WAHYU TERTINGGI TENTANG KRISTUS
Pembacaan Alkitab: Mzm. 107----110
Mazmur adalah kitab yang sangat sulit bagi kita untuk dibaca, karena di dalam membacanya, kita dapat dengan mudah tergoda untuk memperhatikan hal-hal seperti ibadah dan penghiburan. Orang Kristen membaca Mazmur terutama untuk ibadah dan penghiburan. Mereka mengapresiasi kitab ini karena dalam pandangan mereka, kitab ini mengajar mereka bagaimana untuk menjadi saleh dan juga kitab ini memberi mereka penghiburan mengenai penderitaan-penderitaan di dalam kehidupan manusia. Kita semua memerlukan penghiburan, dan dalam Mazmur ada banyak ayat yang adalah perkataan tentang penghiburan ilahi. Ini mungkin merupakan alasan bagi lembaga Alkitab yang seringkali mencetak Perjanjian Baru bersamaan dengan Mazmur. Dalam pembacaan kita akan kitab Mazmur, sulit bagi kita untuk meninggalkan ibadah dan penghiburan yang kita lihat dalam kitab ini. Inilah situasi saya ketika saya masih muda. Saya ingin menjadi saleh, tetapi saya tidak tahu bagaimana untuk menjadi saleh. Saya ingin dihibur, tetapi saya tidak tahu dimana saya menemukan penghiburan. Jadi, saya melewati pengalaman yang menganggap kitab Mazmur sebagai kitab yang berkaitan dengan ibadah dan penghiburan.
Jika kita membaca Mazmur dengan jalan menuntut ibadah dan penghiburan, maka pembacaan kita akan kitab ini tidak akan rampung dalam haleluya. Dapatkah kamu memberitahu saya seseorang yang membaca kitab Mazmur untuk ibadah dan penghiburan yang pembacaannya rampung dalam haleluya? Saya ragu bahwa ada orang yang pernah demikian. Mazmur rampung dalam haleluya karena ini adalah kitab dengan wahyu yang tertinggi mengenai Kristus. Dalam Lukas 24:44 Tuhan Yesus berkata, ‘‘Inilah perkataan-Ku yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur.’’
Kita tidak seharusnya berpikir bahwa kitab Mazmur adalah sebuah kitab ibadah atau sebuah kitab penghiburan. Ya, ada banyak ayat di dalam Mazmur mengenai ibadah, dan ada banyak ayat yang melaluinya kita menemukan penghiburan. Tetapi kita tidak seharusnya menuntut ibadah dan penghiburan terpisah dari Kristus. Tanpa Kristus kita tidak dapat memiliki ibadah yang sejati, dan tanpa Kristus tidak ada penghiburan yang riil. Jika kita hanya memperhatikan ibadah dan penghiburan tetapi tidak memperhatikan Kristus, kita tidak akan memiliki apa-apa. Tetapi jika kita memiliki Kristus, meskipun kita tidak berpikir mengenai ibadah dan penghiburan, kita akan menikmati ibadah dan kita akan berpartisipasi dalam banyak penghiburan. Saya dapat bersaksi bahwa kapankala saya memperhatikan Kristus, saya dipenuhi dengan ibadah, kekudusan, penghiburan, dan kebahagiaan.
Ada dua cara untuk mempelajari Alkitab: alamiah, cara manusia dan ilahi, cara rohani. Untuk mempelajari Mazmur dengan cara alamiah adalah untuk memperoleh ibadah dan penghiburan. Untuk mempelajari Mazmur dalam cara rohani adalah untuk memperoleh Kristus dengan rumah, yaitu gereja, dan dengan kota, yaitu kerajaan, untuk membawa masuk restorasi bagi seluruh bumi.
Alkitab terutama bukan untuk ibadah atau penghiburan. Melainkan Alkitab mengajar kita bahwa Kristus adalah sentralitas dari ekonomi kekal Allah untuk menghasilkan gereja, pertama sebagai rumah Allah, kemudian sebagai kerajaan Allah, menghasilkan kerajaan seribu tahun dengan restorasi penuh bagi semua ciptaan, yang akan rampung dalam langit baru dan bumi baru dengan Yerusalem Baru. Pernahkan kamu berpikir bahwa kitab Mazmur adalah sebuah kitab terutama bukan mengenai ibadah dan penghiburan, tetapi mengenai Kristus dengan rumah Allah dan kota Allah yang memimpin kepada restorasi alam semesta selama seribu tahun dan mengantarkan kita ke dalam langit baru dan bumi dengan Yerusalem Baru? Dalam pembacaan kita akan kitab Mazmur, hal-hal seperti ibadah dan penghiburan yang menduduki kita sebelumnya harus digantikan dengan Kristus.
