BUMI DIPALINGKAN KEPADA TUHAN MELALUI SION
Pembacaan Alkitab: Mzm. 102—106
Pada permulaan dari pelajaran kita akan kitab Mazmur, kita menunjukkan bahwa kitab Mazmur ditulis oleh orang-orang saleh. Kaum saleh ini sangat dekat dengan Allah, dan mereka memiliki banyak pemikiran dan pertimbangan mengenai Allah dan kepentingan Allah. Banyak mazmur ditulis selama waktu penderitaan. Ketika mereka menderita, pemazmur mengekspresikan perasaan tertentu dan kompleks mereka, beberapa di antaranya adalah pemikiran tinggi yang terutama berkaitan dengan Kristus, rumah Allah, kota Allah, dan pemulihan Allah akan gelar-Nya atas bumi. Di dalam Perjanjian Lama pemulihan ini disebut restorasi, mengacu pada milenium. Rumah Allah menunjukkan tempat tinggal Allah dan juga keluarga-Nya, rumah tangga-Nya; kota Allah mengacu pada kerajaan-Nya; dan restorasi yang akan datang mengacu pada milenium. Empat perkara ini—Kristus, rumah Allah, kota Allah, dan restorasi yang akan datang—adalah unsur-unsur penting, esens batini, dari Alkitab.
Kita dapat berkata bahwa kitab Mazmur adalah ekstrak dari seluruh Alkitab. Alkitab dimulai dengan keberadaan Allah, lalu selanjutnya berbicara tentang penciptaan Allah, yang memiliki petunjuk-petunjuk tertentu mengenai Kristus. Dari Kristus dihasilkan gereja, yang adalah rumah Allah. Ketika gereja sebagai rumah Allah dikuatkan dan diperbesar, rumah menjadi kota, yaitu, kerajaan Allah. Akhirnya, akan membawa masuk restorasi bumi selama seribu tahun, yang akan rampung di langit baru dan bumi dengan Yerusalem Baru—perampungan rumah Allah dan kerajaan Allah—sebagai pusat. Ektrak dari Alkitab ini di dalam kitab Mazmur adalah kunci untuk membuka seluruh Alkitab.
Dalam berita ini kita sampai pada kelompok lain dari kitab Mazmur, yang terdiri dari Mazmur 102 sampai 106, yang agaknya sulit untuk dipahami. Dalam kelompok ini, pertama kita melihat Kristus. Mazmur 102 adalah mazmur tentang Kristus. Bukti yang kuat tentang hal ini ada di dalam ayat 25 sampai 27 yang dikutip di dalam Ibrani 1:10-12.
Judul dari Mazmur 102 memberitahu kita bahwa ini adalah doa dari seorang yang dalam penderitaan, seorang yang menderita. Pemazmur, seorang yang saleh, menderita karena penghancuran dan pengrusakan Sion dengan bait dan kota kudus. Dia menderita sampat suatu tingkat dia pingsan. Dalam perkara ini, dia agaknya seperti Yeremia, yang setelah penghancuran Yerusalem dan bait, duduk di atas gunung di luar kota, melihat pengrusakan bait dan kota, dan menulis kitab Ratapan, mungkin pingsan seperti yang dia lakukan. Orang saleh yang menulis Mazmur 102 juga menderita karena penghancuran bait dan kota. Pingsan karena penderitaannya, dia berdoa kepada Allah dan mencurahkan keluhannya. Kata ‘‘keluhan’’ dan judul mazmur ini tidak berarti bahwa pemazmur mengeluh kepada Allah; sebaliknya, di sini kata ini menunjukkan situasi yang menyedihkan—penderitaan yang disebabkan oleh penghancuran bait dan kota Yerusalem.
