EKSPRESI CAMPURAN DARI PERASAAN PEMAZMUR DALAM KENIKMATANNYA AKAN ALLAH DALAM RUMAH ALLAH (6)
Pembacaan Alkitab: Psa. 40—41
Dalam berita ini kita telah sampai pada Mazmur 40 dan 41, dua mazmur terakhir pada Kitab Pertama dari Mazmur. Dalam mazmur ini kita dapat lagi melihat ekspresi campuran dari perasaan pemazmur dalam kenikmatannya akan Allah di dalam rumah Allah.
XVI. DALAM PENDERITAANNYA KARENA MUSUH-MUSUHNYA
DAN PEMBALASAN
YANG DIHARAPKANNYA BAGI MEREKA
Mazmur 40 dan 41 memperlihatkan kepada kita ekspresi campuran dari perasaan pemazmur dalam penderitaannya karena musuh-musuhnya dan pembalasan yang ia harapkan bagi mereka. Tidak diragukan lagi, ketika Daud menulis kedua mazmur ini ia sedang dibawah penderitaan dan penganiayaan dari musuh-musuhnya. Karena penderitaannya, ia ingin melihat mendapatkan pembalasan. Namun, dalam Perjanjian Baru, Tuhan Yesus memberitahu kita bahwa kita harus mengasihi musuh-musuh kita dan berdoa bagi mereka yang menganiaya kita (Mat. 5:44). Hal ini memperlihatkan bahwa doa Daud untuk membalas musuh-musuhnya tidaklah menurut konsep ilahi.
A. Menanti-nantikan Yehova untuk Pembebasan-Nya
Daud menanti-nantikan Yehova untuk membebaskannya (Mzm. 40:1-5, 11, 13, 16-17; 41:1-2, 10-12). Dalam 41:11 Daud berkata, "Tetapi Engkau, O Yehova, kasihanilah aku dan tegakkanlah aku, maka aku hendak mengadakan pembalasan terhadap mereka.’’ Daud memuji Allah untuk pembebasan-Nya dan mencari Allah untuk keselamatannya. Hal ini tidak salah, tetapi adalah salah untuk memohon pada Yehova untuk menegakkannya sehingga ia dapat membalas musuh-musuh-nya. Saya berharap bahwa kita semua dapat melihat perkara ini. Apakah kamu percaya Allah senang melihat anak-anak-Nya meminta kepada-Nya untuk menegakkan mereka agar dapat membalas musuh-musuh-Nya? Ini adalah kesalahan yang mutlak. Inilah alasannya mengapa kita mengatakan bahwa apa yang tertulis di dalam banyak mazmur adalah suatu campuran.
Dalam ayat 12-13 Daud berkata, ‘‘Dengan demikian aku tahu, bahwa Engkau berkenan kepadaku, apabila musuhku tidak bersorak-sorai karena aku. Dan aku, Engkau menopang aku karena ketulusanku, Engkau membuat aku tegak di hadirat-Mu untuk selama-lamanya.’’ Daud menunjukkan bahwa ia ingin mengetahui bahwa Yehova berkenan kepadanya jika Yehova menegakkan dia sehingga ia dapat mengadakan pembalasan terhadap musuh-musuhnya. Ia juga meminta kepada Allah untuk tidak membiarkan musuh-musuhnya bersorak-sorai kepadanya. Dalam terang dari wahyu Perjanjian Baru, kita dapat melihat bahwa hal ini adalah mutlak berdasarkan daging. Daud juga berkata bahwa Allah menopang dia karena ketulusannya. Daud seharusnya berkata bahwa Allah menopangnya karena belas kasihan Allah, karena rasa kasihan Allah. Sesungguhnya, kita tidak memiliki ketulusan apa pun dihadapan Allah.