Mazmur disusun bukan hanya oleh Daud tetapi oleh sejumlah penulis yang berbeda, termasuk Musa dan beberapa anak-anak Korah. Akhirnya, seratus lima puluh Mazmur diatur di dalam urutan yang sekarang. Saya percaya bahwa pengaturan ini dibuat setelah waktu Maleakhi, kira-kira 400 S.M. Urutan pengaturan ini sangat bermakna. Sebagai contoh, pasti ada maknanya bahwa segera setelah Mazmur 1, yang adalah tentang hukum Taurat, kita memiliki Mazmur 2, yang adalah tentang Kristus, Putra Allah dan Dia yang diurapi-Nya.
Bukanlah perkara yang sederhana untuk melihat bagaimana mazmur-mazmur dapat diletakkan ke dalam kelompok-kelompok. Dalam berita sebelumnya kita telah mempertimbangkan kelompok yang terdiri dari Mazmur 102 sampai 106. Kita telah melihat bahwa Mazmur 102 menyingkapkan Kristus sebagai kunci yang memalingkan bumi kepada Tuhan dan Mazmur 103 sampai 106 adalah sebuah narasi sejarah Allah di dalam Dia mengampuni dosa-dosa kita, dalam kebesaran-Nya di dalam penciptaan alam semesta dan kepenuhannya, di dalam hubungan-Nya dengan Abraham dan keturunan-keturunan-Nya menurut perjanjian-Nya, dan di dalam hubungan-Nya dengan Israel di padang gurun dan di tanah yang dijanjikan. Dalam berita ini kita akan mempertimbangkan kelompok lain dari mazmur—Mazmur 107 sampai 110. Dalam Mazmur 107 terdapat perubahan nada, dan dalam Mazmur 110 ada wahyu tertinggi mengenai Kristus. Disini wahyu mengenai Kristus mencapai puncaknya. Saya percaya bahwa Martin Luther yang berkata bahwa Mazmur 110 adalah yang tertinggi diantara semua mazmur.
Dalam mazmur-mazmur sebelumnya, Kristus diwahyukan di dalam banyak aspek yang berbeda. Dalam empat berita selanjutnya kita akan melihat bahwa di dalam Mazmur 118 kita memiliki wahyu Kristus yang lebih jauh, sebuah penyingkapan akan Kristus sebagai batu penjuru (ay. 22) bagi bangunan Allah. Sebagai batu penjuru, Kristus menyatukan dua tembok, yang pertama adalah milik kaum beriman Yahudi dan yang kedua adalah milik kaum beriman Kafir. Karena itu Kristus adalah Persona yang menyatukan orang Yahudi dan bangsa Kafir untuk pembangunan rumah Allah. Kristus adalah batu penjuru bagi bangunan Allah, dan bangunan Allah hari ini adalah gereja sebagai rumah Allah dan kerajaan Allah, dan secara ultima bangunan Allah adalah sebuah kota baru, Yerusalem Baru.
Seperti yang akan lita lihat, Kristus juga disingkapkan dalam Mazmur 119. Kita mungkin berpikir bahwa mazmur ini mengenai hukum Taurat, tetapi sesungguhnya mazmur ini mengenai kesaksian Allah dan firman Allah. Menurut Alkitab secara keseluruhan, kesaksian Allah adalah Kristus, dan firman Allah juga adalah Kristus. Kristus menjadi kesaksian Allah bergantung pada Dia pertama-tama menjadi batu penjuru. Jika Dia bukanlah batu penjuru, Dia tidak dapat menjadi kesaksian atau saksi Allah yang memadai, bersyarat. Jika kita mempertimbangkan Mazmur 118 dan 119 bersama, kita akan melihat bahwa Kristus adalah batu penjuru dan juga adalah kesaksian Allah.
Saat kita datang ke Mazmur 107 sampai 110, kita perlu menyadari bahwa mazmur terakhir di dalam kelompok ini, Mazmur 110, adalah tentang Kristus di jalan raya. Namun, untuk memiliki wahyu tertinggi tentang Kristus di dalam Mazmur 110, kita perlu tiga mazmur yang datang dengan segera sebelumnya. Sekarang, marilah kita selanjutnya mempertimbangkan Mazmur 107 sampai 110 satu demi satu.
