SURAT-SURAT RASULI SURAT-SURAT RASUL PAULUS FILIPI SAMPAI 2 TIMOTIUS
Pembacaan Alkitab
Flp. 1:19-21; 2:5-8; 3:14; 4:13; Kol. 1:15-18; 2:16-17; 3:10-11;
1 Tes. 2:10, 12; 5:23; 2 Tes. 2:13; 1 Tim. 1:3-4; 3:15-16;
6:11-12; 2 Tim. 1:6-7, 15; 2:21-22; 3:16-17; 4:7-8.
Garis Besar
I. Filipi
A. Penulis, tempat, dan waktu
B. Subyek
C. Latar belakang
D. Pemikiran sentral
E. Sketsa umum
F. Bagan-bagian
II. Kolose (A sampai F)
III. 1 Tesalonika (A sampai F)
IV. 2 Tesalonika (A sampai F)
V. 1 Timotius (A sampai F)
VI. 2 Timotius (A sampai F)
I. FILIPI
A. Penulis, tempat, dan waktu: Kitab ini ditulis oleh "Paulus dan Timotius, hamba-hamba Kristus Yesus, kepada semua orang kudus dalam Kristus Yesus yang ada di Filipi, dengan para penilik jemaat dan diaken" (1:1) dari sebuah penjara di Roma (1:13; Kis. 28:30), sekitar tahun 64 M. Kitab ini mungkin ditulis setelah kitab Efesus (lihat 1:25; 2:24).
B. Subyek: pengalaman akan Kristus mengambil Kristus sebagai penghidupan kita, teladan, sasaran, kekuatan, dan rahasia kita.
C. Latar belakang: Pada waktu kitab Filipi ditulis, orang-orang Yahudi sedang melaksanakan pengaruh mereka terhada kaum imani di dalam Kristus (3:2-4). Menurut 1:15-18, ada beberapa yang memberitakan Kristus "karena dengki dan perselisihan" dan "karena persaingan." Aspek lain dari latar belakang kitab ini mengenai suatu perkara yang sangat positif, partisipasi kaum imani Filipi dengan Rasul Paulus dalam kemajuan injil, sedikitnya masih ada sejumlah perselisihan di antara mereka (1:27; 2:1-4; 4:2-3). Penyebab dari perselisihan ini pada kenyataanya terletak pada bahwa mereka tidak sehati/esa dalam jiwanya. Mereka telah dilahirkan kembali di dalam rohnya, tetapi mereka belum ditransformasi di dalam jiwa mereka. Mereka tidak mempunyai masalah dalam rohnya, tetapi sedikitnya mereka mempunyai beberapa masalah dalam jiwanya, khususnya dalam pikirannya. Beberapa di antara mereka memiliki konsep yang berbeda-beda, dan konsep-konsep yang berbeda-beda ini menyebabkan perselisihan.
D. Pemikiran sentral: Di dalam 1:20 Paulus berkata, "Kristus diperbesar di dalam tubuhku," dan di dalam 1:21 ia mengumandangkan , "Bagiku hidup adalah Kristus." Dua pernyataan ini mewakili konsep dasar dari seluruh kitab ini. Di dalam kitab ini kita diperintahkan untuk memperbesar Kristus dan memperhidupkan Dia. Memperbesar Kristus itu bukan hanya mengekspresikan Dia; ini adalah mengekspresikan Kristus dengan membuatNya menjadi diperbesar. Kita harus memperbesar Kristus dengan memperhidupkan Dia dengan cara yang praktis hari demi hari. Penghidupan sehari-hari kita harus menjadi suatu penghidupan yang memperhidupkan Kristus.
E. Sketsa umum: Di dalam empat pasal pertama kitab Filipi kita melihat Kristus sebagai Dia yagn diperhidupkan dan diperbesar, Kristus sebagai teladan, Kristus sebagai sasaran, dan Kristus sebagai kekuatan batin kita. Kitab tentang pengalaman akan Kristus ini mencakup empat poin utama: ekspresi, teladan, sasaran, dan kekuatan. Kita semua perlu mengalami Kristus dalam jalan empat kali ganda ini.
