KITAB-KITAB NUBUAT (1)--- NABI-NABI BESAR YESAYA SAMPAI DANIEL
Pembacaan Alkitab
Yes. 1:1-2; 4:2; 7:14; 11:1-10; Yer. 9:23-24; 15:15;
17:9; 23:5; 25:11; Rat. 1:1-3; 2:1; 3:22-26; 4:1-2;
5:19-21; Yeh. 3:26-27; 18:30-32; Yeh. 36:22-27;
Dan. 1:8; 2:16-21; 3:16-18; 6:19-23; 12:13.
Garis Besar
I. Yesaya
A. Penulis, tempat, dan waktu
B. Subyek
C. Latar belakang
D. Pemikiran sentral
E. Sketsa umum
F. Bagian-bagian
II. Yeremia (A sampai F)
III. Ratapan (A sampai F)
IV. Yehezkiel (A sampai F)
V. Daniel (A sampai F)
I. YESAYA
A. Penulis, Tempat, dan Waktu
Kitab Yesaya dinamai menurut nama pengarangnya. Semua kitab nabi yang lain juga dinamai menurut cara ini. [Yesaya berarti "Yehova yang menyelamatkan." Yesaya putra Amoz (Yes. 1:1) sejaman dengan Amos dan Hosea, para nabi di kerajaan Israel, dan Mikha, nabi di kerajaan Yehuda. Ministri nubuatNya berakhir paling lama; ia bernubuat di bawah pemerintahan empat raja: Uzia, Yotam, Ahaz, dan Hizkia (1:1). Istrinya adalah seorang nabiah (8:3), dan ia sedikitnya mempunyai dua orang putra: Syear Yasyub (yang berarti, "seorang yang tersisa akan kembali") dan Maher-Syalal Hasy-Bas (yang berarti "merampas dengan cepat, mangsa yang tergopoh-gopoh") (7:3; 8:3). Ia adalah seorang ahli sejarah (2 Taw 26:22; 32:32). Menurut tradisi yang dapat dipercaya di antara orang-orang Yahudi dan beberapa tulisan para guru abad yang kedua, ia menderita mati martir selama pemerintahan Manasye (2 Raj. 21:16; 24:4; cf. Kis. 7:52) dengan digergaji secara terpisah. Ibrani 2:13b memperlihatkan bahwa (ia) Yesaya dan anak-anak yang Allah berikan kepadanya (Yes. 8:18) melambangkan Kristus dan kaum imani yang Allah berikan kepadanya.]
Kitab Yesaya ditulis di Yerusalem dari kira-kira tahun 760 sampai 698 SM.
B. Subyek
Subyeknya adalah [penyelamatan Yehova melalui inkarnasi, kematian, kebangkitan, kenaikan, dan kedatangan Kristus.]
C. Latar belakang
Israel, umat Allah, memberontak terhadap Allah. Mereka tidak mengenal Yehova dan telah menjadi penuh dengan kejahatan-kejahatan dan kebinasaan. Yehova perlu mengganjar umatNya. Pertama Allah menubuatkan tentang pengganjaranNya, kemudian Dia menyewa bangsa-bangsa untuk mengganjar mereka. Tetapi, bangsa-bangsa itu melampaui batas dalam melaksanakan maksud Allah; maka, Dia juga menubuatkan tentang penghakimanNya atas bangsa-bangsa. Kemudian Allah menyatakan kedambaan ultimaNya---pengganjaranNya atas Israel dan penghakimanNya atas bangsa-bangsa itu akan membawa masuk manusia-Allah, Kristus, dan menghasilkan pemulihan bangsa Israel.
D. Pemikiran Sentral
Kristus adalah Allah yang berinkarnasi dalam keinsanian untuk menjadi Juruselamat manusia, agar semua ciptaan semesta Allah, yang telah jatuh, dapat dipulihkan dan terampungkan di dalam langit baru dan bumi baru sampai selamanya.
