BERITA TIGA
KRISTUS DI DALAM EKONOMI ALLAH LAWAN HUKUM TAURAT DI DALAM APRESIASI MANUSIA
(2)
Pembacaan Alkitab:
Mzm. 2:1-2; Yoh. 1:41; Mat. 3:16-17; Luk. 4:18-19; Ibr. 1:9; Kis. 10:38;
Dan. 9:26a; Kis. 13:33; Ibr. 1:5-6; Kis. 2:36; 5:31;
Why. 1:5a; 2:26-27; Kis. 4:25-29a; Why. 6:15-17;
Kis. 17:30; Yoh. 3:16; 21:15a
Di dalam berita sebelumnya, kita melihat kebenaran mengenai hukum taurat di dalam kedudukannya, sifatnya, isinya, fungsinya, dan kelemahannya. Mazmur 1 adalah menurut konsep manusia yang meninggikan dan memustikakan hukum taurat, sedangkan Mazmur 2 adalah menurut konsep ilahi yang meninggikan Kristus sebagai sentral Allah.
Mungkin kita bisa menerima bantuan lebih jauh dengan melihat bait 3 dari Kidung 402
Bukan filsuf atau elemen apa pun,
Hingga Kristus dapat menyerupakan kita
Sebagai pengkapnya;
Melainkan Kristus sendiri
Yang membereskan segala sifat kita
Dan di dalam kebangkitan
Membuat kita menjadi anggota-Nya (terjemahan langsung)
Bukan filsuf, elemen, atau agama yang bisa menyerupakan kita kepada Kristus. Hukum taurat Musa tidak bisa menyerupakan kita kepada Kristus. Hanya Kristus yang bisa menyerupakan kita kepada Diri-Nya sendiri, dan bukan yang lainnya lagi. Ada beberapa y ang mungkin terganggu bahwa kita meremehkan agama. Mereka mungkin mengatakan, “Kita adalah orang-orang Kristen; bukankah kita harus mengasihi Kekristenan?” Tetapi kita perlu menjadi orang-orang yang mengasihi Kristus, bukan “aliran” apa pun. Tidak ada sesuatu yang bisa atau boleh menggantikan Kristus.
Kristus menyerupakan kita kepada Diri-Nya sendiri supaya kita bisa menjadi pelengkap-Nya. Menjadi pelengkap Kristus itu berarti bahwa kita adalah satu bagian dari Dia. Ini seperti Hawa menjadi pelengkap bagi Adam. Hanya Kristus yang bisa membuat kita menjadi satu bagian dari Dia sebagai pelengkap-Nya. Hukum taurat tidak bisa membuat kita menjadi anggota-anggota Kristus. Hanya Kristus yang bisa membuat kita menjadi anggota-anggota-Nya di dalam kebangkitan.
Kita perlu melihat Mazmur 1 di dalam terang ekonomi Allah. Mazmur ini mengatakan bahwa orang-orang yang merenungkan hukum taurat akan menjadi sebuah pohon yang menyerap air dari aliran sungai, tetapi menurut wahyu Perjanjian Baru ini tidaklah sangat tinggi. Akhirnya, Perjanjian Baru memberi tahu kita bahwa sungai air hidup akan masuk ke dalam kita (Yoh. 7:38; 4:14). Apakah kita ingin menjadi sebuah pohon di tepi sebuah sungai atau apakah kita ingin memiliki sungai yang mengalir di dalam kita? Manakah yang lebih baik dan yang lebih tinggi? Pemikiran tentang sebuah sungai yang mengalir di dalam kita adalah konsep ultima di dalam Alkitab (Why. 22:1). Menjadi sebuah pohon yang ditanam di tepi sungai untuk menyerap suplai dari airnya itu baik, tetapi ini bukanlah yang terbaik. Paulus mengatakan bahwa ia menanam dan Apolos menyiram (1 Kor. 3:6). Di sini pemikirannya sama dengan pemikiran tentang sebuah pohon yang menyerap air, tetapi ini tidak setinggi pemikiran tentang sungai air hayat yang mengalir di dalam kita. Inilah pemikiran ultima Allah.
Di masa muda saya, saya diajar bahwa ketika kita mempelajari Alkitab, kita harus mendapatkan rahasia dari Alkitab itu. Saudara Nee memberi tahu kita bahwa kita harus mengenal roh Alkitab. Alkitab, Firman yang tertulis ini, mempunyai satu roh. Tuhan Yesus mengatakan, “Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah roh dan hayat” (Yoh. 6:63). Ini menunjukkan kepada kita bahwa Firman adalah Roh itu (Ef. 6:17). Bukan hanya ada Roh itu di dalam Firman, melainkan juga Firman itu sendiri adalah Roh itu. Selain itu, Yohanes 1:1 mengatakan, “Pada mulanya adalah Firman…dan Firman itu adalah Allah.” Firman adalah Allah, dan Firman adalah Roh itu. Jadi, Allah, Firman, dan Roh itu adalah satu.
