BUKTI ALKITAB ADALAH FIRMAN ALLAH (1)
Pembacaan Alkitab
Mat. 19:3-9; 5:22, 28, 44; Mat. 1:6; Kel. 20:17; Im. 25:37;
Bil. 24:19; Im. 25:8-7; Yes. 4:2; 6:1; 7:14; 9:6; 42:1-3; 52:14;
Mik. 5:2; Yes. 53:2-12; 52:13; Maz. 2:6-7; 132:11; Yes. 62:11-12.
Garis Besar
I. Bukti dengan logika
A. Kepenulisan
B. Sifat moral
C. Isi
D. Tersedianya
II. Bukti dengan penyelesaiannya
A. Penulis-penulis
B. Angka “tujuh”
C. Penuh kejujuran
D. Hukum yang sempurna
III. Bukti nubuat-nubuatnya
A. Mengenai Kristus
B. Mengenai Israel
C. Mengenai Tirus
D. Mengenai Sidon
E. Mengenai Babel
IV. Bukti kuat kuasanya
A. Di dalam pemberitaan injil
B. Di dalam perubahan tingkah laku
C. Di dalam kepekaan hati nurani
V. Bukti dengan kasih orang terhadap Alkitab
A. Penganiayaan oleh Kekaisaran Roma
B. Penganiayaan Gereja Roma Katholik
VI. Bukti ilmiah
A. Bumi yang bulat dan berputar
B. Bilangan bintang yang tidak terbatas
Sebagai orang-orang Kristen, kita percaya bahwa Alkitab itu adalah Firman Allah yang diberikan kepada manusia. Seluruh Alkitab melaksanakan tiga hal: Alkitab itu menyatakan Allah, menelanjangi manusia, dan menyingkapkan Kristus. Pertama, Alkitab itu memperlihatkan kepada kita bahwa Allah yang memberkati kita adalah kasih, kebenaran, dan kesetiaan. Kedua, Alkitab memperlihatkan kepada kita bahwa manusia itu tidak ada apa-apa, tidak memiliki apa-apa, dan tidak dapat melakukan apa-apa. Manusia telah diisi dengan dosa; maka, dia hanya baik untuk disalibkan dan dihapuskan. Ketiga, Alkitab mewahyukan Kristus, misteri yang tersembunyi, sebagai Juruselamat, hayat, dan suplaian hayat, dan segala sesuatu bagi manusia yang telah jatuh. Dengan percaya dan menerima Kristus, manusia dapat datang kembali kepada Allah untuk diisi dengan Allah dan mengekspresikan Allah sebagai satu manusia yang korporat.
Kita percaya bukan karena bukti yang di luar tetapi karena dari sentuhan yang hidup dengan Allah Roh itu melalui berdoa di dalam roh kita dengan Firman itu. Meskipun kita tidak memerlukan bukti yang di luar apapun untuk mempercayainya, tetapi masih baik jika kita mengenal beberapa fakta yang penting. Baik bagi kita dan teman-teman kita. Tetapi janganlah lupa bahwa orang percaya dengan roh, bukan dengan pikiran. Kesangsian ada di dalam pikiran; iman ada di dalam roh (lihat dari 2 Kor. 4:13 catatan 2).
Pelajaran ini dan pelajaran berikutnya berdasarkan buku berbahasa China yang berjudul Apakah Alkitab itu Diilhamkan oleh Allah? oleh Y. L Chang, yang diterbitkan oleh Perpustakaan Injil Taiwan pada tahun 1982.
I. BUKTI DENGAN LOGIKA
Karena ada satu Allah di dalam alam semesta ini, dan karena Dia menciptakan manusia, Dia harus mewahyukan diri-Nya sendiri kepada manusia. Dia sangat besar dan manusia sangat kecil. Apakah jalan yang terbaik bagi Allah untuk mewahyukan diri-Nya sendiri kepada manusia? Dia harus menggunakan jalan berkomunikasi dengan manusia—berbicara dan menulis. Maka, harus ada keberadaan satu kitab di atas bumi ini yang olehnya Allah dapat berkomunikasi dengan manusia. Ada banyak buku di atas muka bumi ini; salah satunya adalah kitab Allah kepada manusia? Bagaimana kita mengetahuinya? Kita dapat mengharapkan kitab Allah sesuai dengan pokok-pokok berikut ini:
A. Kitab itu harus mengatakan bahwa penulisnya adalah Allah.
B. Kitab itu harus mempunyai standar moralitas yang paling tinggi.
C. Kitab itu harus membicarakan tentang Allah, tujuan-Nya, alasan-Nya bagi penciptaan, manusia, masalah manusia, pemecahan-pemecahan masalah manusia, nasib ciptaan dan manusia.
