← Daftar isi Sikap Kita terhadap Alkitab Cara untuk Menikmati Alkitab – dengan Membiarkan Firman Kristus Diam DI dalam Kita dengan Segala Kekayaannya · bab 7/24

TOPIK-TOPIK KUNCI ALKITAB (1) ALLAH, KRISTUS, ROH KUDUS, DAN SALIB KRISTUS

Pembacaan Alkitab

Kol. 1:17-18; 1 Kor. 8:4; Mat. 28:19; Yun. 14:9-10, 16-17, 20,

23; 2 Kor. 13:14; 1 Kor. 15:45; Mat. 1:16, 21, 23; Kol. 1:15;

Kis. 1:8; Yoh. 15:26; Gal. 3:13; 6:14; 1 Ptr. 2:24.

Garis Besar

I. Allah

A. Allah yang benar satu-satunya

B. Elohim---Yang Maha Kuasa Yang Setia

C. Yehova---ada dengan sendirinya dan Aku yang ada selamanya

D. Allah Tritunggal

1. Perihal Bapa, Putra, dan Roh itu

2. Bapa, Putra, dan Roh itu adalah Allah

3. Bapa, Putra, dan Roh itu adalah kekal

4. Bapa, Putra, dan Roh itu hidup bersama-sama secara serempak

5. Bapa, Putra, dan Roh itu saling menghuni dan tidak dapat dipisahkan

6. Tiga---Bapa, Putra, dan Roh itu---adalah Satu

E. Alasan Allah adalah Tritunggal

II. Kristus

A. Gelar-gelar Kristus

B. Persona Kristus

1. Allah

2. Putra Allah

3. Manusia

4. Sang Pencipta

5. Yang Sulung dari semua ciptaan

C. Pekerjaan Kristus

1. Menciptakan

2. Menjadi daging

3. Disalibkan di atas kayu salib

4. Dibangkitkan dari kematian

5. Terangkat mengatasi segala langit

6. Menggenapkan ministri sorgawi

7. Datang lagi

8. Mendirikan kerajaan milenium

9. Menjadi sentral dari Yerusalem Baru di dalam langit baru dan bumi baru

III. Roh Kudus

A. Ekspresi ultima Allah Tritunggal

B. Allah Tritunggal mencapai dan masuk ke dalam orang-orang yang percaya

C. Apakah Roh Kudus itu

D. Dua aspek Roh Kudus

E. Pekerjaan Roh Kudus

IV. Salib Kristus

A. Salib dinubuatkan oleh Allah

B. Salib adalah suatu bentuk hukuman dari Roma

C. Waktu ketika Kristus disalibkan

D. Perampungan-perampungan salib

E. Bermegah di dalam salib

Di dalam empat pelajaran berikut ini, kita akan membicarakan tentang empat belas topik kunci dari Alkitab. Karena Alkitab sangat panjang, akan membantu jika kita mengetahui topik-topik kunci dari Alkitab itu supaya lebih baik dalam memahami apa yang sedang Anda baca itu. Beberapa dari topik ini telah diliput di dalam buku-buku pelajaran sebelumnya. Topik-topik yang ditunjukkan di dalam pelajaran-pelajaran ini tidak dinyatakan secara mendetail. Jika Anda ingin mengetahui tentang keselamatan, Allah, Kristus, Roh itu, roh manusia, hayat yang kekal, dan gereja, Anda dapat mempelajari buku-buku pelajaran sebelumnya dalam seri ini.

I. ALLAH

Allah adalah butir yang terpenting yang diwahyukan di dalam Alkitab karena Dia adalah awal dari segala sesuatu. Segala sesuatu di dalam alam semesta ini berasal dari Dia dan dimulai dengan Dia. Allah juga adalah isi Alkitab yang terutama dari kitab yang pertama sampai yang terakhir. Dia menciptakan kita dan melahirulangkan kita dan mempunyai segala sesuatu yang berhubungan dengan hayat kita dan diri kita. Maka, kita harus pertama-tama mengenal Dia.

A. Allah Yang Benar satu-satunya

Kitab Suci dengan banyak contoh dan banyak cara memberitahukan kepada kita Allah adalah yang satu-satunya. Baik di dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, ada banyak bagian yang dengan jelas dan benar-benar memberitahukan kepada kita bahwa Allah hanya satu. Satu Korintus 8:4 berkata, "Tidak ada Allah lain dari pada Allah yang esa, " dan Yesaya 45:5 berkata, "Akulah Tuhan, dan tidak ada yang lain, kecuali Aku tidak ada Allah."

B. Elohim---Yang Maha Kuasa Yang Setia

Kejadian 1:1 berkata, "Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi." Di sini di dalam bahasa Ibrani, kata untuk Allah adalah Elohim. Ini adalah gelar ilahi pertama yang dipakai di dalam Alkitab untuk mewahyukan Allah, dan itu berarti Yang Maha Kuasa Yang Setia. Itu memperlihatkan Allah yang sejati, yang kita sembah menurut Alkitab, bukan hanya Yang maha kuasa tetapi juga Yang setia. Dia adalah Yang Maha Kuasa; maka Dia dapat menciptakan langit-langit, bumi, segala sesuatu, dan manusia, dapat memerintahkan sesuatu yang tidak ada menjadi ada. Dia adalah Yang setia; oleh karena itu Dia dapat disandari, tidak pernah berubah, dan tidak dapat digoyahkan. Pekerjaan-pekerjaanNya menurut kesetiaanNya adalah sekuat matahari dan seteguh bulan ( Maz. 89:33-37).

