← Daftar isi Sikap Kita terhadap Alkitab Cara untuk Menikmati Alkitab – dengan Membiarkan Firman Kristus Diam DI dalam Kita dengan Segala Kekayaannya · bab 2/24

PENULISAN ALKITAB (1)

Pembacaan Alkitab

2 Tim. 3:16; Yun. 6:63; Kej. 11:31; Yes. 19:18; Mrk. 5:41;

15:34; Gal. 1:19; 2:9; Yud. 1; Luk. 24:44; 27.

Garis Besar

I. Sebelum Alkitab ditulis

A. Tanpa tulisan yang mewahyukan Allah

B. Merupakan perintah-perintah yang disampaikan secara lisan

II. Bahasa-bahasa yang digunakan pada zaman purbakala

A. Bahasa-bahasa purbakala

1. Akkadian

2. Tulisan Babilonia mengenai suku Sem

3. Bahasa Kanaan dan bahasa Ibrani

4. Aram

5. Yunani

B. Bahasa-bahasa yang digunakan di dalam Alkitab

1. Ibrani

2. Aram

3. Yunani

III. Penulis-penulis Alkitab dan tempat-tempat di mana Alkitab itu ditulis

A. Perjanjian Lama

B. Perjanjian Baru

IV. Waktu-waktu ketika Alkitab tersebut ditulis

V. Pengenalan tentang otoritas Alkitab

A. Perjanjian Lama

1. Pentateuch Musa

2. Kitab-kitab lain

B. Perjanjian Baru

1. Injil-injil

2. Kitab-kitab lain

Kita mengetahui bahwa Alkitab itu adalah firman Allah. Kita juga mengetahui bahwa Allah tidak menulis suatu buku di surga dan kemudian Dia mengutus seorang malaikat untuk membawanya ke bumi. Bagaimanakah Allah menulis Alkitab? Siapakah yang bisa Dia pakai untuk menulis Alkitab? Mengapa kita mengenal tulisan orang-orang yang menulis Alkitab itu sebagai firman Allah? Pelajaran ini akan menjawab pertanyaan-pertanyaan ini dan akan memberikan kepada kita latar belakang tambahan mengenai Alkitab dan kelengkapannya. Merupakan suatu hal perlu bagi kita untuk mengenal latar belakang dari kitab yang kita cintai ini.

I. SEBELUM ALKITAB DITULIS

A. Tanpa Tulisan Yang Mewahyukan Allah

Di dalam 2500 tahun yang pertama dari sejarah manusia, tidak ada tulisan yang mewahyukan tentang Allah. Hanya ada perintah-perintah yang diucapkan Allah, seperti perintah-perintah-Nya kepada para nenek moyang, termasuk Adam, Habel, Nuh, Abraham, Ishak, dan Yakub. Di dalam Kejadian kita melihat bahwa sebelum Alkitab itu ditulis, Allah sering menampakkan diri kepada para nenek moyang itu dan memberikan kepada mereka perintah-perintah yang diucapkan.

B. Merupakan Perintah-perintah yang Disampaikan secara Lisan

Sebelum Alkitab itu ditulis, meskipun tidak ada tulisan yang mewahyukan tentang Allah, tetapi ada perintah-perintah yang diucapkan turun temurun dari generasi ke generasi melalui nenek moyang. Fakta ini dapat dibuktikan dari batu-batu tertulis yang ditemukan di Mesir dan di Babel. Pada tahun 1901, sebuah pilar hitam ditemukan di Persia yang di atasnya tertulis beberapa hukum-hukum pada zaman purbakala. Ada beberapa dari hukum itu mirip dengan hukum Musa, namun hukum-hukum itu ditulis sekitar lima sampai enam ratus tahun sebelum zaman Musa. Ini membuktikan bahwa sebelum Alkitab itu ditulis, di antara peradaban-peradaban sipil, ada perintah-perintah ucapan Allah yang disampaikan melalui nenek moyang mereka.

