← Daftar isi Mazmur (1) · bab 27/42

KRISTUS YANG MENDERITA DAN KRISTUS YANG MEMERINTAH

Pembacaan Alkitab: Mzm. 69—72

Di dalam berita ini kita akan melihat Mazmur 69 sampai 72. Mazmur 69 dan 72 adalah tentang Kristus sedangkan Mazmur 70 dan 71 adalah contoh-contoh yang khas dari mazmur-mazmur yang adalah ekspresi-ekspresi yang saleh yang diungkapkan dari perasaan-perasaan para pemazmur yang rumit.

Mazmur 69 adalah tentang Kristus yang menderita yang dilambangkan oleh Daud yang menderita, dan Mazmur 72 adalah tentang Kristus yang memerintah yang dilambangkan oleh Salomo yang memerintah. Daud adalah seorang pejuang yang mendapatkan kemenangan-kemenangan, namun kehidupannya adalah satu kehidupan penderitaan dan di dalam penderitaannya, ia adalah lambang dari Kristus yang menderita. Mazmur 72 sebenarnya adalah satu mazmur tentang Raja Salomo, lambang dari Kristus sebagai Dia yang memerintah. Jadi, Daud, sang ayah, melambangkan satu aspek dari Kristus dan Salomo, sang anak, melambangkan aspek lainnya dari Kristus. Setelah kehidupan-Nya yang menderita di bumi, yang dilambangkan oleh Daud, Kristus naik ke surga di mana Dia sekarang sedang memerintah sebagai Raja, dilambangkan oleh Salomo. Dari hal ini, kita bisa melihat bahwa Kristus yang menderita telah menjadi Kristus yang memerintah. Karena itu, subyek dari berita ini, adalah “Kristus yang Menderita dan Kristus yang Memerintah.”

Sekarang marilah kita melanjutkan untuk melihat Mazmur 69—72 satu demi satu.

I. KRISTUS YANG MENDERITA

Tidak seperti Yesaya 53, yang membicarakan tentang penderitaan Kristus secara umum, dengan menyebut Dia sebagai Manusia kesengsaraan, Mazmur 69 membicarakan tentang penderitaan-penderitaan Kristus secara terperinci.

A.

Dilambangkan oleh Daud yang Menderita

Di dalam Mazmur 69 Kristus dilambangkan oleh Daud yang menderita (ay. 1-3, 19-20, 26).

B.

Penderitaan-penderitaan Kristus

1.

Dibenci oleh Banyak Orang tanpa Alasan

“Orang-orang yang membenci aku tanpa alasan lebih banyak daripada rambut di kepalaku” (ay. 4a). Ayat ini, yang menunjukkan bahwa Kristus dibenci oleh banyak orang tanpa alasan, dikutip oleh Tuhan Yesus sendiri di dalam Yohanes 15:25.

2.

Menanggung Celaan-celaan demi Allah

Mazmur 69:7 mengatakan, “Karena demi Engkau, Aku menanggung celaan; Penghinaan telah menutupi wajahku.” Ayat 9b, dikutip oleh Paulus di dalam Roma 15:3, bunyinya, “Celaan-celaan dari mereka yang mencela Engkau telah menimpa aku.” Kristus menderita dalam menanggung celaan-celaan demi Allah.

3.

Dihabisi oleh Cinta akan Rumah Allah

“Sebab cinta akan rumah-Mu telah menghabiskan aku” (Mzm. 69:9a). Ayat ini dikutip di dalam Yohanes 2:17 dalam hubungannya dengan Kristus membersihkan bait Allah.

4.

Banyak Menderita dan Tidak ada Seorangpun yang Mengasihani Dia

Di dalam mazmur ini, kita juga melihat bahwa Kristus banyak menderita dan tidak ada seorangpun yang mengasihani Dia (ay. 29a, 19-20; Yoh. 16:32).

5.