C. Yehova---ada dengan Sendirinya dan Aku yang ada Selamanya

Di dalam Keluaran 3:14, Allah berkata bahwa Dia adalah "Aku adalah yang Aku ada". Di sini Allah memberitahukan Musa dengan jelas bahwa namaNya adalah Yehova. Nama Yehova adalah gelar ilahi utama yang kedua yang dipakai oleh Alkitab di dalam mewahyukan Allah. Nama itu berarti yang ada dengan sendirinya dan Aku yang ada selamanya, Aku yang ada, yang sudah ada dan yang akan datang. Itu mengindikasikan bahwa Dia adalah Aku ada, dan selain Dia tidak ada yang lain. Hanya Dia adalah dan Dia adalah yang ada dengan sendirinya dan Aku yang ada selamanya, yang ada, yang sudah ada dan yang akan datang,. Maka, segala sesuatu di dalam seluruh alam semesta adalah sia-sia tidak ada; hanya Dia, hanya Dia yang ada selamanya, dan hanya Dia yang realitas. Dia adalah segala sesuatu bagi orang-orang yang Dia ciptakan dan yang menjadi milikNya. Apapun yang mereka perlukan, "Dia adalah".

D. Allah Tritunggal

Alkitab mewahyukan bahwa Allah adalah tritunggal. Ini adalah suatu wahyu besar yang penting. Allah adalah yang satu-satunya/unik, dan namaNya adalah Yehova; namun Allah ini adalah juga tritunggal---Dia adalah Bapa, Putra, dan Roh. Ini adalah suatu misteri; sebenarnya, ini adalah suatui misteri dari segala misteri.

1. Perkara tentang Bapa, Putra, dan Roh itu

Tuhan berkata di dalam Matius 28:19, "Baptislah mereka masuk ke dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus." Tuhan di sini dengan jelas membicarakan tentang Tiga---Bapa, Putra, dan Roh. Tetapi ketika Dia membicarakan di sini tentang nama Bapa, Putra, dan Roh, nama yang dipakai adalah tunggal di dalam teks aslinya. Ini berarti bahwa meskipun Bapa, Putra, dan Roh adalah tiga, namun nama itu adalah satu. Ini sungguh misterius---satu nama untuk Tiga persona. Ini, tentu, adalah apa yang dimaksud dengan pernyataan tiga-satu atau tritunggal.

2. Bapa, Putra, dan Roh adalah Allah

Bapa adalah Allah (1 Ptr. 1:2; Ef. 1:17). Putra adalah Allah (Ibr. 1:8; Yoh. 1:1; Rm. 9:5). Roh itu adalah Allah (Kis. 5:3-4). Kitab-kitab Suci dengan jelas mewahyukan kepada kita bahwa keTiganya---Bapa, Putra, dan Roh itu---adalah Allah. Tetapi, ini bukan berarti, bahwa mereka adalah Allah-Allah. Kita baru saja melihat bahwa kitab-kitab Suci memberitahukan kepada kita dengan jelas dan benar-benar bahwa Allah hanyalah satu. Meskipun ada tiga---Bapa, Putra, dan Roh---namun keTiganya itu bukanlah tiga Allah, melainkan satu. Ini sungguh-sungguh suatu misteri! Ini tidak terduga! Tetapi puji Tuhan, kita dapat dengan sederhana menerima dan menikmati Yang misterius ini menurut apa yang telah kitab-kitab Suci telah katakan!"

3. Bapa, Putra, dan Roh adalah Kekal

Bapa adalah kekal (Yes. 9:5). Putra adalah kekal (Ibr. 1:12; 7:3). Roh itu juga adalah kekal (Ibr. 9:14). Maka, keTiganya---Bapa, Putra, dan Roh itu---adalah kekal.

4. Bapa, Putra, dan Roh itu hidup bersama-sama secara serempak

Di dalam Yohanes 14:16-17 Putra mengatakan bahwa Dia akan berdoa kepada Bapa supaya Bapa dapat mengutus Roh itu. Di dalam Efesus 3:14-17 Paulus mengatakan bahwa bahwa dia berdoa kepada Bapa agar Dia mengaruniakan kita supaya dikuatkan dengan kekuatan melalui RohNya ke dalam manusia batiniah kita supaya Kristus dapat membuat tempat tinggalNya di dalam hati kita. Dua Korintus 13:14 berkata, "Kasih karunia Tuhan Yesus kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu semua." Oleh karena itu, kita tidak percaya bahwa Bapa menghentikan keberadaanNya dan digantikan oleh Putra, kemudian setelah periode waktu Putra itu digantikan oleh Roh itu. Kita percaya bahwa keTiganya---Bapa, Putra, dan Roh-- adalah kekal dan ada bersama-sama.