D. Alkitab tersedia bagi semua orang, bagi semua ras dan lidah, apakah mereka itu kaya atau miskin, baik atau rendah, berpendidikan dan tidak berpendidikan.
A. Kepenulisan
Mari kita mempertimbangkan semua buku yang ada di dalam dunia ini. Hanya ada tiga kitab yang memiliki kepenulisan ilahi—Alkitab, Al-Quran, dan Kitab Mormon. Alkitab menuliskan lebih dari dua ribu kali bahwa Alkitab itu diucapkan oleh Tuhan Allah. Maka, kita menyingkirkan semua kitab lain.
B. Sifat Moral
Bagaimanakah sifat moral dari ketiga kitab ini? Sifat moral dari Al-Quran terlalu rendah. Surganya penuh akan nafsu dan daging. Allah tidak pernah menulis sebuah kitab dengan kebejadan dan ketidak moralan yang demikian. Kitab Mormon juga di bawah standar sifat moral. Kitab itu memberitahukan orang-orang bahwa mereka akan mempunyai banyak istri ketika mereka pergi ke surga, dan kitab itu mempromosikan perihal beristri dua di atas bumi. Hanya Alkitab yang memiliki standar moralitas yang tertinggi. Alkitab menolak perceraian. Perceraian pernikahan dianggap perzinahan (Mat. 19:3-9). Alkitab lebih jauh lagi menulis bahwa bahkan nafsu di dalam hati itu sama dengan melakukan perzinahan (Mat. 5:28). Standar ini melampaui semua buku lain apa pun yang ada di atas bumi ini. Alkitab juga mengajar orang bukan hanya mengampuni dari hati mereka (Mat. 18:35) melainkan juga untuk mengasihi musuh-musuh mereka (Mat. 5:44). Alkitab mengutuk perihal membenci sebagai membunuh (Mat. 5:22; 1 Yoh. 3:15). Semua buku yang bertata susila berhubungan dengan tingkah laku yang di luar; hanya Alkitab yang berhubungan dengan hati untuk menghasilkan penghidupan yang bermoral.
C. Isi
Hanya Alkitab yang memberitahukan kepada kita tentang Allah, tujuan-Nya, alasan-Nya akan penciptaan, manusia, masalah manusia, pemecahan akan masalah manusia, dan nasib penciptaan dan manusia. Kita akan membicarakan tentang perkara-perkara ini di dalam pelajaran yang berikut.
D. Tersedianya
Alkitab dengan mudah tersedia bagi manusia. Alkitab telah diterjemahkan ke dalam kurang lebih dua ribu bahasa. Pada tahun 1989, enam ratus juta Alkitab telah dikeluarkan untuk dunia yang berpenduduk 5,5 milyar. Di dalam sepuluh tahun ini, jumlah Alkitab yang dikeluarkan akan melebihi populasi dunia. Ini berarti bahwa banyak orang di muka bumi ini akan mempunyai kesempatan untuk membaca sebuah Alkitab.
Sebagaimana Anda dapat melihat, hanya ada satu kitab yang bersyarat untuk menjadi kitab Allah bagi manusia, dan kitab itu adalah Alkitab. Semua kitab lain di bumi tidak lulus ujian, karena kitab-kitab itu tidak ditulis oleh Allah untuk mewahyukan diri-Nya sendiri kepada manusia. Betapa kita memuji Dia karena memberikan kepada kita Alkitab dan membiarkan kita menemukan Alkitab itu. Betapa kita perlu sangat memustikakan Alkitab dan melihat Allah terwahyu di dalam Alkitab.
II. BUKTI DENGAN PENYELESAIANNYA
A. Penulis-penulis
Cara Alkitab diselesaikan membuktikan bahwa Alkitab itu adalah Firman Allah. Alkitab tidak ditulis oleh Allah di surga dan diturunkan kepada manusia, ataupun ditulis oleh seorang manusia. Alkitab memakai hampir 1600 tahun untuk menyelesaikannya, dan Alkitab itu ditulis lebih dari empat puluh orang.
Banyak penulis Alkitab mempunyai bermacam-macam latar belakang. Daud dan Salomo adalah raja. Daniel adalah seorang gubernur. Ezra adalah seorang imam. Musa adalah seorang jenderal, arsitek, dan penguasa yang menjadi gembala. Paulus adalah seorang ahli hukum. Matius adalah seorang pemungut cukai. Petrus dan Yohanes adalah nelayan.
