SIKAP KITA TERHADAP ALKITAB
Pembacaan Alkitab
Bil. 23:19; 14:24; Mzm. 119:11, 103; Ams. 30:5; Yoh. 8:32;
17:17; Rm. 10:17; 1 Kor. 14:26; 2 Kor. 1:20; Gal. 3:2, 5; Ef.
1:13; 4:15-16; Kol. 3:16; 1 Tim. 2:4; 3:15; 2 Tim. 3:15; Ibr.
4:12; 1 Ptr. 1:23; 2:2.
Garis Besar
I. Perlunya percaya kepada Alkitab
A. Menerima Firman Allah
B. Meyetujui Firman Allah
C. Mempercayai Firman Allah
D. Memiliki iman dengan mendengar Firman Allah
II. Perlunya mengenal kebenaran dalam Alkitab
A. Mengenal kebenaran yang telah ditafsirkan
B. Mengenal kebenaran untuk diri kita sendiri
C. Mengenal kebenaran untuk gereja
D. Mengenal kebenaran untuk injil
III. Perlunya menerapkan kebenaran Alkitab
A. Menerapkan kebenaran dalam kehidupan Kristen kita sehari-hari
B. Menerapkan kebenaran dalam kehidupan gereja
Setelah sembilan belas pelajaran tentang melihat bagaimana Alkitab itu ditulis dan mempelajari beberapa kebenaran-kebenaran penting dalam Alkitab, kita seharusnya benar-benar tertarik kepada Firman Allah. Seharusnya ada suatu penafsiran yang timbul dari roh kita yang membuat kita damba untuk mencerna Firman Allah sampai diri kita disusun sepenuhnya dengan firmanNya. Di dalam sisa pelajaran-pelajaran ini, kita ingin bersekutu dengan Anda tentang sikap kita terhadap Alkitab dan bagaimana kita dapat disusun dengan Firman Allah.
I. PERLUNYA PERCAYA KEPADA FIRMAN ALLAH
Pertama, kita harus percaya kepada Firman Allah. Seringkali kita membaca Alkitab dan tidak sepenuhnya menyetujuinya, atau kita mungkin menganggap bahwa apa yang Alkitab katakan itu tidak mungkin. Pada waktu lainnya kita mungkin tidak suka kepada apa yang kita baca. Kita perlu menerima, menyetujui, dan percaya kepada Firman Allah dengan iman.
A. Menerima Firman Allah
Firman Allah itu dapat dipercaya. Tidak ada satu kata yang dapat diubah atau dibatalkan sampai firman itu digenapkan. Perkataan-perkataan manusia tidak dapat dipercaya karena perkataan-perkataan itu tidak kekal. Demikian juga perasaan-perasaan itu turun naik. Kita tidak dapat bersandar kepada perkataan-perkataan atau perasaan-perasaan kita. Tetapi apa yang telah Tuhan ucapkan itu akan digenapi (Bil. 23:19). Misalnya, Dia berkata di dalam Markus 16:16, "Barangsiapa percaya dan dibaptis akan diselamatkan." Siapa saja yang percaya Tuhan Yesus dan dibaptis akan diselamatkan. Tidak ada alasan untuk bertanya apakah orang itu kelihatannya selamat atau merasakan apakah ia selamat. Dia diselamatkan karena Alkitab mengatakan demikian. Kita harus menerima cara Firman Allah itu ditulis.
B. Menyetujui Firman Allah
Kita harus menyetujui Firman Allah. Ketika Allah mengatakan sesuatu, perkataan itu adalah benar; itu tidak bisa dipungkiri. Jika kita pada hari ini kita tidak setuju dengan Firman Allah, maka kita akan menyetujuinya di dalam kekekalan. Misalnya, Paulus berkata di dalam Efesus 6:1, "Hai anak-anak taatilah orang tuamu did alam Tuhan, karena ini adalah benar." Tetapi Anda tidak dapat berpikir bahwa adalah selalu benar jika setuju dengan orang tua. Tetapi Alkitab mengatakan bahwa ini adalah benar, oleh karena itu benar. Semakin cepat Anda menyetujui Firman Allah, semakin cepat Anda akan menerima berkat dari Tuhan. Setelah Anda menyetujui firmanNya, Anda akan berseru kepada Tuhan untuk menerima suplai yang limpah lengkap dari Roh itu (Flp. 1:19); kemudian Anda akan mentaati orang tua Anda di dalam Tuhan.Tetapi jika Anda tidak setuju, Anda tidak akan pernah menerima suplaian untuk mengalahkan daging Anda supaya Anda dapat mentaati orang tua Anda. Ketika Anda mengatakan "Amin" kepada Firman Allah, semua janji Allah akan menjadi nyata bagi Anda (2 Kor. 1:20).