5. Bapa, Putra, dan Roh itu Saling Menghuni dan Tidak Dapat Dipisahkan

Hubungan antara Bapa, Putra, dan Roh itu dalam ketrinitasan bukan hanya bahwa mereka ada bersama-sama secara serempak, tetapi, lebih dari pada itu, bahwa mereka saling menghuni satu dengan yang lainnya. Keberadaan berarti ada bersama-sama pada waktu yang sama. Saling menghuni, seperti yang diterapkan kepada keTrinitasan, berarti bahwa Bapa, Putra, dan Roh itu ada di dalam satu dengan yang lainnya maka ada bersama-sama. Yohanes 5:43 memberitahukan kepada kita bahwa Putra datang di dalam nama Bapa. Ini sama dengan kedatangan Bapa. Yohanes 14:10 mengatakan bahwa Putra ada di dalam Bapa dan Bapa ada di dalam Putra. Maka, Putra dapat mempersaksikan dengan berkata, "Barangsiapa yang telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa" (Yoh. 14:9). Ayat-ayat lain memberitahukan kepada kita tentang fakta-fakta yang mirip (Yoh. 6:46; 8:29; 14:26; Luk. 14:1). Allah Tritunggal tidak pernah terpisah. Ketika Yang pertama bergerak, maka Yang kedua juga bergerak denganNya. Ketika Yang satu diutus, maka Yang kedua juga datang bersama denganNya. Ketika Sang Putra datang, Dia datang di dalam nama Bapa; ketika Dia datang, Bapa datang. Ketika Roh itu diutus, Dia diutus di dalam nama Putra; Dia diutus adalah Putra yang diutus. Maka, kedatangan Putra, adalah kedatangan Bapa, dan pengutusan Roh adalah pengutusan Putra. KeTiganya---Bapa, Putra, dan Roh-- adalah satu. Mereka tidak dapat dipisahkan sampai selamanya.

6. KeTiganya---Bapa, Putra, dan Roh itu---adalah Satu

Putra adalah Bapa. Yesaya 9:5 berkata, "Seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putra telah diberikan kepada kita...dan namanya akan disebut...Allah yang Perkasa, Bapa Kekal." Di dalam ayat ini, Allah yang Perkasa setara dengan anak, dan Bapa yang kekal setara dengan Putra. Ya, Dia adalah seorang anak, namun Dia adalah Allah yang perkasa. Anak yang telah dilahirkan di palungan Betlehem adalah Allah yang perkasa. Maka anak dan Allah yang perkasa adalah satu, demikian juga, Putra dan Bapa yang kekal adalah satu. Putra adalah Bapa yang kekal.

Putra telah menjadi Roh pemberi hayat. Satu Korintus 15:45 menyatakan, "Adam yang akhir telah menjadi Roh pemberi hayat." Adam yang akhir, tentu, adalah Tuhan Yesus yang telah berinkarnasi, dan Roh pemberi hayat, tentu, adalah Roh Kudus. Tidak ada Roh pemberi hayat yang lain selain Roh Kudus.

E. Alasan Allah adalah Tritunggal

Dua Korintus 13:14 berkata, "Kasih karunia Tuhan Yesus Kristus, dan kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kamu semua." Di sini kita melihat bahwa Allah Tritunggal sedang mendispensikan DiriNya sendiri ke dalam kita. Dengan memiliki persekutuan Roh Kudus, kita sedang menikmati kasih karunia Kristus yang keluar dari kasih Allah. Seluruh Allah Tritunggal di sini adalah bagi kenikmatan dan pengalaman kita.

Allah adalah Allah Tritunggal. Allah yang esa, Allah yang satu-satunya yang memiliki tiga aspek---Bapa, Putra, dan Roh itu. Bapa, Putra, dan Roh itu adalah Allah dan adalah kekal, ada bersama-sama, saling menghuni, dan tidak dapat dipisahkan. Bagi kaum imani, Bapa adalah sumber, Putra adalah manifestasi, dan Roh itu adalah Allah yang mencapai dan masuk ke dalam mereka. Maka, Allah Tritunggal yang didispensikan ke dalam diri mereka untuk menjadi hayat, kenikmatan dan suplaian yang serba lengkap mereka.

II. KRISTUS

Kristus adalah subyek dan sentral Alkitab dan adalah isi utama Alkitab dari mula sampai akhir. Bahkan lebih dari pada itu Dia adalah realitas dari iman kita. Kita yang telah percaya ke dalam Dia dan menerima kasih karunia harus mengenal Dia dengan cara menyeluruh.

