KRISTUS YANG TELAH MELALUI KEMATIAN YANG MENEBUS DAN MASUK KE DALAM KEBANGKITAN YANG MENGHASILKAN GEREJA
Pembacaan Alkitab: Mzm. 22
Dalam kitab Mazmur, ada mazmur-mazmur tertentu yang penting. Mazmur-mazmur puncak yang telah kita lihat sejauh ini adalah Mazmur 2, Mazmur 8, dan Mazmur 16. Sekarang kita sampai pada mazmur puncak yang keempat, Mazmur 22.
Secara umum, kita mengasihi setiap mazmur karena setiap mazmur dipenuhi aspirasi untuk mencari Allah, untuk berdoa kepada-Nya, untuk berkontak dengan-Nya, dan untuk menerima bantuan rohani dari-Nya. Bahkan Mazmur 1 melakukan hal ini. Kita telah melihat bahwa Mazmur 1 meninggikan hukum Taurat daripada Kristus, tetapi kita tidak seharusnya menyalahkan mazmur 1 sampai pada tahap kita melepasnya. Itu adalah salah. Kita harus mengasihi setiap mazmur karena setiap mazmur adalah Firman Allah yang dapat dimakan (Yer. 15:16; Mat. 4:4). Jika kamu sedang lemah atau jatuh, kamu dapat membaca mazmur beberapa kali dengan sedikit doa. Lalu, kamu akan dirawat. Setiap mazmur dapat menjadi suplai rohani bagi kita.
Tetapi seringkali kita menerima suplai rohani ini dengan cara yang salah. Makan tidak sesederhana itu. Kita perlu bahan makanan yang tepat dan cara yang tepat untuk memasaknya. Inilah sebabnya kita perlu masuk ke dalam cara yang tepat untuk memahami semua mazmur satu demi satu. Beban saya terutama untuk menunjukkan pada kita bahwa kitab Mazmur, di dalam pemahaman yang tepat, adalah berpusat pada Kristus. Kitab Mazmur sepenuhnya berpusat pada Kristus. Kristus bukan hanya sentralitas, tetapi juga kesemestaan kitab MazmurSaya percaya bahwa Tuhan telah memberi kita cara yang tepat dan khusus untuk mempelajari, untuk mengenal, dan untuk menafsirkan kitab Mazmur. Dalam berita ini, kita ingin melihat bahwa Kristus secara khusus diwahyukan di dalam Mazmur 22.
I. RUSA DI KALA FAJAR MENJADI LAMBANG KEBANGKITAN KRISTUS
Judul dari Mazmur 22 mengatakan, “ Untuk pemimpin biduan: menurut lagu rusa di kala fajar.” Judul dari lagu mazmur ini sangatlah bermakna. Rusa di kala fajar disini mengacu pada Kristus di dalam kebangkitan. Ini seperti sebuah pengajaran dalam gereja, dalam Tubuh Kristus, pada waktu yang lampau. Saya menerima terang ini melalui saudara Watchman Nee. Judul dari mazmur 22 memperlihatkan bahwa mazmur ini adalah mengenai Kristus dalam kebangkitan. Kristus adalah rusa, Ia meloncat, melompat, aktif, rusa yang hidup. Seekor rusa adalah hewan yang cepat. Ketika seekor rusa berlari, ia meloncat; ia melompat. Kristus dalam kebangkitan adalah Seseorang yang meloncat (Kid 2:8-9).
Kepergian kami ke Rusia untuk menyebarkan mengenai Pemulihan Tuhan adalah pergerakan yang “meloncat”. Satu tahun yang lalu, kami belum memiliki ide untuk ke Rusia. Keputusan untuk mengikuti Tuhan untuk “meloncat” bagi pergerakkan-Nya di rusia terjadi pada saat Memorial Day di tahun lalu, 1991. Pergerakkan ini dapat dipastikan adalah pergerakkan dari Kristus dalam kebangkitan. Mazmur 22 menitik beratkan pada Kristus sebagai rusa di kala fajar, kebangkitan Kristus pada pagi-pagi buta.
Tentu saja, tanpa kematian maka tidak ada kebangkitan. Kebangkitan mengikuti ketersaliban. Dua puluh satu ayat yang pertama dalam Mazmur 22 membahas mengenai kematian Kristus, ketersaliban Kristus, sedangkan sepuluh ayat yang terakhir membahas mengenai kebangkitan-Nya. Yesaya 53 adalah bagian dari pasal dimana menjelaskan kematian Kristus secara terperinci. Mazmur 22 adalah pasal yang lain dari Alkitab dalam Perjanjian Lama yang menjelaskan kematian Kristus dengan penuh perinciannya. Kita memerlukan kedua pasal ini untuk melihat lebih dalam dan untuk memiliki gambaran yang terperinci mengenai kematian Kristus.
