EKSPRESI CAMPURAN DARI PERASAAN PEMAZMUR DI DALAM KENIKMATANNYA AKAN ALLAH
DI DALAM RUMAH ALLAH
(2)
Pembacaan Alkitab: Mzm. 28-30
Dalam berita ini kita ingin melihat ekspresi campuran dari perasaan pemazmur di dalam kenikmatannya akan Allah di dalam rumah Allah di dalam Mazmur 28-30. Ketika kita meletakkan ketiga pasal mazmur ini dibawah “mikroskop” ekonomi Perjanjian Baru Allah, akan sulit untuk menemukan sesuatu di dalamnya yang mencapai standar ilahi. Satu-satunya poin yang layak bagi kita, kaum beriman Perjanjian Baru untuk dipertimbangkan adalah bahwa Daud berkata hatinya percaya di dalam Allah (Mzm. 28:7). Tentu saja, ketika Daud berkata demikian, dia tidak memiliki kesadaran yang kita miliki hari ini di dalam Perjanjian Baru.
Agaknya mudah untuk memahami apa yang ditulis di banyak kitab mazmur ini. Namun, di dalam Perjanjian Baru, ada perkataan yang sangat rahasia dan sulit untuk dipahami. Tuhan Yesus berkata, “Tinggalah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu” (Yoh. 15:4a). Ini adalah perkataan yang sangat sederhana, tetapi siapakah yang dapat sepenuhnya memahaminya? Ketika saya masih seorang Kristen muda, saya mencoba untuk menemukan sebuah buku yang membantu saya untuk memahami apa artinya tinggal di dalam Kristus. Akhirnya, saya menemukan sebuah buku tulisan Andrew Murray mengenai tinggal di dalam Kristus, tetapi semua yang dia katakan adalah bahwa mempersembahkan diri kita adalah tinggal di dalam Kristus. Buku ini tidak membantu saya memahami apa artinya tinggal di dalam Kristus. Kebenaran mengenai tinggal di dalam Kristus sangat rahasia dan dalam.
Ada banyak hal di dalam Perjanjian Baru yang sederhana di dalam istilah, tetapi dalam dan rahasia di dalam maknanya. Perjanjian Baru seringkali menggunakan ekspresi di dalam Kristus atau di dalam Tuhan. Ketika beberapa misionaris menerjemahkan Alkitab ke dalam bahasa Cina, mereka mengira bahwa orang Cina tidak akan sanggup memahami penggunaan kata depan di dalam. Oleh karena itu, mereka menerjemahkan “di dalam Tuhan” menjadi “percaya dalam Tuhan” atau “bersandar pada Tuhan”. Namun, terjemahan ini menghasilkan konsep yang salah. Nuh dan keluarganya harus masuk ke dalam bahtera agar diselamatkan oleh bahtera dari penghakiman Allah. Agar diselamatkan, mereka tidak hanya bersandar pada bahtera; mereka harus berada di dalam bahtera.
Istilah Perjanjian Baru adalah dalam karena Perjanjian Baru ditulis berdasarkan ekonomi Perjanjian Baru, yang adalah manifestasi Allah di dalam daging. Rahasia besar ibadah adalah manifestasi Allah di dalam daging (1 Tim. 3:16). Tidak seorang pun dapat sepenuhnya memahami ini. Tidak seorang pun dapat memahami apa yang Paulus maksudkan ketika dia berkata, “Aku telah disalibkan dengan Kristus; tetapi bukan lagi aku yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku” (Gal. 2:20a). Siapa yang dapat memahami apa yang Paulus maksudkan ketika dia berkata, “Sebab bagiku, hidup adalah Kristus” (Flp. 1:21a)? Dia juga berkata bahwa dia berjerih lelah lebih banyak daripada semua rasul yang lain, tetapi bukan dia melainkan kasih karunia Allah yang menyertainya (1 Kor. 15:10). Dia berbicara tentang kasih karunia Kristus, kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kita semua (2 Kor. 13:13). Dalam kitab Filipi, dia berbicara tentang suplai limpah lengkap dari Roh Yesus Kristus menjadi keselamatan kita (1:19). Kita mungkin membaca ekspresi ini di dalam Alkitab, tetapi siapa yang dapat memahaminya? Sangat mudah bagi kita memahami banyak mazmur karena kitab itu ditulis menurut konsep insani kita. Namun, Perjanjian Baru ditulis sepenuhnya menurut konsep yang lain pada “planet” yang lain. Inilah mengapa begitu sulit untuk memahaminya.
