← Daftar isi Sikap Kita terhadap Alkitab Cara untuk Menikmati Alkitab – dengan Membiarkan Firman Kristus Diam DI dalam Kita dengan Segala Kekayaannya · bab 1/24

ALKITAB

Pembacaan Alkitab

2 Tim. 3:15-17; 2 Ptr. 1:21; 2 Sam. 23:2; Ibr. 1:1-2;

Yoh. 16:13; 6:63; 5:39; 1 Ptr. 1:23; 2:2; Mat. 4:4.

Garis Besar

I. Roh yang di dalam dan Alkitab yang di luar harus seimbang

II. Untuk mengenal Alkitab perlu latihan roh dan latihan pikiran

III. Asal mula dari Alkitab

A. Alkitab adalah hembusan-Allah

B. Alkitab adalah perkataan dari Allah melalui orang-orang yang dilahirkan/didorong oleh Roh Kudus

C. Alkitab adalah perkataan Allah di dalam nabi-nabi dan di dalam Sang Putra

D. Alkitab adalah wahyu Roh Kudus

IV. Alkitab adalah perwujudan Allah Sang Roh

A. Ekspresi Allah Sang Roh

B. Tempat kediaman Allah Sang Roh

C. Sarana Allah Sang Roh

V. Fungsi-fungsi Alkitab

A. Mempersaksikan mengenai Tuhan Yesus

B. Memimpin orang-orang kepada keselamatan

C. Menyebabkan orang-orang dilahirkan kembali

D. Merupakan susu rohani bagi kaum beriman

E. Merupakan roti hayat bagi kaum beriman

F. Melengkapi kaum beriman

Buku ini adalah pelajaran yang keenam dan yang terakhir dari seri keenam buku-buku pelajaran bagi sekolah musim panas tentang kebenaran. Buku pelajaran pertama memperlihatkan kepada kita keselamatan Allah yang penuh mengenai bagaimana Allah menyelamatkan kita, menyelamatkan ketiga bagiannya, di dalam tiga tahap bagi tujuan-Nya, yaitu gereja. Buku pelajaran yang kedua memperlihatkan kepada kita tentang persona Kristus, pekerjaan Kristus dan Allah Tritunggal. Buku pelajaran ketiga memperlihatkan kepada kita tentang Roh Kudus dan roh insani, bagaimana kedua roh itu berbaur, dan bagaimana untuk hidup oleh roh perbauran itu. Buku keempat memperlihatkan kepada kita hayat yang kekal yang telah kita terima dan bagaimana mengalaminya. Buku kelima memperlihatkan kepada kita tentang gereja secara universal dan secara lokal dan bagaimana gereja itu dibangun. Buku ini menjelaskan apakah Alkitab itu, siapakah yang menulisnya, bagaimana Alkitab itu ditulis, subyeknya, pemikiran sentralnya, dan bagian-bagian kuncinya. Buku ini juga memperlihatkan kepada kita bahwa Alkitab dibuktikan menjadi Firman Allah. Porsi utama dari buku pelajaran ini mewahyukan tentang isi Alkitab, termasuk topik-topik utama dan isi dari masing-masing kitab itu. Akhirnya, buku ini memperlihatkan kepada kita bagaimanakah seharusnya sikap kita yang tepat terhadap Alkitab itu dan bagaimana kita dapat menikmati Alkitab itu bagi kehidupan Kristen kita. Saya berdoa dan berharap bahwa Anda akan tertolong untuk mengenal Alkitab dan bagaimana untuk menikmatinya.

I. ROH YANG DI DALAM DAN ALKITAB YANG DI LUAR HARUS SEIMBANG

Untuk memajukan seseorang secara rohani, kita harus membantunya untuk mengenal Alkitab. Dalam dua ratus tahun terakhir ini, orang-orang Kristen semuanya mengakui bahwa tidak ada seorang pun yang dapat dengan benar mengenal Tuhan tanpa mengenal Alkitab. Kita manusia bukan hanya suatu roh. Meskipun kita mempunyai suatu roh, kita ini bukan hanya suatu roh, tetapi seorang manusia. Jika kita hanya suatu roh saja, maka Allah hanya perlu memberikan Roh Kudus kepada kita bukan Alkitab; tetapi, karena kita bukan hanya suatu roh saja, maka Dia juga harus memberikan Alkitab kepada kita.