C. Mempercayai Firman Allah
Kita harus mempercayai Firman Allah. Apapun juga yang Tuhan ucapkan di dalam Alkitab adalah untuk dinikmati dan dialami oleh kita. Mungkin ada kalanya ketika kita memikirkan apa yang kita baca di dalam Alkitab itu tidak mungkin. Bila hal ini terjadi, firman yang diucapkan itu tidak berkhasiat dalam kehidupan Kristen kita. Kita menjadi lemah dan sangat miskin. Bangsa Israel diberitahu untuk masuk untuk memiliki negeri yang baik, tetapi mereka tidak percaya kepada firman Allah. Oleh karena itu, mereka tidak masuk, tetapi mati di padang belantara. Ada dua orang, Yosua dan Kaleb, yang percaya firman Allah dan masuk sekalipun ada raksasa-raksasa di dalam negeri yang baik itu. Karena iman mereka, raksasa-raksasa itu menjadi makanan bagi mereka. Tanpa iman, umat itu menganggap diri mereka sendiri seperti belalang di hadapan raksasa-raksasa. Tidak percaya dalam firman Allah adalah berasal dari suatu hati yang jahat dari ketidakpercayaan (Ibr. 3:12). Yosua dan Kaleb mempunyai roh yang luar biasa untuk percaya firman Allah (Bil 14:24). Kita harus belajar dari mereka. Kapan saja kita membaca Alkitab, kita harus mempercayai segala seseuatu yang kita baca. Jika kita kurang memahaminya, kita harus berdoa dan bersekutu sampai kita jelas. Jangan pernah meragukan Firman Allah.
D. Memiliki Iman dengan Mendengar Firman Allah
Di manakah kita menerima iman untuk mempercayai Firman Allah? Roma 10:17 berkata, "Jadi iman timbul dari pendengaran dan pendengaran oleh iman Kristus." Galatia 3:2 dan 5 memberitahu kita bahwa kita menerima Roh itu dan Tuhan menyuplai Roh itu kepada kita dengan pendengaran dari iman. Kita lahir tanpa iman. Kita tidak dapat menyulap iman untuk percaya. Namun, ketika kita mendengar firman Allah, iman diinfuskan ke dalam roh kita. Iman itu menciptakan suatu apresiasi terhadap apa yang diucapkan. Ketika kita berdoa kepada Tuhan menurut apa yang diucapkan kepada kita, kita menerima realitas yang disampaikan oleh firman itu. Misalnya, ketika kita membaca Roma 10:12, "Tuhan yang satu itu kaya bagi semua orang yang berseru kepadaNya ", kita mengapresiasi ayat ini. Kemudian kita perlu berdoa, "O Tuhan, aku berseru kepadaMu. O Tuhan Yesus! Engkau berkata bahwa Engkau akan menjadi kaya bagiku jika aku berseru. O Tuhan Yesus, aku berseru kepadaMu sekarang dan aku percaya bahwa Engkau adalah kaya bagiku. Tuhan, sewaktu aku berseru, Engkau akan menyuplai aku dengan kayanya. Terima kasih, Tuhan!" Jika kita menerima firman Tuhan dengan menyetujuinya, mempercayainya, bertindak atasnya, dan berdoa menurutnya, apapun juga yang Alkitab katakan bukan hanya menjadi suatu janji bagi kita melainkan juga suatu fakta perampungan sebagai suatu warisan bagi kita. Haleluya!
II. PERLUNYA MENGENAL KEBENARAN DI DALAM ALKITAB
Kita juga perlu mengenal kebenaran di dalam Alkitab. Jika kita tidak mengenal kebenaran, kita tidak akan mempunyai kesempatan untuk menerima, menyetujui, percaya, bertindak, dan berdoa. Oleh karena itu, bagi kita tidak boleh tidak mengenal kebenaran di dalam Firman itu.
A. Mengenal Kebenaran yang Ditafsirkan
Kaum imani sepanjang dua puluh abad terakhir ini telah menafsirkan Alkitab. Selama beberapa abad yang pertama, bapa-bapa gereja, mulai menafsirkan Alkitab. Setelah itu, Alkitab tertutup kira-kira selama seribu tahun. Seribu tahun ini disebut jaman kegelapan. Setelah jaman kegelapan ini, para tokoh reformasi melanjutkan penafsiran Alkitab itu kembali. Kemudian Kaum Persaudaraan meneruskan, dan banyak di antara kita di dalam pemulihan Tuhan telah berdiri di atas bahu orang-orang kudus sebelumnya sampai sekarang. Penafsiran di mulai dengan penafsiran tentang Trinitas dan Kristologi dan dilanjutkan sampai wahyu tentang Yerusalem Baru akhir-akhir ini. Penafsiran yang puncak dan tepat dicetak di dalam Alkitab Versi Pemulihan, Berita-berita Pelajaran-Hayat, buku-buku pelajaran, dan buku-buku lain yang sekarang telah tersedia di dalam pemulihan Tuhan. Kita tidak seharusnya membiarkan kebenaran-kebenaran yang telah ditafsirkan ini ada di atas rak buku saja. Sebaliknya, kita harus mempelajarinya sampai kita disusun dengan kebenaran.
