← Daftar isi Mazmur (1) · bab 25/42

KRISTUS SEBAGAI PUSAT DARI PERGERAKAN ALLAH DI BUMI (1)

Pembacaan Alkitab: Mzm. 68:1-18; Bil. 9:15a; 10:35; Ef. 4:8, 11-12; 6:12; 2:22

Di dalam berita ini, kita akan mulai mempelajari Mazmur 68. Ketika kita datang kepada mazmur ini, kita harus menganggapnya sebagai mazmur yang paling tinggi di antara seratus lima puluh mazmur.

Mazmur 68 ini sulit sekali untuk dipahami. Contoh-contoh dari kesulitan ini ditemukan di dalam ayat 11b sampai 13. “Perempuan-perempuan yang membawa kabar baik itu merupakan tentara yang besar: Raja-raja segala tentara melarikan diri, Mereka melarikan diri! Dan ia yang tinggal di rumah membagi-bagi jarahan. Maukah kamu berbaring di antara kandang-kandang? Sayap-sayap merpati bersalut dengan perak, bulu kepaknya dengan emas kuning kehijauan.” Siapakah perempuan-perempuan yang membawa kabar baik dan adalah satu tentara yang besar? Siapakah dia yang tinggal di rumah dan membagi-bagikan jarahan? Kelihatannya tidak ada bagian kalimat yang mendahului kata ganti “ia” di sini. Kepada siapakah kata ganti ini diacukan? Selain itu, siapakah “kamu” yang berbaring di antara kandang-kandang? Kita juga perlu mengetahui mengenai sayap-sayap merpati yang bersalut dengan perak dan bulu kepak dengan emas yang kuning kehijauan. Kita harus mengakui bahwa sulit bagi kita untuk mengenal makna dari hal-hal ini dan memahaminya.

Seperti yang akan kita lihat, merpati, perak, dan emas mengacu kepada Allah Tritunggal. Merpati melambangkan Roh Allah; dalam perlambangan perak melambangkan Kristus sebagai Penebus yang menggenapkan penebusan bagi keselamatan Allah; dan emas melambangkan Allah di dalam sifat-Nya. Di sini emas itu kuning kehijauan, dengan hijau melambangkan hayat ilahi dan kuning, kemuliaan ilahi. Karena itu, emas kuning kehijauan melambangkan Allah di dalam sifat-Nya yang gemilapan di dalam hayat dan kemuliaan-Nya. Di sini kita memiliki Allah Tritunggal- Roh itu, Kristus dan Allah—dengan segala penggenapan-Nya untuk kita nikmati.

Ayat 12 membicarakan tentang membagi-bagikan jarahan. Apakah jarahan ini? Ini adalah sesuatu yang dituai sebagai hasil dari peperangan. Di dalam kematian, kebangkitan dan kenaikan-Nya, Kristus memerangi peperangan, dan jarahan yang dituai oleh-Nya telah menjadi kenikmatan kita. Kristus memperoleh beberapa jarahan di dalam setiap tahap dari peperangan-Nya; Dia menuai jarahan di dalam kematian-Nya, dan di dalam kebangkitan-Nya, dan di dalam kenaikan-Nya, menurut Kolose 2, si jahat berusaha menahan-Nya. Jarahan yang diperoleh, dituai oleh Kristus sebenarnya adalah Allah Tritunggal. Ini berarti bahwa jarahan di dalam ayat 12 ini adalah Roh itu sebagai merpati, Kristus sang Putra sebagai perak, dan Allah Bapa sebagai emas.

Untuk mengilustrasikan lebih jauh betapa sulitnya memahami Mazmur 68, marilah kita juga melihat ayat 25 sampai 27. “Di depan berjalan penyanyi-penyanyi, di belakang pemetik-pemetik kecapi, di tengah-tengah dayang-dayang yang memalu rebana. Dalam jemaah pujilah Allah, yakni Yehovah, hai kamu yang berasal dari sumber Israel! Itu Benyamin, yang bungsu, yang berjalan di depan mereka, pemuka-pemuka Yehuda berbondong-bondong, pemuka-pemuka Zebulon, pemuka-pemuka Naftali.” Apakah Anda memahami semuanya ini? Mengapa nama-nama empat suku dari dua belas suku yang disebukan—Benyamin, Yehuda, Zebulon, dan Naftalli—tetapi nama-nama suku lainnya tidak disebutkan? Sekali lagi, kita harus mengakui bahwa perkara ini sulit untuk dipahami.

