PENGALAMAN KAUM SALEH YANG LEBIH DALAM AKAN ALLAH DI DALAM IDENTIFIKASI DENGAN KRISTUS
Pembacaan Alkitab: Mzm. 90—92
Mazmur, kitab yang paling sulit di dalam Alkitab untuk dibaca dan dipahami, dikelompokkan ke dalam lima kitab. Kitab 1 terdiri dari pasal 1 sampai 41; Kitab 2, dari Mazmur 42 sampai Mazmur 72; Kitab 3, dari Mazmur 73 sampai Mazmur 89; Kitab 4, dari Mazmur 90 sampai Mazmur 106; dan Kitab 5, dari Mazmur 107 sampai Mazmur 150. Pengelompokan Mazmur ke dalam lima kitab ini bukan menurut urutan kronologis, juga bukan menurut urutan waktu penulisan. Juga pengelompokan kitab ini bukan menurut sifat pengajaran yang ditemukan di dalam kitab-kitab ini. Dalam setiap kitab ada mazmur yang adalah campuran dari wahyu mengenai Kristus dan perasaan-perasaan kompleks dari pemazmur, perasaan-perasaan yang sesuai dengan pemikiran penulis tentang baik dan jahat.
Dalam berita ini kita sampai pada Kitab 4, seperti Kitab 3, Kitab ini memiliki tujuh belas mazmur. Ketujuh belas mazmur dalam Kitab 4 ini terbagi dalam tiga kategori. Mazmur 90—92 ada di dalam kategori pertama; Mazmur 93—101 ada di dalam kegori kedua; dan Mazmur 102—106 ada di dalam kategori ketiga.
Sangat sulit untuk menjelaskan bagaimana Mazmur dikelompokan ke dalam lima kitab, tetapi kita dapat memastikan bahwa pengaturan ini bukanlah dibuat oleh pikiran manusia. Tentu saja, orang-orang tertentu membuat pengaturan, tetapi Roh itu juga terlibat. Seperti yang telah Tuhan perlihatkan kepada kita selama pembelajaran akan kitab Mazmur di tahun 1969, lima kitab dari Mazmur dikelompokkan oleh Roh itu menurut empat kata penting: Kristus, rumah, kota, dan bumi.
Meskipun Mazmur 1 mengenai hukum Taurat, dalam Mazmur 2 pemazmur berpaling dari hukum Taurat kepada Kristus. Dalam ayat 7 kita memiliki dekrit Yehova tentang Putra-Nya: “Engkau adalah Putra-Ku! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini.’’ Ini menunjukkan bahwa Allah tidak mempedulikan hukum taurat tetapi mempedulikan Putera-Nya. Dalam Mazmur 27:4 kita memiliki perkataan mengenai rumah: ‘‘Satu hal telah kuminta kepada Yehova, itulah yang kuingini: diam di rumah Yehova seumur hidupku, memandang kecantikan Yehova dan untuk bertanya di dalam bait-Nya.’’ Mazmur 36:8 berbicara tentang dijenuhi dengan lemak dari rumah Allah dan minum dari sungai kesenangan-Nya, karena pada-Nya ada sumber hayat (ay. 9a). Mazmur 46:5a mengatakan, ‘‘Kota Allah, kediaman Yang Mahatinggi, disukakan oleh aliran-aliran sebuah sungai.’’ Dalam Mazmur 48 kita menemukan ekspresi seperti ‘‘kota Allah kita’’ (ay. 1) dan ‘‘kota Raja besar’’ (ay. 2). Dalam Mazmur 72, Mazmur terakhir dalam Kitab 2, kita memiliki perkataan mengenai bumi. Ayat 8 mengumumkan, ‘‘Kiranya ia memerintah dari laut ke laut, dari sungai Efrat sampai ke ujung bumi.’’ Mazmur 89, Mazmur terakhir dalam Kitab 3, menyingkapkan Christ sebagai Pemilik yang unik atas seluruh bumi. Oleh karena itu, dalam Mazmur kita melihat Kristus, rumah, kota, dan bumi.