I. PERHATIAN DAN PEMBEBASAN ALLAH
DARI PENEBUSANNYA DI DALAM KRISTUS
Mazmur 107 adalah tentang perhatian dan pembebasan Allah dari penebusan-Nya di dalam Kristus. Tidak diragukan, Allah memperhatikan kita setiap hari, selalu membebaskan kita, menolong kita, dan menyelamatkan kita. Ketika beberapa orang mendengar hal ini, mereka mungkin berkata bahwa ini adalah penghiburan. Ya, ini adalah penghiburan, tetapi ini adalah penghiburan ilahi di dalam Kristus. Ketika kita membicarakan penghiburan dalam mazmur ini, kita harus berkata bahwa ini adalah penghiburan di dalam Kristus. Kemudian kita akan berkata, ‘‘Haleluya!’’ Namun, jika kita membicarakan penghiburan ilahi tanpa melihat bahwa penghiburan ini adalah di dalam Kristus, kita tidak akan berkata, ‘‘Haleluya.’.’ Kristus adalah Dia yang membuat kita berbicara haleluya dan memuji Tuhan bukan karena penghiburan, perhatian, atau pembebasan, tetapi karena Kristus, yang di dalamnya kita berada.
A. Ucapan Syukur Umat Tebusan Allah,
Berkumpul dari Timur, Barat, Utara, dan Selatan
‘‘Bersyukurlah kepada Yehova, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya. Biarlah itu dikatakan orang-orang yang ditebus Yehova, yang ditebus-Nya dari kuasa seterunya, Yang dikumpulkan-Nya dari negeri-negeri, dari timur dan dari barat, dari utara dan dari selatan” (ay. 1-3). Kata “ditebus” dalam ayat 2 mengacu pada Kristus, sebab Dia adalah Penebus kita dan bahkan penebusan kita. Hal ini memberikan tumpuan bagi kita untuk mengatakan bahwa penghiburan di dalam mazmur ini ada di dalam Kristus. Dalam Kristus kita menikmati perhatian dan pembebasan Allah, yang menyiratkan pertolongan dan penyelamatan-Nya setiap hari.
Lagipula, negeri-negeri yang dikumpulkan dari timur, barat, utara dan selatan, disebutkan di dalam ayat 2 berkaitan dengan Wahyu 5:9, yang berbicara tentang mereka yang dibeli bagi Allah oleh darah Kristus ‘‘dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa’’. Dalam perkara ini kita sekali lagi menggunakan Perjanjian Baru untuk menafsirkan Perjanjian Lama.
B. Perhatian dan Pembebasan Allah
dari Para Pengembara
Mazmur 107:4-9 berbicara tentang perhatian dan pembebasan Allah dari para pengembara. Para pengembara adalah ‘‘orang-orang yang mengembara di padang belantara, jalan ke kota tempat kediaman orang tidak mereka temukan; Mereka lapar dan haus, jiwa mereka lemah lesu di dalam diri mereka’’ (ay. 4-5). Ini adalah keadaan kita sebelum diselamatkan. Kita adalah tuna wisma dan kelaparan; kita tanpa sebuah tempat tinggal dan tanpa makanan. Lalu Allah memperhatikan kita dan membebaskan kita, menyediakan kita makanan dan tempat tinggal. Haleluya, dalam gereja kita berada di rumah, dan kita diberi makan setiap hari! Kesaksian kita adalah demikian ‘‘Dia memuaskan jiwa yang dahaga, dan jiwa yang lapar dikenyangkan-Nya dengan kebaikan’’ (ay. 9).
C. Perhatian dan Pembebasan Allah
dari Penjara
di dalam Kegelapan dan Bayang-Bayang Maut
Ayat 10 sampai 16 memberitahu kita tentang perhatian dan pembebasan Allah dari penjara di dalam kegelapan dan bayang-bayang maut. Sebelum kita diselamatkan kita tidak hanya pengembara di padang belantara—kita juga adalah para tahanan. Menurut Kisah Para Rasul 26:18, Tuhan Yesus mengutus Paulus untuk kembali ke orang kafir ‘‘dari kegelapan kepada terang dan dari otoritas Satan kepada Allah’’. Ini adalah untuk membawa orang-orang keluar dari pemenjaraan mereka. Karena perhatian Allah bagi kita di dalam Kristus, kita telah dibebaskan dari pemenjaraan kita. Kita telah dibebaskan.
