← Daftar isi Sikap Kita terhadap Alkitab Cara untuk Menikmati Alkitab – dengan Membiarkan Firman Kristus Diam DI dalam Kita dengan Segala Kekayaannya · bab 16/24

KITAB-KITAB SEJARAH MATIUS SAMPAI KISAH PARA RASUL

Pembacaan Alkitab

Mat. 1:1, 23; 4:17; 24:14; 28:18-20; Mrk, 1:1; 2:28;

10:43-45; Luk. 1:35; 4:18-19; 12:49-50; Yoh. 1:1, 4, 14;

10:10b; 12:24; Yoh. 14:2, 23; 17:21-23; Kis. 1:8, 14;

2:4, 42; 4:31; 5:42; 6:7; 8:4.

Garis Besar

I. Matius

A. Penulis, tempat, dan waktu

B. Subyek

C. Latar belakang

D. Pemikiran sentral

E. Sketsa umum

F. Bagian-bagian

II. Markus (A sampai F)

III. Lukas (A sampai F)

IV. Yohanes (A sampai F)

V. Kisah Para Rasul (A sampai F)

Kristus sebagai sentral seluruh Alkitab yang menakjubkan adalah almuhit, mempunyai banyak aspek. Pada mulanya Perjanjian Baru menyajikan empat biografi untuk menggambarkan empat aspek utama dari Kristus yang almuhit ini. Injil Matius mempersaksikan bahwa Dia adalah sang Raja, sang Kristus Allah menurut nubuat Perjanjian Lama, Yang membawa kerajaan sorga ke bumi. Injil Markus memberitahu kita bahwa Dia adalah Hamba Allah, yang berjerih payah bagi Allah dengan setia. CatatanNya sangat sederhana, bagi seorang hamba tidak perlu ada catatan yang mendetail. Injil Lukas menyajikan suatu gambaran yang penuh tentang Dia sebagai manusia yang tepat dan normal Yang pernah hidup di atas bumi ini, maka Dia adalah Juruselamat manusia. Injil Yohanes menyingkapkan Dia sebagai Putra Allah, Allah itu sendiri, menjadi hayat bagi umat Allah. Di antara keempat Injil ini, Matius dan Lukas memiliki catatan tentang silsilah; sedangkan Markus dan Yohanes tidak. Untuk mempersaksikan bahwa Yesus adalah Raja, Kristus Allah dinubuatkan di dalam Perjanjian Lama, Matius perlu memperlihatkan kepada kita peristiwa-peristiwa yang mendahuluinya dan status Raja ini, yang membuktikan bahwa Dia adalah pengganti yang tepat untuk tahta Daud. Untuk membuktikan bahwa Yesus adalah seorang manusia yang epat dan normal, Lukas perlu memperlihatkan generasi-generasi dari manusia ini, yang menyaksikan bahwa Dia bersyarat untuk menjadi Juruselamat manusia. Untuk catatan bagi seorang hamba, Markus tidak perlu memberitahu kita asalNya. Untuk menyingkapkan bahwa Yesus adalah benar-benar Allah, Yohanes juga tidak perlu memberi suatu silsilah manusia kepada kita; melainkan ia menyatakan bahwa sebagai Firman Allah, Dia pada mulanya adalah benar-benar Allah.

I. MATIUS

A. Penulis, tempat, dan waktu: Matius, juga disebut Lewi, adalah seorang pemungut cukai yang menjadi seorang rasul (9:9, Luk. 5:27). Ini dibuktikan oleh tuan rumah yang misteri di dalam 9:10 dan sebutan khusus dari pemungut cukai di dalam 10:3. Kitab ini mungkin ditulis di antara tahun 37 M dan 40 M, tidak lama setelah kebangkitan Tuhan (28:15), dan sebelum pengrusakkan bait (24:2). Kitab ini mungkin ditulis di Yudea, meskipun kita tidak mempunyai jalan untuk mengetahuinya dengan pasti. Kita tahu bahwa kitab ini ditulis untuk orang-orang Yahudi biasa karena kitab ini tidak memberikan penjelasan tentang adat istiadat-adat istiadat dfan hari raya-hari raya orang Yahudi (bandingkan 15:2 dengan Markus 7:2-3; bandingkan 26:17 dengan Markus 14:12).

