← Daftar isi Sikap Kita terhadap Alkitab Cara untuk Menikmati Alkitab – dengan Membiarkan Firman Kristus Diam DI dalam Kita dengan Segala Kekayaannya · bab 17/24

SURAT-SURAT RASULI (1) SURAT-SURAT RASUL PAULUS ROMA SAMPAI EFESUS

Pembacaan Alkitab

Rm. 8:2, 29-30; 12:1-2; 1 Kor. 1:23-24, 30; 2:2; 2 Kor. 1:21-22;

2 Kor. 2:14-15; 3:3, 6; 4:7, 10, 16; Gal. 1:4; 22:19-20; 3:2, 5,

13-14; Ef. 1:22-23; 2:14-15, 19, 22; 5:25-27; 6:10-11.

Garis Besar

I. Roma

A. Penulis, tempat, dan waktu

B. Subyek

C. Latar belakang

D. Pemikiran sentral

E. Sketsa umum

F. Bagian-bagian

II. 1 Korintus (A sampai F)

III. 2 Korintus (A sampai F)

IV. Galatia (A sampai F)

V. Efesus (A sampai F)

Kita akan meliput keempat belas surat Rasul Paulus di dalam pelajaran ini dan di dalam dua pelajaran selanjutnya. Paulus mengatakan bahwa ia ditugaskan untuk "melengkapi firman Allah" (Kol. 1:25). Maksudnya adalah bahwa ia ada untuk melengkapi wahyu Allah. Jika keempat belas surat rasulinya dihilangkan dari Alkitab, Alkitab itu tidak akan lengkap. Ada tiga poin penting di dalam Surat-surat Paulus: Allah sebagai isi kita, Kristus sebagai misteri Allah, dan gereja sebagai misteri Kristus. Hari ini, Allah kita ada di dalam kita menjadi isi kita. Misteri Allah adalah Kristus sebagai perwujudan dan manifestasi Allah, membuat Allah begitu riil dan dapat dinikmati oleh kita. Misteri Kristus adalah bahwa Allah Tritunggal melalui kematian, dalam kebangkitan membaurkan DiriNya sendiri dengan kita, membuat kita menjadi anggota-anggota yang hidup dari Tubuh organikNya. Visi ini harus mengarahkan kita. Ini akan menjaga kita di garis sentral, berjalan menurut roh pembauran dan ada di dalam kehidupan Tubuh. Inilah yang Tuhan cari.

I. ROMA

A. Penulis, tempat, dan waktu: kitab ini ditulis oleh Rasul Paulus kepada orang-orang kudus di Roma (1:7). Kitab ini ditulis di korintus (Rm. 15:25-32; Kis. 19:21; 20:1-3) sekitar tahun 60 M, selama perjalanan ministrinya yang ketiga.

B. Subyek: Injil Allah membuat orang-orang dosa menjadi putra-putraNya, menjadi Tubuh Kristus, yang termanifestasi di gereja-gereja lokal.

C. Latar belakang: Injil Allah adalah subyek kitab Roma (1:1). Orang-orang Kristen biasa mengatakan bahwa ada empat injil, kitab Matius, Markus, Lukas, dan Yohanes. Tetapi Paulus juga menyatakan surat rasulinya kepada orang-orang Roma sebagai injil. Injil di dalam keempat kitab pertama dari Perjanjian Baru itu mengenai Kristus dalam daging sebagai Dia yang hidup di antara murid-muridNya sebelum kematian dan kebangkitanNya. Setelah inkarnasiNya dan sebelum kematian dan kebangkitanNya, Dia ada di antara murid-muridNya, tetapi belum ada di dalam mereka. Injil di dalam Roma adalah mengenai Kristus sebagai Roh itu, bukan Kristus dalam daging. Di dalam Roma 8 kita melihat bahwa Roh hayat yang menghuni kita itu adalah Kristus itu sendiri. Kristus ada di dalam kita. Kristus yang ada di dalam keempat injil ada di antara murid-murid; Kristus yang ada di dalam kitab Roma ada di dalam kita. Kristus yang ada di dalam keempat injil itu adalah Kristus setelah inkarnasi dan sebelum kematian dan kebangkitan. Jadi, Dia adalah seorang Kristus yang di luar kita. Kristus yang ada di dalam kitab Roma adalah Kristus setelah kebangkitanNya. Jadi, Dia adalah Kristus yang ada di dalam kita. Ini adalah sesuatu yang lebih dalam dan lebih subyektif dari pada Kristus yang ada di dalam keempat injil. Ingatlah poin ini dalam pikiran Anda: bahwa injil Roma adalah mengenai Kristus sebagai Roh itu di dalam kita setelah kebangkitanNya.