Mazmur 102 memiliki tiga bagian. Ayat 1 sampai 11 adalah bagian pertama, mengenai berkaitan dengan penderitaan dan kesusahan; ayat 12 sampai 22 adalah bagian kedua, berkaitan dengan pembangunan kembali Sion, restorasi dari bait dan kota kudus yang dihancurkan; dan ayat 23 sampai 28 adalah bagian ketiga, menyingkapkan Tuhan sebagai Dia yang tidak berkesudahan di dalam kebangkitan-Nya. Di dalam Wahyu 1:18 Kristus, Persona yang hidup, berkata, ‘‘Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup untuk selama-lamanya.’’ Kebangkitan adalah perpanjangan hari-hari Tuhan; dia akan ada selama-lamanya di dalam kebangkitan-Nya.
Menurut Mazmur 102, restorasi Sion dan Yerusalem memalingkan bangsa-bangsa kepada Allah. Untuk alasan ini, saya memberi judul berita ini ‘‘Bumi Berpaling kepada Tuhan melalui Sion’’. Sion di sini adalah Sion yang telah dibangun kembali setelah pengrusakannya. Jadi, bagian kedua dari mazmur ini menyajikan pada kita gambaran dari restorasi dari penghancuran dan pengrusakan bait dan kota Yerusalem. Pembangunan kembali ini memalingkan seluruh bumi dengan orang-orang dari semua bangsa kepada Tuhan.
Dalam perlambangan, Mazmur 102 pertama menunjukkan penderitaan Kristus, khususnya kematian-Nya. Penderitaan Kristus rampung di dalam kematian-Nya, dan melalui kematian-Nya, gereja, rumah Allah, terwujud. Akhirnya, gereja sebagai rumah Allah menjadi kota Allah, kerajaan Allah. Oleh karena itu, Efesus 2:19, mengacu pada rumah tangga Allah dan kerajaan Allah.
Sejarah Israel adalah gambaran dari sejarah gereja. Israel melewati waktu penghancuran dan pengrusakan, dan orang Israel ditangkap dan ditawan di Babel. Demikian pula, dalam kitab Wahyu kita melihat Babel Besar berlawanan dengan gereja. Akhirnya, Babel besar akan jatuh, dan gereja akan sepenuhnya ditegakkan. Pembangunan kembali gereja akan memalingkan semua bangsa kepada Tuhan, dan kerajaan dunia akan menjadi kerajaan Allah dan Kristus (Why. 11:15).
Mazmur 102 menyingkapkan kematian Kristus dan keberadaan-Nya di dalam kebangkitan. Hasil dari kematian dan kebangkitan Kristus adalah Sion dengan rumah Allah dan kota Allah. Oleh karena itu, di dalam Mazmur 102 kita memiliki kematian Kristus, kebangkitan Kristus, dan Sion.
Sionadalah sebutan total dari gereja. Galatia 4:26 berkata bahwa ‘‘Yerusalem yang di atas’’ adalah ibu kita, dan Ibrani 12:22 memberitahu kita bahwa kita telah datang ke ‘‘Gunung Sion dan ke kota Allah yang hidup, Yerusalem Surgawi.’’ Lagipula, di dalam pembelajaran kita akan Mazmur 84 kita melihat bahwa ‘‘jalan raya menuju Sion’’ disebutkan di dalam mazmur ini (ay. 5) adalah jalan raya hidup gereja. Wahyu 14 menunjukkan pada kita bahwa seratus empat puluh empat ribu orang akan diangkat ke Gunung Sion. Hari ini kita sedang dipimpin menuju Sion, puncak tertinggi dari gunung-gunung Allah. Sion ini adalah gereja.
Mazmur 102 adalah sangat dalam, berisi beberapa rahasia yang tersembunyi. Jika kita memiliki pengertian ke dalam mazmur ini, kita akan melihat penderitaan dan kematian Kristus tidak hanya bagi penebusan tetapi juga untuk restorasi. Ayat 1 sampai 11 berbicara tentang penderitaan; ayat 12 sampai 22, tentang restorasi; dan ayat 23 sampai 28, tentang kelanjutan keberadaaan Kristus di dalam kebangkitan-Nya. Penderitaan Kristus adalah bagi penebusan, dan penebusan-Nya adalah untuk menghasilkan gereja sebagai rumah Allah dan kota Allah, yang akan rampung di dalam restorasi. Di dalam kebangkitan Kristus, oleh kebangkitan Kristus, dan melalui kebangkitan Kristuslah, gereja akan rampung di dalam restorasi. Kematian Kristus menghasilkan gereja, dan kebangkitan-Nya memperpanjang keberadaan gereja. Setelah dihasilkan melalui kematian Kristus, gereja memiliki kelanjutan keberadaan-Nya di dalam kebangkitan Kristus. Ini adalah wahyu di dalah Mazmur 102.