A. Gelar-gelar Kristus

Matius 1:21 berkata, "Dan ia akan melahirkan seorang Putra, dan engkau akan menyebut namaNya Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umatNya dari dosa-dosa mereka. Ketika Kristus berinkarnasi menjadi seorang manusia, Dia diberi nama Yesus oleh seorang malaikat. Nama Yesus sama dengan nama Yosua di dalam bahasa Ibrani (Bil. 13:16), yang berarti Yehova penyelamat, atau Yehova Juru Selamat. Maka, Dia adalah Juru Selamat, yang akan menyelamatkan umatNya dari dosa-dosa mereka. Matius 1:16 berkata, "Maria, yang melahirkan Yesus, Yang disebut Kristus." Nama kedua dari Kristus adalah Kristus, sama dengan Mesias di dalam bahasa Ibrani (Yoh. 1:41), yang berarti Yang Diurapi. Nama ini mewahyukan bahwa Dia adalah Yang Diurapi Allah, adalah yang diurapi oleh Allah dengan RohNya untuk menciptakan dan menebus supaya memenuhi tujuan kekal Allah. Matius 1:23 berkata, "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Immanuel" ---yang berarti: Allah menyertai kita." Yesus dan Kristus adalah nama-nama yang telah diberikan oleh Allah. Ketika orang-orang menemukan bahwa Dia adalah Allah, merekka menyebut Dia Immanuel, yang berarti Allah menyertai kita. Nama ini mewahyukan bahwa nama Yesus, yang adalah Juru Selamat kita, dan Kristus, Yang Diurapi Allah, sebenarnya adalah Allah Sendiri yang datang untuk menyertai kita.

B. Persona Kristus

1. Allah

"Kristus, yang melampaui semua, adalah Allah yang dipuji sampai selama-lamanya" (Rm. 9:5). Perkataan ini dengan sederhana dan dengan tegas menyatakan bahwa Kristus adalah Allah, yang melampaui semua, Allah yang lengkap yang dipuji selama-lamanya.

2. Putra Allah

"Tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya , bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah" (Yoh. 20:31). Kristus adalah juga Putra Allah, yaitu, Putra Allah.

3. Manusia

"Manusia, Kristus Yesus" (I Tim. 2:5). Kristus bukan hanya Allah, Dia juga adalah manusia. Dia adalah Allah yang sempurna yang menjadi seorang manusia yang sejati dan sempurna. Ini adalah suatu misteri yang besar.

4. Sang Pencipta

"Pada mulanya,ya Tuhan, Engkau telah meletakkan dasar bumi, dan langit adalah buatan tanganMu" (Ibr. 1:10). Dia adalah Sang Pencipta.

5. Yang Sulung dari Semua Ciptaan

"Putra kasihNya...Yang Sulung dari semua ciptaan"(Kol. 1:13, 15). Ini memberitahukan kepada kita bahwa Kristus juga adalah suatu yang tercipta, bahkan yang Sulung di antara ciptaan-ciptaan itu. Sebagai yang Sulung, Dia adalah yang pertama. Sebagai Allah, Dia adalah Pencipta langit dan bumi dan segala sesuatu; sebagai manusia, Dia adalah yang pertama di antara ciptaan-ciptaan.

C. Pekerjaan Kristus

Setelah diurapi oleh Allah untuk menjadi Yang diurapi Allah untuk memenuhi rencana kekalNya, Kristus telah merampungkan dan akan merampungkan perkara-perkara besar berikut ini:

1. Menciptakan

"Pada mulanya ya Tuhan, Engkau telah meletakkan dasar bumi, dan langit adalah buatan tanganMu" (Ibr. 1:10). Perkara besar yang pertama yang Kristus telah lakukan adalah menciptakan langit-langit, bumi, segala sesuatu, dan manusia. Maka, Dia adalah sang Pencipta segala sesuatu.

2. Menjadi Daging

"Dan Firman menjadi daging dan berkemah di antara kita...penuh kasih karunia dan kebenaran" (Yoh. 1:14). Perkara besar kedua yang telah dirampungkan oleh Kristus, Yang diurapi Allah, adalah bahwa Dia sebagai Allah yang telah menjadi daging; yaitu, Dia telah datang untuk menjadi seorang manusia di dalam daging untuk menjadi kemah Allah di antara orang-orang, membawa Allah kepada orang-orang untuk direalisasikan sebagai realitas dan untuk diterima sebagai kasih karunia. Realitas adalah Allah yang dikenal dan dikontaki oleh manusia, dan kasih karunia adalah Allah yang diterima dan dinikmati oleh manusia. Di dalam kemah daging di mana Dia ada ini, Kristus hidup dengan manusia selama tiga puluh tiga setengah tahun, sehingga membawa Allah sepenuhnya kepada manusia untuk menjadi realitas dan kasih karunianya.

3. Disalibkan di atas Kayu Salib

Setelah tiga puluh tiga setengah tahun, Dia pergi ke kayu salib untuk disalibkan untuk merampungkan penebusan di salam rencana kekal Allah. Ini adalah perkara besar ketiga yang telah Dia lakukan, satu kali untuk selamanya, memecahkan segala sesuatu masalah yang telah dikutuk oleh Allah di dalam alam semesta ini, seperti Setan, dosa, dunia, daging, manusia lama, dan ciptaan lama. Dia melakukan perkara ini bagi Allah dan bagi mereka yang telah dipilih oleh Allah, yang akan mewarisi keselamatanNya sampai kekal.