Jika kita hanya memiliki injil mengenai Kristus sebagai yang ada di dalam keempat kitab pertama dari Perjanjian Baru, injil kita itu terlalu obyektif. Kita memerlukan injil yang kelima, kitab Roma, untuk menyingkapkan injil Kristus yang subyektif. Kristus kita bukan hanya Kristus yang ada dalam daging setelah inkarnasi dan sebelum kebangkitan, Kristus yang ada di antara murid-muridNya. Kristus kita itu lebih tinggi dan lebih subyektif. Dia adalah sang Roh hayat di dalam kita. Dia adalah seorang Yang demikian subyektif. Meskipun Yohanes pasal 14 dan 15 mewahyukan bahwa Kristus akan tinggal di dalam murid-muridNya, namun itu belum digenapi sebelum kebangkitanNya. Kitab Roma adalah injil Kristus setelah kebangkitanNya, yang juga memperlihatkan bahwa Dia sekarang adalah Juruselamat yang subyektif dalam kaum imaniNya. Maka, injil ini lebih dalam dan lebih subyektif.

D. Pokok Pikirannya: Kitab Roma menjelaskan bagaimana Kristus yang induvidu dapat menjadi Kristus yang korporat dan bagaimana kita semua yang awalnya orang-orang dosa dan musuh Allah dapat menjadi bagian dari Kristus dan membentuk satu Tubuh-Nya. Kitab Roma menyajikan pada kita definisi penuh hal ini, membentangkan kehidupan orang Kristen dan kehidupan gereja secara mendetail.

E. Sketsa umum: Struktur utama kitab Roma ada tiga keselamatan, hayat, dan pembangunan. Struktur utama yang pertama dari kitab Roma adalah keselamatan, diwahyukan di dalam 1:1 5:11 dan 9:1 11:31. Keselamatan itu termasuk pendamaian, penebusan, pembenaran, perdamaian, pemilihan, dan penentuan. Keselamatan adalah bagi hayat dibentangkan di dalam 5:12 8:39. Di dalam bagian terakhir dalam kitab Roma, 12:1 16:27, kita memiliki pembangunan, Tubuh dengan semua ekspresi ada di gereja-gereja lokal. Keselamatan adalah untuk hayat dan hayat adalah untuk pembangunan.

F. Bagian-bagian: 1) pembukaan injil Allah (1:1-17), 2) penghukuman (1:18 3:20), 3) pembenaran (3:21 5:11), 4) pengudusan (5:12 8:13), 5) pemuliaan (8:14-39), 6) pemilihan (9:1 11:36), 7) pengubahan (12:1 15:13), dan 8) kesimpulan perampungan injil (15:14 16:27).

II. 1 KORINTUS

A. Penulis, tempat, dan waktu: Kitab ini ditulis oleh Rasul Paulus (1:1; 9:1-2) sekitar 59 M. Ia telah diutus sebagai rasul untuk bangsa kafir empat belas tahun sebelum ia menulisnya (Kis. 13:1-4, 8) dan ia telah terpanggil sebelas tahun sebelumnya (Kis. 9:3-6, 15-16). Ia menulisnya di Efesus setelah ia berada di sana selama tiga tahun (16:8; Kis. 20:31). Penerima-penerimanya adalah orang-orang kudus gereja di Korintus, dengan semua orang di segela tepat yang berseru kepada nama Tuhan Yesus Kristus (1:2).