B. Mengapresiasi Pemeliharaan Allah baginya----
Membantunya di Ranjangnya Waktu Sakit
dan di Tempat Tidurnya Dipulihkannya dari Sakitnya
Daud juga mengapresiasi pemeliharaan Allah baginya----membantu dia diatas ranjangnya waktu sakit dan di tempat tidurnya dipulihkan sakitnya (41:4). Tentu saja ini adalah bentuk tulisan puisi. Tetapi apakah kamu percaya bahwa ketika Daud sakit, Allah datang untuk menjaganya seperti seorang perawat, membantunya diatas ranjang? Allah pasti menjaga kita, tetapi rasul Paulus tidak menuliskan apa pun dalam surat-suratnya untuk memberitahu kita bahwa Allah menjaganya seperti seorang perawat untuk membantu dia diatas ranjangnya waktu sakit dan diatas tempat tidur memulihkannya dari sakit. Bagi Daud, untuk berbicara secara demikian menunjukkan bahwa ia terlalu banyak berada dalam diri sendiri.
C. Menunjukkan Keadilbenarannya
dan Integritasnya Lagi
Daud menunjukkan keadilbenarannya dan integritasnya lagi di dalam 40:9-10 dan 41:12.
D. Menyadari dan Mengakui
Kesalahan dan Dosa-Dosanya
Daud menyadari dan mengakui kesalahan dan dosa-dosanya. Psalm 40:13 mengatakan, ‘‘Sebab malapetaka mengepung aku sampai tidak terbilang banyaknya. Aku telah terkejar oleh kesalahanku, sehingga aku tidak sanggup melihat; lebih besar jumlahnya dari rambut dikepalaku, sehingga hatiku menyerah.’’ Mazmur 41:5 mengatakan, ‘‘Kataku, O Yehovah, kasihanilah aku, sembuhkanlah jiwaku, sebab terhadap Engkaulah aku berdosa.’’ Untuk membuat pengakuan terhadap dosa-dosa kita adalah sangat baik.
Ketika Daud menulis Mazmur 40 dan 41, ia telah dikalahkan oleh musuhnya. Dia menunjukkan bahwa semua musuh-musuhnya mengepung ia dengan malapetaka yang tidak terhitung banyaknya. Lagipula, kesalahannya sangat banyak sehingga ia tidak sanggup melihatnya. Dia diduduki dan dibebani oleh kesalahannya yang berat, dan banyak kesalahannya melampaui banyaknya rambut di kepalanya. Ini memperlihatkan pada kita bahwa ia sedang berada dalam situasi yang sangat menekan. Musuh-musuh mengelilingi dia, dan kesalahan-kesalahan menekan dia.
E. Menunjukkan pada Allah, Perlakuan yang Salah
dari Musuh-musuhnya
Daud menyerahkan kepada Allah penganiayaan dari musuh-musuhnya. Mazmur 41:6-10 berkata, ‘‘Musuhku mengatakan yang jahat tentang aku: Bilakah ia mati, dan namanya hilang lenyap? Orang yang datang menjenguk, berkata dusta; hatinya penuh kejahatan, lalu ia keluar menceritakannya dijalan. Semua orang yang membenci aku berbisik-bisik bersama-sama tentang aku, mereka.merancangkan yang jahat terhadap aku: Penyakit jahanam telah menimpa dia, sekali ia berbaring takkan bangun-bangun lagi. Bahkan sahabat karibku yang kupercayai, yang makan rotiku, lebih mengangkat tumitnya terhadap aku.’’ Daud memberitahu Allah secara rinci mengenai bagaimana musuh-musuhnya telah salah memperlakukan dia.
Musuh-musuh Daud berpura-pura bahwa mereka adalah teman-temannya. Inilah alasannya mengapa mereka mau datang untuk menjenguknya dan mengatakan hal dusta. Hari ini banyak orang yang demikian. Mereka sangat baik kepada seorang in a way of pretense ketika mereka sedang bersama-samanya, tetapi ketika mereka tidak sedang bersama-sama dengan dia, mereka berbicara apa yang sesungguhnya mereka rasakan tentang dia. Inilah dusta. Musuh-musuh Daud bahkan berkata bahwa penyakit jahanam telah menimpanya. Pada pertengahan dari ekspresi campuran ini dari perasaan daud, Daud berbicara suatu perkataan yang menjadi nubuat mengenai Yudas Iskariot, yang menghianati Tuhan Yesus. Ayat 9 mengatakan, ‘‘Bahkan sahabat karibku yang aku percayai, yang makan rotiku, lebih mengangkat tumitnya kepada aku.’’ Perkataan ini dikutip oleh Tuhan di dalam Yohanes 13:18 yang mengacu pada Yudas.
