← Daftar isi Sikap Kita terhadap Alkitab Cara untuk Menikmati Alkitab – dengan Membiarkan Firman Kristus Diam DI dalam Kita dengan Segala Kekayaannya · bab 24/24

CARA UNTUK MENIKMATI ALKITAB – DENGAN MEMBIARKAN FIRMAN KRISTUS DIAM DI DALAM KITA DENGAN SEGALA KEKAYAANNYA

Pembacaan Alkitab

Ul. 11:18; Mzm. 119:47, 130; Yes. 59:21; Yer. 15:16;

Kis. 4:31; 5:42; Rm. 12:2; 2 Kor. 4:13; Ef. 5:18-19;

6:16-19; Kol. 3:16; 4:3-4; 1 Tim. 4:6: 5:17b; 2 Tim. 2:15

3:15-17; 4:2; 1 Ptr. 2:2; Why. 12:11.

Garis Besar

I. Membaca Firman Allah

II. Mendoa-bacakan Firman Allah

III. Mempelajari Firman Allah

A. Mengenal fakta-fakta Alkitab

B. Bahan-bahan pembantu

C. Suatu contoh suatu cara untuk memakai Berita Pelajaran-Hayat untuk mempelajari Alkitab

D. Tepat

IV. Mengingat Firman Allah

V. Membicarakan Firman Allah

A. Membicarakan firman dalam kehidupan sehari-hari kita

B. Memberitakan firman itu baik atau tidak baik waktunya

C. Bernubuat di dalam sidang-sidaing untuk membangun gereja

D. Berbicara dengan roh iman dengan keberanian

VI. Menyanyikan firman Allah

VII. Perlunya mempraktekkan

Karena Alkitab adalah firman Allah, sifatnya ilahi dan rohani. Kita harus membacanya dengan setiap bagian dari diri kita. Ada susu bagi jiwa kita di dalam Firman itu. Firman itu adalah untuk merawat manusia bathiniah kita melalui pemahaman/pengertian dari pikiran alamiah kita, dan diasimilasikan oleh kemampuan-kemampuan mental kita (1 Ptr. 2:2 catatan 5). Akhirnya susu firman itu akan merawat roh kita, membuat kita rohani (1 Ptr. 2:5 catatan 3). Oleh karena itu dalam membaca Alkitab setelah kita memahami arti teks dengan pemahaman kita dan telah memahami kebenaran teks dengan hikmat kita, kita harus memakai roh kita dengan mendoakan kebenaran-kebenaran dalam kitab Suci ke dalam bagian kita yang paling dalam, yaitu roh kita. Dengan kata lain, setelah kita memahami teksnya dan menerima kebenaran di dalamnya, kita masih harus melatih roh kita untuk mengubah apa yang telah kita pahami dan sadari ke dalam doa agar dapat diasimilasikan di dalam roh kita, menjadi suplai hayat kita dan dasar dari pengalaman kita.

I. MEMBACA FIRMAN ALLAH

Kita perlu membaca Alkitab secara berurutan halaman demi halaman. Dengan membaca Alkitab dengan cara ini, kita dapat memahaminya lebih baik (Kol. 3:16; 2 Tim. 3:15; Mzm. 119:11, 130). Pelajaran-pelajaran sebelumnya memberikan suatu penuntun Alkitab bagi kita. Pemandangan dari Alkitab dan keenam puluh enam kitabnya ini telah memberikan suatu pemandangan dari atas kepada kita. Semakin Anda membaca Alkitab dan membandingkan pembacaan Anda dengan pelajaran-pelajaran ini, semakin Anda akan memahaminya. Beberapa orang dari Anda mungkin suka membaca Perjanjian Lama dengan satu cara dan Perjanjian Baru dengan cara lainnya. Misalnya, jika Anda membaca satu pasal sehari, maka Anda dapat menyelesaikan Perjanjian Baru dalam waktu sembilan bulan. Saudara Watchman Nee membaca Perjanjian Baru sebanyak lima puluh kali dalam satu tahun. Itu menjadi pondasinya dalam membaca Alkitab. Kebanyakan dari antara kita mungkin tidak dapat membaca Perjanjian Baru sesering dia, tetapi sedikitnya kita dapat membacanya sekali setahun. Kita semua perlu menentukan berapa banyak kita membaca setiap hari, jadwal waktu membaca, serta mengembangkan satu kebiasaan untuk membaca.

