← Daftar isi Mazmur (1) · bab 26/42

KRISTUS SEBAGAI PUSAT DARI PERGERAKAN ALLAH DI BUMI (2)

Pembacaan Alkitab: Mzm. 68:18-35

Mazmur 68 mempunyai dua bagian utama. Ayat 1 sampai 18 adalah bagian pertama, dan ayat 19 sampai 35 adalah bagian kedua. Seperti yang akan kita lihat, setiap bagian mempunyai satu pusat. Sebelum kita menjelaskan apa pusat dari bagian pertama, marilah kita melihat sekali lagi perkara pergerakan Allah di bumi ini.

Di seluruh alam semesta, Allah hanya memiliki satu pergerakan. Zaman Perjanjian Lama sebenarnya bukanlah waktu bagi Allah untuk bergerak di bumi melainkan satu waktu persiapan bagi pergerakan-Nya. Aktifitas-aktifitas Allah dari Kejadian sampai Maleakhi semuanya adalah satu bagian dari persiapan ini. Sebagai satu ilustrasi, kita bisa melihat persiapan yang diperlukan untuk membuka sebuah toko. Toko bisa dibangun dan diperlengkapi namun bukan dibuka untuk bisnis. Semua persiapan telah dibuat, tetapi pemilik toko belum memulai bisnisnya. Demikian juga, zaman Perjanjian Lama adalah satu waktu persiapan Allah untuk membuka “bisnis” di dari ekonomi ilahi.

Ekonomi Allah terutama adalah menggarapkan Diri-Nya sendiri ke dalam umat pilihan dan tebusan-Nya untuk membuat Diri-Nya bersatu dengan mereka dan membuat mereka bersatu dengan Dia. Di dalam ekonomi-Nya, Allah bahkan membaurkan Diri-Nya sendiri dengan umat-Nya untuk menjadi satu kesatuan dengan mereka. Mengenai hal ini, Alkitab mengatakan bahwa siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan menjadi satu roh (1 Kor. 6:17). Dia adalah Roh itu; Dia telah membuat satu roh di dalam kita; dan sekarang Roh ilahi dan roh insani yang telah dilahirkan kembali telah dibaurkan bersama menjadi satu roh. Betapa ajaib! Perbauran yang demikian bukan terjadi di dalam Perjanjian Lama, karena zaman Perjanjian Lama adalah waktu persiapan Allah. Dia mempersiapkan langit bagi bumi, bumi bagi manusia, dan manusia dengan satu roh bagi Allah (Zak. 12:1). Dengan cara demikian, manusia dipersiapkan oleh Allah bagi pelaksanaan bisnis dari ekonomi Allah.

Allah memakai waktu kira-kira dua ribu tahun—periode waktu dari Abraham sampai kedatangan Kristus—untuk mempersiapkan umat Israel. Pertimbangkanlah semua pekerjaan yang Allah lakukan terhadap Israel di seluruh Perjanjian Lama. Di mulai dengan Abraham di dalam Kejadian dan dilanjutkan sampai akhir dari Maleakhi, Allah terlibat di dalam banyak aktifitas untuk membuat segala sesuatunya siap bagi-Nya untuk melaksanakan ekonomi-Nya.

Pelaksanaan ekonomi Allah sebenarnya dimulai dengan inkarnasi Kristus. Yohanes 1:14 mengatakan bahwa Firman itu menjadi daging dan bertabernakel di antara kita. Ini menunjukkan bahwa inkarnasi membawa masuk tabernakel yang riil dan hidup, yang adalah Kristus itu sendiri sebagai perwujudan dari Allah Tritunggal. Tabernakel fisik yang didirikan oleh Musa adalah satu lambang, satu bayang-bayang; itu bukanlah tabernakel yang sesungguhnya. Baik tabernakel maupun tabut adalah lambang-lambang dari Kristus. Namun, tanpa lambang itu, Allah tidak memiliki pada bani Israel, satu lambang dari pergerakan-Nya di bumi di dalam Kristus. Pergerakan Allah di dalam tabernakel dengan tabut dari Gunung Sinai sampai ke Gunung Sion adalah satu lambang dari pergerakan-Nya di dalam Kristus dari inkarnasi sampai kenaikan.