Warisan-warisan rohani Allah yang telah diberikan kepada kita itu adalah Roh itu yang tidak dapat dilihat dan Alkitab yang dapat dilihat. Di dalam kita ada Roh itu, dan di luar kita ada Alkitab. Orang-orang Kristen seluruh zaman dapat mempersaksikan melalui pengalaman bahwa seorang Kristen yang tepat harus sepenuhnya seimbang di dalam kedua hal itu—Akitab yang di luar dan Roh itu yang di dalam. Kedua aspek ini haruslah benar-benar seimbang. Prasangka-prasangka terhadap satu pihak akan mengakibatkan masalah-masalah yang serius. Di antara orang-orang Kristen seluruh zaman ini, ada beberapa orang yang telah menyandarkan dirinya terhadap Roh Kudus yang di dalam, sehingga mengakibatkan kesalahan yang besar. Juga masih banyak yang menyandarkan dirinya terhadap Alkitab yang di luar. Kelihatannya mereka belum banyak salah, namun di antara mereka ada suatu keadaan kematian yang sangat serius. Dengan kata lain, jika hanya ada Roh yang di dalam dan tidak ada Alkitab di luar. Manusia akan dengan mudah melakukan kesalahan-kesalahan. Sebaliknya, jika hanya ada Alkitab yang di luar tetapi kekuarangan Roh yang di dalam, manusia akan menjadi benar-benar mati, tanpa hayat, dan tanpa adanya vitalitas.

Orang-orang Kristen dapat disamakan dengan sebuah kereta api. Kereta itu perlu diisi dengan bahan bakar sebagai kekuatan tenaganya. Tetapi sebuah kereta api juga memerlukan rel yang di luar. Jika hanya ada bahan bakar tetapi tidak mempunyai rel yang di luar, kereta api itu tidak akan dapat berlari. Bahkan jika kereta api itu lari pun, akan menimbulkan banyak masalah. Tetapi, jika hanya ada rel tetapi tanpa bahan bakar, maka kereta api itu haya ada di atas rel saja, tetapi tidak dapat bergerak. Oleh karena itu, agar sebuah kereta api dapat berlari, dan berlari dengan mulus, harus ada koordinasi dari kedua aspek: aspek yang di dalam dan aspek yang di luar. Yang di luar, harus ada rel-rel yang teratur; aspek yang di dalam, harus ada energi dari bahan bakar.

Oleh karena itu, kita harus menekankan dengan seimbang tentang Roh itu dan Alkitab; kita jangan menolak salah satu dari perkara itu. Kita jangan melihat Roh yang di dalam saja, tetapi kita menganggap remeh Alkitab yang di luar.

II. UNTUK MENGENAL ALKITAB PERLU LATIHAN ROH DAN LATIHAN PIKIRAN

Roh itu dan Alkitab adalah dua segi dari satu perkara. Demikian pula, di dalam mengenal Alkitab itu, juga ada dua segi. Hampir semua yang Allah tetapkan di dalam alam semesta ini mempunyai dua segi. Misalnya, ada langit dan bumi; ada laki-laki dan perempuan; ada dua segi, yang di dalam dan yang di luar; ada puncak dan ada dasar—Ini semua mempunyai dua segi. Bagi seseorang yang mengenal Alkitab, juga sama. Ada keperluan akan pikiran dan juga ada keperluan akan roh. Tidak ada seorangpun yang dapat mengenal Alkitab dengan menolak kedua aspek ini. Untuk mengenal Alkitab, seseorang harus dilatih di dalam pikirannya; dia juga harus dilatih di dalam roh.

