BUKTI ALKITAB ADALAH FIRMAN ALLAH
Pembacaan Alkitab
Yes. 55:11; 2 Tim. 2:9b; Yes. 59:21; Mat. 24:35; Maz. 12:6;
2 Ptr. 1:19; 1 Ptr. 1:25; Why. 12:11; Yoh. 1:1; 6:63, 68;
Mat. 4:4; Bil. 11:18-21; Maz. 119:103; Ay. 23:12;
Ez. 9:4; Why. 1:9; 3:8, 10; 6:9; 22:18, 19.
Garis Besar
I. Bukti dengan sejarah orang-orang Yahudi
A. Dipilih oleh Allah
B. Menjadi suatu bangsa yang besar
C. Dipimpin oleh hakim-hakim
D. Ketinggian akan pengalaman mereka
E. Kemerosotan
F. Dijungkirbalikkan
G. Pemulihan bait dan kota Yerusalem
H. Kedatangan Tuhan yang pertama kepada mereka
I. Pengrusakkan bait dan kota; mereka tercerai berai lagi
J. Mereka dijaga sebagai suatu umat
K. Pemulihan bangsa Israel
II. Bukti dengan tidak dapat dirusak
III. Bukti dengan penyebarannya selama penganiayaan
A. Sebuah Alkitab tersembunyi di dalam sebuah kursi
B. Sebuah Alkitab dibakar di dalam sepotong roti
IV. Bukti dengan firman Tuhan dan para penulis Alkitab lainnya
V. Bukti dengan dukumen-dukumen zaman dulu
A. Tiga tulisan utama zaman dulu
B. Buku-buku dan surat-surat dari kaum imani sebermula
VI. Bukti dengan arkeologi
A. Penemuan dari Gulungan-gulungan kitab di Laut Mati
B. Penemuan lembaran-lembaran tanah liat
C. Penemuan Niniwe
I. BUKTI DENGAN SEJARAH ORANG-ORANG YAHUDI
A. Dipilih oleh Allah
Sejarah orang-orang Yahudi juga membuktikan bahwa Alkitab adalah Firman Allah. Orang-orang Yahudi adalah suatu umat yang spesial. Mereka adalah umat pilihan Allah. Nenek moyang mereka adalah Abraham, yang dipilih dan dipanggil oleh Allah untuk menjadi kepala dari ras pilihan itu. Hampir semua Perjanjian Lama adalah sejarah mereka (Kej. 12:1---Maleakhi).
B. Menjadi suatu Bangsa yang Besar
Cucu Abraham, Israel, dengan keturunan-keturunannya, tujuh puluh orang, turun ke Mesir mencari makanan dan akhirnya berkembang menjadi suatu bangsa. Mereka diperbudak dan dianiaya di Mesir selama beratus-ratus tahun. Allah mengutus Musa untuk membebaskan mereka dari kekuasaan Firaun dan membawa mereka keluar dari Mesir. Setelah selamat dari pasukan Firaun dengan menyeberang Laut Merah, mereka mengembara di padang belantara selama empat puluh tahun. Akhirnya, di bawah pimpinan Yosua dan asistennya Kaleb, mereka masuk ke tanah permai yang telah Allah janjikan kepada Abraham. Mereka membagi tanah itu ke dalam porsi-porsi bagi masing-masing suku dan keluarga. Setiap orang mempunyai suatu bagian dari tanah permai itu sebagai warisan mereka dari Allah (Kej. 46:1—Yosua).
C Dipimpin oleh Hakim-hakim
Tidak lama setelah keturunan Israel itu tinggal di tanah permai, mereka mulai berpaling dari Allah. Allah mengijinkan musuh-musuh mereka untuk menyerang mereka. Mereka berseru kepada Allah agar Allah menyelamatkan mereka, dan Dia memberikan mereka seorang hakim yang membebaskan mereka dari musuh-musuh mereka. Lingkaran ini terus berlanjut selama beberapa ratus tahun (Hakim-hakim).