Di Sinai, Allah mempersiapkan bani Israel bagi pergerakan-Nya di dalam tabernakel dengan tabuh itu. Allah mengutus Musa ke Mesir untuk membawa mereka keluar dari Mesir ke Sinai, dan di sana di Sinai, Allah memberikan satu pelatihan kepada mereka yang berakhir sangat lama. Pertama, Allah mendeklarasikan hukum taurat untuk menguji mereka, menyingkapkan mereka, meyakinkan mereka, menyadarikan mereka, dan menundukkan mereka. Akhirnya, setelah mereka ditundukkan, mereka dilatih untuk menjadi satu umat yang kudus, yaitu satu umat yang dikuduskan kepada Allah supaya Dia dapat tinggal di antara mereka dan bergerak bersama dengan mereka.

Menjelang waktu tabernakel didirikan, umat itu telah dilatih dan dipersiapkan, bahkan sebagai satu bala tentara, bagi pergerakan Allah. Maka Musa, wakil Israel ini berdoa, dengan mengatakan, “Biarlah Allah bangkit; biarlah musuh-musuh-Nya terserak; Dan biarlah orang-orang yang membenci Dia melarikan diri dari hadapan-Nya” (Mzm. 68:1; Bil. 10:35). Segera, Allah mulai bergerak bersama dengan umat-Nya melalui padang gurun. Akhirnya, tabut itu naik ke Gunung Sion dan ditaruh di dalam bait, yang telah dibangun untuk menggantikan tabernakel. Inilah pergerakan Allah di dalam Perjanjian Lama, satu lambang yang menunjukkan bahwa pada satu hari Allah akan bergerak di bumi di dalam Kristus sebagai tabernakel yang sesungguhnya.

Setelah berada di bumi selama tiga puluh tiga setengah tahun, Kristus disalibkan, dibangkitkan, dan naik ke surga. Sebagai Dia yang telah naik, Kristus tetap bekerja di atas diri kita, umat Allah, untuk membuat kita menjadi satu ciptaan baru, yaitu, mengerjakan ciptaan baru dari ciptaan lama. Ini bukanlah satu perkara yang sederhana, dan ini tidak bisa dilakukan dalam jangka waktu yang singkat. Banyak dari kita yang bisa mempersaksikan bahwa, sekalipun kita telah berada di dalam Tuhan selama bertahun-tahun, tetapi kita tidak serohani itu dan masih sedang diperbarui, dikuduskan dan ditransformasi. Kita masih perlu Kristus bekerja di atas diri kita oleh ministri surgawi-Nya. Bahkan Paulus harus menunggu sampai akhir dari hidupnya sebelum ia bisa mengatakan, “Aku telah melakukan peperangan yang baik; Aku telah menyelesaikan jalur ini; Aku telah memelihara iman” (2 Tim. 4:7). Saya harap bahwa pada satu hari kita semua akan dapat mengatakan demikian. Sekarang ini, Tuhan masih sedang bergerak di surga untuk membuat kita menjadi ciptaan baru sepenuhnya dan untuk membawa kita dari bumi ke surga.

Sekarang marilah kita berusaha untuk menjelaskan apa pusat dari bagian pertama dari Mazmur 68 ini. Pusat dari bagian ini adalah sayap-sayap merpati yang bersalut dengan perak dan bulu-bulu kepak merpati dengan emas kuning kehijauan (ay. 13). Sayap-sayap merpati melambangkan kuasa pergerakan Roh itu; perak melambang Kristus di dalam penebusan-Nya bagi pembenaran kita; dan emas kuning kehijauan melambangkan Allah di dalam sifat-Nya yang gemilapan di dalam hayat dan kemuliaan-Nya. Di sini kita memiliki Allah Tritunggal dengan semua penggenapan-Nya bagi kenikmatan kita.