D. Perhatian dan Pembebasan Allah
dari Orang-Orang Sakit
karena Cara Pelanggaran Mereka
Dalam Mazmur 107:17-22 kita melihat perhatian dan pembebasan Allah dari orang-orang sakit karena cara pelanggaran mereka. Ayat 17 berkata, ‘‘Ada orang-orang menjadi sakit oleh sebab kelakuan mereka yang berdosa, dan disiksa oleh sebab kesalahan-kesalahan mereka’’. Tetapi Yehova ‘‘menyampaikan firman-Nya dan menyembuhkan mereka’’ (ay. 20a). Ini mengingatkan kita pada kasus kepala pasukan yang berkata kepada Tuhan Yesus, ‘‘Katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh’’ (Mat. 8:8). Hambanya disembuhkan berdasarkan firman ibadah dan penghiburan yang kita lihat di dalam kitab ini. Inilah keadaan saya ketika saya masih muda. Saya ingin menjadi saleh, tetapi saya tidak tahu bagaimana untuk beribadah dan dihibur yang kita lihat di dalam kitab ini.
E. Perhatian dan Pembebasan Allah
dari Para Pelaut
Mazmur 107:23-32 membahas perkara perhatian dan pembebasan Allah dari para pelaut. Kita semua adalah para pelaut yang berjalan di atas lautan manusia yang penuh dengan gelombang dan badai, tetapi di sini kita juga mengalami perhatian dan pembebasan Allah.
F. Penyesuaian Allah atas Lingkungan
untuk Menanggulangi Orang-Orang Fasik dan Sombong
dan untuk Memperhatikan Orang-Orang Miskin
Bagian terakhir dari mazmur ini, ayat 33 sampai 43, berkaitan dengan penyesuaian Allah atas lingkungan untuk menanggulangi orang-orang fasik dan sombong dan memperhatikan orang-orang miskin. Ayat 33 dan 34 memberitahu kita bahwa Allah membuat sungai-sungai menjadi padang gurun, pancaran-pancaran air menjadi tanah yang gersang, dan tanah yang subur menjadi padang asin. Ini adalah penanggulangan Allah terhadap orang fasik. Namun, ayat 35 dan 36 berkata, ‘‘Dibuat-Nya padang gurun menjadi kolam air, dan tanah kering menjadi pancaran-pancaran air. Ditempatkan-Nya di sana orang-orang lapar, dan mereka mendirikan kota tempat kediaman’’. Inilah perhatian Allah atas orang-orang miskin.
Mazmur 107 menunjukkan pada kita bahwa kita, orang yang ditebus di dalam Kristus, berada di bawah perhatian dan pembebasan Allah. Sekarang kita perlu melihat bahwa perhatian dan pembebasan Allah memerlukan Kristus didudukkan dalam kenaikan-Nya di sebelah kanan Allah, seperti yang diwahyukan di dalam Mazmur 110. Hari ini, kita dapat menikmati perhatian Allah, dan kita dapat dibebaskan oleh Dia dari begitu banyak hal karena Kristus sedang duduk di sana, di sebelah kanan Allah. Sebenarnya, karena Kristus adalah Imam Besar kita di surga yang berdoa bagi kita, maka perhatian ini adalah perhatian-Nya bagi kita dan pembebasan ini adalah pembebasan-Nya atas kita. Doa-Nya bagi kita berarti bahwa Dia sedang memperhatikan kita, membebaskan kita, dan menolong kita.
Jika kita tidak memiliki Mazmur 110, Mazmur 107 akan menjadi hampa. Apakah kamu menginginkan perhatian dan pembebasan di dalam Mazmur 107? Kamu hanya dapat memiliki-Nya di dalam Kristus, oleh Kristus, dan dengan Kristus. Dimanakah Kristus hari ini? Kristus tidak lagi berada di dalam palungan atau di atas salib—Dia ada di sebelah kanan Allah di surga. Sebagai Imam Besar menurut peraturan Melkisedek, Dia sedang berdoa bagi kita di sana. Kita memiliki perkataan mengenai hal ini di dalam Ibrani 5 sampai 7. Jadi, karena Mazmur 110, kita memiliki Mazmur 107.
II. KEMENANGAN ALLAH DALAM KRISTUS ATAS MUSUH-MUSUHNYA
Mazmur 108 kita melihat kemenangan Allah dalam Kristus atas musuh-musuhnya.