B. Subyek: injil kerajaan membuktikan bahwa Kristus adalah Raja Penyelamat.

C. Latar belakang: Alkitab adalah sebuah kitab hayat, dan hayat ini adalah seorang Persona yang hidup, Kristus yang menakjubkan dan almuhit. Perjanjian Lama memberikan suatu gambaran tentang Persona yang menakjubkan ini dalam lambang-lambang dan nubuat-nubuat sebagai Yang akan datang. Sekarang di dalam Perjanjian Baru Persona yang ajaib ini telah datang.

D. Pemikiran sentral: Kristus, sebagai Yesus (Yehova Penyelamat) dan Immanuel (Allah menyertai kita), adalah Raja, sang Pembaptis, terang, Guru, Penyembuh, Pengampun, Mempelai laki-laki, Gembala, Teman, hikmat, perhentian, bait yang lebih besar, Daud yang riil, Tuhan atas hari Sabat, Yunus yang lebih besar, Salomo yang lebih besar, Penabur, benih, Pemberi makan, roti, remah-remah di bawah meja, Kristus, Putra Allah yang hidup, batu bagi gereja, Pembangun gereja, Pendiri kerajaan, Musa hari ini, Eliya hari ini, Kepala penjuru, Tuhan, Yang bangkit, Seorang yang memiliki otoritas, dan Seorang yang hadir selamanya kepada umatNya dalam kebangkitan.

E. Sketsa umum: Kristus adalah Allah Yehova yang berinkarnasi menjadi Raja Penyelamat yang datang untuk mendirikan kerajaan sorga (pemerintahan yang sorgawi) dengan menyelamatkan umatNya dari dosa (pemberontakan) melalui kematian dan kebangkitanNya.

F. Bagian-bagian: peristiwa-peristiwa yang mendahului sang Raja dan statusNya (1:1 2:23), 2) pengurapi sang Raja (3:1 4:11), 3) ministri sang Raja (4:12 11:30), 4) sang Raja ditolak (12:1 27:66), dan 5) kemenangan sang Raja (28;1-20).

II. MARKUS

A. Penulis, tempat, dan waktu: Penulis kitab injil ini adalah Markus, juga disebut Yohanes (Kis. 12:25), salah satu anak Maria (yang dengan Rasul Petrus di Gereja Yerusalem, Kis. 12:12), sepupu Barnabas (Kol. 4:10). Ia menemani Barnabas dan Saulus dalam ministri mereka (Kis. 12:25), dan bergabung dengan Paulus dalam perjalanan pertama dari ministrinya ke bangsa-bangsa kafir, meninggalkannya dan berpaling ke Perga (Kis. 13:13). Setelah ia kembali, ia ditolak oleh Paulus dalam perjalanannya yang kedua. Markus kemudian bergabung dengan Barnabas dalam pekerjaannya, pada waktu itu Barnabas memisahkan dirinya dari Paulus (Kis. 15:36-40). Tetapi, Markus dekat dengan Paulus dalam tahun-tahun terakhirnya (Kol. 4:10; Flm. 24), dan berguna baginya untuk ministrinya sampai Paulus mati martir (2 Tim. 4:11). Ia dekat dengan Petrus, mungkin seterusnya, karena Petrus menganggap Markus anaknya (1 Ptr. 5:13).

Kitab ini ditulis di antara tahun 60 M dan 70 M. Menurut isi dari 13:2 membuktikan bahwa kitab ini ditulis sebelum pengrusakkan bait kudus, mungkin setelah kematian Rasul Paulus. Kitab ini mungkin ditulis di Roma (lihat 2 Tim. 4:11).

Kitab Markus ini banyak menjelaskan nama-nama, adat istiadat-adat istiadat, dan hari raya-hari raya orang Yahudi (3:17; 5:41; 7:3, 11; 14:12; 15:42); ini membuktikan bahwa kitab itu ditulis untuk bangsa-bangsa kafir, khususnya orang-orang Roma.