Sayap-sayap merpati yang bersalut dengan perak dan bulu-bulu kepak bersalut emas kuning kehijauan ini adalah jarahan yang disinggung di dalam ayat 12. Ada beberapa yang membayangkan bagaimana Allah Tritunggal bisa menjadi jarahan yang demikian. Untuk memahami ayat ini, kita perlu menyadari bahwa jarahan yang kita maksud adalah sesuatu yang didapatkan, atau dituai, sebagai hasil dari peperangan dan memenangkan satu peperangan. Kristus berperang di dalam kematian-Nya, kebangkitan, dan kenaikan-Nya, dan sungguh Dia telah mendapatkan beberapa jarahan sebagai hasilnya. Apakah yang telah dituai-Nya melalui kemenangan-Nya ini? Dia telah menuai kekayaan-kekayaan dari Allah Tritunggal bagi kita. Pada saat kita mengaku dosa-dosa kita dan percaya kepada Kristus, kita menerima Roh itu dengan Allah, Kristus dan hayat ilahi—kekayaan-kekayaan, jarahan, yang diperoleh Kristus melalui kemenangan-Nya.

Sebagai orang-orang yang percaya kepada Tuhan Yesus, kita mendapatkan apa yang telah didapatkan-Nya. Kita mendapatkan Allah; kita mendapatkan Roh itu; kita mendapatkan hayat ilahi; dan kita mendapatkan Kristus yang almuhit sebagai perwujudan dari Allah Tritunggal. Ini berarti bahwa di dalam Kristus, kita mendapatkan Allah Tritunggal yang telah melalui proses dan rampung sebagai jarahan bagi kenikmatan kita. Sekarang hari demi hari, kita sedang menikmati merpati, perak, dan emas. Inilah pusat dari bagian pertama dari Mazmur 68 ini.

Sekarang marilah kita melanjutkan untuk melihat bagian kedua dari mazmur ini.

VI. KENIKMATAN AKAN ALLAH DI DALAM RUMAH-NYA

Di dalam bagian pertama ada lima perkara yang tercakup: pergerakan Allah di bumi, kemenangan Allah di dalam Kristus, kenaikan Kristus, Kristus menerima karunia-karunia, dan Kristus membangun rumah Allah. Ini membawa kita kepada butir pertama di dalam bagian kedua—kenikmatan akan Allah di dalam rumah-Nya (ay. 19-23).

A.

Setelah Pembangunan Tempat Tinggal Allah

Kenikmatan akan Allah di dalam rumah-Nya datang setelah pembangunan tempat tinggal-Nya, yaitu gereja (ay. 18b).

B.

Menikmati Allah yang Memuati Kita dengan Kebaikan

Ayat 19a mengatakan, “Diberkatilah Tuhan, yang hari demi hari memuati kita dengan kebaikan.” Apakah “kebaikan” ini yang dengannya Allah memuati kita setiap hari? Kebaikan, seperti “kebaikan” yang disinggung di dalam Roma 8:28, bukan mengacu kepada hal-hal materi seperti rumah yang bagus atau sebuah mobil baru; sebaliknya, kebaikan ini mengacu kepada Allah Tritunggal—mengacu kepada sayap-sayap merpati yang bersalut perak dan bulu-bulu kepak yang bersalut dengan emas. Ini berarti bahwa setiap hari Allah sedang memuati kita dengan Diri-Nya sendiri.

C.