F. Berharap bahwa Musuh-musuhnya
Akan Dikusilkan dan Dipermalukan
Daud berharap musuh-musuhnya dikucilkan dan dipermalukan (Mzm. 40:14-15; 41:10-11).
G. Bernubuat mengenai Kristus
di dalam Ekspresi Campuran dari Perasannya
Di dalam ekspresi campuran dari perasaannya, Daud bernubuat mengenai Kristus. Nubuat dalam Mazmur 40:6-8.adalah sebuah nubuat yang besar mengenai Kristus, dan nubuat dalam Mazmur 41:9 adalah nubuat kecil mengenai Yudas mengkhianati Kristus.
1. Dalam Mazmur 40:6-8
Kelihatannya Mazmur 40:7-9 merupakan perkataan Daud, tetapi sesungguhnya itu adalah perkataan Kristus. Kristus berkata kepada Allah, ‘‘Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan dan korban sajian, tetapi Engkau telah membuka telinggaku; korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau tuntut. Lalu aku berkata: sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku; aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku." (lit.).
Nubuat ini sepenuhnya dikutip dan dijelaskan oleh rasul Paulus di dalam Ibrani 10. Kristus berkenan melakukan kehendak Allah, dimana kehendak Allah adalah untuk menggantikan kurban dan persembahan dalam Perjanjian Lama (ay. 5-10). Banyak orang Kristen menerapkan melakukan kehendak Allah dalam Ibrani 10 kedalam perkara sehari-hari mereka. Namun, sesungguhnya, melakukan kehendak Allah dalam Ibrani 10 mengacu pada kedatangan Kristus untuk menggantikan kurban dan persembahan dalam Perjanjian Lama. Dalam dispensasi yang lama, Allah memerintahkan umat-Nya untuk mempersembahkan kepada-Nya, kurban dan persembahan. Tetapi ketika Yesus datang dan tinggal di atas bumi, Allah tidak lagi berkenan dengan persembahan mereka dalam Perjanjian Lama. Sebaliknya, adalah kehendak Allah untuk menggantikan mereka dengan Diri Kristus sendiri. Kristus datang untuk menjadi kurban yang riil, persembahan yang riil, kurban yang hidup dan persembahan yang hidup, yang mempersembahkan Dirinya Sendiri di atas salib sebagai realitas dari seluruh persembahan. Dia adalah realitas dari kurban penghapus dosa, kurban penebus salah, kurban bakaran, kurban sajian, dan kurban pendamaian.
Sesungguhnya, Kristus datang untuk menggantikan semua lambang dalam Perjanjian Lama. Dengan kata lain, melalui kedatangan Kristus pertama kali, seluruh Perjanjian Lama telah diakhiri dan digantikan. Sekarang persembahan dan kurban kita adalah Kristus. Siang dan malam kita mempersembahkan Kristus kepada Allah sebagai segala macam persembahan. Kapankala kita berdosa, kita meminta Allah untuk mengampuni kita, mengambil Kristus, Putra Allah, sebagai kurban penghapus dosa dan kurban penebus salah. Dia adalah persembahan yang riil bagi dosa dan pelanggaran kita. Ketika kita perlu berdamai dengan Allah, kita dapat mengambil Kristus sebagai kurban pendamaian kita. Kita juga dapat mengambilnya sebagai kurban bakaran dan kurban sajian. Kristus adalah segala sesuatu bagi kita karena Ia telah menggenapkan semua lambang dalam Perjanjian Lama dan telah menggantikan semuanya itu. Hari ini, Dia adalah realitas dari semua lambang di dalam Perjanjian Lama.
Wahyu dalam Mazmur 40:6-8 adalah salah satu wahyu terbesar mengenai Kristus di dalam amanat-Nya dari inkarnasi-Nya. Ayat 7 berkata, ‘‘Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan dan korban sajian,’’ dan lagi, ‘‘Korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak Engkau tuntut.’’ Hal ini menunjukkan bahwa Allah bermaksud untuk melepaskan ekonomi Perjanjian Lama-Nya. Hanya membaca Mazmur 40:6-8 saja, kita tidak dapat memiliki pemahaman sebanyak ini. Tetapi bagian ini dikutip dan dijelaskan oleh rasul Paulus dalam Ibrani 10. Ia menunjukkan bahwa untuk menghentikan kurban dan persembahan pada Perjanjian Lama adalah untuk mengganti Perjanjian Lama untuk mendirikan Perjanjian Baru.
