CARA PEMULIHAN—MENINGGIKAN KRISTUS MAZMUR 77—83
Pembacaan Alkitab:
Mzm. 77:7-13; 78:65-66, 68-69; 79:1; 80:14-15, 17-19; 82:8; 83:2-5, 12, 18
Seluruh mazmur disusun dengan satu urutan yang sangat baik. Urutan ini adalah menurut sejarah juga menurut doktrin. Di dalam pengaturan ilahi, mazmur yang akan kita lihat di dalam berita ini—Mazmur 77 sampai 83—membentuk satu kelompok yang mungkin menurut urutan sejarah dan juga doktrin. Mazmur-mazmur ini mencakup perihal kerusakan tiga hal: bait kudus, kota kudus, dan umat kudus. Khususnya, mazmur-mazmur ini mewahyukan cara pemulihan, yang menunjukkan kepada kita bahwa cara untuk dipulihkan adalah meninggikan Kristus. Semakin Kristus ditinggikan, semakin pemulihan akan ada di sana.
Ketujuh mazmur ini ditulis oleh Asaf, seorang Lewi yang melayani di dalam bait. Fakta bahwa mazmur-mazmur ini membicarakan tentang kehancuran bait, kota Yerusalem dan umat itu menunjukkan bahwa mazmur-mazmur itu ditulis setelah bani Israel ditawan ke Babel.
Menurut sejarah yang tercatat di dalam mazmur-mazmur ini, tabut Allah pernah ditawan dan pada akhirnya mungkin hilang. Pertama, tabut ini ditawan sebelum bait itu dibangun. Mazmur 78:60 dan 61 mengacukan hal ini: “Dia meninggalkan tabernakel di Shilo, Kemah yang didirikan-Nya di antara manusia; Dan Dia menyerahkan kekuatan-Nya [tabut-Nya] ke dalam penawanan, Dan kemuliaan-Nya ke dalam tangan seteru.” Tabut ada di tabernakel di Shilo. Pada satu hari, ketika umat Israel pergi keluar untuk berperang melawan orang-orang Filistin, mereka membawa tabut perjanjian itu beserta mereka (1 Sam. 4:1-5). Di dalam peperangan itu umat Israel dikalahkan, dan tabut Allah ditawan oleh orang-orang Filistin (ay. 11). Namun, Allah datang untuk melindungi tabut itu, dan dikembalikan (1 Sam. 5—6). Akhirnya, Daud mengalahkan musuh-musuh Israel dan mempersiapkan baik tempat maupun bahan-bahan bagi pembangunan bait, bahkan memberikan rancangan bait itu kepada anaknya Salomo. Di bawah pimpinan Salomo, bait itu dibangun, dan tabut itu ditaruh di dalamnya. Bait itu tetap ada kira-kira empat ratus tahun sampai bait itu dihancurkan oleh orang-orang Babel pada tahun 606 SM. Pada waktu itu, tabut itu hilang tanpa jejak. Inilah bagian dari sejarah yang tercatat di dalam mazmur-mazmur ini, yang sekarang akan kita lihat satu demi satu.
I. JALAN ALLAH ADA DI TEMPAT KUDUS DAN JALANNYA ADA DI LAUT
DAN JALAN-JALANNYA DI SAMUDERA RAYA
Di dalam Mazmur 77, kita diberi tahu bahwa jalan Allah ada di dalam tempat kudus dan jalan-Nya ada di dalam laut dan jalan-jalan-Nya ada di samudera raya.
A.