Subjek dari Mazmur 22 adalah Kristus yang telah melalui kematian untuk penebusan, dan masuk kedalam gereja—hasil dari kebangkitan. Kematian-Nya adalah untuk penebusan, dan kebangkitan-Nya adalah untuk menghasilkan gereja.
II. KRISTUS MELALUI KEMATIAN YANG MENEBUS
Ayat 1-21 memperlihatkan kepada kita bahwa Kristus melalui kematian yang menebus.
A. Keluhan Daud kepada Allah
Ayat 1b-5 adalah keluhan Daud kepada Allah. Daud protes kepada Allah. Ia bertanya kepada Allah mengapa Ia meninggalkannya, berkata bahwa ia berteriak memanggil Allah, tetapi Allah tidak menjawabnya. Allah kita adalah kasih dan sangat sabar menghadapi kita. Daud berkeluh kesah dihadapan Allah. Pernahkah kita berkeluh kesah dihadapan Allah? Kita semua mungkin pernah berdoa, tetapi tidak banyak dari kita telah mengeluh di hadapan Allah.
Allah kita tentu adalah Allah yang mengasihi, tetapi seringkali terlihat seakan-akan Ia tidak begitu mengasihi. Daripada dipromosikan, seorang saudara malah dipecat. Saudara yang lain mungkin tidak disembuhkan dari penyakitnya, meskipun ia telah berdoa selama tiga bulan. Allah tentu mendengar doa-doa kita, tetapi seringkali Ia tidak menjawab doa-doa kita karena doa-doa kita tidak berdasarkan kehendak hati-Nya, tidak berdasarkan ekonomi-Nya, tidak berdasarkan rencana-Nya. Ketika doa kita tidak bekerja, kita harus belajar untuk datang kepada Allah untuk menyampaikan keluhan kepada-Nya. Kita tidak seharusnya menjadi orang yang hanya memuji atau berdoa kepada Allah. Kita perlu menyadari bahwa Allah senang mendengar keluhan kita.
Ayat 1 mengatakan, “ Allahku, Allahku, mengapa Kau meninggalkan aku?” kata-kata ini dikatakan oleh Daud dalam penderitaan-Nya. Sesungguhnya, hal itu menjadi sebuah nubuat mengenai Kristus dalam penderitaan-Nya dalam penebusan kematian-Nya. Perkataan itu diserukan oleh Tuhan Yesus ketika Ia menderita di salib (Mat 27:46).
Ayat 2-5 adalah lanjutan dari doa keluh kesah Daud, yang berbalik dari keluh kesah berganti pujian. Setelah ini, Kristus melanjutkan berbicara. Ketika Daud berbicara, sesungguhnya Kristuslah yang datang untuk berbicara dalam pembicaraan Daud.
B. Penderitaan Daud melambangkan Kristus yang Melalui Kematian-Nya
Dalam Mazmur 22 kita melihat penderitaan Daud melambangkan Kristus melalui kematian-Nya (ay. 1a, 6-21). Daud dan Salomo, keduanya melambangkan Kristus.Daud melambangkan penderitaan Kristus, Salomo melambangkan Kristus yang meraja dan memerintah dalam kerajaan-Nya.
1. Melalui Manusia yang mencela, menghina, mengolok-olok, mencibirkan bibirnya, menggeleng-gelengkan kepala dan mengejek
Penderitaan Kristus sampai mati adalah melalui manusia yang mencela, menghina, mengolok-olok, mencibirkan bibir, menggeleng-gelengkan kepala dan mengejek (ay.6-8; Ibr. 13:13b; Yes 53:3; Luk 23:11; Mrk 15:29-32; Mat. 27:39-44). Saya berharap beberapa orang, khususnya orang muda, mengingat kata-kata ini yang menjelaskan penderitaan Tuhan. Setiap dari kata-kata itu memiliki arti khusus untuk menjelaskan penderitaan Tuhan diatas salib. Kita mungkin tidak pernah menyadari pentingnya tiap-tiap kata ini. Ini menunjukkan bahwa ketika kita membaca Alkitab, kita memiliki kecenderungan menganggap semuanya sudah tahu.