II. MENDOA-BACAKAN FIRMAN ALLAH

Cara lain yang sederhana, yang rohani dan yang paling menguntungkan untuk membaca Alkitab adalah doa-baca. Kita mengambil teks Alkitab sebagai doa dan mendoa-bacakannya. Bukan hanya kita membaca dan berdoa secara serentak, atau berdoa dan membaca, membaca dan berdoa; melainkan juga kita mengubah teks yang sedang kita baca itu ke dalam kata-kata doa untuk mendoakannya. Kita dapat menerapkan teksnya kepada diri kita sendiri melalui berdoa. Semakin kita mengulangi cara doa-baca ini, semakin roh kita menjadi dipertinggi dan bebas, serta semakin besar, dalam, dan kaya keuntungan yang kita terima.

Rasul Paulus memberitahu kita untuk menerima "pedang Roh, yang adalah firman Allah, dalam segala doa dan permohonan, berdoalah setiap waktu di dalam roh" (Ef. 6:17-18). Bila kita mendoa-bacakan dengan cara ini, kita dirawat oleh Roh dan kita dapat mempertahankan persekutuan dengan Tuhan (1 Ptr. 2:2; 1 Tim. 4:6; 1 Yoh. 1:3). Sewaktu kita berdoa, Tuhan mungkin menelanjangi kekurangan-kekurangan kita melalui frimanNya; kemudian, bila kita mengaku, Dia akan mengampuni dan membasuh kita (1 Yoh. 1:9). Kita mungkin juga memakai Firman itu untuk berdoa bagi orang lain dan berdoa bagi pergerakan Tuhan (1 Tim. 2:1; Kol. 4:3-4). Doa-baca ini sangat berguna.

III. MEMPELAJARI FIRMAN ALLAH

Dengan membaca Alkitab secara berurutan, kita mendapatkan betapa luasnya Firman itu. Dengan mendoa-bacakan Alkitab, kita dapat menikmati Tuhan dalam firmanNya. Tetapi, kita perlu mempelajari Alkitab untuk menyerap kedalaman kebenaran dalam firmanNya (1 Tim. 5:17b; 2 Tim. 2:15).

A. Mengenal Fakta-fakta Alkitab

Sebelum kita bersekutu tentang mempelajari kebenaran, ada beberapa poin-poin pendahuluan/persiapan yang perlu kita arahkan. Kita perlu mengenal fakta-fakta dasar dari Alkitab. Kita harus mengingat semua nama dari kitab-kitab dan urutannya supaya kita dapat menemukan ayat-ayat tertentu. Kita harus mengenal pokok-pokok dari masing-masing kitab, seperti poin-poin di dalam pelajaran sebelas sampai dua puluh satu. Juga membantu jika kita menghafal ayat yang pertama dari setiap kitab agar kita dapat mengetahui bagaimana setiap kitab mulai. Lagi pula, adalah baik bagi kita untuk mengenal orang-orang tertentu dan peristiwa-peristiwa kunci yang terjadi di dalam masing-masing kitab agar kita mengetaui latar belakang sewaktu kita sedang mempelajari Alkitab. Fakta-fakta dasar ini harus didapatkan sebelum kita masuk sekolah menengah pertama. Jika kita belum mempelajarinya, maka kita harus melakukan beberapa pelajaran perbaikan.

B. Bahan-bahan Pembantu

Pertama, kita memerlukan satu terjemahan Alkitab yang baik, seperti Perjanjian Baru Versi Pemulihan. Garis besar-garis besarnya menuntun pelajaran kita. Catatan-catatan kakinya membuka Firman itu kepada kita. Referensi-referensinya mengarahkan kita kepada ayat-ayat lain yang mirip dengan ayat-ayat yang sedang kita pelajari.

Kedua, Berita-berita Pelajaran-Hayat membuka Firman itu lebih jauh kepada kita. Berita-berita itu menerangkan ayat-ayat di dalam Perjanjian Baru. Berita-berita Pelajaran-Hayat itu seperti catatan kaki di dalam Versi Pemulihan. Jika kita tidak memahami catatan-catatan kaki di dalam Versi Pemulihan, maka kita harus melihat bagian-bagian yang cocok di dalam Berita-berita Pelajaran-Hayat. Namun lebih baik, kita mempelajari Alkitab itu secara berurutan dengan pertolongan Berita-berita Pelajaran-Hayat. (Juga ada Berita-berita Pelajaran-Hayat untuk beberapa kitab dalam Perjanjian Lama, seperti Pentateuch.)