Perjanjian Baru menyuruh kita untuk percaya ke dalam Kristus, Putra. Kebanyakan tidak menerjemahkan kata Yunani ini sebagai ke dalam, karena mereka berkata bahwa ini bukan bahasa Inggris yang baik. Mereka mempertahankan bahwa ke dalam harus diterjemahkan menjadi di dalam. Dengan kata lain, kita percaya di dalam Kristus. Namun, kata di dalam, seharusnya diterjemahkan menjadi ke dalam. Kita tidak hanya percaya di dalam Kristus; kita percaya ke dalam Kristus. Percaya ke dalam Kristus adalah menerima Dia dan disatukan dengan Dia menjadi satu. Kata ke dalam menyampaikan wahyu ilahi ini.
Penulis buku yang berjudul Tulang dari Tulang-Nya mengutip tulisan Jessie Penn-Lewis, mengatakan bahwa teks Yunani dari Yohanes 3:16 menyempaikan arti berbeda dari versi bahasa Inggris kita. Bukan siapa yang percaya di dalam Kristus, tetapi siapa yang percaya ke dalam Dia yang akan memiliki hayat yang kekal. Lalu penulisnya selanjutnya berkata bahwa kehidupan orang Kristen bukan meniru Kristus, tetapi berpartisipasi di dalam Kristus. Percaya ke dalam Kristus adlah disatukan dengan Kristus menjadi satu. Ini menunjukkan bahwa dalam membicarakan hal-hal ilahi di dalam ekonomi Allah, kita tidak seharusnya dibelenggu oleh bahasa. Bahasa seharusnya diatur oleh kita untuk melayani tujuan kita di dalam kebudayaan.
Perjanjian Baru mengatakan bahwa kita seharusnya percaya ke dalam Kristus. Nuh dan keluarganya tidak dapat diselamatkan jika mereka hanya bersandar pada bahtera secara luaran. Mereka harus masuk ke dalam bahtera. Ini adalah gambaran dari percayanya kita ke dalam Kristus. Tadinya kita berada di luar Kristus. Kita lahir di dalam Adam, tetapi kita berada di luar Kristus. Kita perlu mengambil langkah untuk masuk ke dalam Dia. Langkah pertama adalah percayanya kita ke dalam Kristus, dan langkah selanjutnya adalah dibaptisnya kita ke dalam Kristus. Melalui kita percaya dan dibaptis, kita telah dipindahkan dari Adam ke dalam Kristus. Sekarang kita berada di dalam Kristus.
Persekutuan singkat ini seharusnya membantu kita melihat standar ekonomi Perjanjian Baru Allah sebagai perbandingan dengan ekspresi campuran dari perasaan pemazmur di dalam Mazmur 25—41. Ketika pemazmur menikmati Allah di dalam rumah Allah, dia mengekspresikan perasaannya, dan perasaannya adalah suatu campuran. Dalam berita ini, kita ingin melihat ekspresi campuran ini di dalam Mazmur 28-30.
IV. DALAM BERSERU KEPADA ALLAH UNTUK MENDENGARKAN SUARA DARI PERMOHONANNYA
Mazmur 28 menunjukkan pada kita ekspresi campuran dari perasaan pemazmur di dalam berseru kepada Allah untuk mendengarkan suara dari permohonannya.
A. Meminta Allah, Gunung Batunya, untuk Tidak Menjadi Dungu dan
Membisu terhadapnya Ketika Dia berseru kepadanya
Pemazmur meminta Allah, batu karangnya, untuk tidak menjadi dungu dan membisu terhadapnya ketika dia berseru kepada-Nya (ay. 1-2). Kita tidak dapat berkata bahwa ini milik pohon hayat, karena tidak ada petunjuk hayat di sini. Apakah tepat meminta Allah untuk tidak menjadi dungu terhadap kita? Jika kita meminta pada seseorang untuk tidak menjadi dungu terhadap kita, dia dapat menjadi tidak senang terhadap kita.