Kata “mencela” juga digunakan dalam Ibrani 13:13, yang mengatakan “Marilah kita pergi kepada-Nya di luar perkemahan dan menanggung kehinaan-Nya.” Ini menunjukkan bahwa kita perlu keluar perkemahan agama untuk mengikuti penderitaan Yesus. Untuk memikul kehinaan-Nya adalah untuk memikul cemar atau malu. Menghina adalah memandang rendah dengan jijik dan cemoohan. Mengolok-olok adalah membuat lelucon atau tertawa dengan jijik. Mencibirkan bibir adalah tersenyum atau tertawa dengan perubahan mimik yang mengekspresikan rasa jijik dan mengejek. Ketika Kristus berada di atas salib, mereka juga mengejek dengan menggeleng-gelengkan kepala mereka (Maz. 22:7b; Mat 27:39; Mrk 15:29), mengatakan, “ Ia menyerah kepada Tuhan; biarlah Dia yang meluputkannya,” (Maz 22:9a). Mengejek adalah meneriakkan cemoohan atau rasa jijik dan untuk menirukan dengan mimik yang mencemooh. Semua perkara ini diderita oleh Tuhan Yesus Kristus ketika Ia di paku di atas salib. Sekelompok orang mencela Dia, menghina Dia, mengolok-olok Dia, mencibirkan bibir, menggeleng-gelengkan kepala kearah-Nya dan mengejek Dia.
2. Percaya di dalam Allah untuk Pembebasan
Mazmur 22:9-11 memperlihatkan bahwa Kristus percaya di dalam Allah untuk pembebasan. Ketika orang-orang mengejek Dia dan menghina Dia, Ia percaya ke dalam Allah. Pembebasan disini adalah kebangkitan. Ia dengan pasti bermaksud untuk mati dan mengharapkan untuk dibebaskan dari kematian, yaitu, untuk dibangkitkan dari kematian.
3. Melalui Penderitaan Ketersaliban
Mazmur 22:12-18 memperlihatkan bagaimana Kristus malalui penderitaan ketersaliban. Orang-orang Yahudi tidak memiliki kebiasaan mempraktekan penyaliban terhadap para pembuat kejahatan. Tindakan ini dipraktekkan oleh penyembahan berhala (Ezra 6:11) yang ditiru oleh Roma untuk mengekskusi budak dan pelaku kejahatan yang mengerikan. Sebagai Domba Allah, Kristus disalibkan untuk penebusan kita (Yoh 1:29; Ibr. 9:12).
Beberapa tahun yang lalu, saya membaca sebuah artikel yang menjelaskan bagaimana anak-anak Israel menyembelih anak domba pada masa Paskah. Mereka mengambil 2 buah balok kayu dan membentuk sebuah salib. Mereka menggantung kedua lengan dari anak domba pada bagian kaki salib dan mengunci kedua kaki yang lain pada kayu salib. Kemudian mereka menyembelih anak domba itu sehingga seluruh darahnya tercurah, karana mereka memerlukan seluruh darah untuk dipercikkan pada ambang pintu (Kel.12:7). Cara domba paska dibunuh adalah gambaran dari ketersaliban Kristus di atas salib sebagai Domba Allah.
Ketika Kristus disalibkan di atas salib, banyak pendapat dari manusia, dilambangkan dengan lembu emas, melingkupi-Nya (Maz 22:12). Mereka membuka mulut mereka terhadap-Nya seperti seekor burung gagak dan singa yang mengaum-ngaum (Ay.13). Orang jahat, yang dilambangkan dengan anjing-anjing, mengerumuni Dia, dan segerombolan penjahat mengepung Dia (ay 16a-b).
Mazmur 22:16c mengatakan bahwa merekamenusuk tangan dan kaki-Nya (Zak 12:10; Yoh 19:37; Why 1:7). Charles Wesley dalam salah satu kidungnya membicarakan mengenai “lima luka berdarah” yang diterima Kristus di atas Kalvari (Kidung #300). Kedua tangan, kedua kaki dan lambung (Yoh 19:34) tertikam oleh tentara Roma yang menghukum mati-Dia.
Mereka memisahkan jubah-Nya bagi diri mereka sendiri, dan mereka membuang undi terhadap pakaian-Nya (Maz 22:18; Yoh 19:23-24). Dalam ketersaliban-Nya, Hak Tuhan untuk berpakaian direbut dari-nya, bersamaan dengan merebut hak-Nya untuk hidup. Mereka membuat Tuhan Yesus telanjang didepan orang banyak, memperlihatkan sesuatu yang memalukan.