D. Ketinggian Pengalaman Mereka
Allah membangkitkan Samuel untuk menjadi nabi-Nya, dan Samuel mengurapi raja Daud. Daud menaklukan semua musuh mereka dan membawa damai sejahtera bagi umat Allah. Lagi pula, Daud menjamin tempat itu dan mengumpulkan kekayaan dan bahan yang diperlukan untuk membangun rumah Allah. Salomo, putranya, membangun rumah Allah di Yerusalem. Itu adalah pengalaman yang tertinggi dari keturunan Israel—mereka memiliki Allah yang menghuni di antara mereka; mereka mempunyai damai sejahtera dan kemakmuran di tanah permai itu yang telah Allah janjikan kepada Abraham (1 Sam. 3—2 Taw. 9:28).
E. Kemerosotan
Kemerosotan mulai setelah bait itu dibangun. Pertama, keturunan Israel meninggalkan Allah dan menyembah patung-patung. Kedua, mereka mendirikan dua pusat penyembahan lainnya, Dan dan Betel, di luar tempat pilihan Allah untuk menyembah, yaitu Yerusalem. Dua perbuatan ini sangat jahat di mata Allah dan menyakitkan Dia, menyebabkan Dia untuk sementara waktu menyerahkan mereka (1 Raj. 11:5—13:34).
F. Dijungkirbalikkan
Tuhan bernubuat di dalam Yeremia 24:9-10, “Aku akan membuat mereka dijungkirbalikkan di antara segala kerajaan di bumi, menjadi aib dan perumpamaan, menjadi sindiran dan kutuk di segala tempat ke mana Aku menceraiberaikan mereka. Dan Aku akan mengirimkan perang, kelaparan, dan penyakit sampar ke antara mereka, sampai mereka habis dilenyapkan dari atas tanah yang telah Kuberikan kepada mereka dan kepada nenek moyang mereka.” Pasukan Babel datang melawan mereka dan membunuh banyak orang, menghancurkan bait dan kota, dan membawa pergi banyak orang yang tersisa ke Babel. Pasukan itu bahkan mengambil bejana-bejana dari bait dan menempatkan bejana-bejana itu di dalam bait tempat menyimpan berhala mereka (Yer. 6—27).
G. Pemulihan Bait dan Kota Yerusalem
Setelah tujuh puluh tahun di dalam penawanan, seperti yang dinubuatkan oleh Yeremia (Yer. 29:10-14), Tuhan menggerakkan Koresy raja Persia untuk mengijinkan umat Israel pulang kembali untuk membangun kembali bait dan kota Yerusalem. Keturunan Israel kembali dan setelah melalui banyak pergumulan, selesailah pekerjaan itu (2 Taw. 36:23—Ez. 6; Neh. 2:9—7).
H. Kedatangan Tuhan yang Pertama kepada Mereka
Setelah beberapa ratus tahun, Tuhan datang kepada umat-Nya, menggenapkan nubuat-nubuat di dalam Perjanjian Lama. Dia dilahirkan dari seorang dara (Mat. 1:23), menempuh penghidupan seorang manusia yang sejati dan sempurna (2 Kor. 5:21), ditolak oleh umat-Nya sendiri (Yoh. 1:11), kemudian diserahkan kepada imam kepala dan ahli-ahli Taurat dan diletakkan kepada kematian di atas kayu salib (Mat. 20:18-19), dan dibangkitkan pada hari yang ketiga menurut Kitab Suci (1 Kor. 15:4; Mat. —Yoh.).
