← Daftar isi Sikap Kita terhadap Alkitab Cara untuk Menikmati Alkitab – dengan Membiarkan Firman Kristus Diam DI dalam Kita dengan Segala Kekayaannya · bab 20/24

SURAT-SURAT RASULI YAKOBUS SAMPAI 2 PETRUS

Pembacaan Alkitab

Yak. 1:2-5, 21, 25; 2:24; 4:6-8; 5:8, 14, 6; Kis. 21:20, 23-24;

Gal. 2:16; 1 Ptr. 1:3-9, 13-9, 23-25; 2:1-5, 9;

1 Ptr. 2:21-25; 4:17; 5:10; 2 Ptr. 1:3-4, 19; 3:9-13.

Garis Besar

I. Yakobus

A. Penulis, tempat, dan waktu

B. Subyek

C. Latar belakang

D. Pemikiran sentral

E. Sketsa umum

F. Bagian-bagian

II. 1 Petrus (A sampai F)

III. 2 Petrus (A sampai F)

I. YAKOBUS

A. Penulis, tempat, dan waktu: Kitab ini ditulis oleh Yakobus seorang hamba Allah dan dari Tuhan Yesus Kristus, saudara dari Tuhan Yesus dalam daging (1:1; Mat. 13:55), kepada dua belas suku Israel di perantauan (lihat 1:1 dan catatan kaki 3 dan 4). Karena isinya tidak menyebutkan gereja telah merosot, kitab ini mungkin ditulis sekitar tahun 50 M. Karena tidak mudah menemukan bukti bahwa pada saat Yakobus meninggalkan Yerusalem, kitab ini mungkin ditulis di Yerusalem.

B. Subyek: praktek kesempurnaan orang Kristen.

C. Latar belakang: Setelah mempelajari tulisan-tulisan Paulus dan semua Berita pelajaran-Hayat pada tulisan-tulisan ini, tidak diragukan lagi kita akan terpengaruh untuk menerima terang mengenai ekonomi Allah dan dikuatkan karenanya. Tetapi ada kemungkinan bahwa kita mungkin ceroboh dalam tingkah laku kita atau bahwa kita dapat menolak perkara tentang praktek kesempurnaan orang Kristen. Oleh karena itu, kita keseimbangan yang disediakan oleh kitab Yakobus.

Karakteristik khusus dari surat Rasul Yakobus ini adalah bahwa kitab ini menunjukkan bahwa kita mungkin sangat kuat dalam ekonomi Allah, namun kita mungkin tidak sempura dan menyeluruh dalam tingkah laku orang Kristen kita dalam kehidupan sehari-hari kita. Banyak dari kita dapat bersaksi bahwa kita telah melihat visi mengenai ekonomi Allah dan bahwa kita benar-benar bagi visi ini. Tetapi, kita masih perlu memparhatikan tingkah laku dalam kehidupan kita sehari-hari. Seorang saudara dapat dengan mudah marah terhadap saudara kandungnya, atau seorang saudari tidak memiliki sikap yang tepat terhadap ibunya. Dalam perkara-perkara demikian, saudara dan saudari itu tidak lengkap dan sempurna. Ini adalah suatu ilustrasi tentang fakta bahwa kita perlu firman yang seimbang yang ditemukan di dalam kitab Yakobus ini.

Di dalam Kisah Para Rasul 21, Yakobus dengan tegas memberitahu Paulus bahwa banyak kaum imani yang masih tetap senang akan hukum taurat. Ia juga meminta Paulus untuk menjalankan nazar orang Nazir dalam suatu upacara pentahiran selama tujuh hari dan menanggung biaya beberapa saudara yang tidak dapat membayarnya. Kitab Yakobus adalah percampuran dispensasi hukum taurat dengan dispensasi kasih karunia. Ia tidak jelas mengenai ekonomi Perjanjian Baru Allah (Kis. 21:23-24, 26 dan catatan kaki 1).