Kurban (untuk dosa dan dosa-dosa di hadapan Allah) dan persembahan (untuk persekutuan dengan Allah) adalah unsur-unsur dimana wasiat (perjanjian) lama didirikan, dan wasiat (perjanjian) lama adalah sentralitas dan kesemestaan dari ekonomi Allah di dalam Perjanjian Lama. Allah tidak berkenan dan tidak menuntut kurban dan persembahan berarti mengakhiri ekonomi-Nya di dalam Perjanjian Lama. Ini adalah nubuat yang penting dan besar di dalam Mazmur 40.
Ayat 6 juga mengatakan, ‘‘Engkau telah membuka telinggaku.’’ Perkataan ini dikutip oleh rasul Paulus dalam Ibrani 10:5: ‘‘Engkau telah menyediakan tubuh bagi-Ku,’’ dari Septuagint, versi Yunani dari Perjanjian Lama, diterjemahkan sekitar tiga ratus tahun sebelum Kristus. Menusuk telinga seorang budak menunjukkan permintaan tuan akan ketaatan budaknya (Kel. 21:6). Ini menandakan bahwa Allah memerlukan ketaatan Kristus sebagai Budak-Nya di dalam keinsanian Kristus. Kepatuhan ini dibicarakan oleh Paulus di dalam Filipi 2:8, yang berkata bahwa Kristus menjadi ‘‘taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib.’’ Ketaatan ini adalah bagi Dia untuk melakukan kehendak Allah dengan menjadi kurban dan persembahan dalam ketersaliban-Nya di dalam daging, tubuh (Kol. 1:22). Berdasarkan penafsiran Septuagint ini penusukan telinga menjadi penyediaan tubuh, dimana Kristus mempersembahkan Diri-Nya Sendiri kepada Allah sebagai kurban dan persembahan untuk menggantikan kurban dan persembahan dari binatang di dalam Perjanjian Lama.
Saya percaya bahwa penerjemah dari Septuagint menyadari bahwa menusuk telinga adalah memerlukan ketaatan Kristus, dan ketaatan Kristus terutama bagi Dia adalah mati di atas salib .Bagi Dia untuk mati di atas salib, Dia memerlukan tubuh insani. Ibrani 2:14 mengatakan bahwa karena Kristus akan menghancurkan Satan, Dia perlu berbagian dengan darah dan daging, yaitu Dia memerlukan tubuh. Saya percaya bahwa penerjemah Septuagint mungkin telah menyadari bahwa ‘‘Engkau telah menusuk telinga-Ku" di dalam Mazmur 40:6 tidak akan dapat dipahami oleh sebagian besar pembaca maka mereka menerjemahkannya dengan ‘‘Engkau telah menyediakan tubuh bagi-Ku.’’ Menusuk telinga adalah bagi ketaatan Kristus sampai mati di atas salib, dan menyediakan tubuh juga adalah bagi kematian-Nya di atas salib. Maka, kedua terjemahan adalah untuk tujuan yang sama. Allah menyediakan tubuh bagi Kristus untuk datang untuk melakukan kehendak Allah untuk menjadi kurban unik Allah di atas salib.
Mazmur 40:7 berkata, ‘‘Sungguh, Aku telah datang,’’ menunjukkan kedatangan Kristus kali pertama melalui inkarnasi-Nya untuk mendirikan Perjanjian Baru dengan membuat Diri-Nya Sendiri sebagai kurban dan persembahan.
Ayat 7 juga berkata, ‘‘Dalam gulungan kitab ada tertulis tentang Aku”. Ini menunjukkan Kristus dinubuatkan di dalam Kitab Suci dari Perjanjian Lama dan bahwa Kristus akan melakukan kehendak Allah bagi penggenapan ekonomi Perjanjian Baru Allah menurut nubuat-nubuat dalam Perjanjian Lama mengenai Dia.