Menikmati Allah sebagai Keselamatan dan Kelepasan Kita

“Allah adalah keselamatan kami. Allah bagi kami adalah Allah yang melepaskan, Dan Tuhan Yehovah bahkan Menjadi keselamatan dari maut” (ay. 19b-20). Ini mewahyukan bahwa di dalam rumah Allah, kita menikmati Allah sebagai keselamatan dan kelepasan kita; pada Dia ada jalan keluar, yaitu jalan untuk diselamatkan, bahkan dari maut. Hanya Allah yang bisa memberi kita satu jalan untuk melarikan diri dari maut dan menyelamatkannya karena hanya Allah adalah hayat. Bila kita menikmati Dia sebagai hayat kita, maka kita diselamatkan dari maut. Sebenarnya, jalan untuk keluar dari maut adalah Allah itu sendiri.

D.

Menikmati Kemenangan Allah atas Musuh-musuh

Ayat 21 sampai 23 mewahyukan bahwa di dalam rumah Allah kita juga menikmati kemenangan-Nya atas musuh-musuh. Misalnya, ayat 21 mengatakan, “Sesungguhnya Allah akan menghancurkan kepala musuh-musuh-Nya, tempurung kepala yang berambut dari orang yang tetap hidup dalam kesalahan-kesalahannya.”

VII. MEMUJI ALLAH

Di dalam ayat 24 sampai 28, kita memiliki perkara memuji Allah.

A.

Memuji Allah Bahwa Musuh-musuh-Nya Telah Melihat Perarakan-Nya di dalam Tempat Kudus

“Mereka telah melihat perarakan-Mu, O Allah, Perarakan dari Allah-ku, Rajaku, di dalam tempat kudus” (ay. 24). Di sini “mereka” mengacu kepada musuh-musuh, yaitu orang-orang yang tidak percaya; “perarakan” mengacu kepada aktifitas-aktifitas Allah; dan “tempat kudus” melambangkan gereja.

Untuk mengapresiasi bagian dari Mazmur 68 ini, kita perlu kenal latar belakangnya. Di Gunung Sinai, Allah mendeklarasikan hukum taurat dan menyuruh Musa untuk membangun tabernakel dengan tabut dan segala jenis perabotannya. Pendirian tabernakel adaah semacam upacara. Semua bani Israel dikumpulkan dan setelah segala sesuatunya diatur, maka tabut itu dibawa masuk. Saya percaya bahwa, seperti yang ditunjukkan ayat 25, ketika tabut itu dibawa masuk ke dalam tabernakel, maka ada satu perarakan oleh anak-anak dara dan penyanyi-penyanyi yang bergerak di hadapan tabut itu. Di belakangnya, mungkin ada kelompok lainnya yang bukan tersusun dari anak-anak dara melainkan dari laki-laki dari suku Benyamin, Yehuda, Zebulon, dan Naftali (ay. 27). Pergerakan tabut ini adalah satu aktifitas Allah, karena Allah menyertai tabut itu. Karena itu, aktifitas tabut itu adalah aktifitas Allah. Selain itu, karena Israel telah berada di Sinai untuk sejangka waktu yang lama, maka orang-orang di daerah sekelilingnya pasti telah mendengar bahwa ada sesuatu yang penting yang sedang terjadi dan mungkin telah datang untuk melihat apa yang sedang terjadi. Karena itu, upacara ini mungkin telah diamati bukan hanya oleh bani Israel melainkan juga oleh sejumlah orang Kafir yang telah datang untuk menyaksikan upacara itu.

B.

Oleh Anak-anak Dara yang Membunyikan Rebana

“Penyanyi-penyanyi berjalan di depan; para pemain mengikutinya; Di tengah-tengah anak-anak dara membunyikan rebana” (ay. 25). Di sini pujian adalah oleh perempuan-perempuan, yaitu anak-anak dara sebagai penyanyi-penyanyi di depan dan para pemain yang mengikutinya. Di dalam ayat ini “anak-anak dara” melambangkan kaum beriman.

C.