Tambahan untuk penyediaan keseimbangan, surat Rasul Yakobus juga menyajikan suatu peringatan yang kuat bahwa adalah mungkin bagi seseorang untuk menjadi sangat saleh tetapi tidak jelas mengenai ekonomi Perjanjian Baru Allah. Menurut sejarah gereja, Yakobus terkenal karena memperhidupkan suatu kehidupan yang saleh. Ada satu catatan yang mengatakan bahwa Yakobus meluangkan sangat banyak waktu berlutut berdoa sehingga lututnya menjadi kebal. Yakobus tentu adalah seorang manusia yang saleh, seorang yang berdoa, dan doa itu ditekankan dalam surat Rasulinya. Walaupun demikian, Yakobus tidak memiliki suatu pandangan yang jelas mengenai perbedaan antara kasih karunia dan hukum taurat; yaitu, ia tidak memiliki suatu pandangan yang jelas mengenai ekonomi Allah. Di dalam tulisan-tulisannya ada sindiran-sindiran. Tetapi, surat Rasulinya mengenai tingkah laku orang Kristen terkenal dan luar biasa serta menekankan praktek kesempurnaan orang Kristen. Untuk alasan ini, di dalam 1:4, Yakobus menunjukkan bahwa kaum imani harus lengkap dan sempurna, tidak kekurangan sesuatu apapun."

Karena kita telah menunjukkan bahwa Yakobus mungkin tidak begitu jelas tentang ekonomi Perjanjian Baru Allah, Anda dapat membayangkan apakah suratnya itu diwahyukan oleh Allah. Di dalam 2 Timotius 3:16 Paulus berkata, "Segala tulisan adalah hembusan Allah." Oleh karena itu, kita perlu menjelaskan dengan hati-hati apakah sikap kita terhadap inspirasi kitab Suci dalam kitab Yakobus ini.

Pertama, kita benar-benar percaya bahwa segala kitab Suci adalah hembusan Allah, yaitu, diinpirasikan oleh Allah. Kita percaya bahwa setiap firman dalam setiap kitab dari Alkitab telah dihembuskan oleh Allah.

Kedua, meskipun setiap garis dan perkataan kitab Suci ini diinspirasikan oleh Allah, ini bukan berarti bahwa setiap perkataan di dalam Kitab kudus ini adalah firman Allah, tetapi kita harus sangat hati-hati dalam pemahaman kita akan perkara ini. Di dalam Alkitab ada banyak perkataan-perkataan yang bukan firman Allah.

Banyak perkataan yang tercatat di dalam kitab Suci adalah perkataan-perkataan Satan, manusia-manusia yang jahat, lawan-lawan Allah, dan bahkan pembicaraan orang-orang saleh yang tidak masuk akal. Semua perkataan kitab Suci dihembuskan oleh Allah dan dicatat untuk tujuan khusus. Di dalam Kejadian 3 tujuannya adalah untuk menelanjangi kelicikan musuh. Di dalam Kisah Para Rasul 21 dan di dalam kitab Yakobus tujuannya adalah untuk memperlihatkan kepada kita kemungkinan bahwa seorang yang saleh kurang jelas akan pandangan sorgawi tentang ekonomi Perjanjian Baru Allah. Puji Tuhan, bahwa segala sesuatu di dalam Alkitab adalah hembusan Allah, dan segala sesuatu telah dicatat untuk menyajikan suatu tujuan khusus! Kita berterima kasih kepada Allah untuk kitab Suci yang dihembuskan oleh Dia.

Meskipun kita mengetahui bahwa Yakobus tidak jelas mengenai ekonomi Perjanjian Baru Allah, kita tidak boleh meremehkan kitab Yakobus ini, karena kitab ini adalah bagian dari hembusan Allah mengenai praktek kesempuraan Orang Kristen. Kita perlu jelas bahwa jalan ekonomi Perjanjian Baru Allah bagi kita adalah percaya ke dalam Kristus dan menikmati pembagian hayat. Hayat ini menjadi suplaian bagi kita agar memiliki penghidupan yang ibadah/saleh seperti yang Yakobus nyatakan. Tuhan berkata, "Maka Aku berkata kepadamu: jika kebenaranmu tidak melampaui ahli-ahli taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam kerajaan sorga" (Mat. 5:20). Standar moral kita harus tinggi; tetapi, penghidupan itu bukan suatu hasil dari usaha kita untuk menggenapkan hukum taurat Perjanjian Lama. Kapan saja kita berusaha menggenapkan hukum taurat, kita melakukannya di dalam daging. Tuhan juga berkata, "Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna" (Mat. 5:48). Kesempurnaan kita bukanlah olah hukum taurat, melainkan oleh kasih karunia, dalam kenikmatan akan hayat Bapa. Puji Tuhan, bahwa kita jelas tentang ekonomi Perjanjian Baru Allah.