Kita telah melihat banyak bagian dari kitab Mazmur berisi perkataan Daud menurut konsep insaninya, bukan perkataan Allah menurut konsep ilahi. Kita percaya bahwa seluruh Kitab Suci adalah hembusan Allah dan setiap kitab dari Alkitab adalah wahyu Allah dengan setiap garis dan perkataan yang berasal dari inspirasi Roh Kudus (2 Tim. 3:16; 2 Ptr 1:21). Setiap garis dan perkataan dari Kitab Suci diinspirasi oleh Allah, tetapi ada banyak perkataan di dalam Alkitab yang bukan firman Allah. Alkitab bahkan berisi perkataan Satan. Kejadian 3 mencatat perkataan ular kepada Hawa (ay. 1, 4-5). Perkataan ini adalah bagian dari Alkitab, tetapi pekataan itu adalah perkataan Satan bukan firman Allah. Ini menunjukkan bahwa meskipun seluruh Alkitab adalah hembusan Allah, tidak semua perkataan di dalam Alkitab adalah firman Allah.
B. Meminta Allah Jangan Menyeret Dia
Bersama Orang Fasik, tetapi Mengganjar Mereka
Menurut Perbuatan Jahat Mereka
Daud meminta Allah jnagan menyeret dia bersama orang fasik, tetapi mengganjar mereka menurut perbuatan jahat mereka karena mereka tidak mengindahkan perbuatan dan pekerjaan Allah. Lalu dia berkata bahwa Allah akan menjatuhkan mereka dan tidak mnembangunkan mereka lagi (ay. 3-5). Tentu saja, pembiacaraan ini menurut pohon pengetahuan baik dan jahat. Sebagai orang yang berada dalam zaman Perjanjian Baru, kita tidak dapat meminta Allah untuk mengganjar orang fasik. Dalam Perjanjian Baru, kita disuruh untuk mengasihi musuh kita dan berdoa bagi mereka yang menganiaya kita (mat. 5:44).
C. Memuji Allah sebagai Kekuatan-Nya dan Perisai-Nya
D.
Daud memuji Allah sebagai kekuatan-Nya dan perisai-Nya, karena Allah telah mendengar suara dari permohonannya (ay. 6). Lagipula, hatinya percaya di dalam Allah dan beria-ria dengan nyanyian dan syukur kepada-Nya (ay. 7). Dia memuji Allah, menganggap Allah sebagai kekuatan-Nya di dalam dan perisai-Nya di luar.
E. Meminta Allah, sebagai Kekuatan dari Umat-Nya
dan Benteng Keselamatan bagi Orang yang Diurapi-Nya,
untuk Menyelamatkan Umat-Nya, Memberkati Warisan-Nya,
Menggembalakan Mereka, dan Mendukum Mereka Selamanya
Daud juga meminta Allah, sebagai kekuatan dari umat-Nya dan sebagai benteng keselamatan bagi orang yang diurapi-Nya, untuk menyelamatkan umat-Nya, memberkati warisan-Nya, menggembalakan mereka, dan mendukung mereka selamanya (ay. 8-9). Mazmur 28 tidak mewahyukan sesuatu yang mencapai standar ekonomi Perjanjian Baru Allah.
V. DALAM MEMUJI ALLAH BAGI KEMULIAAN DAN KEAGUNGANNYA
Mazmur 29 mewahyukan ekspresi campuran dari perasaan Daud di dalam pujiannya terhadap Allah bagi kemuliaan dan keagungan-Nya.
A. Mendorong Putra-Putra Allah, Dia yang Berkuasa,
kepada Allah sajalah Kemuliaan dan Kekuatan dan
Sembahlah Dia dengan Berhiaskan Kekudusan
Daud mendorong putra-putra Allah, Dia yang Berkuasa, kepada Allah sajalah kemuliaan dan kekuatan dan sembahlah Dia dengan berhiaskan kekudusan (ay. 1-2).