F. Bagian-bagian: pembukaan (1:1-2), 2) memperhidupkan dan memperbesar Kristus (1:3-30), 3) mengambil Kristus sebagai teladan dan berpegang padaNya (2;1-30), 4) mengejar dan mendapatkan Kristus (3:1-21), 5) memiliki Kristus sebagai rahasia kecukupan (4:1-20), dan 6) kesimpulan (4:21-23).
II. KOLOSE
A. Penulis, tempat, dan waktu: Kitab ini ditulis oleh Rasul Paulus dan Saudara Timotius (1:1) kepada orang-orang kudus di Kolose (1:2). Kitab ini ditulis di suatu penjara di Roma sekitar tahun 64 M, waktunya sama dengan kitab Filemon (4:9-10; Fil. 10-12).
B. Subyek: Kristus Sang almuhit, menduduki tempat pertama di dalam segala sesuatu; misteri dan perwujudan Allah, sang Kepala dan porsi gereja, warisan, hayat, bagian, dan pengharapan orang-orang kudus, dan realitas segala hal yang positif.
C. Latar belakang: Poin vital mengenai latar belakang dari kitab Kolose ini adalah bahwa kebudayaan telah dibawa masuk ke dalam kehidupan gereja. Penduduk Kolose merupakan suatu percampuran dari bangsa kafir dan orang-orang Yahudi. Bangsa kafir dan orang-orang Yahudi mempunyai kebudayaan yang berbeda. Karena bagian yang paling penting, bangsa-bangsa kafir itu ada di bawah pengaruh kebudayaan Yunani dengan filsafatnya. Tetapi, pada waktu itu, filsafat Yunani sudah tidak murni lagi. Melainkan merupakan suatu pembauran antara bermacam-macam filsafat. Lebih jauh lagi, kebudayaan kafir itu sedikitnya agak berbaur dengan konsep agama Yahudi.
Ini merupakan arus percampuran kebudayaan di gereja di Kolose. Gereja harus menjadi suatu rumah yang dipenuhi dengan Kristus dan tersusun olehNya. Tetapi, gereja di sana telah disusupi oleh kebudayaan. Sampai sedemikian rupa, Kristus sebagai elemen unik dalam kehidupan gereja telah digantikan oleh berbagai macam aspek dari percampuran kebudayaan ini. Susunan gereja seharusnya adalah Kristus, dan Kristus sendiri, karena gereja adalah Tubuh Kristus. Karena itu, isi gereja tidak boleh ada hal lain selain Kristus itu sendiri. Jika tidak, elemen-elemen kebudayaan yang baik, khususnya filsafat dan agama, dapat menyusupi gereja dan menjenuhinya.
D. Pemikiran sentral: Tujuan Paulus dalam kitab Kolose ini adalah untuk memperlihatkan bahwa di dalam gereja tidak boleh membiarkan hal lain menjadi suatu pengganti bagi Kristus. Kehidupan gereja itu harus disusun secara unik oleh Kristus. Kristus harus menjadi satu-satunya unsur pokok dan susunan kita. Inilah sebabnya mengapa di dalam surat Rasul yang pendek ini ada sejumlah ekspresi yang ditinggikan yang dipakai untuk menggambarkan Kristus. Misalnya, Dia disebut gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung dari segala ciptaan, yang sulung dari antara orang mati, dan wujud dari semua bayangan.
E. Sketsa umum: Dalam Kolose Kristus diwahyukan sampai pada puncaknya, lebih banyak dari pada kitab Galatian. Di dalam Galatia, Paulus membicarakan tentang Kristus yang terwahyu di dalam kita, tentang Kristus yang hidup di dalam kita, dan tentang Kristus yang terbentuk di dalam kita. Tetapi di dalam kitab Kolose, ia memakai sejumlah istilah khusus untuk Kristus: porsi orang-orang kudus, gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung dari segala ciptaan. Di dalam kitab ini, satu aspek demi aspek tentang Kristus dibentangkan. Oleh karena itu, kitab Kolose mewahyukan bahwa Kristus itu besar dan almuhit. Kristus yang almuhit ini melampaui pemahaman kita. Kita perlu diinfusi, dijenuhi, dan direndam denganNya sampai dalam pengalaman kita, Kristus adalah segala sesuatu bagi kita; makanan kita, minupan kita, hari raya kita, hari-hari kudus kita, Sabat kita, bulan baru kita, segala sesuatu kita. Kita jangan membiarkan sesuatu apapun menggantikan Kristus atau menjadi suatu pengganti bagiNya. Inilah poin sentral kitab Kolose. Kitab Galatia mewahyukan bahwa Kristus itu lawan agama dan hukum taurat, sedangkan kitab Kolose mewahyukan bahwa Kristus adalah lawan dari segala sesuatu karena Dia sendiri adalah realitas dari segala perkara yang positif.