Menangis dan Memohon dengan sangat kepada Allah untuk Melepaskan Dia dari Air-air Kematian

Kristus menderita di dalam tangisan-Nya dan memohon dengan sangat kepada Allah untuk melepaskan Dia dari air-air kematian (Mzm. 69:10, 13-17, 1-2). Membicarakan tentang Kristus, Ibrani 5:7 mengatakan bahwa Dia “mempersembahkan permintaan-permintaan dan permohonan-permohonan dengan tangisan yang kuat dan cucuran air mata kepada Dia yang dapat menyelamatkan-Nya dari maut.”

6.

Diberi Empedu sebagai Makahan-Nya Ketika Menderita di atas Salib

Mazmur 69:12a mengatakan, “Mereka memberi aku empedu bagi makananku.” Di dalam Matius 27:34, kita diberitahu bahwa Kristus diberi empedu sebagai makanan-Nya ketika Dia menderita di atas salib.

7.

Diberi Anggur Asam untuk Diminum ketika Dia Haus di atas Salib

“Ketika aku haus mereka memberi aku minum anggur asam” (Mzm. 69:21b). Ketika Tuhan Yesus menderita di atas salib, Dia mengatakan, “Aku haus,” dan dengan mengejek mereka memberi Dia minum anggur asam (Yoh. 19:28-30).

8.

Dipukul dan Dilukai oleh Allah

“Mereka menganiaya dia yang telah Engkau pukul, Dan mereka menghitung kesakitan dia yang telah Engkau lukai” (Mzm. 69:26). Ini menunjukkan bahwa Kristus dipukul dan dilukai oleh Allah (Yes. 53:10a).

9.

Dikhianati oleh Salah Seorang dari Murid-murid-Nya

Kristus dikhianati oleh salah seorang dari murid-murid-Nya (Mzm. 69:25; Kis. 1:16-20a).

C.

Ekspresi Pemazmur dari Perasaan-perasaannya yang Rumit mengenai Musuh-musuhnya

Bahkan di dalam satu mazmur yang demikian baik mengenai Kristus pun, ada satu porsi yang kekurangan wahyu ilahi. Yang saya maksud adalah Mazmur 69:22-24, 27-28, yaitu ayat-ayat yang adalah ekspresi pemazmur dari perasaan-perasaannya yang rumit mengenai musuh-musuhnya.

II. SATU DOA DARI PEMAZMUR

Mazmur 70 adalah satu doa dari pemazmur.

A.

Pemazmur Mencari Pembebasan Allah

Di dalam ayat 1, 4, dan 5, pemazmur mencari pembebasan Allah. Memang tidak ada salahnya dengan hal ini. Sebaliknya, di sini kita memiliki satu contoh yang baik tentang mencari pembebasan Allah, yaitu keselamatan-Nya. Di dalam ayat 1, pemazmur berdoa, “O Allah, segeralah bebaskan aku; O Yehovah, segeralah menolong aku.” Doa ini sangat baik. Di dalam ayat 4 dan 5, pemazmur melanjutkan doanya, dengan mengatakan, “Kiranya semua orang yang mencari Engkau Menjadi gembira dan bersukacita di dalam Engkau; Dan kiranya orang-orang yang mengasihi penyelamatan-Mu terus menerus Mengatakan, Kiranya Allah diagungkan! Tetapi aku ini miskin dan kekurangan; O Allah, segeralah datang kepadaku. Engkau adalah pertolonganku dan Pembebasku; O Yehovah, janganlah menunda.”

Ekspresi Pemazmur dari Perasaan-perasaannya yang Rumit mengenai Musuh-musuhnya

“Biarlah mendapat malu dan tersipu-sipu mereka yang ingin mencabut nyawaku; biarlah mundur dan kena noda mereka yang mengingini kecelakaanku; biarlah berbalik karena malu mereka yang mengatakan: Syukur, syukur!” (ay. 2-3). Ayat-ayat ini, yang tentunya lebih rendah daripada doa untuk pembebasan di dalam ayat 1, 4, dan 5, adalah contoh lainnya dari ekspresi pemazmur dari perasaan-perasaannya yang rumit mengenai musuh-musuhnya. Daud merasa sangat sulit untuk melupakan musuh-musuhnya.