II. BAHASA-BAHASA YANG DIGUNAKAN PADA ZAMAN PURBAKALA

A. Bahasa-bahasa Purbakala

Jika kita ingin mengenal bagaimana Alkitab itu ditulis, kita perlu mengenal tentang huruf-huruf dan bahasa-bahasa yang digunakan oleh peradaban-peradaban purbakala itu.

1. Akkadian

Sebelum air bah, tidak diketahui apakah bahasa yang digunakan manusia. Menurut penyelidikan sejarah, bahasa yang paling mula-mula dipakai oleh manusia setelah air bah itu, berasal dari Akkad di sebelah barat laut Babel purbakala yang disebut Akkadian. Tiga istilah, “Adam,” “Eden,” dan “Sabat” di dalam kitab Kejadian pasal dua kemungkinan berasal dari bahasa Akkadian bukan dari bahasa Ibrani. Akkadian adalah garis yang mula-mula. Garis-garis ini kemudian terus sampai bentuk irisan pada kayu. Akhirnya tulisan itu berkembang sampai tulisan-tulisan kuno. Tulisan-tulisan kuno ini dipakai sampai hampir selama dua ribu tahun sebelum Kristus, kira-kira pada zaman Abraham.

2. Tulisan Babel dari Suku Sem

Dari kira-kira dua ribu tahun sebelum Kristus, tulisan Babel dari suku Sem menggantikan Akkadian. Kita percaya bahwa tulisan itu adalah sumber dari bahasa Aram yang datang kemudian setelah itu. Tulisan semacam ini telah digunakan sampai hampir selama enam ratus tahun sebelum Kristus, pada zaman Nebukadnezar memerintah di Babel.

3. Bahasa Kanaan dan Bahasa Ibrani

Ur-Kasdim adalah tempat kediaman asal Abraham (Kej. 11:31); tempat itu berada di Babel. Orang-orang di sana adalah keturunan dari suku Sem, dan bahasa yang mereka pakai adalah bahasa Babel. Ketika Abraham dipanggil oleh Allah masuk ke tanah Kanaan, semua ahli sejarah menyetujui bahwa Abraham akan secara alami melepaskan bahasa Babelnya yaitu bahasa Sem dan memakai bahasa lokal yaitu bahasa Kanaan. Bahasa Kanaan ini mungkin kemudian yang menjadi bahasa Ibrani, atau satu bagian dari bahasa tersebut. Ada beberapa orang yang telah menggunakan “bahasa Kanaan” ini di dalam Yesaya 19:18 untuk mengartikan bahasa yang dipakai oleh umat Israel, keturunan Abraham. Para ahli sejarah telah mendalilkan bahwa sebagian besar dari bahasa Ibrani dikembangkan dari bahasa Kanaan ini.

4. Aram

Kira-kira enam ratus tahun sebelum Kristus datang, umat Israel ditawan oleh orang-orang Babel ke Babel. Mereka tinggal di sana untuk jangka waktu yang lama. Maka dengan spontan, mereka melepaskan bahasa Ibrani dan mengadopsi bahasa lokal Aram, yang adalah bahasa lokal orang Kasdim. Setelah mereka kembali dari penawanan, sejarah memberi tahu kita bahwa mereka masih menggunakan bahasa Aram itu. Pada zaman Tuhan Yesus, orang-orang Roma telah merusak tanah Israel. Meskipun bahasa Yunani secara umum digunakan di seluruh Kekaisaran Roma, tetapi orang-orang Yahudi tetap masih menggunakan bahasa Aram mereka sendiri. Hanya guru-guru yang mengucapkan dan membaca Kitab Suci dalam bahasa Ibrani di sinagoge-sinagoge. Jika ada beberapa orang di sinagoge itu yang tidak memahami bahasa Ibrani, perlu ada orang yang menterjemahkannya ke dalam bahasa Aram.

Banyak ahli sejarah yang telah mendalilkan bahwa bahasa yang digunakan oleh Tuhan Yesus untuk berbicara dengan murid-murid-Nya setiap hari mungkin adalah bahasa Aram, bukan Ibrani. Perkataan-perkataan yang Tuhan katakan di dalam Markus 5:41, “Talita kum,” dan di dalam Markus 15:34, “Eloi, Eloi, lema sabakhtani,” semua adalah bahasa Aram.