Ketika kita datang kepada Alkitab, kita tidak boleh mengira bahwa kita datang kepada satu buku biasa. Kita tidak boleh membacanya seperti kita membaca majalah atau surat kabar. Kita harus menyadari bahwa Alkitab adalah Firman Allah dan Firman itu adalah perwujudan Allah, yaitu Kristus. Kristus adalah Firman Allah. Selain itu, apa saja yang diucapkan oleh Dia sebagai Firman Allah, apa saja yang keluar dari mulut-Nya, adalah Roh itu. Mazmur 1 adalah Firman Allah. Paulus memberi tahu kita bahwa seluruh Kitab Suci adalah hembusan Allah (2 Tim. 3:16a). Jika kita mengambil kedudukan ini ketika ktia membaca Mazmur 1, maka kita akan menerima Roh itu, kita akan melihat rahasia, dan kita juga akan melihat roh Alkitab.
Apakah roh Alkitab mewahyukan kepada kita hukum taurat Musa, meninggikan hukum tauart yang diberikan di Gunung Sinai? Di atas gunung pengubahan, Petrus menaruh Musa dan Elia pada tingkatan yang sama dengan Kristus (Mat. 17:1-13). Ketika Musa dan Elia menampakkan diri bersama dengan Kristus, Petrus menjadi gembira. Ia mengatakan, “Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini. Jika Engkau mau, biarlah kudirikan di sini tiga kemah, satu untuk Engkau,, satu untuk Musa dan satu untuk Elia” (ay. 4). Kemudian Allah mengatakan, “Inilah Anak-Ku, yang Kekasih, di dalam Dia Aku berkenan. Dengarkanlah Dia!” (ay. 5). Di dalam ekonomi Perjanjian Baru Allah, kita tidak boleh mendengarkan Musa (hukum taurat) atau Elia (para nabi). Alkitab tidak meninggikan hukum taurat atau para nabi. Roh Alkitab hanya meninggikan satu persona—Kristus.
Kita harus memahami mengapa Mazmur 1 dan 2 secara berdaulat disusun secara demikian. Mazmur 1 adalah mengenai memelihara hukum taurat. Segera setelah Mazmur 1, ada Kristus di dalam Mazmur 2 sebagai Dia yang ditinggikan. Roh Alkitab, dari Kejadian 1 sampai Wahyu 22, hanya mewahyukan Kristus sebagai Dia yang utama, sebagai Dia yang pertama, sebagai sentralitas dan universalitas Allah. Akhirnya, Alkitab disimpulkan dengan sebuah kota baru. Kota baru, Yerusalem Baru, akan menjadi satu pelengkap dari Kristus dan pelengkap bagi Kristus. Roh Alkitab tidak meninggikan sesuatu atau siapapun selain dari Kristus.
Paulus, di dalam empat belas surat kirimannya, berperang untuk meruntuhkan segala sesuatu selain dari Kristus. Di dalam surat kirimannya kepada orang-orang Galatia, Paulus meruntuhkan hukum taurat, sunat, tradisi, dan agama. Bagi Paulus segala sesuatu selain dari Kristus adalah kotoran (Flp. 3:8). Ia hanya meninggikan Kristus.
Di dalam kunjungan terakhir Paulus ke Yerusalem, ia pergi kepada tua-tua, dan penatua yang memimpin pada zaman itu adalah Yakobus. Yakobus memberi tahu dia, “Saudara, lihatlah, beribu-ribu orang Yahudi telah menjadi percaya dan mereka semua rajin memelihara hukum taurat” (Kis. 21:20). Yakobus meninggikan hukum taurat. Saya percaya bahwa ia meninggikan hukum taurat lebih tinggi daripada yang Daud lakukan di dalam Mazmur 1. Yakobus mengumumkan bahaw ada ribuan orang Kristen Yahudi yang bergairah bagi hukum taurat. Kata Yunani untuk ribuan berarti banyak sekali atau berpuluh-puluh ribu. Puluhan ribu saudara Yahudi semuanya membara bagi hukum taurat. Yakobus prihatin bahwa orang-orang ini akan berselisih dengan Paulus, karena mereka telah mendengar bahwa Paulus meruntuhkan hukum taurat. Sejarah memberi tahu kita bahwa Yakobus adalah seorang manusia doa, seorang yang saleh, ibadah, dan takwa. Di dalam surat kirimannya, ia mengajarkan kebajikan-kebajikan yang praktis dari kesempurnaan orang Kristen. Tetapi kita perlu melihat bahwa Yakobus, para tua-tua di Yerusalem dan beribu-ribu kaum beriman Yahudi masih dalam percampuran antara iman Kristen dan hukum taurat Musa.
