya’’ (ay. 2). Bagi minyak untuk meleleh dari kepala ke leher jubah menandakan bahwa baik Kepala maupun Tubuh, baik Kristus maupun Gereja, berada di bawah pengurapan minyak baik Allah.
C. Seperti Embun Hermon
Yang Turun ke atas Gunung-Gunung Sion
Ayat 3a goes on to say that is also like ‘‘Seperti embun gunung Hermon yang turun ke atas gunung-gunung Sion.’’ Angin utara menyebabkan embun dari gunung Hermon turun ke atas gunung-gunung Sion. Embun ini melambangkan kesegaran dan kasih karunia Allah yang menyegarkan. Embun yang demikian, kasih karunia yang demikian, membasahi kita.
D. Ke sanalah Yehova Memerintahkan Berkat,
Kehidupan untuk Selama-Lamanya
‘‘Sebab ke sanalah Yehova memerintahkan berkat, kehidupan untuk selama-lamanya’’ (ay. 3b). Saya percaya bahwa dengan ‘‘kehidupan untuk selama-lamanya’’ pemazmur berpikir suatu hidup yang panjang. Namun, dalam penafsiran kita,kita memahami kata ‘‘kehidupan’’di sini bukan berarti hidup yang panjang, tetapi hayat yang kekal.Saat kita diam bersama dalam hidup gereja, kita menikmati hayat kekal Allah yang diperintahkan oleh Dia sebagai berkar bagi kita. Inilah penghidupan gereja.
Dalam Mazmur 132 kita memiliki hidup gereja, dan di dalam Mazmur 133 kita memiliki penghidupan gereja. Penghidupan gereja adalah penghidupan yang tertinggi—satu penghidupan dengan saudara-saudara diam dalam kesatuan. Penghidupan demikian menyebabkan Allah datang untuk memberkati kita dengan minyak yang baik dan embun yang segar.
XV. PUJIAN KAUM SALEH
DALAM KENAIKANNYA KE SION MENGENAI
PERINTAH DAN BERKAT DARI BANI ISRAEL
KEPADA PARA IMAM YANG MELAYANI DI DALAM RUMAH ALLAH
Sebagai Nyanyian Ziarah yang terakhir, Mazmur 134 adalah pujian kaum saleh dalam kenaikannya ke Sion mengenai perintah dan berkat dari baini Israel untuk para imam yang melayani di dalam rumah Allah. Mazmur ini menunjukkan bahwa umat yang tertinggi, mereka yang ada di Sion, dapat memberkati setiap orang dan mengajar setiap orang.
A. Perintah kepada Para Hamba Yehova
‘‘Nyanyian ziarah. Mari, pujilah Yehova, hai semua hamba Yehova, yang datang melayani di rumah Yehova pada waktu malam. Angkatlah tanganmu dalam tempat tempat kudus dan pujilah Yehova!’’ (ay. 1-2). Ini adalah perintah dari bani Israel kepada imam yang melayani. Meskipun para imam ini melayani di dalam rumah Allah, mereka lebih rendah daripada orang-orang di Sion. Jadi, mereka yang di Sion dapat memberi perintah demikian kepada hamba Yehova ini.
B. Berkat kepada Para Hamba Yehova
‘‘Kiranya Yehova yang menjadikan langit dan bumi, memberkati engkau dari Sion.’’ (ay. 3). Disini kita melihat bahwa berkat datang dari Sion, yaitu, dari umat yang tertinggi. Jika kamu membaca sejarah gereja, kamu akan melihat bahwa dalam setiap jaman dan abad berkat Allah sampai pada gereja karena para pemenang. Kapankala ada beberapa pemenang, di sana akan ada berkat Allah. Allah selalu memberkati umat-Nya dari Sion, dari puncak tertinggi, dari orang-orang yang telah mencapai puncak, mencapai kedudukan para pemenang. Dari kedudukan ini Allah memberkati semua umat-Nya.