5. Yunani

Setelah Kekaisaran Roma menaklukan negeri-negeri sekeliling Laut Mediterania dan menyebarkan kedudayaan Yunani di mana-mana, bahasa Yunani menjadi bahasa daerah yang umum yang digunakan oleh semua orang pada waktu itu di Kekaisaran Roma.

Semua bahasa ini secara langsung atau tidak langsung berhubungan dengan penyelesaian Alkitab.

B. Bahasa-bahasa yang Digunakan di dalam Alkitab

1. Ibrani

Bagian utama dari Perjanjian Lama ditulis di dalam bahasa Ibrani.

2. Aram

Di dalam Perjanjian Lama, ada empat bagian yang ditulis di dalam bahasa Aram. Empat bagian itu adalah Yeremia 10:11, Daniel 2:4—7:28, Ezra 4:8—6:18, dan 7:12-26. Keempat bagian ini benar-benar berhubungan dengan orang Aram (yaitu, Babel). Itulah sebabnya mengapa Alkitab menggunakan bahasa Aram menggantikan bahasa Ibrani.

3. Yunani

Seluruh Perjanjian Baru ditulis di dalam bahasa Yunani. Ada beberapa kalimat di dalam Perjanjian Baru yang ditulis dalam bahasa Aram. Kalimat-kalimat itu adalah yang telah disebutkan yaitu, “Talita kum,” dan “Eloi, Eloi, lema sabakhtani.”

III. PENULIS-PENULIS ALKITAB DAN TEMPAT DI MANA ALKITAB ITU DITULIS

A. Perjanjian Lama

Pentateuch Musa—Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan—ditulis oleh Musa. Musa dibangunkan di dalam istana. Dia adalah seorang yang berpendidikan, seorang politikus, dan seorang pemimpin militer. Menurut dunia, dia juga seorang pemimpin agama. Pentateuch ditulis oleh Musa di Gunung Sinai dan di padang belantara.

Kitab Yosua ditulis oleh Yosua. Dia adalah seorang pemimpin militer dan seorang politikus. Dia kebanyakan menulis kitab ini di Kanaan dan sebagian kecil lagi di dataran Moab.

Ada banyak anggapan tentang keotoritasan dari Hakim-hakim, dan Hakim-hakim itu sulit untuk dibuktikan. Tetapi banyak pengarang-pengarang yang telah mendalilkan bahwa Hakim-hakim itu ditulis oleh Samuel.

Kitab Rut adalah sambungan dari kitab Hakim-hakim dan kitab berikutnya adalah kitab sejarah dan zaman Samuel. Oleh karena itu, kitab Rut kemungkinan besar ditulis oleh Samuel.

Kedua puluh empat pasal pertama dari 1 Samuel kemungkinan ditulis oleh Samuel. Pasal dua puluh lima, ayat 1 mengatakan bahwa Samuel mati. Oleh karena itu, dari pasal dua puluh lima adalah akhir dari 1 Samuel dan seluruh kitab 2 Samuel tentu bukan ditulis olehnya. Satu Tawarikh 29:29 mengatakan bahwa sehubungan dengan riwayat raja Daud, tidak hanya ada catatan Samuel, tetapi juga ada catatan nabi Natan dan nabi Gad. Pelajar-pelajar Alkitab telah menyimpulkan dari ayat ini bahwa catatan-catatan dalam kitab Samuel setelah kematian Samuel pasti dilanjutkan oleh nabi Natan dan nabi Gad.

Mengapa kitab itu disebut 2 Samuel sekalipun kitab itu tidak ditulis oleh Samuel? Ini disebabkan karena kedua kitab ini membentuk satu kelompok di dalam sejarahnya. Oleh karena itu, penulis atau penulis-penulis itu melanjutkan menuliskannya dari 1 Samuel pasal dua puluh lima sampai akhir 2 Samuel. Terlebih lagi, di dalam Perjanjian Lama yang berbahasa Ibrani, kedua kitab Samuel itu adalah satu kitab tunggal, bukan dua kitab. Ini hanya ketika Perjanjian Lama diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani dalam Septuagint sehingga Samuel dibagi ke dalam satu dan dua Samuel, karena kitab itu terlalu panjang dan sulit untuk digulung menjadi satu gulungan kitab.