A. Kasih Setia Allah dan Kebenaran-Nya
Ayat 1 sampai 5 adalah kutipan dari 57:7-11. Ayat 4 menyingkapkan kasih setia dan kebenaran Allah: ‘‘Sebab kasih setia-Mu lebih tinggi daripada langit, dan kebenaran-Mu sampai ke angkasa.’’
B. Kemenangan Allah dalam Kristus atas Musuh-Musuhnya
Ayat 6 sampai 13, sebuah kutipan dari Mazmur 60:5-12, menggambarkan kemenangan Allah dalam Kristus atas musuh-musuhnya. Dalam menggambarkan kemenangan ini, ayat-ayat ini berkata bahwa Allah akan membagi Sikhem, bahwa Dia akan mengukur Lembah Sukot, bahwa Gilead dan Manasye adalah kepunyaan-Nya, bahwa Efraim adalah pelindung bagi kepala-Nya, that Judah is His scepter, that Moab is His washbowl,bahwa Yehuda adalah tongkat kerajaan-Nya, bahwa kepada Edom Dia akan melemparkan kasut-Nya, dan bahwa atas Filistea Dia akan bersorak-sorai. Semuanya ini menunjukkan pada kita kemenangan Allah dalam Kristus.
III. DOA DAUD,
MELAMBANGKAN KRISTUS, DI DALAM PENDERITAANNYA
Mazmur 109 adalah mazmur yang indah. Karena itu adalah mazmur tentang Kristus, mereka yang membaca kitab Mazmur dengan cara alamiah menemukannya sulit untuk dipahami. Ditulis untuk menggambarkan penderitaan-penderitaan Daud, Mazmur 109 adalah doa yang persembahkan oleh Daud tentang penderitaan-penderitaannya. Daud di sini adalah lambang Kristus, dan penderitaan-penderitaan Daud melambangkan penderitaan-penderitaan Kristus.
A. Mengacu pada Yudas, Yang Mengkhianati Kristus
Ayat 8 berkata, ‘‘Biarlah umurnya berkurang, biarlah jabatannya diambil orang lain’’. Dalam Kisah Para Rasul 1:20 ayat ini adalah kutipan dan mengacu pada Yudas, yang mengkhianati Kristus. Kutipan dari ayat 8 ini menunjukkan bahwa Mazmur 109 adalah tentang Kristus dan bahwa penderitaan-penderitaan yang digambarkan di dalam mazmur ini melambangkan penderitaan-penderitaan Kristus dalam daging-Nya.
B. Dijawab dalam Mazmur Selanjutnya, Mazmur 110
Doa Daud mengenai penderitaan-penderitaannya melambangkan doa Kristus. Doa di dalam Mazmur 109 dijawad dalam mazmur selanjutnya, Mazmur 110. Karena Mazmur 110 adalah jawaban untuk doa Daud sebagai lambang Kristus di dalam Mazmur 109, Mazmur 110 seharusnya dianggap sebagai jawaban doa Kristus. Ibrani 5:7 berkata bahwa Kristus, di hari-hari dalam daging-Nya, ‘‘mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut’’. Allah menjawab doa ini tidak hanya melalui kebangkitan, tetapi juga di dalam kenaikan. Mazmur 110 menyingkapkan Kristus di dalam kenaikan-Nya. Oleh karena itu, Mazmur 107 sampai 109, mengantarkan kita ke dalam Mazmur 110.
IV. WAHYU TERTINGGI TENTANG KRISTUS
Meskipun Mazmur 110 adalah salah satu mazmur terpendek, Mazmur ini merupakan wahyu tertinggi tentang Kristus.
A. Allah Membuat Kristus Duduk di Sebelah Kanan-Nya
1. di dalam Kenaikan-Nya
‘‘Firman Yehova kepada Tuanku: “Duduklah di sebelah kanan-Ku’’ (ay. 1a). Perkataan ini, mengenai Kristus di dalam kenaikan-Nya (Ibr. 1:3b), telah mengutip secara langsung dua puluh kali di dalam Perjanjian Baru dan telah mengutip secara tidak langsung kira-kira dua puluh kali lagi. Sekali demi sekali Perjanjian Baru menunjukkan perkataan ini mengenai Kristus di dalam kenaikan-Nya.