E. Sketsa Umum
Hubungan Allah dengan umat kekasihNya dalam kasih dan penghakiman kebenaranNya atas bangsa-bangsa membawa masuk Kristus, Juruselamat (43:3; 49:26), yang adalah Allah (9:6) yang berinkarnasi menjadi seorang manusia (7:14), memiliki sifat ilahi dan insani (4:2), hidup di atas bumi (53:2-3; 42:1-4), tersalib (53:7-10a, 12), bangkit (53:10b-11), naik (52:13), dan datang (40:10; 64:1) untuk memenuhi keperluan umat Allah dan bangsa-bangsa (9:1-7; 49:6) di dalam keselamatan almuhit Allah (12:2-3), agar pemulihan segala sesuatu (2:2-5; 11:6-9; 35:1-10; 30:26) dapat dibawa masuk, yang akan terampungkan di dalam langit baru dan bumi baru sampai selama-lamanya (65:17). Maka, isi kitab Yesaya meliputi seluruh ekonomi Allah Perjanjian Baru; dari inkarnasi sampai langit baru dan bumi baru, dengan latar belakang Perjanjian Lama tentang hubunga Allah denga Israel dan penghakimannya atas bangsa-bangsa.
F. Bagian-bagian
1) Keselamatan Allah terhadap umatNya dan bangsa-bangsa (psl. 1---12), 2) Penghakiman Yehova atas bangsa-bangsa (psl. 13---23), 3) Hasil dari penanggulanga Allah atas umat kekasihNya Israel (psl. 24---35), 4) suatu teladan tentang mencari Yehova dan bersandar di dalamNya (psl. 36---39), dan 5) Hamba Yehova dan keselamatan yang dibawa masuk olehNya (psl. 40---66).
II. YEREMIA
A. Penulis, Tempat, dan Waktu
[Yeremia, putra imam Hilkia, lahir di Anatot (Yer. 1:1). Ia lahir sebagai seorang imam dan disebut seorang nabi di dalam tahun ketigabelas Raja Yosia. Ia berbicara bagi Tuhan sampai penawanan Israel (Yer. 1:2-3, 5-7). Di antara semua nabi, ia adalah seorang yang paling menderita penganiayaan. Kecuali beberapa raja, pemimpin-pemimpin, para imam, dan umat, setiap orang melawannya dan membencinya. Ada nabi-nabi palsu, yang mengaku berbicara di dalam nama Allah, menyangkal dan membantah nubuatnya. Akhirnya Asaria dan Yohanan dan orang-orang yang dekat ke Mesir memaksanya untuk pergi ke Mesir (Yer. 43:2-7).]
B. Subyek
Subyeknya adalah penyelamatan Yehova melalui Kristus, sang Tunas kebenaran, yang melayani menurut suatu perjanjian baru.
C. Latar belakang
Raja-raja dan umat Israel telah melakukan dosa-dosa dan penuh dengan kejahatan; mereka menyembah berhala, menolak firman Allah, dan tak terkendali sama sekali. Yeremia bernubuat bahwa mereka perlu bertobat dan kembali kepada Yehova, kalau tidak, mereka akan dibawa ke dalam penawanan dan bangsa mereka akan dihancurkan.
D. Pemikiran Sentral
Penghakiman Allah atas dosa adalah mutlak. KasihNya dan kesetiaanNya juga pasti dan kekal. Orang-orang yang tersesat harus bertobat dan datang kembali ke ribaanNya.
