← Daftar isi Mazmur (1) · bab 36/42

PUJIAN DARI UMAT PILIHAN ALLAH MERAMPUNGKAN POSISI KRISTUS YANG UTAMA

Pembacaan Alkitab: Mzm. 111—118

Dalam berita ini kita sampai pada poin yang paling sulit dalam Alkitab—Kristus sebagai batu penjuru. Siapakah yang akan berpikir bahwa Kristus akan menjadi batu penjuru? Tidak ada ayat di dalam mazmur sebelumnya yang berbicara tentang Kristus sebagai batu penjuru. Lalu, tiba-tiba, Mazmur 118:22 berkata, ‘‘Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru’’.

Sekali lagi saya akan meminta perhatiaanmu kepada pengelompokan kitab Mazmur ini menjadi lima kitab. Kitab 5 dimulai dengan Mazmur 107. Mazmur yang utama di dalam Kitab 5 yang menyingkapkan Kristus adalah Mazmur 110 dan Mazmur 118.

Mazmur 110 adalah tentang Kristus sebagai Dia yang ditinggikan, sebagai Dia yang dalam kenaikan-Nya telah ditinggikan ke sebelah kanan Allah di surga. Dalam mazmur ini ada dua perkara yang sulit dipahami secara tepat—‘‘embun dari kandungan fajar’’ (ay. 3) dan ‘‘sungai di tepi jalan’’ (ay. 7). Dimana sungai adalah untuk minum, embun adalah untuk pengairan. Saat Kristus dalam perjalanan-Nya untuk melaksanakan ekonomi Allah, Dia perlu diairi, dan Dia perlu sesuatu untuk diminum. Kristus diairi oleh mereka yang mempersembahkan dirinya secara sukarela kepada Dia. Siapapun yang merelakan dirinya bagi Kristus sebagai sebuah persembahan adalah remaja yang diserupakan dengan embun yang dikandung dalam kandungan fajar untuk mengairi Kristus. Ketika kita haus karena pekerjaan atau perlombaan lari, embun tidaklah cukup. Kita perlu air untuk diminum. Kristus juga perlu sesuatu untuk diminum. Jadi, sebagai tambahan kepada embun, yang adalah uap untuk melembutkan, Kristus perlu minum dari sungai di tepi jalan.

Seperti yang akan kita lihat, Mazmur 119 adalah tentang Kristus sebagai batu penjuru. Ketika kita sampai kepada mazmur ini, kita akan mempertimbangkan sejumlah ayat yang berkaitan dengan Kristus sebagai batu penjuru bagi bangunan Allah. Setelah Mazmur 119 wahyu mengenai Kristus di dalam kitab Mazmur tertutup. Mazmur 119, sebuah mazmur khusus, diikuti oleh lima belas mazmur yang disebut mazmur ziarah. Setelah mazmur-mazmur ini, kita memiliki enam belas mazmur terakhir. Dalam tiga puluh satu mazmur ini kita tidak dapat menemukan sesuatu mengenai Kristus, karena Kristus telah diwahyukan kepada kita secara memadai dimulai dari Mazmur 2 dan diakhiri dengan Mazmur 119.

Dalam berita selanjutnya kita akan melihat Mazmur 119 adalah tentang Kristus menjadi realitas hukum Taurat sebagai kesaksian dan firman Allah. Seratus tujuh puluh enam ayat dari Mazmur 119, diatur dalam dua puluh dua bagian dimana setiap bagiannya ada sembilan ayat, adalah tentang Kristus sebagai hukum Taurat. Terhadap permulaan dari kitab Mazmur, di dalam Mazmur 2, Roh itu memalingkan pembaca kitab Mazmur dari hukum Taurat kepada Kristus. Setelah semua wahyu tentang Kristus di dalam Mazmur 2 sampai 118, Roh itu memberi kita Mazmur 119, menunjukkan atau menyiratkan bahwa Kristus adalah hukum Taurat Allah yang riil, sesungguhnya, dan praktis. Dalam Perjanjian Lama, hukum Taurat ditaruh di dalam tabut, yang adalah lambang dari Kristus. Oleh karena itu, seluruh hukum Taurat Allah ada di dalam Kristus, membuat Kristus realitas dari hukum Taurat Allah.