Samuel adalah seorang nazir yang mengkonsekrasikan dirinya kepada Allah. Dia menjadi seorang imam, dan dia juga menjadi seorang hakim dan seorang nabi. Lagi pula, dia membawa masuk kerajaan. Kitabnya pasti ditulis di Kanaan.

Baik Natan dan Gad keduanya adalah pelihat. Catatan mereka juga ditulis di Kanaan.

Kitab 1 dan 2 Raja-raja merupakan satu kitab di dalam Perjanjian Lama yang berbahasa Ibrani. Kitab-kitab iini dibagi dua oleh Septuagint. Sulit bagi pelajar-pelajar Alkitab untuk memastikan siapakah penulis kitab Raja-raja ini, tetapi ada beberapa yang menganggap bahwa Yeremia adalah penulisnya.

Kitab 1 dan 2 Tawarikh juga merupakan satu kitab di dalam Perjanjian Lama yang berbahasa Ibrani. Kitab ini juga dibagi oleh Septuagint. Kitab ini telah dipastikan secara umum oleh banyak pengarang yaitu bahwa kitab itu ditulis oleh Ezra. Jika kita membandingkan akhir Tawarikh dan permulaan kitab Ezra, kita dapat melihat corak, tata bahasa, dan frasa yang benar-benar mirip dan itu pasti berasal dari penulis yang sama. Oleh karena itu telah dinyatakan bahwa kitab Tawarikh itu ditulis oleh Ezra.

Kitab Ezra tentunya ditulis oleh Ezra. Ezra adalah seorang ahli Taurat dan seorang imam. Dia mengenal hukum-hukum Allah dengan baik dan oleh karena itu dia juga seorang ahli hukum. Kitab-kitabnya ditulis di Yerusalem.

kitab Nehemia tentu ditulis oleh Nehemia. Ezra adalah seorang keturunan Lewi, suku imam. Nehemia adalah seorang keturunan Yehuda, suku raja-raja. Yang satu membereskan agama, dan yang lainnya membereskan politik. Pada waktu itu, Kekaisaran Persia mengancam Yudea sebagai satu propinsi, dan Nehemia menjadi gubernur Yudea. Kitabnya juga ditulis di Yerusalem.

Sulit untuk memastikan penulis dari kitab Ester. Mungkin Mordekhai adalah penulisnya, sebab di dalam 9:20 dan 23 disebutkan bahwa Mordekhai mencatat peristiwa-peristiwa itu. Dia adalah seorang yang mengasihi Allah dan mengasihi orang Yahudi. Jika kitab Ester ditulis olehnya, maka kitab itu ditulis di benteng kota Susan.

Ada suatu anggapan yang besar mengenai kepenulisan kitab Ayub. Hal-hal yang dicatat dalam kitab ini terjadi sebelum zaman Musa dan mungkin bersamaan waktunya dengan Abraham, yaitu kira-kira dua ribu tahun sebelum Kristus. Ada beberapa orang yang mengatakan bahwa kitab itu ditulis oleh Elihu, dan ada juga yang mengatakan bahwa kemungkinan Musa adalah penulisnya.