4. Dibangkitkan dari antara orang Mati

Kristus telah menyerahkan nyawaNya, dan Dia menerimanya kembali melalui kebangkitan dari antara orang mati (Yoh. 10:17-18). Ini adalah perkara besar keempat yang telah Dia lakukan, yang merampungkan pembenaran, kebangkitan, dan kelahiran kembali bagi kita. "Yesus...yang telah dibangkitkan oleh karena pembenaran kita " (Rm. 4:24-25). KebangkitanNya adalah bukti pembenaran kita. KebangkitanNya adalah kwitansi pembenaran kita. Kita telah dibangkitkan bersama-sama dengan Dia di dalam kebangkitanNya (Ef. 2:5-6). KebangkitanNya juga telah membebaskan hayatNya ke dalam kita, sehingga melahirulangkan kita untuk menjadi manusia baru.

5. Terangkat mengatasi Segala Langit

Setelah Kristus bangkit dari antara orang mati, Dia terangkat mengatasi segala langit. Ini adalah perkara besar kelima yang telah dilakukan oleh Dia. "Telah naik ke tempat tinggi, Ia membawa tawanan-tawanan, Ia memberikan pemberian-pemberian kepada manusia" (Ef. 4:8). Orang-orang yang ditawan itu mengacu kepada kita, yang telah ditawan sebelumnya oleh Setan dan kematian. Sekarang Kristus, di dalam kebangkitanNya yang jaya, membawa kita ke atas langit/sorga untuk membuat kita sebagai karunia Allah bagi Kristus agar Kristus dapat memberikan kita sebagai karunia-karunia bagi gereja. "Dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga" (Ef. 2:6). Keterangkatan Kristus juga membawa kita, yang telah percaya ke dalam Dia dan yang telah disatukan denganNya untuk menjadi satu, ke sorga, agar kita dapat mencapai suatu posisi sorgawi dan hidup di dalam suatu suasana dan kedudukan sorgawi. Sungguh ajaib perkara-perkara yang telah Kristus rampungkan bagi kita di dalam keterangkatanNya!

6. Menggenapkan Ministri SorgawiNya

Di dalam keterangkatanNya ke dalam sorga, Kristus merampungkan ministri sorgawiNya. Dia telah diurapi oleh Allah untuk melakukan keenam perkara besar ini, telah melaksanakan keempat perkara di bawah ini bagi kita: Setelah Dia melaksanakan perjanjian baru (Mat. 26:28) melalui kematianNya di atas bumi, Dia terangkat ke sorga untuk menjadi Pengantara dari perjanjian baru ini, melaksanakan perjanjian baru itu di dalam mereka yang percaya di dalam Dia (Ibr. 8:6). Hari ini Kristus juga adalah Minister tabernakel yang sejati di dalam sorga, meministrikan hayat yang sorgawi dan yang ilahi, dan suplaian sorgawi kepada kaum imaniNya (Ibr. 8:1-2). Hari ini, Kristus juga adalah Imam Besar kita di dalam sorga, perantara bagi kita di hadapan Allah agar kita diselamatkan dengan sempurna, (Ibr. 4:14; 7:24-26). Kristus hari ini di dalam sorga juga adalah Pembela kita di hadapan Allah yang benar. Jika kita berdosa setelah kita diselamatkan, berdasarkan atas Dia yang telah menjadi pendamaian kita, Dia membela kita untuk memulihkan persekutuan yang telah terputus di antara Allah dan kita (I Yoh. 2:1-2).

7. Datang Kembali

Bila Kristus telah menyelesaikan ministri sorgawiNya, Dia sebagai Yang Diurapi Allah akan datang kembali untuk merampungkan ketujuh perkara besar, termasuk tiga perkara berikut ini: Ketika Kristus datang kembali, Dia akan mengangkat semua kaum imani ke angkasa, baik mereka yang telah dibangkitkan atau mereka yang hidup, untuk berjumpa denganNya, supaya mereka dapat bersama-sama dengan Dia. Ini adalah perkara pertama yang akan Dia laksanakan pada kedatanganNya yang kedua kali (1 Tes. 4:16-17). Perkara kedua yang akan Kristus laksanakan pada kedatanganNya yang kedua kali adalah bahwa Dia akan menyelamatkan semua bangsa Israel (Rm. 11:26). Perkara ketiga yang akan Tuhan laksanakan sewaktu Dia kembali adalah bahwa Dia akan menghakimi semua bangsa yang tidak percaya.

8. Mendirikan Kerajaan Milenium

Setelah Kristus membersihkan bumi ini pada kedatanganNya, Dia akan mendirikan kerajaan milenium dan akan memerintah dengan kaum imaniNya yang menang di dalamnya selama seribu tahun. Ini adalah perkara besar kedelapan yang akan Dia rampungkan sebagai yang Diurapi Allah (Why. 20:4, 6).

9. Menjadi Sentral dari Yerusalem Baru di Langit Baru dan Bumi Baru

Pada akhir kerajaan milenium itu, langit yang lama dan bumi yang lama akan disudahi. Kristus akan menjadi sentral yang kekal di dalam Yerusalem Baru di langit baru dan bumi baru yang akan datang. Ini adalah perkara besar terakhir yang akan dilakukan oleh Kristus sebagai Yang Diurapi Allah dalam menggenapkan rencana kekal Allah. Semua yang telah ditebus oleh Allah dari seluruh jaman kemudian akan bersama dengan Dia, menikmati hasil pekerjaan Allah sepanjang jaman yang limpah ruah di dalam hayat Allah yang kekal sampai selama-lamanya (Why. 21:23).