B. Subyek: Kristus dan salibNya, pemecahan yang unik untuk segala masalah di dalam gereja.

C. Latar belakang: Satu Korintus ditulis karena kekacauan dan perpecahan di dalam gereja di Korintus. Jika kita tidak mempuyai kitab 1 Korintus, kita tidak akan mengenal bagaimana Kristus menjadi kenikmatan kita dalam segala macam situasi. Kitab ini menggambarkan kenikmatan akan Kristus dalam cara yang tidak dapat ditemukan di kitab-kitab lain dalam Perjanjian Baru. Kita harus berterima kasih kepada Tuhan untuk kekacauan di Korintus yang menghasilkan surat Rasul ini.

D. Pemikiran sentral: Sewaktu Paulus menulis surat Rasuli ini, ia berbeban untuk mengawal orang-orang Kristen filosofi, yang mengalihkan perhatian di Korintus kembali kepada Kristus. Kaum imani telah dialihkan perhatiannya oleh hikmat, filsafat dan kebudayaan mereka. Maka, roh Paulus berbeban untuk membawa mereka kembali kepada Kristus yang ia telah saksikan kepada mereka. Beban di dalam roh Paulus ini adalah bukti yang secara khusus ada di dalam dua pasal pertama dari kitab ini.

E. Sketsa umum: Kitab ini menyingkapkan kepada kita bahwa Kristus itu, adalah porsi semua kaum imani, yang almuhit, dan kita telah dipanggil ke dalam persekutuanNya. Dia adalah kekuatan Allah dan hikmat Allah sebagai kebenaran, pengudusan, dan penebusan bagi kita (1:24, 30). Dia adalah kemuliaan kita bagi pemuliaan kita (2:7; Rm. 8:30), maka, Dia adalah Tuhan kemuliaan (2:8). Dia adalah kedalaman (hal-hal yang dalam) Allah (2:10). Dia adalah dasar pembangunan Allah yang unik (3:11). Dia adalah Paskah kita (5:7), roti yang tidak beragi (5:8), makanan rohani, miniman rohani, dan batu rohani (10:3-4). Dia adalah sang Kepala (11:3)dan Tubuh (12:12). Dia adalah buah sulung (15:20, 23), Manusia kedua (15:47), dan Adam yang akhir (15:45); dan kemudian Dia menjadi Roh pemberi hayat (15:45). Dia yang almuhit ini, dengan kekayaan-kekayaannya sedikitnya ada sembilan belas butir, Allah telah memberikannya kepada kita sebagai porsi kita untuk kekayaan kita. Kita harus berkonsentrasi kepadaNya, bukan pada siapapun juga, hal-hal, dan perkara-perkara lain dari pada Allah. Kita harus memfokuskan kepadaNya sebagai sentral unik kita yang ditunjuk oleh Allah, sehingga segala masalah di antara kaum imani dapat dipecahkan.

F. Bagian-bagian: pembukaan karunia-karunia yang pertama dan berbagian dalam Kristus (1:1-9), 2) menanggulangi perpecahan-perpecahan (1:10 4:21), 3) menanggulangi seorang saudara yang jahat (5:1-13), 4) menanggulangi perkara penuntutan di antara kaum imani (6:1-11), 5) menanggulangi penyalah gunaan kebebasan (6:12-20), 6) menanggulangi kehidupan pernikahan (7:1-40), 7) menanggulangi memakan makanan korban-korban kepada berhala (8:1 11:1), 8) mengenai penudungan kepala (11:2-16), 9) mengenai Perjamuan Malam Tuhan (11:17-34), 10) mengenai karunia-karunia (12;1 14:40), 11) mengenai perkara kebangkitan (15:1-58), 12) mengenai pengumpulan karunia (16:1-19), dan 13) kesimpulan (16:10-24).

III. 2 KORINTUS

A. Penulis, tempat, dan waktu: Rasul Paulus menulis kitab ini (1:1) sekitar tahun 60 M, sebelum penulisan kitab Roma (lihat Kis. 20:1 catatan kaki 1 dan 20:3 catatan kaki 1). Kitab ini ditulis di Makedonia (2:13 dan catratan kaki 2; 7:5-6; 8:1; 9:2, 4) "kepada gereja Allah yang ada di Korintus, dengan semua orang-orang kudus yang ada di seluruh Akhaya" (1:1).

