← Daftar isi Sikap Kita terhadap Alkitab Cara untuk Menikmati Alkitab – dengan Membiarkan Firman Kristus Diam DI dalam Kita dengan Segala Kekayaannya · bab 15/24

KITAB-KITAB NUBUAT (2) NABI-NABI KECIL HOSEA SAMPAI MALEAKHI

Pembacaan Alkitab

Hos. 1:2; 2:19-20; Yl. 1:4; 2:28, 32; Am. 1:1-5; 5:4;

Ob. 10, 21; Yun. 2:9; 3:10; Mik. 4:6-8; 7:18-20;

Nah. 1:15; 3:7; Hab. 1:2; 2:4; Zef. 1:4, 7; 3:9;

Hag. 1:14; Zak. 2;8; 3:8-9; Mal.3:1-2, 17; 4:2

Garis Besar

I. Hosea

A. Penulis, tempat, dan waktu

B. Subyek

C. Latar belakang

D. Pemikiran sentral

E. Sketsa umum

F. Bagian-bagian

II. Yoel (A sampai F)

III. Amos (A sampai F)

IV. Obaja (A sampai F)

V. Yunus ( A sampai F)

VI. Mikha (A sampai F)

VII. Nahum (A sampai F)

VIII. Habakuk (A sampai F)

IX. Zefanya (A sampai F)

X. Hagai (A sampai F)

XI. Zakharia (A sampai F)

XII. Maleakhi (A sampai F)

Kitab-kitab yang disebut Nabi-Nabi Kecil disebut demikian adalah bukan untuk memberi kesan bahwa nabi-nabi itu adalah rendah tingkatannya, atau bahwa isinya kurang penting, melainkan karena kitab- kitab itu lebih pendek.

I. HOSEA

A. Penulis, tempat, dan waktu: Hosea adalah anak Beeri (Hos. 1:1). Namanya berarti "keselamatan" atau "Yehova adalah keselamatan."

Kitab ini mencakup enam puluh tahun, dari tahun 785 SM sampai 725 SM. Kitab ini ditulis di Israel. Beberapa orang mengatakan bahwa Hosea menetap di kerajaan Yehuda dalam tahun-tahun terakhirnya, tetapi tidak ada cukup bukti untuk mensubstansiasikan perihal ini.

B. Subyek: Allah sang pengasih yang mencari dan menyelamatkan umatNya yang melakukan kejahatan lama yang tercela.

C. Latar belakang: Selama masa itu sewaktu Hosea menjadi seorang nabi, Israel ada dalam keadaan yang menurun. Kerajaannya ada dalam kacau. Baik raja maupun umatnya terlibat dalam penyembahan berhala, percabulan, meninggalkan pengetahuan, bertindak jahat, berdusta, perampokan, pencurian, pembunuhan, pemerkosaan, penipuan, bercampur dengan bangsa kafir, dan mengkhianati kerajaannya demi keuntungan. (Untuk lebih detailnya tentang periode ini, lihat 2 Raj. 15 17.) Melewati batas kesabaran, dan tidak ada alternatif, Allah menyatakan "Loammi" Israel bukan lagi umatNya.

D. Pemikiran sentral: Allah memperlihatkan kepada umatNya yang memberontak jalan yang tepat untuk pergi dari "Loruhama" (Aku tidak akan merahmati) dan "Loammi" (engkau bukanlah umatKu) ke "Ruhama" (Aku akan merahmati) dan "Ammi" (engkau adalah umatKu).

E. Sketsa umum: Hosea menikahi seorang perempuan sundal, dan mereka mempunyai tiga orang anak. Kemudian perempuan itu berbuat sundal, tetapi Hosea masih tetap mengasihinya dan membawanya kembali. Itu adalah seuatu tanda yang melukiskan Israel. Israel berasal dari sumber yang rendah. Allah memilih Israel bukan karena ia baik melainkan karena kasihNya. Setelah ia datang kepada Tuhan, ia pergi untuk menyembah berhala. Tuhan menegurnya, namun Dia tetap mengasihinya. Dia menubuatkan bahwa ia akan kembali kepadaNya dan diselamatkan.

F. Bagian-bagian: 1) istri yang tidak setia (ps. 1 3), 2) umat yang memberontak (ps. 4 13), dan 3) pemulihan Israel (ps. 14).

II. YOEL

A. Penulis, tempat, dan waktu: Yoel adalah anak Petuel (Yl. 1:1). Nmanya berarti "Yehova adalah Allah." Kitab ini ditulis di Yehuda, mungkin antara tahun 870 SM dan 865 SM.