III. ROH KUDUS

Roh Kudus adalah yang membawa masuk Allah Tritunggal bagi pengalaman dan kenikmatan kita. Oleh karena itu, kita harus mengenal Dia agar kita dapat dengan kaya mengalami Dia.

A. Ekspresi Ultima Allah Tritunggal

Di dalam Trinitas ilahi, Roh Kudus, yaitu Roh Allah, dicantumkan paling akhir, memperlihatkan bahwa Dia adalah ekspresi ultima Allah Tritunggal (Mat. 28:19).

B. Allah Tritunggal yang Mencapai dan yang Masuk ke dalam Kaum Imani

Tuhan mengatakan di dalam Yohanes 14:16-17 bahwa Roh Kudus adalah Allah Tritunggal yang mencapai/sampai kepada manusia, yaitu, Allah Tritunggal yang menjadi Roh itu untuk mencapai manusia dan beserta dengan manusia sampai selama-lamanya.

Dia lebih jauh lagi mewahyukan kepada kita di dalam Yohanes 14:17 dan 20 bahwa Roh Kudus, yang mencapai kita, dengan Bapa dan Putra, juga akan masuk ke dalam kita. Ini mengindikasikan bahwa Dia adalah Allah Tritunggal yang masuk ke dalam kaum imani. Ketika DIa masuk ke dalam kita, Bapa dan Putra juga masuk ke dalam kita (Yoh. 14:23).

C. Apa Roh Kudus itu

"Roh Allah" (Kej. 1:2) yang berbagian dalam pekerjaan penciptaan Allah. "Roh Yehova" (2 Taw. 20:14) yang berbagian dalam hubungan Allah dengan manusia (Kej. 2:7). "Roh Kudus" (Luk. 1:35) yang berbagian di dalam inkarnasi Kristus untuk menguduskan manusia bagi Allah. "Roh Yesus" (Kis. 16:7) yang berbagian di dalam kelahiran, penghidupan, dan penderitaan Yesus. "Roh Kristus" (Rm. 8:9) yang berbagian di dalam kebangkitan Kristus dan pembagian hayat. "Roh Yesus Kristus" (Flp. 1:19) yang berbagian di dalam kelahiran, penghidupan, dan kematian Yesus, juga di dalam kebangkitan Kristus dan pembagian hayat, dengan suplaian yang berlimpah agar kaum imani dapat diselamatkan di dalam segala hal. "Roh hayat" (Rm. 8:2), "Roh pemberi hayat" (1 Kor. 15:45), yang berbagian di dalam Kristus yang menjadi hayat manusia dan memberikan hayat kepada manusia. "Roh itu", yang belum datang karena Yesus belum dimuliakan (Yoh 7:39), adalah hasil dari Roh Kudus yang telah melalui semua butir dari apa adanya Dia, yang disebutkan di atas. Maka, Dia adalah Roh yang almuhit dan yang telah terampungkan sebagai ekspresi ultima Allah Tritunggal untuk mencapai dan masuk ke dalam mereka yang percaya ke dalam Kristus. "Tujuh Roh" (Why. 1:4) mengacu kepada Roh Kudus yang diperkuat tujuh kali ganda, agar gereja yang merosot dapat menerima kasih karunia dan kekuatan tujuh kali ganda.

D. Dua Aspek tentang Roh Kudus

Di dalam Perjanjian Baru, ada dua aspek tentang Roh Kudus, yaitu Roh Allah, yang berhubungan dengan kaum imani. Di pihak lain, Dia adalah Roh hayat di dalam kita yang menjadi Roh esensi Allah supaya kita dapat memiliki hayat ilahi untuk hidup dan berada. Di pihak lain, Dia adalah Roh kuasa di atas kita yang menjadi Roh ekonomikal Allah supaya kita dapat memiliki kuasa dan karunia ilahi untuk bekerja bagi Allah. Yesus berkata di dalam Yohanes 14:17, "Roh realitas...akan menyertai kamu". Ini adalah Roh Kudus sebagai Roh esensi Allah di dalam kaum imani agar mereka dapat mempunyai hayat Allah untuk hidup bagi Allah. Kemudian DIa berkata di dalam Kisah Para Rasul 1:8, "Tetapi kamu akan menerima kuasa bila Roh Kudus turun atas kamu, dan kamu akan menjadi saksiKu di Yerusalem, Yudea, Samaria dan sampai ke ujung bumi." Ini adalah Roh Kudus di atas kaum imani supaya mereka dapat menerima Roh kuasa untuk bekerja bagi Tuhan.