D. Pemikiran sentral: Yakobus bukan hanya menulis mengenai kesempurnaan orang Kristen, melainkan mengenai kesempurnaan orang Kristen yang praktis, yaitu, kesempurnaan yang bukan teoritis melainkan yang praktis dalam penghidupan kita sehari-hari. Ini adalah satu poin yang kuat dari surat Rasul ini bahwa Yakobus yang mengajarkan mengenai kesempurnaan orang Kristen yang praktis ini. Banyak kebajikan-kebajikan yang ia catat dalam kitab ini berhubungan dengan kesempurnaan ini.

E. Sketsa umum: Yakobus mulai dengan menuliskan surat itu kepada dua belas suku di perantauan. Ia kemudian menyajikan banyak poin mengenai kebajikan kesempurnaan orang Kristen yang praktis, tekun dalam kesulitan dengan iman, melawan godaan sebagai orang-orang yang telah dilahirkan Allah, memperhidupkan suatu kehidupan yang takut akan Allah dengan menanamkan firman menurut kesempurnaan hukum kemerdekaan, tidak mencari hormat manusia di antara saudara, dibenarkan oleh pekerjaan-pekerjaan dalam hubungan dengan kaum imani, mengekang lidah, bertingkah laku dalam hikmat, menanggulangi pelesiran-pelesiran, dunia, dan Iblis, tidak berbicara yang melawan saudara-saudara, percaya bukan dalam keinginan diri sendiri melainkan dalam Tuhan, menantikan kedatangan Tuhan dengan tekun, berbicara dengan jujur tanpa adanya sumpah, dan melakukan praktek yang sehat di dalam kehidupan gereja.

F. Bagian-bagian: 1)pembukaan kepada dua belas suku di perantauan (1:1) dan 2) kebajikan-kebajikan kesempurnaan orang Kristen yang praktis (1:2 5:20).

II. 1 PETRUS

A. Penulis, tempat, dan waktu: Kitab ini ditulis oleh Petrus, seorang rasul Yesus Kristus (1:1), kepada kaum imani Yahudi yang merantau di antara bangsa kafir (lihat 1:1 dan catatan kaki 4 dan 5). Waktu penulisannya mungkin sebelum Paulus mati martir (lihat 5:13 catatan 3), maka kitab ini mungkin ditulis sekitar tahun 64 M. Kitab ini ditulis di Babel, sebuah kota yang luas di Efrat (lihat 5:13 dan catatan 2).

B. Subyek: kehidupan orang Kristen di bawah pemerintahan Allah.

C. Latar belakang: Alasan kedua surat Rasul Petrus ini ditulis, khususnya pertama, adalah bahwa kaum imani Yahudi yang merantau sedang menderita penganiyaan. Mereka sedang berada dalam kesulitan yang berapi-api. Petrus membandingkan penganiayaan ini dengan pembakaran dari suatu tungku perapian. Tetapi kaum imani itu sedang sulit dan mungkin ragu, Petrus menulis untuk mengajar mereka dan juga untuk menghibur mereka. Di dalam 5:10 Petrus berkata, "Dan Allah, sumber segala kasih karunia, yang telah memanggil kamu dalam Kristus kepada kemuliaanNya ang kekal, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan, mengokohkan kamu sesudah kamu menderita seketika lamanya." Di sini kelihatannya Petrus memberitahu kaum imani bahwa mereka tidak perlu ragu, karena Allah sedang menyempurnakan mereka. Sama seperti batu-batu yang ditatah supaya cocok dalam suatu bangunan, kita juga perlu "ditatah" agar disempurnakan, diteguhkan, dikuatkan, dan dikokohkan. Petrus menulis untuk menghibur orang-orang kudus yang menderita, yang teraniaya, memperihatkan kepada mereka bahwa mereka semua berada di bawah pemerintahan Allah. Pelaksanaan pemerintahan Allah pertama adalah kepada anak-anak milikNya.

D. Pemikiran sentral: Di dalam dua surat Rasulnya, Petrus membicarakan tentang subyek pemerintahan universal Allah. Kedua surat ini membicarakan mengenai pemerintahan universal Allah.