F. Bagian-bagian: 1) pembukaan (1:1-8), 2) Kristus Yang unggul dan Yang almuhit, sentralitas dan universalitas Allah (1:9 3:11), 3) penghidupan orang-orang kudus dalam persatuan dengan Kristus (3:12 4:16), dan 4) kesimpulan (4:7-18).
III. 1 TESALONIKA
A. Penulis, tempat, dan waktu: Kitab ini ditulis oleh Paulus, Silwanus, dan Timotius kepada gereja di Tesalonika (1:1) sekitar tahun 54 M sewaktu Paulus tinggal di Korintus selama perjalanan ministrinya yang kedua (1:1; 3:6; Kis. 18:1, 5).
B. Subyek: satu hayat kudus bagi kehidpan gereja melayani Allah yang hidup, memiliki suatu penghidupan insani yang kudus, dan menantikan kedatangan Tuhan.
C. Latar belakang: Dua surat Rasul Paulus kepada jemaat di Tesalonika mungkin dipertimbangkan sebagai tulisan Paulus yang paling awal. Tesalonika adalah sebuah kota di Kerajaan Roma di propinsi Makedonia, sebelah utara propinsi Akhaya. Setelah panggilan orang-orang Makedonia, yang Paulus terima pada perjalanan ministrinya yang kedua, ia dan sekerjanya Silwanus pertama mengunjungi Filipi dan kemudian Tesalonika (Kis. 16:9-12; 17:1-4). Rasul tinggal dan bekerja di sana hanya selama suatu jangka waktu yang pendek, mungkin kurang dari satu bulan (Kis. 17:2).
Kitab 1 dan 2 Tesalonika bukan ditulis untuk orang-orang Kristen yang berpengalaman. Dua kitab itu dituli untuk kaum imani muda, kepada orang-orang yang telah diselamatkan kurang lebih satu tahun. Kebanyakan dari mereka berasal dari bangsa kafir. Oleh karena itu, dalam menulis kepada mereka, tentu Paulus memandang mereka sebagai kaum imani muda. Surat-surat Rasul Paulus ini sangat mustika, karena surat-surat itu memberikan bantuan khusus kepada kita mengenai kehidupan orang Kristen muda dan kehidupan gereja.
D. Pemikiran sentral: suatu kehidupan yang kudus bagi kehidupan gereja. Kehidupan yang kudus bagi kehidupan gereja ini terbentuk dari iman, kasih, dan pengharapan. Jalan untuk melaksanakan suatu kehidupan yang demikian adalah dikuduskan seluruhnya. Di dalam 1 Tesalonika 5:23 Paulus berkata, "Semoga Allah damai sejahtera menguduskan kamu seluruhnya, dan semoga roh, jiwa, dan tubuhmu terpelihara sempurna dengan tak tak bercacat, pada kedatangan Kristus Yesus Tuhan kita." Jika kita ingin dikuduskan seluruhnya, kita perlu mendapatkan hati kita tak bercacat dalam kekudusan, dan kita perlu menjaga bejana kita, tubuh kita, di dalam pengudusan dan kehormatan. Lebih jauh lagi, semua bagian kita roh, jiwa, dan tubuh kita perlu dipelihara sepenuhnya. Ini adalah untuk menguduskan seluruh diri kita agar memiliki suatu kehidupan yang kudus bagi kehidupan gereja yang tepat. Di dalam 2 Tesalonika, Paulus banyak mengulang tentang apa yang telah ia katakan di dalam 1 Tesalonika. Seperti seorang ayah dengan suatu hati kasih terhadap anak-anaknya, Paulus adalah pengulang. Ini adalah karakteristik dari para orang tua khususnya sewaktu mereka bertambah tua. Mereka mungkin berulang-ulang mengatakan hal yang sama kepada anak-anak mereka. Oleh karena itu, kitab 2 Tesalonika adalah suatu pengulangan dan suatu pengembangna lebih jauh dari kitab 1 Tesalonika. Ini adalah suatu pengulangan dengan peringatan-peringatan dan koreksi-koreksi. Di dalam 2 Tesalonika 2 Paulus memperingatkan kaum imani agar jangan sesat. Ia juga mengoreksi mereka untuk membawa mereka kembali ke rel yang tepat. Karena itu, subyek utama kehidupan yang kudus bagi kehidupan gereja itu sama di dalam kedua kitab itu. Lebih jauh lagi di dalam 1 Tesalonika dan 2 Tesalonika kita melihat struktur dasar dari kehidupan Kristen, suatu struktur yang mencakup iman, pengharapan, dan kasih.