Di antara Mazmur ada beberapa yang tidak menyebut penulisnya, tetapi kebanyakan kepenulisannya dapat dikenal. Di antara seratus lima puluh mazmur itu, sedikitnya ada tujuh puluh tiga yang dinyatakan dengan jelas sebagai Mazmur Daud. Sebagai tambahan dari ini, ada beberapa yang dengan jelas ditulis oleh Daud, sekalipun penulisnya tidak jelas disebutkan. Oleh karena itu, Daud menulisnya dengan jumlah yang paling banyak, hampir seratus mazmur. Sebagai tambahannya, ada Asaf, Heman, Etan, bani Korah, Salomo, dan Musa. Oleh karena itu, sedikitnya ada tujuh penulis yang ditunjukkan dengan jelas. Bani Korah adalah jumlah yang jamak dalam penulisannya, dan ini mengacu lebih dari satu orang. Semua mazmur dari orang-orang ini mungkin ditulis di tanah Israel. Daud pertama-tama adalah seorang gembala dan kemudian menjadi seorang raja. Banyak dari mazmurnya ditulis sewaktu dia sedang memerintah di istana. Kita tidak begitu jelas tentang Asaf, Heman, dan Etan. Mungkin mereka adalah orang-orang biasa. Bani Korah adalah keturunan Korah. Pelajar-pelajar Alkitab mengakui bahwa Korah ini adalah Korah di dalam Bilangan 16 sebagai seorang yang memimpin pemberontakan melawan Allah. Tetapi, dari keturunan orang yang memberontak ini, di sana keluar orang-orang yang demikian beribadah dan mengasihi Allah. Mereka tidak mau memberitahukan nama mereka sendiri. Mereka memperlihatkan kebesaran kasih karunia Allah dengan mengakui bahwa mereka adalah keturunan dari orang yang memberontak kepada Allah.

Kebanyakan dari kitab Amsal ditulis oleh Salomo. Ada juga beberapa perkataan oleh Agur dan Lemuel. Maka, Amsal ditulis sedikitnya oleh tiga orang. Salomo adalah seorang raja yang paling mulia dan orang yang paling bijaksana di dalam sejarah manusia. Semua kitabnya ditulis di Yerusalem. Agur mungkin seorang yang biasa, dan Lemuel adalah seorang raja.

Kitab Pengkhotbah ditulis oleh Salomo.

Kidung Salomo juga ditulis oleh Salomo.

Ada tujuh belas kitab nabi-nabi dari Yesaya sampai Maleakhi. Kitab-kitab itu ditulis oleh enam belas orang nabi, dengan Yeremia dan Ratapan yang keduanya ditulis oleh Yeremia.

Yesaya adalah seorang pelayan yang melayani raja dan juga seorang ahli sejarah (2 Taw. 26:22; 32:32). Kitabnya ditulis di Yerusalem, ibukota.

Yeremia dilahirkan sebagai seorang imam dan menjadi seorang nabi. Dia meluangkan banyak waktunya di Yudea dan periode terakhir di Mesir.

Yehezkiel adalah seorang imam yang berpaling menjadi nabi. Dia menulis kitab Yehezkiel di negeri penawanan di Babel.

Daniel berasal dari suku Yehuda. Kitabnya mungkin ditulis di negeri penawanan di Babel dan Ulai.

Amos adalah seorang yang paling ganjil/aneh di antara keenambelas nabi itu. Dia adalah seorang gembala, seorang pemungut buah ara, dan mungkin tidak banyak menerima pendidikan. Kitabnya mungkin ditulis di tanah Israel.

Yunus mungkin menulis kitabnya di Niniwe.

Zefanya adalah seorang keturunan raja yang berpaling menjadi nabi. Kitabnya ditulis di tanah Yudea.

Zakharia juga adalah seorang imam yang berpaling menjadi nabi. Kitabnya juga ditulis di Yudea.

Sebagai tambahan untuk ini, Hosea, Yoel, Obaja, Mikha, Nahum Habakuk, Hagai, dan Maleakhi, delapan orang, kemungkinan besar adalah umat Allah biasa yang menjadi nabi-nabi. Kitab-kitab mereka ditulis di Yudea atau tanah Israel.