Ketiga, ada buku-buku pelajaran yang mengajar kita kebenaran tahap demi tahap dengan cara yang progresif. Ada buku Pelajaran-pelajaran Hayat yang terdiri dari empat puluh delapan pelajaran. Pelajaran-pelajaran Hayat memimpin kaum imani yang baru dalam dasar-dasar kehidupan Kristen. Pelajaran-pelajaran Kebenaran yang terdiri dari enam volume yang berisi masing-masing dua belas pelajaran. Pelajaran-pelajaran Kebenaran mengajara kita kebenaran-kebenaran yang bermacam-macam mengenai Alkitab. Enam tingkat dari pelajaran-pelajaran yang dirancang untuk sekolah musim panas tentang kebenaran itu mengajar kita kebenaran-kebenaran dasar dari pemulihan Tuhan dalam suatu bentuk yang singkat

Keempat, buku-buku kebenaran lainnya ditulis oleh Saudara Watchman Nee dan Saudara Witness Lee yang mengajara kita kebenaran topik demi topik. Buku-buku seperti Kristus yang Almuhit dan Ekonomi Allah adalah sangat membantu. Di dalam pemulihan Tuhan, kita mempunyai buku-buku baik yang berlimpah yang mewahyukan kebenaran kepada kita.

Kelima, ada salah satu yang paling umum dipakai sebagai pembantu pelajaran adalah konkordansi. Konkordansi seperti Strong,s Exhaustive Concordance of the Bible adalah sangat membantu dalam menemukan ayat-ayat. Konkordansi dirancang seperti sebuah kamus. Misalnya, kita mungkin ingin mencari ayat-ayat yang menjelaskan arti "kebenaran." Kemudian kita melihat kata "kebenaran." Kita akan menemukan bahwa ada 114 ayat di dalam Perjanjian Lama dan 108 ayat di dalam Perjanjian Baru yang mencantumkan mengenai "kebenaran." Dengan membaca seluruh ayat-ayat ini, kita akan dapat menemukan hal-hal yang berhubungan dengan pertanyaan kita.

C. Suatu Contoh Cara untuk Memakai Berita Pelajaran-Hayat untuk Mempelajari Alkitab

Marilah kita mengambil suatu cara untuk memakai Berita Pelajaran-Hayat untuk mempelajari Alkitab.

Pertama, berdoa terbuka kepada Tuhan. Ini penting karena Anda perlu memakai roh Anda untuk mempelajari Alkitab. Anda tidak perlu berdoa terlalu lama.

Kedua, bacalah judul dan subjudul berita-berita itu untuk mendapatkan suatu pandangan tenteng isinya.

Ketiga, doa dan doa-bacakan ayat-ayatnya, dengan cermat mengatur waktu Anda secara bijaksana. Jika ada terlalu banyak ayat dalam waktu tersebut, doa-bacakan saja bagian-bagian kunci dari ayat-ayat kunci itu.

Keempat, berusahalah untuk mengenal poin utama yang tercakup di dalam setiap ayat sebagai garis besar di dalam judul dan subjudulnya. Judul dan subjudul di sana adalah untuk menuntun Anda dalam mempelajari ayat-ayat; karena itu Anda harus tahu bagaimana hubungannya.

Kelima, baca teks berita bagian demi bagian dan garis bawahi poin-poin yang penting yang berhubungan dengan judul atau subjudul yang sesuai.

Keenam, doakan poin-poin penting, sewaktu Anda sedang membaca. Pergilah kepada Tuhan dengan poin-poin ini dalam pengakuan dan persekutuan agar Dia dapat memenuhi Anda dengan RohNya untuk memperbaharui pikiran Anda.

Ketujuh, tulislah satu atau dua kalimat untuk menyimpulkan masing-masing bagian. Ini akan menjaga pikiran Anda terfokus pada pembacaan Anda.

Kedelapan, pada akhir berita, tulislah suatu kesimpulan yang menyimpulkan apa yang telah disimpulkan kepada Anda di dalam ayat-ayat itu.

Kesembilan, doakan isi dari berita itu. Ini akan membantu Anda mengasimilasi poin-poin utama.