E. Sketsa Umum
Yehova menegor raja-raja dan umat karena dosa-dosa mereka. Mereka telah meninggalkan Allah dan tidak mentaati firmanNya (2:13; 9:13). Mereka menyembah berhala dan melakukan perjinahan (1:16; 11:13). Mereka juga mengatakan kebohongan-kebohongan, menipu orang lain, dan melakukan kejahatan (9:3, 5; 11:10). Raja-raja menceraiberaikan umat Allah dan tidak memperhatikan mereka. [Di satu pihak, Yeremia menegor raja-raja dan umat itu karena dosa-dosa mereka dan menghendaki mereka bertobat; di pihak lain, ia memperingatkan mereka bahwa mereka akan dibawa ke dalam penawanan, sehingga bangsa mereka dihancurkan, dan bahwa kota-kota Yehuda dan Yerusalem akan menjadi sepi/sunyi.]
F. Bagian-bagian
1) Panggilan dan tugas nabi (ps. 1), 2) Nabi di Yehuda sebelum kejatuhan Yrusalem (psl. 2---38), 3) kejatuhan Yerusalem (ps. 39), 4) Nabi di Yehuda setelah penawanan (psl. 40---43:7), 5) Nabi di Mesir (psl. 43:8---51), dan 6) kesimpulan (ps. 52).
III. RATAPAN
A. Penulis, Tempat, dan Waktu
Penulis Ratapan juga adalah Yeremia. Kitab ini adalah satu bagian dari kitab Yeremia, dan pada suatu saat disebut "Kitab Yeremia yang Kedua." Menurut tradisi orang Yahudi dan para penterjemah Septuagint, kita ini ditulis oleh nabi setelah penghancuran akhir Yerusalem oleh Nebukadnezar. Ini berarti bahwa kitab itu ditulis kira-kira tahun 588 SM.
Kitab ini mungkin sekali ditulis di Yerusalem. Di luar kota, yang menghadap Golgota (juga disebut Calvary), ada suatu gua yang tersembunyi yang disebut gua Yeremia. Di dalam kitab ini dikatakan bahwa nabi biasa duduk di sana untuk meratap karena kota yang sepi itu, dan bahwa ada di sana sewaktu ia menuliskan catatan ratapan di dalam kitab ini.
B. Subyek
Subyeknya adalah pertobatan dari dosa membawa masuk penghakiman Allah yang benar yang menghasilkan penyelamatan dan pemulihan rahmatNya.
C. Latar belakang
Yerusalem jatuh dan umat itu tertawan. Semua peringatan Yeremia terpenuhi. Tetapi karena ia mengasihi Alah dan umatNya, Yeremia tidak rela melihat kejatuhan Israel dan kehilangan kemuliaan Allah karena kemerosotan umat Israel. Sehingga Yeremia menulis Ratapan dan meratap untuk mereka.
D. Pemikiran Sentral
Pemikiran sentralnya adalah penderitaan dan malapetaka-malapetaka yang dibawa oleh dosa, dan rahmat serta kebaikan Yehova masih tetap terhadap anak-anakNya bahkan sewaktu Dia murka.
E. Sketsa Umum
Ratapan, terdiri dari lima pasal yaitu lima nyanyian, dapat dibagi ke dalam lima bagian: penderitaan, ratapan, harapan, pengakuan, dan doa. Kecuali kelima nyanyian ini, setiap nyanyian pertama membicarakan tentang pengrusakkan Yerusalem yang tragis dan penghakiman kebenaran Allah yang hebat. "Ah, betapa terpencilnya kota itu, yang dahulu ramai! Laksana seorang jandalah ia, yang dahulu agung di antara bangsa-bangsa " (1:1). "Ah, betapa Tuhan menyelubungi puteri Sion dengan awan dalam murkaNya! Keagungan Israel dilemparkanNya dari langit ke bumi " (2:1). "TUHANlah yang benar, karena aku telah memberontak terhadap firmanNya" (1:18). "Mataku kusam dengan air mata, remuk redam hatiku; hancur habis hatiku karena keruntuhan puteri bangsaku" (2:11). "Bawalah kami kembali kepadaMu, ya, TUHAN, maka kami akan kembali, baharuilah hari-hari kami seperti dahulu kala! (5:21).