B. Subyek: injil Allah membuktikan bahwa Yesus adalah Hamba Penyelamat.

C. Latar belakang: Mengenai Injil Markus kita perlu mengingat tiga perkara dalam pikiran kita: pertama, Injil ini adalah suatu catatan yang ditulis dari penyajian Petrus tentang sejarah Yesus Kristus, Putra Allah; kedua, bahwa Injil ini ditulis menurut urutan sejarah; dan ketiga, bahwa Injil ini memberikan lebih banyak detail tentang fakta-fakta sejarah dari pada Injil-Injil lainnya. Injil Markus ini sebenarnya mungkin sama dengan Injil Petrus. Petrus menyajikan cerita Tuhan Yesus secara lisan kepada Markus, dan Markus mengungkapkan cerita ini ke dalam bentuk tulisan.

D. Pemikiran sentral: Injil Markus menyajikan Tuhan Yesus sebagai seorang Hamba Allah, Tuhan melayani orang-orang berdosa dan memberikan hayatNya sebagai suatu tebusan bagi mereka (10:45). Dengan memberikan hayatNya sebagai suatu tebusan bagi orang-orang berdosa, Tuhan sebagi Hamba Penyelamat menggenapkan tujuan kekal Allah, yang Dia layani sebagai seorang Hamba.

E. Sketsa umum: Karena Markus menyajikan sang Penyelamat sebagai seorang Hamba, ia tidak memberitahukan silsilah dan statusNya, sebagai keturunan dari seorang hamba tidak layak ada catatan. Markus juga tidak bermaksud untuk membri kesan kepada kita dengan perkataan-perkataan sang Hamba yang menakjubkan (seperti yang Matius lakukan dengan pengajaran-pengajaranNya yang ajaib dan perumpamaan-perumpamaan mengenai kerajaan sorga, dan Yohanes dengan memamerkan wahyu-wahyu tentang kebenaran-kebenaran ilahiNya), tetapi memberi kesan kepada kita dengan perbuatan-perbuatanNya yang sempurna di dalam pelayanan injilNya, yang menyediakan lebih banyak detail dari pada Injil-Injil lainnya, untuk menggambarkan kerajinan, kesetiaan dan kebajikan lain sang Hamba Penyelamat dalam pelayananNya. Dia mempersembahkan orang-orang dosa kepada Allah. Di dalam Injil Markus ada perampungan nubuat tentang Kristus sebagai Hamba Yehova di dalam Yesaya 42:1-4, 6-7; 49:5-7; 50:4-7; 52:13 53:12 dan detail-detail tentang pengajaran yang berhubungan dengan Kristus sebagai Hamba Allah di dalam Filipi 2:5-11. KerajinanNya dalam berjerih lelah, keperluanNya akan makanan dan beristirahat (Mrk. 3:20-21; 6:31), kemarahanNya (3:5), keluh kesahNya (7:34), dan penderitaanNya (10:21). KetuhananNya (2:28), kemahatahuanNya (2:8), kekuasaanNya yang menakjubkan, dan otoritasNya untuk mengusir roh-roh najis (1:27; 3:15), mengampuni dosa-dosa (2;7, 10), dan menenangkan angin dan laut (4:39) termanifestasi dalam keilahianNya yang penuh dengan kemuliaan dan kehormatan. Sungguh seorang Hamba Allah! Betapa cantik dan mengagumkan! Hamba yang demikian melayani orang-orang dosa menjadi Hamba Penyelamat mereka, dengan hayatNya sebagai tebusan mereka (10:45), bagi perampungan tujuan kekal Allah, oleh Dia sebagai HambaNya.

F. Bagian-bagian: 1) pembukaan injil dan permulaan sang Hamba Penyelamat (1:1-13), 2) ministri Hamba Penyelamat untuk menyebarkan injil (1:14 10:52), 3) persiapan sang Hamba Penyelamat untuk pekerjaan penebusanNya (11:1 14:42) 4) kematian dan kebangkitan Hamba Penyelamat bagi perampungan penebusan Allah (14:43 16:18) 5) kenaikan Hamba Penyelamat untuk peninggianNya (16:19), dan 6) penyebaran injil universal sang Hamba Penyelamat melalui murid-muridNya (16:20).