Perkara yang lebih sulit untuk dipahami lagi adalah mengapa Mazmur 68 ini ditulis. Mengapa mazmur ini ditulis, dan mengapa disusuni secara demikian? Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu melihat cara mazmur ini dimulai. Ayat 1 mengatakan, “Biarlah Allah bangkit; biarlah musuh-musuh-Nya tercerai berai; Dan biarlah mereka yang membenci Dia lari dari hadapan-Nya.” Ini adalah satu kutipan dari doa Musa di dalam Bilangan 10:35, yang diucapkan ketika tabut perjanjian keluar dari Gunung Sinai.

Setelah Musa membawa bani Israel ke Gunung Sinai, mereka tinggal di sana untuk jangka waktu yang lama. Selama waktu itu, Allah mendeklarasikan hukum-Nya kepada mereka melalui Musa. Namun, hal utama yang terjadi pada waktu itu bukanlah deklarasi hukum taurat melainkan Allah memerintahkan Musa untuk membangun tabernakel dengan tabut, mezbah ukupan, kaki pelita, meja roti sajian, bejana pembasuhan, mezbah, dan semua perkakas.

Apakah tujuan Allah dalam mendeklarasikan hukum taurat dan dalam memerintahkan Musa untuk membangun tabut dan tabernakel dengan semua perabotnya? Hukum taurat dideklarasikan untuk tujuan menyingkapkan dan menundukkan Israel. Allah bermaksud untuk memakai hukum taurat untuk menyingkapkan kelemahan, ketidakmampuan, cacat, dan kekurangan-kekurangan umat itu untuk membuat mereka menyadari bahwa mereka penuh dengan dosa dan tidak bisa berbuat apa-apa bagi-Nya. Maka, hukum taurat dideklarasikan untuk meyakinkan mereka akan hal ini dan bahkan untuk menghukum mereka.

Keluaran 19 membicarakan tentang pengalaman bani Israel di Gunung Sinai. Di satu pihak, mereka penuh rasa takut, karena mereka mendengar guruh, melihat kilat dan awan tebal, dan sadar bahwa Allah hadir bersama dengan mereka di gunung itu. Di lain pihak, mereka bangga akan semua hal mengenai Allah ini. Ketika Musa menyampai semua perkataan yang diperintahkan Allah ini ke hadapan mereka, maka umat itu menjawab menjawab dan mengatakan, “Segala yang Tuhan katakan akan kami lakukan” (ay. 8). Musa memberitahukan perkataan-perkataan dari umat itu kepada Tuhan, dan kemudian Tuhan datang untuk mendeklarasikan hukum taurat. Bahkan sebelum hukum taurat dideklarasikan kepada bani Israel, mereka melanggar Sepuluh Perintah dan melakukan dosa dengan menyembah patung lembu emas. Ketika Musa mempelajari hal ini, ia menjadi marah dan memecahkan kedua loh batu itu. Poinnya di sini adalah bahwa hukum taurat diberikan untuk menyingkapkan umat Israel, untuk meyakinkan, menghukum, dan menundukkan mereka, dan membuat mereka menyadari bahwa mereka tidak mampu melakukan sesuatu untuk menyenangkan Allah. Inilah tujuan Allah dalam mendeklarasikan hukum taurat.

Sekarang kita perlu melihat tujuan Allah mengenai pembangunan tabernakel. Allah menghendaki bani Israel membangun satu tabernakel bagi-Nya supaya Dia dapat tinggal di antara mereka dan mereka dapat mengontaki Dia dan bahkan tinggal bersama dengan-Nya. Namun, karena mereka penuh dengan dosa, maka mereka memerlukan satu mezbah untuk membereskan dosa-dosa mereka. Selain itu, mereka memerlukan meja roti sajian bagi makanan rohani, kaki pelita untuk penerangan rohani, dan mezbah ukupan bagi mereka untuk berdoa kepada Tuhan.