Dalam berita ini, berjudul ‘‘Pengalaman Kaum Saleh yang Lebih Dalam akan Allah di dalam Identifikasi dengan Kristus’’, kita akan mempertimbangkan Mazmur 90 sampai 92. Ketika kita membaca mazmur-mazmur ini, kita perlu menuntut apa yang mereka wahyukan tentang pengalaman yang lebih dalam akan Allah dan tentang identifikasi dengan Kristus.
Mazmur 90 dimulai dengan perkataan mengenai Allah sebagai tempat kediaman kita: ‘‘O Tuhan, Engkaulah tempat kediaman kami turun-temurun.’’ Tentu saja, Alkitab adalah satu-satunya buku yang memberitahu kita bahwa Allah dapat menjadi tempat kediaman kita. Mazmur 42:1 mengatakan mengenai kerinduan akan Allah seperti seekor rusa merindukan sungai yang mengalir. Dalam memberitakan injil, kita mungkin memberitahukan orang lain bahwa mereka dapat minum, makan, dan menghirup Tuhan Yesus, tatapi pernahkah kamu memberitahukan mereka bahwa mereka dapat tinggal di dalam Tuhan? Tinggal di dalam Tuhan lebih tinggi daripada minum Dia. Banyak dari kita, setelah masuk dalam penghidupan gereja, dapat bersaksi tentang minum, makan dan menghirup Kristus, tetapi pernahkah kamu berpikir tentang tinggal di dalam Kristus?
Mazmur bukanlah sebuah kitab baik dan jahat. Mazmur adalah kitab mengenai Kristus—sebuah kitab mengenai minum Kristus, makan Kristus, menghirup Kristus dan tinggal di dalam Kristus. Kristus adalah air hidup untuk meleraikan dahaga kita. Dalam Mazmur 36 sungai kesenangan Allah adalah untuk kita minum, dan lemak dari rumah Allah adalah untuk kita makan. Kita dapat minum, makan, dan menghirup Tuhan. Sekarang dalam Mazmur 90 kita dapat melihat bahwa kita dapat tinggal di dalam Tuhan.
Mazmur 90 ditulis oleh Musa, seorang yang memberikan hukum Taurat dengan seluruh peraturan dan ketetapan. Dalam ayat 1 pemberi hukum Taurat ini, yang sudah cukup tua, memberitakan bahwa Allah adalah tempat kediaman turun-temurun. Kemudian dalam ayat 2 lebih maju lagi dia berkata, ‘‘Sebelum gunung-gunung dilahirkan, dan bumi dan dunia diperanakkan, bahkan dari selama-lamanya sampai selama-lamanya Engkaulah Allah.’’ Ini adalah pemikiran yang baru, sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pernahkan kamu mempertimbangkan perkara tentang Allah menjadi tempat kediaman kita?
Dari masa muda saya telah diajar oleh para pengajar Alkitab mengenai tinggal dalam Kristus yang disebutkan dalam Yohanes 15. Tuhan Yesus berkata, ‘‘Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu’’ (ay. 4a). Pada waktu itu saya memahami kata “tinggal” yang berarti tinggal atau singgah, bukan untuk berdiam. Tetapi pada akhirnya, saya mempelajari terjemahan kata Yunani “tinggal” bukan berarti singgah tetapi juga untuk berdiam. Tinggal di dalam Kristus adalah berdiam di dalam Dia, bukan saja singgah atau tinggal di dalam Dia. Ketika kita berdiam di dalam rumah kita, kita memiliki kehidupan dan penghidupan kita disana. Ini berarti bahwa kehidupan dan penghidupan kita terperangkap bersama-sama dengan tempat kediaman kita. Kita menghabiskan lebih banyak uang untuk rumah kita daripada hal yang lainnya. Beberapa orang sangat mencintai rumah mereka dan semua perabot di dalamnya. Karena itu, rumah kita menunjukkan orang macam apakah kita. Di Skotlandia, misalnya, orang-orang tahu cara yang unggul untuk memelihara rumah mereka.