Pemerintahan Allah meliputi seluruh alam semesta. Kita mengetahui ini dengan fakta bahwa Petrus membicarakan tentang langit baru dan bumi baru. Ini menunjukkan pemerintahan universal Allah. Akhirnya, dalam kekekalan yang akan datang, segala sesuatu akan menjadi benar dan tersusun dengan baik, karena kebenaran akan diam dalam langit baru dan bumi baru. Hari ini bumi dipenuhi dengan ketidakbenaran dan tidak teratur. Meskipun demikian, Allah masih tetap memerintah langit dan bumi.

Allah memerintah dengan menghakimi. Ini adalah jalan Allah melaksanakan pemerintahanNya. Di dalam 1 dan 2 Petrus kita memiliki suatu catatan tentang penghakiman Allah.

Apakah tujuan penghakiman pemerintahan Allah? Allah menghakimi adalah untuk membersihkan alam semestaNya. Alam semesta diciptakan Allah untuk suatu tujuan tertentu, tetapi Satan masuk untuk mencemarkannya. Sekarang Allah sedang membersihkan alam semesta ini melalui penghakiman. Dia sedang melakukan suatu pekerjaan pembersihan secara menyeluruh terhadap seluruh alam semesta. Akhirnya, alam semesta ini akan menjadi baru.

Allah tidak mau hidup atau tinggal di suatu tempat yang tidak bersih. Maka, Allah membersihkan, memurnikan alam semesta ini. Pertama, Dia memurnikan kita, rumah tanggaNya. Sekarang kita adalah sentral pekerjaan pembersihanNya. Setelah Dia menyelesaikan pekerjaan pembersihanNya atas kita, Dia akan membersihkan alam semesta selama masa kesusahan besar dan milenium. Setelah segala sesuatu dibersihkan, langit baru dan bumi baru akan dibawa masuk.

E. Sketsa umum: Tujuan kitab 1 Petrus ini adalah untuk membangun dan menguatkan kaum imani yang menderita yang telah dipilih oleh Allah, dikuduskan oleh Roh itu dari dunia bagi Allah, dipercik oleh darah penebusan Kristus, dan dilahirkan kembali oleh Allah Bapa kepada suatu hidup yang penuh pengharapan, untuk suatu warisan yang terpelihara di surga bagi mereka (1:1-4), namun sebagai pelancong yang masih mengembara di atas bumi ini (1:1, 17; 2:11). Dalam pengembaraan mereka, penderitaan-penderitaan tidak dapat dihindarkan. Penderitaan-penderitaan itu dipakai oleh Allah untuk menguji dan membuktikan iman mereka (1:7), untuk melihat apakah mereka akan mengikuti Kristus dalam penderitaan bagi pekerjaan yang baik (2:19-23; 3:14-18). Penderitaan-penderitaan itu dipakai untuk mempersenjatai mereka dengan suatu pikiran yang melawan daging, agar mereka tidak hidup dalam hawa nafsu manusia, tetapi dalam kehendak Allah (4:1-2), agar mereka dapat berbagian dalam penderitaan Kristus dan bersukacita pada penampakan kemuliaanNya (4:12-19), agar mereka dapat menjadi saksi-saksi penderitaan Kristus (5:1), dan supaya mereka dapat disempurnakan, dibangunkan, dikuatkan, dan dikokohkan bagi kemuliaan kekal yang ke dalamnya Allah telah memanggil mereka (5:8-10). Ini sepenuhnya berada di bawah pemerintahan Allah agar Dia dapat menghakimi umat pilihanNya (1:17), untuk memulai penghakimanNya dari rumahNya sendiri (4:17). Maka, kitab ini boleh juga dipertimbangkan sebagai kitab mengenai pemerintahan Allah.

F. Bagian-bagian: 1) pembukaan untuk para pengembara di perantauan di bawah operasi Allah Tritunggal (1:1-2), 2) keselamatan penuh Allah Tritunggal dan hasilnya (1:3-25), 3) bertumbuh dalam hayat dan hasilnya (2:1-10), 4) Kehidupan Kristen dan penderitaannya (2:11 4:19), 5) penggembalaan oleh penatua dan pahalanya (5:1-4), 6) tangan kuasa Allah dan sasarannya (5:5-11), dan 7) kesimpulan (5:12-14).