E. Sketsa umum: Di dalam dua surat Rasul kepada gereja muda di Tesalonika, kehidupan orang Kristen yang sejati bagi kehidupan gereja yang tepat itu diwahyukan secara sederhana dan singkat. Ini adalah suatu kehidupan dari tiga dimensi dalam terang kedatangan Tuhan kembali: iman sebagai permulaan, pondasi; kasih sebagai prosesnya, strukturnya; pengharapan sebagai perampungannya, batu utamanya. Iman adalah terhadap Allah (1:8); kasih adalah terhadap orang-orang kudus (3:12; 4:9-10); dan pengharapan adalah dalam kedatangan Tuhan (2:19). Surat Rasul yang pertama adalah untuk memberi semangat dan menghibur; sedangkan yang kedua adalah untuk koreksi dan keseimbangan. Kaum imani harus hidup, berjalan, dan bekerja oleh iman dan kasih dalam pengharapan akan kedatangan Tuhan kembali: tetapi kita tidak boleh mempunyai konsep yang salah bahwa Tuhan akan datang segera, sehingga kita tidak perlu melakukan apapun untuk waktu yang lama. Kedua surat Rasul ini mungkin dipertimbangkan sebagai perampungan dari kehidupan orang Kristen bagi kehidupan gereja. Mereka menyimpulkan bagian dari tulisan-tulisan Paulus, yang dimulai dengan kitab Roma.
F. Bagian-bagian: 1) pembukaan (1:1), 2) isi suatu kehidupan kudus bagi kehidupan gereja (1:2 5:24), dan 3) kesimpulan (5:25-28).
IV. 2 TESALONIKA
A. Penulis, tempat, dan waktu: Kitab ini ditulis oleh Paulus, Silwanus, dan Timotius kepada gereja di Tesalonika (1:1) dari Korintus sekitar tahun 54 M, seperti 1 Tesalonika.
B. Subyek: dorongan dan koreksi mengenai kehidupan kudus bagi kehidupan gereja.
C. Latar belakang: Lihat 1 Tesalonika.
D. Pemikiran sentral: Lihat 1 Tesalonika.
E. Sketsa umum: Lihat 1 Tesalonika.
F. Bagian-bagian: 1) pembukaan (1:1-2), 2) isi dorongan dan koreksi mengenai kehidupan yang kudus bagi kehidupan gereja (1:3 3:15), dan 3) kesimpulan (3:16-18).
V. 1 TIMOTIUS
A. Penulis, tempat, dan waktu: Kitab ini ditulis oleh Rasul Paulus kepada Timotius (1:1-2) sekitar tahun 65 M, setelah dibebaskan dari pemenjaraan pertamanya di Roma. Ia mungkin ada di Makedonia ketika ia menulisnya (1:3).