B. Subyek: bertobat dan menyeru kepada nama Tuhan membawa masuk keselamatan dan pencurahan Roh Kudus.

C. Latar belakang: Melalui Musa dan Salomo, Allah menyebutkan wabah belalang, tetapi umatNya tidak mendengarkan. Sekarang, melalui Yoel, Allah memperingatkan mereka kembali.

D. Pemikiran sentral: Penghakiman Allah akan datang segera. Jika siapapun juga dari umat Allah bertobat dan kembali kepada Allah, ia akan menerima kasih karunia dan kasih Allah.

E. Sketsa umum: Yoel bernubuat bahwa Allah akan menghakimi umatNya karena hati mereka telah berpaling dari Allah dan mereka telah melakukan dosa-dosa. Belalang-belalang dan larvanya akan memakan tumbuh-tumbuhan mereka. Belalang-belalang itu juga menandakan pasukan bangsa-bangsa yang akan menyerang tanah kudus. Jika umat itu mau bertobat dan menyeru nama Tuhan, Dia akan memberkati mereka. Yoel bahkan bernubuat tentang pencurahan Roh Kudus pada hari Pentakosta dan perang Harmagedon.

F. Bagian-bagian: 1) wabah belalang-belalang (ps. 1), 2) hari Yehova (ps. 2), dan 3) Israel menerima berkat (ps. 3).

III. AMOS

A. Penulis, tempat, dan waktu: Nabi Amos adalah seorang pribumi dari Tekoa di kerajaan Yehuda (Am. 1:1). Ia menulis kitab ini kira-kira tahun 787 SM di Betel.

B. Subyek: Penghakiman Allah membawa masuk Kristus untuk memulihkan kerajaan.

C. Latar belakang: Raja Israel Yerobeam, anak Yoas, berhasil secara politik dan militer. Ia memulihkan tanah bagi Israel, namun ia gagal dalam membawa umat itu kembali kepada Allah. Umat itu menyembah berhala dan penuh dengan dosa; maka, Amos dibangkitkan oleh Allah bernubuat untuk Yerobeam.

D. Pemikiran sentral: Amos memiliki suatu beban untuk menyampaikan kepada bani Israel, selama masa kemakmuran mereka yang paling besar, sebuah berita peringatan yang serius penghakiman Allah. Di dalam kitab ini, ia menunjukkan kejahatan-kejahatan bangsa itu setimpal dengan penghakimannya akan bangsa-bangsa itu. Penghakiman atas dosa-dosa individual akan terjadi di hadapan tahta, tetapi penghakiman dosa bangsa-bangsa akan terjadi di jaman ini.

E. Sketsa umum: Allah akan menghakimi keenam bangsa yang mengepung Yehuda dan Israel Siria, Filistea, Edom, Amon dan Moab. Dia juga akan menghakimi bangsa Yehuda dan Israel. Oleh karena itu, Amos bernubuat untuk menegur dan memperingatkan. Seperti kitab-kitab nubuat yang lainnya, pada akhirnya, setelah peneguran yang hebat, penghakiman yang mengerikan, akan ada masa depan cemerlang yang dinantikan anak-anak Allah. Tuhan berjanji bahwa kerajaan mereka akan dipulihkan, makmur, dan didirikan selama-lamanya.

F. Bagian-bagian: 1) penghakiman atas bangsa-bangsa yang mengepung (1:1 2:3), 2) penghakiman atas Yehuda dan Israel (2:4-16), 3) perdebatan antara Allah dan keluarga Yakub (3:1 9:10), dan 4) kemakmuran kerajaan Daud (9:11-15).

IV. OBAJA

A. Penulis, tempat, dan waktu: Obaja berarti "hamba Yehova." Kitab ini mungkin ditulis di Yehuda kira-kira tahun 880 SM.

B. Subyek: penghakiman atas Edom, saudara dan musuh seluruh keluarga Israel.

C. Latar belakang: Edom adalah keturunan Esau, saudara Israel yang lebih tua. Mereka tidak mengijinkan Musa dan bani Israel untuk melalui tanah mereka (Bil. 20:14-21). Mereka adalah musuh yang paling kejam. Mereka bahkan membantu musuh-musuh lain dan bersukacita bila Yerusalem dihancurkan. Itulah sebabnya mengapa Tuhan ingin menghancurkan Edom.

D. Pemikiran sentral: penghakiman atas Edom, kecongkakan, bangsa yang meninggikan diri yang selalu menganiaya umat Allah. Allah hendak berbicara untuk umatNy sendiri dan melaksanakan penghakiman kebenaranNya menurut pekerjaan mereka.

E. Sketsa umum: kitab Obaja adalah kitab dari Perjanjian Lama yang paling pendek, namun isinya sangat penting. Kitab ini menyatakan masa depan dan akhir dari Edom, musuh Israel keturunan demi keturunan. Dalam nama, Edom adalah saudara Israel, tetapi dalam realitas, mereka adalah musuh Israel, yang terus menerus berusaha untuk menghancurkan umat pilihan Allah.

