← Daftar isi Sikap Kita terhadap Alkitab Cara untuk Menikmati Alkitab – dengan Membiarkan Firman Kristus Diam DI dalam Kita dengan Segala Kekayaannya · bab 19/24

SURAT-SURAT RASULI (3) SURAT-SURAT RASUL PAULUS TITUS SAMPAI IBRANI

Pembacaan Alkitab

Tit. 1:5-9; 2:11-14; 3;1, 5b-8; Flp. 16-17;

Ibr. 1:1-3, 9; 2:9-11; 9:14, 12:1-2.

Garis Besar

I. Titus

A. Penulis, tempat, dan waktu

B. Subyek

C. Latar belakang

D. Pemikiran sentral

E. Sketsa umum

F. Bagian-bagian

II. Filemon (A sampai F)

III. Ibrani (A sampai F)

I. TITUS

A. Penul;is, tempat, dan waktu: Rasul Paulus menulis kitab ini kepada Titus (1:1, 4) dari Nikopolis sekitar tahun 65 M, setelah ia dibebaskan dari pemenjaraannya yang pertama di Roma dan melewati Kreta (1:5; 3:12).

B. Subyek: perawatan tata gereja

C. Latar belakang: Selama pemenjaraan Paulus yang pertama di Roma, gereja-gereja dihadapkan kepada pengujian. Selama waktu pengujian ini, gereja-gereja tertentu terbukti tidak begitu teratur. Maka, setelah pembebasannya dari penjara, Paulus mengunjungi tempat-tempat yang berbeda-beda, termasuk kota Efesus dan pulau Kreta. Sadar akan situasi gereja-gereja, Paulus menjadi berbeban untuk menulis surat kepada Titus, memberitahunya bagaimana untuk merawat susunan yang tepat dari suatu sidang lokal. Inilah latar belakang dan juga alasan bagi penulisan kitab ini.

D. Pemikiran sentral: Untuk memiliki kehidupan yang teratur, kita perlu memelihara empat unit: gereja, keluarga, sistim kemasyarakatan, dan pemerintah. Jika kita mempedulikan unit-unit ini dengan tepat, kita akan memiliki suatu kehidupan yang teratur dalam setiap cara. Ketika Paulus menulis kitab Titus ini, di dalamnya ada kekhawatiran akan keempat unit ini. Orang-orang yang tidak percaya, tentunya, hanya memperhatikan keluarga, masyarakat, dan pemerintah. Bahkan ahli-ahli filsafat dan ahli-ahli pikir sepanjang abad hanya mempertimbangkan ketiga unit ini di antara manusia. Tetapi di antara kita di dalam pemulihan Tuhan, unit yang paling penting adalah gereja. Bagi kita, gereja adalah yang pertama. Kita mengutamakan gereja dalam pertimbangan kita, karena gereja adalah rumah Allah yang hidup, tiang penopang dan dasar kebenaran. Lebih jauh lagi, gereja adalah rahasia ibadah yang agung, Allah termanifestasi dalam daging. Paulus meliput perkara gereja pertama dalam surat Rasul ini, dan kita mengikutinya untuk memberikan gereja tempat yang pertama di antara keempat unit dasar yang tercakup di dalam kitab ini.

Setelah gereja, keluarga adalah unit yang paling penting dalam kemasyarakatan. Tanpa suatu kehidupan keluarga yang tepat, bagaimanakah kita dapat memiliki suatu masyarakat atau negara yang sehat? Suatu bangsa tersusun dari keluarga-keluarga sebagai faktor dasar. Kita sepenuhnya menyadari bahwa tanpa suatu kehidupan keluarga yang tepat, sulit untuk mendapatkan suatu kehidupan gereja yang teratur. Tetapi kita juga menyadari bahwa tanpa suatu kehidupan gereja yang tepat, sulit untuk mendapatkan suatu kehidupan keluarga yang normal dan tepat. Kita di sini adalah bagi gereja dan juga bagi keluarga. Lebih jauh lagi, kita memperhatikan kemasyarakatan. Kita menghargai orang lain, kita menghormati tetangga-tetangga kita, dan kita memperhatikan keberadaan sistim sosial. Kita di sini bukan sebagai pembaharu-pembaharu sosial, dan bukanlah maksud kita untuk mengubah sistim sosial. Di dalam pemulihan Tuhan, kita di sini adalah untuk menyajikan pengajaran-pengajaran yang sehat mengenai Kristus yang almuhit dan gereja sebagai Tubuh Kristus.