Ketika Tuhan menampakan diri kepada murid-murid-Nya dalam kebangkitan, Ia memberitahu mereka semua hal yang tertulis mengenai-Nya di dalam Kitab Suci (Luk. 24:27). Dalam Lukas 24:44-45 Ia berkata kepada murid-murid, “Inilah perkataan-Ku yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur. Lalu Ia membuka pikiran mereka sehingga mereka mengerti Kitab Suci”. Perkataan Tuhan disini menyingkapkan bahwa seluruh isi Perjanjian Lama adalah wahyu tentang Dia dan bahwa Dia adalah pusat dan isinya. Pelajaran Hayat kita dari Perjanjian Lama adalah penuh penafsiran dan definisi dari lambang-lambang mengenai Kristus.
Mazmur 40:8 berkata, ‘‘Aku suka melakukan kehendak-Mu.’’ Ini menunjukkan bahwa Kristus rela untuk melakukan kehendak Allah di dalam amanat-Nya dari inkarnasi-Nya untuk memenuhi dan menggantikan kurban-kurban dan persembahan dari Perjanjian Lama bagi pengakhiran ekonomi Perjanjian Lama Allah, sehingga Dia dapat memulai dan mendirikan ekonomi Perjanjian Baru Allah (Mat. 26:26-28) untuk menghasilkan dan membangun gereja untuk menjadi Tubuh organik-Nya, yang akan rampung dalam Yerusalem Baru. Ketika Tuhan mendirikan meja-Nya, Dia menunjukkan bahwa darah-Nya yang tercurah melalui kematian-Nya adalah faktor yang mensahkan Perjanjian Baru.
Dalam Ibrani 10:5-9, setelah mengutip nubuat mengenai Kristus di dalam Mazmur 40:6-8, Paulus memberitakan bahwa kedatangan Kristus untuk melakukan kehendak Allah adalah untuk menggantikan yang pertama supaya Dia dapat mendirikan yang kedua (Ibr. 10:9). ‘‘Yang pertama’’ di dalam pemberitaan Paulus mengacu pada kurban-kurban dan persembahan dari perjanjian yang pertama, perjanjian lama; dan ‘‘yang kedua’’ mengacu pada kurban dari perjanjian yang kedua, perjanjian baru, yang kurbannya adalah Kristus. Amanat yang Allah lakukan melalui Kristus di dalam kedatangan-Nya yang pertama melalui inkarnasi adalah untuk menyingkirkan kurban-kurban binatang dari Perjanjian Lama dan mendirikan Diri-Nya Sendiri, Tubuh-Nya, sebagai kurban Perjanjian Baru. Ini adalah untuk mengakhiri ekonomi Perjanjian Lama Allah dan memulai ekonomi Perjanjian Baru Allah, jadi membuat nubuat di dalam Mazmur 40:6-8 salah satu dari nubuat yang terbesar mengenai Kristus yang almuhit.
Nubuat di dalam Mazmur 40 mengenai Kristus harus dianggap pos kelima dari semua nubuat mengenai Kristus di dalam Kitab Pertama dari kitab Mazmur. Mazmur 2, 8, 16, dan 22—24 adalah keempat pos pertama. Dalam pos kelima, Jristus datang dalam inkarnasi-Nya untuk mengakhiri ekonomi lama Allah dan memulai ekonomi baru Allah, ekonomi Perjanjian Baru-Nya, dengan menggantikan kurban-kurban binatang dan mendirikan Diri-Nya Sendiri sebagai kurban unik dari perjanjian baru. Sebagai kurban unik dari perjanjian baru, Kristus adalah faktor yang membuat ekonomi Perjanjian Baru menjadi sentralitas dan kesemestaan dari ekonomi Perjanjian Baru Allah. Maka, Kristus itu besar dalam nubuat di dalam Mazmur 40:6-8. Dia telah mengubah zaman bagi perampungan ciptaan Baru Allah dari ciptaan lama Allah. Pengubahan-Nya atas zaman lebih besar daripada penciptaan alam semesta yang disebutkan di dalam Kejadian 1.