Tabernakel yang dibangun dan didirikan di Gunung Sinai adalah satu lambang dari Kristus sebagai tabernakel yang sesungguhnya. Tabernakel yang sesungguhnya ini didirikan melalui inkarnasi Kristus. Yohanes 1:14 memberi tahu kita bahwa Firman itu, yang adalah Allah, menjadi daging dan bertabernakel di antara kita, penuh kasih karunia dan realitas. Tabernakel yang dibangun oleh Israel di bawah pimpinan Musa adalah satu lambang, atau satu bayang-bayang, sedangkan Yesus Kristus, Allah yang berinkarnasi, adalah tabernakel yang sesungguhnya bagi tempat kediaman Allah di bumi dan bagi umat Allah untuk mengontaki Dia dan tinggal bersama dengan-Nya.

Selama tahun-tahun mereka di padang gurun, bani Israel tidak melakukan apa-apa selain melakukan hukum taurat dan mendirikan tabernakel dengan mezbah, bejana pembasuhan, meja roti sajian, kaki pelita, mezbah ukupan, dan tabut. Kapan saja waktunya bagi mereka untuk bergerak dalam perjalanan mereka, maka mereka mengepak tabernakel dan perabot-perabot dan perkakas-perkakasnya dan membawanya beserta mereka di dalam pergerakan mereka. Akhirnya mereka berhenti, dan tabernakel sertam segala sesuatu yang berhubungan dengannya dipasang kembali.

Umat itu juga harus mempersembahkan berbagai jenis kurban persembahan kepada Allah. Jika tidak demikian, maka mereka akan dikutuk oleh hukum taurat karena dosa-dosa mereka dalam melanggar perintah-perintah Allah. Namun, darah kurban penghapus dosa yang dipercikkan di atas tutup tabut itu memenuhi tuntutan-tuntutan hukum taurat dan membuat umat itu bisa berada dalam damai sejahtera dan bisa mengontaki Allah.

Sebelum inkarnasi Kristus, Allah tidak melakukan sesuatu bagi penggenapan ekonomi Perjanjian Baru-Nya. Di dalam Perjanjian Lama, Allah memanggil Abraham, memilih dia dan keturunan-keturunannya untuk menjadi umat-Nya, ras pilihan-Nya. Berabad-abad yang lalu, Allah membawa umat Israel ke Gunung Sinai untuk melatih mereka dan membantu mereka untuk mengenal kedosaan mereka dan dengan demikian meyakinkan dan menundukkan mereka. Hukum taurat yang dideklarasikan melalui Musa adalah satu realitas, sedangkan tabernakel dengan segala perabotan dan perkakas-perkakasnya adalah lambang dari Kristus. Meskipun demikian, Allah bisa tinggal di dalam tabernakel itu, dan umat itu memiliki jalan untuk mengontaki Dia. Di seluruh sisa dari Perjanjian Lama, yaitu di dalam semua kitab sejarah dan kitab para nabi, Allah melanjutkan untuk menyingkapkan Israel. Dia menyingkapkan mereka di dalam Yosua dan di dalam Hakim-hakim; Dia menyingkapkan mereka di dalam kitab Samuel dan Raja-raja; dan Dia menyingkapkan mereka di dalam Yesaya, Yeremia, dan semua nabi lainnya, baik nabi besar maupun nabi kecil. Kelihatannya Allah tidak bergerak melainkan hanya melakukan satu hal—menyingkapkan umat Israel.

Pergerakan Allah di bumi bagi ekonomi Perjanjian Baru-Nya dimulai dengan inkarnasi, yaitu dengan kedatangan Allah sebagai Putra untuk berinkarnasi. Inkarnasi adalah pendirian tabernakel yang riil dan hidup. Jadi, inkarnasi Kristus adalah tabernakel yang riil yang di dalam-Nya Allah tinggal dan melalui-Nya Dia dapat bergerak di bumi. Di mulai dengan inkarnasi, Allah mulai bergerak, berjalan, di bumi bagi ekonomi Perjanjian Baru-Nya. Dia bergerak di bumi selama tiga puluh tiga setengah tahun kemudian, setelah kematian dan kebangkitan-Nya, Dia naik ke surga.