Tempat tertinggi di alam semesta adalah di sebelah kanan Allah. Marilah kita menggunakan sebuah ilustrasi, kedambaan seorang anak untuk berada dalam dekapan ibunya, di dadanya. Kamu mungkin memberi anak kursi terbaik di sebuah istana, tetapi dia tidak akan perduli untuk berada di tempat tersebut jika ibunya tidak ada disana. Anak itu mungkin berkata, ‘‘Saya tidak ingin berada di tempat itu—saya ingin berada dalam dekapan ibu saya.’’ Bagi anak kecil, tempat terbaik, tempat tertinggi, adalah berada dalam dekapan ibunya, di dadanya. Dengan cara yang sama, kenaikan Kristus bukan hanya Dia berada di suatu tempat, tetapi Dia berada di dalam persona, Bapa. Di dalam kenaikan-Nya Kristus masuk ke dalam diri Bapa dan duduk di sana.
Perkataan ini tentang Kristus duduk di sebelah kanan Allah menyiratkan kekepalaan Kristus. Dalam Perjanjian Baru kita diberitahu bahwa di dalam kenaikan-Nya, Kristus telah dijadikan Allah menjadi Tuhan, Kristus, Pemimpin seluruh alam semesta, dan Juruselamat (Kis. 2:36; 5:31; 10:36). Ini mengenai kekepalaan Kristus.
2. Sampai Allah Membuat Musuh-Musuh-Nya menjadi Tumpuan Kaki-Nya
Menurut Mazmur 110:1, Kristus sedang duduk di sebelah kanan Allah sampai sampai Allah membuat musuh-musuh Kristus menjadi tumpuan kaki-Nya. Di rumah mungkin kamu memiliki tempat duduk yang nyaman, tetapi kamu mungkin memilki tumpuan kaki. Demikian juga, Kristus ada di atas takhta, tetapi Dia masih memerlukan tumpuan kaki. Jadi, Allah sedang berusaha menaklukkan semua musuh Kristus dan membuat mereka tumpuan kaki-Nya. Peperangan kita hari ini adalah bagi penaklukan musuh-musuh Kristus.
3. Allah Mengulurkan dari Sion
Tongkat Kekuasaan Tuhan
untuk Memerintah atas Semua Bangsa
‘‘Tongkat kekuatan-Mu akan diulurkan Yehova dari Sion: memerintahlah di antara musuh-Mu’’ (ay. 2). Sion di sini bukan Sion di atas bumi, tetapi Sion di surga,seperti yang disebutkan dalam Ibrani 12 dan Wahyu 14. Ibrani 12:22 berkata bahwa kita telah ‘‘datang ke Gunung Sion dan ke kota Allah yang hidup, Yerusalem Surgawi’’. Wahyu 14:1-5 menunjukkan pada kita bahwa para pemenang yang hidup akan diangkat ke sion di surga. Dari Sion surgawi ini Allah akan mengulurkan tongkat kekuasaan Kristus untuk memerintah atas bangsa-bangsa. Kata ‘‘musuh-musuh’’ dalam Mazmur 110:2 mengacu pada bangsa-bangsa. Hari ini bangsa-bangsa adalah musuh-musuh-Nya. Sebagai contoh, dalam perjalanan mereka menganggulangi Israel, bangsa-bangsa Arab adalah musuh-musuh Kristus.
4. Umat Kristus Mempersembangkan Diri Mereka Sendiri secara Sukarela
di Hari Angkatan (Tentara)-Nya
di dalam Semarak Konsikrasi Mereka
‘‘Pada hari tentara bangsamu merelakan diri untuk maju dengan berhiaskan kekudusan’’ (v. 3a).
Secara harafiah, bahasa Ibrani menerjemahkan ‘‘mempersembahkan diri secara sukarela’’ berarti ‘‘menjadi persembahan sukarela’’. Sebaliknya, kata ‘‘angkatan’’, beberapa terjemahan mengikuti bahasa Ibrani, yaitu ‘‘tentara’’ atau ‘‘perang’’. Terjemahan yang berbeda ini, semua menunjukkan bahwa semacam peperangan sedang berkecamuk. Hari ini masih adalah waktu peperangan karena Kristus masih belum memiliki tumpuan kaki. Maka, ministri ini bertunangan dengan pergumulan yang konstan. Kita berdiri melawan dan meniadakan setiap macam tumpuan yang tidak tepat mengenai gereja, baik Katolik atau Protestan, dan hal ini menyebabkan penentangan dan peperangan.