E. Pekerjaan Roh Kudus

Roh Kudus sudah melakukan dan masih sedang melakukan banyak hal yang ajaib bagi kita untuk membawa kita sepenuhnya ke dalam ekonomi Allah. Ada sepuluh hal yang penting yang membantu kita sepenuhnya ke dalam ekonomi Allah: 1) Roh Kudus menjadi transfigurasi dan realitas dari Kristus di dalam kebangkitanNya untuk mempersaksikan tentang realitas Kristus di dalam kebangkitan (Yoh. 15:26); 2) Roh Kudus datang untuk menghukum orang-orang berdosa karena dosa-dosa mereka supaya mereka bertobat dan percaya ke dalam Kristus untuk mendapatkan hayat yang kekal (Yoh. 6:8); 3) Roh Kudus, sebagai Roh hayat esensi Allah, melahirulangkan orang-orang berdosa yang bertobat di dalam rohnya agar mereka dapat memiliki hayat Allah dan menjadi seorang anak Allah (Yoh. 3:6); 4) Roh Kudus, sebagai Roh hayat esensi Allah juga memperbaharui manusia melalui kelahiran ulang sehingga manusia dapat menerima keselamatan hayat Allah (Tit. 3:5); 5) Roh Kudus, sebagai Roh hayat esensi Allah, tinggal di dalam kita untuk menyuplai kita secara kontinyu dengan hayat dan kekayaan Allah (2. Tim 1:14); 6) Roh Kudus, sebagai Ro esensi Allah, mengurapkan esensi (elemen) Allah ke dalam kaum imani, sehingga menghasilkan suatu pengajaran bagi mereka agar mereka dapat tinggal di dalam Tuhan menurut pengajaran esensi Allah (I Yoh. 2:27); 7) Roh Kudus, sebagai Roh hayat esensi Allah, juga menyuplai mereka dengan sifat kudus Allah, yaitu, esensi ilahi (Rm 15:16); 8) Roh Kudus, sebagai Roh esensi Allah, di dalam kaum imani, mentransformasi kaum imani secara metabolisme dengan esensi ilahi Allah ke dalam gambar Tuhan dari satu tinggkat kemuliaan sampai ke suatu tinggkat kemuliaan yang lebih tinggi (2 Kor. 3:18); 9) Roh Kudus, sebagai Roh ekonomikal Allah, adalah kuasa di atas kaum imani bagi kaum imani itu untuk bekerja bagi Allah (Luk. 24:49); dan 10) Roh Kudus di atas kaum imani, sebagai Roh ekonomikal Allah, memberikan karunia yang bermacam-macam kepada mereka untuk bekerja bagi Allah (I Kor. 12:7-11).

IV. SALIB KRISTUS

Salib Kristus merampungkan penebusan kekal Allah bagi kita menurut tuntutan-tuntutan kebenaran, kekudusan, dan kemuliaan Allah untuk menjadi dasar keselamatan kekal kita. Maka, kita harus mengenal secara menyeluruh mengenai salib ini.

A. Salib Telah Dinubuatkan oleh Allah

Galatia 3:13 berkata, "Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum taurat, dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada sebatang pohon." "Pohon" di sini mengacu kepada kayu salib, yang terbuat dari kayu. Di dalam Ulangan 21:23 dari Perjanjian Lama, Allah bernubuat di dalam penghukuman-penghukuman dari Hukum Taurat bahwa Kristus akan digantung pada sebatang pohon, yaitu, digantung pada kayu salib.

B. Salib adalah suatu Bentuk Hukuman negara Roma

Yohanes 19:15 memberitahukan kita, "Maka berteriaklah mereka: Enyahkan Dia! Enyahkan Dia! Salibkan Dia! Kata Pilatus kepada mereka: haruskah aku menyalibkan rajamu?" Jawab imam-imam kepala: Kami tidak mempunyai raja selain Kaisar." Bentuk penghukuman orang-orang Yahudi adalah melempari seorang yang jahat dengan batu sampai mati (Ul. 22:24). Tetapi, kira-kira enam puluh tahun sebelum Tuhan lahir, bangsa Yahudi jatuh ke dalam kekuasaan Roma. Tidak lama sebelum Tuhan diletakkan kepada kematian oleh gubernur Roma, Kekaisaran Roma telah menggunakan salib sebagai suatu bentuk penghukuman bagi orang-orang yang paling jahat. Maka, ketika orang-orang Yahudi meminta untuk membunuh Tuhan, mereka menyalibkan Dia melalui tangan gubernur Roma, yang menggenapkan nubuat Allah di dalam Ulangan 21:23 mengenai bagaimana Tuhan akan mati. Ini dilakukan oleh kedaulatan tangan Allah.

C. Waktu Ketika Kristus Disalibkan

Menurut Markus 15;25 dan Matius 27:45 Kristus disalibkan mulai jam sembilan pagi sampai jam tiga sore, selama enam jam. Tiga jam pertama, Allah tidak menghukum Dia di tempat orang-orang berdosa; melainkan, manusia menganiaya Dia. Di dalam tiga jam ini, Dia menderita martir, bukan penebusan. Pada siang hari, bumi menjadi gelap. Dari poin ini sampai jam tiga, manusia tidak menganiaya DIa, melainkan Allah menghukum Dia di tempat orang-orang berdosa. Di dalam tiga jam itu, Dia menderita bagi penebusan, bukan martir.