Kesepuluh, bicarakan kepada orang lain tentang apa yang telah Anda lihat. Anda dapat memakai kesimpulan Anda sebagai suatu nubuat di dalam sidang Hari Tuhan.

Anda dapat mengubah contoh ini dengan yang paling baik yang sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan Anda. Apapun juga metode yang Anda pakai, Anda perlu melatih seluruh diri Anda untuk mempelajari Firman Allah.

D. Mempunyai Mitra Belajar

Akan lebih nikmat jika belajar dengan beberapa mitra. Berdoalah dengan mitra Anda dan doronglah seorang akan yang lainnya untuk menuntut kebenaran (2 Tim. 2:22). Mitra-mitra Anda akan membantu Anda bertahan.

E. Pasti

Perlu kepastian. Segala sesuatu di dalam kehidupan insani kita adalah nyata. Matahari terbit dan terbenam pada waktu yang ditentukan. Sekolah muali dan berakhir pada waktu-waktu tertentu pada hari-hari tertentu. Pesawat berangkat dan mendarat menurut jadwal yang telah dipastikan dengan jelas. Oleh karena itu Anda perlu nyata dalam mempelajari Alkitab (Ef. 5:16). Atur waktu dan hari tertentu untuk mempelajari kebenaran. Tentukan bahan-bahan apa yang akan Anda pakai dan tingkatan kemajuan Anda. Bukan hanya bijaksana untuk belajar dengan mitra-mitra, adalah baik juga bila kita memberitahukan rencana belajar Anda kepada para penatua dan saudara-saudara yang melayani, agar mereka dapat mendampingi Anda. Jika Anda menerima beberapa terang, bagikan terang itu kepada mereka. Jika Anda mempunyai pertanyaan-pertanyaan atau kesulitan-kesulitan sewaktu belajar, persekutukan dengan para penatua dan saudara yang melayani. Ini akan membantu menjaga Anda tetap pada pelajaran itu.

Jika Anda nyata dalam penuntutan Anda akan kebenaran, maka lambat laun Anda akan disusun oleh kebenaran itu.

IV. MENGHAFAL FIRMAN ALLAH

Adalah sangat menguntungkan jika kita menghafal beberapa ayat kunci di dalam Alkitab. Ada kira-kira 1200 pasal di dala Alkitab. Jika Anda dapat menghafal satu ayat kunci dari setiap pasal, Anda akan mempunyai suatu kekayaan cadangan untuk dipakai ketika Anda berbicara (1 Tim. 6:20). Pikiran Anda akan disusun dan dijenuhi dengan firmanNya (Ul. 11:18; Rm. 12:2; Kol. 3:16). Seorang pemazmur berdoa di dalam Mazmur 119:11, "Dalam hatiku aku menyimpan janjiMu, supaya aku jangan berdosa terhadap Engkau."

V. MEMBICARAKAN FIRMAN ALLAH

Setelah dipenuhi dengan firman Allah, kita harus membicarakan firman itu kepada orang lain. Kita harus melihat suatu prinsip, suatu fundamental, suatu hukum: Anda harus berbicara jika Anda ingin menjadi sehat. Anda akan menjadi orang yang paling sehat jika Anda senantiasa berbicara setiap hari. Tetapi Anda harus membicarakan firman Tuhan. Bila Anda membicarakan firman Tuhan, maka Anda mempunyai sukacita. Orang dapat menentang Anda, tetapi setiap orang mempunyai satu hati nurani di dalamnya; ada satu elemen kejujuran di dalam hati manusia. Ada seorang saudara yang bekerja di kantor telegraf yang membicarakan Yesus kapan saja ia bertemu dengan teman kerjanya; ia berbicara bagi Allah. Kemudian orang lain memandangnya, mengatakan dengan cara yang menghina bahwa ia adalah Yesus. Tetapi ketika mereka mempunyai kesulitan-kesulitan atau bila mereka memerpukan seseorang untuk menjaga dokumen-dokumen penting tertentu untuk mereka, mereka semua datang kepadanya. Kapan saja teman-teman sekerja ini menemukan kesulitan-kesulitan, maka injil yang telah mereka dengar itu bekerja di dalam mereka.