I. Pengrusakkan Bait dan Kota; Mereka Tercerai Berai Lagi
Sebelum Tuhan disalibkan, Dia bernubuat di dalam Matius 24:2 bahwa tidak ada satu batupun dari bait itu akan dibiarkan terletak di atas batu yang lain. Ini mengindikasikan bahwa bait itu akan dihancurkan dan umat itu akan diceraiberaikan lagi. Nubuat ini digenapi pada tahun 70 M ketika pangeran Roma, yang bernama Titus, datang dan menghancurkan kota dan bait itu. Ketika orang-orang menyalibkan Tuhan, mereka berkata, “Biarlah darah-Nya ditanggungkan atas kami dan atas anak-anak kami” (Mat. 27:25). Karena kemudian mereka menderita ancaman yang jahat, ujung pedang, kelaparan dan sampar. Mereka dianiaya dari generasi ke generasi.
Pasukan Roma, pada tahun 70 M, membunuh kurang lebih dua juta orang. Lebih dari orang-orang yang tersita itu mati karena kelaparan. Yang hidup dijual untuk menjadi budak-budak. Lima puluh tahun kemudian, lima puluh ribu orang dibunuh lagi karena mereka memberontak melawan Kekaisaran Romawi. Setiap orang tercerai berai sampai ke seluruh bumi menderita selama berabad-abad. Sebelum perang dunia kedua, puluhan ribu orang dibunuh di Rusia. Mereka dibawa ke suatu area yang terbuka dan dibantai oleh senjata api dan granat. Selama perang dunia kedua itu, enam juta orang dibunuh oleh pasukan Jerman. Tipu daya yang bermacam-macam dipakai untuk menghukum mereka. Mereka seperti domba yang dipimpin ke tempat pembantaian (Maz. 44:22; Yer. 12:3).
J. Mereka Dijaga seperti suatu Bangsa
Bilangan 23:9 berkata, “Lihat, suatu bangsa yang diam tersendiri dan tidak mau dihitung di antara bangsa-bangsa kafir.” Mereka tidak seperti bangsa-bangsa lain. Kebudayaan, makanan, dan penghidupan para penghuni dari semua bangsa-bangsa lain adalah kotor. Hanya bangsa Yahudi adalah bersih. Oleh karena itu, bagi mereka, bangsa-bangsa lain dianggap sebagai babi dan anjing-anjing. Mereka tidak mau hidup dan makan dengan bangsa-bangsa lain, maka mereka diam tersendiri. Mereka tidak mempunyai suatu negara selama 2500 tahun, tetapi mereka dipelihara sebagai suatu bangsa. Biasanya memakan waktu selama lima ratus tahun bagi suatu bangsa untuk kehilangan identitas mereka setelah negara mereka dihancurkan. Tetapi, disebabkan karena nubuat-nubuat Allah di dalam Alkitab mengenai Israel, Dia menjaga mereka tersisih dari bangsa-bangsa yang berbeda di mana mereka tinggal, sehingga mereka tetap menjadi suatu bangsa yang berbeda.
K. Pemulihan Bangsa Israel
Tuhan memelihara mereka sebagai suatu bangsa sehingga, setelah 2500 tahun, mereka dapat memulihkan bangsa mereka. Menurut Alkitab, bangsa Israel harus dipulihkan sebelum akhir dunia ini datang (Rm. 11:26-27). Pemulihan bangsa Israel terjadi pada tahun 1948. Menurut konsep-konsep dan pengalaman-pengalaman manusia, hal ini tidak mungkin. Bagi manusia hal ini tidak mungkin, tetapi bagi Allah segala sesuatu adalah mungkin (Luk. 18:27). Alkitab juga bernubuat bahwa “Yerusalem akan dinjak-injak oleh bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, sampai genaplah zaman bangsa-bangsa itu” (Luk. 21:24). Yerusalem dikembalikan kepada umat Allah pada tahun 1967. Fakta ini juga menegaskan firman Tuhan bahwa kedatangan-Nya kali kedua telah dekat (Mat. 24:33-34).
KESIMPULAN
Karena Alkitab dan umat Allah dikaitkan bersama-sama, sejarah dan keberadaan mereka hari ini membuktikan kepada kita bahwa Alkitab itu benar-benar adalah Firman Allah.