Kita tidak seharusnya belajar Mazmur 102 sampai 106 dengan cara yang dangkal, dengan cara alamiah, atau dengan cara memusatkan perhatian hanya pada huruf hitam di atas putih. Kita perlu belajar mazmur ini, seperti belajar semua mazmur, dengan banyak doa dan pertimbangan akan Firman Kudus. Jika kita belajar kitab Mazmur dengan cara ini, kita akan menyadari bahwa mazmur 102
sampai 106 adalah satu kelompok. Mazmur 102, doa dari kaum saleh yang menderita, adalah fondasi dari kelompok ini. Kita telah menekankan fakta bahwa mazmur ini menunjukkan pada kita penderitaan Kristus, gereja dihasilkan oleh penderitaan-Nya, dan kelanjutan keberadaan gereja di dalam kebangkitan Kristus karena keberadaan Kristus yang tidak berubah di dalam kebangkitan-Nya. Seperti yang akan kita lihat, empat mazmur yang lain dalam kelompok ini adalah narasi dari sejarah Allah dan tiga dari empat mazmur ini—Mazmur 104, 105, dan 106—adalah ‘‘mazmur haleluya’’. Dengan tiga mazmur ini, kita memiliki permulaan tentang ‘‘haleluya’’ di dalam kitab Mazmur.
Sekarang, marilah kita mempertimbangkan Mazmur 102 dengan lebih rinci, lalu selanjutnya mempertimbangkan narasi sejarah Allah di dalam Mazmur 103 sampai 106.
I. MAZMUR 102 ADALAH
SEBUAH DOA DARI SEORANG YANG MENDERITA
Judul dari Mazmur 102 adalah “Sebuah Doa dari seorang yang menderita, ketika dia sedang pingsan dan dia mencurahkan keluhannya di hadapan Yehova”. Oleh karena itu, mazmur ini adalah ekspresi dari perasaan pemazmur, dengan penderitaannya (ay. 1-5, 9-11) yang mengacu pada penderitaan Kristus (ay. 6-8).
II. KRISTUS ADALAH KUNCI
YANG MEMALINGKAN BUMI KEPADA TUHAN
Ayat 6 sampai 8 dan 12 sampai 27 mewahyukan bahwa Kristus adalah kunci yang memalingkan bumi kepada Tuhan sehingga memulihkan gelar dan hak Allah atas seluruh bumi. Tanpa Kristus, hal ini tidak dapat digenapkan.
A. Berdasarkan pada Penderitaan-Nya
Kristus adalah kunci yang memalingkan bumi kepada Tuhan is berdasarkan pada penderitaan-Nya (ay. 6-8). ayat 7 berkata, ‘‘Aku berjaga-jaga dan sudah menjadi seperti burung terpencil di atas sotoh’’. ‘‘Sotoh’’ di sini mengacu pada atap yang rata dari rumah orang Yahudi. Seringkali orang akan naik ke sotoh untuk berdoa. Petrus melakukan hal ini di dalam Kisah Para Rasul 10:9. Karena Mazmur 102:7 mengacu pada Kristus, ayat ini menunjukkan bahwa ketika Tuhan Yesus di atas bumi, mungkin adakalanya di malam hari Dia, seperti burung pipit yang terpencil di atas sotoh, akan berjaga-jaga dan berdoa, memperhatikan kepentingan Allah. Ini juga adalah situasi penulis dari mazmur ini. Karena pengrusakan Sion, dia tidak dapat tidur atau tinggal di tempat tidur. Sebaliknya, dia naik ke atas sotoh dimana dia mencurahkan keluhannya kepada Allah, meminta Dia untuk melihat pada Sion, kota, dan bait.