Pergerakan Allah di dalam Kristus ini digambarkan di dalam Mazmur 68:1-18. Kita telah melihat bahwa bagian pertama dari ayat 1 mengatakan, “Biarlah Allah bangkit,” dan Allah benar-benar bangkit untuk bergerak. Melalui apakah Allah bergerak? Dia bergerak melalui tabernakel. Tanpa tabernakel, Allah tidak bisa bergerak. Ini menunjukkan bahwa Allah bergerak di dalam Kristus dan melalui Kristus. Tanpa Kristus, Allah tidak bisa bergerak di bumi. Di dalam Kristus, Allah Tritunggal membuat satu “tur” yang panjang, tur yang berlangsung selama tiga puluh tiga setengah tahun dan berakhir dengan kenaikan Kristus ke langit tingkat ketiga.

Dalam perlambangan, tur ini, yaitu pergerakan Allah ini bagi ekonomi Perjanjian Baru-Nya digambarkan di dalam Mazmur 68 sebagai perjalanan Allah bersama dengan Israel dari Sinai ke Sion. Sinai adalah tempat di mana hukum taurat itu dideklarasikan, dan Sion adalah tujuan dari perjalanan Allah Tritunggal dan umat-Nya. Ketika kita mempertimbangkan hal ini, kita perlu menyadari bahwa ada dua perjalanan—perjalanan di dalam lambang dan perjalanan di dalam realitas. Perjalanandi dalam lambang adalah perjalanan Allah bersama dengan Israel dari Sinai melalui padang gurun ke Sion. Perjalanan dalam realitas, yaitu pergerakan Allah yang sebenarnya di bumi, adalah perjalanan Allah di dalam Kristus sebagai tabernakel yang sesungguhnya yang dimulai dari inkarnasi dan berakhir dengan kenaikan ke Sion surgawi.

Di dalam Mazmur 68, kita memiliki lambang dari perjalanan Allah, dan di dalam Perjanjian Baru, kita memiliki fakta dan realitas. Perjalanan Allah yang sebenarnya di bumi, pergerakan-Nya di bumi adalah pergerakan-Nya di dalam Kristus, tabernakel yang sesungguhnya dengan tabut yang sesungguhnya. Untuk memahami perjalanan yang sesungguhnya ini, kita perlu mempelajari Mazmur 68, satu mazmur yang membantu kita melihat bahwa kehidupan pribadi Kristus dari inkarnasi-Nuya sampai kenaikan-Nya adalah satu perjalanan, pergerakan dari Allah Tritunggal. Jika kita menyadari hal ini, maka kita akan siap untuk melihat delapan belas ayat terdahulu dari Mazmur 68 ini dalam beberapa rincian.

Mazmur 68 adalah puncak dari wahyu ilahi mengenai Kristus di dalam seluruh Mazmur. Mazmur ini ditulis dalam bentuk puisi, dengan lambang-lambang dan tanda-tanda, yang menggambarkan sembilan tahap di dalam pergerakan Allah di bumi di dalam Kristus, perwujudan yang almuhit dari Allah Tritunggal.

I. PERGERAKAN ALLAH DI DALAM TABERNAKEL SEBAGAI TEMPAT KEDIAMAN-NYA DENGAN TABUT SEBAGAI PUSATNYA

Mazmur 68 adalah tentang pergerakan Allah di dalam tabernakel (melambangkan Kristus) sebagai tempat kediaman-Nya dengan tabut (melambangkan Kristus) sebagai pusatnya. Tabernakel dengan tabut ini berjalan di antara bani Israel selama empat puluh tahun sampai tabernakel ini tiba di Sion. Perjalanan ini adalah satu lambang, satu bayang-bayang, dari pergerakan Allah yang sesungguhnya di bumi ini.

A.