II. BUKTI DENGAN TIDAK DAPAT DIRUSAKNYA
Sepanjang sejarah manusia, belum ada satu buku yang telah banyak diserang seperti Alkitab. Namun setiap serangan itu gagal; Alkitab tidak dapat dihancurkan. Orang dapat dengan mudah menghancurkan sebuah mobil atau sebuah bangunan. Hampir segala sesuatu yang ada dapat dihancurkan. Tetapi, Alkitab, Firman kekal Allah, tidak dapat dirusak. Alkitab itu tidak dapat dirusak karena Pengarangnya adalah kekal dan memerlukan sebuah kitab untuk berbicara bagi-Nya sampai kekal. Orang-orang yang menyerang Alkitab keadaaanya bertambah buruk, tetapi Alkitab tetap ada dari dulu sampai sekarang. Keberadaan orang yang terbatas dalam waktu tidak pernah dapat menghancurkan sesuatu yang tidak terbatas dan kekal. Sebaliknya, semakin banyak orang menghancurkan Alkitab, semakin banyak orang yang membacanya.
Sekitar 300 M, Kaisar Diocletian dari Kekaisaran Romawi telah menggunakan banyak metoda yang kejam berusaha untuk menyingkirkan Alkitab. Ia hampir menghancurkan setiap copy Alkitab yang ada pada waktu itu. Dia juga telah membunuh puluhan ribu kaum beriman. Ia mendirikan suatu monumen dengan suatu prasasti yang menyatakan bahwa iman orang Kristen telah dimusnahkan (Exincto Naminechristionorum). Dua puluh tahun kemudian, Alkitab muncul di muka umum kembali.
Ada seorang pejabat tinggi di Inggris bernama Engersol. Ia dengan hebat menentang Alkitab. Ia mengumpulkan setiap copy Alkitab dan membakarnya. Tetapi setelah ia mati, tempat tinggalnya dibeli oleh Bible Society untuk mencetak Alkitab-alkitab. Engersol telah mati, tetapi Alkitab tetap hidup. Tidak ada seorangpun yang dapat mengakhiri Alkitab. Tidak ada seorangpun yang dapat menghancurkan Alkitab.
III. BUKTI DENGAN TERSEBARNYA SELAMA PENGANIAYAAN
Penyebaran Alkitab di bawah penganiayaan membuktikan bahwa Alkitab adalah Firman Allah. Kebanyakan orang akan menyerahkan sesuatu bila mereka dianiaya karena memilikinya, tetapi tidak demikian dengan Alkitab. Ketika orang-orang di Eropa dianiaya oleh karena mempunyai Alkitab-alkitab, mereka menolak untuk menyerahkan Alkitab-alkitab itu. Banyak copyan yang telah disita dan dibakar. Sangat berbahaya jika mempunyai Alkitab pada saat itu; meskipun demikian orang-orang itu tidak mau menyerahkan Alkitab-alkitab mereka sekalipun dengan penganiayaan yang hebat.
A. Sebuah Alkitab Tersembunyi di dalam Sebuah Kursi
Pada waktu itu, ada sebuah keluarga yang mengasihi Alkitab di Perancis mempunyai sebuah Alkitab. Mereka mau menyerahkan barang yang lain kecuali Alkitab. Jika Gereja Katholik menemukan bahwa mereka menyimpan sebuah Alkitab di dalam rumah mereka, maka mereka akan dianiaya. Mereka tidak mau menguburkan Alkitab itu di dalam tanah; mereka ingin membacanya setiap hari. Mereka menemukan suatu cara untuk menyembunyikan Alkitab itu di dalam suatu bagian yang berlubang dari sebuah kursi. Mereka memakai kursi itu untuk duduk sampai tiba waktunya untuk membaca Alkitab. Kemudian mereka membalikkan kursi itu dan membuka bagian yang rahasia untuk mengeluarkan Alkitab. Beginilah cara mereka melindungi diri mereka sendiri dan terus membaca Alkitab itu setiap hari.