F. Bagian-bagian: 1) kemaluan Edom (ay. 1-9), 2) dosa-dosa Edom (ay. 10-14), 3) hari Yehova (ay. 15-16), dan 4) nasib Edom (ay. 17-21).

V. YUNUS

A. Penulis, tempat, dan waktu: Nabi Yunus, anak Amitai, dari Gat-Hefer (Yun. 1:1; 2 Raj. 14:25). Yunus berarti "seekor merpati," yang menandakan bahwa tugas Allah kepada Yunus adalah terbang seperti merpati untuk memberitakan injil damai sejahtera.

Yunus melambangkan Kristus dalam dua aspek:

Pertama, kematian Kristus, seperti dalam Matius 12:40: "Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim bumi tiga hari tiga malam."

Kedua, ministri Kristus, seperti yang diperlihatkan di dalam Matius 12:41: "Sesungguhnya yang ada di sini lebih dari pada Yunus." Yunus diutus untuk ke Niniwe untuk memberitakan firman Allah; Kristus diutus ke dunia sebagai Firman Allah (Yoh. 1:1). Orang-orang Niniwe bertobat karena mereka mendengar pemberitaan firman Allah; tetapi orang-orang yang hidup selama masa Tuhan Yesus tidak mau bertobat, sekalipun mereka mempunyai Firman Allah itu di antara mereka. Maka, orang-orang Niniwe akan berdiri/bertahan dalam penghakiman bersama dengan angkatan itu dan menghukumnya (Mat. 12:41).

B. Subyek: Allah sang pengasih siap untuk mengampuni dan menyelamatkan semua orang yang

C. Latar belakang: Niniwe adalah sebuah kota yang jahat. Niniwe adalah ibukota Asyur. Allah ingin menghancurkan Niniwe. Dia tetap mengasihi ciptaan-ciptaanNya. Oleh karena itu, Dia mengutus Yunus untuk memberitakan kepada mereka, memberikan satu kesempatan lagi kepada mereka untuk bertobat. Yunus bukan hanya melambangkan Kristus, ia juga melambangkan umat pilihan Allah.

D. Pemikiran sentral: Ada tiga berita penting di dalam kitab ini: 1) "Atau adalah Allah hanya Allah orang Yahudi saja? Bukankah Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain? Ya, benar. Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain" (Rm. 3:29); 2) "Allah itu kasih " "yang mendambakan semua orang diselamatkan," "tidak bermaksud untuk menghukum" (1 Yoh. 4:8; 1 Tim. 2:4; 2 Ptr. 3:9); dan 3) "Keselamatan adalah dari Yehova" (2:9).

E. Sketsa umum: Kitab ini banyak mencatat tentang perbuatan-perbuatan Allah. 1) Yehova memanggil Yunus untuk pergi ke Niniwe untuk memberitakan injil (1:1). 2) Yehova mengirimkan angin ribut ke atas laut (1:4). 3) Allah membuat orang-orang di kapal itu membuang undi, dan Dia yang membuat undi itu jatuh kepada Yunus (1:7). 4) Allah membuat laut bergelora menyerang mereka, sehingga mereka tidak dapat kembali ke darat (1:13). 5) Allah membuat laut berhenti mengamuk (1:15). 6) Allah mempersiapkan seekor ikan besar untuk menelan Yunus (1:17). 7) Allah membuat Yunus bertobat dan berdoa kepadaNya di dalam perut ikan (2:1). 8) Allah menjawab doa Yunus dengan berbicara kepada ikan dan membuatnya memuntahkan Yunus ke dataran kering (2:10). 9) Firman Yehova datang kepada Yunus untuk kedua kalinya (3:1). 10) Allah membuat orang-orang Niniwe bertobat (3:5). 11) Allah tidak melakukan kejahatan, apa yang Dia katakan, Dia akan melakukannya (3:10). 12) Yehova menanyakan Yunus satu pertanyaan (4:4). 13) Allah mempersiapkan sebuah pohon jarak untuk menjadi suatu termpat berteduh bagi Yunus (4:6). 14) Allah mempersiapkan seekor ulat untuk membuat pohon jarak itu layu (4:7). 15) Allah mempersiapkan matahari untuk menyakiti kepala Yunus (4:8). 16) Allah mempersiapkan angin timur yang panas untuk membuat Yunus pingsan (4:8). 17) Yehova bertanya kepada Yunus kedua kalinya (4:9). 18) Allah memberikan suatu penjelasan (4:10-11).