Berdasarkan pada perkataan Musa dalam Mazmur 90:1, rumah kita, tempat kediaman kita, adalah Allah Tritunggal sebagai Tuhan kita. Berdiam dalam Allah adalah suatu pengalaman yang dalam akan Allah. Ketika kita mengalami Allah Tritunggal sampai pada tingkat kita mengambil Dia sebagai tempat kediaman kita, kita memiliki pengalaman yang lebih dalam akan Allah.
Seperti yang telah kita tunjukkan, Mazmur 90 sampai 92 adalah pengalaman kaum saleh yang lebih dalam akan Allah di dalam identifikasi dengan Kristus. Kita telah melihat bahwa pengalaman yang lebih dalam akan Allah adalah berdiam di dalam Allah, tetapi apa yang diwahyukan dalam mazmur ini mengenai identifikasi dengan Kristus? Untuk menjawab pertanyaan ini kita perlu membaca 91:9: ‘‘Engkau telah membuat Yehova yang adalah tempat perlindunganku, bahkan Yang Mahatinggi, tempat kediaman-Mu.’’ Musa, penulis Mazmur 90, mengambil Yehova sebagai tempat kediamannya, dan penulis Mazmur 91 melakukan hal yang sama. Ayat 11 dan 12 menunjukkan bahwa “Engkau” dan “Mu” di dalam ayat 9 mengacu pada Kristus. Ayat-ayat ini dikutip di dalam Matius 4:6 dan diterapkan pada Kristus. Ini mewahyukan bahwa tidak hanya Musa mengambil Allah sebagai tempat kediamannya, tetapi bahkan Tuhan Yesus, ketika Dia di atas bumi, mengambil Allah Bapa sebagai tempat kediaman-Nya. Musa, pemberi hukum Taurat, dan Kristus, pemberi kasih karunia, adalah sama di dalam mengambil Allah sebagai tempat kediaman mereka, sebagai tempat tinggal mereka.
Mengambil Allah sebagai tempat tinggal kita, tempat kediaman kita, adalah pengalaman yang paling tinggi dan paling penuh akan Allah. Mengambil Allah sebagai tempat kediaman kita adalah mengalami Dia sampai tingkat paling penuh. Mungkin tidak seorang pun di antara kita akan berani berkata bahwa dia berdiam di dalam Allah setiap waktu. Tetapi ini adalah apa yang Kristus lakukan. Ketika Dia menempuh kehidupan insani-Nya di atas bumi, Dia terus-menerus mengambil Allah Bapa sebagai tempat tinggal-Nya.
Untuk diidentikkan dengan Kristus adalah untuk diidentikkan dengan Dia tidak hanya di dalam kematian-Nya, di dalam kebangkitan-Nya, dan di dalam kenaikan-Nya, tetapi juga di dalam mengambil Allah sebagai tempat tinggal-Nya. Kita diidentikkan dengan Kristus sampai tingkat demikian. Sejumlah buku yang baik telah menulis tentang identifikasi dengan Kristus di dalam kematian, kebangkitan, dan kenaikan-Nya. Jessie Penn-Lewis menekankan identifikasi dengan Kristus di dalam kematian-Nya;
T. Austin-Sparks, identifikasi dengan Kristus di dalam kebangkitan-Nya; dan Saudara Nee, identifikasi dengan Kristus di dalam kenaikan-Nya. Jika kita ingin diidentikkan dengan Kristus di dalam kematian, kebangkitan, dan kenaikan-Nya, kita perlu tinggal di dalam Kristus. Jika kita tidak tinggal di dalam Kristus, kita terpisah dari Dia sehingga tidak diidentikkan dengan Dia. Cara satu-satunya agar kita dapat diidentikkan dengan Kristus di dalam kematian, kebangkitan, dan kenaikan-Nya adalah tinggal di dalam Kristus, dan untuk tinggal di dalam Kristus bukan hanya tinggal di dalam Dia, tetapi juga berdiam di dalam Dia, mengambil Dia sebagai segala sesuatu kita.
Berdiam di dalam rumah kita berarti kita menempuh penghidupan kita dengan berbagai cara. Contohnya, saya makan makanan saya di rumah, sitting in my comfortable seat at the dining table. Duduk di tempat duduk saya yang nyaman di meja makan. Demikian juga, berdiam di dalam Allah adalah menempuh penghidupan kita di dalam Allah. Seringkali kita berbicara tentang makan Kristus, tetapi kita perlu melihat bahwa ketika kita makan Kristus, kita harus berdiam di dalam Dia. Marilah kita sekarang mempertimbangkan ketiga mazmur ini satu demi satu.