Nubuat mengenai Kristus di dalam Mazmur 40:6-8 adalah sasaran dan tujuan dari wahyu Kristus di dalam Mazmur 2, Mazmur 8, Mazmur 16, dan Mazmur 22—24. Semua orang Kristen tahu bahwa Kristus datang dalam inkarnasi-Nya, tetapi jika kita ingin tahu Kristus macam apa yang datang, kita harus mengenal Mazmur 2, Mazmur 8, Mazmur 16, dan Mazmur 22—24. Mazmur-mazmur ini penjelasan dari Kristus yang datang di dalam inkarnasi-Nya untuk melaksanakan kehendak Allah sebagai amanat Allah untuk mengubah zaman, untuk mengakhiri segala sesuatu yang lama dan untuk menggantikan hal-hal yang lama dengan Diri-Nya Sendiri sebagai segala sesuatu yang baru. Kita semua termasuk dalam ciptaan lama, tetapi ciptaan lama telah diakhiri dan digantikan oleh Kristus. Hari ini kita di dalam Kristus bukan lagi lama; kita adalah baru (2 Kor. 5:17).
Nubuat mengenai Kristus di dalam Mazmur 40:6-8 dibicarakan di dalam konteksnya tentang ekspresi campuran dari perasaan Daud. Pembicaraan Daud di dalam kitab Mazmur mengingatkan saya sampai taraf tertentu akan pembicaraan Petrus di dalam kitab Injil. Petrus sering berkata hal yang salah, tetapi satu hari dia memberitahu Tuhan bahwa Dia adalah Kristus, Putra dari Allah yang hidup (Mat. 16:16). Lalu Tuhan Yesus memberitahu Petrus bahwa dia diberkati karena bukan daging dan darah yang mewahyukan ini kepadanya, melainkan Bapa yang di surga (ay. 17). Tuhan lebih lanjut memberitahu murid-murid bahwa dia akan pergi ke salib (ay. 21), tetapi Petrus mulai menegur Dia, memberitahu Dia, ‘‘Kiranya Allah membelaskasihani Engkau, Tuhan! Hal itu sekali-kali takkan menimpa Engkau!’’ (ay. 22). Ketika Petrus berkata demikian, Tuhan berkata kepada-Nya, ‘‘Enyahlah Iblis!’’ (ay. 23). Pada satu saat Petrus diberkati untuk menerima wahyu surgawi dari Bapa, tetapi pada saat berikutnya dia bersatu dengan Satan. Pada satu saat dia adalah Petrus; di saat berikutnya dia adalah Satan.
Situasi Petrus dapat dibandingkan dengan situasi Daud di dalam kitab Mazmur. Di dalam kitab Mazmur, pembicaraan Daud menurut dua konsep—konsep insani dan konsep ilahi. Pada satu saat Daud yang berbicara, tetapi tiba-tiba mulutnya menjadi mulut yang mewahyukan wahyu ilahi mengenai Kristus. Kasus Petrus dalam kitab Injil mirip dengan ini.
Matius 17 berkata bahwa Tuhan Yesus membawa Petrus, Yakobus, dan Yohanes bersama Dia ke gunung transfigurasi-Nya. Ketika Petrus melihat transfigurasi Tuhan dan berbicara dengan Musa dan Elia, dia menjadi sangat gembira. Dia berbicara dengan bodoh dengan mengatakan, ‘‘Tuhan, betapa bahagianya kami berada di tempat ini; jika Engkau mau, biarlah di sini kudirikan tiga kemah, satu untuk Engkau, satu untuk Musa, dan satu untuk Elia’’ (v. 4). Dalam usulannya yang tidak masuk akal, Petrus mensejajarkan Musa dan Elia dengan Kristus. Dia berada di gunung transfigurasi Kristus, tetapi dia berbicara omong kosong. Pembicaraan Daud dalam kitab Mazmur ada dalam prinsip yang sama. Dalam pembicaraannya kita dapat melihat baik konsep ilahi maupun konsep insani. Dalam Perjanjian Lama, ada Daud yang suka berbicara. Dalam Perjanjian Baru, ada Petrus yang suka berbicara.
Daud menulis banyak mazmur, dan di dalam mazmur ini kita dapat melihat baik konsep alamiahnya maupun konsep ilahi Allah menurut wahyu ilahi. Dalam Mazmur 40 dan 41, bagian satu-satunya yang menurut konsep ilahi adalah 40:6-8 dan 41:9. Bagian ini berbicara tentang Kristus. Namun, kita semua memerlukan semua ayat di dalam mazmur sehingga kita dapat memiliki perbandingan untuk menunjukkan pada kita wahyu ilahi dan ekspresi insani dari perasaan insani.