Mengapa Yunus berusaha untuk lari? Ini bukan karena Yunus itu pengecut/penakut. Yunus adalah seorang nabi yang sangat patriotik. Jauh dalam lubuk hatinya, Yunus benar-benar sadar bahwa Asyur adalah negara yang paling berkuasa pada saat itu, dan bahwa suatu hari Israel akan dihancurkan oleh Asyur. Yunus hanya ingin melihat Allah menghakimi Asyur karena dosanya. Ia tidak mau melihat Asyur bertobat dan menyebabkan Allah merahmatinya. Oleh karena itu, meskipun harus melewati bahaya, Yunus lari ke Tarsus untuk bersembunyi dari Allah.

F. Bagian-bagian: 1) ketidaktaan Yunus (ps. 1), 2) pertobatan Yunus (ps. 2), 3) pemberitaan Yunus (ps. 3) dan 4) opini Yunus (ps. 4).

VI. MIKHA

A. Penulis, tempat, dan waktu: Mikha orang Moresyet bernubuat pada jaman Yotam, Ahas, dan Hizkia, raja-raja Yehuda (Mik. 1:1). Ia sejaman dengan Yesaya, Hosea (Yes. 1:1; Hos. 1:1), dan mungkin juga Amos. Namanya berarti "Siapakah yang seperti Yehova?" Kitabnya ditulis di Yehova kira-kira tahun 750 SM sampai 710 SM.

B. Subyek: pengampunan yang berasal dari kasih Allah menyelamatkan umat yang didisiplinkan oleh Kristus menghasilkan pemulihan kerajaan.

C. Latas belakang: Mikha dan Yesaya adalah nabi-nabi pada angkatan yang sama. Yang satu di daerah pedesaan, yang lainnya ada di wilayah kerajaan. Mungkin mereka saling mengenal. Isi dari nubuat-nubuat mereka sangat mirip, baik itu pembicaraan tentang penghakiman Allah terhadap Israel dan Yehuda, kedatangan Mesias, maupun pemulihan dan pembangunan kembali kerajaan umat Allah. Ada beberapa orang yang menganggap bahwa kitab Mikha adalah sebuah kitab versi Yesaya yang padat. Dua kitab itu mempunyai perkataan-perkataan dan pemikiran-pemikiran yang sama (bandingkan 4:1-3 dengan Yesaya 2:2-4)

D. Pemikiran sentral: Terhadap umat pilihanNya, Allah harus: 1) mengganjar, karena mereka membenci dosa; 2) mengampuni dan menyelamatkan, karena kasih setia; dan 3) menyediakan pemulihan dan kelahiran kembali karena perjanjianNya.

E. Sketsa umum: Di dalam kitab ini, Mikha menunjukkan keunggulan dan kekudusan, kebenaran, kasih, dan rahmat Allah yang tiada bandingnya secara berulang-ulang. Pada akhir kitabnya, ia berkata, "Siapakah Allah seperti Engkau...?" (Mik. 7:18). Ia bernubuat tentang tempat kelahiran Kristus ketika Dia menjadi seorang manusia dalam waktu dan membawa ke-Allah-anNya yang asalnya dari kekekalan (5:2), bahwa Dia adalah Penguasa yang menang yang akan menjadi pembebasan dan damai sejahtera umat Allah (5:2-9), bahwa kerajaanNya akan berada di atas segala bangsa, dan bahwa bangsa-bangsa akan berduyun-duyun ke sana (4:1-5), seperti juga yang dinubuatkan oleh Yesaya (Yes. 2:2-4).

F. Bagian-bagian: 1) pengganjaran (ps. 1 3), 2) penghiburan (ps. 4 5), 3) perdebatan (ps. 6) dan 4) pengampunan (ps. 7).

VII. NAHUM

A. Penulis, tempat, dan waktu: Nahum adalah seorang Elkosy (Nah. 1:1). Allah memberinya visi kuhususnya mengenai kerajaan Asyur dan pengrusakkan ibukotanya, Niniwe. Meskipun ia adalah seorang Israel, ia bernubuat di kerajaan Yehuda. Namanya berarti "penghiburan" atau "pembalasan." Perkataan-perkataan nubuatnya penuh dengan penghiburan dan pembalasan. Terhadap umat yang tertekan, Allah menghibur mereka melalui para nabi; terhadap Asyur yang kejam dan keras, Allah membuat pembalasan. Kitabnya ditulis kira-kira tahun 713 SM.