Mazmur 119 berbicara secara langsung tentang hukum Taurat. Di dalam mazmur ini, kata ‘‘kesaksian-kesaksian’’ digunakan dua puluh dua kali, dan kata ‘‘kesaksian’’ digunakan sekali. Seringkali mazmur ini juga berbicara tentang firman. Adalah benar untuk mengatakan bahwa hukum Taurat melambangkan Kristus sebagai gambaran Allah. Inilah mengapa hukum Taurat disebut kesaksian Allah. Hukum Taurat adalah gambaran Allah, dan akhirnya gambaran ini tidak hanya Sepuluh Perintah, tetapi persona yang hidup, Kristus. Kristus adalah hukum Taurat Allah, gambaran dari Allah. Kristus juga adalah firman Allah.

Setelah Mazmur 119, yang menutup sesuatu dan membuka sesuatu, tidak ada wahyu lanjutan di dalm kitab Mazmur mengenai Kristus. Setelah kita melihat Kristus, kita seharusnya naik. Maka, setelah Mazmur 119 kita memiliki mazmur ziarah, menunjukkan bahwa kehidupan Kristiani adalah kehidupan kenaikan.

Daya tarik macam apa yang kamu miliki di dalam pengenalan kitab Mazmur? Apakah kamu tertarik datang kepada kitab Mazmur untuk mempelajari tentang ibadah atau untuk menemukan penghiburan? Banyak orang Kristen mengasihi kitab Mazmur karena mazmur berisisi petunjuk mengenai ibadah dan kata-kata hiburan. Enam puluh tahun yang lalu saya juga mengasihi kitab Mazmur dengan cara ini, tetapi hari ini, kasih saya kepada kitab Mazmur berbeda. Saya mengasihi kitab Mazmur karena kitab ini penuh wahyu mengenai Kristus yang tidak dapat kita lihat di dalam kitab lain dari Alkitab. Empat kitab Injil memberi kita catatan empat ganda apa adanya Kristus dan apa yang telah Dia lakukan. Namun, kitab Injil tidak mewahyukan Kristus sebanyak kitab Mazmur. Adakalanya kitab Mazmur dikutip di dalam kitab Injil. Sebagai contoh, Mazmur 118:22-23 dikutip di dalam Matius 21:42, dan Mazmur 110:1 dikutip di dalam Matius 22:44. Tanpa kitab Mazmur kita tidak dapat memiliki pandangan yang jelas mengenai Kristus. Jika kita mempertimbangkan semua poin mengenai Kristus di dalam kitab Mazmur, kamu akan melihat kitab Mazmur menyajikan kita gambaran yang khusus tentang Kristus.

Judul dari berita ini tentang Mazmur 111 sampai 118 adalah ‘‘Pujian dari Umat Pilihan Allah Merampungkan Posisi Kristus yang Utama’’. Kelompok dari mazmur ini dapat disebut ‘‘mazmur haleluya’’. Mazmur 111, 112, dan 113 semua dimulai dengan kata ‘‘Haleluya.’’ Oleh karena itu, mazmur-mazmur ini, adalah mazmur tentang pujian kepada Allah, dan pujian ini merampungkan posisi Kristus yang utama. Ini berarti bahwa Mazmur 118 bukan dihasilkan dari tidak ada apa-apa, tetapi hasil dari pujian umat pilihan Allah. Saat kita mempertimbangkan mazmur ini, kita akan melihat bahwa pujian di dalamnya berbeda dengan pujian di dalam mazmur-mazmur sebelumnya.

I. PUJIAN DARI UMAT PILIHAN ALLAH

UNTUK PEKERJAAN BESARNYA

MENURUT PERJANJIANNYA

Dalam Mazmur 111 kita memiliki pujian umat pilihan Allah untuk pekerjaan allah yang besar menurut perjanjian-Nya yang Dia buat dengan Abraham, Ishak, dan Yakub. Dalam ayat 2 pemazmur menyatakan, ‘‘Besar perbuatan-perbuatan Yehova, layak diselidiki oleh semua orang yang menyukainya’’. Ayat 4 berkata, ‘‘Perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib dijadikan-Nya peringatan; Yehova itu pengasih dan penyayang’’. Dalam ayat 5b kita diberitahu bahwa Dia mengingat perjanjian-Nya selamanya, dan dalam ayat 9, bahwa Dia telah memerintahkan perjanjian-Nya untuk selamanya.