Profesi-profesi, pengetahuan, pribadi-pribadi, pandangan-pandangan, kebudayaan-kebudayaan, dan kebiasaan-kebiasaan para penulis semuanya berbeda-beda. Mereka ada yang menulis di padang belantara Sinai, di atas bukit di tanah permai, di dalam bait di Yerusalem, di penjara di Roma, di sebuah sekolah di Betlehem, di sungai Babilon, di Pulau Patmos, di Istana Persia, dan di lain banyak tempat.
Bagaimana dapat lebih dari empat puluh orang, di berbagai tempat, dengan latar belakang-latar belakang yang berbeda, memakan waktu 1600 tahun untuk menulis satu kitab tanpa terpotong-potong dan meyakinkan? Adakah buku lain yang ditulis seperti ini? Kamus Webster memakan waktu tiga puluh enam tahun. Mungkin itu adalah waktu kedua yang paling lama yang diperlukan untuk menyelesaikan sebuah buku. Ini pasti Roh Allah yang memimpin keempat puluh orang ini untuk menuliskan satu kitab dalam waktu 1600 tahun, yang mempunyai pemikiran sentral, suatu permulaan, suatu pengembangan, dan suatu kesimpulan. Ini pasti adalah kitab Allah.
Bayangkan, misalnya meminta empat puluh dokter dari berbagai negara yang berbeda untuk menghabiskan waktu selama 1600 tahun untuk menulis sebuah kitab mengenai obat. Penulis-penulis yang terakhir akan membuang bagian-bagian yang di depan. Akan sulit menemukan suatu kesatuan pokok atau untuk memperoleh beberapa keuntungan yang praktis. Bagaimana dengan sebuah buku komputer?
B. Angka “Tujuh”
Angka tujuh di dalam Alkitab sering dipergunakan untuk melambangkan penyelesaian di dalam pergerakan Allah; misalnya, tujuh Roh, tujuh gereja. Ivinpanin, seorang ahli matematik di Rusia, mengenal bahwa setiap karakter di dalam bahasa Ibrani mewakili suatu angka. Dia menambahkan angka-angka dari setiap kata dapat dibagi dengan tujuh. Pertimbangkan kemungkinan perihal ini; ini melebihi kemungkinan peristiwa dan ketidakmungkinan secara manusiawi. Hanya Allah yang dapat membuat Alkitab itu ditulis dengan cara demikian.
C. Penuh Kejujuran
Alkitab yang penuh dengan kejujuran itu juga membuktikan bahwa Alkitab itu adalah firman Allah. Alkitab mengandung suatu catatan sejarah manusia, khususnya keturunan Israel. Jika Alkitab ditulis oleh manusia, maka sejarah manusia itu tidak akan mencatat perbuatan-perbuatan nenek moyang mereka yang penuh dengan dosa ( Hak. 19:1-30; Mat. 1:6). Orang mungkin membicarakan perbuatan-perbuatan dosa orang lain bukan perbuatan-perbuatan dosa nenek moyang mereka sendiri.
D. Hukum yang Sempurna
Kesempurnaan Hukum Taurat juga membuktikan bahwa Alkitab itu adalah Firman Allah. Tidak ada negara sepanjang sejarah manusia yang mempunyai hukum-hukum sebaik yang diberikan di dalam Alkitab. Negara manakah yang mempunyai hukum yang melawan iri hati (Kel. 20:17; Rm. 7:7)? Hukum siapakah yang menulis bahwa orang tidak boleh mengumpulkan bunga ketika dia meminjamkan uang kepada orang lain (Im. 25:37; Luk. 6:34-35)? Juga dikatakan di dalam Hukum Taurat Alkitab bahwa orang tidak boleh mengambil apa yang tertinggal di ladang dari hasil tuaian, tetapi mereka harus meninggalkannya supaya orang miskin mempunyai makanan untuk dimakan (Bil. 24:19). Hukum Alkitab mendirikan bahwa setiap lima puluh tahun sebagai tahun Yobel, ketika budak-budak dibebaskan dan tanah yang dibeli dikembalikan kepada pemiliknya semula (Im. 25:8-17). Hanya hukum di dalam Alkitab yang berasal dari suatu hati yang kasih dan adil bagi semua orang. Hukum-hukum dari banyak negara tidak memiliki kelas/tingkatan keadilan, sehingga yang miskin tetap menderita. Hari ini, banyak negara barat yang telah menggunakan hukum alkitabiah sebagai suatu dasar untuk mengembangkan hukum-hukum mereka sendiri. Karena hati mereka tidak seperti Allah, maka hukum mereka banyak yang tidak bermutu. Kesempurnaan Hukum Taurat Allah membuktikan bahwa Alkitab itu ditulis oleh Allah.