B. Subyek: Allah menghibur umatNya yang tertekan dan mengadakan pembalasan atas para penyerang yang kejam.

C. Latar belakang: Yunus pergi ke Niniwe kira-kira tahun 862 SM. Orang-orang Niniwe bertobat karena pemberitaannya. Selah 150 tahun mereka telah meninggalkan Allah lagi, bahkan memberontak melawan Allah. Mereka menyerbu tanah kudus dan menghujat Allah. Oleh karena itu, Allah ingin menghancurkan sampai puncak. Nahum bernubuat di dalam pemerintahan Hizkia raja Yehuda. Pada waaktu itu Asyur adalah bangsa yang paling kuat dan penyerang yang paling kejam, dan semua bangsa yang Dekat di bagian Timur takut kepadanya. Yehuda, khususnya takut kepadanya, dan telah melihat kejatuhan kerajaan Israel ke dalam tangan Asyur (720 SM) dan kegagalan Mesir oleh Asyur (714 SM., lihat Yes. 20), terus waspada terhadap musuh yang hebat ini. Di dalam keadaan ini, Nahum dibangkitkan sebagai seorang nabi untuk menghibur umat Allah, memberitahu mereka agar tidak takut dan dan yang meramalkan penghakiman Allah yang akan datang terhadap Asyur.

D. Pemikiran sentral: Umat yang meninggalkan atau mengkhianati Allah, mempunyai nasib yang menakutkan dan ttidak dapat dihindarkan, tetapi umat yang bersandar kepada Allah akan menerima Dia sebagai tempat perlindungan dan pelarian mereka dalam masa kesukaran.

E. Sketsa umum: Nubuat di dalam pasal satu adalah tentang bagaiman "Dalam tahun keempat belas zaman raja Hizkia, majulah Sanherib, raja Asyur, menyerang segala kota berkubu negeri Yehuda, lalu merebutnya" (713 SM., 2Raj. 18:13). Nubuat di dalam pasal dua dan tiga mengacu kepada kegagalan Babel terhadap Asyur.

F. Bagian-bagian: 1) sang Hakim (1:1-17) dan 2) penghakiman (1:8 3:19).

VIII. HABAKUK

A. Penulis, tempat, dan waktu: Habakuk berarti "memeluk" atau "melekat." Ketika ia mempunyai masalah-masalah atau ketika ia mencari perhatian/kepentingan sesama umatnya, ia memeluk Allah dan melekatkan dirinya kepada Allah, menanyakan pertanyaan-pertanyaan secara berulang-ulang dan tidak kendor sama sekali. Kitab ini ditulis di Yehuda kira0kira tahun 626 SM.

B. Subyek: Allah yang membenci kejahatan-kejahatan akan menghakimi, tetapi yang benar akan hidup oleh iman.

C: Latar belakang: Kitab Habakuk sangat mirip dengan kitab Nahum, keduanya berhubungan dengan penghakiman Allah atas musuh-musuh umt Allah. Yang terakhir menubuatkan tentang akhir dari Asyur, sedangkan yang sebelumnya meramalkan tentang akhir dari Kasdim.

D: Pemikiran sentral: Allah tidak dapat bertoleransi dengan dosa, tetapi pelaksanaan penghakimanNya tepat pada waktunya, menurut suatu rencana, dan bertahap. Ketika Dia murka, Dia masih mengingat rahmatNya (3:2), karena Dialah yang membuat yang benar akan hidup oleh iman. Sungguh suatu injil yang menakjubkan!

E.Sketsa umum: Habakuk bertanya kepada Allah mengapa Dia tidak mendengarkan doanya dan tidak menghakimi dosa. Allah memperlihatkan kepadanya bahwa Dia memakai orang-orang Kasdim yang kejam itu untuk melaksanakan penghakimanNya atas Israel. Kemudian Habakuk bertanya lagi, Bagaimanakah Allah yang benar dan kudus dapat memakai orang-orang Kasdim, yang lebih berdosa untuk menghakimi Yehuda? Allah memperlihatkan kepadanya bahwa Dia mengetahui dosa-dosanya dan akan menghakimi mereka dengan api. "Tetapi orang benar akan hidup oleh iman" (2:4). Pada akhirnya, Habakuk memuji Allah, karena ia dipenuhi dan dipuaskan olehNya.

F. Bagian-bagian: 1) dialog pertama (1:1-11), 2)dialog kedua (1:12 2:20), dan 3) nyanyian Habakuk (ps. 3).

IX. ZEFANYA

A. Penulis, tempat, dan waktu: Zefanya anak Kusyi, anak Gedalya, anak Amarya, anak Hizkia (Zef. 1:1), adalah seorang pangeran dalam keluarga rasja Yehuda. Namanya berarti "Allah menyembunyikan." Peristiwa-peristiwa yang tercatat di dalam kitab ini terjadi di Yehuda sekitar tahun 630 SM.

B. Subyek: penyembahan berhala dan percampuran menghasilkan penghakiman, dan pengrusakkan berhala-berhala menghasilkan keselamatan.