B. Mengenal Kebenaran untuk Diri Kita Sendiri
Kita perlu mengenal kebenaran yang memerdekakan. Tuhan berkata, "Kamu akan mengenal realitas (kebenaran), dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu" (Yoh. 8:32). Kadang-kadang, kita mungkin terikat oleh hal-hal dosa dan dunia, atau kita mungkin berada dibawah penghukuman yang tidak semestinya. Ini adalah karena kekurangan kebenaran. Kebenaran memerdekakan kita dari belenggu-belenggu dosa dan dunia. Tuhan berdoa, "Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firmanMu adalah kebenaran" (Yoh. 17:17). Kebenaran itu bukan hanya memerkakan kita, melainkan juga menguduskan kita. Pengudusan membawa sifat kudus Allah ke dalam kita, yang menghasilkan transformasi pikiran kita. Pikiran itu adalah ladang peperangan antara Allah dan Satan, dan antara roh perbauran dan daging. Jadi, mengenal kebenaran memerdekakan kita dari serangan-serangan Satan dan membuat mudah bagi kita untuk berpaling ke roh, untuk hidup di dalam roh, dan untuk mengikuti perasaan hayat.
C. Mengenal Kebenaran bagi Gereja
Gereja Allah yang hidup adalah tiang penopang dan dasar kebenaran (1 Tim 3:15). Tiang penopang menopang bangunan, dan dasar memperkokoh tiang penopang itu. Gereja adalah suatu tiang yang menopang dan dasar yang memperkokoh kebenaran. Gereja harus dibangun dengan kebenaran dan disusun dengan kebenaran; kemudian gereja dapat menjadi tiang penopang dan dasar kebenaran. Jika itu penuh denga aktivitas-aktivitas duniawi, maka gereja tidak dapat memamerkan kebenaran. Efesus 4:15 memberitahu kita bahwa kita perlu berpegang kepada kebenaran di dalam kasih supaya dapat bertumbuh ke dalam Kristus sang Kepala di dalam segala sesuatu. Dengan fungsi dari setiap anggota yang berpegang pada kebenaran, Tubuh itu dibangun di dalam kasih (ay. 16). Kebenaran adalah esensi bagi Tubuh Kristus. Karena itu, kita semua harus berusaha untuk mengenal kebenaran, bukan hanya demi kita sendiri, melainkan juga demi gereja.
D. Mengean Kebenaran untuk Injil
Efesus 1:13 berkata, "Di dalam Dia kamu juga, kare kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu injil keselamatanmu, di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, kamu dimeteraikan oleh Roh Kudus yang dijanjikan itu." Firman kebenaran adalah injil keselamatan. Seseorang yang penuh dengan kebenaran memiliki banyak pemberitaan. Seseorang yang tidak penuh dengan kebenaran tidak tahu apa yang harus dikatakan untuk membantu orang-orang untuk percaya. Orang-orang dilahirkan oleh firman Allah yang hidup dan yang kekal (1 Ptr. 1:23). Mereka bertumbuh oleh susu firman (1 Ptr. 2:2). Kebenaran firman itu penting dalam memberitakan kepada orang-orang yang tidak percaya dan dalam melahirkan dan merawat kaum imani baru.
Kita harus menjadi orang-orang yang penuh dengan kebenaran untuk diri kita sendiri, bagi pembangunan gereja, dan untuk injil.
III. PERLUNYA MENERAPKAN KEBENARAN ALKITAB
Hanya mempelajari dan mengenal kebenaran saja itu tidak cukup; kita perlu menerapkan kebenaran itu di dalam kehidupan Kristiani kita sehari-hari dan di dalam kehidupan gereja. Kebenaran bukan hanya ada di dalam Alkitab; kebenaran itu telah ditafsirkan dan diterbitkan untuk keuntungan kita. Kita perlu mempelajari kebenaran yang telah ditafsirkan dengan menerimanya ke dalam kita. Kemudian kita perlu mengalami kebenaran itu supaya menjadi realitas kita. Allah "damba supaya semua orang diselamatkan dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran" (1 Tim. 2:3-4). Diselamatkan saja tidak cukup; kita memerlukan pengetahuan yang penuh akan kebenaran, realisasi yang lengkap dari realitas-realitas ilahi yang terwujud di dalam Firman itu. Ini adalah pengetahun yang penuh yang berasal dari pengenalan dan pengalaman kebenaran.