KESIMPULAN
Alkitab bukan ditulis oleh manusia. Alkitab adalah hembusan Allah (2 Tim. 3:16). Alkitab adalah perkataan dari Allah melalui orang-orang yang didorong oleh Roh Kudus. Alkitab tidak menyampaikan konsep-konsep kepada manusia; melainkan, mewahyukan kepada kita kasih dan kebenaran Allah. Alkitab menelanjangi kekurangan kita dan menyingkapkan Yesus Kristus Juruselamat kita. Suatu kitab yang menakjubkan!
III. BUKTI DENGAN NUBUAT-NUBUATNYA
Nubuat-nubuat adalah bukti autentik Alkitab yang paling kuat sebagai Firman Allah. Bernubuat adalah mengandung resiko. Satu kali suatu nubuat tidak digenapkan, maka sumbernya akan kehilangan kepercayaan. Ada suatu perkataan nubuat dalam setiap empat ayat Alkitab. Ada lebih dari seribu nubuat-nubuat pribadi. Penggenapan dari nubuat-nubuat itu membuktikan keberadaan Allah dan Alkitab untuk menjadi Firman Allah.
Orang mungkin tidak percaya akan keajaiban-keajaiban catatan di dalam Alkitab. Mereka mungkin mengatakan bahwa itu hanya mitos-mitos dan legenda-legenda. Sungguh sulit untuk membuktikan bahwa keajaiban-keajaiban itu terjadi. Nubuat-nubuat, di satu pihak, adalah keajaiban-keajaiban yang besar yang dapat disubstansiasikan dan oleh karena itu tidak dapat disangkal. Allah mengetahui kecenderungan manusia untuk sangsi dan tidak percaya; yaitu mengapa Dia meletakkan banyak nubuat di dalam Alkitab.
Suatu nubuat harus memenuhi lima kriteria berikut ini: 1) Nubuat itu harus diumumkan sebelum hal-hal itu terjadi; 2) nubuat harus melebihi pandangan manusia; 3) nubuat harus menjelaskan secara mendetail; 4) lamanya waktu antara nubuat dan penggenapannya harus cukup panjang sehingga penggenapan itu tidak mungkin berasal dari buatan manusia; dan 5) penggenapan itu harus dengan jelas dimanifestasikan. Marilah kita meneruskan untuk melihat beberapa nubuat-nubuat alkitabiah yang telah digenapkan.
A. Mengenai Kristus
Ada banyak nubuat mengenai Kristus: persona-Nya di dalam keilahian-Nya (Yes. 4:2a; 6;1, 3; Mi. 5:1), persona-Nya di dalam keinsanian-Nya (Yes. 4:2b; Mzm. 45:8), inkarnasi-Nya (Yes. 7:14; 9:5), masa muda-Nya (Yes. 53:2a; Hos. 11:1), penampilan-Nya (Yes. 52:14; 53:2), penderitaan-Nya (Yes. 53:3, 8, 10), penghidupan-Nya (Yes. 42:1-4), kematian-Nya (Yes. 53:5-10, 12; Dan. 9:26), penguburan-Nya (Yes. 53:9), kebangkitan-Nya (Mzm. 2:6-7), keterangkatan-Nya (Yes. 52:13), kedatangan-Nya kali kedua (Yes. 62:11-12; 64:1-5; 66:15; Dan. 7:13-14; Za. 14:3-5). Semua nubuat ini telah dikatakan di antara 700 dan 4000 tahun sebelum Kristus. Nubuat kedatangan Kristus yang paling awal telah diucapkan oleh Allah kepada Adam di dalam Kejadian 3:15 segera setelah kejatuhan manusia. Itu tercatat kira-kira 1500 tahun sebelum Kristus datang. Kecuali perihal kedatangan-Nya kali kedua, semua nubuat lain mengenai Kristus telah digenapi kira-kira dua ribu tahun yang lalu.