E. Sketsa umum: Ketika Paulus menulis surat Titus ini, ada konsep-konsep dasar tertentu di dalamnya. Konsep-konsep ini adalah faktor-faktor, elemen-elemen, dari susunan kitab ini. Dalam menulis Titus pasal satu, Paulus sangat memperhatikan gereja. Maka, di dalam pasal ini, ia menjaga susunan yang tepat di dalam gereja dan membicarakan tentang pengangkatan kepenatuaan bagi administrasi suatu gereja lokal, tentang pengakhiran isme-isme yang bermacam-macam, dan berpegang pada pengajaran sehat para rasul. Kemudian Paulus di dalam pasal dua membicarakan tentang suatu kehidupan insani yang teratur, yaitu terutama yang berhubungan dengan kehidupan keluarga. Kemudian...ia membicarakan tentang kemasyarakatan, atau tentang sistim sosial. Di dalam 3:1-8 Paulus membicarakan tentang penguasa-penguasa, yaitu, pemerintah.

F. Bagian-bagian: 1) pembukaan (1:1-4), 2) mendirikan otoritas dalam gereja (1:5-9), 3) penanggulangan pengaruh Yudaisme dan Gnostikisme (1:10-16), 4) membawa kaum imani yang berbeda usia ke dalam suatu kehidupan yang teratur (2:1-8), 5) memerintahkan hamba-hamba untuk berperi laku dengan baik dalam sistim perbudakan sosial (2:9-15), 6) memerintahkan kaum imani untuk menjaga suatu persekutuan yang baik dengan pemerintah (3:1-8), 7) menanggulangi seorang yang bidat (3:9-11), dan 8) kesimpulan (3:12-15).

II. FILEMON

A. Penulis, tempat, dan waktu: Kitab ini ditulid oleh Rasul Pulus dan Timotius kepada Filemon, Apfia, dan Arkhipus, dan kepada gereja di rumah mereka (ay. 1, 2). Kitab ini ditullis sekitar tahun 64 M, sebelum pemenjaraan Paulus yang pertama di Roma (ay. 9, 22).

B. Subyek: suatu ilustrasi tentang kesamaan status kaum imani dalam manusia baru.

C. Latar belakang: Ketika Paulus menulis kepada Filemon, Filemon ada di Kolose dan Paulus jauh sekali, seorang narapidana di Roma. Salah satu teman narapidananya, Onesimus, dibawa ke hadapan Tuhan dan dilahirkan oleh Paulus dalam Roh itu, bukan hanya untuk menjadi seorang kaum imani dalam Kristus dan seorang anak Allah, melainkan juga seorang anak yang kekasih bagi Paulus sendiri. Ada sebuah gereja di Roma, tetapi mengapa Paulus tidak memberikan orang yang baru diselamatkan ini kepada gereja di sana? Paulus tidak melakukan hal ini, karena Onesimus adalah seorang hamba yang melarikan diri dan tuannya, Filemon, tinggal di Kolose.

Fakta bahwa ada gereja-gereja di Roma dan di Kolose menunjukkan bahwa gereja-gereja tersebut sebagai ekspresi Tubuh Kristus adalah universal. Pada jaman dulu fakta ini adalah benar demikian juga faktanya pada hari ini. Gereja yang pertama, gereja di Yerusalem, ada kira-kira tahun 34 atau 35 M. Surat Rasul kepada Filemon ditulis kira-kira tiga puluh tahun kemudian. Bahkan dalam jangka waktu yang pendek selama tiga puluh tahun, gereja-gereja telah dibangunkan bukan hanya di Yudea, melainkan juga di dunia kafir. Maka, gereja itu adalah universal. Ini adalah menurut kedaulatan Tuhan untuk melaksanakan amanat yang Dia berikan kepada Paulus. Ini juga adalah penggenapan kedambaan Paulus untuk melihat seorang manusia baru di atas bumi.