Setelah Deklarasi Hukum Taurat untuk Menyingkapkan, Meyakinkan, dan Menghukum Israel

Pergerakan ini dimulai setelah deklarasi hukum taurat untuk menyingkapkan, meyakinkan, dan menghukum Israel. Ini berarti bahwa pergerakan Allah di dalam tabernakel ini dimulai setelah Allah mendapatkan satu umat yang telah dipersiapkan oleh hukum taurat dan dilatih di bawah hukum taurat untuk berjalan berdampingan dengan-Nya.

B.

Setelah Berakhirnya Tabernakel dari Tabut itu

Pergerakan Allah ini dimulai setelah berakhirnya tabernakel dari tabut itu, yang melambangkan Kristus yang berinkarnasi untuk menjadi tempat kediaman Allah di bumi dengan Diri-Nya sendiri sebagai pusat bagi pergerakan Allah di dalam ekonomi-Nya (Yoh. 1:14a; Bil. 9:15a). Ini berarti bahwa Allah bisa bergerak di bumi hanya setelah Dia mendirikan satu jalan—tabernakel dengan tabut—di dalamnya Dia bisa menyertai umat-Nya dan di dalamnya mereka bisa mengontaki Dia dan beserta dengan-Nya. Di dalam Perjanjian Lama, kita memiliki lambang tetapi di dalam Perjanjian Baru kita memiliki Kristus sebagai realitas dari tabernakel dari tabut itu.

C.

Di Tengah-tengah Israel, Umat Pilihan-Nya

Pergerakan Allah di dalam tabernakel ini adalah di tengah-tengah Israel, umat pilihan-Nya.

D.

Dari Sinai melalui Padang Gurun ke Gunung Sion

Pergerakan ini adalah dari Sinai, yang melambangkan dari hukum taurat (Mzm. 68:8b, 17b), melalui padang gurun, yang melambangkan bumi (ay. 4b, 7b), ke Gunung Sion, tempat kediaman Allah (ay. 16), yang melambangkan tempat kediaman Allah di surga (Ef. 4:8a).

E.

Israel, Umat Pilihan Allah, Menang di dalam Allah

Mazmur 68:4 mengatakan, “Menyanyilah bagi Allah; nyanyikanlah mazmur bagi nama-Nya; Menang di dalam Dia yang berjalan melalui padang gurun—Karena Yah adalah nama-Nya—dan bersukarialah di hadapan-Nya.” Ini menunjukkan bahwa Israel, umat pilihan Allah, menang di dalam Allah, yang berjalan melalui padang gurun, dan bersukaria di hadapan-Nya. Hari ini, kita harus menang dan bersukaria di dalam pergerakan Allah di bumi, di dalam pergerakan-Nya dari inkarnasi sampai kenaikan.

II. KEMENANGAN ALLAH DI DALAM KRISTUS SEBAGAI PUSAT, DILAMBANGKAN OLEH TABUT

A.

Doa Musa bagi Yehovah untuk Bangkit

Di dalam ayat 1, kita memiliki doa Musa, wakil dari umat pilihan Allah, bagi Yehovah untuk bangkit dan supaya musuh-musuh-Nya terserak (ay. 14). Musuh-musuh di sini melambangkan Satan dan pasukannya di angkasa (Ef. 6:12). Doa ini sebenarnya adalah aspirasi dari semua umat pilihan Allah.

1.

Raja-raja dari segala Tentara Musuh-musuh-Nya Melarikan Diri

“Raja-raja dari segala tentara melarikan diri. Mereka melarikan diri!” (Mzm. 68:12a). Raja-raja, yang dikalahkan dan terserak ini, melambangkan Satan dan penguasa-penguasa (Ef. 6:12).

2.

Satu Tentara yang Besar yang terdiri dari Perempuan-perempuan Israel yang Membawa Kabar Baik

“Perempuan-perempuan yang membawa kabar baik itu merupakan tentara yang besar” (Mzm. 68:11b). Perempuan-perempuan Israel ini melambangkan orang-orang yang lemah. Sebagai kaum beriman hari ini, kita adalah orang-orang yang lemah, orang-orang yang tidak bisa melakukan apa-apa selain membawa, memberitakan kabar baik.