Oleh karena itu, sedikitnya ada tiga puluh dua penulis Perjanjian Lama dari Musa sampai Maleakhi. Jika Ayub ditulis oleh Elihu, dan jika lebih dari satu dari bani Korah yang menulis, maka ada lebih dari tiga puluh dua penulis. Di antara mereka, semua kecuali Elihu, kemungkinan penulis bangsa kafir, dan Agur dan Lemuel, sumber suku lain yang tidak dikenal, adalah bangsa Israel. Jika di antara penulis-penulis Perjanjian Lama, ada orang-orang yang berbeda-beda tingkatan dan latar belakangnya. Ada orang-orang berpendidikan, orang-orang agama, politikus-politikus, pemimpin-pemimpin militer, raja-raja, imam-imam, nabi-nabi, umat biasa, gembala-gembala, dan petani-petani. Ada beberapa yang mempunyai pendidikan tinggi, dan ada beberapa, tanpa mendapat banyak pendidikan. Ada beberapa yang dianiaya dan ditekan, dan ada beberapa yang menikmati kemuliaan dan kehormatan. Ada beberapa yang hidup di Israel, dan ada beberapa yang berada di tanah bangsa-bangsa kafir di dalam penawanan.

B. Perjanjian Baru

Injil Matius ditulis oleh Matius. Dia asalnya adalah seorang pemungut cukai, dan asalnya tidak dihormati. Tuhan memanggil dia untuk menjadi salah satu dari dua belas rasul. Injilnya mungkin ditulis di Yudea.

Injil Markus ditulis oleh Markus. Dia adalah seorang murid yang sangat biasa. Injilnya mungkin ditulis di Roma.

Injil Lukas ditulis oleh Lukas. Dia adalah seorang dokter bangsa kafir. Injilnya mungkin ditulis di suatu tanah bangsa kafir.

Injil Yohanes ditulis oleh Yohanes. Yohanes adalah seorang nelayan di Galilea dan tidak mempunyai pendidikan yang baik. Tetapi dia juga dipanggil oleh Tuhan untuk menjadi salah satu dari dua belas rasul. Injilnya mungkin ditulis di suatu tanah bangsa kafir.

Kisah Para Rasul juga ditulis oleh Lukas, seorang dokter. Kitabnya mungkin ditulis di suatu tanah bangsa kafir.

Empat belas kitab dari Roma sampai Ibrani ditulis oleh Paulus. Dia asalnya gairah untuk Yudaisme dan dia juga seorang yang sangat terpelajar. Dia mempunyai kecakapan, kemampuan, dan berkapasitas dan dapat merampungkan banyak hal. Dia adalah seorang yang khusus dipanggil oleh Tuhan lebih awal dalam kehidupannya untuk menjadi seorang rasul bagi bangsa kafir. Kitab-kitabnya semuanya ditulis di negeri-negeri bangsa kafir, dan ada beberapa yang ditulis di satu penjara di Roma.

Surat Yakobus ditulis oleh Yakobus. Dia adalah saudara daging dari Tuhan Yesus (Gal. 1:19) dan adalah seorang Kristen yang setia yang menjadi satu pilar dari gereja (2:9), tetapi dia agak penuh dengan latar belakang Yudaisme. Kitabnya mungkin ditulis di Yerusalem.

Satu dan dua Petrus ditulis oleh Petrus. Petrus juga adalah seorang nelayan tanpa mempunyai banyak pendidikan, tetapi dia telah dipanggil oleh Tuhan untuk menjadi yang pertama dari dua belas rasul itu. Kitabnya mungkin ditulis di suatu negeri bangsa kafir.

Kitab Yudas ditulis oleh Yudas. Dia juga adalah seorang saudara daging dari Tuhan. Dia mungkin menulis kitabnya di Yudea.

Kitab Wahyu juga ditulis oleh rasul Yohanes. Kitab itu ditulis di suatu negeri bangsa kafir dan mungkin di pulau Patmos.

Maka, ada delapan penulis Perjanjian Baru. Di antara mereka, Paulus adalah seorang Yahudi yang berpendidikan, dan Lukas adalah seorang ahli kejiwaan bangsa kafir. Hanya mereka berdua yang telah menerima suatu pendidikan yang tinggi. Yang lainnya semua adalah orang-orang biasa dan tanpa banyak pendidikan.