Mazmur 22:17b mengatakan bahwa mereka memandang-Nya, mereka menonton-Nya. Penjahat-penjahat memandang kepada Tuhan Yesus dengan jijik dan rasa benci ketika Dia di atas salib.
Di atas salib, Dia dicurahkan seperti air (ay.14a). Yesaya 53:12 mengatakan bahwa Ia mencurahkan jiwa-Nya. Kita tidak dapat sepenuhnya menyadari banyaknya penderitaan yang berat yang dialami Kristus di atas salib.
Mazmur 22:14b mengatakan bahwa seluruh tulang-tulang-Nya terlepas dari sendinya. Ini dikarenakan Ia tidak dapat menanggung seluruh berat tubuhnya tergantung di atas salib. Tulang-tulang-Nya terlepas dari sendinya menyebabkan sakit dan nyeri yang hebat.
Juga, Dia dapat menghitung segala tulang-Nya (ay.17a). Hati-Nya menjadi seperti lilin hancur luluh didada-Nya (ay. 14c-d). Kekuatan-Nya kering seperti beling (ay.15a; Yoh 19:28), pecahan barang tembikar. Lidah-Nya melekat pada langit-langit mulut-Nya (Maz. 22:15b). Dia diletakkan dalam kematian oleh Allah (ay. 15c; Fil 2:8b). Ia telah diletakkan sampai mati oleh Allah. Pada satu sisi, manusialah yang menyalibakan Dia, membunuh Dia, tetapi sesungguhnya yang meletakkan-Nya kedalam kematian adalah Allah. Sesungguhnya, Allahlah yang membunuh Yesus. Jika Yesus dibunuh hanya oleh manusia, Ia tidak akan pernah dapat menjadi Penebus kita. Ia telah menjadi martir. Tetapi Allah menghakimi Dia dan meletakkan-Nya kedalam kematian untuk penebusan kita (Yes 53:4,10).
4. Memohon pada Allah untuk membawa-Nya keluar dari Kematian
Kristus memohon kepada Allah untuk membawa-Nya keluar dari kematian (Maz. 22:19-21). Ibrani 5:7 mengatakan bahwa Kristus berseru kepada Allah untuk pertolongan Allah, yaitu agar Allah membangkitkan Dia dari antara orang mati.
5. Ditinggalkan oleh Allah
Mazmur 22:1 memperlihatkan bahwa di atas salib Kristus ditinggalkan oleh Allah (ay.1a; Mat 27:45-46). Pada awal Mazmur 22 membicarakan mengenai hal ini, tetapi dalam peristiwa di atas salib, Kristus berseru “Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Kau meninggalkan Aku?” pada waktu jam ke sembilan atau 3:00 sore (Mat 27:46). Ini adalah akhir dari ketersaliban-Nya. Kristus tergantung di atas salib selama enam jam, dari jam ketiga atau 9:00 pagi (Mrk 15:25), sampai pada jam kesembilan atau 3:00 sore. Pada tiga jam yang pertama, Ia disiksa oleh manusia karena melakukan kehendak Allah; dan pada tiga jam yang terakhir, Ia dihakimi oleh Allah untuk merampungkan penebusan kita. Sejak dari tiga jam yang terakhir Allah memperhitungkan-Dia sebagai Pengganti yang menderita bagi dosa kita (Yes 53:10).
Kegelapan melingkupi seluruh wilayah (Mat 27:45) karena dosa dan sifat dosa dan semua hal yang negatif telah dilepaskan di atas salib. Yesaya 53:6 mengatkan bahwa Allah membentangkan semua dosa-dosa kita ke atas Kristusd. Ia ditinggalkan oleh Allah karena dosa-dosa kita (1 Kor 15:3), dijadikan dosa untuk kepentingan kita (2 Kor 5:21), Dihakimi oleh Allah sebagai pengganti kita.
Ketika Ia masih hidup di bumi, Allah Bapa beserta dengan-Nya senantiasa (Yoh 8:29), namun pada saat penyaliban-Nya, Allah meninggalkan Dia. Allah meninggalkan Dia adalah secara ekomonikal, bukan secara esensial. Berbicara menurut esensial, Allah tidak pernah meninggalkan Kristus. Tetapi dari secara ekonomikal, Allah meninggalkan Dia untuk sementara. Dia berseru, “ Allah-Ku, Allah-Ku, mengapa Kau meninggalkan Aku?”