Di dalam berita ini, saya ingin kita memeriksanya dengan diri kita sendiri. Apakah roh kita bagi hukum taurat atau bagi Kristus? Kita dapat mengatakan bahwa kita adalah bagi Kristus, tetapi kita juga adalah bagi hukum taurat. Diri kita bagi Kristus itu kebanyakan hanya teori saja, tetapi diri kita bagi hukum taurat itu sangat praktis. Kita kebanyakan bertindak menurut hukum taurat, menurut ya dan tidak, benar dan salah, dan bukan menurut Kristus. Kita bahkan mendidik dan mengajar anak-anak kita menurut benar dan salah. Orang tua mungkin mengatakan kepada anaknya, “Itu tidak benar; kamu tidak seharusnya melakukannya.” Tetapi pernahkah kita mengatakan, “Itu bukan Kristus; kamu tidak seharusnya melakukannya”? Siapakan yang pernah memberi tahu seseorang untuk tidak melakukan sesuatu karena itu bukan Kristus? Ini seharusnya membantu kita untuk menyadari bahwa kita bagi Kristus itu hanya teori, tetapi sebenarnya kita mempraktekkan hukum taurat. Apakah kita mempraktekkan Kristus atau hukum taurat? Mempraktekkan Kristus berarti keluar dari alam ya dan tidak, benar dan salah, baik dan jahat. Ini berarti bahwa kita keluar dari alam pohon pengetahuan baik dan jahat. Kita mungkin mengatakan bahwa roh kita bagi Kristus, tetapi dalam prakteknya kita hidup menurut hukum taurat, menurut apa yang benar dan salah, baik dan jahat.
Kitab Mazmur menunjukkan kepada kita kontras di antara hukum taurat dan Kristus. Mazmur pertama adalah mengenai memelihara hukum taurat, dan mazmur kedua memberi tahu kita untuk mencium Kristus. Manakah yang lebih tinggi? Saya tidak bertanya mana yang benar atau salah, melainkan mana yang lebih tinggi. Tentunya mencium Putra itu lebih tinggi daripada memelihara hukum taurat.
Saya mengira bahwa ketakwaan Daud di dalam Mazmur 1 itu lebih tinggi daripada ketakwaan kita kepada Kristus. Ini disebabkan karena ia mengatakan bahwa ia merenungkan taurat itu siang dan malam. Apakah kita merenungkan tentang Kristus siang dan malam? Jika kita merenungkan tentang Kristus untuk sejangka waktu yang pendek, kita mengira ini indah, tetapi Daud merenungkan taurat itu siang dan malam.
Saya membagikan hal ini untuk menunjukkan kepada kita bahwa secara rahasia, secara tidak sadar, dan di bawah sadar, kita memegang konsep alamiah kita ketika datang kepada Alkitab. Inilah sebabnya mengapa kita tidak menerima wahyu dari Alkitab ke dalam kita. Sebaliknya, kita memasukkan konsep kita ke dalam Alkitab. Kita tidak boleh meninggikan hukum taurat, karena kitab Mazmur sendiri tidak berdampingan dengan hal ini. Jika kita meninggikan perihal memelihara hukum taurat di dalam Mazmur 1, maka kita akan dihadapkan dengan Mazmur 2. Mazmur 2 adalah pembicaraan Allah, deklarasi Allah, mengenai Kristus sebagai pusat dari ekonomi-Nya. Dia mengumumkan, “Aku telah mengangkat Rajaku Di Sion, gunung-Ku yang kudus” (ay. 6). Ini bukanlah pembicaraan yang biasa, melainkan satu deklarasi dan satu proklamasi.
Allah memploklamirkan kepada semua umat-Nya bahwa Dia telah mengangkat Raja-Nya di Gunung Sion, bukan di Gunung Sinai. Kedua gunung ini—Gunung Sion dan Gunung Sinai—sangatlah bermakna. Ibrani 12 mengatakan bahwa kiat tidak datang ke Gunung Sinai melainkan ke Gunung Sion (ay. 18-22). Gunung Sinai adalah tempat di mana hukum taurat diberikan, dan Gunung Sion adalah tempat di mana Kristus hari ini ada di surga dalam kenaikan-Nya.
Paulus membicarakan tentang gunung-gunung ini di dalam Galatia 4. Gunung Sinai menghasilkan anak-anak perbudakan, tetapi ibu kita, yaitu Yerusalem yang di atas, ada di surga, di Gunung Sion (ay. 25-26). Wahyu 14:1 memberi tahu kita bahwa ada seratus empat puluh empat ribu orang yang berdiri bersama denga Anak Domba itu di Gunung Sion. Keratus empat puluh empat ribu orang ini bukan memuji Allah karena hukum taurat yang diberikan di Gunung Sinai. Gunung Sion bukanlah tempat untuk menunjukkan hukum taurat, yaitu perintah-perintah kepada kita. Ini adalah tempat untuk menunjukkan Kristus—hanya Kristus. Gunung Sinai ada di dalam Alkitab, tetapi roh Alkitab tidak meninggikannya. Sebaliknya, Alkitab menaruh Gunung Sinai ke tempat yang lebih rendah. Roh Alkitab hanya meninggikan Kristus.