III. KEPERCAYAAN PEMAZMUR KEPADA ALLAH DAN PUJIANNYA KEPADA ALLAH

Mazmur 71 adalah tentang kepercayaan pemazmur kepada Allah dan pujiannya kepada Allah.

A.

Kepercayaan Pemazmur kepada Allah

Ayat 1 sampai 12 adalah tentang kepercayaan pemazmur kepada Allah. Di dalam ayat 5 ia mengatakan, “Engkau adalah pengharapanku, O Tuhan Yehovah, Kepercayaanku sejak masa mudaku.”

B.

Pujian Pemazmur kepada Allah

Ayat 6b, 8, 14 sampai 24 adalah pujian pemazmur kepada Allah. Di dalam ayat 6b ia mengatakan, “Pujianku tentang Engkau adalah terus menerus,” dan di dalam ayat 8 ia mengumumkan, “Mulutku penuh dengan pujian-Mu, Dengan kemuliaan-Mu, sepanjang hari.”

C.

Ekspresi Pemazmur dari Perasaan-perasaannya yang Rumit mengenai Musuh-musuhnya

Bahkan di dalam mazmur yang baik tentang percaya kepada Allah dan memuji Dia ini pun, pemazmur tidak melupakan musuh-musuhnya. Di dalam ayat 13 ia mengatakan, “Kiranya mereka yang adalah seteru-seteru bagi jiwaku Dipermalukan dan dihabisi; Kiranya mereka yang menuntut kemalanganku Memerangkap diri mereka sendiri dalam celaan dan kehinaan.” Perkataan ini adalah satu pengulangan dari 70:2. Sekali lagi, ini adalah ekspresi pemazmur dari perasaan-perasaannya yang rumit mengenai musuh-musuhnya.

KRISTUS YANG MEMERINTAH

Dilambangkan oleh Salomo yang Memerintah, Anak Daud, dalam Masa Kemakmuran dan Kemajuannya

Kristus yang memerintah ini dilambangkan di dalam Mazmur 72 oleh Salomo yang memerintah, yaitu anak Daud (Mat. 1:1; 22:42), di dalam masa kemakmuran dan kemajuannya. Ini ditunjukkan oleh judul dari mazmur ini, “Tentang Salomo,” dan dengan ayat yang pertama: “O Allah, berilah keputusan-keputusan-Mu kepada raja, Dan keadilbenaran-Mu kepada anak raja.”

Kristus yang Memerintah

Dalam Milenium di dalam Zaman Pemulihan

Pemerintahan Kristus yang dilambangkan oleh Salomo akan berada di dalam milenium di dalam zaman pemulihan (Why. 20:4, 6; Mat. 19:28).

Dalam Kebenaran dan dalam Keadilan bagi Damai Sejahtera

“Dia akan menghakimi umat-Mu dalam kebenaran, Dan orang-orang-Mu yang miskin dengan keadilan. Gunung-gunung akan memikul damai sejahtera bagi umat itu, Dan bukit-bukit, dalam kebenaran” (Mzm. 72:2-3). Ini menunjukkan bahwa pemerintahan Kristus akan berada dalam kebenaran dan dalam keadilan bagi damai sejahtera. Dia akan ditakuti oleh orang-orang turun temurun selama matahari dan bulan bertahan (ay. 4-5).

Turun Seperti Hujan ke atas Padang Rumput dan Seperti Dirus Hujan yang Menggenang di atas Bumi

Ketika Kristus memerintah, Dia akan turun seperti hujan ke atas padang rumput dan seperti dirus hujan yang berlimpah yang menggenang di atas bumi bagi kesuburan orang benar dan bagi kelimpahan damai sejahtera di bumi sampa tidak ada lagi bulan (ay. 6-7).