Dalam ayat 3 kita diberitahu bahwa di hari angkatan, atau tentara-Nya, umat Kristus akan mempersembahkan diri mereka sendiri secara sukarela ‘‘di dalam semarak konsikrasi mereka.’’ Apakah kamu menyadari bahwa di mata Tuhan, konsikrasi sukarela kita, persembahan diri kita kepada-Nya, adalah semacam kesemarakan? Meskipun gereja telah merosot, selama berabad-abad tetap ada garis dari mereka yang mempersembahkan diri mereka secara sukarela kepada Tuhan di dalam semarak, kecantikan, dari konsikrasi mereka. Menyerahkan segala sesuatu di atas bumi, ribuan orang telah memepersembahkan diri mereka secara sukarela kepada Tuhan, dan dengan persembahan ini ada kesemarakan dari konsikrasi. John Nelson Darby adalah orang yang demikian. Darby hidup delapan puluh empat tahun, dan karena cinta-Nya bagi Kristus, dia tidak pernah menikah. Satu hari, di masa tuanya, dia tinggal sendirian di hotel dan berkata, ‘‘Tuhan Yesus, aku tetap mengasihi-Mu’’. Tidak diragukan, Darby adalah suatu persembahan sukarela kepada Tuhan di dalam semarak konsikrasi.
Selain kata ‘‘semarak’’ beberapa versi menggunakan kata ‘‘perhiasan’’. Semarak dari konsikrasi adalah sebuah perhiasan. Kita perlu dihias oleh persembahan diri kita secara sukarela kepada Tuhan. Jika kita melakukan hal ini, kita akan dipercantik dengan kesemarakan ilahi, surgawi.
5. Tampil bagi-Mu Keremajaan Kristus
seperti Embun dari Kandungan Fajar
‘‘Dari kandungan fajar tampil bagimu keremajaanmu seperti embun.’’ (ay. 3b). Ini menunjukkan bahwa, pada satu sisi, Kristus suka melihat semarak dari konsikrasi kita; pada sisi lain, Ia menginginkanembun yang datang dari kandungan fajar. Kristus menikmati melihat semarak dari mereka yang mempersembahkan diri merekakepada-Nya sebagai persembahan sukarela, tetapi yang lebih penting, Ia masih memerlukan beberapa embun untuk mengairi-Nya. Bahkan Kristus memerlukan pengairan. Dia memerlukan kita menjadi embun yamg mengairi-Nya.
Menurut puisi ini, embun ini datang dari ‘‘kandungan fajar’’. Kita perlu masuk ke dalam kandungan ini untuk dilahirkan sebagai embun yang dengannya mengairi Kristus. Saya percaya bahwa ini melibatkan penyegaran pagi. Jika kita tidak bangun lebih pagi di pagi hari, kita akan kehilangan kesempatan untuk masuk ke dalam kandungan fajar untuk dibuat embun bagi pengairan Kristus. Jika tidak diairi, Dia akan menjadi kering dan kita juga akan menjadi kering. Saya harap bahwa kita semua, khususnya orang muda, akan melihat bahwa di sini Kristus menyerupakan Diri-Nya dengan tanaman yang memerlukan embun yang sejuk, halus, lembut. Semoga kita merespon Dia dengan berkata, ‘‘Tuhan Yesus, aku ingin menjadi embun yang dikandung dan dihasilkan oleh kandungan fajar bagi-Mu untuk diairi.’’
B. Allah Bersumpah Tanpa Menyesal
untuk Menetapkan Kristus sebagai Imam untuk Selamanya
menurut Peraturan Melkisedek
‘‘Yehova telah bersumpah, dan Ia tidak akan menyesal: “Engkau adalah Imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek” (ay. 4; Ibr. 5:6, 10). Bahasa Ibrani menerjemahkan ‘‘berubah’’ di sini dapat juga diterjemahkan ‘‘bertobat’’. Kristus tidak hanya Raja dengan Kekuatan dan Kekuasaan, seperti yang dijelaskan pada ayat 2; Ia juga adalah Imam Besar, seperti yang diwahyukan dalam ayat 4. Hari ini kita memerlukan Kristus tidak hanya sebagai Raja kita tetapi juga sebagai Imam kita untuk berdoa bagi kita dan untuk memperhatikan masalah-masalah kita di hadapan Allah.
