KRISTUS BERLAWANAN DENGAN PEMULIHAN UMAT ALLAH, KESELAMATAN PRIBADI, DAN PELEPASAN DARI PENDERITAAN
Pembacaan Alkitab: Mzm. 85—89
Dalam berita ini kita akan membahas Mazmur 85 sampai 89. Untuk masuk ke dalam makna intrinsik dalam kelima mazmur ini, kita perlu menyadari bahwa tujuan dari seluruh kitab Mazmur ini adalah memalingkan umat Allah dari banyak hal-hal yang dianggap positif oleh mereka kepada Kristus. Sebagai contoh, Mazmur 1 dan 2 menunjukan bahwa kita perlu berpaling pada Kristus dari hal-hal tertentu yang sangat positif di mata kita. Dari lima Mazmur yang akan kita bahas dalam berita ini, tiga diantaranya (Mzm. 85, 86, 88) memperlihatkan kepada kita latar belakang secara khusus, dan dua lainnya (Mzm. 87, 89) memperlihatkan kepada kita cara untuk maju dari latar belakang ini.
Latar belakang dalam Mazmur 85, 86, dan 88 mencakup tiga hal: pemulihan umat Allah, keselamatan pribadi, dan pelepasan dari penderitaan. Selama berabad-abad, umat Allah telah berdoa untuk kebangunan, untuk pemulihan yang koorporat. Umat Allah juga telah memperhatikan mengenai keselamatan secara pribadi, bukan hanya dari kebinasaan kekal, tetapi juga dari bermacam-macam kesusahan dan hal-hal yang menjerat dalam kehidupan sehari-hari mereka. Lagipula, semua orang Kristen berdoa mengenai penderitaan mereka, meminta Allah untuk melepaskan mereka dari penderitaan mereka. Di mata kita, ketiga perkara ini adalah positif, tetapi di mata Allah ketiga hal ini tidaklah positif.
Mazmur 87 dan 89 menampilkan Kristus dengan kaum saleh Allah, rumah Allah, kota Allah, dan bumi Allah. Kristus yang disingkapkan dalam Mazmur ini berlawanan dengan pemulihan umat Allah, keselamatan pribadi, dan pelepasan dari penderitaan yang dibicarakan dalam Mazmur 85, 86, and 88. Untuk alasan ini, saya telah membuat judul pada berita ini “Kristus berlawanan dengan Pemulihan umat Allah, Keselamatan Pribadi, dan Pembebasan dari Penderitaan.” Hari ini banyak orang Kristen tidak mempedulikan hal-hal mengenai Allah. Jika mereka mempedulikan Allah, perhatian mereka terutama berkaitan dengan pemulihan, keselamatan pribadi, dan pelepasan dari penderitaan.
Sekarang marilah kita memperhatikan Mazmur 85 sampai 89 satu per satu.
I. PENCARIAN BANI KORAH
UNTUK PEMULIHAN ISRAEL
Subyek dari Mazmur 85 adalah pencarian bani Korah untuk pemulihan Israel. Dalam ayat 5 pemazmur berkata, “Pulihkanlah kami, O Allah keselamatan kami, dan tiadakanlah sakit hati-Mu kepada kami.’’ Dalam ayat 7 ia melanjutkan dengan bertanya, “Apakah Engkau tidak mau menghidupkan kami kembali, sehingga umat-Mu bersukacita karena Engkau?” Dalam ayat 9 sampai 12 pemazmur menulis tentang Yehova berbicara tentang damai kepada umat-Nya, mengenai keselamatan-Nya dekat kepada mereka yang takut akan Dia, dan mengenai kemuliaan, kasih setia, kebenaran, dan keadilbenaran. Ayat 13 dan 14 menyimpulakan, “Bahkan Yehova akan memberikan kebaikan, dan negeri kita akan memberi hasilnya. Keadilbenaran akan berjalan di hadapan-Nya, dan akan membuat jejak kaki-Nya menjadi jalan.”
Pencarian untuk pemulihan Israel ini didasari oleh janji Allah kepada nenek moyang Israel untuk memberikan tanah, damai sejahtera, dan banyak hal yang baik lainnya bagi keturunan mereka. Namun, akhirnya, bani Korah mengalami penghukuman dan penghancuran Allah serta kemerosotan umat Allah. Maka, di dalam pencarian mereka seperti yang dicatat dalam mazmur ini, mereka berdoa untuk pemulihan. Tentu saja hal ini adalah baik dan juga penting, tetapi kita perlu melihat apa yang Allah hendak katakan mengenai hal itu.