Memiliki Kekuasaan dari Laut ke Laut dan dari Sungai itu sampai ke Ujung-ujung Bumi

Ayat 8 mengatakan, “Dia akan memiliki kekuasaan dari laut ke laut Dan dari Sungai itu sampai ke ujung-ujung bumi.” Dari “laut ke laut” berarti dari Laut Mediterania sampai ke Laut Mati. Sungai yang disinggung di sini adalah sungai Efrat. Ketika Kristus melaksanakan kekuasaan-Nya, maka semua bangsa akan melayani Dia (ay. 9-11).

Kemurahan-Nya kepada Orang-orang yang Kekurangan dan Respon Mereka kepada-Nya

Ayat 12 sampai 15 membicarakan tentang kemurahan Kristus kepada orang-orang yang kekurangan dan respon mereka kepada-Nya. Dia akan melepaskan orang yang kekurangan ketika ia berteriak, dan orang miskin ketika tidak seorangpun yang menolongnya. Dia akan mengasihani orang yang lemah dan kekurangan dan akan menyelamatkan jiwa orang yang kekurangan, menebus jiwa mereka dari penindasan. Ayat 15 memberi tahu kita tentang respon dari orang yang kekurangan kepada pemerintahan Kristus. “Dia akan hidup dan kepada-Nya akan diberikan emas dari Syeba; Dan doa akan dibuat terus menerus bagi-Nya; Dia akan diberkati sepanjang hari.”

Satu Berkat bagi Seluruh Bumi dalam Kemakmuran dan Respon Mereka kepada-Nya

Di dalam ayat 16 kita melihat bahwa pemerintahan Kristus akan menjadi satu berkat bagi seluruh bumi dalam kemakmuran. “Akan ada kelimpahan gandum di bumi, Bahkan di atas puncak-puncak dari gunung-gunung. Buahnya akan mekar seperti hutan Libanon, Dan yang ada di kota akan mekar seperti daun-daunan di bumi.” Kemudian di dalam ayat 17 kita memiliki respon dari orang-orang yang diberkati kepada-Nya. “Nama-Nya akan ada untuk selama-lamanya; Selama matahari bertahan, nama-Nya akan menyebar; Dan orang-orang akan diberkati di dalam Dia; Seluruh bangsa akan menyebut Dia berbahagia.”

Berkat Pemazmur kepada Allah sebagai Kata Penutup dari Kitab 2

“Diberkatilah Yehovah Allah, Allah Israel, Yang sendirian melakukan perbuatan-perbuatan ajaib; Dan diberkatilah nama-Nya yang mulia untuk selama-lamanya; Dan kiranya kemuliaan-Nya memenuhi seluruh bumi. Amin ya Amin” (ay. 18-19). Ini adalah berkat pemazmur kepada Allah sebagai kata penutup dari Kitab 2 dari Mazmur. Maka, ayat 20 menyimpulkan, “Sekianlah doa-doa Daud bin Isai.”

Di dalam sisa dari berita ini, saya memiliki beban untuk mengucapkan satu perkataan mengenai hubungan Mazmur dengan kitab Ayub. Kelihatannya kitab-kitab ini tidak berhubungan, tetapi sebenarnya keduanya berhubungan dengan erat.

Para pembaca kitab Ayub bisa dengan mjudah memahami bahwa kitab ini adalah tentang penderitaan-penderitaan Ayub. Setelah membaca kitab ini, banyak orang Kristen mengira bahwa Ayub adalah satu teladan yang baik bagi kita pada hari ini. Meskipun ia bagitu menderita, tetapi ia tidak menyalahkan Allah melainkan tetap memuji Dia. Para pembaca ini akan setuju dengan perkataan dari Kitab Yakobus berikut ini: “Engkau telah mendengar tentang kesabaran Ayub, dan engkau telah melihat akhirnya dari Tuhan” (5:11). Tentunya tidaklah salah memakai Ayub sebagai satu teladan menderita dengan sabar; namun pemahaman tentang Ayub ini dangkal.