Ministri Kristus berasal dari dua bagian. Bagian pertama adalah ministri-Nya di atas bumi,dan yang kedua adalah ministri-Nya didalam Surga. Dalam ministri bumiah-Nya Dia telah mengerjakan banyak hal. Sekarang, setelah menyelesaikan ministrinya di atas bumi, Kristus dalam kenaikkan-Nya membawa bagian yang kedua, yang surgawi dari ministri-Nya. Ini termasuk kekepalaan dan keimaman-Nya. Sebagai raja, Dia memiliki tongkat kerajaan melambangkan kekuasaan dan kedaulatan untuk memerintah perkara-perkara kita di atas bumi, dan sebagai Imam Besar Dia berdoa bagi kita dan memperhatikan kasus kita.
C. Kristus, Yang adalah Tuhan (Adonai)
dan Yang ada di sebelah kanan Allah,
untuk Meremukkan Raja-Raja di Hari
Murka-Nya pada Kedatangan-Nya Kembali
dan untuk Melaksanakan Penghakiman di antara Bangsa-Bangsa
“Yehova ada di sebelah kananmu; Ia meremukkan raja-raja pada hari murka-Nya, Ia menghukum bangsa-bangsa, sehingga mayat-mayat bergelimpangan; Ia meremukkan orang-orang yang menjadi kepala di negeri luas.’’ (Mzm. 110:5-6). Kata “Negeri yang luas” mengacu pada seluruh bumi, the whole globe. Disini kita melihat bahwa Kristus, yang adalah Tuhan, Tuan (Adonai), dan Seorang yang berada di sebelah kanan Allah, akan meremukkan raja-rajapada hari murka-Nya pada saat Dia datang kembali dan akan menjatuhkan hukuman diantara bangsa-bangsa (2:9, 12; Dan.2:44; Why. 2:26-27). Hal ini menunjukkan bahwa Kristus akan menjadi Pemenang Besar,menang dari semua bangsa-bangsa, meremukkan raja-raja dan meremukkan kepala musuh-musuh, dan menjatuhkan hukuman atas semua yang melawan-Nya. In addition untuk menjadi Rajadan Imam, Kristus adalah Prajurituntuk menjadi Pemenang terbesar. Menurut Wahyu 19, pada kedatangan-Nya kembali Ia akan menjadi Seorang yang berperang. Namun,Ia tidak akan berperang sendirian melawan Antikristus dan pasukannyadari bangsa-bangsa. Melainkan, Ia akan datang bersama mempelai perempuan-Nya, yang tersusun dari semua pemenang-Nya, sebagai pasukan-Nya, dan bersama dengannya Ia akan berperang melawan Antikristus dan pasukannya.
D. Kristus Minum dari Sungai di Tepi Jalan
dan Mengangkat Kepala-Nya dengan Jaya
‘‘Dari sungai di tepi jalan Ia minum, oleh sebab itu Ia mengangkat kepala-Nya.’’ (Mzm. 110:7). Ketika Kristus berperang, Dia akan merasa haus. Membutuhkan air untuk minum, Dia akan minum dari ‘‘sungai di tepi jalan.’’ Sungai di tepi jalan adalah para pemenang. Mereka yang telah mempersembahkan diri mereka sendiri di dalam semarak konsikrasi adalah embun di pagi hari untuk mengairi Kristus, dan para pemenang adalah sungai di tepi jalan untuk meleraikan dahaga-Nya. Saat Kristus mengambil kepemimpinan untuk berperang sampai akhir, Ia akan memerlukan air untuk minum, dan air ini adalah para pemenang. Saya percaya bahwa penafsiran ini adalah benar karena sesuai dengan pengajaran dalam Perjanjian Baru.
Ketika Kristus minum dari sungai di tepi jalan, ‘‘Ia mengangkat kepala-Nya.’’ Ini berarti Dia akan menang. Menundukkan kepala kita adalah tanda kekalahan, tetapi untuk mengangkat kepala kita adalah sebuah tanda kemenangan. Mereka yang mengangkat kepala mereka adalah seorang yang menang terhadap semua musuhnya.
Bagi musuh-musuhnya Kristus adalah Pemenang, tetapi bagi kita Dia adalah Peminum. Kita mungkin berkata kepada-Nya, ‘‘Haleluya! Tuhan Yesus, Kau adalah yang menang’’. Tetapi Dia mungkin berkata kepada kita, ‘‘Ya, saya adalah yang menang, tetapi bagi kamu, saya lebih suka menjadi peminum.’’ Dalam mazmur ini, kita melihat Kristus sebagai Raja, Imam, Prajurit, Pemenang, dan Peminum. Kristus menang dari musuh-musuh, dan Dia minum dari para pemenang dari sungai di tepi jalan.