B. Mengenai Israel
Ada banyak nubuat mengenai keturunan Israel dan bangsa Israel: formasi bangsa itu (Kej. 15:5; 18:18), perbudakan orang-orang (Kej. 15:13-14; Kel. 3:8-10), keluaran (Kej. 15:13-14), kepemilikan tanah permai (Kej. 12:7; 15:18; Ul. 11:8, 24), pembangunan bait (2 Sam. 7:12-13), meninggalkan (Ul. 31:29), pengrusakkan bait dan kota Yerusalem (Yer. 25:8-11), penawanan di Babel (Yer. 25:8-11), pembangunan kembali bait dan kota Yerusalem (Dan. 9:25a), pengrusakkan bait dan kota kembali (Mat. 24:2; Luk. 19:41-44), pemulihan bangsa (Mat. 24:32), kepemilikan kembali kota itu (Yer. 16:14-15; 23:3; 29:10; 30:1-3; Luk. 21:24), pembangunan kembali bait (Dan. 11:31), penipuan Antikristus (Dan. 9:27; Why. 19:20), penyelamatan Imanuel (Kej. 3:15; Yes. 7:14), dan zaman pemulihan kerajaan Israel (Yes. 65:17-20; Za. 14:16-19; Rm. 11:26).
Nubuat mengenai bangsa Israel pertama-tama diucapkan sekitar tahun 2000 S.M. Itu tercatat di dalam Kejadian 12:2. Allah bernubuat kepada Abraham bahwa suatu bangsa akan keluar dari padanya sekalipun dia tidak mempunyai seorang anak. Nubuat ini digenapkan kira-kira lima ratus tahun kemudian ketika keturunan Israel keluar dari Mesir, di mana mereka telah diperbudak.
Nubuat mengenai kepemilikan tanah permai dan pembangunan kembali Yerusalem dan bait pertama-tama digenapkan di antara tahun 1500 dan 500 S.M.
Bangsa Israel diperbarui pada tahun 1948, kira-kira 2600 tahun setelah bangsa Israel ditaklukkan oleh tentara Babel. Yerusalem dikembalikan kepada Israel pada tahun 1967.
Orang-orang Yahudi sekarang ini mempunyai semua bahan yang telah dipersiapkan untuk membangun kembali bait itu. Nubuat ini harus digenapkan segera. Setelah pembangunan kembali bait, Antikristus akan melanggar perjanjiannya dengan Israel, bangsa Israel akan dikepung, dan Tuhan akan datang kembali untuk menyelamatkan umat-Nya. Akhirnya, pemulihan kerajaan Israel akan mulai.
C. Mengenai Tirus
Tuhan bernubuat sekitar tahun 600 S.M. di dalam Yehezkiel 26:3-5, 12, 14, “Lihat, Aku menjadi lawanmu, hai Tirus. Aku akan menyuruh bangkit banyak bangsa melawan engkau, seperti lautan menimbulkan gelombang-gelombangnya. Mereka akan memusnahkan tembok-tembok Tirus dan meruntuhkan menara-menaranya, debu tanahnya akan Kubuang sampai bersih dari padanya dan Kujadikan dia gunung batu yang gundul.” “... batumu, kayumu, dan tanahmu akan dibuang ke dalam air.” “Aku akan menjadikan engkau gunung batu yang gundul dan dengan demikian engkau akan menjadi penjemuran pukat, sehingga engkau tidak akan dibangun kembali, sebab Aku Tuhanlah yang mengatakannya, demikianlah firman Tuhan ALLAH.”
Tirus adalah sebuah kota zaman dulu dekat pantai timur Laut Mediterania. Penghuninya adalah orang Phonic. Mereka terkenal akan berjualan, berdagang, penjelajahan. Tembok kotanya sangat tebal. Kota itu berlokasi secara strategis di dunia zaman itu. Pada waktu itu kota ini kelihatannya tidak terkalahkan, Alkitab telah menubuatkan tentang pengrusakkannya disebabkan karena praktek dosa dari penghuni-penghuninya.
Penggenapan dari nubuat ini terjadi dalam tiga tahap yang berbeda.Pertama, pasukan Babel mengepung Tirus selama tiga belas tahun mulai tahun 587 S.M. Kota itu dihancurkan secara total. Kota Tirus yang baru dibangun di sebuah pulau satu mil jauhnya dari terjadinya pertempuran sebelumnya. Kedua, 240 tahun setelah pengepungan oleh Babel, pasukan Alexander merobohkan batu, kayu dan tanah dari reruntuhan kota Tirus itu ke dalam air, membentuk suatu jalan bagi pulau itu, dan menyerang Tirus baru itu. Ketiga, setelah bertahun-tahun dibasahi oleh hujan, batu gundul itu muncul dan para nelayan memakainya sebagai suatu tempat untuk menebarkan jala mereka.