F. Bagian-bagian
1) Penderitaan (ps. 1), 2) ratapan (ps. 2), 3) harapan (ps. 3), 4) pengakuan (ps. 4), 5) doa (ps. 5)
IV. YEHEZKIEL
A. Penulis, Tempat, dan Waktu
Yehezkiel, putra Buzi, adalah seorang imam (Yeh. 1:3). Namanya berarti "Allah menguatkan" atau "Allah adalah kekuatan." Pekerjaan nubuatannya dilaksanakan di Babilonia, dari tahun 595 SM sampai 574 SM.
B. Subyek
Subyeknya adalah pemulihan rohani umat Allah dengan dibangkitkan di dalam roh untuk dibangunkan ke dalam ekspresi penuh Allah.
C. Latar belakang
Umat Allah dihakimi karena dosa-dosa mereka dan dibawa ke dalam penawanan, tetapi ALlah masih mengasihi mereka dan mempunyai rahmat atas mereka. Dia ingin memulihkan mereka dan membawa mereka kembali untuk membangunkan kembali bait dan kota kudus, Yerusalem. [Yehezkiel dengan keras menegor para pemimpin dan umat Israel karena menjauhi Allah, menyembah berhala, melakukan perjinahan-perjinahan, dan melakukan segala jenis kejahatan. Ia mengirimkan firman Allah kepada anak-anak Israel yang ada di dalam penawanan (Yeh. 3:10-11); ia melanjutkan dan mengkonfirmasi apa yang dikatakan oleh Yeremia (Yer. 29:1-14), dengan sungguh-sungguh memberitahukan kepada mereka bahwa sebelum mereka dapat kembali ke Yerusalem mereka perlu berpaling kepada Yehova, Allah mereka. Meskipun sangat sulit pada awalnya dan meskipun ia bertemu dengan lawan yang besar (Yeh. 3:7-9), akhirnya orang-orang yang di dalam penawanan itu membenci berhala-berhala, memalingkan hati mereka kepada Allah, dan kembali ke tanah mereka setelah tujuh puluh tahun. Ini pasti hasil dari pekerjaan nabi Yehezkiel.
D. Pemikiran Sentral
Allah itu adil terhadap umatNya; Dia tidak dapat bertoleransi dengan dosa, dan Dia harus menghakiminya. Namun, Dia juga penuh kasih terhadap mereka, Dia mengharapkan agar mereka mau bertobat dan kembali kepadaNya, agar Dia dapat menerimanya dan mencurahkan kasih karuniaNya kepada mereka.
E. Sketsa Umum
Yehezkiel melihat penglihatan-penglihatan di tanah penawanan mengenai pemulihan rohani umat Allah yang ditandai oleh angin, awan, api dan kilat (ps. 1). Allah membangkitrkan umatNya dan memberi mereka satu hati yang baru dan satu roh yang baru (ps. 36). Umat Allah, seperti tulang-tulang kering, dibangkitkan dan dibentuk menjadi pasukan Allah (ps. 37). Kemudian, Yehezkiel mewahyukan pembagunan kembali kota kudus dan bait kudus (ps. 40---48). Ada empat puluh delapan pasal di dalam kitab Yehezkiel. Pada akhirnya Allah mendapatkan satu bait kudus dan satu kota kudus di tanah kudus. Bait kudus adalah untuk kehadiran Allah, persekutuan dan pelayana, sedangkan kota kudus adalah untuk pengaturan, administrasi dan pemerintahan Allah. Pembangunan kota kudus dan bait kudus adalah hasil dari kenikmatan akan Allah oleh umatNya dalam penghidupan mereka di tanah kudus. Ketika umat Allah memiliki kelimpahan dan kepenuhan kenikmatan akan Allah, Dia mendapatkan suatu ekspresi dalam kepenuhan, rumah Allah dan kota Allah dari mereka.Di sini Allah dapat bersekutu dengan manusia dan memerintah melalui manusia; manusia dapat menikmati Allah dan Allah juga dapat menikmati manusia. Manusia dapat dipenuhi sampai pada puncaknya dengan Allah dan dapat mengekspresikan Allah.