Memberkati Allah di dalam Jemaat-jemaat oleh Laki-laki yang Berasal dari Sumber Israel

Berkatilah Allah Yehovah di dalam jemaat-jemaat, Hai kamu yang berasal dari sumber Israel. Ada Benyamin yang bungsu, yang memerintah mereka, Dan para pemuka Yehuda di dalam kumpulan mereka, Para pemuka Zebulon, para pemuka Naftali. Allahmu telah memerintahkan kekuatanmu; Kuatkanlah, O Allah, apa yang telah Engkau lakukan bagi kami” (ay. 26-28). Di sini kita memiliki berkat Allah oleh laki-laki, yang melambangkan orang-orang yang kuat.

D.

Melukiskan satu Pemandangan dalam Perlambangan mengenai Ekonomi Perjanjian Baru Allah

Di dalam pujian yang disampaikan kepada Allah oleh umat pilihan-Nya, ada lukisan satu pemandangan dalam perlambangan mengenai ekonomi Perjanjian Baru Allah di dalam penggenapan penebusan Allah bagi keselamatan-Nya oleh Kristus dan di dalam penyebaran kabar baik tentang penggenapan Kristus dengan kata-kata yang indah dari injil.

1.

Benyamin yang Bungsu

Ayat 27a membicarakan tentang “Benyamin yang bungsu.”

a.

Sebagai Anak Kesengsaraan, Benoni

Benyamin mempunyai dua nama, yang pertama adalah Benoni. Nama ini, diberikan kepadanya oleh Rahel ibunya ketika ia sekarat dalam melahirkan anak, yang berarti “anak kesengsaraan” (Kej. 35:18a). Sebagai anak kesengsaraan, Benoni, yaitu Benyamin melambangkan Kristus yang, sebagai Manusia kesengsaraan di dalam inkarnasi dan penghidupan insani-Nya di bumi, menggenapkan penebusan kekal Allah bagi keselamatan-Nya yang penuh.

b.

Sebagai Anak Tangan Kanan, Benyamin

Oleh karena Rahel menamai anaknya Benoni, maka Yakub segera mengubah nama anaknya itu menjadi Benyamin, yang berarti “anak tangan kanan” (ay. 18b). Ada di tangan kanan berarti berada di dalam kedudukan kemuliaan dan kehormatan. Sebagai anak tangan kanan, Benyamin melambangkan Kristus yang, sebagai Putra tangan kanan Allah di dalam kebangkitan, kemenangan, dan kenaikan-Nya melayani di surga untuk melaksanakan penerapan dari penebusan Allah bagi keselamatan-Nya. Kristus berinkarnasi untuk menjadi Benoni, Manusia kesengsaraan, tetapi di dalam kebangkitan Dia menjadi Benyamin, Putra tangan kanan Allah di dalam kemuliaan dan kehormatan.

2.

Pemuka-pemuka Yehuda

Mazmur 68:27 membicarakan juga tentang para pemuka Yehuda. Yehuda adalah singa dengan kuasa dan tongkat kerajaan, dan ia adalah damai sejahtera (Shiloh) bagi umat Allah (Why. 5:5a; Kej. 49:8-10).

a.

Melambangkan Kristus sebagai Kemenangan bagi Umat Allah dan Damai Sejahtera bagi Umat Allah

Benyamin melambangkan Kristus terutama di dalam keinsanian-Nya, sedangkan Yehuda melambangkan Kristus terutama di dalam keilahian-Nya. Di dalam keilahian-Nya, Kristus bukanlah seorang Manusia kesengsaraan, melainkan singa dengan kuasa dan otoritas (yang dilambangkan oleh tongkat). Khususnya, Yehuda melambangkan Kristus sebagai kemenangan bagi umat Allah dan damai sejahtera bagi umat Allah. Di dalam penerapan penebusan, Kristus adalah damai sejahtera kita.

b.

Sebagai Suku Rajani, yang Selalu Didampingi oleh Benyamin, sebagai Suku Pejuang

Yehuda, sebagai suku rajani, selalu didampingi oleh Benyamin, sebagai suku pejuang (Kej. 49:27), bagi kerajaan Allah di bumi. Di dalam perlambangngan, Yehuda dan Benyamin, yang tergabung secara geografis, membentuk satu kelompok mengenai penggenapan dan penerapan dari penebusan Kristus bagi keselamatan Allah. Pada Benyamin, penekanannya adalah pada penggenapan penebusan; pada Yehuda, penekanannya adalah pada penerapan penebusan (di dalam kenaikan Kristus).