1 Petrus 3:18 mewahyukan bahwa Ia ditinggalkan oleh Allah dalam kematian seorang diri. Ayat ini mengatakan bahwa sebagai Seorang yang Adil-benar Kristus mati untuk menanggung ketidakbenaran kita. Kaum moderen mengatakan bahwa kematian Kristus bukan untuk penebusan tetapi merupakan martir untuk orang-orang yang baik. Ini adalah bidah. Yohanes 1:29 mengatakan,”Lihatlah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.” Seluruh dosa dunia dibentangkan di atas Kristus di atas salib. Dia mati dalam kesendirian untuk menebus kita dari dosa-dosa kita, dari penghakiman Allah, dan dari hukuman kekal.
III. KRISTUS MASUK KE DALAM GEREJA—HASIL DARI KEBANGKITAN
Setelah melalui kematian-Nya yang menebus, Kristus masuk ke dalam gereja—hasil dari kebangkitan (Maz 22:22-31).
A. Dalam Kebangkitan, Kristus Menyebut
Murid-murid-Nya sebagai Saudara-saudara-Nya
Pada saat kebangkitan-Nya, Kristus menyebut murid-murid-Nya sebagai saudara. Mazmur 22:22 mengatakan,” Aku akan memasyurkan nama-Mu kepada saudara-saudaraku dan memuji-muji Engkau di tengah-tengah jemaah.” Dalam ayat ini “Aku” mengacu pada Kristus yang bangkit yang memasyurkan nama Bapa kepada saudara-saudara-Nya. Jika Ia tetap dalam kematian, Ia tidak dapat memasyurkan nama Allah Bapa kepada saudara-saudara-Nya.
Kristus berada di bumi bersama murid-murid-Nya selama tiga setengah tahun dari ministri-Nya di bumi, tetapi Ia tidak pernah menyebut mereka saudara-saudara-Nya sampai pada suatu pagi pada hari kebangkitan. Pada hari itu, Tuhan mengatakan kepada Maria, “Pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka bahwa sekarang aku pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu.” (Yoh 20:17). Ini berarti bahwa murid-murid menjadi putra-putra Allah dalam kebangkitan Kristus. Sebelum kebangkitan-Nya, murid-murid bukan saudara-saudara-Nya karena mereka belum dilahirkan kembali. Tetapi ketika Kristus dibangkitkan, semua kaum beriman, termasuk kamu dan saya, telah dibangkitkan bersama dengan Dia dan di dalam Dia (Ef 2:6). Melalui kebangkitan-Nya, kita dilahirkan kembali (1 Pet 1:3). Kebangkitan adalah pembebasan yang besar, sebuah kelahiran yang besar. Kis 13:33 mengatakan bahwa kebangkitan adalah sebuah kelahiran kepada Kristus. Kristus adalah Putera Tunggal Allah (Yoh 3:16), tetapi dalam kebangkitan Dia adalah Putera Sulung Allah dengan banyak saudara-saudara (Rm 8:29), banyak putra-putra Allah.
Satu Petrus 1:3 mengatakan bahwa melalui kebangkitan Kristus, Allah melahirkan kembali semua orang beriman diantara kita. Beberapa orang mungkin berpikir bahwa mereka dilahirkan kembali pada saat tertentu dalam beberapa tahun yang lalu. Tetapi sesungguhnya kita semua dilahirkan kembali pada waktu yang sama senelum kita dilahirkan. Pernah saya membaca mengenai seorang wanita yang melahirkan empat orang anak dalam sekali kelahiran, tapi ini tidak dapat dibandingkan dengan kelahiran besar anak-anak melalui kebangkitan Kristus. Kebangkitan Kristus adalah satu kelahiran dari jutaan anak-anak Allah pada saat yang sama. Dia adalah Putera Sulung Allah dalam kebangkitan, dan kita mengikuti-Nya untuk menjadi banyak putra-putra Allah. Pada hari kebangkitan, Ia berkata bahwa Bapa-Nya adalah Bapa kita karena Ia dan kita dilahirkan dari Bapa yang sama. Kita, kaum beriman, murid-murid, menjadi saudara-saudara-Nya.