Adalah Kelemahan Pemazmur Bahwa Ia Bingung dan Mengeluh
kepada Allah karena Allah Telah Membuang Umat-Nya untuk Sejangka Waktu
Pemazmur bingung dan mengeluh kepada Allah karena Allah telah membuat umat-Nya untuk sejangka waktu (ay. 1-9). Di dalam ayat 7 dan 8 ia mengatakan, “Untuk selamanyakah Tuhan membuang dan tidak kembali bermurah hati lagi? Sudah lenyapkah untuk seterusnya kasih setia-Nya, telah berakhirkah janji itu berlaku turun temurun?” Alkitab memberi tahu kita bahwa Allah tidak akan pernah meninggalkan kita (Ul. 31:6; Yos. 1:5; Ibr. 13:5), tetapi di dalam pengalaman kita, kadang-kadang kelihatannya bagi kita Dia sungguh meninggalkan kita. Allah telah memiliki kita, dan Dia tidak akan pernah meninggalkan kita. Allah mungkin membiarkan kita pergi jauh daripada-Nya untuk sejangka waktu yang pendek. Kemudian, Dia akan menjamah kita, dan kita akan kembali kepada-Nya.
Di dalam Mazmur 77:10a pemazmur mengatakan, “Inilah kelemahanku.” Di sini ia mengakui bahwa adalah kelemahannya bahwa ia bingung dan mengeluh kepada Allah karena Allah telah membuang umat-Nya untuk sejangka waktu.
B.
Pemazmur Mengingat Kembali Masa Lampau
dan Merenungkan Perbuatan-perbuatan Allah yang Ajaib bagi Umat-Nya
Di dalam ayat 10b sampai 20 pemazmur mengingat kembali masa lampau dan merenungkan perbuatan-perbuatan Allah yang ajaib bagi umat-Nya. “Tetapi aku mengingat kembali tahun-tahun dari tangan kanan Yang Mahatinggi. Aku hendak mengingat perbuatan-perbuatan Yehovah, yang aku hendak mengingat keajaiban-keajaiban-Mu dari zaman purbakala. Aku hendak menyebut-nyebut segala pekerjaan-Mu, dan merenungkan perbuatan-perbuatan-Mu” (ay. 10b-12). Kata “merenungkan” menyampaikan satu perasaan yang manis, bahkan kenikmatan. Ketika pemazmur tidak bisa tidur sepanjang malam itu, ia merenungkan hal-hal besar yang telah dilakukan Allah bagi umat-Nya.
Pemazmur selanjutnya menceritakan kisah tentang Allah menyelamatkan Israel dari Mesir, mengingat kembali bagaimana Allah membuat kekuatan-Nya dikenal di antara bangsa-bangsa dan menebus umat-Nya dengan lengan-Nya (ay. 14-15). Ia ingat bahwa air melihat Dia dan takut, bahwa kedalaman-kedalaman gentar, bahwa awan-awan mencurahkan air, bahwa suara guruh-Nya ada di dalam badai, bahwa kilat menyinari dunia, bahwa bumi gemetar dan goncang, dan bahwa Dia memimpin umat-Nya seperti satu kawanan melalui tangan Musa dan Harun (ay. 16-18, 20). Ketika pemazmur mengingat kembali hal-hal ini dan merenungkannya, maka ia sadar bahwa ia tidak bisa mengatakan bahwa Allah berhenti bermurah hati dan memberi belas kasihan.
Dengan cara demikian, pemazmur memperkenalkan subyek dari pemulihan ini. Bait telah dihancurkan, kota telah dirusak, dan banyak orang telah di bunuh atau ditawan. Namun, ini bukan berarti bahwa Israel telah habis, karena akan ada pemulihan melalui meninggikan Kristus.
C.
Jalan Allah Tersembunyi di dalam Laut tetapi Diwahyukan di dalam Tempat Kudus-Nya
Jalan Allah tersembunyi di dalam laut, dan jalan-jalannya di dalam samudera raya dengan jejak-jejak kaki-Nya yang tidak dikenal manusia (ay. 19), tetapi jalan-Nya diwahyukan di dalam tempat kudus-Nya (ay. 13). Pemikirannya di sini mirip dengan pemikiran di dalam Mazmur 73 di mana pemazmur, dibingungkan oleh kemakmuran orang jahat dan penderitaan orang-orang kudus yang menuntut, dikatakan, “Tetapi ketika aku bermaksud untuk mengetahuinya, hal itu menjadi kesulitan di mataku, sampai aku masuk ke dalam tempat kudus Allah, dan memperhatikan kesudahan mereka” (ay. 16-17). Di dalam tempat kudus, pemazmur memiliki satu pandangan yang jelas tentang situasi itu.