B. Subyek: Ministri Perjanjian Baru dan para minister.

C. Latar belakang: Paulus menulis surat 1 dan 2 Korintus sebagai seorang bapa yang mengasihi. Di dalam surat Rasul pertamanya, Paulus mendisiplinkan orang-orang di Korintus. Para orang tua tahu bahwa dalam mendisiplinkan anak-anak kita mengambil resiko mengasingkan mereka. Jika orang tua mendisiplinkan seorang anak tanpa adanya pembatasan, anak itu mungkin akan lari dari rumah. Setelah menulis 1 Korintus, Paulus membicarakan tentang bagaimana kaum imani di Korintus akan bereaksi terhadap pendisiplinannya. Paulus tidak puas tentang perkara itu, dan ia bahkan agak menyesal menulis kitab itu. Ia prihatin bahwa seluruh gereja di Korintus akan diasingkan darinya. Karena perhatiannya yang dalam, ia dengan tak sabar menantikan Titus untuk membawa kabar darinya tentang respon dari orang-orang Korintus untuk surat Rasulnya yang pertama. Di dalam pasal dua, Paulus tidak beristirahat dalam rohnya, karena ia tidak menemukan Titus.Tetapi kita melihat dari pasal tujuh bahwa Titus datang dengan kabar baik.

Surat Rasul Paulus yang pertama telah menyebabkan kesedihan bagi roang-orang di Korintus, tetapi kesedihan ini menghasilkan pertobatan kepada keselamatan. Keselamatan itu adalah suatu pendamaian yang penuh. Ketika Paulus mendengar kabar baik ini, ia tidak dapat menahan dirinya dengan sukacita. Sebagaimana ia berkata di dalam 7:13, "Kami lebih lagi bersukacita oleh kaena sukacita Titus." Ketika ia menulis surat Rasulnya yang kedua, Paulus ada di dalam keadaan semangat dan sukacita. Maka, sewaktu kita membaca pasal tujuh, kita dapat menjamah perasaan di dalam roh Paulus, satu perasaan yang dalam yang memperhatikan gereja di Korintus.

D. Pemikiran sentral: Satu Korintus mewahyukan perkara tentang memperhidupkan Kristus bagi gereja. Jika kita membaca surat Rasul ini dengan cara menyeluruh, kita dapat membayangkan apakah ada suatu teladan tentang memperhidupkan Kristus bagi gereja. Kita dapat mengatakan bahwa sewaktu kita membaca kitab ini, "Paulus, memperlihatkan kepada kita suatu teladan. Kita telah melihat banyak hal tentang orang tua-orang tua kita, kenalan-kenalan, tetangga-tetangga, teman-teman, dan rekan-rekan kita, tetapi kita belum pernah melihat seorang yang memperhidupkan Kristus bagi gereja. Kita ingin melihat suatu teladan, karena teladan itu jauh lebih baik dari pada ribuan kata-kata." Sadar akan perlunya suatu teladan yang demikian, maka Paulus menyajikan teladan ini di dalam 2 Korintus.