II. PENCARIAN DAUD
UNTUK KESELAMATAN PRIBADINYA
Mazmur 86 berkaitan dengan pencarian Daud untuk keselamatan pribadinya. Saat kita membaca mazmur ini, kita perlu memiliki perhatian khusus pada ayat 2, 11-13, dan 15-16. Dalam ayat 2 Daud berdoa, ‘‘Peliharalah jiwaku, sebab aku setia, selamatkanlah hamba-Mu yang percaya di dalam-Mu, O Engkau adalah Allahku.’’ Dalam ayat 16 ia berkata, ‘‘Berpalinglah kepadaku dan kasihanilah aku, berilah kekuatan-Mu kepada hamba-Mu, dan selamatkanlah anak laki-laki hamba-Mu perempuan!” Pencarian Daud untuk keselamatan pribadinya adalah penting; namun keselamatan pribadi itu penting bukan untuk keselamatan itu sendiri tetapi untuk hal yang lain. Kita dapat menggunakan perkara makan sebagai ilustrasinya. Makan sangat penting bukan untuk kepentingan makanannya sendiri,tetapi untuk hal yang lain. Seperti halnya, adalah penting untuk diselamatkan, tetapi keselamatan adalah untuk hal yang lain, bukan untuk keselamatan itu sendiri.
III. KEDAMBAAN ALLAH BAGI SION DENGAN KRISTUS
Mazmur 85 adalah mengenai pencarian bani Korah untuk pemulihan dan Mazmur 86 mengenai pencarian Daud untuk keselamatan, Mazmur 87 mengenai kedambaan Allah bagi Sion dengan Kristus. Dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, Sion selalu menyiratkan rumah Allah dan kota Allah. “Sion” adalah sebuah sebutan puitis dari gereja dalam pengertian universal dan juga dalam pengertian lokal (Ibr. 12:22; Gal. 4:26). Oleh karena itu, Sion menandakan gereja secara universal dan lokal. Sion Surgawi adalah tempat perhentian terakhir bagi para pemenang (Why. 14:1).
Mazmur 87 pertama kali mengacu pada fondasi Sion, yang disebut ‘‘fondasi-Nya [Allah]’’ (ay. 1). Fondasi ilahi ini, melambangkan Kristus sebagai fondasi unik Allah bagi pembangunan rumah-Nya, gereja (1 Kor. 3:11), yang dibangun di “gunung-gunung kudus,” yang melambangkan gereja-gereja lokal. Yerusalem dibangun di atas gunung-gunung kudus ini, dan di antara gunung-gunung ini ada puncak tertinggi dimana Sion dibangun di atasnya, yang melambangkan gereja.
Mazmur 87:2 mengatakan, ‘‘Yehova lebih mencintai pintu-pintu gerbang Sion dari pada segala tempat kediaman Yakub.” Pintu-pintu gerbang adalah untuk masuk dan keluar, melambangkan persekutuan. Fakta bahwa Yerusalem baru akan memiliki dua belas pintu gerbang menunjukkan bahwa kota kudus Allah akan penuh dengan persekutuan.
Baru-baru ini, bagi kepentingan persekutuan antara gereja-gereja, Tuhan telah memimpin kita untuk mempraktekkan kelompok kecil dan perbauran. Namun, beberapa kaum saleh hanya memperhatikan yuridiksi dari gereja lokal mereka, dan mereka tidak menginginkan siapa pun datang pada mereka dan menjamah segala hal mengenai gereka lokal mereka. Ini berarti mereka menutup pintu gerbang mereka. Dalam perkataan Saudara Nee, mereka membuat gereja lokal mereka sendiri sebagai sebuah “gereja pribumi” dan sebuah “kerajaan kecil.” Ini bukanlah Sion, di Sion memiliki banyak pintu gerbang untuk persekutuan.
Mazmur 87 menyingkapkan Kristus dengan seluruh kaum saleh untuk menjadi rumah Allah bagi kota Allah dan untuk mendapatkan seluruh muka bumi bagi Allah. Ayat 5 dan 6 mengatakan, ‘‘Tetapi tentang Sion dikatakan: “Dia ini dan dia itudilahirkan di dalamnya,” dan Yang Mahatinggi, menegakkannya. Yehova menghitung pada waktu mencatat bangsa-bangsa: “Dia ini dilahirkan di sana.” Perkataan mengenai ‘‘dia ini’’ and ‘‘dia itu’’ dilahirkan di dalam Sion menunjukkan bahwa Sion adalah sepenuhnya bagi kaum saleh. Ayat 6 memberitahu kita bahwa ‘‘Dia ini’’—Kristus,Persona yang unik—dilahirkan disana. Diri KristusSendiri dan semuakaum saleh dilahirkan di Sion.