Hal yang menyedihkan adalah bahwa kebanyakan dari umat pilihan Allah melupakan tentang Kristus. Mereka percaya kepada Kristus, tetapi mereka tidak mengenal Kristus atau memperhatikan Kristus. Sebaliknya, mereka memperhatikan hukum taurat. Paulus mengatakan, “Karena bagiku, hidup adalah Kristus” (Flp. 1:21a). Kita mungkin mengatakan, “Karena bagiku, hidup adalah ya dan tidak, baik dan jahat, benar dan salah.” Di gunung apakah kita berada hari ini? Kita semua hampir berada di Gunung Sinai. Kita bukanlah murid-murid Musa, tetapi murid-murid Kristus. Namun, kita berada di atas gunung yang salah. Kristus ada di Gunung Sion. Dia tidak ada di Gunung Sinai, tetapi kita berputar-putar di sana. Banyak dari kita yang tidak berani mengatakan selamat tinggal kepada hukum taurat. Sebaliknya, kita ingin tinggal bersama dengan hukum taurat sebagai seorang pengikut Daud, yang merenungkan taurat itu siang dan malam.
Kita perlu melihat bahwa seluruh wahyu dari Alkitab itu selalu maju. Wahyu di dalam Firman kudus semakin tinggi dari Kejadian sampai pada puncaknya di dalam Wahyu. Kejadian 1 membicarakan tentang penciptaan Allah, tetapi Wahyu 22 membicarakan tentang Yerusalem Baru. Penciptaan Allah agak mudah dipahami, tetapi tanda Yerusalem Baru ini adalah satu rahasia yang besar. Wahyu tentang Yerusalem Baru ini tinggi dan dalam sampai pada puncaknya.
Kelima kitab dari Mazmur ini disusun dengan kemajuan yang sama sebagaimana seluruh Alkitab ini disusun. Dari kitab yang pertama dari Mazmur sampai kitab yang kelima, wahyu itu semakin tinggi. Kitab yang kelima penuh dengan pujian pemazmur tentang Allah. Allah terwujud di dalam Kristus, Kristus ada di dalam Tubuh-Nya dan Tubuh-Nya adalah rumah Allah dan kota Allah bagi kerajaan Allah. Semua ini adalah bagi ekonomi Allah. Pokok pikiran dari kitab Mazmur adalah Kristus dan gereja sebagai rumah Allah dan kota Allah bagi kerajaan-Nya.
II. KRISTUS DI DALAM EKONOMI ALLAH
Kita perlu melihat wahyu mengenai Kristus di dalam ekonomi Allah lawan hukum taurat di dalam apresiasi manusia di dalam Mazmur ini. Di dalam berita sebelumnya, kita melihat kebenaran mengenai hukum taurat di dalam apresiasi manusia. Sekarang kita perlu melihat wahyu ilahi tentang Kristus di dalam ekonomi Allah di dalam Mazmur 2 (ay. 2, 6-9, 12).
A. Satu Deklarasi Allah menurut Konsep Ilahi-Nya
Mazmur 2 adalah satu deklarasi Allah menurut konsep ilahi-Nya. Namun, Mazmur 1 adalah menurut konsep insani yang alamiah. Daud mengira bahwa orang yang merenungkan taurat itu siang dan malam akan berhasil di dalam segala sesuatu. Ini adalah menurut konsep insani untuk melakukan sesuatu bagi keuntungan dan faedah pribadi seseorang. Tidak ada pertimbangan bagi ekonomi Allah di dalam Mazmur 1 ini.
B. Meninggikan Kristus sebagai Pusat dari Ekonomi Alah
Mazmur 2 meninggikan Kristus sebagai pusat dari ekonomi Allah. Meskipun kata ekonomi tidak ada di dalam Mazmur 2 ini, tetapi wahyu dan realitas dari ekonomi Allah ini ada di sana. Di dalam mazmur ini, Allah mengumumkan bahwa Dia telah mengangkat Raja-Nya (ay. 6). Allah memiliki seorang Raja adalah bagi penggenapan ekonomi-Nya. Kemudian Allah mengatakan, “Aku akan memberikan bangsa-bangsa sebagai warisan-Mu” (ay. 8). Ini adalah bagi satu kerajaan. Tentunya, Raja memerlukan satu kerajaan, yang meliputi batas-batas dari seluruh bumi. Ini akan menjadi kerajaan yang paling besar di dalam sejarah manusia. Kristus akan memiliki semua benua. Kerajaan-Nya akan ada di mana-mana yang mencakup setiap orang. Raja dan kerajaan di dalam Mazmur 2 ini menunjukkan kepada kita ekonomi Allah.
1. Diurapi dalam Keilahian-Nya dalam Kekekalan oleh Allah untuk Menjadi Mesias—Kristus—Dia yang Diurapi
Mazmur 2 mewahyukan tentang Kristus, Dia yang Diurapi (ay. 2). Di antara Kaum Persaudaraan, ada satu perdebatan mengenai kapan Kristus diurapi. Daniel 9:26 mengatakan bahwa Mesias akan disingkirkan, yaitu disalibkan. Mesias adalah satu kata Ibrani, dan bahasa Yunaninya sama dengan Kristus. Keduanya berarti Yang Diurapi. Daniel 9:26 menunjukkan bahwa sebelum Kristus berinkarnasi dan disalibkan, Dia sudah menjadi Yang Diurapi. Karena itu, Kristus diurapi dalam keilahian-Nya di dalam kekekalan oleh Allah untuk menjadi Mesias—Kristus—Yang Diurapi. Ini juga berdasarkan Yohanes 1:41, di mana murid Tuhan, yaitu Andreas memberi tahu Simon, saudaranya, bahwa ia menemukan Mesias, yaitu Dia yang Diurapi. Ini menunjukkan bahwa Kristus diurapi di dalam kekekalan dalam keilahian-Nya sebelum inkarnasi-Nya.