III. 2 PETRUS

A. Penulis, tempat, dan waktu: Kitab ini ditulis oleh Petrus, seorang hamba dan rasul Yesus Kristus, kepada kaum imani Yahudi di perantauan di dunia Kafir (1:1 catatan 3). Menurut kondisi gereja yang merosot di dalam pasal 2, dan kata-kata anjuran yang membicarakan tentang rasul Paulus di dalam 3:15-16, kitab ini mungkin ditulis setelah Paulus mati martir, mungkin sekitar tahun 69 M, sebelum pengrusakkan Yerusalem pada tahun 70 M, dan kitab ini pasti ditulis sebelum Petrus mati martir (1:14).

B. Subyek: perlengkapan ilahi dan pemerintahan ilahi.

C. Latar belakang: Lihat bagian ini dalam 1 Petrus.

D. Pemikiran sentral: Subyek dari 1 Petrus adalah kehidupan Kristen di bawah pemerintahan Allah. Kitab 2 Petrus adalah kelanjutan dari 1 Petrus, dan kitan ini juga menekankan pemerintahan Allah. Tetapi di dalam surat Rasuli ini, kita juga melihat perlengkapan Allah. Oleh karena itu, kita dapat mengatakan bahwa subyek dari 2 Petrus adalah perlengkapan ilahi dan pemerintahan ilahi.

Di mana ada pemerintahan Allah maka di sana ada perlengkapan Allah. Allah menganugerahkan perlengkapanNya kepada kita supaya kita dapat bekerja sama dengan pemerintahanNya. Dengan kata lain, jika kita ingin melaksanakan pemerintahan Allah, kita perlu perlengkapan Allah; yaitu, kita perlu suplaian ilahi. Di dalam 2 Petrus, penulis pertama-tama menyajikan suplaian ilahi. Kita melihat bagaimana kuasa Allah menyediakan semua suplaian bagi kebutuhan kita. Inilah makna yang utama dari kitab ini. Lebih jauh lagi, surat 2 Petrus memperlihatkan kepada kita kelanjutan dari gambaran pemerintahan Allah yang disingkapkan di dalam 1 Petrus. Oleh karena itu, apa yang kita miliki di dalam 2 Petrus adalah perlengkapan ilahi dan pemerintahan ilahi.

E. Sketsa umum: Setelah perkataan pembukaan (1:1-2), Petrus membicarakan mengenai perlengkapan ilahi (1:3-21). Perlengkapan ilahi ini meliputi dua perkara: pembagian kuat kuasa ilahi (1:3-11) dan terang kebenaran ilahi (1:12-21). Mengenai pembagian kuat kuasa ilahi, kita memiliki dua poin utama: segala sesuatu yang berhubungan dengan hayat dan ibadah dengan sifat ilahi (ay. 3-4) dan pengembangan oleh pertumbuhan dalam hayat kepada jalan masuk kekayaan ke dalam kerajaan kekal (ay. 5-11). Mengenai terang kebenaran ilahi, juga ada dua poin utama: kemuliaan kesaksian para rasul (ay. 12-18) dan terang perkataan nubuat (ay. 19-21). Dalam 2 Petrus 2 kita melihat penghakiman Allah atas guru-guru palsu (2:1-3), penghakiman Allah atas malaikat-malaikat dan manusia (ay. 4-9), dan kejahatan-kejahatan guru-guru palsu dan penghukuman atas mereka di bawah penghakiman Allah (ay. 10-22). Di dalam 3:1-9 kita melihat penghakiman Allah atas pencemooh-pencemooh bidat. Di dalam 3:10-12, Petrus membicarakan tentang penghakiman Allah atas langit dan bumi. Dalam ayat 13 kita memiliki pengharapan atas langit baru dan bumi baru yang dipenuhi dengan kebenaran Allah; dalam ayat 14-16, persiapan untuk kedatangan penghakiman; dan dalam ayat dan 18, tentang kesimpulan, di mana kita diberitahu untuk berjaga-jaga dan bertumbuh dalam kasih karunia dan pengenalan akan Tuhan.

F. Bagian-bagian: 1) pembukaan iman mustika yang diundikan bagi kaum imani (1:1-2), 2) perlengkapan ilahi (1:3-21), 3) pemerintahan ilahi (2:1 3:16), dan 4) kesimpulan berjaga-jaga dan bertumbuh dalam kasih karunia dan pengenalan akan Tuhan (3:17-18).