Sebagai tambahan untuk mereka yang dilahirkan di Sion, Mazmur 87 membicarakan orang-orang yang dilahirkan pada lima tempat yang berbeda: Rahab, Babilonia, Filistea, Tirus, dan Kush. ‘‘Rahab’’ adalah sebutan puitis yang diberikan untuk Mesir. Dalam Alkitab, Mesir adalah sebuah tempat yang kaya akan sumber daya alam, sebuah tempat dimana sangat mudah bagi seseorang untuk hidup dan dimana sangat mungkin bagi seseorang untuk memiliki masa depan bagi kenikmatannya. Ketika ada kelaparan di Kanaan dan masyarakat kekurangan makanan, mereka turun ke Mesir, sebuah tanah yang kaya yang melambangkan dunia hari ini.
Babilonia terkenal dengan alam keberhasilan manusia dan kemuliaan. Kota ini adalah kelanjutan dari Babel, dimana manusia berusaha keras untuk memuliakan dirinya sendiri dengan membangun menara sampai kelangit. Nebukadnezar, raja Babilonia, membangun kerajaan yang besar dan penuh kekuasaan, sebuah tugu bagi keberhasilan dan kemuliaan manusia.
Filistea adalah sangat dekat dengan tanah kudus. Menurut Alkitab, Orang-orang Filistin pandai dalam menangani hal-hal kudus dengan cara insani. Ketika tabut Allah ditawan dan dibawa ke negeri mereka, mereka mencari cara untuk menanganinya. Setelah berkontak dengan tanah kudus dan setelah mempelajari hal-hal kudus dari tanah kudus, orang-orang Filistin menjadi ahli dalam menangani hal-hal kudus menurut hikmat insani. Hari ini ada banyak orang yang tidak berada dalam hal-hal kudus, tetapi sangat dekat dengan hal-hal ini dan memiliki cara insani mereka untuk menanganinya.
Menurut Alkitab dan sejarah, Tirus adalah sebuah negara perdagangan, negerinya barang dagangan, dan memiliki peradaban yang tinggi. Lalu lintas perdagangan mereka adalah kemuliaan mereka. Ada banyak “Tirus” di atas bumi hari ini.
Tempat yang terakhir adalah Kush (Etiopia). Kush adalah tempat yang darinya orang-orang datang untuk mempelajari tempat kudus. Sebagai contoh, Ratu Syeba datang dari Etiopia untuk belajat dari Salomo. Sida-sida Etiopia dalam Kisah Rasul 8 juga datang ke tanah kudus untuk belajar. Maka, dalam sejarah Kush atau Etiopia juga memiliki nama dan reputasi.
Orang-orang yang berasal dari lima tempat ini mewakili semua orang di bumi. Orang-orang di tempat-tempat ini membanggakan “raksasa” mereka, mengatakan bahwa ‘‘Dia ini dilahirkan di sana’’ (ay. 5b). Mesir dapat berkata bahwa Firaun dilahirkan di sana, dan Babilonia akan berkata bahwa Nebukadnezar dilahirkan di sana. Tetapi apa yang dikatakan Allah mengenai Sion? Dia memberitakan, ‘‘Dia ini dan dia itu dilahirkan di dalamnya.’’ Musa, Yosua, Daud, Elia, Petrus, Paulus, Luther, Calvin, Wesley, Zinzendorf, Darby, Watchman Nee, dan banyak lagi lainnya yang dilahirkan di Sion. Akhirnya, bahkan Dia yang unik, Kristus, yang adalah totalitas semua kaum saleh Sebagai Dia yang adalah semua dan di dalam kaum saleh (Kol. 3:11), dilahirkan di sana. Inilah penghitungan Allah, pencatatan Allah, mengenai Sion.
Tidak semua kaum saleh yang dilahirkan di Sion adalah orang yang terkenal. Sebaliknya, di antaranya para penyanyi dan penari (ay. 7), ada banyak orang yang tidak dikenal. Kita sekarang mungkin orang-orang yang tidak dikenal, tetapi kita dapat menyanyi dan memuji Tuhan, berkata tentang Sion, kota Allah, ‘‘Segala mata airku ada di dalammu.’’ Biarlah Mesir membanggakan sungai Nil dan biarlah Babilon membanggakan Sungai Efrat. Mereka tidak memiliki mata air, tetapi kita di Sion memilikinya.