2. Diurapi dalam Keinsanian-Nya dalam Waktu pada waktu Dia Dibaptis
Dia datang sebagai Yang Diurapi untuk menggenapkan rencana kekal Allah. Dia menjadi seorang manusia dan Dia diurapi lagi dalam keinsanian-Nya di dalam waktu pada waktu Dia dibaptis (Mat. 3:16-17; Luk. 4:18-19; Ibr. 1:9; Kis. 10:38).
3. Disingkirkan—Disalibkan
Setelah melalui tiga puluh tiga setengah tahun dari penghidupan manusia, Kristus disingkirkan (Dan. 9:26). Itu berarti Dia disalibkan.
4. Dibangkitkan untuk Diperanakkan sebagai Putra Sulung Allah
Setelah disingkirkan, yaitu disalibkan, Kristus dibangkitkan untuk diperanakkan sebagai Putra sulung Allah (Mzm. 2:7; Kis. 13:33; Ibr. 1:5-6). Mazmur 2 menunjukkan kepada kita tentang kebangkitan Kristus. Kata kebangkitan tidak ada di sana, tetapi faktanya ada di sana. Ayat 7 mengatakan, “Aku mau menceritakan tentang ketetapan Yehovah; Dia mengatakan kepadaku: Anak-Ku Engkau! Engkau telah Kuperanakkan pada hari ini.” “Hari ini” adalah hari kebangkitan Kristus. Di dalam Kisah Para Rasul 13:33 Paulus mengutip Mazmur 2:7, yang memberi tahu kita bahwa ini mengacu kepada kebangkitan Kristus. Di dalam kebangkitan-Nya, Kristus diperanakkan. Karena Dia adalah Putra Allah, mengapa Dia perlu diperanakkan sebagai Putra Allah di dalam kebangkitan? Kristus adalah Putra tunggal Allah di dalam keilahian-Nya (Yoh. 3:16), tetapi ketika Dia berinkarnasi, Dia mengenakan keinsanian ke atas Diri-Nya. Keinsanian ini tidak ada hubungannya dengan keputraan Allah, tetapi melalui kematian dan kebangkitan-Nya, keinsanian-Nya “diputrakan” juga untuk menjadi Putra Allah. Melalui kebangkitan, Kristus membawa keinsanian-Nya ke dalam keputaraan ilahi dan ditunjuk menjadi Putra Allah dengan keinsanian-Nya (Rm. 1:4). Sekarang, Putra Allah memiliki sifat ilahi dengan sifat insani. Ketika Kristus hanya Putra tunggal Allah, Dia adalah Putra Allah hanya dalam sifat ilahi. Sekarang sebagai Putra sulung Allah, Dia memiliki sifat ilahi dan sifat insani.
Kristus adalah Putra sulung Allah, dan kita adalah banyak putra Allah. Kita kaum beriman dalam Kristus adalah putra-putra Allah yang telah dilahirkan kembali, yang memiliki hayat Allah dan sifat Allah, tetapi kita juga memiliki sifat insani kita. Sifat insani kita masih dalam proses diperanakkan. Kita telah dilahirkan kembali di dalam roh kita, tetapi kita masih belum ditransfigurasi di dalam tubuh kita. Ketika tubuh kita ditransfigurasi, ditebus, dimuliakan, maka tubuh kita juga “diperanakkan.” Keputraan kita dimulai dengan kelahiran kembali roh kita, dilanjutkan dengan transformasi jiwa kita, dan akan dirampungkan dengan penebusan tubuh kita. Proses keputraan kita melalui kelahiran kembali dan transformasi kita sampai kepada pemuliaan kita.
Di dalam Mazmur 2, kita melihat ekonomi Allah dengan kerajaan Allah dan kebangkitan Kristus, di mana Dia diperanakkan untuk menjadi Putra sulung Allah. Hari kebangkitan itu adalah satu hari yang besar. Bukan hanya Kristus dilahirkan pada hari itu, melainkan kita juga dilahirkan pada hari itu. 1 Petrus 1:3 mengatakan bahwa melalui kebangkitan Kristus, Allah melahirkan kita kembali. Ketika Kristus dilahirkan sebagai Putra sulung Allah, kita semua dilahirkan bersama dengan Dia untuk menjadi banyak saudara-Nya, banyak putra Allah (Rm. 8:29). Kebangkitan Kristus adalah satu pelepasan yang besar, satu kelahiran yang besar, dari Diri-Nya sendiri sebagai Putra sulung Allah dengan banyak saudara-Nya, yaitu banyak putra Allah.