B. Suara Allah yang Penuh Kuasa dan Agung—
Guntur dari Allah yang Mulia
Dalam ayat 3-9, Daud berbicara tentang suara Allah yang penuh kuasa dan agung—guntur dari Allah yang mulia. Menurut Daud, suara Allah yang penuh kuasa dan agung adalah seperti guntur. Dia berkata bahwa suara Yehova di atas air (ay. 3), menumbangkan pohon aras Libanon, membuatnya melompat-lompat seperti anak lembu, seperti anak banteng (ay. 5-6). Dia juga berkata suara Yehova menyemburkan nyala api (ay. 7) dan membuat padang gurun gemetar, bahkan membuat padang Kadesh gemetar (ay. 8). Lagipula, menurut Daud, suara Yehova membuat beranak rusa betina yang mengandung dan menggunduli hutan, dan “dan di dalam bait-Nya semua orang berkata, Mulia!” (ay. 9).
Sebagai umat Allah di dalam Perjanjian Baru, apakah kita perlu doa dan pujian semacam ini kepada Tuhan? Kita seharusnya sanggup untuk melihat bahwa standar, tingkat, mazmur ini ditulis adalah rendah. Tidak ada perbandingan antara pujian dan berkat Daud di dalam mazmur ini dengan pengutaraan doa Paulus di dalam Efesus 1 dan 3. Perjanjian Baru tidak memiliki doa atau pujian menurut cara Daud di dalam Mazmur 29. Mazmur ini terlalu banyak di dalam alam materi dan fisik.
C. Mengakui Allah sebagai Dia yang Bersemayam di atas Air Bah
dan Bersemayam sebagai Raja untuk Selama-lamanya
Daud juga mengakui Allah sebagai Dia yang bersemayam di atas air bah dan bersemayam sebagai Raja untuk selama-lamanya (ay. 10).
D. Memberkati Umat Allah
kiranya Allah Memberikan Kekuatan kepada Mereka
dan Memberkati Umat-Nya dengan Sejahtera
Di akhir Mazmur 29, Daud memberkati Umat Allah kiranya Allah memberikan kekuatan kepada mereka dan memberkati umat-Nya dengan sejahtera (ay. 11).
VI. DI DALAM NYANYIANNYA UNTUK PENTAHBISAN
RUMAH ALLAH
Mazmur 30 menunjukkan pada kita ekspresi campuran dari perasaan Daud di dalam nyanyiannya untuk pentahbisan rumah Allah. Rumah Allah, bait, dibangun dan ditahbiskan setelah kematian Daud.
A. Memuji Allah karena Allah Telah Menarik Dia ke atas
melampaui Musuhnya, karena Penyembuhan-Nya,
dan karena Dia Membebaskan Jiwanya dari Alam Maut
Daud memuji Allah karena Allah telah menarik dia ke atas melampaui musuhnya, karena penyembuhan-Nya, dan karena Dia membebaskan jiwanya dari Alam Maut (ay. 1-3).
B. Mendorong Kaum Saleh Allah untuk Bermazmur bagi Dia
dan Memuji Nama-Nya yang Kudus
Daud juga mendorong kaum saleh Allah untuk bermazmur bagi Allah dan memuji Nama Allah yang kudus (ay. 4). Nama Allah yang kudus adalah upaca peringatan-Nya. Lalu dia berkata sesaat saja Allah murka, tetapi seumur hidup Ia murah hati; sepanjang malam ada tangisan, menjelang pagi terdengar sorak-sorai (ay. 5).
C. Kesenangan dan Tidak Pernah menjadi Goyah
Dalam ayat 6 Daud berkata, “Dalam kesenanganku, aku berkata: “Aku takkan goyah untuk selama-lamanya!” Meskipun Daud berkata demikian di dalam Mazmur 30, tentu saja dia tidak senang ketika dia diburu oleh anaknya yang memberontak, Absalom. Dalam ayat 7 Daud berkata bahwa Allah telah menempatkan dia di atas gunung yang kokoh. Gunungnya mengacu pada pemerintahannya, kerajaannya.