III. LUKAS

A. Penulis, tempat, dan waktu: Gereja yang sebermula mengenal Lukas sebagai pengarang Injil ini dan Kisah Para Rasul. Kepenulisan Lukas ini terbukti dari gaya susunan kedua kitab itu. Lukas adalah seorang kafir (Kol. 4:14, cf. 11), mungkin seorang Yunani Asia dan seorang ahli kejiwaan (Kol. 4:14). Mulai di Troas, ia bergabung dengan Paulus dalam ministrinya dan menemaninya dalam tiga perjalanan terakhirnya (Kis. 16:10-17; 20:15 21:18; 27:1 28:15). Ia adalah seorang yang setia menemani Paulus sampai Paulus mati martir (Flm. 24; 2 Tim. 4:11). Maka, injilnya mewakili pandangan Paulus, seperti Markus mewakili Petrus.

Kitab ini ditulis sebelum kitab Kisah Para Rasul (Kis. 1:1), mungkin sekitar tahun 60 M. Kitab ini mungkin ditulis di Kaisarea sewaktu Rasul Paulus ada di dalam penjara di sana. Kitab ini ditulis untuk Theofilus (1:3 dan catatan kaki 2).

B. Subyek: injil tentang penebusan membuktikan bahwa Yesus Kristus adalah Manusia Penyelamat yang memperhidupkan suatu kehidupan dalam standar moral yang paling tinggi.

C. Latar belakang: Kelihatannya Injil Lukas tidak sedalam Injil Matius atau semisteri Injil Yohanes. Alasan untuk perihal ini adalah bahwa Lukas memberi kita suatu catatan tentang Juruselamat kita, Tuhan Yesus, sebagai seorang manusia. Tentu, seorang manusia tidak dalam bila dibandingkan dengan Allah. Meskipun Injil Lukas bukanlah yang paling dalam atau paling misterius dari keempat Injil, tetapi kitab ini adalah Injil yang paling manis dan menyenangkan. Ya, Allah itu besar. Tetapi ketika Dia menjadi seorang manusia, Dia menjadi manis dan menyenangkan.

Lukas tidak menekankan aspek dispensasi atau latar belakang orang Yahudi seperti yang Matius lakukan. Injil Lukas adalah Injil yang ditulis untuk manusia pada umumnya, memberitakan kabar baik untuk semua orang (2:10). Karakteristiknya benar-benar bukan untuk orang Yahudi, melainkan untuk bangsa-bangsa kafir (4:25-28). Ini adalah suatu Injil bagi semua orang dosa, baik orang Yahudi maupun orang kafir. Seperti, catatannya menurut urutan moral, bukan menurut urutan peristiwa-peristiwa sejarah. Bila diperhatikan, Lukas itu mirip dengan Matius. Urutan Matius adalah urutan doktrin mengenai kerajaan, sedangkan urutan Lukas adalah urutan moral. Oleh karena itu, baik Lukas maupun Matius bukan ditulis menurut urutan peristiwa-peristwa sejarah.

D. Pemikiran sentral: Menurut Injil Lukas, Juruselamat kita hidup, bertingkah laku, dan bekerja dalam standar moral yang paling tinggi. Lebih jauh lagi, penyelamatanNya dilaksanakan dalam standar moral yang paling tinggi. Oleh karena itu, kita perlu mengingat dalam pikiran kita bahwa subyek Injil Lukas adalah Manusia Penyelamat dan penyelamatanNya ada dalam standar moral yang paling tinggi.

Standar moral yang paling tinggi ini adalah suatu hasil dari kebajikan-kebajikan insani yang sepenuhnya diperkuat dan diperkaya oleh atribut-atribut ilahi sang Bapa. Hari ini Kristus yang hidup di dalam kita itu tetap adalah Seorang yang memiliki kebajikan-kebajikan insani yang diperkuat dan diperkaya oleh atribut-atribut ilahi. Sewaktu Dia ada di atas bumi ini, Dia memperhidupkan suatu kehidupan dalam standar moral yang paling tinggi. Kehidupan yang demikian merupakan suatu susunan atribut-atribut ilahi dan kebajikan-kebajikan insani. Tentunya, Tuhan Yesus memperhidupkan kehidupan yang demikian itu di luar murid-muridNya. Tetapi sejak waktu kebangkitanNya, Dia sedang memperhidupkan kehidupan yang demikian di dalam kaum imani. Ini berarti bahwa hari ini di dalam kita Manusia Penyelamat ini masih tetap memperhidupkan suatu kehidupan dalam standar moral yang paling tinggi, suatu kehidupan yang merupakan suatu susunan atribut-atribut ilahi dan kebajikan-kebajikan insani. Jika kita melihat ini, kita akan berkata dengan Paulus, "Bukan lagi aku yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku" (Gal. 2:20).