II. PUJIAN UMAT PILIHAN ALLAH

UNTUK BERKAT ALLAH KARENA RASA TAKUT MEREKA AKAN DIA

DAN KEBAJIKAN MEREKA DARIPADANYA

Mazmur 112 adalah pujian umat pilihan Allah untuk berkat Allah karena rasa takut mereka akan Dia (ay. 1-2) dan kebajikan mereka daripadanya, terutama di dalam memberi kepada orang miskin (ay. 4-5, 9; cf. 2 Kor. 9:6-11).

III. PUJIAN UMAT PILIHAN ALLAH

UNTUK PENINGGIAN DAN KERENDAHAN HATI ALLAH

DALAM MEMPERHATIKAN ORANG-ORANG YANG RENDAH DAN MISKIN

Mazmur 113 adalah pujian umat Allah untuk peninggian dan kerendahan hati Allah dalam memperhatikan orang-orang yang rendah dan miskin. Ayat 4 sampai 6 berkata, ‘‘Yehova tinggi mengatasi segala bangsa, kemuliaan-Nya mengatasi langit. Siapakah seperti Yehova, Allah kita, yang diam di takhta-Nya yang tinggi, Yang merendahkan diri untuk melihat ke langit dan ke bumi?’’ Ini adalah pujian baik peninggian Allah maupun kerendahan hati-Nya. Kerendahan hati-Nya dinyatakan dalam inkarnasi-Nya. Jika kita membandingkan ayat-ayat ini dengan Filipi 2:7-11, kita akan melihat bahwa Kristus merendahkan Diri-Nya Sendiri, karena kerendahan hati-Nya, Dia telah ditinggikan.

IV. PUJIAN UMAT PILIHAN ALLAH

UNTUK PERBUATAN ALLAH YANG AJAIB BAGI MEREKA

DI MESIR DAN DI PADANG GURUN DAN

MEREKA MENJADI TEMPAT KUDUS DAN WILAYAH KEKUASAAN ALLAH

Mazmur 114 adalah pujian umat pilihan Allah untuk perbuatan Allah yang ajaib bagi mereka di Mesir dan di padang gurun dan mereka menjadi tempat kudus dan wilayah kekuasaan Allah. Allah melakukan banyak hal untuk membuat orang Israel yang memberontak menjadi tempat kudus-Nya dan wilayah kekuasaan-Nya di bawah pemerintahan-Nya. Mengenai hal ini, ayat 2 berkata, ‘‘Maka Yehuda menjadi tempat kudus-Nya, Israel wilayah kekuasaan-Nya.’’

V. PUJIAN UMAT PILIHAN ALLAH

KARENA ALLAH ITU RIIL, DAPAT DIPERCAYAI,

DAN PENUH BERKAT KEPADA UMAT PILIHANNYA

DAN KEPADA SEMUA ORANG YANG TAKUT AKAN DIA, TIDAK SEPERTI BERHALA

Mazmur 115 adalah pujian umat pilihan Allah karena Allah itu riil, dapat dipercayai, dan penuh berkat kepada umat pilihan-Nya dan kepada semua orang yang takut akan Dia, tidak seperti berhala. Mazmur ini berkata bahwa berhala-berhala dibuat dari perak dan emas tidak riil, tetapi palsu. Kita tidak seharusnya menaruh kepercayaan kita pada berhala. ‘‘Mempunyai mulut, tetapi tidak dapat berkata-kata, mempunyai mata, tetapi tidak dapat melihat, Mempunyai telinga, tetapi tidak dapat mendengar, mempunyai hidung, tetapi tidak dapat mencium, Mempunyai tangan, tetapi tidak dapat meraba-raba, mempunyai kaki, tetapi tidak dapat berjalan, dan tidak dapat memberi suara dengan kerongkongannya’’ (ay. 5-7). Sebenarnya, berhala-berhala tidak riil dan tidak melakukan apa-apa. Jadi, mereka tidak dapat dipercaya, dan mereka tidak memiliki berkat untuk diberikan. Tetapi, Allah kita adalah riil.Dia dapat berbicara, dan Dia dapat memberi berkat. ‘‘Yehova telah mengingat kita; Ia akan memberkati, memberkati kaum Israel, memberkati kaum Harun, Memberkati orang-orang yang takut akan Yehova, baik yang kecil maupun yang besar.’’ (ay. 12-13).