Mazmur 102:7 adalah ayat yang khusus mengenai penderitaan Kristus, penderitaan-Nya. Penderitaan-Nya berkaitan dengan kegairahan-Nya untuk rumah Allah (Yoh. 2:17; Mzm. 69:9). Dalam penderitaan-Nya, Kristus adalah pengawas, tidak memperhatikan kepentingan-Nya sendiri, tetapi untuk kepentingan rumah Allah. Jadi, Dia mengumpakan Diri-Nya Sendiri sebagai burung pipit yang terpencil di atas atap rumah. Saat Dia melihat kepentingan Allah, Dia seperti burung pipit yang terpencil di atas sotoh. Ini adalah aspek dari penderitaan Kristus.
Seperti yang telah kita tunjukkan, penderitaan Kristus adalah untuk menghasilkan gereja. Hari ini orang Kristen menyadari bahwa penderitaan Kristus, yang rampung dalam kematian-Nya, adalah bagi penebusan, tetapi sangat sedikit yang menyadari bahwa penderitaan-Nya adalah juga untuk menghasilkan gereja. Kita perlu melihat bahwa penderitaan Kristus adalah bagi penebusan untuk menghasilkan gereja.
B. Melalui Sion
Kita telah melihat bahwa perpalingan bumi kepada Tuhan berdasarkan pada penderitaan Kristus yang menghasilkan gereja. Sekarang, kita perlu melihat bahwa perpalingan bumi ini kepada Tuhan melalui Sion, yaitu, melalui gereja. Hari ini gereja adalah Sion. Kita tidak seharusnya mengira bahwa apa yang sedang kita lakukan di dala pemulihan Tuhan adalah suatu perkara kecil. Dalam pandangan Allah, pekerjaan di dalam pemulihan-Nya adalah sangat penting.
Gereja dihasilkan melalui kematian Kristus, dan gereja berada di bumi untuk sementara. Namun, gereja telah dirusak, dihancurkan. Hari ini kita harus menjadi mereka yang merasa susah karena kemerosotan gereja. Kita harus merasa susah sampai satu tingkat bahwa kita pingsan. Sebagai seorang yang merasa susah, kita seharusnya menyajikan keluhan kita kepada Allah, berkata, ‘‘Tuhan, dimanakah Sion-Mu? Dimanakah kota kudus-Mu? Kita dapat melihat Babel Besar dimana-mana, tetapi dimanakah gereja?’’
Israel adalah sebuah lambang gereja. Dalam berita yang akan datang tentang kitab Yosua, Hakim-Hakim, dan Rut, kita akan melihat bahwa kitab-kitab ini adalah suatu catatan tentang sejarah pemilihan Allah. Dari sudut pandang kita, catatan ini tidak menyenangkan, bahkan tragedi. Namun, dari sudut pandang Allah, catatan ini adalah menyenangkan karena bahkan di antara pilihan Allah yang dihancurkan, masih ada sesuatu di atas bumi bagi Allah, dan sepanjang Allah dapat memiliki sesuatu bagi Diri-Nya Sendiri di atas bumi, Dia dipuaskan. Prinsipnya sama dengan gereja hari ini. Hidup gereja yang tepat telah sepenuhnya dihancurkan, dan dimana-mana kita melihat Babel Besar. Tetapi Allah masih memiliki sesuatu di atas bumi bagi Diri-Nya Sendiri. Ini adalah pemulihan Tuhan.
Meskipun catatan sejarah Israel dalam kitab Yosua, Hakim-Hakim, dan Rut mengecewakan, namun ada sebuah garis bagi Allah. Allah masih sebuah garis. Untuk sementara, pada zaman Hakim-Hakim, garis ini terdiri dari dua orang—Boas, orang Yahudi, dan Rut, orang Moab. Setelah mereka menikah, mereka menjadi garis yang unik yang membawa masuk Kristus. Menurut silsilah di dalam Matius 1, Boas memperanakkan nenek moyang Daud dari Rut. Maka, meskipun Israel, pilihan Allah, telah dikalahkan, masih ada satu garis yang melahirkan Kristus. Hari ini, dikarenakan penghancuran pengrusakan gereja, Allah masih memiliki satu garis bagi Kristus, dan untuk hal ini, kita harus menyembah Dia.