E. Sketsa umum: Injil Lukas menyatakan dan menyajikan lima aspek yang penting dan sempurna mengenai Manusia Penyelamat kepada kita: kelahiran, ministri, kematian, kebangkitan, dan kenaikanNya.

1. KelahiranNya adalah dari dan dengan Roh Allah secara esensi, membuat Dia seorang manusia-Allah untuk menjadi Manusia Penyelamat (1:35).

2. MinistriNya adalah oleh dan melalui Roh Allah secara ekonomi untuk melaksanakan ekonomi Allah dalam peringatanNya (4:18-19).

3. KematianNya adalah oleh manusia-Allah untuk merampungkan penebusan Allah bagi manusia (23:42-43) dan untuk membebaskan DiriNya sendiri ke dalam manusia sebagai api kehidupan untuk membakar di atas bumi ini (12:49-50).

4. KebangkitanNya adalah: a) pertahanan Allah terhadapNya dan pekerjaanNya; b) keberhasilanNya dalam semua prestasiNya; dan c) kemenanganNya atas musuh universal Allah.

5. KenaikanNya adalah peninggian Allah terhadapNya, menjadikan Dia sang Kristus Allah dan Tuhan dari semua (Kis. 2:36), untuk melaksanakan ministri sorgawiNya di atas bumi ini sebagai Roh almuhit yang dicurahkan dari sorga ke atas TubuhNya yang tersusun dari kaum imaniNya (Kis.2:4, 17-18), seperti juga yang diactat oleh Lukas dalam tulisannya lebih lanjut yang disebut Kisah Para Rasul.

F. Bagian-bagian: pembukaan (1:1-4), 2) persiapan Manusia-Penyelamat dalam keinsanianNya dengan keilahianNya (1:5 4:13), 3) ministri Manusia-Penyelamat kebajikan-kebajikan insaniNya dengan atribut-atribut ilahiNya (4:14 19:27), 4) penyerahan Diri Manusia-Penyelamat kepada kematian bagi penebusan (19:28 22:46), 5) kematian Manusia-Penyelamat (22:47 23:56),6) kebangkitan Manusia-Penyelamat (24:1-49), dan 7) kenaikan Manusia-Penyelamat (24:50-53).

IV. YOHANES

A. Penulis, tempat, dan waktu: Kitab ini ditulis oleh Rasul Yohanes (21:20, 24), anak Zebedeus (Mat. 10:2); kakaknya adalah Yakobus, dan ibunya adalah Salome (Mat. 27:56; Mrk. 15:40). Kitab ini ditulis sekitar tahun 90 M, mungkin di Efesus. Kitab ini ditulis untuk semua orang Yahudi dan kaum imani bangsa kafir; kita mengetahui perihal ini karena penjelasan di dalam 1:38; 5:2; dan 19:13.

B. Subyek: injil hayat membuktikan bahwa Yesus Kristus adalah Allah-Penyelamat yang datang sebagai hayat untuk menghasilkan perbesaran Allah.