A. Menerapkan Kebenaran di dalam Kehidupan Kristen Kita Sehari-hari
Pertama, kita perlu menerapkan kebenaran di dalam kehidupan Kristen kita sehari-hari. Kita harus percaya bahwa segala sesuatu yang dikatakan oleh Tuhan adalah untuk pengalaman kita. Jika kita memiliki pandangan ini, kita akan mengalami Tuhan menurut firmanNya dalam setiap situasi sehari-hari kita. Misalnya, ketika kita membaca Matius 5:48, "Karena itu, hendaklah kamu sempurna, sama seperti BapaMu yang di surga adalah smpurna," kita mempercayainya dan kita dapat mengalaminya. Kita adalah anak-anak Bapa yang memiliki hayat ilahi dan sifat ilahi Bapa (1 Yoh. 5:12a; 2 Ptr. 1:4). Sebagaimana Bapa adalah sempurna, kita juga dapat menjadi sempurna. Ketika kita memperhatikan bahwa kita tidak sempurna seperti Bapa, kita dapat bertobat dan diampuni. Kemudian kita dapat berseru kepada Tuhan dan mendoa-bacakan firmanNya supaya dikuatkan oleh hayat ilahiNya di dalam Roh itu. Penguatan yang demikian membuat kita mengekspresikan Dia dalam penghidupanNya yang sempurna. Maka, kita dapat menggenapkan firman di dalam Matius 5:48.
Seringkali pengalaman kita tidak sesuai dengan Firman itu. Kita tidak seharusnya mengatakan, "Ini semuanya benar." Atau kita mengatakan, "Ini tidak mungkin." Kita seharusnya dengan sederhana bertobat dan mengakui kekurangan-kekurangan kita, kemudian berseru kepada Tuhan dan mendoa-bacakan firmanNya. Tuhan akan menyelamatkan kita dan membiarkan kita untuk mengalami Dia menurut kebenaran Firman itu.
B. Menerapkan Kebenaran di dalam Kehidupan Gereja
Kedua, kita perlu menerapkan kebenaran di dalam kehidupan gereja. Banyak orang Kristen yang berkumpul di dalam denominasi-denominasi dan tidak berlatih menurut kebenaran. Mereka tidak percaya bahwa hal-hal yang dibicarakan di dalam Aklitab adalah untuk latihan kita hari ini. Mereka mungkin menyesali diri mereka sendiri dan mengatakan bahwa tidak mungkin untuk mempraktekan apa yang ada didalam Alkitab dan bahwa apa yang ada di dalam Alkitab adalah untuk masa yang akan datang. Beberapa yang lainnya mungkin berkata, "Kita telah mempraktekan cara ini selama beratus-ratus tahun; mengapa sekarang kita harus berubah?
Kita jangan mengabaikan Firman Allah. Apapun juga yang Tuhan katakan, kita harus melakukannya. Kita harus mempraktekan menurut kebenaran yang disingkapkan di dalam Alkitab. Misalnya 1 Korintus 14:26 mengatakan bahwa kita semua harus mempunyai sesuatu untuk dikatakan ketika kita datang ke sidang-sidang agar kita dapat membangn gereja. Beberapa orang mungkin mengatakan bahwa berbicara itu sulit, lebih baik menyewa seorang pastur untuk berbicara bagi mereka. Kita tidak dapat memegang sikap ini. Kita harus berpegang pada kebenaran dan mempraktekkannya dengan tepat. Karena itu, setiap pagi kita perlu berseru kepada Tuhan, berdoa dan mendoa-bacakan agar kita dapat dibangunkan dan diterangi oleh Tuhan. Sewaktu kita mempraktekan kemenangan di dalam situasi kita selama hari itu dengan terus mendoakan firman yang telah kita nikmati di pagi hari, kenikmatan kita dan pengalaman kita akan Tuhan akan bertambah. Pada akhir setiap minggu, kita seharusnya merenungkan apa yang telah kita lihat dan alami dalam Firman itu dan mempersiapkan sesuatu untuk membagikannya di dalam sidang Hari Tuhan. Ini akan menyediakan kesempatan bagi Tuhan untuk membangun gerejaNya menurut nubuatNya di dalam Matius 16:18.
KESIMPULAN
Kita mempunyai kebenaran yang telah ditafsirkan di dalam pemulihan Tuhan. Kita harus memakai waktu dan tenaga kita dengan bijaksana untuk mempelajari kebenaran bagi diri kita sendiri, bagi pemberitaan kepada orang-orang yang tidak percaya, dan bagi gereja. Semakin kita mengalami menurut kebenaran, semakin kita memiliki jaminan yang penuh untuk berbicara kepada orang lain, untuk melahirkan anak-anak bagi Allah, dan untuk membangun gereja.