Suatu hari, seorang “Bapa” dari Gereja Katholik datang untuk menyelidiki rumah mereka. Berusaha sedapatnya, namun ia tidak dapat menemukan di mana tempat persembunyian Alkitab itu. Seluruh keluarga itu melihatnya dengan takut, ia duduk pada kursi itu untuk memikirkan di mana Alkitab itu kemungkinan dapat disembunyikan. Setiap orang merasa lega ketika akhirnya ia menyerah dan pergi.
Karena penganiayaan itu, keluarga ini kemudian berimigrasi ke Amerika, di mana mereka dapat membaca Alkitab dengan bebas.
B. Sebuah Alkitab Dibakar di dalam Sepotong Roti
Seorang saudari di Eropa menyimpan sebuah Alkitab melawan keinginan dari Paus Gereja Roma Katholik. Paus itu telah menyatakan bahwa siapa saja yang kedapatan menyembunyikan sebuah Alkitab akan dihukum. Suatu hari “Bapa-bapa,” membawa pernyataan dari Paus itu, datang untuk menyelidiki rumahnya. Hal itu terjadi ketika saudari itu sedang membakar roti. Ketika dia mendengar bahwa “Bapa-bapa” itu di depan pintu, dia mengambil Alkitabnya dengan adonan yang sedang dia remas. Alkitabnya dibakar di dalam sepotong roti/adonan itu. “Bapa-bapa” itu pergi dengan tangan hampa; saudari itu dan Alkitabnya tetap selamat dan aman. Dia, juga, karena penganiayaan, pindah ke Amerika, di mana dia bebas untuk membaca Alkitab.
Ada banyak kesaksian yang semacam ini. Tidak mungkin kita mencatat semuanya di sini. Kesaksian-kesaksian ini membuktikan kepada kita bahwa Alkitab adalah Firman Allah. Orang tidak berani menanggung resiko kehidupan-kehidupan mereka demi buku-buku lain seperti yang mereka lakukan demi Alkitab.
IV. BUKTI DENGAN FIRMAN TUHAN DAN PARA PENULIS ALKITAB LAINNYA
Tuhan Yesus berkata kepada orang-orang Yahudi, “Sebab jikalau kamu percaya kepada Musa, tentu kamu akan percaya juga kepada-Ku, sebab ia telah menulis tentang Aku. Tetapi jikalau kamu tidak percaya akan apa yang ditulisnya, bagaimanakan kamu percaya akan apa yang Kukatakan?” (Yoh. 5:46-47). Tuhan sering mengutip dan menghubungkan Alkitab. Ini memperlihatkan bahwa Dia percaya bahwa Perjanjian Lama itu adalah Firman Allah. Dia mereferensikan Perjanjian Lama sebanyak empat puluh sembilan kali di dalam Injil Matius. Ini adalah beberapa referensi-referensi yang penting yang Dia gunakan di dalam keempat Injil:
1. Tuhan berkata di dalam Markus 10:6, “Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan.” Dia menghubungkan dengan Kejadian 1:27.
2. Tuhan berkata di dalam Lukas 17:26-27, “Dan sama seperti terjadi pada zaman Nuh, demikianlah pulalah halnya kelak pada hari-hari Anak Manusia: mereka makan dan minum, mereka kawin dan dikawinkan, sampai kepada hari Nuh masuk ke dalam bahtera, lalu datanglah air bah dan membinasakan mereka semua.” Dia menghubungkan dengan Kejadian 7:21-23.
3. Tuhan berkata di dalam Lukas 11:51, “Mulai dari darah Habel sampai kepada darah Zakharia yang telah dibunuh di antara mezbah dan Rumah Allah. Bahkan Aku berkata kepadamu: Semuanya itu akan dituntut dari angkatan ini.” Dia menghubungkan dengan Kejadian 4:8-11
4. Tuhan berkata di dalam Lukas 17:29, “Tetapi pada hari Lot keluar dari Sodom turunlah hujan api dan hujan belerang dari langit dan membinasakan mereka semua.” Dia menghubungkan dengan Kejadian 19:24-25.