B. Subyek: ekonomi Allah mengenai gereja.
C. Latar belakang: Pada poin ini kita perlu melihat sesuatu mengenai pengelompokan dan waktu dari surat-surat Rasul Paulus. Meskipun Filemon dikelompokan dengan 1 dan 2 Timotius dan Titus, sebenarnya kitab-kitab itu ditulis lebih awal, selama pemenjaraan Paulus yang pertama. Paulus pertama kali dipenjarakan karena orang-orang Yahudi, bukan oleh karena penganiayaan yang dilakukan oleh Kerajaan Roma. Kita mengetahui dari Kisah Para Rasul bahwa Paulus naik banding kepada Kaisar dan hal ini membuatnya dikirim ke Roma, di mana ia dipenjarakan. Selama pemenjaraannya yang pertama, Paulus menulis empat kitab: Efesus, Filipi, Kolose, dan Filemon. Maka, menurut waktu ditulisnya, kitab Filemon seharusnya dikelompokkan dengan Kolose, Filipi, dan Efesus; tetapi dalam isinya, kitab itu harus dikelompokkan, bukan dengan surat-surat Rasul ini, melainkan dengan 1 dan 2 Timotius dan Titus. Kitab Filemon ditulis tidak lama sebelum Paulus dibebaskan dari penjara. Di dalam kitab Filipi ia menyatakan pengharapannya bahwa segera ia akan dibebaskan dan akan mengunjungi gereja-gereja. Tidak lama setelah itu, pengharapan Paulus tergenapi. Setelah dibebaskan, ia pergi ke Efesus, di mana Timotius berada, dan dari Efesus ia pergi ke Makedonia. Dari Makedonia Paulus menulis surat Rasul yang pertama kepada Timotius. Kemudian dari Makedonia, ia pergi ke Nikopolis, di mana ia menulis surat Rasul kepada Titus. Oleh karena itu, satu Timotius dan Titus ditulis setelah Paulus dibebaskan dari pemenjaraannya yang pertama. Setelah hampir satu tahun, Kaisar Nero tiba-tiba mulai menganiaya orang-orang Kristen. Pada waktu itu, Paulus dituduh karena menjadi pemimpin yang luar biasa di antara orang-orang Kristen. Ia ditangkap dan dipenjarakan lagi, waktu ini adalah waktu penganiayaan Nero. Dari penjara, ia menulis surat Rasul yang kedua kepada Timotius. Di dalam pasal empat ia menunjukkan kepada anak kasihnya Timotius bahwa ia siap pergi, untuk mati martir, untuk dicurahkan seperti korban curahan.
Selama pemenjaraan Paulus yang pertama, gereja-gereja itu diuji. Ujian ini memperlihatkan bahwa kemunduran dan kemerosotan telah terjadi. Kemunduran ini semuanya karena ajaran-ajaran yang berbeda, ajaran-ajaran yang berbeda dari ministri. Inilah alasannya Paulus memerintahkan Timotius untuk melakukan suatu peperangan yang baik.
D. Pemikiran sentral: Satu Timotius menyingkapkan dispensasi/ekonomi Allah mengenai gereja kepada kita. Tidak mudah untuk menyajikan kesimpulan kitab ini secara singkat namun almuhit demikian. Hanya bila kita menggali kedalaman surat Rasuli ini apakah kita menyadari bahwa inilah subyeknya. Bila kita masuk ke dalam kedalaman kitab ini, kita dapat melihat bahwa kitab itu dapat disimpulkan sebagai sebuah kitab yang membicarakan tentang ekonomi/dispensasi Allah, ekonomi Perjanjian BaruNya mengenai gereja.
Di dalam 1:4 Paulus memakai istilah yang menakjubkan yaitu "ekonomi/dispensasi Allah." Dispensasi ini adalah suatu administrasi ekonomikal. Maka, ini mengacu kepada ekonomi Allah. Ekonomi Allah diwahyukan dalam empat ekspresi/pernyataan yang ditemukan di dalam 1 Timotius 3: Agunglah rahasia ibadah; Allah termanifestasi dalam daging; gereja adalah rumah Allah yang hidup; gereja adalah tiang penopang dan dasar kebenaran. Dispensasi Allah berhubungan dengan rahasia ibadah yang agung, manifestasi Allah dalam daging, dan gereja sebagai rumah Allah yang hidup dan tiang penopang dan dasar kebenaran. Bila dispensasi Allah diletakkan bersama dengan keempat perkara ini, kita melihat bahwa 1 Timotius dalam faktanya mewahyukan ekonomi Allah mengenai gereja.