Jumlah penulis-penulis seluruh Alkitab lebih dari empat puluh, dan kebanyakan dari mereka adalah orang Yahudi. Lukas adalah seorang bangsa kafir. Ini menunjukkan bahwa di antara para penulis ada orang-orang Yahudi dan bangsa-bangsa kafir, raja-raja dan orang-orang biasa, ahli-ahli Taurat dan prajurit-prajurit, orang-orang yang berpendidikan dan yang tidak berpendidikan. Ada beberapa orang yang berkedudukan tinggi, dan ada beberapa yang sangat rendah; Ada beberapa orang yang kaya, dan ada yang sangat miskin. Ada segala macam jenis orang. Menurut tempat-tempat di mana kitab-kitab itu ditulis, ada beberapa yang ditulis di padang belantara; ada beberapa, di dalam suatu istana; di sebuah pulau; dan ada beberapa yang di dalam penjara.

IV. WAKTU-WAKTU KETIKA ALKITAB ITU DITULIS

Kitab-kitab yang pertama di dalam Perjanjian Lama, yaitu Pentateuch Musa, ditulis kira-kira 1500 S.M. Kitab yang paling akhir, Maleakhi, ditulis kira-kira 400 S.M. Oleh karena itu, ketiga puluh sembilan kitab di dalam Perjanjian Lama telah diselesaikan selama seribu seratus tahun.

Matius, kitab pertama di dalam Perjanjian Baru, ditulis antara tahun 37 dan 40 M. Wahyu, kitab yang paling akhir, ditulis antara tahun 94 dan 96 M. Maka, seluruh Perjanjian Baru telah diselesaikan dalam lima puluh tahun lebih. Maka, seluruh masa Alkitab adalah kira-kira dari 1500 sampai 1600 tahun dari awal sampai akhir, dari Kejadian sampai Wahyu.

V. PENGENALAN OTORITAS ALKITAB

A. Perjanjian Lama

1. Pentateuch Musa

Di antara tulisan-tulisan Perjanjian Lama, Pentateuch selalu diperkenalkan oleh orang Yahudi sebagai yang berasal dari Allah dan mempunyai otoritas yang mutlak dan ilahi. Ini disebabkan karena Pentateuch itu adalah wahyu Allah kepada Musa yang tertulis, dan telah disampaikan turun temurun melalui nenek moyang mereka. Meskipun orang-orang Yahudi mengakui bahwa seluruh Perjanjian Lama berasal dari Allah, mereka memberikan kepada Pentateuch Musa suatu posisi yang sangat spesial. Di dalam semua sinagoge Yahudi seluruh dunia hari ini, sedikitnya ada dua atau tiga copy Pentateuch Musa. Mereka mungkin tidak mempunyai kitab-kitab lain dari Perjanjian Lama, tetapi mereka selalu mempunyai Pentateuch. Orang-orang Samaria hanya mengakui Pentateuch Musa. Tentu agama orang-orang Samaria adalah satu agama yang menyimpang, tetapi perkara ini membuktikan otoritas Pentateuch Musa di antara penyembah-penyembah Allah pada zaman dulu.

2. Kitab-kitab Lain

Kitab-kitab lain di dalam Perjanjian Lama diakui sedikit demi sedikit oleh umat Allah menjadi kitab-kitab yang berasal dari Allah oleh kebajikan dari nilai dan otoritas kitab itu sendiri. Seorang penulis menyatakannya dengan sangat baik dengan berkata, “Tidak perlu menyatakan sebuah pohon dengan namanya. Pohon itu hanya perlu bertumbuh sedikit demi sedikit, berkembang, dan menghasilkan buah; dengan spontan orang-orang akan mengakui pohon apakah itu. Demikian pula, apakah semua kitab lain itu berasal dari Allah atau tidak, jawaban yang paling baik adalah dengan ujian waktu; tidak perlu adanya pernyataan yang tegas. Maka nilai-nilai dan otoritas kitab-kitab itu akan termanifestasikan dengan sendirinya. “Ini tentunya benar. Semua penulis yang berinspirasi di antara umat Allah setelah Pentateuch, tulisan-tulisan mereka dikenal sebagai yang berasal dari Allah melalui suatu pengujian dalam jangka waktu yang lama dan melalui pengenalan otoritas di dalamnya.