IV. PENCARIAN HEMAN, ANAK KORAH,
BAGI PELEPASANNYA DARI PENDERITAAN
Dalam Mazmur 88 kita memiliki pencarian Heman, anak Korah, bagipelepasannya dari penderitaan. Dalam ayat 15 sampai 18 pemazmur berkata, ‘‘Mengapa, O Yehova, Kautolakjiwaku? Mengapa Kausembunyikan wajah-Mu dari padaku? Aku tertindas dan menjadi inceran maut sejak masa mudaku, aku telah menanggung kengerian dari pada-Mu, aku putus asa. Kehangatan murka-Mu menimpa aku, kedahsyatan-Mu membungkamkan aku, Mengelilingi aku seperti air sepanjang hari, mengepung aku serentak.’’ Seperti Heman,banyak orang Kristen hari ini adalah orang yang menderita, dan bagi mereka tidak ada yang lebih penting daripada terlepas dari penderitaan mereka.
V. MAKSUD ALLAH BAGI KRISTUS,
YANG DIURAPINYA, UNTUK MEMELIKI SELURUH BUMI
Mazmur 89, khususnya ayat 3-4, 19-29, dan 34-37, menyingkapkan maksud Allah bagi Kristus, yang Diurapi-Nya untuk memiliki seluruh bumi. Seperti Mazmur 88, mazmur ini adalah doa kaum saleh, tetapi berlawanan dengan doa di dalam Mazmur 88 bagi pelepasan dari penderitaan, doa di dalam Mazmur 89 berkaitan dengan Kristus, Dia yang unik. Allah memperhatikan Dia ini, Dia yang lahir di Sion, bukan untuk penderitaan kita.
Dia yang unik di dalam pencatatan Allah di dalam Mazmur 87 telah menjadi Dia yang diurapi Allah, Persona Kudus Allah, Persona Allah yg berkuasa, di dalam Mazmur 89. Dia telah menjadi Yang Sulung dan ‘‘yang tertinggi dari raja-raja di bumi’’ (ay. 28). Takhta-Nya akan menjadi seperti matahari di hadapan Allah; takhta-Nya akan didirikan selamanya seperti bulan (ay. 37-38). Allah akan menegakkan keturunan-Nya selamanya dan ‘‘takhta-Nya seumur langit’’ (ay. 30). Allah akan memperluas wilayah dari Dia yang unik ini sehingga Dia akan memiliki seluruh bumi, membuat ‘‘tangan-Nya menguasai laut, dan tangan kanan-Nya menguasai sungai-sungai’’ (ay. 26). Saya percaya bahwa laut mengacu pada Laut Mediterania, pusat dari bumi yang berpenduduk. Kata ‘‘sungai-sungai’’ menunjukkan bahwa seluruh bumi akan menjadi milik Kristus. Seluruh bagian bumi ditandai oleh sungai-sungai mereka, seperti Mesir oleh Sungai Nil dan Babilon oleh Sungai Efrat. Wilayah Kristus akan diperluas kepada seluruh sungai menunjukkan bahwa Kristus akan memiliki seluruh bagian bumi dan oleh karena itu, Dia akan memiliki seluruh bumi.
Mazmur 89 adalah mazmur yang panjang yang mewahyukan bahwa Allah tidak memperhatikan apa-apa selain Kristus sebagai Pemilik yang unik dari seluruh bumi. Namun, kita menganggap hal-hal rohani tertentu—pemulihan, keselamatan pribadi, dan pemulihan—sangat positif. Tetapi jika kita mengabaikan Kristus, kita akan menderita kehilangan yang besar. Pencarian dan doa kita tidak akan menjamah hati Allah karena hati Allah adalah bagi Kristus dengan Sion, di dalamnya banyak kaum saleh dan yang adalah bagi rumah Allah dan kota Allah bagi Kristus untuk memiliki seluruh bumi.
Kedambaan Allah adalah bagi Kristus ini yang lahir di Sion dengan begitu banyak kaum saleh bagi rumah Allah dan kota Allah sehingga Kristus dapat memperoleh seluruh bumi. Inilah ekonomi Allah. Allah tidak memperhatikan pemulihan, keselatan pribadi, dan pelepasan dari penderitaan seperti yang kita lakukan. Allah tidak memperhatikan semacam pemulihan kita atau keselamatan kita yang kita cari untuk diri sendiri. Allah menyelamatkan orang bagi ekonomi-Nya. Allah menyelamatkan orang bagi Kristus-Nya, bagi Sion-Nya, dan bagi rumah dan kota-Nya supaya satu hari dia dapat memperoleh seluruh bumi melalui Kristus dengan para pemenang-Nya. Allah adalah bagi hal ini.