5. Diangkat sebagai Raja Allah di Surga dalam Kenaikan-Nya
Mazmur 2 juga mewahyukan bahwa Kristus diangkat sebagai Raja Allah di surga di dalam kenaikan-Nya (ay. 6; Kis. 2:36; 5:31; Why. 1:5a). Di dalam ayat 6, Allah mengumumkan, “Aku telah mengangkat Raja-Ku Di Sion, gunung-Ku yang kudus. Ini adalah di dalam kenaikan Kristus. DI dalam kenaikan-Nyalah Dia dijadikan Raja di surga bagi kerajaan Allah.
6. Telah Diberikan Bangsa-bangsa sebagai Warisan-Nya dan Batas-batas Bumi sebagai Harta Milik-Nya bagi Kerajaan-Nya
Menurut Mazmur 2:8, Kristus telah diberikan bangsa-bangsa sebagai warisan-Nya dan batas-batas bumi sebagai harta milik-Nya bagi kerajaan-Nya. Ketika Tuhan datang kebali kepada murid-murid di dalam kebangkitan-Nya, Dia memberi tahu mereka, “Segala kuasa di surga dan di bumi telah diberikan kepada-Ku” (Mat. 28:18). Firman Tuhan di sini mencakup apa yang disinggung di dalam Mazmur 2:8. Allah telah memberikan segala bangsa di bumi ini kepada Kristus sebagai warisan-Nya. Selain itu, Allah telah memberikan batas-batas bumi kepada Kristus sebagai harta milik-Nya. Hari ini, jika Anda sendiri memiliki sedikit bagian saja dari tanah di Taiwan, maka Anda adalah seorang yang kaya. Tetapi seluruh bumi akan dimiliki oleh Kristus. Ini adalah tanah/negeri-Nya. Betapa kayanya Dia itu! Kita tidak bisa melihat hal-hal yang ajaib tentang Kristus di dalam Mazmur 1. Mazmur 1 mengatakan, menurut konsep manusia, orang yang merenungkan hukum taurat akan berhasil di dalam segala sesuatu, tetapi Mazmur 2 mewahyukan, menurut konsep ilahi, bahwa Allah telah memberikan batas-batas dari bumi ini kepada Kristus.
7. Untuk Memerintah Bangsa-bangsa di dalam Kerajaan-Nya dengan Tongkat Besi
Akhirnya, Kristus akan memerintah bangsa-bangsa di dalam kerajaan-Nya dengan tongkat besi (Mzm. 2:9; Why. 2:26-27). Ada satu urutan yang menakjubkan di dalam Mazmur 2 yang mewahyukan langkah-langkah Kristus di dalam ekonomi Allah yang dimulai dari Diri-Nya diurapi dalam kekekalan di dalam keilahian-Nya. Kita mungkin membayangkan di mana kematian Kristus dibicarakan di dalam Mazmur 2 ini, tetapi kita perlu menyadari bahwa kebangkitan Kristus itu menyiratkan kematian-Nya. Tanpa kematian, bagaimana mungkin ada kebangkitan? Jadi, di dalam Mazmur 2, kita melihat Diri-Nya diurapi di dalam keilahian dan keisanian-Nya, kematian-Nya, kebangkitan-Nya, dan kenaikan-Nya dengan penobatan-Nya. Allah mengangkat Dia sebagai Raja, menobatkan Dia untuk memberikan kepada-Nya segala bangsa dengan batas-batas bumi. Ini berarti mendirikan satu kerajaan universal bagi Kristus. Kemudian Kristus akan memerintah bangsa-bangsa dengan tongkat besi.
8. Ditentang oleh Para Penguasa Dunia
Mazmur 2 mengatakan bahwa Kristus ditentang oleh para penguasa dunia ini. Ayat 1-3 mengatakan, “Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia? Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar bermufakat bersama-sama melawan Yehovah dan yang diurapi-Nya: Marilah kita memutuskan belenggu-belenggu mereka dan membuat tali-tali mereka daripada kita!” Segera setelah kenaikan Kristus, di bumi pada zaman Petrus, Herodes dan Pilatus berdiri menentang Kristus. Kisah Para Rasul 4:25-29a mencatat doa dari gereja sebermula, di mana mereka mengutip dari Mazmur 2. Kisah Para Rasul 4:27 mengatakan, “Sebab sesungguhnya telah berkumpul di dalam kota ini Herodes dan Pilatus beserta bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel melawan Yesus, Hamba-Mu yang kudus, yang Engkau urapi.” Mereka semua menentang Kristus.
C. Satu Peringatan kepada Dunia
Mazmur 2 juga memberikan satu peringatan kepada dunia (ay. 10-12).
1. Allah dan Kristus-Nya Murka kepada Dunia
Pertama, Allah dan Kristus-Nya akan murka kepada dunia (ay. 12b; Why. 6:15-17). Orang-orang tidak boleh mengira bahwa tidak ada Allah di alam semesta ini atau bahwa Kristus hanyalah satu nama di dalam agama. Alkitab memberi tahu kita dengan jelas bahwa Kristus sedang menunggu kesempatan untuk datang untuk melaksanakan penghakiman-Nya dalam amarah-Nya, dalam murka-Nya.