C. Latar belakang: Zefanya sejaman dengan Habakuk dan Yeremia, ia bernubuat di jaman Yosia, raja Yehuda. Selama pemerintahannya, Yosia mulai menyingkirkan berhala-berhala tetapi tidak melakukannya secara menyeluruh; maka, ada beberapa berhala masih tetap ada. Oleh karena itu, Zefanya mengucapkan firman Allah, yang berkata, "Aku akan menghancurkan tanganKu kepada Yehuda dan terhadap segenap penduduk Yerusalem. Aku akan melenyapkan dari tempat ini sisa-sisa Baal, dan nama para imam berhala, juga mereka yang sujud menyembah di atas sotoh kepada tentara langit, dan mereka yang menyembah dengan bersumpah setia kepada TUHAN, namun di samping itu bersumpah demi dewa Milkom" (1:4-5). Zefanya ada di istana raja membantu dan mendampingi raja muda Yosia untuk mencari Allah. Ia bernubuat bahwa Allah akan menghukum bangsa-bangsa, menyebabkan orang-orang berseru kepada namaNya dan melayani Dia, dan membawa pemulihan bangsa Israel (3:8-20).

D. Pemikiran sentral: Allah yang cemburu 1) mencela kejahatan penyembahan berhala, 2) peringatan-peringatan akan ancaman hari Yehova, dan 3) ramalan-ramalan berkat di jaman kerajaan yang akan datang.

E. Sketsa umum: Manasye dan Amon, dua raja Yehuda yang paling jahat, telah memimpin umat untuk menyembah berhala dan meninggalkan Allah. Zefanya memperingatkan Yehuda bahwa penghakiman Allah yang benar dan kudus itu, meskipun selama tahun-tahun Raja Yosia (2 Taw. 34:24-28), yang akhirnya akan dirampungkan sepenuhnya atas Yehuda. Penghakiman ini dilaksanakan atas dua jenis sisa sisa imam-imam dan para penyembah Baal akan dihancurkan sampai tuntas; sisa keluarga Yehuda, setelah diganjar akan diberkati dan makmur akhirnya. Ada beberapa orang yang menyembah baik Yehova maupun Milkom (allah Amon 1:4-5). Allah adalah Allah yang cemburu; Dia tidak akan pernah menolelir kompromi. Janji penghakimanNya datang sebagian ketika Babel menyerang Yehuda dan akan datang sepenuhnya pada hari terakhir. Pengganjaran yang demikian membuktikan kasih Allah. Seperti Habakuk, diakhiri dengan nyanyian yang sangat manis. Meskipun menekankan penghakiman, tetapi penuh akan janji (3:14-17). "Tetapi sesudah itu Aku akan memberikan bibir lain kepada bangsa-bangsa, yaitu bibir yang bersih, supaya sekaliannya mereka memanggil nama TUHAN, beribadah kepadaNya dengan bahu-membahu" (3:9). Ini akan digenapkan di dalam jaman yang akan datang, tetapi kita memiliki suatu pengecapan sebelumnya di dalam gereja hari ini (Rm. 15:5-6).

F. Bagian-bagian: 1) penghakiman (1:1 3:8) dan 2) penyelamatan (3:9-20).

X. HAGAI

A.Penulis, tempat, dan waktu: Hagai, hidup pada waktu yang sama seperti Zakharia (Ezr. 5:1), berbicara bagi Allah dalam tahun kedua jaman raja Darius. Namanya berarti "hari rayaku" atau "hari raya Yehova." Ini memperlihatkan betapa rindunya ia kembali mula-mula ke kampung halamannya untuk memulihkan hari raya Allah.peristiwa-peristiwa yang tercatat di dalam kitab ini terjadi sekitar tahun 520 SM dalam waktu tiga bulan duapuluh empat hari di Yerusalem.

B. Subyek: membangun rumah Allah dengan menolak ketawarhatian dan kesukaan kita.

C. Latar belakang: Selama tahun-tahun pembangunan kembali bait kudus dihentikan, bani Israel mulai membangun rumah-rumah yang indah untuk diri mereka sendiri dan perlahan-lahan melupakan pembangunan bait kudus. Lebih jauh lagi, perlawanan musuh dan rintangan terus bertambah, pemusnahan dan kekeringan mengikuti wabah atas tanah itu. Oleh kaena itu, umat Israel menyimpulkan bahwa waktu untuk membangun rumah Yehova belum tiba (Hag. 1:2, 4, 6, 10). Dalam keadaan yang demikian nabi hagai dan Zakharia dibangkitkan untuk menyampaikan firman Allah dan memberi semangat kepada bangsa Israel yang telah kembali untuk menyelesaikan pekerjaan pembangunan kembali bait kudus Allah.