3.

Para Pemuka Zebulon

Mazmur 68:27 selanjutnya menyinggung para pemuka Zebulon. Tinggal di tempat persinggahan di laut (Galilea) untuk tempat persinggahan kapal-kapal (Kej. 49:13), Zebulon melambangkan Kristus sebagai “tempat persinggahan” dari para pemberita injil bagi transportasi dan penyebaran di dalam pemberitaan injil Allah. Injil telah digenapkan, tetapi perlu ada penyebaran injil oleh sarana “kapal-kapal.” Pada hari Pentakosta, sedikitnya ada seratus dua puluh “kapal” injil,” semuanya adalah orang-orang Galilea, yang diutus untuk memberitakan injil.

4.

Para Pemuka Naftali

Terakhir, Mazmur 68:27 membicarakan tentang para pemuka Naftali. Kejadian 49:21 memberi tahu kita bahwa Naftali adalah seekor rusa betina yang terlepas; ia memberikan kata-kata yang baik.

a.

Melambangkan Kristus sebagai Dia Yang Telah Dilepaskan dari Kematian di dalam Kebangkitan dan Memberikan Firman-firman yang Baik bagi Pemberitaan Injil-Nya

Naftali melambangkan Kristus sebagai Dia yang telah dilepaskan dari kematian di dalam kebangkitan, yang dilambangkan dengan “rusa betina yang terlepas” (Mzm. 22; judul Kid. 2:8-9), dan memberikan kata-kata yang baik bagi pemberitaan injil-Nya (Mat. 28:18-20). Di dalam kebangkitan, Kristus datang kepada murid-murid-Nya dan memerintahkan mereka untuk memuridkan bangsa-bangsa.

b.

Orang-orang dari Zebulon dan Naftalli Menjadi Orang-orang Galilea

Orang-orang dari Zebulon dan Naftali adalah orang-orang Galilea (Mat. 4:12-17; Kis. 1:11), yang daripadanya injil Kristus telah menyebar, diberitakan, dan dikembangbiakan.

c.

Zebulon dan Naftali Membentuk satu Kelompok di dalam Perlambangan

Dalam perlambangan, Zebulon dan Naftali membentuk satu kelompok bagi penyebaran dan perkembang-biakan kabar baik tentang penebusan Kristus bagi keselamatan Allah.

Mungkin Anda membayangkan mengapa hanya empat suku Israel yang disinggung di dalam Mazmur 68:27 ini. Alasannya adalah karena di dalam perlambangan di sini hanya empat yang diperlukan, dan keempatnya ini adalah yang paling cocok.

Sebagaimana pusat dari bagian yang pertama dari mazmur ini adalah Allah Tritunggal yang dilambangkan oleh merpati, perak, dan emas, maka pusat dari bagian kedua adalah empat suku yaitu Benyamin, Yehuda, Zebulon, dan Naftali. Dua yang pertama—Benyamin da Yehuda—adalah satu kelompok mengenai penggenapan dan penerapan penebusan; dua lainnya—Zebulon dan Naftali—adalah satu kelompok mengenai pemberitaan, penyebaran, dan pengembang-biakan injil. Ketika kita mempertimbangkan dua pusat dari dua bagian dari Mazmur 68 ini, maka kita bisa melihat Allah Tritunggal sebagai jarahan Kristus telah menjadi kenikmatan kita, dan kita juga bisa melihat bahwa penebusan Kristus telah digenapkan bagi keselamatan Allah, bahwa penebusan yang telah digenapkan ini telah diterapkan kepada kita, dan bahwa firman mengenai keselamatan Allah sekarang sedang menyebar ke mana-mana.