1. Sion sebagai Pusat Kota Yerusalem
Sion adalah pusat kota Yerusalem (Mzm. 102:16, 21), melambangkan gereja sebagai pusat kerajaan Allah (Mat. 16:18-19). Dalam Matius 16:18 dan 19 perkataan gerejadan kerajaan diguanakn secara bergantian. Ini menunjukkan bahwa gereja adalah kerajaan dan kerajaan adalah gereja.
2. Batu-Batu Sion sebagai Kesenangan
dari Hamba-Hamba Tuhan
dan Debunya dimana Ada Kesukaan Mereka
Mazmur 102:14 berkata, ‘‘Sebab hamba-hamba-Mu mengambil kesenangan kepada batu-batunya, dan menunjukkan kesukaan pada tanahnya’’. Terjemahan kata Ibrani ‘‘tanah’’ dapat juga diterjemahkan ‘‘debu’’. Dalam ayat ini, batu-batu melambangkan kaum beriman sebagai bahan-bahan bangunan dari gereja (1 Ptr. 2:5), dan debu, tanah, melambangkan tumpuan gereja. Apakah kamu mengambil kesenangan di dalam semua anggota gereja? Apakah kamu suka tumpuan gereja? Kita seharusnya senang dengan semua anggota gereja, dan kita seharusnya memperhatikan tumpuan gereja.
3. Membawa Semua Bangsa
dan Kerajaan di Bumi
ke dalam Pujian dan Penyembahan Yehova
Mazmur 102:21 dan 22 berkata, ‘‘Supaya nama Yehova dinyatakan di Sion, dan Dia dipuji-puji di Yerusalem; Apabila umat berkumpul bersama-sama dan kerajaan-kerajaan untuk melayani Yehova’’. Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa melalui Sion—gereja—ditegakkan, direstorasi, semua bangsa dan kerajaan akan dibawa ke dalam pujian dan penyembahan Allah. Ini berarti gereja memalingkan dunia kepada Tuhan.
C. Karena Keberadaan-Nya
Yang Kekal dan Tidak Berubah
Kristus adalah kunci yang memalingkan bumi kepada Tuhan karena keberadaan-Nya yang kekal dan tidak berubah (ay. 24-27; Ibr. 1:10-12). Kristus mati dan bangkit, dan sekarang Dia hidup selamanya di dalam kebangkitan-Nya. Keberadaan Kristus tidak berubah turun-temurun karena kebangkitan-Nya. Kematian Kristus menghasilkan gereja. Gereja telah dihancurkan dan akan direstorasi. Lalu kebangkitan Kristus akan memampukan gereja untuk melanjutkan keberadaannya.
III. MEMUJI ALLAH YANG TELAH MEMULIHKAN
GELAR DAN HAK ATAS SELURUH BUMI
MELALUI PEMERINTAHAN KRISTUS
Mazmur 102 adalah mazmur tentang Kristus, gereja, dan restorasi. Di dalam Mazmur 103 sampai 106 kita memiliki pujian Yehova yang telah memulihkan gelar dan hak atas seluruh bumi melalui pemerintahan Kristus.
A. Sebuah Narasi Sejarah Allah
Jika kita meletakkan keempat mazmur ini bersama, kita akan melihat bahwa mereka adalah narasi sejarah Allah.
1. Dalam Kasih Setia dan Rahmat-Nya
di dalam Mengampuni Dosa-dosa,
Menyembuhkan, Menebus, dan Memperhatikan Umat-Nya
Mazmur 103 berbicara tentang sejarah Allah di dalam kasih setia dan rahmat-Nya di dalam mengampuni dosa-dosa, menyembuhkan, menebus, dan memperhatikan umat-Nya. Ini adalah bagian pertama dari sejarah Allah.
‘‘Pujilah Yehova, O jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah Yehova, O jiwaku, dan janganlah lupakan segala kebaikan-Nya!’’ (ay. 1-2). Kebaikan ini termasuk pengampunan, penyembuhan, penebusan, dan mahkota kasih setia dan rahmat (ay. 3-4).