Secara rohani, bagi kita hari ini, tempat kudus Allah adalah roh kita dan gereja. Banyak orang Kristen mengabaikan perkara roh. Ada beberapa yang bahkan tidak menyadari bahwa mereka memiliki roh insani. Demikian juga, banyak yang tidak memiliki pemahaman yang tepat mengenai gereja. Tanpa menaruh perhatian pada roh kita dan gereja, kita tidak akan dapat mengenal jalan Allah, yang diwahyukan di dalam tempat kudus-Nya. Saya bersyukur kepada Tuhan bahwa kita di dalam pemulihan Tuhan mengenal baik roh maupun gereja. Ketika kita ada di Elden hall, kita memiliki satu slogan: “Di dalam roh, di atas dasar.” Di dalam slogan ini kata “roh” mengacu kepada roh insani kita yang telah dilahirkan kembali, dan kata “dasar” menekankan dasar gereja. Hari ini, kita memiliki tempat kudus ganda: tempat kudus yang pribadi—roh—dan tempat kudus yang terbuka—gereja.
Banyak dari antara kita yang bisa mempersaksikan bahwa rahasia-rahasia tertentu di dalam Alkitab tidak dikenal oleh kita sampai kita masuk ke dalam tempat kudus ganda ini. Ketika kita melatih roh kita dan hidup di dalam gereja, jalan Allah menjadi jelas kepada kita.
Kita bisa memakai perkara pernikahan sebagai satu ilustrasi dari hal ini. Pada tahun-tahun awal dari ministri saya, saya memerikan banyak prinsip kepada orang-orang yang berkonsultasi dengan saya tentang siapa yang seharusnya dinikahi mereka. Namun, saya menemukan bahwa ini tidak berhasil, dan akhirnya saya mengubah praktek saya mengenai hal ini. Sekarang jika orang-orang muda bertanya kepada saya mengenai pernikahan, maka saya tidak memberikan prinsip-prinsip apa pun kepada mereka; sebaliknya,, saya akan mendorong mereka untuk melatih roh mereka dan menghadiri sidang-sidang gereja. Jika orang-orang yang memperhatikan tentang pernikahan ini mau masuk ke dalma tempat kudus Allah melalui melatih roh mereka dan hidup di dalam gereja, maka mereka akan tahu apa yang harus mereka lakukan. Poin utama di dalam Mazmur 77 ini adalah bahwa jalan Allah diwahyukan di dalam tempat kudus-Nya.
II. KEGAGALAN MANUSIA DAN PEMULIHAN ALLAH
Subyek dari Mazmur 78 adalah kegagalan manusia dan pemulihan Allah.
A.
Mengingat Kembali Kegagalan Israel di Masa Lampau
Ayat 1 sampai 58 adalah tentang pemazmur mengingat kembali kegagalan Israrel di masa lampau. Ayat 2 mengatakan, “Aku mau membuka mulutku mengatakan perumpamaan, aku mau mengucapkan teka-teki dari zaman purbakala.” Ini dikutip di dalam Matius 13:35 dalam hubungannya dengan pembicaraan Kristus dalam perumpamaan-perumpamaan. Pemazmur selanjutnya mengatakan bahwa hal-hal yang berhubungan dengan mereka oleh nenek moyang mereka, mereka akan menceritakannya kepada generasi yang akan datang, khususnya mengenai “pujian terhadap Yehovah dan kekuatan-Nya Dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib yang telah dilakukan-Nya” (ay. 4).
B.
Akibat dari Kegagalan Israel
Ayat 59 sampai 64 menggambarkan akibat dari kegagalan Israel. Allah sangat benci akan Israel, dan meninggalkan tabernakel di Shilo, menyerahkan tabut-Nya ke dalam penawanan dan kemuliaan-Nya ke dalam tangan seteru, dan menyerahkan umat-Nya kepada pedang (ay. 59-62)
C.