D. Pemikiran sentral: 1) Di dalam kehidupan dan pelayanan mereka, kaum imani harus selalu meletakkan Allah di tempat yang pertama. 2) Anda harus "Carilah dahulu kerajaan dan kebenaranNya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu" (Mat. 6:33). 3) "Karena itu saudara-saudaraku yang kekasih, berdirilah teguh, jangan goyah, giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan, karena engkau tahu bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan, jerih payahmu tidak sia-sia: (1 Kor. 15:58).

E. Sketsa umum: Allah menegur umat melalui Hagai, memberitahu mereka untuk mempertimbangkan jalan-jalan mereka karena bahaya dan kesengsaraan yang telah datang kepada mereka, agar tidak membiarkan rumah itu terbengkalai, tetapi pergi ke atas gunung, membawa kayu dan membangun rumah Allah. Maka, Zerubabel anak Zealtiel, dan Yosua anak Yozadak, imam besar, dengan semua sisa Isreael, mentaati suara Yehova Allah mereka (Hag. 1:2).

Kemudian Allah berbicara melalui nabi Hagai untuk memberi semangat kepada umat itu agar menjadi kuat dan bekerja bagi kelengkapan pembangunan kembali rumah Allah. "Tetapi sekarang, kuatkanlah hatimu, hai Zerubabel, demikianlah firman TUHAN; kuatkanlah hatimu, hai Yosua bin Yozadak, imam besar, kuatkanlah hatimu, hai segala rakyat negeri, demikianlah firman TUHAN; bekerjalah, sebab Aku ini menyertai kamu, demikianlah firman TUHAN semesta alam" (Hag. 2:4).

F. Bagaian-bagian: 1) pengganjaran dan pemberian semangat bagi umat yang malas, dan egois (ps. 1), 2) nubuat tentang bait kudus di jaman yang akan datang (2:1-9), 3) peringatan karena pelanggaran-pelanggaran umat (2:10-19), dan 4) janji tentang Mesias (2:20-23).

XI. ZAKHARIA

A. Penulis, tempat, dan waktu: Zakharia, anak Berekhya, anak Ido (Zak. 1:1), lahir di tanah penawanan; ia kembali ke kampung halamannya dengan Zerubabel. Ido adalah salah seorang dari antara kelompok imam yang pertama kembali (Neh. 12:4, 16); maka, Zakharia adalah seorang nabi dan seorang imam (Zak. 7:3-4), seperti Yeremia dan Yehezkiel.

Ido berarti "suatu waktu yang ditentukan/ditunjuk," Berekhya berarti "berkat dari Yehova," Zakharia berarti "Yehova mengingat." Tiga nama ini dijadikan satu berarti "pada waktu yang ditentukan Yehova memberkati dan mngingat." Pada suatu hari yang ditentukan/ditunjuk, Allah akan memberkati dan mengingat umatNya. Kitab ini ditulis di Yehuda sekitar tahun 520 SM.

B. Subyek: pentingnya Kristus di dalam pemulihan pembangunan Allah.

C. Latar belakang: Hagai dan Zakharia adalah nabi-nabi yang sejaman, setelah kembali dari penawanan. Mereka mengucapkan nubuat yang sama dalam keadaan yang sama, untuk menguatkan Zerubabel, Yosua, dan umat tanah itu bagi pekerjaan pembangunan kembali, dan pada waktu yang sama kedua nabi itu memberi mereka pengharapan akan pemulihan dan kemuliaan yang akan datang.

D. Pemikiran sentral: kasih dan pemeliharaan Allah terhadap umatNya yang menjamin bahwa Dia akan memberkati dan mengingat mereka pada waktu yang telah ditunjuk/ditentukan.

E. Sketsa umum: Agar Zakharia dapat menguatkan pekerjaan pembangunan kembali bait kudus dengan meramalkan keberhasilannya, Allah memberinya satu kumpulan tentang delapan penglihatan dalam permulaan dari nubuat-nubuat di dalam kitab Zakharia.