I. MAZMUR-MAZMUR DARI KITAB 4 MENYINGKAPKAN
PENGALAMAN KAUM SALEH YANG LEBIH DALAM AKAN ALLAH
DI DALAM IDENTIFIKASI DENGAN KRISTUS
DAN PEMULIHAN ALLAH AKAN GELAR
DAN HAKNYA ATAS BUMI
Mazmur-mazmur dari Kitab 4 pengalaman kaum saleh yang lebih dalam akan Allah di dalam identifikasi dengan Kristus dan pemulihan Allah akan gelar dan hak-Nya atas bumi. Ini menunjukkan bahwa pengalaman kita berdiam di dalam Allah membuka jalan bagi Kristus untuk datang memiliki bumi supaya Allah dapat memulihkan gelar dan hak-Nya atas bumi. Gelar mengacu pada kepemilikan, dan hakmengacu pada semua hak Allah atas bumi. Tanpa pengalaman kaum saleh yang lebih dalam akan Allah, Allah tidak memiliki jalan untuk memulihkan gelar dan hak ini. Ini berarti jika kita minum Kristus, makan Kristus, dan menghirup Kristus tanpa mengambil Kristus sebagai tempat tinggal kita, allah tidak memiliki jalan untuk memulihkan bumi.
Pemikiran ini ditemukan di dalam Yohanes 15. Di dalam Yohanes 14:2 Tuhan Yesus berkata, ‘‘Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal ... Aku pergi untuk menyediakan tempat bagimu’’. Tempat tinggal ini bukan kamar di apartemen surgawi, seperti yang dianggap pada umumnya, tetapi tempat-tempat di dalam rumah Bapa. Dalam 15:4 Tuhan selanjutnya berkata, ‘‘Tinggallah di dalam Aku.’’ Ini mewahyukan bahwa Kristus bukan hanya jalan ke rumah—Dia adalah rumah itu sendiri. Tinggal di dalam Kristus adalah berdiam di dalam Dia. Dengan berdiamnya kita di dalam Dia, Kristus memiliki jalan untuk memulihkan bumi.
A. Mazmur-Mazmur dari Kitab 1 Menyingkapkan Kristus,
dan Kitab 2 dan 3 Menyingkapkan Kristus
dengan Rumah dan Kota Allah
Mazmur-mazmur dari Kitab 1 menyingkapkan Kristus, dan Kitab 2 dan 3 menyingkapkan Kristus dengan rumah dan kota Allah.
B. Kitab 2 dan 3 Berakhir dengan Perluasan
Kerajaan Allah ke Seluruh Bumi
Baik Kitab 2 maupun 3 berakhir dengan perluasan Kerajaan Allah ke seluruh bumi (Mzm. 72:8, 11, 19; 89:25, 27).
II. PENGALAMAN KAUM SALEH YANG LEBIH DALAM AKAN ALLAH
DI DALAM IDENTIFIKASI DENGAN KRISTUS
A. Pengalaman Kaum Saleh yang Lebih Dalam akan Allah
Mazmur 90 menyingkapkan pengalaman kaum saleh yang lebih dalam akan Allah.
1. Mengambil Allah dari Kekal sampai Kekal
sebagai Tempat Kediaman Mereka
Seperti yang telah kita tunjukkan, ayat 1 dan 2 berbicara tentang kaum saleh mengambil Allah dari kekal sampai kekal sebagai tempat kediaman mereka. Dia telah menjadi tempat kediaman kita turun-temurun. Dari kekal sampai kekal Dia adalah Allah.