VI. PUJIAN DAN UCAPAN SYUKUR

DARI UMAT PILIHAN ALLAH,

DI DEPAN SEMUA UMAT ALLAH,

DI PELATARAN LUAR RUMAHNYA,

DAN DI TENGAH-TENGAH YERUSALEM,

UNTUK KESELAMATAN, PEMBEBASAN,

PEMELIHARAAN, PENANGGULANGAN YANG BERLIMPAH,

DAN KEBAIKAN ALLAH YANG BERLIMPAH

Mazmur 116 bukan hanya pujian, tetapi juga ucapan syukur umat pilihan Allah. Mereka memuji dan bersyukur kepada Allah di depan semua umat Allah, di pelataran luar rumah-Nya, dan di tengah-tengah Yerusalem. Mereka memuji dan bersyukur kepada-Nya untuk keselamatan, pembebasan, pemeliharaan, penanggulangan yang berlimpah, dan kebaikan-Nya yang berlimbah.

VII. DORONGAN

DARI UMAT PILIHAN ALLAH

KEPADA SEMUA BANGSA

UNTUK MEMUJI YEHOVA BAGI

KASIH SETIANYA YANG BESAR

DAN KESETIAANNYA YANG TAK BERKESUDAHAN

Mazmur 117 adalah dorongan dari umat pilihan Allah kepada semua bangsa untuk memuji Yehova bagi kasih setia-Nya yang besar dan kesetiaan-Nya yang tak berkesudahan. Dua ayat dari mazmur ini berkata, ‘‘Pujilah Yehova, hai segala bangsa, megahkanlah Dia, hai segala suku bangsa! Sebab kasih setia-Nya hebat atas kita, dan kesetiaan Yehova untuk selama-lamanya. Haleluya!

VIII. UCAPAN SYUKUR UMAT PILIHAN ALLAH

UNTUK KEBAIKAN ALLAH YANG BERLIMPAH

DAN KASIH SETIANYA YANG TAK BERKESUDAHAN

MEMIMPIN KEPADA KRISTUS SEBAGAI BATU PENJURU

BAGI BANGUNAN ALLAH

Dalam Mazmur 118 kita memiliki ucapan syukur umat pilihan Allah karena kebaikan Allah yang berlimpah dan kasih setia Allah yang tak berkesudahan memimpin kepada Kristus sebagai batu penjuru bagi bangunan Allah.

A. Ucapan Syukur Umat Pilihan Allah

Bagi Kebaikan Allah yang Berlimpah

dan Kasih Setia Allah yang tak Berkesudahan

Ayat 1 sampai 21 dan 27 sampai 29 adalah ucapan syukur umat pilihan Allah. Dalam ayat 1a pemazmur berkata, ‘‘Bersyukurlah kepada Yehova, sebab Ia baik’’. Perkataan ini diulangi di dalam ayat 29a. Hanya Allah yang baik, seperti yang ditunjukkan oleh perkataan Tuhan Yesus kepada orang muda di dalam Markus 10, yang telah menyebut Dia sebagai ‘‘Guru yang Baik’’. Tuhan yesus berkata kepadanya, ‘‘Mengapa kaukatakan Aku baik? Tak seorang pun yang baik selain Allah saja’’ (ay. 18). Kita mungkin mengira bahwa orang lain itu baik, tetapi sebenarnya selain Allah, tak seorang pun yang baik. Karena Allah itu baik, pemazmur berkata dengan mengulangi, ‘‘kasih setia-Nya untuk selamanya’’ (118:1b, 2b, 3b, 4b, 29b).

B. Memimpin kepada Kristus

sebagai Batu Penjuru bagi Bangunan Allah

Menurut ayat 22 sampai 26, ucapan syukur dari umat pilihan Allah bagi kebaikan Allah yang berlimpah dan kasih setia Allah yang tak berkesudahan memimpin kepada Kristus sebagai batu penjuru bagi bangunan Allah.

1.

Kristus ditolak oleh Israel, Tukang-Tukangan Bangunan Allah

Dalam ayat 22a pemazmur berbicara tentang ‘‘Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan’’. Ayat 26 menunjukkan bahwa pemazmur tidak mengacukan pada dirinya sendiri, tetapi kepada seseorang yang lain. Dalam penafsiran-Nya di ayat 22 dan 23, Tuhan Yesus mewahyukan bahwa Dia adalah batu penjuru yang ditolak oleh para pemimpin Yahudi sebagai tukang-tukang bangunan Allah, yang dalam satu pengertian sedang membangun sesuatu bagi Allah. Meskipun Kristus adalah batu yang diberikan kepada mereka oleh Allah, mereka menolak Dia sampai satu tingkat, mereka meletakkan Dia di atas salib.