F. Bagian-bagian
1) Manifestasi kemuliaan Yehova (ps. 1---3), 2) kepergian kemulian Yehova (ps. 4---24), 3) kemiliaan Yehova dalam menanggulangi bangsa-bangsa (ps. 25---32), dan 4) kembalinya kemuliaan Yehova (ps. 33---48).
V. DANIEL
A. Penulis, Tempat, dan Waktu
Daniel adalah keturunan Yehuda (1:6). Namanya berarti "Allah adalah Hakim." Kitab ini mencakup hampir tujuh puluh tahun, dari tahun 607 SM sampai 534 SM.
B. Subyek
Subyeknya adalah penghakiman dan pengrusakkan akan Setan dan kerajaan-kerajaan dunia membawa masuk Kristus dan kerajaan Allah.
C. Latar belakang
[Di dalam tahun ketiga dari pemerintahan raja Yoyakim raja Yehuda, raja Babel, Nebukadnezar datang ke Yerusalem dan membawa Daniel dan ketiga temannya (Dan. 1:1-6). Mereka terpilih untuk diajar di dalam istana dan dipersiapkan untuk melayani raja, karena mereka sangat disayangi, ahli dalam segala hikmat, dan dikaruniai pengetahuan dan pengertian akan ilmu pengetahuan.
Tetapi Daniel berketetapan dalam hatinya bahwa ia tidak akan mencemari dirinya sendiri dengan porsi makanan raja, ataupun dengan anggur yang raja minum: ia meminta kepada pegawai istana supaya ia tak usah menajiskan dirinya sendiri. Daniel meminta agar mereka diuji selama sepuluh hari dengan hanya memberikan sayur-sayuran untuk makan dan air untuk minum, setelah itu perawakan mereka akan dibandingkan. Pada akhir sepuluh hari itu, perawakan mereka kelihatan lebih baik dan lebih gemuk dalam daging dari pada yang lainnya. Maka, pegawai istana itu mengijinkan mereka hanya mengambil sayur-sayuran dan air saja (Dan. 1:8-16).
Pada waktu itu umat Allah tertawan, rumah Allah dihancurkan, dan perkakas-perkakas rumah itu diambil ke rumah allah-allah palsu (Dan. 1:2; 2Taw. 36:7). Kekuasaan dan kemuliaan Allah di bumi telah sirna seluruhnya. Umat itu berada di bawah pemerintahan raja Babel dan dihubungkan dengan roh-roh najis, karena makanan yang mereka makan dan minuman yang mereka minum, telah dipersembahkan kepada roh-roh najis, telah tercemar dan tidak tahir. Dalam waktu demikian, Allah mendapatkan Daniel dan ketiga temannya, beberapa orang yang menjaga kekuasaan dan kemuliaan Allah. Mereka menyatakan bahwa, dengan mencegah makan makanan raja dan minum minuman raja, mereka tidak akan tercemar. Maka, mereka adalah pemenang-pemenang di dalam penawanan. ]
Karena Daniel adalah orang yang demikian, ia dapat berdoa bagi kota kudus dan bait kudus Allah sampai keduanya dipulihkan. Dia adalah seorang manusia Allah yang mengalihkan jaman penawanan ke jaman pemulihan. Ia juga dapat menafsirkan mimpi-mimpi dan melihat visi-visi. Semua orang muda harus mengambil Daniel dan ketiga temannya sebagai teladan.