E. Sketsa umum: Setelah pembukaan, Paulus mengingatkan Timotius agar ia tinggal di Efesus untuk memerintahkan orang-orang tertentu agar tidak mengajarkan ajaran lain tetapi bermusat pada dispensasi/ekonomi Allah dalam iman (1:13-17). Ia kemudian memerintahkan Timotius untuk berpegang pada iman dan hati nurani yang baik untuk memelihara iman (1:18-20). Doa diperlukan untuk melaksanakan kedambaan Allah bagi keselamatan manusia (2:1-7). Paulus menunjukkan bahwa saudara-saudara dan saudari-saudari dalam gereja perlu memiliki suatu kehidupan yang normal (2:8-15) dan bahwa para penilik dan diaken diperlukan untuk administrasi gereja (3:1-13). Kemudian fungsi-fungsi gereja yang tepat sebagai rumah Allah yang hidup dan sebagai tiang penopang dan dasar kebenaran (3:14-16) dan belajar untuk berhubungan dengan kaum imani yang berbeda-beda usianya (5:1-6), dengan para penatua (5:17-25), dan dengan hamba-hamba dan para pecinta uang (6:1-10) sebagai seorang manusia dari Allah (6:11-21a).
Di dalam 1:4 kita membaca tentang dispensasi Allah, dan di dalam 6:11 Paulus memakai ekspresi "manusia Allah." Maka, kitab ini mulai dengan dispensasi Allah dan termasuk dengan perintah bagi seorang manusia Allah. Kedambaan Allah adalah untuk menghasilkan manusia-manusia Allah dengan membagikan DiriNya sendiri ke dalam orang-orang yang percaya ke dalam Kristus. Seorang manusia Allah adalah seorang yang berbagian dengan hayat dan sifat Allah (1:13; 2 Ptr. 1:4) dan sehingga menjadi satu dengan Dia dalam hayat dan sifatNya (1 Kor. 6:17) dan kemudian mengekspresikan Dia. Ini berhubungan dengan rahasia ibadah, yaitu Allah termanifestasi dalam daging (1 Tim. 3:16).
F. Bagian-bagian: 1) pembukaan (1:1-2), 2) ekonomi Allah lawan ajaran-ajaran yang berbeda (1:3-17), 3) iman dan hati nurani diperlukan untuk memelihara iman (1:18-20), 4) berdoa bagi keselamatan manusia (2:1-7), 5) penghidupan yang normal dalam gereja (2:8-15), 6) para penilik dan diaken bagi administrasi gereja (3:1-13), 7) fungsi gereja rumah Allah yang hidup dan tiang penopang dan dasar kebenaran (3:14-16), 8) ramalan kemunduran gereja (4:1-5), 9) seorang ministri Kristus yang baik (4:6-16), 10) hubungan dengan kaum imani yang berbeda-beda usianya (5:1-16), 11) hubungan dengan para penatua (5:17-25), 12) hubungan dengan hamba-hamba dan para pecinta uang (6:1-10), 13) seorang manusia Allah (6:11-21a), dan 14) kesimpulan (6:21b).
VI. 2 TIMOTIUS
A. Penulis, tempat, dan waktu: Rasul Paulus menulis kitab ini kepada Timotius (1:1-2) sekitar tahun 67 M, selama pemenjaraannya yang kedua di Roma, sebelum ia mati martir (4:6).
B. Subyek: suntukan terhadap kemunduran gereja.
C. Latar belakang: Kitab ini ditulis pada suatu waktu ketika gereja-gereja didirikan melalui ministri rasul di dunia kafir ada dalam gejala kemerosotan, dan rasul sendiri dibatasi di dalam penjara terpencil. banyak orang yang telah berpaling darinya dan meninggalkannya (1:15; 4:16), bahkan termasuk beberapa sekerja-sekerjanya (4:10). Ini merupakan suatu pemandangan yang mengecilkan hati dan mengecewakan, khususnya bagi sekerja mudanya dan anak rohaninya, Timotius. Inilah sebabnya mengapa Paulus menulis surat ini untuk mendorong, menguatkan, dan membangun Timotius.