E. Sketsa umum: Surat Rasul kepada orang-orang Korintus adalah perdebatan rasul, suatu perdebatan yang menggagalkan dan mengalahkan yang mengalihkan perhatian dan yang mengacaukan orang-orang Korintus. Sekarang surat Rasul yang kedua membawa mereka kembali ke dalam pengalaman akan Kristus, yang adalah subyek dari perdebatannya di dalam suratnya yang pertama. Maka, surat Rasul yang kedua itu lebih berpengalaman, lebih subyektif, dan lebih dalam dari pada yang pertama. Di dalam suratnya yang pertama, Kristus, Roh itu dengan roh kita, gereja, dan karunia-karunia terliput di dalamnya sebagai subyek-subyek utama. Di dalam suratnya yang kedua, Kristus, Roh itu dengan roh kita, dan gereja dikembangkan lebih jauh, tetapi karunia-karunia tidak disebutkan. Di dalam kitab ini, karunia-karunia digantikan oleh ministri, yang tersusun dengan dan dihasilkan serta dibentuk oleh, pengalaman akan kekayaan Kristus melalui penderitaan, tekanan-tekanan, dan pekerjaan salib yang membunuh. Surat Rasul yang kedua memberikan kepada kita suatu teladan, suatu contoh, tentang bagaimana pembunuhan pekerjaan-pekerjaan salib, bagaimana Kristus ditempakan ke dalam diri kita, dan bagaimana kita menjadi ekspresi Kristus. Ini menyusun minister-minister Kristus dan menghasilkan ministri bagi perjanjian baru Allah. Surat Rasul yang pertama mengenai karunia-karunia secara negatif; yang kedua membicarakan tentang ministri secara positif. Gereja jauh lebih banyak memerlukan ministri dari pada karunia-karunia. Ministri adalah untuk meministrikan Kristus yang telah kita alami; sedangkan karunia-karunia adalah hanya untuk mengajar doktrin-doktrin mengenai Kristus. Bukan karunia-karunia, melainkan ministri yang dihasilkan dan dibentuk oleh pengalaman terhadap penderitaan-penderitaan, kesulitan-kesulitan, dari Kristus, yang merupakan bukti bahwa rasul-rasul itu adalah minister Kristus.

F. Bagian-bagian: 1) pembukaan (1:1 2:11), 2) ministri perjanjian baru (2;12 3:11), 3) minister-minister perjanjian baru (3:12 7:16), 4) persekutuan rasul mengenai ministri yang diperlukan orang-orang kudus (8:1 9:15), dan 6) kesimpulan (13:11-14).

IV. GALATIA

A. Penulis, tempat, dan waktu: Kitab ini ditulis oleh Rasul Paulus kepada gereja-gereja di Galatia (1:1-2) sekitar tahun 54 M, selama perjalanan ministrinya yang ketiga. Pada waktu ini, ia telah melalui Galatia (Kis. 16:6) dan tiba di Korintus (Kis. 18:1) untuk pertama kalinya. Ia tinggal di sana selama satu tahun enam bulan (Kis. 18:11).

B. Subyek: Kristus menggantikan hukum taurat dan lawan agama dan tradisi-tradisi.

C. Latar belakang: Gereja-gereja di Galatia telah ditarik oleh orang-orang Yahudi (3:1). Mereka telah dialihkan perhatiannya dari Kristus kepada agama Yahudi. Sejumlah kaum imani Perjanjian Baru di gereja-gereja Galatia telah berpaling kembali kepada agama Yahudi yang usang dan yang berusaha memelihara hukum taurat dengan ketetapan sunatnya. Ini adalah latar belakang yang memberikan Paulus kesempatan untuk menuliskan kitab yang menakjubkan ini.

D. Pemikiran sentral: Kitab Galatia difokuskan pada Kristus yang menggantikan hukum taurat. Memelihara umatNya di bawah hukum taurat, itu bukanlah maksud Allah. MaksudNya adalah untuk membagikan Kristus ke dalam mereka. Maka, Kristus sebagai sentral ekonomi Allah harus menggantikan hukum taurat. Karena orang-orang Yahudi menyalah gunakan hukum taurat, maka, surat Rasul kepada orang-orang Galatia itu ditulis untuk mewahyukan Kristus sebagai pengganti hukum taurat. Memang, hukum taurat itu diberikan untuk suatu tujuan khusus, tetapi Allah tidak bermaksud supaya hukum taurat itu permanen. Kristus telah datang untuk menggantikan hukum taurat dengan DiriNya sendiri. Ini adalah fokus dari kitab Galatia.

E. Sketsa umum: Di dalam pasal satu Paulus memperlihatkan bahwa Allah berkenan mewahyukan PutraNya, Yesus Kristus, di dalam kita (1:15-16). Di dalam pasal dua kita melihat bahwa kita harus memperhidupkan Kristus ini, bukan hukum taurat (2:19-21). Di dalam pasal tiga, Roh itu bagi kita terutama adalah untuk mendapatkan hayat ilahi. Di dalam pasal empat, Roh itu bagi kita adalah agar kita dilahirkan dari Allah. Di dalam pasal lima, Roh itu bagi kita adalah untuk hidup dan berjalan. Di dalam pasal enam, Roh itu adalah untuk tujuan, sasaran kita. Di dalam dua pasal pertama kitab Galatia kita memiliki wahyu tentang Kristus sebagai fokus dari ekonomi Allah, tetapi di dalam empat pasal yang terakhir kita memiliki Roh itu dalam pengalaman kita.