VIII. PENYEBARAN KE DALAM KOTA ALLAH

Perkara selanjutnya di dalam Mazmur 68 adalah penyebaran dari bait ke dalam kota Allah.

A.

Setelah Allah Menguatkan Apa yang Telah Dilakukan-Nya bagi Umat Pilihan-Nya

Kuatkanlah, O Allah, apa yang telah Engkau lakukan bagi kami. Karena bait-Mu di Yerusalem” (ay. 28b-29a). Firman ini menunjukkan bahwa setelah Allah menguatkan apa yang telah dilakukan-Nya bagi umat pilihan-Nya, maka pengaruh dari kenikmatan akan Allah di dalam rumah-Nya akan menyebar ke seluruh kota Yerusalem karena rumah Allah, yang ada di Yerusalem.

B.

Rumah Allah Melambangkan Gereja Lokal dan Kota Yerusalem Melambangkan Kerajaan

Rumah Allah melambangkan gereja lokal, dan kota Yerusalem melambangkan kerajaan, penguat dan pengaman gereja.

IX. MENDAPATKAN BUMI BAGI ALLAH

Mazmur 68 disimpulkan dengan satu perkataan tentang mendapatkan bumi bagi Allah (ay. 29b-35).

A.

Pengaruh dari Kenikmatan akan Allah akan Mendapatkan Bumi bagi Allah

Pengaruh dari kenikmatan akan Allah akan mendapatkan seluruh bumi bagi Allah.

1.

Raja-raja Bangsa-bangsa Membawa satu Persembahan kepada Allah

Menurut ayat 29b, raja-raja bangsa-bangsa akan membawa satu persembahan kepada Allah.

2.

Allah Membereskan Orang-orang Mesir

Allah akan membereskan orang-orang Mesir, yang seperti binatang-binatang di alur-alur di tepi sungai Nil (ay. 30a).

3.

Allah Membereskan Bangsa-bangsa

Allah juga akan membereskan bangsa-bangsa, yang seperti kawanan kambing jantan di antara anak-anak lembu dan yang bernafsu terhadap perak dan suka akan perang (ay. 30b)

4.

Bangsawan-bangsawan akanKeluar dari Mesir untuk Mengunjungi Yerusalem dan orang Kusy Dengan Cepat Mengulurkan Tangannya kepada Allah

Ayat 31 menunjukkan bahwa bangsawan-bangsawan akan keluar dari Mesir untuk mengunjungi Yerusalem, kota Allah, dan bahwa orang Kusy (Ethiopia hari ini) akan dengan cepat mengulurkan tangannya kepada Allah.

5.

Pemandangan ini Rampung di dalam Zaman Pemulihan yang akan Datang

Lukisan pemandangan di atas akan rampung di dalam zaman pemulihan yang akan datang (Mat. 19:28), di mana seluruh bumi akan datang ke Yerusalem untuk menyembah Allah dan menerima pengajaran dan penerangan (Yes. 2:2-3; Zak. 14:16-17).

B.

Kerajaan-kerajaan di Bumi Akan Diperintah untuk Memuji Allah

Di dalam ayat 32 sampai 34 kerajaan-kerajaan di bumi akan diperintah untuk menyanyikan mazmur-mazmur di dalam pemulihan kepada Allah, yang berkendaraan melintasi langit, langit purbakala, dan memperdengarkan suara-Nya, suara yang perkasa (kilat). Mereka juga diperintah untuk mengakui kekuatan Allah, yang keunggulannya (kemuliaannya) ada di atas Israel dan yang kekuatannya ada di segala langit.

C.

Pemazmur Memuji dan Memberkati Allah

“Engkau mengagumkan, O Allah, dari tempat-tempat kudus-Mu. Allah Israel, Dia memberikan kekuatan dan kuasa kepada umat itu. Diberkatilah Allah!” (ay. 35). Di dalam ayat yang menyimpulkan ini, pemazmur memuji Allah dan memberkati Dia.