Kitab Yoel membicarakan tentang penghakiman ini. Subyek dari Yoel adalah hari Tuhan (1:15; 2:11, 31; 3:14), tetapi sedikit orang-orang Kristen yang memahami apa hari Tuhan itu. Paulus memberikan definisi kepada kita di dalam 1 Korintus 4:3-5. Di dalam ayat 3, ia mengatakan, “Bagiku sedikit sekali artinya entahkah aku dihakimi oleh kamu atau oleh hari manusia.” Sebelum Tuhan datang, ini adalah hari manusia, di mana manusia menghakimi. Hari ini adalah hari manusia. Di dalam hari manusia ini, segala sesuatu dihakimi oleh manusia. Tetapi setelah hari manusia, akan ada satu hari yang disebut hari Tuhan. Hari ini akan berakhir selama seribu tiga setengah tahun. Hari di mana masa kesusahan besar di mulai akan menjadi hari Tuhan. Sejak hari itu, murka Tuhan akan diekspresikan. Hari Tuhan adalah hari penghakiman-Nya.
Kelihatannya hari ini Tuhan tidak mempedulikan situasi dunia ini. Jika orang-orang ingin membereskan masalah-masalah mereka, maka mereka harus pergi ke kantor polisi. Kemudian kantor polisi akan mentransfernya ke pengadilan hukum, di mana mereka akan dihakimi dan diatur menurut hukum manusia. Ketika orang-orang hari ini berselisih dan mengeluh, mereka tidak pergi kepada Kristus. Tetapi ketika masa kesusahan besar di mulai, itu akan menjadi permulaan dari hari Tuhan. Kristus akan datang untuk turut campur dengan situasi dunia ini.
Yoel mewahyukan bahwa setelah tiga setengah tahun dari kesusahan besar itu, Tuhan akan menghakimi bangsa-bangsa Kafir yang hidup (3:12). Matius 25 memberi tahu kita bahwa Dia akan memisahkan mereka, domba dari kambing, di dalam penghakiman-Nya (ay. 32-46). Setelah itu, Dia akan mendirikan kerajaan seribu tahun. Di dalam kerajaan seribu tahun itu, Dia akan menghakimi, memerintah, dan mengendalikan seluruh bumi. Pada akhir dari seribu tahun itu, akan ada satu pemberontakan, yang juga akan dihakimi-Nya (Why. 20:8-9). Kemudian Dia akan mengadakan penghakiman akhir di atas takhta putih besar untuk menghakimi orang-orang yang tidak percaya yang sudah mati (ay. 11-15). Itu akan menjadi akhir dari hati Tuhan. Jadi, hari Tuhan akan berlangsung selama seribu tiga setengah tahun. Setelah hari ini, langit dan bumi akan dibakar menjadi langit yang baru dan bumi yang baru. Kemudian Yerusalem Baru akan datang, dan kebenaran akan memenuhi langit yang baru dan bumi yang baru (2 Ptr. 3:13). Segala sesuatunya akan menjadi benar. Tidak perlu ada penghakiman macam apa pun lagi.
2. Bertobat
Karena Allah dan Kristus-Nya akan murka kepada dunia ini, maka manusia harus bertobat (Mzm. 2:11; Kis. 17:30). Inilah injil Perjanjian Baru.
3. Berlindung di dalam Putra—Percaya ke dalam Putra, Kristus
Mazmur 2:12b mengatakan, “Diberkatilah semua orang yang berlindung di dalam-Nya.” Berlindung di dalam Putra sama dengan percaya kepada Putra, Kristus (Yoh. 3:16). Banyak dari kita mungkin tidak pernah menganggap bahwa percaya ke dalam Kristus berarti berlindung di dalam Dia. Kita bisa melihat ini pada lambang bahtera Nuh. Ketika semua orang bersandar, atau percaya kepada bahtera itu, maka mereka semua masuk ke dalam bahtera itu, mengambil bahtera itu sebagai tempat perlindungan, pelindung, dan tempat persembunyian mereka. Hari ini, Kristus kita adalah tempat perlindungan kita, pelindung kita. Kita menyembunyikan diri kita di dalam Dia.
Setelah naik ke tempat tidur, saya biasanya berdoa, “Tuhan, tudungi kami, bangunan kami, dan halaman kami dengan darah-Mu yang unggul terhadap segala serangan musuh.” Keesokan paginya saya bersyukur kepada Tuhan karena menjadi keamanan saya. Setiap kali saya mengadakan satu perjalanan, saya meminta Tuhan menjadi pelindung saya. Saya meminta Tuhan untuk menudungi mobil yang saya kendarai ke lapangan terbang dan menudungi pesawat terbang di mana saya akan terbang di dalamnya. Bahkan tentunya, saya mengambil Tuhan sebagai tempat perlindungan saya di bawah penghakiman kekal Allah. Ini adalah pengalaman-pengalaman tentang berlindung di dalam Kristus.