2. Kristus Menjadi Kepala Batu Penjuru

bagi Bangunan Allah

Mazmur 118:22b memberitahu kita bahwa batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi ‘‘kepala penjuru’’. Bahasa Ibrani untuk ‘‘kepala penjuru’’ dapat juga diterjemahkan ‘‘kepala batu penjuru’’. Meskipun Kristus ditolak oleh Israel sebagai para pembangun Allah, di dalam kebangkitan, Allah membuat Dia menjadi batu penjuru bagi bangunan Allah. Di dalam Yesaya 28:16 Kristus disingkapkan sebagai batu fondasi; di dalam Zakharia 4:7, sebagai batu utama; dan di dalam Mazmur 118:22, sebagai batu penjuru. Dari tiga macam batu ini, batu penjuru adalah paling penting, untuk menyatukan dua tembok bersama dan membuat bangunan Allah berdiri tegak.

Mengenai Kristus sebagai batu penjuru, Kisah Para Rasul 4:10-12 berkata, ‘‘maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel bahwa dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati -- bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dalam keadaan sehat sekarang di depan kamu. Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan -- yaitu kamu sendiri -- namun Ia telah menjadi batu penjuru. Tidak ada keselamatan di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan’’. Perkataan dalam ayat 12 tentang tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan sering dikutip oleh para penginjil, tetapi siapakah yang pernah menunjukkan bahwa Jususelamat adalah batu penjuru? Jika Kristus tidak menjadi batu penjuru, Dia tidak dapat menjadi Juruselamat.

Dalam Efesus 2:19-22 kita memiliki perkataan Paulus mengenai Kristus sebagai batu penjuru. ‘‘Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah, yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapi tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. Di dalam Dia kamu juga turut dibangun menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh’’. Semua wahyu, kebenaran, dan pengajaran mengenai Kristus yang telah kami sampaikan kepadamu dari Firman adalah tentang Kristus sebagai batu penjuru. Tanpa Kristus menjadi batu penjuru, kita tidak dapat disalibkan dengan Dia dan dibangkitkan dengan Dia. Tanpa Kristus menjadi batu penjuru, kita tidak dapat dihidupkan bersama Dia dan didudukkan bersama Dia di alam surgawi. Sebagai batu penjuru, Kristus adalah segala sesuatu; Dia adalah almuhit. Apakah kamu tahu apa yang sedang kita lakukan di dalam sidang kita? Kita sedang membangun bangunan Allah oleh Kristus sebagai batu penjuru.

Kitab Mazmur menyampaikan Kristus kepada kita secara lengkap. Jika kita tidak memiliki Mazmur 118, wahyu mengenai Kristus di dalam kitab Mazmur tidak akan lengkap. Kristus disingkapkan dari Mazmur 2 sampai Mazmur 110, yang adlah wahyu tertinggi mengenai Kristus. Namun, kita masih perlu melihat dari Mazmur 118 bahwa Kristus adalah batu yang ditolak oleh tukang-tukang banguanan, tetapi dihormati oleh Allah sebagai batu penjuru. Jika Kristus bukan batu penjuru, Dia tidak dapat mati bagi kita dan bagi dosa-dosa kita, dan Dia tidak dapat mati bersama kita. Jika Dia bukan batu penjuru, Dia tidak dapat melakukan apa-apa. Segala apa adanya Dia, segala yang telah Dia lakukan, dan segala sesuatu yang sedang Dia lakukan adalah karena fakta bahwa Dia adalah batu penjuru. Dalam Kisah Para Rasul 4 kita melihat bahwa sebagai batu penjuru Dia adalah Juruselamat, dan dalam Efesus 2 kita melihat bahwa sebagai batu penjuru, Dia adalah faktor bangunan. Tanpa Kristus sebagai batu penjuru, kita tidak dapat dibangun bersama untuk menjadi tempat kediaman Allah, tempat tinggal Allah, yang adalah bait yang unik di alam semesta. Bait ini dibangun melalui Kristus, oleh Kristus, dan dengan Kristus sebagai batu penjuru.