D. Penggenapan-penggenapan Salib

Kristus telah menggenapkan sebelas perkara di atas salib. Kita dapat berbagian di dalam ekonomi Allah disebabkan karena penggenapan-penggenapanNya yang bervariasi.

Perkara pertama yang Kristus genapkan di atas salib adalah menanggung dosa-dosa yang bermacam-macam dari perbuatan-perbuatan luaran kita, yaitu, dosa-dosa yang dilakukan oleh kita secara pribadi, sehingga kita dapat diselamatkan dan pindah dari kematian ke dalam hayat (I Pet. 2:24).

Pada waktu yang sama, di atas salib, Kristus mengeluarkan sifat dosa di dalam kita, yaitu, dosa yang diwarisi oleh kelahiran, sehingga kita dapat dibebaskan dari sifat dosa kita yang di dalam (Ibr. 9:26).

Kristus telah menanggung dosa-dosa yang di luar kita dan mengeluarkan/memindahkan dosa yang di dalam kita di atas salib, juga menerima kutukan, menurut hukum taurat Allah, yang seharusnya kita terima karena kejatuhan dan dosa kita ((Gal. 3:13)

Kristus bukan hanya menanggulangi dosa ganda kita di kayu salib; Dia juga menyalibkan dosa manusia lama kita supaya tubuh dosa itu dibuat menjadi tidak berkuasa lagi, agar kita tidak memperhambakan diri lagi kepada dosa (Rm. 6:6).

Karena manusia lama kita telah disalibkan dengan Kristus, "aku" kita juga telah disalibkan denganNya (Gal. 2:20).

Kristus buhan hanya menyalibkan manusia lama kita di atas salib; Dia juga telah menyalibkan daging kita dengan segala keinginan dan hawa nafsunya. Di sini dikatakan bahwa kita yang berasal dari Kristus telah menyalibkan daging dengan segala keinginan dan hawa nafsunya. Kita dapat melakukan perkara ini berdasarkan fakta bahwa Tuhan telah menyalibkan daging kita di atas salib (Gal. 5:24).

Di atas salib, Kristus telah menghancurkan Iblis, yang berkuasa atas maut, dan membebaskan kita dari perhambaan maut (Ibr. 2:14-15).

Kristus telah menghancurkan Iblis, yang mempunyai kekuasaan atas maut, Dia juga dengan nyata menghakimi dan menanggulanginya, si ular tua yang meracuni manusia, sehingga semua yang percaya di dalam Kristus dapat memiliki hayat kekal Allah dan pindah dari maut ke dalam hayat. Ini digambarkan oleh Musa yang meninggikan ular tembaga di padang gurun, yang membawa bangsa Israel dari maut ke dalam hayat (Yoh. 3:14-15).

Di atas salib, Kristus telah menghancurkan/meremukan Setan si Iblis, dan pada waktu yang sama Dia telah menyalibkan dunia yang diorganisir oleh Setan dan menggantungkan Setan, menyebabkan dunia kehilangan kekuasaannya atas mereka yang telah percaya ke dalam Kristus (Gal. 6:14).

Di atas salib, Kristus telah membatalkan hukum taurat Perjanjian Lama dengan perintah-perintah dan ketentuan-ketentuannya, yang memisahkan orang-orang Yahudi dari bangsa-bangsa Kafir, menjadikan mereka satu dan menciptakan keduanya ke dalam satu manusia baru di dalam DiriNya sendiri, yaitu gereja (Ef. 2:14-15).

Kristus bukan hanya menanggulangi semua butir negatif di atas bagi Allah dan bagi kita di atas salib, tetapi melalui kematianNya di atas salib Dia juga membebaskan hayat ilahi di dalamNya ke dalam kita sehingga kita dapat menjadi banyak anggotaNya yang menyusun TubuhNya (Yoh. 12:24).

E. Bermegah di dalam Salib

Galatia 6:14 berkata, "Tetapi aku tidak mau sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus." Mereka yang mendengki dengan agama Yahudi memaksa orang lain untuk disunat supaya mereka bermegah di dalam daging mereka (Gal. 6:12-13). Tetapi, Rasul Paulus, telah didapatkan oleh Kristus, tidak bermegah di dalam apapun juga selain di dalam salib Kristus.

KESIMPULAN

Allah adalah Yang merencanakan. Kristus adalah Yang merampungkan. Roh itu adalah Yang mengenalkan. Roh itu membawa kita ke dalam apa adanya Allah, apa yang telah Kristus genapkan di atas salib, dan apa yang telah Kristus lalui, yang telah didapat, dan yang telah dicapai. Persona dan pekerjaan dari Allah Tritunggal itu telah membebaskan kita dari semua hal negatif di dalam alam semesta ini dan akan mendispensikan Allah Tritunggal ke dalam kita. Iniah keempat hal yang paling penting yang telah diwahyukan kepada kita di dalam Alkitab. Bila kita melihat, percaya, dan menerima kebenaran mengenai Allah, Kristus, Roh Kudus, dan salib Kristus, maka akita dapat dengan leluasa menikmati Dia. Betapa ajaibnya!