Pemulihan Allah terhadap Israel
Di dalam ayat 65 sampai 72 kita memiliki satu firman mengenai pemulihan Allah terhadap Israel. Dia memilih Gunung Sion, yang Dia kasihi, dan “Dia membangun tempat kudus-Nya setinggi langit, laksana bumi yang didasarkan-Nya untuk selama-lamanya” (ay. 68-69). Dia memilih Daud hamba-Nya, dan Daud, seorang raja yang mengagumkan, “akan menggembalakan mereka menurut ketulusan hatinya, Dan membimbing mereka dengan keahlian dari tangannya” (ay. 72)
III. PEMULIHAN MELALUI MENINGGIKAN KRISTUS
Mazmur 79 dan 80 mewahyukan pemulihan itu datang melalui meninggikan Kristus.
A.
Kerusakan Bait Allah
Mazmur 79:1-3 membicarakan tentang kerusakan bait Allah. Di dalam ayat 1 pemazmur mengatakan, “Ya Allah, bangsa-bangsa telah masuk ke dalam tanah milik-Mu, menajiskan bait kudus-Mu, membuat Yerusalem menjadi timbunan puing.”
B.
Seruan Pemazmur kepada Allah bagi Umat itu
Ayat 4 sampai 13 adalah seruan pemazmur kepada Allah bagi umat itu, doanya bagi Israel yang dihancurkan.
C.
Doa Pemazmur bagi Israel sebagai Kawanan Allah
Di dalam 80:1-7 kita memiliki doa pemazmur bagi Israel sebagai kawanan Allah. Pemazmur berdoa agar Gembala Israel mau mendengar (ay. 1). Di dalam ayat 3 dan 7, ia berdoa, “O Allah, pulihkan kami; Dan buatlah wajah-Mu bersinar, dan kami akan diselamatkan.”
D.
Penanggulangan Allah terhadap Israel sebagai Pohon Anggur-Nya
Di dalam ayat 8 sampai 13 pemazmur membicarakan tentang penanggulangan Allah terhadap Israel sebagai pohon anggur-Nya, yang dibawa-Nya keluar dari Mesir dan ditanamkan. Pohon anggur itu pernah subur tetapi pada akhirnya menjadi gersang.
E.
Pemazmur Meminta Allah untuk Melawat Pohon Anggur-Nya Demi Kristus sebagai Manusia Tangan Kanan-Nya
Di dalam ayat 14 sampai 19 pemazmur meminta Allah untuk melawat pohon anggur-Nya demi Kristus sebagai Manusia tangan kanan-Nya. “Ya Allah semesta alam, kembalilah kiranya, pandangalah dari langit dan lihatlah! Indahkanlah pohon anggur ini, batang yang ditanam oleh tangan kanan-Mu Dan anak yang telah Engkau kuatkan bagi Diri-Mu sendiri” (ay. 15-16). Pohon anggur yang telah Allah bawa keluar dari Mesir dan ditanamkan di negeri yang baik itu menjadi jahat, dan Allah membuang pelindungnya. Alhasilnya, Israel menjadi satu mangsa bagi kekuatan-kekuatan bangsa Kafir, seperti Babel. Namun, di antara bangsa Israel ada satu orang—Tuhan Yesus—yang dilambangkan oleh kata “anak” di dalam ayat 15. Hosea 11:1 menunjukkan bahwa ketika Kristus menjadi seorang manusia, Dia, Putra Allah, mengikatkan Diri-Nya kepada Israel. Dia adalah “anak yang telah Engkau kuatkan bagi Diri-Mua sendiri” (Mzm. 80:15). Selama waktu Israel ditinggalkan oleh Allah, Dia yang unik ini dikuatkan oleh Allah bagi Diri-Nya sendiri.
Di dalam ayat 17 pemazmur selanjutnya mengatakan, “Biarlah tangan-Mua ada di atas manusia tangan kanan-Mu, Di atas anak manusia yang telah Engkau kuatkan bagi Diri-Mu sendiri.” Dari ayat ini, kita melihat bahwa Kristus ada di sebelah kanan Allah, di tempat yang paling tinggi di alam semesta ini. Ini mewahyukan bahwa tempat pertama, kedudukan yang tertinggi, keutamaan telah diberikan kepada Kristus. Inilah peninggian Kristus.