A. Membicarakan Firman itu di dalam Kehidupan Kita Sehari-hari

Kaum imani yang kekasih, sekarang kita berada di dalam pemulihan Tuhan dan saya percaya bahwa sekarang adalah waktu bagi Tuhan untuk melaksanakan pergerakanNya yang up-to-date. Kita semua di dalam pemulihan Tuhan harus membicarakan Kristus did alam kehidupan kita sehari-hari kepada orang tua kita, anak-anak kita, saudara-saudara sepupu kita, dan ipar-ipar kita. Kita semua sangat berhutang kepada kenalan-kenalan kita. Cobalah tulis suatu daftar semua nama kenalan kita. Di antara nama-nama ini mungkin dua puluh persennya diselamatkan, dan sisanya tetap di dalam ketidak percayaan. Mereka memerlukan pembicaraan Anda. Semua kenalan Anda perlu bantuan yang riil yang disampaikan oleh pembicaraan Anda tentang Kristus. Jangan memberitakan dengan cara yang agamis, tetapi bicarakanlah Kristus kepada kenalan Anda dengan cara yang hidup. Berbicaralah kepada ayah Anda. bicarakan kepada ibu Anda. bicarakan kepada bibi Anda. Bicarakan kepada paman Anda. Bcarakan kepada saudara Anda. Bahkan jika Anda dan saudara Anda adalah orang Kristen, Anda tetap perlu membicarakannya seorang terhadap yan lain. Biarkan orang tua Anda mendengar pembicaraan Anda. Jangan membicarakan tentang komputer, fisika, matematika, melainkan hanya Kristus. Dia adalah satu-satunya mustika! Bicarakan tentang Yesus, Kristus, Roh pemberi hayat, yang almuhit, Allah Tritunggal yang telah melalui proses. Orang tua Anda akan kagum pada pembicaraan yang demikian.

Senantiasa membicarakan Kristus setiap hari. Hari ini semua orang perlu Kristus, tetapi kita perlu berbicara kepada mereka. Berbicaralah dengan cara yang hidup, dengan cara yang praktis, menurut pengalaman Anda akan Dia. Bicarakan di sekolah Anda, di dalam kelas-kelas, di dalam kelompok belajar Anda, selama makan siang Anda, dan setelah sekolah, sedikitnya lima menit setiap hari, lima hari dalam seminggu, empat minggu dalam sebulan. Dengan cara demikian, Anda dapat membicarakan Kristus kepada orang lain sedikitnya dua puluh kali sebulan (Yes. 59:21).

B. Memberitakan Firman itu Baik atau Tidak Baik Waktunya

Di dalam 2 Timotius 4:2 Paulus memerintahkan Timotius untuk, "memberitakan firman; siap sedia baik atau tidak baik waktunya." Firman Allah yang telah kita pelajari itu membuat kita disempurnakan dan diperlengkapi untuk setiap pekerjaan yang baik (2 Tim. 3:15-17). Inilah firman yang kita beritakan. Jika kita tidak mengenal Alkitab, firman apakah yang dapat kita beritakan? Kita harus memberitakan firman yang telah kita pelajari dari Firman Allah. Ini adalah apa yang dilakukan oleh kaum imani sebermula di dalam Kisah Para Rasul 5:42 ketika mereka berkumpul dari rumah ke rumah "mengajarkan dan memberitakan khabar baik tentang Yesus sebagai Kristus." Di dalam sidang-sidang rumahan mereka mengajarkan dan memberitakan apa yang telah mereka pelajari mengenai Kristus.

Paulus memerintahkan Timotius supaya siap sedia "baik atau tidak baik waktunya," untuk memberitakan firman itu. Seringkali kita mengatakan bahwa sekarang bukan waktunya untuk berbicara; itu berarti tidak baik waktunya. Itu adalah waktu yang tepat bagi kita untuk berbicara. Kita semua harus berbicara walaupun tidak baik waktunya. Saya sungguh memustikakan kaum imani muda dan damba untuk menyelamatkan mereka dari sistem kepasturan. Orang-orang muda yang masih tetap berada di bangku sekolahan mempunyai paling banyak orang yang mengelilingi mereka. Setiap sekolah adalah suatu kolam pemancingan yang besar yang penuh dengan ikan. Ini adalah suatu lingkungan yang diatur Allah untuk berbicara kepada orang lain. Murid-murid selalu menikmati pembicaraan teman-teman kelas mereka lebih dari pada mendengar guru-guru atau orang tua mereka. Kita harus belajar menangkap ikan-ikan ini dengan membicarakan Kristus kepada mereka. Kita harus menjadi penjala-penjala manusia, yang membawa orang-orang kepada Kristus dan ke dalam sidang-sidang rumahan. Untuk ini, saya tidak percaya kepada pengaturan manusia, tetapi saya percaya kepada tindakan, tingkah laku, pekerjaan, usaha, dan jerih payah kaum imani muda untuk mengontaki sesama murid mereka. Jika kita mau melakukan hal ini, dalam jangka waktu yang pendek banyak yang akan dibaptiskan dan ditambahkan kepada gereja-gereja.