5. Tuhan berkata di dalam Yohanes 3:14-15, “Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.” Dia menghubungkan dengan Bilangan 21:8-9 Tuhan berkata di dalam Matius 5:17-18, “Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum taurat dan kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari Hukum Taurat, sebelum semuanya itu terjadi.” Dia bukan hanya percaya bahwa Perjanjian Lama itu adalah Firman Allah, bahkan Dia ada di atas bumi untuk menggenapkan apa yang telah tertulis.
Dapatkah kita memakai apa yang telah tertulis di dalam Perjanjian Baru untuk membuktikan bahwa Perjanjian Lama itu adalah Firman Allah? Ya, kita dapat. Alkitab tidak ditulis oleh satu orang; Alkitab telah ditulis oleh kurang lebih empat puluh orang. Orang-orang mungkin tidak percaya pada seorang pengarang dari sebuah buku jika seandainya ia mengatakan di dalam bab terakhir dari bukunya bahwa bab-bab sebelumnya adalah benar. Tetapi, bila sekelompok penulis mengakui bahwa kitab-kitab sebelumnya adalah firman Allah, yang adalah keadaan yang berhubungan dengan mereka yang menulis Alkitab itu, maka itu sangat dapat dipercaya. Waktu demi waktu, para penulis Alkitab mengutip kitab-kitab sebelumnya dan kemudian mencatat wahyu tambahan dari Allah. Ketika Raja Daud menulis beberapa Mazmur, dia mengutip kitab-kitab sebelumnya dari Perjanjian Lama, seperti Pentateuch, dan kemudian menambahkan wahyu yang lebih jauh lagi (Maz. 119:135—Bil. 6:25; Maz. 119:166—Kej. 49:18). Para penulis lainnya seperti Petrus, Paulus dan Yohanes, juga mengutip ayat-ayat dari Perjanjian Lama di dalam tulisan-tulisan mereka (1 Ptr. 2:6—Yes. 28:16; Yoh. 1:23—Yes. 40;3; Yoh. 2;22—Maz. 16:10; Rm. 9:17—Kel. 9:16). Tuhan dan para penulis Perjanjian Baru telah mengutip dari Perjanjian Lama ratusan kali. Keempat puluh penulis itu telah memakan waktu hampir 1600 tahun untuk menuliskan Alkitab pada saat yang berbeda mengutip para penulis sebelumnya dengan tegas membuktikan bahwa Alkitab itu diilhamkan oleh Allah.
V. BUKTI DENGAN DOKUMEN-DOKUMEN PADA ZAMAN DULU
Beberapa orang yang meragukan bahwa Alkitab adalah Firman Allah mungkin tidak dapat membantah bukti yang telah disebutkan sebelumnya, tetapi mereka mungkin membantah bahwa Alkitab yang kita miliki hari ini tidak sama dengan Alkitab aslinya. Memang benar bahwa tidak ada satu copyan tulisan-tulisan Alkitab yang asli yang tertinggal sampai hari ini. Tetapi ada tulisan-tulisan, dokumen-dokumen dan surat-surat dari zaman dahulu yang memberitahukan kepada kita bahwa Alkitab yang kita miliki hari ini adalah tepat.
A. Tiga Tulisan Utama Zaman Dulu
Ada lebih dari 2300 tulisan Alkitab. Tulisan-tulisan itu adalah copyan-copyan Alkitab pada zaman dulu. Tidak ada satupun dari tulisan-tulisan itu yang lengkap. Ada tiga tulisan utama pada zaman dulu.