Kurang lebih tahun 457 S.M., Ezra sang ahli taurat telah mengumpulkan Pentateuch Musa dan semua tulisan yang berotoritas itu telah secara umum dikenal di antara umat Allah menjadi kitab-kitab yang bermacam-macam di dalam Perjanjian Lama. (Nehemia dan Maleakhi tidak termasuk sebab kitab-kitab itu belum ditulis). Ahli sejarah orang Yahudi, Josephus, dan ahli-ahli sejarah bangsa kafir lainnya semuanya membuktikan fakta ini.

Setelah Ezra ada sekelompok ahli-ahli taurat di antara orang-orang Yahudi yang disebut “Great Synagoge” yang meneruskan pekerjaan mengumpulkan dan membuktikan. Di dalam tahun 400 S.M. mereka melengkapi kumpulan dari semua kitab yang telah kita miliki di dalam Perjanjian Lama hari ini. Tetapi di dalam pekerjaan mereka tidak ada tiga puluh sembilan kitab, tetapi dua puluh empat kitab. Kita akan membicarakan perihal ini kemudian. Maka, pada tahun 400 S.M. tulisan Perjanjian Lama itu bukan hanya lengkap, tetapi juga diakui dan dikenal.

Sampai suatu saat, kira-kira akhir tahun 277 S.M., ketika terjemahan Perjanjian Lama Septuagint ke dalam bahasa Yunani dibuat, semua kitab Perjanjian Lama itu pasti telah dikenal.

B. Perjanjian Baru

1. Injil-Injil

Gereja-gereja yang mula-mula membaca Injil-injil dan Perjanjian Lama dengan teratur selama sidang-sidang mereka. Maka, keempat injil itu adalah kitab-kitab dari Perjanjian Baru yang paling mula-mula dikenal.

2. Kitab-kitab Lain

Setelah para rasul berlalu, ada beberapa kebingungan berhubungan dengan fakta bahwa ada beberapa orang yang menulis kitab-kitab itu di dalam nama rasul-rasul itu. Oleh karena itu para pemimpin gereja-gereja yang mula-mula, yang disebut dengan Bapa-bapa, mengumpulkan semua kitab yang ditulis oleh para rasul itu dan meletakkannya bersama-sama dengan Injil-injil itu. Tidak lama setelah Polycarp mati martir, semua gereja mempunyai pandangan yang sama secara mendasar mengenai Perjanjian Baru. Tetapi, masih ada ketidaksetujuan mengenai apakah ketujuh kitab dari Ibrani, Yakobus, 2 Petrus, 2 dan 3 Yohanes, Yudas, dan Wahyu seharusnya dimasukkan. Karena kitab-kitab ini diinspirasikan oleh Roh Kudus dan mempunyai otoritas dan nilai rohani, setelah pengujian dalam suatu jangka waktu yang lama, di dalam suatu dewan para pemimpin semua gereja, ketujuh kitab ini telah diakui menjadi bagian dari Perjanjian Baru pada tahun 397 M, di Carthage di Afrika Selatan. Perjanjian Baru dikenal dengan berjumlah sama yaitu dua puluh tujuh kitab seperti yang kita miliki hari ini. Maka, oleh Dewan di Carthage pada tahun 397 M, seluruh Alkitab, baik Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, telah dikenal dan diakui oleh umat Allah.

KESIMPULAN

Seluruh Alkitab adalah hembusan Allah. Setiap kitab dari Alkitab itu adalah wahyu Allah dengan setiap garis dan firman yang berasal dari inspirasi dari Roh Kudus. Allah memakai lebih dari empat puluh orang untuk menulis Alkitab. Hanya 66 kitab yang disajikan yang dikenal sebagai firman Allah. Kitab-kitab ini terdiri dari firman Allah yang sempurna yang kita miliki hari ini.

Kita memustikakan Alkitab. Kita mau mempelajari dan menelan isi Alkitab itu sehingga kita akan diisi dengan Allah. Kita mau menghirup setiap garis dan memakan setiap kata sehingga kita dapat menjadi ekspresi-Nya yang korporat, memiliki otoritas-Nya untuk membawa masuk kerajaan-Nya.