3.

Ia yang Tinggal di Rumah Membagi-bagikan Jarahan

“Ia yang tinggal di rumah Membagi-bagikan jarahan” (ay. 12b). “Ia” di sini kolektif dan mengacu kepada perempuan-perempuan di dalam ayat 11. Tinggal di rumah melambangkan tidak berada dalam pekerjaan. Jarahan melambangkan semua yang didapatkan dari penggenapan, perampungan, pencapaian, dan perolehan Kristus sebagai tuaian-tuaian kemenangan dari kematian, kebangkitan, dan kenaikan-Nya. Jarahan ini meliputi sayap-sayap bersalut perak dan bulu-bulu kepak dengan emas kuning kehijauan.

a.

Meskipun Mereka Berbaring di antara Kandang-kandang

Mereka akan membagi-bagikan jarahan sekalipun mereka berbaring di antara kandang-kandang (ay. 13a). “Kamu” di dalam ayat 13a mengacu kepada “ia” secara kolektif di dalam ayat 12 dan perempuan-perempuan di dalma ayat 11. Berbaring di antara kandang-kandang melambangkan beristirahat di dalam persediaan Allah dan merawat umat pilihan-Nya.

b.

Ada Empat Butir

Ayat 13b menunjukkan bahwa ada empat butir di antara jarahan itu.

1) Sayap-sayap Merpati

Sayap-sayap merpati melambangkan kuasa pergerakan Roh itu.

2) Perak Putih

Sayap-sayap merpati bersalut dengan perak putih. Perak melambangkan Kristus di dalam penebusan-Nya bagi pembenaran kita, yang ditunjukkan oleh warna putih, yaitu warna persetujuan.

3) Bulu-bulu Kepak

Bulu-bulu kepak ini adalah bulu-bulu di ujung sayap-sayap dari seekor burung. Bulu-bulu kepak ini memberikan kekuatan kepada seekor burung untuk terbang dan membubung tinggi. Karena itu, di dalam ayat 13b “bulu-bulu kepaknya” melambangkan kekuatan yang membubung tinggi dari Roh itu.

4) Emas Kuning Kehijauan, yang Gemilapan

Emas kuning kehijauan, yang gemilapan yang dengannya bulu-bulu kepak itu ditutup melambangkan sifat Allah yang gemilapan di dalam hayat dan kemuliaan ilahi.

5) Isi dari Keempat Butir ini Sebenarnya Adalah Allah Tritunggal

dengan Semua Butir dari Keselamatan-Nya yang Lengkap, Penuh, dan Almuhit

Isi dari keempat butir di atas, sebagai jarahan Kristus di dalam kemenangan-Nya bagi kenikmatan umat pilihan Allah ini, sebenarnya adalah Allah Tritunggal dengan seluruh butir dari keselamatan-Nya yang lengkap, penuh dan almuhit. “Merpati” melambangkan Roh itu dengan kekuatan-Nya yang bergerak dan membubung tinggi; ‘perak putih” melambangkan Kristus di dalam penebusan-Nya yang almhit bagi pembenaran kaum beriman-Nya sebagai jalan masuk ke dalam keselamatan-Nya yang penuh; dan “emas kuning kehijauan” melambangkan Allah di dalam sifat-Nya yang gemilapan di dalam hayat dan kemuliaan-Nya. Allah dan Kristus dibawa masuk oleh kekuatan Roh itu: Kristus dengan kekuatan pergerakan Roh itu dan Allah dengan kekuatan Roh yang membubung tinggi.

6) Umat Pilihan Allah Menikmati Butir-butir ini sebagai Porsi Mereka

di dalam Kristus dan Memberitakan Hal-hal itu kepada Orang Lain sebagai Kabar Baik

Ayat 11 menunjukkan bahwa umat pilihan Allah menikmati seluruh butir di atas sebagai porsi mereka di dalam Kristus dan memberitakan hal-hal itu sebagai kabar baik. Di satu pihak, kita adalah tentara yang besar yang terdiri dari perempuan-perempuan yang membawa, memberitakan kabar baik. Di lain pihak, kita dengan penuh perhentian menikmati porsi kita di dalam Kristus, menikmati Allah Tritunggal—Roh itu sebagai merpati, Kristus sang Putra sebagai perak, dan Allah Bapa sebagai emas. Roh itu sebagai merpati bergerak bersama dengan Kristus sebagai perak dan dengan Allah sebagai emas. Ketika kita memberitakan kabar baik, maka kita sedang menikmati Allah Tritunggal sebagai jarahan yang diperoleh Kristus bagi kita.