Dengan perluasan Kerajaan Roma, berbagai bangsa dan orang-orang sekitar Laut Mediterania dibawa masuk ke dalam hubungan antara satu dengan yang lainnya dan bahkan disatukan secara politik. Ada suatu keuntungan yang besar dari perjalanan dan komunikasi antara orang-orang di berbagai bagian kerajaan itu. Komunikasi ini semuanya berhubungan dengan manusia lama. Tetapi pada waktu Paulus menulis kepada Filemon, manusia lain telan masuk ke dalam bumi ini. Di tengah-tengah manusia lama itu, manusia baru telah masuk ke dalamnya. Ini diwahyukan sepenuhnya di dalam Kolose 3:10 dan 11: Dan telah mengenakan manusia baru yang terus menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya; dalam hal ini tidak ada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orangbersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu." Filemon adalah seorang penatua gereja di Kolose. Dalam surat Rasul kepada orang-orang di Kolose, Paulus menekankan bahwa semua kaum imani adalah bagian dari manusia baru. Lebih jauh lagi, di dalam manusia baru tidak bisa ada orang Yunani dan orang Yahudi, budak dan orang merdeka. Filemon adalah seorang merdeka, dan onesimus adalah hambanya. Tetapi di dalam manusia baru mereka statusnya adalah sama.

D. Pemikiran sentral: Surat Rasul yang pendek ini memberikan tujuan khusus yang memperlihatkan kepada kita kesamaan dalam hayat kekal dan kasih ilahi dari semua anggota di dalam Tubuh Kristus. Pada jaman Paulus, hayat Kristus telah diabaikan, di antara kaum imani, ada golongan perbudakan yang kuat. Tetapi karena perasaan kasih dari persekutuan orang Kristen itu sangat kuat dan hebat sehingga susunan kemasyarakatan yang jahat di antara manusia yang telah jatuh itu ditolak secara spontan, keperluan apapun untuk lembaga emansipasi disingkirakan. Karena kelahiran ilahi dan hidup oleh hayat ilahi, semua kaum imani dalam Kristus memiliki status yang sama dalam gereja, yaitu manusia baru dalam Kristus, dengan tidak ada diskriminasi antara yang merdeka dengan yang terbelenggu (Kol. 3:11). Ini adalah berdasarkan tiga fakta. Pertama, kematian Kristus di atas salib telah membatalkan ketentuan-ketentuan dari cara hidup yang berbeda untuk penciptaan satu manusia baru (Ef. 2:15). Kedua, kita semua telah dibaptis ke dalam Kristus dan disatukan dengan Dia tanpa adanya perbedaan apapun (Gal. 3:27-28). Ketiga, di dalam manusia baru Kristus adalah semua dan di dalam semua (Kol. 3:11). Kehidupan dengan kasih dalam persekutuan yang sama demikian dapat mempertahankan susunan yang baik dalam gereja (dalam Titus), dapat melaksanakan ekonomi Allah mengenai gereja (dalam 1 Timotius), dan dapat berdiri teguh melawan arus kemunduran gereja (dalam 2 Timotius). Ini berasal dari kedaulatan Tuhan bahwa surat Rasul ini ditempatkan setelah tiga kitab sebelumnya dalam pengaturan Perjanjian Baru.

E. Sketsa umum: Di dalam kitab Filemon ini kita memiliki suatu teladan dan contoh yang sempurna tentang membawa seorang dosa kepada Tuhan melalui memperanakkannya dengan hayat ilahi; menjadikannya sebagai seorang anak, bahkan sebagai hati kita; dan membantunya memperbaiki semua hubungan manusia. Di dalam gereja-gereja dalam pemulihan Tuhan ini merupakan praktek kita untuk membawa kembali orang yang melarikan diri serta istri atau suami yang bercerai atau dipisahkan. Kita akan membantu memperbaiki semua hubungan manusia. Dalam melakukan ini, kita harus memiliki suatu perhatian dan permohonan kasih untuk kasih terhadap kelompok lainnya. Terakhir, dalam memelihara contoh Paulus dalam surat Rasul ini, kita harus membantu orang yang baru diselamatkan masuk ke dalam kehidupan gereja. kedambaan Paulus adalah membawa Onesimus ke dalam kehidupan gereja. Setelah diperanakan oleh Paulus, sekarang Onesimus adalah seorang hamba yang dilahirkan kembali menjadi seorang saudara. Sebagai seorang yang telah diperanakkannya, Paulus memikul tanggung jawab untuk membawa Onesimus ke dalam kehidupan gereja, ke dalam persekutuan di antara anggota-anggota Tubuh.