Jalan pemulihan adalah meninggikan Kristus. Kapan saja umat Allah meninggikan Kristus, maka akan ada pemulihan dan kebangunan. Kita bisa memiliki kebangunan di antara kita hanya jika kita meninggikan Kristus, membiarkan Dia memiliki keutamaan dan memberikan Dia tempat yang pertama di dalam segala sesuatu. Jika satu gereja agak dingin dan usang dan mendambakan kebangunan, maka gereja itu harus memberikan keutamaan kepada Kristus, mengakui Dia sebagai Dia yang ada di sebelah kanan Allah. Sekarang Kristus ada di sebelah kanan Allah, dan siapa saja yang berseru kepada-Nya sebagai Dia yang demikian akan dipulihkan dan dibangunkan. Di dalam kehidupan pribadi kita, kehidupan pernikahan, kehidupan keluarga dan kehidupan gereja kita, Kristus perlu berada di sebelah kanan Allah. Jika Dia ditinggikan di dalma setiap aspek dari penghidupan kita, maka akan ada pemulihan di mana-mana. Meninggikan Krisuts adalah jalan bagi kebangunan, bagi pemulihan.
Harinya akan datang di mana Israel akan dipulihkan melalui mereka meninggikan Kristus. Ketika mereka bertobat kepada Kristus dan memberikan tempat yang pertama kepada-Nya, maka mereka akan dipulihkan.
Menurut Mazmur 80, pohon anggur adalah Israel dan manusia di sebelah kanan Allah adalah Kristus. Dunia menolak Kristus dan menaruh Dia di atas salib, tetapi Allah datang untuk membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan Allah di surga. Hari ini, ketika kita mengunjungi orang-orang untuk memberitakan injil, kita perlu memberi tahu mereka bahwa Kristus, Putra Allah, menjadi seorang manusia, mati di atas salib bagi dosa-dosa mereka, bangkit, naik ke sebelah kanan Allah di surga, dan sekarang mereka perlu berseru kepada-Nya. Di pandangan Allah, seorang dosa berseru kepada Tuhan Yesus itu berarti meninggikan Dia. Ketika seorang dosa meninggikan Kristus melalui berseru kepada-Nya, maka orang dosa itu akan dilahirkan kembali.
Sebagai orang-orang yang telah dilahirkan kembali, kita perlu datang berkumpul di dalam sidang-sidang gereja untuk meninggikan Kristus dengan memuji, menyanyi, dan bersorak sorai. Bukannya diam saja, sebaliknya kita harus melatih hak rohani kita untuk meninggikan Kristus. Kita harus mengumumkan, “Tuhan Yesus, Engkau ada di sebelah kanan Allah. Engkau memiliki keutamaan di dalam kehidupan pribadiku, kehidupan pernikahan, kehidupan keluarga, dan kehidupan gerejaku.” Semakin kita meninggikan Kristus, memberi Dia keutamaan di dalam segala sesuatu, semakin kita kan dibangunkan dan dipulihkan.
IV. MAKSUD ALLAH MENDAPATKAN BUMI BAGI WARISAN KRISTUS
DAN RENCANA JAHAT SATAN ADALAH MEREBUT TEMPAT KEDIAMAN ALLAH
Maksud Allah adalah mendapatkan bumi bagi warisan Kristus, dan rencana jahat Satan adalah merebut tempat kediaman Allah. Perkara-perkara ini diliput di dalam Mazmur 81-83.
A.
Israel Disuruh untuk Bersorak-sorai dengen penuh Sukacita kepada Allah
Israel harus bersorak sorai dengan penuh sukacita kepada Allah dan menyanyi dengan gembira kepada-Nya pada hari-hari raya mereka (81:1-4). Menurut ketentuan Allah, Israel, umat pilihan Allah, harus menempuh satu kehidupan yang penuh dengan sukacita. Hari-hari raya tahunan, juga tahun Sabat dan tahun Yobel, adalah masa-masa untuk bersukacita, menyanyi dan bersorak sorai. “Sebab hal itu adalah suatu ketetapan bagi Israel, suatu hukum dari Allah Yakub” (ay. 4).