C. Bernubuat di dalam Sidang-sidang untuk Membangun Gereja

Tempat lain untuk berbicara adalah di dalam sidang-sidang gereja. Rasul Paulus berkata di dalam 1 Korintus 14:1, "Usahakanlah dirimu memperoleh karunia-karunia Roh terutama karunia untuk bernubuat." Di dalam ayat 3 dan 4, ia berkata, "Tetapi siapa yang bernubuat, ia berkata-kata kepada manusia,ia membangun, menasehati dan menghibur...siapa yang bernubuat, ia membangun gereja." Kita perlu melihat bahwa bagian yang paling penting dari sidang kita adalah bernubuat, yaitu berbicara bagi Tuhan, membicarakan Dia, dan membicarakan Tuhan ke dalam orang-orang. Melalui membicarakan firman Tuhan, kekayaan Kristus dilepaskan dan dibagikan ke dalam semua pendengar. Bernubuat adalah berbicara bagi Tuhan dan membicarakan Tuhan. Ini adalah untuk menyuplaikan Kristus kepada orang lain. Ini adalah pekerjaan utama di dalam sidang-sidang gereja. Setelah disusun dengan kebenaran di dalam Firman dan dipenuhi dengan Roh itu, kita seharusnya bernubuat di dalam sidang-sidang gereja untuk membangun gereja. Sasaran Allah adalah gereja yang terbangun. Kita mempelajari itu bukan hanya untuk diri kita sendiri melainkan untuk pemberitaan injil untuk menghasilkan anggota-anggota Tubuh Kristus dan membangun gereja. Kita perlu memiliki pandangan yang demikian dan mempraktekannya.

D. Berbicara oleh Roh Iman dengan Keberanian

Rasul Paulus mengatakan bahwa kita dapat dipenuhi di dalam roh dengan berbicara (Ef. 5:18-19) dan dengan berdoa (Kis. 4:31). Di satu pihak, kita dipenuhi karena berbicara. Di pihak lain, kita dipenuhi oleh pembicaraan. Semakin kita dipenuhi dengan firman Allah, semakin kita suka berbicara dan semakin kita harus berbicara. Semakin kita berbicara, se makin kita dipenuhi di dalam roh. Semakin kita berdoa menurut Firman itu, semakin kita dipenuhi dengan Roh itu. Rasul Paulus juga mengatakan bahwa kita perlu berbicara oleh roh iman (2 Kor. 4:13). Setelah roh kita dikuatkan oleh doa dan setelah kita diperkaya oleh firman Allah, kita akan penuh dengan iman. Kita harus berbicara dan kita mau membicarakan firman Allah dengan keberanian (Ef. 6:19).

Saya harap Anda dapat melihat bahwa bagi setiap orang untuk membicarakan firman Allah; Anda perlu berdoa, dipenuhi di dalam roh, dan pada waktu yang sama belajar untuk mengutarakan perkataan-perkataan yang tepat. Ketika Anda berbicara, Anda perlu dipenuhi dengan kekayaan firman Alkitab dan mengalami hayat. Anda perlu memperhatikan orang yang sedang Anda ajak berbicara. Anda perlu mendekati orang-orang, membantu orang-orang dan mengenal orang, dan berhubungan dengan berbagai macam orang dengan perkataan tertentu. Dengan cara demikian, maka Anda tidak akan pernah kehilangan sasaran dan Anda pasti akan berhasil. Jika demikian masalahnya, maka gereja pasti akan berkembang, dan jumlahnya akan bertambah.