D. Mengenai Sidon
Tuhan bernubuat di dalam Yehezkiel 28:22-23, “Lihat, Aku menjadi lawanmu, hai Sidon, dan Aku menyatakan kemuliaan-Ku di tengah-tengahmu. Dan mereka akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, pada saat Aku menjatuhkan hukuman-Ku atasnya dan menunjukkkan kekudusan-Ku terhadapnya. Aku akan mendatangkan sampar atasnya dan darah akan mengalir di jalan-jalannya dan orang-orang akan mati ditengah-tengahnya karena pedang yang di sekitarnya melawan dia. Dan mereka akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN.”
Sidon dikepung oleh pasukan Persia pada tahun 35 S.M, dan empat puluh ribu penghuninya memilih untuk mati dari pada dikepung. Mereka membakar rumah-rumah mereka dan mati di dalam api. Beratus-ratus tahun kemudian, Sidon terkepung di tengah-tengah pergumulan antara Tentara Salib dan Muslim. Sidon juga adalah lahan peperangan konfik antara Druses dan Turki dan antara Turki dan Perancis. Pada tahun 1840, Sidon dibombardir oleh pasukan-pasukan Inggris, Perancis dan Turki. Sidon menurut sejarah adalah suatu kota perang-robek; maka, nubuat di dalam Yehezkiel telah digenapkan.
Meskipun Sidon hanya lima puluh mil dari Tirus, perlakuannya berbeda. Tirus diakhiri sepenuhnya dari muka bumi ini; namun, setelah melalui banyak penderitaan, sebagaimana yang dinubuatkan, Sidon masih ada. Hanya Allah yang dapat menubuatkan kedua kota yang mirip itu akan mempunyai nasib yang berbeda. Ini, adalah bukti yang kuat bahwa Alkitab itu diilhamkan secara ilahi.
E. Mengenai Babel
Tuhan bernubuat di dalam Yesaya 13:19-22, “Dan Babel, yang permai di antara kerajaan-kerajaan, perhiasan orang Kasdim yang megah, akan seperti Sodom dan Gomora pada waktu Allah menunggangbalikannya: tidak ada penduduk untuk seterusnya, dan tidak ada penghuni turun temurun; orang Arab tidak akan berkemah di sana, dan gembala-gembala tidak akan membiarkan hewannya berbaring di sana; tetapi yang akan berbaring di sana ialah binatang gurun, dan rumah-rumah mereka akan penuh dengan burung hantu; burung-burung unta akan diam di sana, dan jin-jin akan melompat-lompat; anjing-anjing hutan akan menyalak di dalam puri-purinya, dan serigala-serigala di dalam istana kesenangan. Waktunya akan datang segera dan usianya tidak akan diperpanjang.” Inilah nubuat yang digenapkan segera setelah nubuat itu dikatakan.
Batas ruang pelajaran ini tidak mengijinkan kita untuk menyebutkan satu persatu nubuat-nubuat alkitabiah yang telah digenapkan itu. Ada banyak juga nubuat yang belum tergenapi yang akan digenapi satu demi satu. Perkataan Allah tidak akan lewat begitu saja sampai setiap nubuat itu digenapi.
IV. BUKTI KUAT KUASANYA
Tidak ada kitab lain di atas bumi yang dapat dengan positif mengubah orang-orang sedramatik Alkitab. Buku-buku ilmu pengetahuan tidak dapat meningkatkan watak seseorang; sebaliknya, kemajuan beberapa ilmu pengetahuan, seperti pabrik senjata modern, lebih mudah menghancurkan dari pada meningkatkan keinsanian. Buku-buku bahasa, sebagai pengganti untuk meningkatkan karakter para pembaca, hanya membuat mereka bangga. Hanya Alkitab yang secara watak mengubah orang-orang dengan cara yang positif.