B.
Israel Mendengar kepada Allah dan Berjalan di Jalan-jalan-Nya, dan Allah Menundukkan Musuh-musuh Mereka
Jika Israel mau mendengar kepada Allah dan berjalan di jalan-jalan-Nya, maka Allah akan menundukkan musuh-musuh mereka (bangsa-bangsa) dan memberi makan Israel dengan yang terbaik dari gandum dan memuaskan mereka dengan madu dari batu karang (ay. 5-16). Ayat 10 mengatakan, “Akulah Yehovah Allahmu, Yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir; Bukanlah mulutmu lebar-lebar, dan Aku akan memenuhinya.” Kita dapat menerapkan ayat ini kepada perihal memuji Allah di dalam sidang-sidang gereja. Jika kita membuka mulut kita dengan memuji Allah dan bersorak sorai, maka Dia akan memenuhinya.
C.
Allah Menghakimi di Tengah-tengah Hakim-hakim karena Penghakiman Mereka yang Tidak Adil terhadap Orang Miskin dan Anak Yatim
Mazmur 82:1-7 mewahyukan bahwa Allah menghakimi di tengah-tengah hakim-hakim (Kel. 21:6) karena penghakiman mereka yang tidak adil terhadap orang miskin dan anak yatim. Di zaman Perjanjian Lama, hakim-hakim adalah imam-imam, yang mengenal hukum taurat Allah dan yang mewakili Allah untuk menghakimi umat Allah. Mazmur 82:6 dikutip oleh Tuhan Yesus di dalam Yohanes 10:34 dan 35.
D.
Aspirasi Pemazmur supaya Kristus Menghakimi Bumi dan Mewarisi Bangsa-bangsa
Di dalam ayat 8, kita memiliki aspirasi pemazmur supaya Kristus menghakimi bumi dan mewarisi bangsa-bangsa: “Bangkitlah, O Allah; hakimilah bumi; Karena Engkau akan mewarisi segala bangsa.” Yohanes 5:22 memberi tahu kita bahwa Allah telah memberikan semua penghakiman kepada Putra, dan Mazmur 2:8 mewahyukan bahwa Allah telah memberikan seluruh bumi kepada Kristus sebagai warisan-Nya. Karena itu, firman di dalam 82:8 diterapkan kepada Kristus, yaitu Dia yang diurapi untuk menghakimi bumi dan Dia yang layak untuk mewarisi segala bangsa.
E.
Rencana Jahat Satan Adalah Merebut Tempat Kediaman Allah
melalui Bangsa-bangsa Yang Bersekongkol melawan Orang-orang yang Disembunyikan Allah
Rencana jahat Satan adalah merebut tempat kediaman Allah melalui bangsa-bangsa yang bersekongkol melawan orang-orang yang disembunyikan Allah (83:2-12). Mazmur 83:3 mengatakan, “Mereka mengadakan pemufakatan licil melawan umat-Mu, dan mereka berunding untuk melawan orang-orang yang Kausembunyikan.” Hari ini kita, kaum beriman di dalam Kristus, adalah orang-orang yang disembunyikan Allah, dan orang-orang dunia tidak mengenal kita. Namun, ketika Tuhan Yesus datang kembali, maka orang-orang yang tersembunyi itu akan menjadi orang-orang yang dimanifestasikan. Hari ini adalah waktunya bagi kita bukan untuk dimanifestasikan melainkan untuk disembunyikan.
F.
Doa Pemazmur supaya Allah Membereskan Bangsa-bangsa
Terakhir, di dalam 83:1, 13-18 kita memiliki doa pemazmur supaya Allah membereskan bangsa-bangsa agar mereka dapat mengenal bahwa Allah sendiri adalah Yang Mahatinggi atas seluruh bumi dan agar mereka dapat mencari nama-Nya. Ini akan terjadi di dalam milenium, yaitu zaman pemulihan.