4. Mencium Putra—Mengasihi Kristus, Putra Allah
Mazmur 2:12a mengatakan bahwa kita perlu mencium Putra. Perjanjian Baru memberi tahu kita bahwa kita memerlukan iman dan kasih. Paulus mengatakan di dalam 1 Timotius 1:14, “Malah kasih karunia Tuhan kita itu telah dikaruniakan dengan limpahnya kepadaku dengan iman dan kasih dalam Kristus Yesus.” Kasih karunia Tuhan mengunjungi Paulus dan berlimpah-limpah di dalamnya dengan iman dan kasih dalam Kristus. Pada satu hari ia menerima belas kasihan dan kasih karunia dari Tuhan, bukan hanya untuk percaya kepada-Nya melainkan juga untuk mengasihi Dia. Kita telah diberi iman untuk percaya ke dalam Kristus, mengambil Dia sebagai tempat perlindungan kita. Selain itu, kita telah diberi kasih Allah untuk mengasihi Tuhan Yesus.
Di dalam Injil Yohanes, kita diajar bahwa kita perlu percaya ke dalam Kristus, sang Putra (1:12), dan mengasihi Dia 914:23). Di dalam pasal yang terakhir dari Yohanes, yaitu pasal 21, Kristus yang adalah tempat perlindungan kita datang kembali kepada Petrus untuk memulihkan kasih Petrus terhadap-Nya. Tuhan tiga kali bertanya kepada Petrus, “Apakah engkau mengasihi Aku?” (ay. 15-17).
Petrus sama sekali gagal dalam menyangkal Tuhan tiga kali (18:17, 25, 25). Maka Tuhan datang kembali, tiga kali bertanya kepadanya—“Apakah engkau mengasihi Aku?” Saya merasa bahwa pertanyaan tiga kali ganda ini mengingatkan Petrus akan tiga kali kegagalannya. Inilah sebabnya mengapa Petrus memberi respon dengan mengatakan, “Tuhan, Engkau tahu.” Petrus mengatakan, “Tuhan Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau.” (21:15b, 16b). Seorang kaum beriman muda mungkin kuat dengan berani memberi tahu Tuhan bahwa ia mengasihi Dia dan tidak akan pernah menyangkal Dia. Tetapi ketika ia gagal, kepercayaan alamiah dalam kasihnya terhadap Tuhan akan dibereskan. Kemudian ia akan belajar untuk mengikuti Tuhan dan mengasihi Tuhan tanpa adanya kepercayaan kepada kekuatan alamiahnya.
Percaya kepada Tuhan berarti menerima Dia; mengasihi Tuhan berarti menikmati Dia. Injil Yohanes menyajikan hal-hal ini sebagai dua tuntutan terhadap kita untuk mengambil bagian di dalam Tuhan. Tuhan ada di dalam kita untuk menjadi iman kita dan untuk menjadi kasih kita. Mengasihi Dia, menurut Mazmur 2:12a berarti mencium Dia. Kita tidak boleh meninggikan dan memustikakan hukum taurat. Sebaliknya, kita harus mencium Kristus, mengasihi Kristus, hari demi hari.
Saya membaca satu porsi dari tulisan-tulisan John Nelson Darby yang memberi ilham kepada saya untuk mengasihi Tuhan. Pada satu hari ketika ia berumur lebih dari delapan puluh tahun, ia bepergian dan ia tinggal semalam di sebuah hotel. Sebelum pergi tidur, ia mengatakan kepada Tuhan, “ Tuhan Yesus, aku tetap mencintai Engkau.” Itu memberi ilham kepada saya sampai pada puncaknya. Setelah bertahun-taun, ia tetap dapat mengucapkan perkataan yang demikian kepada Tuhan. Kita perlu meminta Tuhan untuk menjaga kita mengasihi Dia sepanjang waktu.
D. Mengenai Penggenapan Ekonomi Allah
Mazmur 2 adalah mengenai penggenapan ekonomi Allah, sendangkan Mazmur 1 adalah mengenai keuntungan pribadi dari orang-orang kudus (ay. 1-3). Konsep manusia dari Mazmur 1 adalah bahwa orang yang suka akan taurat Allah akan berhasil di dalam segala sesuatu. Tetapi menurut wahyu Perjanjian Baru, hukum taurat telah berlalu dan Kristus ada di sini (Rm. 10:4a). Kristus adalah sentralitas dan universalitas dari ekonomi Allah. Seluruh kitab Mazmur mengambil dua garis ini: hukum taurat dan Kristus. Akhirnya, pada akhir dari Mazmur ini, hukum taurat itu berlalu, dan kita melihat Kristus dengan pelengkap-Nya, yaitu Tubuh-Nya, gereja-Nya, rumah dan kerajaan Allah dalam ekonomi Allah untuk menggenapkan tujuan kekal Allah.
Jadi, kita harus melihat bahwa Mazmur 1 dan 2 menunjukkan kepada kita satu perbandingan antara konsep manusia dalam meninggikan hukum taurat dengan pemeliharanya sebagai orang yang diberkati oleh Allah dalam kepentingan manusia dan wahyu ilahi dalam memploklamirkan Kristus sebagai Dia yang diurapi Allah di dalam ekonomi Allah.