Dalam 1 Petrus 2:4-7 kita memiliki perkataan lain tentang Kristus sebagai batu penjuru. ‘‘Datanglah kepada-Nya, batu yang hidup itu, yang memang dibuang oleh manusia, tetapi dipilih dan dihormati di hadirat Allah. Biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah. Sebab ada tertulis dalam Kitab Suci: "Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu, sebuah batu penjuru yang terpilih dan mahal, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan. “Karena itu, bagi kamu yang percaya, Ia mahal, tetapi bagi mereka yang tidak percaya: "Batu yang telah dibuang oleh tukang-tukang bangunan, telah menjadi batu penjuru, juga telah menjadi batu sentuhan dan suatu batu sandungan’’. Bagaimana mungkin kita yang adalah tanah liat yang tanpa hayat menjadi batu-batu hidup? Kita dapat menjadi batu-batu hidup hanya melalui Kristus menjadi batu penjuru. Kristus sebagai batu penjuru adalah faktor bagi banyak hal. Kita telah diselamatkan karena Kristus sebagai batu penjuru. Sekarang kita sedang ditransformasi dan dibangun juga karena Kristus sebagai batu penjuru.

Wahyu mengenai Kristus sebagai batu penjuru disingkapkan di dalam pujian pemazmur. Seringkali ketika pemazmur sedang mengekspresikan perasaan kompleks mereka, sesuatu secara tiba-tiba muncul sebagai wahyu mengenai Kristus. Ini adalah cara wahyu Kristus disajikan kepada kita di dalam kitab Mazmur.

Pernahkah kamu berterimakasih kepada Tuhan karena Dia menjadi batu penjuru dan memuji Dia karena Dia menjadi batu penjuru? Saya ragu bahwa banyak dari kita telah melakukan hal ini. Kita perlu berdoa, berkata, ‘‘Tuhan Yesus, aku berterimakasih pada-Mu bahwa Engkau adalah batu penjuru sebagai Juruselamat dan keselamatanku. Aku memuji-Mu bahwa Engkau adalah batu penjuru bagi bangunan Allah. Tanpa Engkau kami tidak memiliki unsur atau faktor untuk dibbangun menjadi bait Allah.’’

Saya kuatir bahwa bahkan setelah kamu mendengar bahwa Kristus adalah batu penjuru, kamu mungkin tidak tertarik di dalam bersyukur dan memuji Dia untuk hal ini. Sebaliknya, kamu mungkin lebih suka berdoa dengan cara yang lama mengenai belas kasihan dan kasih setia Tuhan. Saya mendorong kamu untuk berdoa seperti ini: ‘‘Tuhan, aku bersyukur kepada-Mu untuk menyingkapkan kepadaku bahwa Engkau adalah batu penjuru untuk menjadi keselamatanku dan untuk menjadi unsur dan faktor bagiku untuk ditransformasi dan dibangun menjadi tempat tinggal-Mu.’’

Poin yang paling penting mengenai Kristus dibuat menjadi batu penjuru adalah bahwa Perjanjian Baru menyingkapkan kepada kita bahwa Kristus sebagai batu penjuru bagi pembangunan gereja di dalam zaman Perjanjian Baru (Mat. 21:42-43). Dalam ekonomi Perjanjian Baru Allah, Kristus, di dalam keselamatan-Nya, pertama membuat kita menjadi batu-batu hidup bagi pembanguanan rumah rohani Allah (Kis. 4:10-12; 1 Ptr. 2:5-6), lalu, dalam proses transformasi-Nya, membangun kita menjadi tempat kediaman Allah (Rm. 12:2a; Ef. 2:20-22), supaya Dia dalat melaksanakan ekonomi kekal Allah bagi kerelaan kehendak Allah (Eph. 1:9).

3. Hal itu Terjadi dari pihak Yehova

suatu Perbuatan Ajaib di Mata Kita

Mazmur 118:23 berkata, ‘‘Hal itu terjadi dari pihak Yehova, suatu perbuatan ajaib di mata kita’’. Di sini kita diberitahu bahwa Kristus menjadi batu penjuru adalah dari Yehova dan bahwa ini adalah suatu perbuatan ajaib di mata kita.

4. Ini Terjadi di Hari Yang Dijadikan Yehova

Ayat 24a selanjutnya berkata, ‘‘Inilah hari yang dijadikan Yehova’’. Hari di sini adalah hari kebangkitan Kristus. Pada hari kebangkitan Kristus, pada Hari Tuhan (Kis. 20:7;1 Kor. 16:2; Why. 1:10), Tuhan Yesus telah dibuat menjadi batu penjuru oleh Allah. Inilah mengapa kita suka bersidang bersama pada hari Tuhan, suatu hari yang khusus.