C. Latar belakang: Injil Yohanes adalah suatu contoh kitab Perjajian Baru yang baik yang ditulis untuk melawan suatu latar belakang yang negatif. Injil ini ditulis selama dekade yang terakhir dari abad yang pertama. Pada waktu itu ada, bahkan di antara orang-orang Kristen, ada suatu kecenderungan untuk menyangkal keilahian Kristus. Ada beberapa yang meragukan keilahian Kristus, dan yang lainnya bahkan menyangkal kebenaran ini. Dengan keadaan yang demikian sebagai latar belakang, Injil ini ditulis oleh Rasul Yohanes. Tanpa Injil ini, kita tidak dapat memiliki pengertian yang tepat tentang keilahian Kristus dan keberadaan kekalNya. Kita tidak dapat menyadari bagaimana Kristus dapat menjadi hayat kita. Tetapi melalui Injil Yohanes, kita melihat dengan jelas bahwa keilahian Kristus adalah kekal dan mutlak. Di dalam Injil ini kita juga memiliki padangan yang jelas tentang hayat kekal dan tentang bagaimana Kristus dapat menjadi hayat bagi kita. Jika tidak ada latar belakang yang demikian gelap pada akhir abad pertama itu, Injil yang menakjubkan ini mungkin tidak akan ditulis.

D. Pemikiran sentral: Injil Yohanes mewahyukan bahwa Allah Tritunggal sedang membagikan DiriNya sendiri ke dalam kaum imaniNya dan sebagai hasil dari transfusi dan infusi dari Allah Tritunggal ke dalam mereka, semua kaum imaniNya, menjadi perbesaranNya. Perbesaran Allah Tritunggal ini adalah perluasan, pembangunan, dan ekspresi Allah.

E. Sketsa Umum: Injil Yohanes mewahyukan bahwa di dalam Kristus, Firman Allah, adalah hayat (1:4); bahwa Dia datang supaya manusia memiliki hayat (10:10b); dan bahwa Dia itu sendiri adalah hayat (11:25; 14:6). Lebih jauh lagi, Injil ini memperlihatkan kepada kitabahwa Kristus adalah roti hayat (6:35); bahwa Dia memiliki air hayat (4:14); bahwa Dia memberikan hayat kepada manusia (5:21); dan bahwa Dia bahkan hidup di dalam manusia sebagi hayat (14:19).

Injil Yohanes membentangkan tentang pembangunan. Di dalam 1:14 kita melihat bahwa Kristus di dalam daging adalah kemah Allah untuk tempat kediaman Allah di antara manusia di atas bumi ini. "Dan Firman itu menjadi daging dan berkemah di antara kita." Juga, tubuh Kristus adalah bait sebelum kematianNya dan setelah kebangkitanNya (2:19-22). Sebelum kematianNya tubuhNya dalam daging adalah bait, dan setelah kebangkitanNya, tubuh kebangkitanNya tetap adalah bait Allah. Inilah pembangunan. Lebih jauh lagi, injil ini mewahyukan bahwa kaum imani itu adalah untuk dibangun sebagai tempat kediaman Allah Tritunggal (14:2, 23). Ini diperlihatkan dengan tepat dan sepenuhnya di dalam Yohanes 14. Menurut pasal itu, semua kaum imani akan dibangun bersama sebagai tempat kediaman Allah yang kekal dengan banyak tempat tinggal. Maka, seperti doa Tuhan yang terakhir yang ditemukan di dalam Yohanes 17, mengindikasikan, bahwa semua kaum imaniNya pasti dibangunkan menjadi satu (ay. 11, 21-23).

F. Bagian-bagian: 1) Firman yang kekal datang berinkarnasi untuk membawa Allah masuk ke dalam manusia (ps. 1 13), dan 2) Yesus yang tersalib dan Kristus yang dibangkitkan akan mempersiapkan jalan untuk membawa masuk ke dalam Allah, dan sebagai Roh itu yang akan tinggal dan hidup di dalam kaum imani bagi pembangunan tempat kediaman Allah (ps. 14 21).

V. KISAH PARA RASUL

A. Penulis, tempat, dan waktu: Lukas menulis kitab Kisah Para Rasul setelah kitab Lukas, di antara tahun 67 M dan 68 M (1:1). Kitab itu mungkin ditulis di Roma (lihat Kis. 1:1; Luk. 1:2 catatan kaki 2).

B. Subyek: perkembangbiakan kebangkitan Kristus dalam kenaikanNya, oleh Roh itu, melalui murid-murid, untuk menghasilkan gereja-gereja kerajaan Allah.