A. Di dalam Pemberitaan Injil
Alkitab menasihatkan orang-orang Kristen untuk memuridkan semua bangsa. Injil perlu diberitakan sampai ke puncak bagian bumi. Banyak orang Kristen menentang semua rintangan untuk memenuhi tugas ini. Orang-orang Kristen telah membawa injil dari Yerusalem, Yudea, Samaria, Asia Kecil, Eropa, Afrika, Amerika, Asia, dan sampai ke pulau-pulau terpencil. Ke mana saja Injil pergi, hati yang patah disembuhkan, para pemabuk menjadi bijaksana, anak-anak laki-laki dan perempuan yang foya-fosa kembali ke rumah, dan orang-orang jahat berpaling kepada Allah. Ada beberapa orang yang tidak mempedulikan kehidupan mereka dan martir bagi Tuhan. Adakah buku lain yang memiliki kekuatan demikian untuk mempengaruhi kehidupan orang-orang?
B. Di dalam Perubahan Tingkah Laku
Suatu kali, seorang saudagar Amerika di Afrika melihat seorang pribumi membaca sebuah Alkitab di bawah sebuah pohon. Dia berkata kepada orang pribumi itu, “Kitab ini tidak populer di Amerika. Tidak berharga sama sekali.” Orang pribumi itu menunjuk kepada perutnya dan berkata, “Jikalau bukan karena kitab ini, Anda sekarang pasti sudah ada di dalam perut saya ini.” Pribumi itu dahulunya adalah seorang kanibal.
C. Di dalam Kepekaan Hati Nurani
Pada suatu kali lagi, ada seseorang yang percaya di dalam Tuhan setelah mendengarkan Injil. Pada akhir hari itu, ia mencuri sepotong bakpau dan memakannya. Malam itu, ia merasa sangat tidak enak sehingga ia tidak bisa tidur. Pada hari berikutnya, ia datang kembali kepada saudara yang telah memberitakan Injil kepadanya dan berkata, “Saya tidak mendapatkan keselamatan kemarin, karena saya telah mencuri sesuatu.” Saudara itu berkata, “Sebelum Anda menerima Tuhan, apakah Anda merasa tidak enak pada saat Anda mencuri?” Orang yang baru percaya itu berkata, “Sebelum saya menerima Tuhan, semakin banyak saya mencuri, semakin saya dapat tidur lebih baik.” Kemudian saudara itu berkata, “Anda sungguh sudah diselamatkan, karena Tuhan di dalam Anda menegor Anda sewaktu Anda mencuri. Anda perlu bertobat kepada Tuhan dan kepada pemilik toko itu.”
Ini hanyalah sedikit kisah dari jutaan kisah orang-orang yang telah diubah oleh Injil di dalam Alkitab. Alkitab mempunyai kekuatan untuk mengubah kehidupan orang-orang.
V. BUKTI DENGAN KASIH ORANG-ORANG TERHADAP ALKITAB
A. Penganiayaan oleh Kekaisaran Roma
Orang-orang Kristen mengasihi Alkitab. Beberapa orang begitu mengasihi Alkitab itu hingga mereka mau mati karenanya. Di dalam dunia sekular ini, pemerintah-pemerintah biasanya melarang buku-buku jahat dan meningkatkan yang baik. Alkitab benar-benar adalah suatu buku kasih, suatu buku keselamatan, namun ada banyak yang menentang Alkitab dan menganiaya pembaca-pembacanya. Di dalam tiga ratus tahun perjalanan Tuhan di atas bumi ini, para penguasa Kekaisaran Romawi berusaha sebaik mungkin untuk menghancurkan Alkitab dan setiap orang yang membaca dan percaya Alkitab. Di dalam hal ini, ada 150.000 orang Kristen yang telah dibunuh. Ada beberapa orang yang dibakar sampai mati, ada beberapa orang yang diikat bersama-sama dan dilemparkan ke dalam lautan, dan ada beberapa yang dilahap oleh singa-singa di dalam Coliseum di Roma sebagai hiburan bagi dua puluh ribu penonton.
B. Penganiayaan oleh Gereja Roma Katholik
Setelah beberapa ratus tahun, Gereja Roma Katholik juga telah menganiaya para pembaca Alkitab. Yang disebut gereja Kristen pun melawan pembacaan Alkitab yang dilakukan oleh orang-orang Kristen. Sayang sekali! Paus takut karena, dengan pembacaan Alkitab, orang-orang Kristen akan menemukan pengajaran-pengajaran dan praktek-praktek dari Gereja Roma Katholik yang tidak alkitabiah. Orang-orang Kristen yang mengasihi Alkitab dilemparkan ke dalam penjara-penjara. Ada beberapa yang digantung dan ada beberapa yang dibakar; perkara ini dilakukan untuk memaksa mereka agar berhenti membaca Alkitab dan agar menyebutkan nama orang-orang yang juga mengasihi Alkitab itu. Orang-orang yang tidak berhasil memenuhi permintaan-permintaan ini disiksa dan dibunuh. Ada beberapa yang digergaji jadi dua; yang lainnya ditutupi oleh lilin dan dibakar seperti lilin itu.