The Codex Vaticanus, atau Tulisan Vatikan, disimpan di Perpustakaan Vatikan, Kota Vatikan, Itali. Vatikan adalah markas besar Gereja Roma Katholik, di mana Paus tinggal. Gereja Roma Katholik memiliki tulisan ini selama lebih dari lima ratus tahun. Tulisan ini disalin selama pertengahan abad keempat Masehi. Bentuknya besar, kira-kira satu kaki dan ada 759 halaman. Meskipun kehilangan beberapa halaman, namun itu adalah tulisan yang paling lengkap.
The Codex Sinaiticus, atau Tulisan Sinaitic, disalin di atas lebih dari seratus kulit biri-biri, mungkin pada abad keempat. Tulisan itu dengan tidak sengaja ditemukan oleh Dr. Tischendorf dari Jerman pada tahun 1844 di dalam sebuah kuil di kaki Bukit Sinai. Tulisan itu ada di antara kertas-kertas yang tidak berguna dan hanya untuk dibakar. Dia menyelamatkan tulisan itu, dan tulisan itu kemudian disimpan di dalam Perpustakaan Nasional di Saint Petersburg, Rusia. Tulisan itu dijual ke Inggris pada tahun 1934 seharga lima ratus ribu dollar, dan sekarang disimpan di Museum London.
The Codex Alexandrinicus, atau Tulisan Alexandrian, disimpan di Perpustakaan Nasional Museum British. Tulisan ini mempunyai empat volume. Ada beberapa halaman yang hilang. Tulisan itu disalin oleh seorang yang martir yang bernama Thekla selama abad kelima. Tulisan itu diberikan kepada Patriarch Alexandria pada tahun 1078.
Baik sekali bahwa kita mempunyai banyak tulisan yang berbeda, sehingga para pelajar dapat membandingkannya dan menghasilkan kitab-kitab dari Alkitab yang paling lengkap dan tepat. Ketika kita membaca Alkitab, kita dapat yakin bahwa Alkitab itu tepat.
B. Kitab-kitab dan Surat-surat dari Kaum Beriman yang Sebermula
Alkitab hari ini sama dengan Alkitab yang ada pada beberapa abad yang pertama.
Sekerja Rasul Paulus, Klemen (Flp. 4:3) menulis sepucuk surat kepada gereja di Korintus. Di dalam suratnya dia menghubungkan firman-firman dari Petrus, Yakobus, Yohanes dan Lukas. Dia juga mengutip dari Kisah Para Rasul, Roma, Korintus, Tesalonika, Titus, Yakobus, Petrus, Ibrani. Surat-surat yang mirip telah ditemukan, mengutip ayat-ayat dari Perjanjian Baru.
Ada seorang kaum beriman selama akhir abad kedua telah mengutip lebih dari 2500 ayat dari Perjanjian Baru di dalam kitab-kitabnya. Ada kaum beriman lain yang menulis beberapa kitab pada permulaan abad ketiga. Kitab-kitabnya telah mengutip dua per tiga dari Perjanjian Baru. Kitab-kitab lain dari abad-abad pertama telah memasukkan ratusan kutipan dari Perjanjian Baru.
Dengan membandingkan tulisan-tulisan zaman dulu, surat-surat dan kitab-kitab kaum beriman pada zaman dulu, kita dapat melihat bahwa Alkitab hari ini adalah sama dengan Alkitab zaman dulu. Betapa kita memuji Tuhan bahwa Dia telah menyediakan Alkitab bagi kita sampai hari ini.
VI. BUKTI DENGAN ARKEOLOGI
A. Penemuan Gulungan-gulungan di Laut Mati
Gulungan-gulungan kitab di Laut Mati ditemukan pada tahun 1947. Gulungan-gulungan kitab itu disimpan di dalam sebelas gua di sebelah barat laut dari Laut Mati, lima belas mil dari Yerusalem. Gulungan-gulungan itu disalin di atas kulit-kulit biri-biri. Diperkirakan bahwa Gulungan-gulungan kitab di Laut Mati itu disalin pada tahun 100 S.M. Gulungan-gulungan kitab itu tidak memuat Alkitab yang lengkap. Gulungan-gulungan kitab ini menyajikan tujuan pengakuan bahwa Perjanjian Lama yang kita miliki itu adalah autentik.