C. Latar belakang: Injilnya, kitab yang pertama, ditulis oleh Lukas, yang menggambarkan kehidupan dan ministri Tuhan di atas bumi. Kehidupan dan ministri itu diawali dengan keterkandunganNya dan disimpulkan oleh kebangkitanNya. Kemudian setelah kebangkitanNya, Tuhan Yesus naik ke sorga. Kenaikan ini bukanlah suatu pengakhiran, melainkan suatu permulaan yang lain. Permulaan ini membawa Dia masuk ke dalam suatu alam/dunia yang baru, yaitu, ke dalam sorga, di mana Dia sekarang memiliki penghidupan dan ministri yang lain. Sekarang, kita perlu kitab yang kedua, kitab Kisah Para Rasul, untuk memberitahu kita tentang bagaimana penghidupan dan ministri Tuhan yang telah dimulai melalui kenaikanNya. Oleh karena itu, Lukas memiliki beban untuk menuliskan kitab yang kedua untuk menyingkapkan penghidupan dan ministri dari Kristus yang telah terangkat ini.

D. Pemikiran sentral: Ekonomi Allah Perjanjian Baru adalah untuk mengembang-biakan Allah Tritunggal dalam Persona yang almuhit, Kristus yang bangkit. Hanya perkembang-biakan Kristus yang bangkit ini adalah jawaban bagi situasi di atas bumi yang menyedihkan ini. Apa yang diperlukan bagi kita adalah membiarkan Allah melaksanakan ekonomi Perjanjian BaruNya dalam mengmbang-biakan Kristus yang bangkit. Setelah menjadi Roh pemberi hayat yang almuhit, Dia sekarang masuk ke dalam umat pilihan Allah untuk menerapkan semua hal yang telah dirampungkan oleh Allah Tritunggal di dalam Putra kepada mereka. Melalui penerapan yang demikian, umat Allah menjadi saksi yang hidup dari Kristus yang telah berinkarnasi, tersalib, bangkit, dan naik (Kis. 1:8). Sebagai orang-orang yang telah memiliki Roh yang almuhit di dalam kita, apa yang harus kita lakukan? Kita harus menjadi saksi yang hidup yang mengandung, memikul, dan menyampaikan Kristus yang telah berinkarnasi, tersalib, bangkit, dan naik sehingga Dia dapat dikembang-biakan di seluruh bumi bagi perampungan ekonomi ilahi.

E. Sketsa umum: Tuhan memerintahkan murid-muridNya untuk menunggu di Yerusalem sampai mereka menerima kuasa dari Roh Kudus, supaya mereka dapat menjadi saksiNya dari Yerusalem sampai Yudea dan Samaria, dan sampai ke seluruh bumi (1:8). Mereka berdoa dengan selaras dan dipenuhi dengan Roh Kudus pada hari Pentakosta (ps. 2 dan 10). Mereka bersaksi di Yerusalem, seluruh Yudea, Samaria, Asia Kecil, Makedonia, Eropah dan di Roma. Banyak orang menjadi reproduksi Kristus, dan banyak gereja didirikan di dalam daerah-daerah ini sebagai ekspresi dari kebangkitan Kristus di dalam kenaikan. Kitab Kisah Para Rasul tidak mempunyai akhir. Siapapun dari kita, yang dipenuhi dengan Roh Kudus, dapat melanjutkan Kisan Para Rasul dengan mengembang-biakan Kristus kepada orang-orang di sekitar kita untuk menghasilkan gereja.

F. Bagian-bagian: 1) pembukaan (1:1-2), 2) persiapan (1:3-26), dan 3) perkembang-biakan (2:1 28:31).

KESIMPULAN

Yesus Kristus Mesias yang dijanjikan dan dinubuatkan di dalam Perjanjian Lama, datang sebagai seorang Raja-Penyelamat, melayani sebagai seorang Hamba-Penyelamat, hidup sebagai seorang Manusia-Penyelamat, dan memberikan hayatNya sebagai Allah-Penyelamat. Dia melayani umatNya melalui kematian dan kebangkitanNya. Dalam kenaikanNya, Dia dikembang-biakan melalui pemberitaan injil dan pembaptisan untuk menghasilkan banyak putra Allah seperti Dia, dan gereja-gereja lokal untuk menjadi ekspresi korporatNya di atas bumi ini.