2. Di dalam Mazmur 41:9
Seperti yang telah kita kemukakan, Mazmur 41:9 adalah sebuah nubuat mengenai Yudas Iskariot yang mengkhianati Kristus, ‘‘Bahkan sahabat karibku, yang aku percayai, yang makan rotiku, telah mengangkat tumitnya terhadap aku.’’ Sahabat karib dalam ayat ini adalah Yudas Iskariot (Yoh. 6:70-71). Yudas Iskariot adalah seseorang yang makan bersama dengan Tuhan (Yoh. 13:18, 23-27; Luk. 22:21-22) dan mengangkat tumitnya terhadap Kristus, mengkhianati Kristus. Walaupun demikian, Yudas tidak berbagian dalam Meja Tuhan (Mrk. 14:17-25; Yoh 13:26-30).
H. Memuji Allah sampai Kekal
Dalam Mamzur 41:13 Daud memuji Allah sampai kekal—‘‘Terpujilah YEHOVA, Allah Israel, dari selama-lamanya sampai selama-lamanya! Amin dan Amin.’’
XVII. TIGA POIN LAIN
DARI NUBUAT MENGENAI KRISTUS
Mazmur 25—41 adalah sebuah bagian dari mazmur yang memperlihatkan kepada kita ekspresi campuran dari perasaan pemazmur dalam kenikmatannya akan Allah dalam rumah Allah. Dalam bagian yang panjang ini, kita telah melihat bahwa ada satu nubuat terbesar mengenai kedatangan Kristus untuk menggantikan kurban dan persembahan Perjanjian Lama. Pada bagian ini ada tiga poin lain dari nubuat mengenai Kristus.
A. Bersama-sama Bermufakat untuk Mencelakakan Dia
dan Bermaksud untuk Mencabut Nyawanya
Mazmur 31:13b mengatakan, ‘‘Mereka bersama-sama bermufakat mencelakakan aku, mereka bermaksud mencabut nyawaku.’’ Nubuat ini telah digenapkan dalam Perjanjian Baru oleh Tuhan Yesus. Matius 26:4 berkata bahwa imam-imam kepala dan tua-tua merundingkan suatu rencana untuk menangkap Yesus dengan tipu muslihat dan membunuh-Nya.
B. Menyerahkan Roh-Nya
ke dalam Tangan Allah
Mazmur 31:5a mengatakan, ‘‘Ke dalam tangan-Mu [Allah]-lah Ku [Kristus]-serahkan rohku.’’ Ini dikutip oleh Kristus ketika Dia disalibkan di atas salib. Dia akhir penyaliban-Nya, Dia berkata, ‘‘Bapa, ke dalam tangan-Mu Kuserahkan roh-Ku’’ (Luk. 23:46; cf. Yoh. 19:30).
C.
Allah Melindungi segala tulangNya,
dan tidak satu pun yang patah
Psalm 34:20 says, ‘‘Ia [Allah] melindungi segala tulangnya [Kristus]; tidak satu pun yang patah.’’ Ayat ini digenapi saat kematian Tuhan. Ketika para prajurit Roma yang menyalibkan Dia melihat bahwa Dia sudah mati, mereka tidak mematahkan kakinya. Yohanes 19:36 berkata, ‘‘Sebab hal itu terjadi, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci: ‘Tidak ada tulang-Nya yang akan dipatahkan’.” Kristus juga dilambangkan dalam kitab Keluaran dengan Anak Domba Paskah, yang tulangnya tidak dipatahkan (12:46).
Hal-hal ini adalah nubuat yang kecil mengenai Kristus yang diwahyukan di dalam Mazmur 25—41.
XVIII. PERKATAAN KESIMPULAN MENGENAI KRISTUS
DALAM WAHYU ILAHI
DI DALAM KITAB PERTAMA DARI MAZMUR
Kitab pertama dari Mazmur terdiri dari Mazmur 1—41. Kita harus melupakan bahwa di dalam kitab pertama ini ada tujuh mazmur yang berbicara tentang Kristus: Mazmur 2, Mazmur 8, Mazmur 16, Mazmur 22—24, dan Mazmur 40.