VI. LIMA MAZMUR YANG LUAR BIASA
YANG BERASAL DARI TUJUH BELAS MAZMUR KITAB 3
Dalam Mazmur kitab 3 ada lima mazmur yang luar biasa.
A. Mazmur 73 Menyingkapkan Allah sebagai Bagian Unik Kita
Mazmur 73 menyingkapkan Allah sebagai bagian unik kita. Di sini pemazmur memberitakan, ‘‘Siapa gerangan ada padaku di surga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi.’’ (ay. 25).
B. Mazmur 80 Menyingkapkan Kristus
sebagai Dia di Tempat yang Utama
Mazmur 80 menyingkapkan Kristus sebagai Dia di tempat yang utama. Di dalam ayat 18 pemazmur berdoa, berkata, ‘‘Kiranya tangan-Mu melindungi orang yang di sebelah kanan-Mu, anak manusia yang telah Kauteguhkan bagi diri-Mu itu.’’ Mazmur ini mewahyukan bahwa di seluruh alam semesta Kristus memiliki tempat utama.
C. Mazmur 84 Menyingkapkan Kristus
sebagai Rumah Allah dengan Dua Mezbah
bagi ‘‘Burung Pipit’’ dan ‘‘Burung Layang-Layang’’
Mazmur 84 menyingkapkan Kristus sebagai rumah Allah dengan dua mezbah bagi ‘‘burung pipit’’ dan ‘‘burung layang-layang,’’ yakni, bagi orang yang lemah. Kita mungkin menjadi lemah seperti ‘‘burung pipit’’ dan ‘‘burung layang-layang’’, tetapi kita menikmati Allah Tritunggal yang berinkarnasi dengan dua mezbah sebagai dua perampungan besar-Nya.
D. Mazmujr 87 Menyingkapkan
Sion dengan Kristus yang Dikasihi oleh Allah
Mazmur 87 menyingkapkan Sion dengan Kristus yang dikasihi oleh Allah. Ini menandakan gereja dengan Kristus dan dengan begitu banyak kaum saleh yang dikasihi oleh Allah, karena Sion akan menjadi Rumah Allah dan juga kota Allah sebagai kerajaan bagi Allah untuk mendapatkan seluruh bumi.
E. Mazmur 89 Menyingkapkan Kristus
sebagai Yang Diurapi Allah untuk Memiliki Seluruh Bumi
Mazmur 89 menyingkapkan Kristus sebagai yang diurapi Allah untuk memiliki seluruh bumi, dengan wilayah-Nya diperluas dari laut ke semua sungai. Dari tujuh belas mazmur di dalam Mazmur kitab 3, lima di antaranya luar biasa, menunjukkan pada kita bahwa Allah adalah bagian unik kita dan menunjukkan pada kita Kristus, kaum saleh, rumah dan kota, gereja lokal dan universal yang dipenuhi pintu gerbang, dipenuhi persekutuan, bagi Allah untuk bergerak untuk menggenapkan ekonomi kekal-Nya. Ini adalah makna intrinsik dari Kitab 3.
F. Memperlihatkan Allah Tritunggal yang telah melalui Proses
dan Rampung menjadi Kenikmatan yang Almuhit
dari Umat Pilihan-Nya di dalam Inkarnasi,
Ketersaliban, Kebangkitan, dan Peninggian Kristus
Akhirnya, lim,a mazmur yang luar biasa di dalam Kitab 3 memperlihatkan Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung menjadi kenikmatan yang almuhit dari umat pilihan-Nya di dalam inkarnasi, ketersaliban, kebangkitan, dan peninggian Kristus. Allah Tritunggal yang melalui proses dan rampung diwahyukan di dalam Mazmur, dan kenikmatan umat pilihan Allah juga diwahyukan di sini. Kenikmatan mereka ada di dalam inkarnasi, ketersaliban, kebangkitan, dan peninggian Kristus. Empat perkara mengenai Kristus ini—inkarnasi-Nya, ketersaliban-Nya, kebangkitan-Nya, dan peninggian-Nya—disingkapkan secara berulang di dalam Mazmur. Kristus ini adalah bagi penggenapan ekonomi Allah supaya kita dapat menikmati Allah Tritunggal secara penuh sebagai Dia yang telah melalui proses dan rampung.