D. Berseru kepada Allah dan Memohon kepada-Nya
Daud berseru kepada Allah dan memohon kepada-Nya (ay. 8). Dia berkata bahwa tidak ada untungnya bagi Allah jika dia turun ke lubang kubur. Dia ju tidak ada untungnya bagi Allah jika dia turun ke lubang kubur. Dia juga berkataa bahwa tidak ada pujian dan t bahwa tidak ada pujian dan tidak ada pemberitaan kesetiaan Allah dari debu (ay. 9). Daud berseru kepada Allah, berdoa kepada Allah, dan mengingatkan Allah bahwa jika dia mati dan turun ke dalam lubang kubur, maka t, maka tidak ada pujian kepada Allah dan tidak ada pemberitaan kesetiaan Allah. Untuk alasan ini dia berkata bahwa Allah harus menjaganya tetap hidup. Menurut konsepsi Daud, kelihatannya bahwa Allah berhutang sesuatu kepadanya.
E. Meminta Allah untuk Mendengarnya dan
Mengasihani Dia untuk Menjadi Penolongnya
Daud meminta Allah untuk mendengarnya dan mengasihani dia untuk menjadi penolongnya. Dia juga bersyukur kepada Allah mengubah ratapannya menjadi tari-tarian dan membuka kain kabungnya untuk mengikat dia dengan sukacita, supaya kemuliaan (roh)-nya dapat menyanyikan mazmur bagi Allah tanpa berdiam diri dan memuji Allah selamanya (ay. 10-12).
Saya harap bahwa dengan membaca mazmur-mazmur ini, kita dapat melihat bahwa tidak ada perbandingan antara ekonomi Perjanjian Lama dengan ekonomi Perjanjian Baru. Perjanjian Lama adalah perjanjian yang lama, dan perjanjian yang lama berdasarkan hukum Taurat. Para pemazmur adalah sangat saleh. Mereka mencintai hukum Taurat, meninggikan hukum Taurat, dan memustikakan untuk memelihara hukum Taurat sampai puncaknya. Banyak mazmur adalah berdasarkan prinsip memelihara hukum Taurat. Memelihara hukum Taurat adalah faktor dan struktur dasar dari susunan mazmur.
Tetapi di dalam Yeremia 31 Allah memberitahu bani Israel yang adalah umat pilihan-Nya yang jatuh, merosot, bahwa Dia akan membuat perjanjian lain, perjanjian baru, yang tidak berdasarkan hukum Taurat yang tertulis, tetapi berdasarkan hukum yang hidup yang Allah tulis ke dalam diri mereka (ay. 31-34). Kita sedang menikmati perjanjian baru ini hari ini. Hukum yang hidup, hukum hayat, sedang ditulis ke dalam kaum beriman Perjanjian Baru adalah untuk memiliki Allah dibagikan ke dalam mereka. Maka, Allah di dalam mereka adalah hukum hayat. Dalam perjanjian baru, kita yang tadinya telah mati, telah dihidupkan, telah dibangkitkan dari kematian, dan dilahirkan kembali untuk menjadi persona yang baru. Setelah kelahiran kembali kita, Allah selanjutnya memperbarui kita, menguduskan kita, mentransformasi kita, menyerupakan kita, dan akhirnya memuliakan kita pada saat kedatangan Kristus yang kedua kali.
Tidak ada perbandingan dari perjanjian yang lama dari Perjanjian Lama dengan perjanjian yang baru dari Perjanjian Baru. Oleh karena itu, kitab Mazmur penuh ekspresi yang tidak diutarakan dalam Perjanjian Baru, khususnya di dalam Surat Kiriman Rasul Paulus. Di dalam 1 Korintus 1:9, Paulus berkata bahwa Allah memanggil kita ke dalam persekutuan, partisipasi, akan Putra-Nya. Kita telah dipanggil oleh Allah untuk berbagian akan Kristus, untuk menikmati Dia. Maka, Kristus menjadi hayat kita, sifat kita, dan bahkan persona kita. Oleh keselamatan Allah di dalam Perjanjian Baru, kita telah disatukan dengan Kristus. Menurut pembicaraan Tuhan di dalam Yohanes 15, kita, kaum beriman dan Kristus adalah satu pohon. Dia adalah pokok anggur dan kita adalah ranting-rantingnya. Maka, semua dari kita adalah satu dengan Dia, dan kita bertumbuh bersama dengan Dia. Kristus dan kita sepenuhnya adalah satu persona karena Dia adalah Kepala dan kita adalah Tubuh. Kepala dan Tubuh tidak terpisah, tetapi adalah satu persona. Kita, orang-orang Kristen adalah satu dengan Kristus.