Mengapa Ayub menderita? Kita tahu dari dua pasal terdahulu dari Ayub bahwa Allah mengizinkan Satan untuk merusak Ayub, mengambil harta miliknya dan anak-anaknya dan bahkan menjamah tubuhnya. Kebanyakan dari kitab ini adalah catatan dari satu perdebatan yang panjang yang melibatkan beberapa kelompok: Ayub, istrinya, ketiga temannya dan Elihu. Akhirnya, Allah datang untuk berbicara, mengajukan satu pertanyaan demi pertanyaan lainnya kepada Ayub untuk meyakinkan dia bahwa dia itu bodoh dan tidak tahu apa-apa dan bahwa dia harus menghentikan pembicaraannya. Ayub tidak mengenal tujuan Allah dalam mengizinkannya menderita, dan di seluruh kitab itu tidak ada jawaban yang diberikan untuk pertanyaan tentang mengapa Ayub begitu menderita.

Kitab Ayub sangat sesuai dengan Mazmur. Mungkin hampir setengahnya dari seratus lima puluh mazmur ini adalah ekspresi-ekspresi yang saleh dari perasaan-perasaan para pemazmur yang rumit, terutama mengeluh kepada Allah dan meminta-Nya untuk menghancurkan musuh-musuh dari para pemazmur. Kita semua memerlukan satu pandangan yang jelas tentang sisi negatif dari Mazmur ini. Pada sisi positifnya, banyak dari Mazmur yang memberikan kepada kita satu wahyu mengenai Kristus. Wahyu ini terutama adalah tentang persona, pekerjaan, peninggian, dan kedudukan Kristus.

Namun, di dalam Mazmur ini tidak banyak wahyu tentang Kristus menjadi hayat bagi kita, Kristus tinggal di dalam kita dan membuat rumah-Nya di dalam kita, dan tentang kita memperhidupkan Kristus untuk memperbesar Dia. Tidak ada pemikiran yang demikian di dalam Mazmur. Sebaliknya, Mazmur memberikan kesan kepada kita bahwa kita harus menjadi saleh, takut akan Allah, percaya kepada-Nya, memelihara hukum taurat,, mempertahankan kejujuran kita, dan menjadi benar, tulus, adil dan sempurna. Kelihatannya, semuanya ini benar. Sebenarnya, konsep bahwa kita perlu takut kepada Allah, memelihara hukum Allah, dan menjadi adil dan benar itu salah, karena ini tidak menurut wahyu ilahi. Memang berharga bagi kita untuk mempelajari Mazmur untuk mengapresiasi Kristus tetapi bukan mengapresiasi perkara-perkara lainnya seperti percaya kepada Allah. Kelihatannya, perkara percaya kepada Allah itu benar, tetapi cara kita percaya kepada Allah itu mungkin salah dan tujuan kita percaya kepada Allah juga mungkin salah.

Dasar bagi pembicaraan saya tentang Mazmur secara demikian ini adalah Perjanjian Baru dengan keduapuluh tujuh kitabnya. Perjanjian Baru memberi tahu kita bahwa kita telah disalibkan (Rm. 6:6; Gal. 2:20). Karena kita telah disalibkan dan bahkan dikuburkan (Rm. 6:4), maka kita tidak perlu takut kepada Allah. Namun, banyak dari kita yang hari demi hari hidup seolah-olah kita belum disalibkan dan dikuburkan. Jika demikian situasi kita, maka kita adalah pemazmur-pemazmur hari ini yang memegang konsep yang salah tentang perkara-perkara seperti percaya/bersandar kepada Allah, memelihara hukum taurat, dan menjadi benar.