2. Menyadari Masa yang Singkat
dari Hidup Manusia dan Dosa-dosa dan Penderitaannya
Jika kamu mengambil Allah sebagai tempat kediamanmu, kamu akan menyadari bahwa masa hidupmu di atas bumi adalah singkat (vv. 3-11). Di dalah ayat 10 Musa berkata, ‘‘Masa hidup kami tujuh puluh tahun dan jika kami kuat, delapan puluh tahun, dan kebanggaannya adalah kesukaran dan penderitaan; sebab berlalunya buru-buru, dan kami melayang lenyap.’’ Namun, bagi Tuhan, seribu tahun adalah ‘‘seperti hari kemarin, apabila berlalu, atau seperti suatu giliran jaga di waktu malam’’ (ay. 4). Menurut Alkitab, seorang yang hidupnya paling panjang adalah Metusalah; ia hidup sembilan ratus enam puluh sembilan tahun. Namun, di mata Allah, ini kurang dari satu hari.
Masa yang singkat dari hidup kita adalah penuh dosa dan penderitaan. Jika seseorang memiliki kesadaran demikian, dia harus menjadi seorang yang mengambil Allah sebagai tempat kediamannya. Saya ingin berdiam di dalam Allah, hidup di dalam Dia setiap menit, karena di luar dia ada dosa-dosa dan penderitaan-penderiataan.
3. Meminta Allah untuk Mengajar Mereka untuk Menghitung Hari-Hari Mereka
Musa, menulis menurut kesadaran yang berasal dari berdiam di dalam Allah, berdoa, ‘‘Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana’’ (ay. 12). Beroleh hati yang bijaksana memampukan kita untuk menempuh kehidupan yang gembira dan sukacita (ay. 13-17). Musa memiliki perasaan yang dalam bahwa dia perlu mempelajari bagaimana menghitung hari-harinya sehingga dia dapat menempuh kehidupan yang gembira. Saat kita melihat kembali hari kemarin,. Kita mungkin merasa malu. Ini menunjukkan bahwa kita perlu membiarkan Allah mengajar kita bagaiman menghitung hari-hari kita. Orang muda mungkin tidak memahami artinya ini, tetapi sebagai seorang yang lebih tua saya dapat bersaksi bahwa saya tahu bagaimana saya menghitung hari-hari saya. Saya menghitung setiap hari.
B. Di dalam Identifikasi dengan Kristus
Perkara identifikasi dengan Kristus diwahyukan dalam Mazmur 91.
1. Membuat Yehova Yang Mahatinggi Tempat Tinggal Mereka,
Berdiam di dalam Tempat Rahasia
dan Tinggal di dalam Bayang-Bayang-Nya di bawah Sayap-Nya
Dalam identifikasi dengan Kristus, kaum saleh membuat Yehova Yang Mahatinggi tempat tinggal mereka, berdiam di dalam tempat rahasia dan tinggal di dalam bayang-bayang-Nya di bawah sayap-Nya (ay. 1-9). Kita semua perlu berdiam di dalam Allah dengan berdiam di dalam tempat rahasia (ay. 1). Inilah keesaan yang sejati dengan Allah. Di sini Allah menjadi kita; kita disusun dengan Dia; dan kita dan Allah hidup bersama sebagai satu kesatuan.
2. Berada di bawah Penjagaan Para Malaikat yang Perhatian
dan Menginjak-Injak Musuh, Satan
Dalam identifikasi dengan Kristus, kita berada di bawah penjagaan para malaikat yang perhatian, dan kita menginjak-injak musuh, Satan (ay. 11-13; Mat. 4:6). Mazmur 91:13 berkata, ‘‘Singa dan ular tedung akan Kaulangkahi, Engkau akan menginjak anak singa dan ular naga.’’ Di sini Satan diumpamakan seperti singa yang menelan umat Allah dan seperti ular yang meracuni umat Allah. Di dalam 4 kita melihat bahwa ketika Tuhan Yesus menempuh kehidupan insani di bumi, Dia berada di bawah perhatian para malaikat, yang melindungi Dia dari Satan dan roh-roh jahat. Matius 4:11 berkata bahwa para malaikat datang dan melayani Dia. Para malaikat juga melindungi dan berusaha menjaga kita hari ini, seperti yang ditunjukkan oleh Ibrani 1.