Menurut sejarah, ada kaum berimani yang telah memindahkan gua-gua itu untuk menyelamatkannya dari kebejadan kota-kota itu. Mereka sepertinya menyimpan gulungan-gulungan itu di dalam gua-gua ketika mereka melarikan diri dari suatu peperangan di daerah itu. Sungguh kedaulatan Allahlah yang mengatur suatu keadaan yang demikian untuk menyediakan bukti yang layak ini!
B. Penemuan dari Lembaran-lembaran Tanah Liat
Tujuh belas ribu lembaran tanah liat, dihitung dari 2300 sampai 2500 S.M, ditemukan disebelah bagian utara Siria. Lembaran-lembaran dari tanah liat ini mencatat sejarah manusia selama 2900 S.M. Lembaran-lembaran itu memberitahukan tentang kakek buyut keenam Abraham, Heber, bahtera Nuh selama air bah, pengrusakkan Sodom dan Gomora, dan Yerusalem. Lembaran-lembaran dari tanah liat ini membuktikan kepada kita bahwa apa yang telah dicatat di dalam Alkitab bukanlah khayalan.
C. Penemuan Niniwe
Alkitab membicarakan tentang sebuah kota yang bernama Niniwe, ibukota Asiria. Niniwe adalah sebuah kota yang penuh dengan dosa. Yunus diutus untuk memberitakan Injil di sana. Dia telah menolak untuk pergi dan ditelankan oleh seekor ikan yang besar. Setelah dia bertobat, ikan itu memuntahkan dia keluar. Dia kemudian pergi ke Niniwe dan membawa kota itu bertobat (Yunus).
Niniwe telah dihancurkan pada suatu peperangan. Kota itu dikubur di dalam pasir selama ratusan tahun dan akhirnya ditemukan pada abad yang terakhir. Ahli arkeologi menemukan tulisan-tulisan mengenai banyak hal yang tercatat di dalam Alkitab yang belum tercatat di dalam buku-buku sejarah.
KESIMPULAN
Di dalam tulisan, pengkaidahan, dan pemeliharaan Alkitab, kita dapat benar-benar melihat kedaulatan tangan Allah. Misalnya, ketika Codex Sinaiticus akan dibakar, seorang pelajar “kebetulan” melaluinya yang olehnya dapat mengenal nilai tulisan itu dan menyelamatkannya. Oleh karena ini, kita sekarang mempunyai tiga tulisan yang dapat dibandingkan sehingga kita dapat mengetahui jaminan bahwa Alkitab yang kita miliki hari ini adalah tepat. Pemeliharaan gulungan-gulungan kitab di Laut Mati secara daulat diatur oleh Allah bagi kita. Jika bukan karena perang, kaum beriman yang tinggal di dalam gua-gua dekat Yerusalem tidak akan menyembunyikannya di dalam gua-gua itu. Tulisan-tulisan itu tidak banyak digunakan dan kita tidak memilikinya pada hari ini. Tetapi, tulisan-tulisan berharga ini telah disimpan begitu aman sehingga tulisan-tulisan itu terpelihara sampai hampir dua ribu tahun kemudian.
Kita memuji Tuhan karena memberikan kepada kita suatu karunia yang demikian besar—Alkitab. Bukti di dalam dua pelajaran ini menambahkan iman kita di dalam dan mengapresiasikan Alkitab. Tuhan dan pecinta-pecinta-Nya telah banyak menderita untuk memelihara Alkitab itu selama ribuan tahun sehingga kita, pecinta-pecinta Tuhan, boleh memiliki karunia yang besar ini. Kita perlu memustikakan Alkitab dan mempelajarinya sebagai benda yang paling mustika yang kita miliki.