Orang mengasihi Alkitab lebih dari pada mengasihi kehidupan mereka sendiri. Betapa kita harus memustikakan Alkitab sewaktu kita membacanya dengan leluasa!
VI. BUKTI ILMIAH
Alkitab secara ilmu pengetahuan adalah benar. Teori-teori ilmiah itu tidak selalu benar. Teori-teori itu diperbaharui bila penemuan-penemuan baru dibuat. Bila teori-teori disesuaikan dengan apa yang Alkitab katakan, teori-teori itu menjadi benar, dan tidak perlu meningkatkannya lebih jauh lagi.
A. Bumi yang Bulat dan Berputar
Lebih dari lima ratus tahun yang lalu, secara umum dipercayai bahwa bumi itu rata. Beberapa orang mengira bahwa kapal-kapal akan jatuh di ujung samudera dekat Selat Gibraltar. Beberapa orang bahkan mengira bahwa bumi itu ditopang oleh empat penyu besar; yang lainnya mengira bahwa bumi ditopang oleh seorang raksasa yang disebut Atlas. Anda mungkin tertawa dengan teori-teori ini, tetapi teori-teori itu sangat nyata bagi orang-orang pada waktu itu. Mereka mengambil teori-teori itu dengan sangat serius bahwa siapa saja yang ngotot bahwa bumi itu bulat dianggap suatu ajaran bidah dan dibakar sampai mati di tiang pembakaran. Kita semua mengetahui bahwa bumi itu bulat, tetapi mereka, aneh, justru mempercayai kebalikannya. Kira-kira lima ratus tahun yang lalu, para penjelajah samudera membuktikan bahwa bumi itu benar-benar bulat.
Alkitab menyingkapkan bahwa bumi itu bulat lebih dari 2500 tahun yang lalu. Jika orang dengan hati-hati membaca Firman Allah, mereka akan menemukan banyak kebenaran sebelumnya. Ayub 26:7 berkata, “Allah membentangkan udara di atas kekosongan dan menggantungkan bumi di atas kehampaan.” Yesaya 40:22, “Dia yang bertakhta di atas bulatan bumi.” Kata lingkaran di sini di dalam bahasa Ibrani menunjukkan suatu lingkungan. Anda dapat melihat bahwa Alkitab dengan jelas menyatakan dengan tegas bahwa bumi itu adalah suatu lingkungan di angkasa. Ayub 38:14 berkata, “Bumi itu berubah seperti tanah liat yang dimeteraikan.” Kata berubah di sini di dalam bahasa Ibrani berarti berputar. Tanah liat disini membicarakan tentang roller pencetak dari tanah liat dari Mesopotamia. Roller itu mempunyai satu as roda/gandar di tengah-tengahnya untuk memutarnya. Ini tentunya adalah benda yang ditemukan orang-orang beribu-ribu tahun kemudian—bahwa bumi itu berputar pada as/porosnya.
B. Bilangan Bintang-bintang yang tidak Terbatas
Yeremia 33:22 berkata, “Seperti tentara langit tidak terbilang.” Sebelum teleskop ditemukan, Kepler, seorang ahli astronomi dari Jerman, mengatakan bahwa ada 1005 bintang. Dengan penemuan dan kelanjutan pembuktian dengan teleskop, bilangan ini terus naik. Bilangan paling akhir yang para ilmu pengetahuan telah hitung adalah 20.000.000.000.000.000.000.000. bintang. Bilangan ini akan naik lagi segera setelah suatu teleskop yang lebih baik dikembangkan. Ingat, Alkitab mengatakan bahwa bintang-bintang tidak dapat dihitung.
KESIMPULAN
Buku-buku ilmiah diperbaharui sepanjang tahun. Kitab-kitab Alkitab tetap sama sejak kitab-kitab itu ditulis. Mengapa? Ilmu pengetahuan hanyalah pelajaran manusia dari apa yang diciptakan oleh Allah. Teori-teori manusia perlu diperbaharui; Firman Allah adalah kekal. Matius 24:35 berkata, “Langit dan bumi akan berlalu, tetapi perkataan-perkataanku tidak akan berlalu.” Puji Tuhan! Kita perlu dipenuhi dengan hayat-Nya dan tinggal dalam firman (1 Ptr. 1:23).