3. Melekatkan Cinta Mereka pada Allah,
Membentengi-Nya, dan Melihat Keselamatan-Nya
di dalam Perpanjangan Hari-Hari Mereka
Dalam identifikasi dengan Kristus, kaum saleh mlekatkan cinta mereka pada Allah; mereka membentengi-Nya; dan mereka melihat keselamatannya di dalam perpanjangan dari hari-hari mereka (Mzm. 91:14-16). Ayat-ayat ini adalah nubuat yang mengacu pada Kristus. Kristus melekatkan cinta-Nya pada Allah Bapa. Kristus telah ditinggikan ke tempat tertinggi di langit, dan sekarang Dia melihat keselamatan Allah di dalam perpanjangan dari hari-hari-Nya di dalam kebangkitan. Kristus mati, tetapi di dalam kebangkitan Dia akan hidup selamanya. Oleh karena itu Dia dapat berkata, ‘‘Aku telah mati, namun lihatlah, Aku hidup sampai selama-lamanya’’ (Why. 1:18a). Inilah perpanjangan dari hari-hari-Nya di dalam kebangkitan untuk untuk melaksanakan keselamatan-Nya yang dinubuatkan tidak hanya di dalam Mazmur 91, tetapi juga di dalam Yesaya 53.
Di dalam semua perkara ini, kita harus diidentikkan dengan Kristus. Jika kita diidentikkan dengan Kristus, kita juga akan mengambil Allah sebagai tempat tinggal kita. Kita akan menjadi satu dengan Kristus di dalam ketersaliban-Nya, di dalam kebangkitan-Nya, di dalam kenaikan-Nya, dan di dalam mengambil Allah sebagai tempat tinggal-Nya. Lalu kita akan hidup dengan Dia dan melekatkan cinta kita pada Allah. Jadi, kita akan ditinggikan, dan kita akan melihat keselamatan Allah di dalam perpanjangan hari-hari kita.
C. Hasil
Mazmur 92 menunjukkan pada kita hasil dari pengalaman yang lebih dalam akan Allah di dalam identifikasi dengan Kristus.
1. Bersukacita dalam Pekerjaan Besar Yehova
Hasil yang pertama adalah kaum saleh bersukacita dalam pekerjaan besar Yehova (ay. 1-9). Jika kita tidak berdiam di dalam Allah, tidak mengambil Allah sebagai tempat tinggal kita, kita mungkin melihat banyak hal, tetapi hal-hal ini akan menjadi tidak berarti. Tetapi ketika kita berdiam di dalam Allah, mengambil Allah sebagai tempat tinggal kita, kita melihat pekerjaan besar-Nya. Contohnya, saat saya diam di dalam Allah hari ini, saya dapat melihan penyebaran pemulihan-Nya ke Rusia dan ke Polandia. Tentu saja, ini adalah pekerjaan besar Allah. Dengan berdiam di dalam Allah, kita akan melihat pekerjaan besar-Nya dan bersukacita di dalamnya.
2. Tanduk-Tanduk Mereka Ditinggikan oleh Yehova,
dan Mereka dibaurkan dengan Minyak Segar
Dalam ayat 11 pemazmur berkata, ‘‘Tetapi Kautinggikan tandukku seperti tanduk banteng, aku diurapi dengan minyak segar’’. Kata Ibrani menerjemahkan ‘‘diurapi’’ di sini (kata yang sama yang digunakan dalam Imamat 2:4) dapat juga diterjemahkan ‘‘dibaurkan’’. Minyak segar adalah Roh yang rampung, yang segar dan hadir. Saya dapat bersaksi bahwa di dalam lima tahun terakhir, saya telah menikmati berbaur dengan minyak segar lebih daripada sebelumnya, dan saya menjadi penuh sukacita di dalam Tuhan.
3. Bertunas seperti Pohon Korma
dan Bertumbuh seperti Pohon Aras di Libanon
Mazmur 92:13 sampai 15berkata, ‘‘Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; Mereka yang ditanam di rumah Yehova akan bertunas di pelataran Allah kita. Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar.’’ Puisi di sini adalah sebuah gambaran dari mereka yang mengalami Allah dengan cara yang lebih dalam dengan berdiam di dalam Dia, mengambil Dia sebagai segala sesuatu dalam penghidupan mereka di dalam rumah Allah.