Kita perlu melihat visi di dalam Galatia 2:20: “Aku telah disalibkan dengan Kristus; dan bukan lagi aku yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.” Karena kita telah disalibkan dan sekarang Kristus hidup di dalam kita, maka bukan lagi perkara “aku” takut kepada Allah atau percaya kepada-Nya. Suplai yang limpah lengkap dari Roh Yesus Kristus (Flp. 1:19) ini bukanlah agar kita takut kepada Allah atau memelihara hukum taurat melainkan agar kita memperhidupkan Kristus supaya Kristus bisa diperbesar (ay. 20-21). Kristus harus menjadi rasa takut kita, kepercayaan kita, kebenaran kita, kejujuran kita, kesempurnaan kita. Menjadi sempurna di luar Kristus itu salah, dan Allah menghukum kesempurnaan semacam ini sebagaimana Dia menghukum ketidaksempurnaan. Hanya persona Kristus yang hidup yang berkenan kepada Allah, dibenarkan oleh Allah, dan disetujui oleh Allah.

Saya harap bahwa pada satu hari, mata Anda akan terbuka untuk melihat hal ini. Maka Anda akan mengatakan, “Allah, sekarang aku mengenal bahwa Engkau tidak menginginkan sesuatu yang berasal daripadaku. Engkau tidak menginginkan apa-apa selain Kristus. Engkau ingin agar aku menyadari bahwa aku telah disalibkan, diakhiri, diselesaikan, supaya aku bisa memperhidupkan Kristus dan memperbesar Dia.”

Di dalam pelajaran-Hayat Ayub yang akan datang, kita akan melihat bahwa banyak dari apa yang dibicarakan oleh Ayub, istrinya, teman-temannya, dan Elihu berada di garis baik dan jahat. Ini berarti bahwa pembicaraan mereka itu menurut garis pohon pengetahuan baik dan jahat. Tidak ada seorang pun di antara mereka termasuk Ayub, yang berada di garis pohon hayat. Pada akhir Alkitab, kita melihat pohon hayat (Why. 22:2, 14). Pohon hayat adalah perkara Kristus, bukan perkara kejujuran atau kesempurnaan.

Kiranya kita semua memandang kepada Tuhan untuk belas kasihan-Nya supaya kita dapat mempelajari Mazmur dengan cara yang tepat. Mazmur menyajikan kepada kita satu gambaran yang menunjukkan bahwa ras manusia itu salah dalam berpegang kepaga konsep bahwa Allah ingin agar kita takut kepada-Nya, memelihara hukum taurat, dan menjadi benar, adil, tulus, dan penuh kejujuran. Konsep ini adalah salah; ini mutlak konsep dari Perjanjian Lama yang berada di bawah hukum taurat menurut pengetahuan baik dan jahat.

Konsep di dalam Perjanjian Baru sangatlah berbeda. Perjanjian Baru mewahyukan bahwa Kristus datang untuk menggenapkan kematian yang almuhit. Ketika Dia mati, kita pun mati; dan ketika Dia dikuburkan, kita pun dikuburkan. Inilah sebabnya mengapa kepercayaan kita kepada Kristus perlu diikuti dengan kita dibaptis ke dalam Kristus dan ke dalam kematian-Nya (Rm. 6:3). Kolam baptisan adalah kuburan kita, dan kita harus tetap tinggal di dalam kuburan ini. Karena kita telah mati dan dikubur, bagaimana kita mungkin bisa takut kepada Allah dan memelihara hukum taurat? Tidaklah mungkin bagi orang yang sudah mati dan dikubur untuk melakukan hal-hal yang seperti itu. Kematian telah memerdekakan kita dari hukum taurat (Rm. 7:1-6).

Perjanjian Baru juga mewahyukan bahwa ketika Kristus mati, Dia mengakhiri ciptaan lama. Pada hari ketiga, Dia dibangkitkan, dan melalui kebangkitan-Nya, Dia melahirkan kita kembali (1 Ptr. 1:3) untuk menjadi satu manusia baru, bukan seorang manusia dari Adam dan di dalam Adam melainkan seorang manusia dari Kristus dan di dalam Kristus.