Dalam ayat 5 pemazmur selanjutnya berkata, ‘‘Dia yang memuaskan yang utama dari hidupmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti burung rajawali’’. Arti bahasa Ibrani untuk ‘‘yang utama dari hidupmu’’ tidak pasti; yang lain menerjemahkannya sebagai, ‘‘tahun-tahunmu.’’ Septuagint menggunakan kata ‘‘mendambakan’’. Yang utama dari hidup kita adalah bagian yang paling kuat dari hidup kita, yang adalah masa muda kita. Karena Allah memuaskan bagian yang paling kuat dari hidup kita dengan kebaikan, masa muda kita diperbarui. Saya dapat bersaksi bahwa, sebagai seorang yang lebih tua, hari demi hari saya memiliki perasaan bahwa saya sedang diperbarui. Pembaruan ini memampukan saya untuk berdiri dan berbicara bagi Tuhan.
Di dalam ayat 7 pemazmur berkata, ‘‘Ia telah memperkenalkan jalan-jalan-Nya kepada Musa, perbuatan-perbuatan-Nya kepada anak-anak Israel’’. Ini mengagumkan. Bagi orang yang berpengalaman, Allah memperkenalkan jalan-jalan-Nya, dan kepada yang lebih muda, kepada anak-anak, Dia memperkenalkan perbuatan-perbuatan-Nya. Hari ini beberapa di antara kita mengenal jalan-jalan Allah, sedangkan yang lain hanya mengenal perbuatan-perbuatan-Nya. Baik jalan-jalan-Nya maupun perbuatan-perbuatan-Nya adalah kebaikan bagi kita.
Ayat 12 sampai 14 menyatakan, ‘‘Sejauh timur dari barat, demikian dijauhkan-Nya dari pada kita pelanggaran kita. Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian Yehova sayang kepada orang-orang yang takut akan Dia. Sebab Dia sendiri tahu apa kita, Dia ingat, bahwa kita ini debu’’. Timur dan Barat tidak ada akhirnya. Betapa baiknya, sejauh Timur dari Barat, sejauh itu Allah menyingkirkan pelanggaran-pelanggaran kita dari kita! Lagipula, seperti yang ditunjukkan ayat 14, Dia tahu badan kita, tubuh kita, jauh lebih baik daripada dokter medis manapun.
2. Dalam Kebesaran-Nya
di dalam Penciptaan Alam Semesta
dan Kepenuhannya
Mazmur 104 adalah tentang kebesaran Allah di dalam penciptaan alam semesta dan kepenuhannya. Seperti yang digunakan di sini, kepenuhan termasuk segala sesuatu di dalam alam semesta. Tentang kebesaran Allah di dalam penciptaan, ayat 24 berkata, ‘‘Betapa banyak perbuatan-Mu, O Yehova, sekaliannya Kaujadikan dengan kebijaksanaan, bumi penuh dengan ciptaan-Mu.’’
3. Dalam Hubungan-Nya dengan Abraham
dan Keturunan-Keturunan-Nya menurut Perjanjian-Nya
Bagian lain dari sejarah Allah dinarasikan di dalam Mazmur 105. Mazmur ini berbicara tentang Allah dalam hubungan-Nya dengan Abraham dan keturunan-keturunan-Nya menurut Perjanjian-Nya.
4. Dalam Hubungan-Nya dengan Israel
di Padang Gurun dan di Tanah yang Dijanjikan
dengan Kemurahan-Nya menurut Perjanjian-Nya
Mazmur 106, mazmur yang terakhir di dalam kelompok ini, adalah tentang Allah dalam hubungan-Nya dengan Israel di padang gurun dan di tanah yang dijanjikan dengan kemurahan-Nya menurut perjanjian-Nya.
B. Menghasilkan Haleluya
Pujian Yehova di dalam Mazmur 103 sampai 106 menghasilkan haleluya. Haleluya ini dimulai di dalam 104:35 dan berlanjut di dalam 105:45 dan 106:1, 48.