D. Pemikiran sentral: Sewaktu Paulus menulis surat Rasul ini, ia sepenuhnya waspada bahwa gereja-gereja itu sedang merosot. Tetapi, karena ia adalah seorang yang berpegang pada janji hayat yang kekal, ia tidak putus asa dan kecewa. Ia memiliki sesuatu di dalamnya yang tidak pernah berubah hayat Allah yang kekal, yang tidak tercipta, yang tidak dapat rusak. Tidak peduli bagaimana lingkungan dapat berubah, hayat kekal ini tetap sama. Karena ia sendiri terbangun dalam hayat Allah dan tidak kecewa oleh situasi, maka Paulus menulis surat Rasul yang Kedua itu kepada Timotius bukan hanya sebagai suatu dorongan dan yang menguatkan bagi seorang sekerja muda, melainkan juga sebagai suatu suntikan bagi seluruh Tubuh Kristus terhadap kemunduran gereja.
E. Sketsa umum: Subyek dari 2 Timotius adalah suntikan terhadap kemunduran gereja. Setelah perkataan pembukaan (1:1-2), Paulus membicarakan tentang perbekalan-perbekalan ilahi untuk suntikan itu: satu hati nurani yang murni, iman yang tulus ikhlas, karunia ilahi, saru roh yang kuat, kasih karunia yang kekal, hayat yang tidak dapat rusak, perkataan yang sehat, dan Roh yang menghuni (1:13-14). Kemudian ia terus menunjukkan bahwa faktor dasar dari kemunduran itu adalah rasul yang meninggalkannya dan ministrinya (1:15-18). Di dalam 2:1-15 Paulus membicarakan tentang penyuntik, menunjukkan bahwa ia harus menjadi seorang guru, prajurit, pesaing, petani, dan pekerja. Di dalam bagian yang kedua dari pasal dua ia memberi tahu kita tentang penyebaran kemunduran, suatu penyebaran yang menjalar seperti penyakit kanker (2:16-26). Di dalam pasal tiga Paulus pertama membicarakan tentang keburukan kemunduran, yang memperlihatkan bahwa akan datang waktu-waktu kesukaran yang menyedihkan (3:1-13), dan kemudian membicarakan tentang suntikan penawar racun firman ilahi (3:14-17). Di dalam pasal empat ada tiga bagian: perangsang bagi penyuntik pahala yang akan datang (4:1-8); hasil dari kemunduran mengasihi jaman ini dan melakukan banyak hal yang jahat (4:9-18); dan kesimpulan (4:19-22). Jika kita melihat garis besar 2 Timotius ini, kita akan melihat bahwa ini bukan hanya sebuah buku penggembalaan, sebuah buku bagi mereka yang disebut pastur-pastur. Sebaliknya, ini adalah sebuah buku yang ditulis bagi para penyuntik, orang-orang yang akan menyuntik orang-orang melawan kemunduran gereja .
F. Bagian-bagian: pembukaan (1:1-2), 2) perbekalan-perbekalan ilahi untuk suntikan satu hati nurani yang murni, iman yang tulus ikhlas, karunia ilahi, satu roh yang kuat, kasih karunia yang kekal, hayat yang tidak dapat rusak, perkataan yang sehat, dan Roh yang menghuni (1:14-14), 3)faktor dasar kemunduran rasul yang meninggalkannya dan ministrinya (1:15-18), 4) penyuntik seorang guru, seorang prajurit, seorang pesaing, seorang petani, dan seorang pekerja (2:1-15), 5) penyebaran kemunduran yang menjalar seperti penyakit kanker (2:16-26), 6) keburukan kemerosotan akan datang waktu-waktu kesulitan yang menyedihkan (3:1-13), 7) suntikan penawar racun firman ilahi (3:14-17), 8) perangsang penyuntik pahala yang akan datang (4:1-18), 9) hasil kemunduran mengasihi jaman ini dan melakukan banyak kejahatan (4:9-18), dan 10) kesimpulan (4:19-22).