Namun, banyak orang yang tidak memiliki wahyu yang demikian. Karena kekurangan wahyu ini, maka Anda mungkin keluar dari kuburan Anda dan kembali kepada Adam dan berusaha mengoreksi Adam, membangun Adam, mengubah Adam dari buruk menjadi baik. Inilah yang Anda lakukan ketika Anda berusaha untuk memelihara hukum taurat untuk menjadi sempurna, benar, dan adil dan memiliki kejujuran. Sebenarnya, Anda sedang berusaha memperbaiki Adam yang telah jatuh dan merosot. Sesungguhnya banyak orang Kristen hari ini yang melakukan hal ini.

Selain itu, Anda mungkin bersidang dengan gereja tanpa mengenal tujuan gereja. Anda mungkin mengira bahwa gereja sedang membantu Anda untuk menjadi baik. Tidak, gereja sedang membantu Anda untuk tetap tinggal di dalam kuburan Anda supaya Anda tidak lagi hidup melainkan supaya Kristuslah yang hidup di dalam Anda. Di dalam gereja, kita sedang dibantu untuk menyadari, bersama dengan Paulus, bawa kita telah disalibkan, bahwa bukan lagi kita yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam kita, dan bahwa sekarang kita seharusnya hanya memperhatikan satu hal—memperhidupkan Kristus supaya kita bisa memperbesar Kristus.

Banyak dari kita yang tetap tinggal di dalam Ayub atau di dalam Mazmur, padahal kita perlu dibawa oleh dua kitab ini ke dalam ekonomi Perjanjian Baru. Saya ingin meminta Anda untuk membandingkan Ayub dan Mazmur dengan empat belas surat kiriman Paulus. Jika Anda membuat perbandingan yang demikian, maka Anda akan menyadari bahwa surat-surat kiriman Paulus sangat unggul dibandingkan dengan Ayub dan Mazmur.

Sebelum Paulus diselamatkan, ia bermegah di dalam kebenaran hukum taurat, tetapi setelah ia diselamatkan, ia menganggap kebenaran semacam itu seperti kotoran, sampah (Flp. 3:8-9). Bisakah Anda mengatakan demikian tentang kebaikan, kebenaran, keadilan dan kejujuran Anda sendiri? Apakah Anda membenci hal-hal ini dan menganggapnya seperti kotoran? Sebaliknya, Anda mungkin memustikakan kebajikan-kebajikan insani ini. Tetapi ini adalah kebajikan-kebajikan dari seorang mati, dan Allah tidak menghendakinya, karena kebajikan-kebajikan itu adalah sesuatu yang berasal dari Adam dan di dalam Adam. Allah hanya menginginkan kebajikan-kebajikan yang ada di dalam Kristus dan berasal dari Kristus, kebajikan-kebajikan yang datang melalui memperhidupkan Kristus dan memperbesar Kristus.

Jika Anda melihat ini, maka Anda akan bertobat bukan hanya karena menjadi buruk melainkan juga karena menjadi baik. Keduanya berasa dari pohon yang sama—pohon pengetahuan baik dan jahat—dan keduanya ditoleh oleh Allah. Ketika kita menelusuri Mazmur berita demi berita, saya harap bahwa hal ini akan menjadi bertambah jelas bagi Anda.

Perhatian saya di dalam semua berita ini adalah bagi wahyu ilahi. Saya harap Anda akan menerima wahyu ini dan dengan demikian mengenal apa ekonomi Allah itu. Ekonomi Allah adalah mengakhiri kita dan menaruh kita ke dalam kuburan supaya kita dapat menerima Kristus, yaitu perwujudan dari Allah Tritunggal. Setelah menerima Dia ke dalam kita, maka harus membiarkan Dia hidup di dalam kita, tidak lagi memperhatikan kebenaran, keadilan, atau kejujuran kita melainkan hanya memperhatikan Kristus, Dia yang hidup itu. Adalah satu hal yang besar melihat bahwa kita telah disalibkan dan bahwa bukan lagi kita yang hidup melainkan bahwa Kristuslah yang hidup di dalam kita. Jika kita menyadari hal ini, maka kita hanya akan memperhatikan Kristus, dan kita akan berhasrat menerima wahyu di dalam surat-surat kiriman Paulus mengenai Kristus.