B. Saudara-saudara-Nya Menyusun Gereja
Bagian kedua dari Mazmur 22:22 sangatlah bermakna. Dikatakan, “ditengah-tengah Jemaah Aku akan memuji-muji Engkau.” “Jemaah” adalah gereja, dan “Engkau” adalah Allah Bapa. Pada saat meja Tuhan kita mengikuti teladan Tuhan dalam memuji Bapa. Setelah kita mengingat Tuhan dengan mengambil Roti dan cawan, kita mengikuti Tuhan untuk memuji Bapa, untuk menyembah Bapa. Berdasarkan logika, ayat 22b seharusnya berkata, “ Di tengah-tengah mereka Aku akan memuji-muji Engkau” tetapi Tuhan mengubah kata mereka dengan jemaah.”Saudara-saudara-Ku” menjadi “Gereja”, jemaah. Saudara-saudara Tuhan menyusun gereja (Ibr. 2:11-12).
C. Memberitakan Nama Bapa pada Saudara-saudara-Nya
dan Memuji Bapa dalam Gereja
Dalam kebangkitan Kristus memasyurkan nama Bapa pada saudara-saudara-Nya dan memuji-muji Bapa dalam gereja. Kebangkitan-Nya adalah gereja dihasilkan dari kebangkitan. Ibr 2:11-12 mengatakan, “Sebab Ia yang menguduskan dan mereka yang dikuduskan, semuanya berasal dari Satu; itulah sebabnya Ia tidak malu menyebut mereka saudara, kata-Nya ‘Aku akan memberitakan nama-Mu kepada saudara-saudara-Ku dan memuji-muji Engkau ditengah-tengah jemaat.’” Dia yang menguduskan adalah Kristus, dan mereka yang dikuduskan adalah kita kaum beriman. Keduanya adalah satu, berasal dari satu Bapa yang sama. Ibrani 2:12 adalah kutipan dari Mazmur 22:22.
D. Gereja-Nya Mendatangkan Kerajaan-Nya
bagi Dia untuk memerintah bangsa-bangsa
Gereja Kristus mendatangkan kerajaan-Nya bagi Dia untuk memerintah bangsa-bangsa. Mazmur 22:27-28 mengatakan, “Segala ujung bumi akan mengingatnya dan berbalik kepada TUHAN; dan segala kaum dari bangsa-bangsa akan sujud menyembah di hadapan-Nya.Sebab TUHANlah yang empunya kerajaan, Dialah yang memerintah atas bangsa-bangsa.” Kristus memiliki kerajaan, dan Ia akan memerintah atas bangsa-bangsa.
Gereja mendatangkan kerajaan. Sesungguhnya, gereja adalah realitas kerajaan. Hari ini gereja adalah Kerajaan. Roma 14:17 mengatakan hidup gereja adalah hidup kerajaan, kerajaan Allah. Tetapi ini merupakan pencicipan dari kerajaan yang akan datang, sama seperti Tabernakel adalah pendahuluan dari Bait Suci. Hidup gereja hari ini adalah miniatur, pencicipan, dari kerajaan seribu tahun yang akan datang. Gereja dihasilkan melalui kebangkitan Kristus, dan kerajaan akan didatangkan oleh gereja.
E. Mengikuti Puji-pujian Kristus kepada Allah di dalam Gereja,
Daud menasehati Umat Allah dan semua bangsa untuk Memuji-muji Yehova
dan Seluruh Bumi Menyembah Dia
Mengikuti puji-pujian Kristus kepada Allah dalam gereja, Daud menasehati umat Allah dan seluruh bangsa di bumi untuk memuji Yehova (Maz. 22:23-26, 29-31). Mazur 22:23 mengatakan, ”Kamu yang takut akan Yehova, pujilah Dia, hai segenap anak cucu Yakub, muliakanlah Dia, dan gentarlah terhadap Dia, hai segenap anak cucu Israel!” Ini berarti bahwa Kristus menasehati orang Yahudi untuk belajar dari gereja. Kristus mengambil pimpinan untuk memuji-muji Allah dalam Gereja, dan gereja mengikuti Dia untuk memuji Allah. Sekarang keturunan Yakub harus mengikuti Kristus dan gereja. Sejauh ini orang Yahudi tidak mengikuti, tetapi ketika Yesus datang kembali, semua Israel akan bertobat san diselamatkan (Rm. 11:26-27; Zak 12:10). Kemudian mereka akan bergabung dengan kita untuk memuji Allah. Dalam nasehat Daud pada akhir Mazmur 22, kita melihat gereja sebagai kerajaan dan seluruh umat menyembah Allah dan memuji Bapa.