A. Di dalam Ekpresi Campuran dari
Perasaan Para Pengasih dan Pencari Allah,
Kristus Diwahyukan sebagai Sentralitas
dan Kesemestaan Ekonomi Allah
Di dalam ekspresi campuran dari perasaan para pengasih dan pencari Allah, kristus diwahyukan sebagai sentralitas dan kesemestaan ekonomi Allah. Tentu saja Daud adalah pengasih dan pencari Allah sama seperti Petrus di dalam Perjanjian Baru. Petrus membuat kesalahan, tetapi dia mengasihi Tuhan dan menuntut Tuhan. Inilah mengapa Tuhan datang kepada dia dan bertanya kepadanya, ‘‘Simon....apakah engkau mengasihi Aku?’’ (Yoh. 21:17). Kristus tidak akan menanyakan seseorang pertanyaan ini jika dia tidak mengasihi Dia. Bagi Kristus meminta Petrus menanyakan apakah ia mengasihi Dia adalah mustika. Daud juga adalah pengasih dan pencari Allah. Dalam ekspresi campuran dari perasaannya, Kristus diwahyukan sebagai sentralitas dan kesemestaan ekonomi Allah.
1. Telah Diurapi
untuk Menjadi Mesias Allah
Mazmur 2 mewahyukan bahwa Kristus telah diurapi untuk menjadi Mesias Allah, bangkit untuk menjadi Putra Sulung Allah, dan dinobatkan menjadi Raja Allah; kepada-Nya juga telah diberikan bangsa-bangsa sebagai warisan-Nya dan bumi sebagai kepunyaan-Nya untuk Kerajaan-Nya.
2. Membawa Allah ke dalam Manusia di dalam Inkarnasi-Nya
dan Manusia ke dalam Allah di dalam Kebangkitan-Nya
Mazmur 8 menyingkapkan bahwa sebagai perwujudan Allah, Kristus telah membawa Allah ke dalam manusia di dalam inkarnasi-Nya dan manusia ke dalam Allah di dalam kebangkitan-Nya, sehingga membawa surga ke bumi dan menyatukan bumi dengan surga untuk menjadi Persona yang unggul di seluruh bumi.
3. Sebagai manusia-Allah, Dibaurkan
dengan Keilahian dan Keinsanian
Mazmur 16 menyingkapkan bahwa sebagai manusia-Allah, dibaurkan dengan keilahian dan keinsanian, Kristus mengambil Allah sebagai bagian-Nya, taat kepada Allah sampai mati, bangkit masuk ke dalam kemuliaan, naik kepada pencapaian dan perolehan surgawi-Nya, dan duduk di sebelah kanan Allah bagi perampungan ekonomi kekal Allah mengenai gereja, Tubuh Kristus.
4. Mati dalam Kematian Almuhit yang Menang dan
Masuk ke dalam Kebangkitan yang Menghasilkan Gereja
Mazmur 22—24 mewahyukan bahwa Kristus mati dalam kematian almuhit yang menang dan masuk ke dalam kebangkitan yang menghasilkan gereja. Dalam kebangkitan Ia menjadi Gembala dari kawanan domba Allah memimpin domba Allah untuk berbagian dalam gereja sebagai rumah Allah pada jaman ini, yang rampung dalam Yerusalem Baru pada jaman yang akan datang dan jaman kekekalan; dan Dia akan menjadi perarakkan kemenangan Allah Raja Kemuliaan untuk meraja dalam kerajaan kekal Allah.
5. Datang untuk Melakukan Kehendak Allah
untuk Menggenapkan dan Menggantikan Seluruh
Kurban dan Persembahan dalam Perjanjian Lama
Mazmur 40:6-8 mewahyukan bahwa Kristus datang untuk melakukan kehendak Allah dan menggantikan seluruh kurban dan persembahan dalam Perjanjian Lama menurut apa yang telah tertulis dalam Perjanjian Lama tentang Dia.
B. Membawa Umat Pilihan Allah ke dalam
Kenikmatan Allah, Pertama dalam Gereja dan
Rampung di dalam Yerusalem Baru
Kristus membawa umat pilihan Allah ke dalam kenikmatan Allah, pertama di dalam gereja pada jaman ini dan rampung di dalam Yerusalem Baru pada jaman milenium dan dalam kekekalan (Mzm. 27; 36).