VI. MENYANYIKAN FIRMAN ALLAH

Ada saat ketika kita sangat menikmati firman Allah sehingga kita dengan spontan menyanyikannya dengan nyaring. Anda dapat menyanyikan ayat-ayat dengan nada yang terkenal atau membuat nada Anda sendiri. Jenis nyanyian yang spontan ini tidak perlu suatu nada yang tepat atau nyanyian itu mempunyai ritme atau tidak. Ini adalah suatu nyanyian rohani yang Anda buat untuk bernyanyi bagi Tuhan (Ef. 5:19). Cara lain yang baik untuk dipenuhi dengan Roh itu adalah menyanyikan atau membicarakan kidung-kidung yang kaya di dalam kidung nyanyian kita yang disusun dengan Firman, khususnya kidung-kidung yang ditandai dengan tanda bintang atau tanda salib. Puji Tuhan kita mempunyai banyak cara untuk menikmati firman Allah!

VII. PERLUNYA BERLATIH

Setiap pagi, kita perlu mendoa-bacakan dua atau tiga ayat dari Alkitab untuk membangunkan roh kita (Mzm. 119:47; Yer. 15:16). Banyak kaum imani yang suka memakai Firman Kudus untuk Kebangunan Pagi. Jika Anda melakukan ini, Anda dapat mendoa-bacakan seluruh Perjanjian Baru ayat demi ayat dalam waktu kira-kira enam tahun. Anda harus menuliskan ayat-ayat yang Anda doa-bacakan di pagi hari pada sebuah kartu dan dibawa serta oleh Anda. Kapan saja Anda merasa tertekan, memikirkan pemikiran-pemikiran yang jahat, atau digoda untuk melakukan sesuatu yang bukan berasal dari Tuhan, keluarkan kartu Anda dan doa-bacakan. Anda akan mengalahkan Satan, dan ia akan lari dari pada Anda (Why. 12:11; 2 Kor. 10:4-5; Ef. 6:16; Yak. 4:7). Setiap malam, sebelum Anda pergi tidur, bacalah satu atau dua pasal dari Perjanjian Baru. Praktek ini akan membuat Anda memulai hari Anda dengan dibangunkan dengan firman Allah, untuk mengalahkan si jahat sepanjang hari dengan firman Allah, dan untuk mengakhiri hari itu dengan firman Allah. Seluruh kehidupan Anda akan dibungkus oleh firman Allah. Pembicaraan Anda akan menjadi firman Allah. Betapa menakjubkannya kehidupan Anda.

Anda harus menetapkan waktu-waktu yang teratur untuk mempelajari kebenaran dengan bantuan garis-garis besar, catatan-catatan kaki, referensi-referensi, Berita-berita Pelajaran-Hayat, buku-buku pelajaran, dan buku-buku pemulihan lainnya.

Belajarlah untuk membicarakan Firman itu setiap waktu. Praktek ini akan membuat Anda dipenuhi dan disusun dengan firman Allah. Ke mana saja Anda pergi, Tuhan dapat mengalir dari Anda melalui pembicaraan Anda. Teman-teman dan kenalan-kenalan Anda akan diselamatkan untuk menjadi putra-putra Allah dan anggota-anggota Tubuh Kristus.

PELAJARAN DUA ROH

DUA ROH

ROH YANG ALMUHIT

ROH MAJEMUK

ROH YANG BERHUNI, PEMBERI HAYAT

ROH TUJUH GANDA YANG MEMPERKUAT

ROH ESENSIAL DAN EKONOMIKAL

PEKERJAAN ROH ITU DI DALAM KAUM IMANI (1)

KELAHIRAN-ULANG

PEKERJAAN ROH ITU DI DALAM KAUM IMANI (2)---

PENGUDUSAN

PEKERJAAN ROH ITU DI DALAM KAUM IMANI (3)---

TRANSFORMASI

PEKERJAAN ROH ITU DI DALAM KAUM IMANI (4)---

PENGURAPAN, PEMETERAIAN, DAN PENJAMINAN

PEKERJAAN ROH ITU DI DALAM KAUM IMANI (5)---

MENGUASAKAN DAN MENYUPLAI MEREKA UNTUK MEMBICARAKAN KRISTUS

ROH DAN FIRMAN

ROH INSANI

PERBEDAAN ANTARA ROH DENGAN SUKMA

MENGENAL ROH KITA

ROH PERBAURAN

DIPENUHI DI DALAM ROH

MELATIH ROH KITA

BERJALAN MENURUT ROH

DAN DUA JALAN OLEH ROH ITU

MELAYANI DI DALAM ROH KITA