D. Pemikiran Sentral
Allah yang Mahatinggi adalah sang Penguasa langit dan bumi dan adalah Hakim yang tertinggi. "Mengakui, bahwa Yang Mahatinggi berkuasa atas kerajaan manusia" (4:25). Oleh karena itu, Dia adalah Yang memerintah atas bangsa-bangsa yang bangkit dan yang jatuh, Dia adalah Yang memberikan kerajaan kepada siapa saja yang Dia kehendaki (4:17). Dia mengatur kedudukan dan pekerjaan hamba-hambaNya yang setia. Dia menganugerahkan karunia-karunia yang di luar dan hikmat kepada mereka, dan akhirnya Dialah Yang melindungi mereka dan memberikan damai sejahtera kepada mereka selama mereka menderita dan teraniaya.
Dia menghakimi pemberontakan Yehuda, kecongkakan Nebukadnezar, dan penghujatan Belsyazar. Dia juga menghakim Setan, hamba-hambanya dan bangsa-bangsa. Akhirnya, Dialah yang membawa masuk kerajaan Allah untuk menggantikan semua kerajaan dunia. Haleluya!
E. Sketsa Umum
Pasal satu memberikan satu pembukaan dan sejarah Daniel dan ketiga temannya. Pasal dua memberitahu kita kunci untuk seluruh kitab ini---mimpi Nebukadnezar tentang patung besar. Daniel menafsirkan patung ini sebagai nubuat mengenai bangsa-bangsa---Babilonia, Media-Persia, Yunani, dan Kekaisaran Roma, yang menjadi dua bagian dan akan menjadi sepuluh bangsa di masa yang akan datang. Kerajaan Allah akan datang dari sorga untuk memukul kerajaan-kerajaan dunia menjadi berkeping-keping dan memenuhi seluruh bumi. Pasal tiga dan empat memberitahu kita bahwa Nebukadnezar sombong dan dihakimi. Pasal lima memberitahu kita bahwa putranya, Raja Belsyazar, menghujat Allah dan dihukum. Belsyazar mati dan kerajaannya berpaling kepada Media dan Persia. Pasal enam memberitahu kita bahwa Daniel menentang keputusan Raja Darius dan terus menyembah Allah dalam doa. Ia dilemparkan ke gua singa. Allah menyelamatkanNya dari mulut singa. Pasal tujuh sampai duabelas memberitahu kita tentang penglihatan-penglihatan yang Daniel lihat---empat binatang, sepuluh tanduk, tanduk kecil, Waktu Purbakala, Anak Manusia, domba jantan, kambing jantan, tanduk besar, empat tanduk yang menari perhatian, tanduk kecil, tujuh puluh minggu, dan seterusnya.
[Daniel memprediksikan bahwa Kristus akan disingkirkan empat ratus delapan puluh tiga tahun (yaitu, enam puluh sembilan minggu) setelah hasil dari keputusan pembangunan kembali Yerusalem (Dan. 9:25-26); bahwa Dia akan menerima kerajaanNya dan datang kembali (7:13-14); dan pada kedatanganNya kembali Dia akan menjadi sebuah batu yang dilemparkan tanpa perbuatan tangan manusia, yang akan menjadi sebuah gunung yang besar (kerajaan) dan akan memenuhi seluruh bumi (2:34-35). Daniel juga menubuatkan bahwa dalam kebangkitan pada masa yang akan datang, ada beberapa orang yang akan menerima hayat kekal dan yang lainnya akan menerima penghukuman kekal (Dan. 12:2; Yoh. 5:28-29); Mereka yang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala; dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya (Dan. 12:2-3; Mat. 13:43).]
Setelah Daniel menyelesaikan pekerjaannya dengan setia, ia minta untuk beristirahat dan menantikan kebangkitan, pengangkatan, dan pahala. Kita semua harus seperti Daniel menerima pahala yang sama.
F. Bagian-bagian
1) Sejarah mengenai Daniel, Nebukadnezar, Belsyazar, dan Darius (ps. 1---6) dan 2) nubuat-nubuat menurut penglihatan-penglihatan yang Daniel lihat (ps. 7---12).