Penglihatan yang pertama memperlihatkan bahwa Allah akan mengaruniakan rahmat-rahmatNya agar rumahNya dapat dibangun kembali. Penglihatan kedua memperlihatkan tentang alat yang dipakai oleh Allah untuk memukul musuh-musuh Israel. Penglihatan ketiga memperlihatkan bahwa Kristus, sang Pengutus, Yang diutus, akan memilih Yerusalem dan tinggal di tengah-tengahnya. Dalam penglihatan yang keempat, Allah membangkitkan Kristus sebagai Tunas hayat dan batu dengan tujuh Roh Allah (tujuh mata 4:10; Why. 5:6), dan menghakimi (memahat) Dia di atas salib agar Dia dapat menghapuskan kejahatan Israel. Tunas hayat, Kristus, yang dipenuhi oleh Roh Allah, juga menjadi jubah-jubah pesta yang dikenakan kepada mereka sebagai kebenaran mereka agar mereka dapat hidup di hadirat Allah. Penglihatan kelima memperlihatkan bahwa Israel yang ditahirkan akan bercahaya seperti suatu kaki dian di antara bangsa-bangsa. Di dalam penglihatan ini dua pohon zaitun itu, di satu pihak melambangkan Yosua dan Zerubabel yang membangun bait kudus dan memulihkan kesaksian Allah oleh Roh Yehova; di pihak lain, pohon zaitun itu menunjukkan dua saksi di dalam Wahyu 11 yang memberitakan firman dengan dipenuhi dengan Roh itu. Penglihatan ini juga memperlihatkan bahwa Kristus adalah batu penjuru bagi pembangunan bait Allah. Penglihatan keenam memperlihatkan bahwa Allah hendak membasuh umatNya dengan hukum dan kebenaranNya. Penglihatan ketujuh memperlihatkan bahwa umat itu perlu mengembalikan semua barang Babilonia ke Babel. Penglihatan kedelapan memperlihatkan bahwa bangsa-bangsa itu akan dihakimi dan penghakiman ini akan membuat mereka datang dan membangun bait Allah.

Zakharia juga menubuatkan aspek-aspek yang berbeda-beda tentang dua kedatangan Kristus (9:9-10; 11:12-13; 12:1-14; 13:1, 6, 7; 14:2-5, 12-15).

F. Bagian-bagian: 1) berita selama pembangunan bait itu (ps. 1 8) dan 2) berita setelah pembangunan bait itu (ps. 9 14).

XII. MALEAKHI

A. Penulis, tempat, dan waktu: Maleakhi, namanya berarti "utusanku," adalah nabi yang terakhir. Ia bernubuat di Yerusalem sekitar tahun 434 SM.

B. Subyek: Jaman hukum Taurat Perjanjian Lama berakhir dengan suatu kutukan, sedangkan jaman kasih karunia Perjanjian Baru diawali dengan perkenalan akan Kristus.

C. Latar belakang: Pertama, selama waktu itu, bait kudus telah dibangun kembali dan persembahan korban-korban telah dipulihkan (Mal. 1:6-10); kedua, semangat para imam dalam pelayanan terhadap lt laun telah menurun (bandingkan Mal. 1:6 dengan Neh. 13:4); ketigaat itu telah mengabaikan untuk membawa persembahan persepuluhan mereka ke rumah perbendaharaan (bandingkan Mal. 3:8 dengan Neh. 13:10-12); keempat, umat itu telah menikahi perempuan-perempuan kafir (bandingkan Mal. 2:11 dengan Neh. 13:23-25); dan kelima, penggenapan mula-mula dari nubuat di dalam Maleakhi 3:1-5 mungkin mula-mula mengacu kepada Maleakhi dan Nehemia.

D. Pemikiran sentral: Mengingat kasih Allah, bertobat dari dosa-dosamu, berpaling kepadaNya, dan memandang kepada kedatangan Tuhan.

E. Sketsa umum: Maleakhi mencela dan memperingatkan umat Israel karena kejahatan-kejahatan mereka setelah pembangunan kembali bait kudus dan kota kudus. Kemudian ia meramalakan kedatangan nabi Elia dan Yohanes Pembaptis. Akhirnya, ia meramalkan tentang kedatangan Kristus yang kedua kali.

F. Bagian-bagian: 1) semangat Allah terhadap Israel (1;1-5), 2) pengganjaran Allah atas kejahatan-kejahatan para imam (1:6 2:9), 3) pengganjaran Allah atas kejahatan-kejahatan umat itu (2:10-17; 3:7-15), dan 4) penyataan Allah akan hari Yehova (3:1-6, 16-18; 4:1-6).

KESIMPULAN

Berita Maleakhi mengakhiri jaman hukum Taurat Perjanjian Lama dan memperkenalkan utusan yang paling besar, utusan perjanjian (Mal. 3:1), Tuhan Yesus yang memberi kasih karunia. Tetapi ia hanya dapat memperkenalkan Tuhan Yesus tidak dapat membawa Dia masuk. Oleh karena itu, perkataan keimpulannya masih tentang kutukan (4:6), yang merupakan hasil dari jaman hukum Taurat yang sulit.

Di antara kitab Maleakhi dan Injil Matius ada suatu ruang dan kesunyian sekitar empat abad. Tetapi, para pembaca Alkitab dapat melihat, bahwa ada suatu hubungan dan kesesuaian yang menakjubkan yang ada di antara kedua kitab itu. Hal-hal yang disebutkan pada akhir ktab Maleakhi itu juga ada pada permulaan kitab Matius Utusan perjanjian dan peloporNya (3:1; 4:2, 5; Mat. 1 3).