B.

Kristus Memimpin Tawanan-tawanan

Ayat 18b mengatakan, ‘Engkau telah memimpin tawanan-tawanan.” Di sini “tawanan-tawanan” mengacu kepada kaum beriman Kristus. Sebelum kita diselamatkan, kita adalah orang-orang dosa dan musuh-musuh Allah, dan kita telah ditawan oleh Satan dan dipenjarakan. Kita adalah “tawanan-tawanan.” Tetapi Kristus telah mengalahkan Satan dan menawan tawanan-tawanannya, termasuk kita. Kemudian, seperti seorang jenderal yang memimpin tawanan-tawanannya, Kristus di dalam kenaikan-Nya ke surga memimpin kita kepada Bapa.

III. KENAIKAN KRISTUS

Mazmur 68 membicarakan mengenai kenaikan Kristus (ay. 18a; Ef. 4:8a).

A.

Naik ke Tempat Tinggi

Mazmur 68:18a mengatakan, “Engkau telah naik ke tempat tinggi.” Ini mengacu kepada puncak di alam semesta (cf. Yes. 14:13b).

B.

Memimpin Tawanan-tawanan, Memasukkannya ke dalam Kereta yang terdiri dari Musuh-musuh yang telah Dikalahkan

Seperti yang telah kita tunjukkan, di dalam kenaikan-Nya, Kristus memimpin tawanan-tawanan. Sekarang kita perlu melihat bahwa orang-orang ini, yaitu yang telah ditebus oleh Kristus, termasuk di dalam kereta yang terdiri dari musuh-musuh yang telah dikalahkan. Perjanjian Baru Amplified menterjemahkan “Dia memimpin tawanan-tawanan” (Ef. 4:8) seperti “Dia memimpin di dalam satu kereta yang terdiri dari musuh-musuh yang telah dikalahkan.” Di dalam kenaikan Kristus, ada satu perarakan dari musuh-musuh yang telah dikalahkan ini, yang dipimpin sebagai tawanan-tawanan dari satu peperangan, bagi perayaan kemenangan Kristus. Meskipun, seperti yang ditunjukkan Kolose 2, roh-roh jahat berusaha untuk merintangi Kristus di dalam kenaikan-Nya, meskipun demikian Kristus naik kepada Bapa yang memimpin satu kereta yang terdiri dari musuh-musuh yang telah dikalahkan. Dia tidak muncul di hadapan Bapa dengan hampa tangan melainkan memiliki banyak sekali musuh yang telah dikalahkan yang mengikuti Dia.

IV. KRISTUS MENERIMA KARUNIA-KARUNIA

Mazmur 68:18 juga mewahyukan perkara Kristus menerima karunia-karunia.

A.

Menerima Pemberian-pemberian di antara Manusia, bahkan dari Pemberontak-pemberontak

“Engkau telah menerima pemberian-pemberian di antara manusia, Bahkan dari pemberontak-pemberontak” (ay. 18b). Ketika Kristus naik kepada Bapa, Dia mempersembahkan semua orang yang telah ditawan-Nya dan dibawa bersama dengan-Nya kepada Bapa. Kemudian Bapa mengembalikan semua orang yang telah ditawan ini kepada Kristus, dan membuat setiap orang dari mereka menjadi satu karunia bagi Kristus.

Kita semua pernah ditawan oleh Satan di dalam penjaranya, tetapi kita telah ditawan oleh Kristus, dipersembahkan oleh Kristus kepada Bapa, dan kemudian diberikan kepada Kristus oleh Bapa sebagai karunia-karunia. Meskipun sebagai karunia-karunia kita bisa berbeda di dalam ukuran dan kualitasnya, tetapi kita semua adalah karunia-karunia yang diberikan oleh Bapa kepada Kristus yang telah naik itu.