5. Kita Diperintahkan

untuk Bersorak-sorak dan Bersukacita di Hari Ini

Mazmur 118:24b selanjutnya berkata, ‘‘Marilah kita bersorak-sorak dan bersukacita di dalamnya’’. Di sini kita diperintahkan untuk bersorak-sorak dan memuji di hari ini. Ini menunjukkan bahwa kita harus datang ke sidang dengan sukacita, memuji Tuhan. Namun, banyak orang datang ke sidang, mereka diam, seolah-olah mereka tidak memiliki satu roh dan mulut. Dalam sidang, marilah kita melatih roh kita dan membuka mulut kita untuk bersukacita di dalam Tuhan dan memuji Dia karena Dia telah dibuat menjadi batu penjuru.

6. Keselamatan dan Kemujuran Allah Dikirim oleh Allah

Datang dari Kristus sebagai Kepala Batu Penjuru

Ayat 25 berkata, ‘‘O Yehova, lakukan penyelamatan, kami berdoa! O Yehova, berilah kiranya kemujuran, kami berdoa!’’ Dalam bahasa Ibrani kata-kata ‘‘lakukan penyelamatan’’ adalah hoshiah-na, akar dari kata hosanna dalam Perjanjian Baru (Mat. 21:9; Mrk. 11:9-10; Yoh. 12:13). Kemujuran disebutkan di dalam Mazmur 118:25 bukan hal materi; sebaliknya, ini mengacu berkat surgawi yang kaya, rohani, dan ilahi. Ini adalah semacam kemujuran yang dijelaskan di dalam Efesus 1, yang berbicara tentang berkat surgawi, rohani, dan ilahi yang diberikan kepada kita oleh Allah Tritunggal. Ayat 3 berkata, ‘‘Terpujilah Allah dan Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, yang dalam Kristus telah mengaruniakan kepada kita segala berkat rohani di dalam surga’’. Menurut Efesus 1, bagian pertama dari berkat ini adalah Allah Bapa (ay. 3-6); bagian kedua adalah Allah Putra (ay. 7-12); dan bagian ketiga adalah Allah Roh (ay. 13-14). Jika kita tertarik berkat ini, kita akan dibawa ke dalam kenikmatan akan kemujuran yang dikirim kepada kita oleh Allah karena Kristus menjadi batu penjuru.

7. Kristus sebagai Kepala Batu Penjuru

Datang dalam Nama Yehova

Mazmur 118:26a menyatakan, ‘‘Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Yehova!’’ Ini menunjukkan bahwa Kristus akan datang di dalam nama Allah, di dalam nama Yehova. Secara fakta, Dia akan datang dua kali di dalam nama Yehova.

a.

Kedatangan Pertama

Kedatangan pertama disebutkan di dalam Matius 21:5-11. Itu adalah waktu ketika Kristus disambut dengan hangat oleh orang-orang di Yerusalem yang berkata, ‘‘Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan!’’ (ay. 9).

b.

Kedatangan Kedua

Setelah Kristus datang di dalam nama Yehova kali pertama, Dia ditolak oleh orang Yahudi dan hari ini mereka masih tidak akan menyambut Dia. Namun, ketika Dia datang kembali, orang Yahudi akan memberi Dia sambutan hangat dan berkata, ‘‘Diberkatilah Dia yang datang di dalam nama Tuhan’’ (Mat. 23:39).

Tuhan Yesus mengutip Mazmur 118 di dalam Matius 21:42 dan di dalam 23:39, setiap kali menerapkan perkataan mazmur kepada Diri-Nya Sendiri dan dengan demikian menafsirkannya. Tanpa penafsiran-Nya, kita tidak dapat memahami bahwa batu penjuru di dalam Mazmur 118:22 mengacu pada Kristus dan bahwa perkataan di dalam ayat 26 tentang ‘‘Dia yang datang di dalam nama Yehova’’ juga mengacu pada Kristus.

8. Pemazmur Memberkati Israel dengan Semua Bangsa

Dari Pujian Rumah Yehova

Akhirnya, Mazmur 118:26b berkata, ‘‘Kami memberkati kamu dari dalam rumah Yehova’’. Di sini kita memiliki pemazmur memberkati Israel dengan semua bangsa dari pujian rumah Yehova.