F. Bagian-bagian: 1) pembukaan kehendak Allah untuk menyelamatkan kita keluar dari agama yang jahat (1:1-5), 2) wahyu dari injil rasul (1:6 4:31), 3) perjalanan anak-anak Allah (5:2 6:17), dan 4) kesimpulan kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus menyertai roh kita (6:18).

V. EFESUS

A. Penulis, tempat, dan waktu: Kitab ini ditulis oleh Rasul Paulus kepada "orang-orang kudus yang ada di Efesus" (1:1) sekitar tahun 64 M, sewaktu di penjara di Roma (3:1).

B. Subyek: gereja misteri Kristus, Tubuh Kristus, menjadi kepenuhan Kristus dan menjadi kepenuhan Allah.

C. Latar belakang: Kitab Efesus mempunyai posisi yang khusus dalam susunan kitab-kitab Perjanjian Baru. Kitab ini telah ditempatkan pada posis yang tepat, segera setelah wahyu mengenai Kristus lawan agama (kitab Galatia), diikuti oleh praktek pengalaman akan Kristus (kitab Filipi), dan memimpin kepada sang Kepala (kitab Kolose).

Di dalam kitab Galatia kita melihat perkara tentang Kristus lawan agama. Kita tidak boleh menggantikan Kristus dengan apapun juga. Ini berarti bahwa hal itu tidak boleh menjadi emosi kita lawan agama atau praktek kita lawan agama. Harus menjadi Kristus lawan agama. Kitab Efesus datang setelah wahyu tentang Kristus lawan agama. Perkara Kristus lawan agama memimpin kita kepada gereja. Kristus lawan agama itu bukan hanya untuk pengalaman kita. Itu adalah penekanan yang tidak tepat dari apa yang disebut kehidupan batini orang-orang yang mencari Kristus, bukan untuk gereja, melainkan untuk pengalaman mereka. Kristus lawan agama adalah untuk gereja. Kristus lawan agama tertutama bukanlah untuk pengalaman kita, melainkan untuk gereja. Galatia 2:20 mengatakan bahwa kita telah disalibkan dengan Kristus dan bahwa Kristus hidup di dalam kita. Pengalaman ini haruslah bagi kehidupan gereja.

D. Pemikiran sentral: Maksud Allah dalam ekonomiNya adalah untuk mendapatkan suatu gereja yang mulia. Dengan tegas dikatakan, Allah tidak sedang mencari suatu gereja yang rohani, sorgawi, atau bahkan suatu gereja yang menang. Dia ingin suatu gereja yang mulia. Kemuliaan adalah ekspresi Allah dan ini sepenuhnya berbeda dengan moral dan tingkah laku manusia.

E. Sketsa umum: Kitab Efesus meliput tujuh aspek gereja: gereja sebagai Tubuh, manusia baru, kerajaan, keluarga, tempat kediaman, istri dan pejuang. Apa yang kita lakukan itu tidak berarti sama sekali, tetapi apa adanya kita itu merupakan suatu perkara yang besar. Kristus diekspresikan di dalam gereja yang demikian yang digambarkan dalam kitab Efesus. Melalui gereja Kristus yang demikian, PersonaNya, diperhidupkan. Di dalam gereja yang demikian ada kerajaan Allah dengan hak-hak dan tanggung jawab-tanggung jawab dan keluarga Allah dengan hayat dan kenikmatan. Gereja ini juga adalah tempat kediaman Allah, kepuasan Kristus, dan pejuang Allah yang berperang bagi tujuan kekal Allah.

F. Bagian-bagian: 1) pembukaan (1:1-2), 2) berkat-berkat dan posisi yang diterima oleh gereja di dalam Kristus (1:3 3:21), 3) hidup dan tanggung jawab diperlukan bagi gereja di dalam Roh Kudus (4:1 6:20), dan 4) kesimpulan (6:21-24).