F. Bagian-bagian: 1) pembukaan (ay. 1-3), 2) seorang hamba yang dilahirkan kembali menjadi seorang saudara (ay. 4-16), 3) memberikan seorang saudara agar diterima dalam manusia baru (ay. 17-22), dan 4) kesimpulan (ay. 23-25).

III. IBRANI

A. Penulis, tempat, dan waktu: Menurut kekayaan dan kedalaman isi dari kitab ini, tidak ada orang lainselain dari Paulus yang bersyarat untuk menjadi penulisnya. Penyebutan Timotius di dalam 13:23 dan nada persekutuannys juga menunjukkan bahwa Paulus adalah penulisnya. (Untuk alasan mengapa penulis tidak dengan jelas disebutkan, lihat 1:1 catatan kaki 2). Kitab ini mungkin ditulis sekitar tahun 67 M setelah pembebasan Rasul Paulus dari pemenjaraannya yang pertama di Roma, sewaktu ia menetap di Miletus (2 Tim. 4:20). Tulisan "orang-orang dari Itali" (13:24) membuktikan bahwa kitab ini ditulis di Roma. Menurut isinya, kitab ini jelas ditulis untuk kaum imani Ibrani.

B. Subyek: Kristus lebih unggul dari Yudaisme dan segala sesuatu yang mencakupnya. Demikian juga kelengkapan perjanjian baruNya lebih unggul dari yang lama.

C. Latar belakang: Orang-orang Ibrani yang kepadanya kitab ini dituliskan percaya di dalam Tuhan, tetapi mereka masih tetap ingin berpegang pada agama Yahudi mereka. Pada tahun 63 M, Ananias, salah satu imam besar dalam agama Yahudi di Yerusalem, bangkit bersama dengan orang Saduki dan orang Farisi untuk menganiaya orang-orang Ibrani. Pada waktu itu orang-orang Ibrani yang kekasih mengapresiasi Tuhan Yesus, tetapi mereka tidak mau meninggalkan agama mereka yang usang. Akhirnya, Tuhan dengan kedaulatanNya membangkitkan suatu suasana yang memaksa mereka keluar darinya. Jika mereka tidak mau keluar, mereka akan dipaksa keluar. Orang-orang Kristen Ibrani itu sungguh menderita di bawah penganiayaan itu. Ahli-ahli agama Yahudi merampas hak-hak mereka dan mengancam kehidupan mereka (10:34). Kaum imani Ibrani itu mendapat kesulitan. Saudara-saudara Ibrani itu terganggu dan mulai mengembara. Mereka tidak dapat mengatakan bahwa apa yang Petrus dan Paulus beritakan dan katakan itu salah; ataupun mengatakan bahwa bait, tempat kudus, itu salah. Mereka ada dalam suatu dilema, sulit untuk memutuskan apakah mereka maju terus atau mundur. Pada keadaan yang genting ini kitab Ibrani itu ditulis kepada mereka.

D. Pemikiran sentral: Di dalam Ibrani ada Kristus yang sekarang ada di sorga sebagai Minister kita (8:2) dan Imam Besar kita (4:14-15; 7:26), yang meministrikan hayat, kasih karunia, otoritas, dan kekuatan sorgawi kepada kita dan yang menopang kita untuk memperhidupkan suatu kehidupan sorgawai di atas bumi ini. Dia sekarang adalah Kristus, sang Kristus hari ini, dan Kristus di atas tahta yang adalah keselamatan kita setiap hari dan suplaian kita saat demi saat. Inilah Kristus yang disingkapkan di dalam Ibrani.