B.

Karunia-karunia itu Menjadi Kaum Beriman yang Berkarunia

Karunia-karunia yang diterima oleh Kristus ini menjadi kaum beriman yang berkarunia, seperti para rasul, para nabi, para pemberita injil, dan gembala-gembala serta pengajar-pengajar (Ef. 4:11). Kita tidak boleh percaya dusta bahwa kita bukanlah satu karunia atau bahwa kita tidak diberi karunia. Setiap orang yang telah diselamatkan adalah seorang kaum beriman yang berkarunia.

V. PEMBANGUNAN TEMPAT TINGGAL BAGI ALLAH

Bagian terakhir dari Mazmur 68:18 mengatakan, “Hingga Yehovah dapat tinggal di antara mereka.” Ini menunjukkan bahwa Kristus memakai semua karunia untuk membangun tempat tinggal bagi Allah. Tempat tinggal di sini melambangkan gereja sebagai tempat kediaman Allah (Ef. 2:2). Seperti yang diwahyukan Efesus 4, semua karunia ini melakukan pekerjaan ministri yang sama untuk membangun Tubuh Kristus sebagai tempat tinggal Allah di bumi hari ini.

A.

Karunia-karunia sebagai Orang-orang yang Berkarunia Dibangun Bersama untuk Menjadi Tempat Tinggal bagi Allah

Karunia-karunia sebagai orang-orang yang berkarunia, yaitu kaum beriman di dalam Kristus, dibangun bersama untuk menjadi tempat tinggal bagi Allah. Tempat tinggal ini melambangkan gereja, Tubuh Kristus (Ef. 4:11-12).

B.

Tempat Tinggal Ini Juga Adalah Tempat Kediaman Kaum Beriman

“Bapa bagi anak yatim dan Hakim bagi para janda adalah Allah di kediaman-Nya yang kudus. Allah membuat orang-orang yang sebatang kara tinggal di dalam satu rumah tangga” (Mzm. 68:5-6a). Di ini kita melihat bahwa tempat tinggal Allah juga adalah tempat kediaman kaum beriman, orang yang kekurangan, sebatang kara, dan orang-orang yang terbelenggu. Hari ini, kita semua adalah orang-orang yang kekurangan (anak-anak yatim dan janda-janda), orang-orang yang terbelenggu (tawanatan-tawanan), dan orang-orang sebatang kara, dan gereja adalah tempat tinggal kita. Gereja adalah satu bangunan yang meliputi orang-orang yang demikian.

C.

Tempat Tinggal Allah Ini Dibangun di Gunung Sion

“Gunung yang perkasa, Hai gunung Basan, Hai gunung yang berpuncak banyak, Hai gunung Basan itu: Mengapa kamu menjeling cemburu, Hai gunung yang berpuncak banyak, Kepada gunung yang didambakan Allah untuk tinggal? Sesungguhnya Yehovah akan tinggal di sana untuk selamanya” (ay. 15-16). “Gunung yang di atasnya Allah damba untuk tinggal” ini adalah Gunung Sion. Tempat tinggal Allah dibangun di atas Gunung Sion, yang melambangkan puncak di alam semesta ini, yaitu surga.

Pembangunan gereja adalah di surga. Apakah kita ada di surga atau di bumi itu tergantung kepada apakah kita telah dibangunkan atau tidak. Jika kita belum dibangunkan, maka kita ini bersifat bumiah. Jika kita telah dibangunkan, maka kita ini bersifat surgawi. Kapan saja kaum saleh di satu lokalitas terpecah belah dan tercerai berai, maka mereka ada di bumi atau lebih buruk lagi, di bawah bumi. Tetapi kapan saja kaum saleh di satu lokalitas dibangunkan bersama, maka mereka berada di surga. Ini adalah satu aspek dari hal-hal yang indah di dalam ekonomi Perjanjian Baru, di dalam pergerakan-Nya di dalam Kristus dari inkarnasi sampai kenaikan.