Bait empat dari Kidung # 130 berkata:
Apa gerangan pemisah?
Takkan sudah kasih-Mu!
Sampai kekal esa kita
Tiada lawan kasih-Mu!
Kasih-Mu buatku bersyukur,
jadi tujuan pujianku!
Kau jadi ku, ku jadi Kau,
‘nilah puncak kasih-Mu!
Kidung ini mengatakan bahwa kasih Tuhan telah membaurkan kita dengan Dia dan membuat kita satu dengan Dia. Ini adalah taraf tertinggi dari kasih. Berkat sejati di dalam ekonomi Perjanjian Baru adalah Kristus telah membuat Diri-Nya Sendiri satu dengan kita dan telah membuat kita satu dengan Dia. Satu Timotius 3:16 berbicara tentang rahasia besar ibadah, yang adalah pernyataan Allah di dalam daging. Kita adalah daging, namun Allah membuat kita, daging ini, ekspresi-Nya. Gereja adalah Tubuh Kristus adalah kepenuhan dari Dia yang memenuhi semua dan segala sesuatu (Ef. 1:22b-23). Kepenuhan ini adalah ekspresi Kristus. Betapa ajaibnya hal ini bahwa Allah membuat manusia daging menjadi ekspresi-Nya!
Kita harus ingat bahwa Firman adalah Allah menjadi daging (Yoh. 1:14) dan hidup di dalam daging selama tiga puluh tiga setengah tahun. Dia mati dalam daging (1 Ptr. 3:18; Kol. 1:22). Jika Dia tidak mati dalam daging, kita tidak akan memiliki bagian dalam kematian-Nya. Karena Dia mati dalam daging, itu menunjukkan bahwa Dia mati bersama kita (Gal. 2:20a). Dia mati di dalam kesatuan dengan kita. Kita adalah daging dan Dia menjadi daging. Ini adalah bagian dari sejarah Kristus. Sejarahnya telah menjadi sejarah kita. Allah menjadi manusia, dan dengan mendispensikan Diri-Nya Sendiri ke dalam kita, Dia membuat kita manusia Allah, manusia yang bersatu dengan Allah, memiliki Allah di dalam kita sebagai hayat dan sifat kita (Kol. 3:4a; 2 Ptr. 1:4).
Saya bersyukur kepada Allah bahwa kita hidup di dalam zaman demikian, zaman dari rahasia besar ibadah, zaman dari Allah menyatakan Diri-Nya Sendiri di dalam daging. Di dalam zaman ini kita tidak perlu memelihara hukum Taurat. Kita memiliki Kristus perwujudan Allah Tritunggal, dan Kristus hari ini direalisasikan sebagai Roh Pemberi Hayat, Roh yang rampung, majemuk (1 Kor. 15:45b). Hari ini kita adalah satu dengan Roh majemuk ini (1 Kor. 6:17). Hari ini banyak orang dalam Kekristenan masih tinggal dalam ekonomi Perjanjian Lama. Mereka tidak memahami perkataan Tuhan di dalam Yohanes 14-17, dan mereka tidak memahami keempat belas Surat Kiriman Paulus. Lebih jauh lagi, mereka tidak memahami makna dari diri kita di dalam Kristus. Kita telah percaya dan telah dibaptis ke dalam Kristus, dan sekarang kita ada di dalam Dia. Di dalam Kristus, segala sesuatu OK; di luar Dia segala sesuatu kacau. Kita semua perlu berpaling dari konsep insani tentang meninggikan hukum Taurat kepada konsep ilahi tentang meninggikan Kristus menurut wahyu ilahi.