E. Sketsa umum: Kitab ini, dari 1:3, menunjukkan kepada kita secara kontinyu tentang Kristus duduk di sorga. Paulus, dalam semua surat lainnya, menyajikan kepada kita terutama tentang Kristus Yang berhuni di dalam roh kita (Rm. 8:10; 2 Tim. 4:22) sebagai Roh pemberi hayat (1 Kor. 15:45 ASV) menjadi hayat kita dan segala sesuatu kita. Tetapi di dalam kitab ini, ia menunjukkan kepada kita secara khusus mengenai Kristus yang duduk di sorga dengan begitu banyak aspek untuk menjaga kita dalam setiap hal. Di dalam surat Paulus lainnya, Kristus yang menghuni kita adalah lawan daging, ego, dan manusia alamiah kita. Di dalam kitab ini, Kristus yang sorgawi berlawanan dengan agama yang duniawi dan semua hal yang duniawi. Untuk mengalami Kristus yang menghuni kita, kita perlu berpaling kepada roh kita dan mengontakiNya. Untuk menikmati Kristus yang sorgawi kita perlu berpaling dari segala hal di atas bumi kepada Dia yang duduk di sebelah kanan tahta Allah. Dia telah menggenapkan segala sesuatu yang diperlukan bagi Allah dan kita oleh kematian dan kebangkitanNya. Sekarang dalam kenaikanNya, Dia sedang duduk di sorga, dalam Persona Putra Allah (1:5) dan Putra Manusia (2:6), dalam Persona Allah (1:8) dan manusia (2:6), sebagai Ahli Waris yang ditunjuk atas segala sesuatu (1:2), Yang Diurapi Allah (1:9) Pemimpin keselamatan kita (2:10), Pengudus (2:11), Pembantu yang instan dan Penolong yang konstan (2:18), Rasul dari Allah (3:1), Imam Besar (2:17; 4:14; 7:26), Minister dalam tabernakel sejati (8:2) dengan suatu ministri yang lebih sempurna (8:6), jaminan dan Pengantara dari suatu perjanjian yang lebih baik (7:22; 8:6; 12:24), Pelaksana perjanjain baru (9:16-17), Pelopor (6:20), Penguasa dan Penyempurna iman (12:2), dan Gembala agung segala domba (13:20). Jika kita mau memandang kepadaNya sebagai Dia Yang menakjubkan dan Yang almuhit, yang meministrikan sorga, hayat, dan kekuatan kepada kita, maka Dia akan mentransfusi dan menginfusi kita dengan segala apa adanya Dia untuk membuat kita berlari dalam perlombaan sorgawi dan untuk memperhidupkan kehidupan sorgawi di atas bumi, membawa kita melalui segala jalan kecil yang panjang dan memimpin serta membawa kita ke dalam kemuliaan (2:10)

F. Bagian-bagian: 1) pembukaan Allah berbicara di dalam Putra (1:1-3), 2) keunggulan Kristus (1:4 10:39), 3) iman jalan yang unik (11:1 12:29), 4) kebajikan-kebajikan untuk kehidupan gereja (13:1-19), dan 5) kesimpulan (13:20-25).

KESIMPULAN

Hari ini ada suatu keperluan yang mendesak untuk kelengkapan firman Allah. Meskipun Paulus dipakai dalam kelengkapang wahyu ilahi berabad-abad yang lalu, tetapi masih ada keperluan akan kelengkapannya dengan cara yang praktis di antara orang-orang Kristen hari ini. Di dalam kebanyakan kelompok orang Kristen, sangat sedikit ada ministri tentang Kristus sebagai hayat. Lebih jauh lagi, tidak banyak yang berani menghadapi persoalan gereja. Melalui kehalusannya, Satan, musuh Allah, berupaya untuk menghapuskan firman Allah. Musuh dapat membiarkan orang-orang Kristen memberitakan apa yang disingkapkan di dalam Perjanjjian Lama, di dalam Injil-Injil, dan di dalam Kisah Para Rasul. Tetapi musuh tidak dapat mentolelir pengajaran mengenai Kristus sebagai Roh pemberi hayat yang almuhit atau mengenai gereja sebagai misteri Kristus. Siapa saja yang melayani sepanjang garis ini akan diserang oleh musuh. Kita tidak takut serangan musuh karena kita mengasihi Tuhan dan melengkapi firmanNya. Kita harus memberikan diri kita sendiri untuk mempelajari firman agar kita dapat penuh dengan kebenaran. Kemudian kita dapat menyelesaikan jaman ini dan membawa Tuhan kembali.