Oleh karena itu, saudara-saudara dan saudari-saudari, jika kita sungguh-sungguh ingin mengenal Alkitab, kita harus seimbang. Kita harus mengerti dengan tepat huruf dari Alkitab dan harus dengan tepat menggunakan roh kita dengan tepat, untuk merasakan arti rohani di dalam Alkitab. Untuk membaca Alkitab dengan baik, kita harus melatih pikiran kita untuk perkara ini, dan mungkin bahkan lebih banyak lagi melatih roh kita untuk perkara ini. Melatih pikiran adalah demi tujuan pemahaman Alkitab. Melatih roh adalah demi tujuan menjamah dan berkontak dengan Alkitab. Yang satu adalah suatu perkara pikiran; pikiran harus mengerti Alkitab. Yang lainnya adalah perkara roh; roh harus berkontak dengan Alkitab.

Terhadap perkara tentang aliran listrik, untuk memahaminya adalah satu hal, dan untuk berkontak dengannya adalah perkara lainnya lagi. Memahami aliran listrik adalah suatu perkara pikiran, sedangkan mengontakinya adalah suatu perkara tubuh. Seringkali ada aliran listrik, tetapi ada papan yang menyekat tubuh dari aliran listrik itu. Dalam keadaan yang demikian, meskipun pikiran seseorang dapat memahami tentang aliran listrik, tubuhnya tidak dapat berkontak dengannya. Sebaliknya, ada beberapa orang yang tidak memahami tentang aliran listrik sama sekali, namun tubuh mereka sebenarnya telah berkontak dengan aliran listrik itu. Mereka dapat mengontaki aliran listrik karena aliran listrik itu ada di sana, dan karena tubuh mereka tidak disekat dari aliran listrik itu. Satu kali mereka menjamah aliran listrik, mereka masuk ke dalam berkontak dengan aliran listrik itu. Ini adalah suatu ilustrasi yang baik. Hubungan kita dengan Alkitab adalah sama. Bagi pikiran kita untuk berkontak dengan Alkitab adalah satu hal, dan bagi roh kita untuk menjamah Alkitab, untuk berkontak dengannya, adalah hal yang lain. Mungkin pikiran Anda memahami Alkitab, tetapi roh Anda belum berkontak atau menjamahnya. Kita jangan hanya menggunakan pikiran kita untuk memahami Alkitab; kita juga harus menggunakan roh kita untuk berkontak dengannya. Tidaklah cukup untuk memahami Alkitab dengan pikiran kita saja; kita juga harus berkontak dan menjamah Alkitab itu dengan roh.

Demikian juga, sewaktu kita menjamah dan mengontaki Alkitab dengan roh, juga perlu mempunyai pengertian di dalam pikirannya. Kita harus menyadari bahwa alasan kita menghendaki pikiran memahami Alkitab adalah agar roh kita dapat mengontaki dan menjamah perkataan-perkataannya. Satu hal yang pasti: adalah sulit bagi roh kita untuk menjamah perkataan-perkataan di dalam Alkitab jika perkataan-perkataan itu pertama-tama tidak melalui pemahaman dari pikiran. Ini sesuai dengan perkataan-perkataan Alkitab; juga merupakan perkataan yang diberitakan. Bahkan perkataan-perkataan di dalam pasal ini tidak dapat menjamah roh Anda jika pertama-tama tidak melalui pemahaman dari pikiran Anda. Misalnya saya di sini memberitakan di dalam bahasa China, dan ada orang yang duduk di sini yang tidak memahami bahasa China. Maka tidak akan ada sesuatu yang masuk ke dalam pikiran orang ini. Bagaimanakah rohnya dapat dijamah? Kebenaran pertama-tama harus diserap oleh pikiran sebelum kebenaran itu mencapai roh dan menjamah orang itu. Jika ada seseorang di sini yang buta huruf, dan dia membuka Alkitab untuk membacanya, bagaimanakah rohnya dapat dijamah? Agar rohnya dapat dijamah oleh Alkitab, dia harus berusaha pertama-tama belajar untuk membaca dengan pikirannya. Sedikitnya dia harus dapat mengenal perkataan-perkataan di dalam Alkitab sebelum dia dapat membaca dan terjamah oleh perkataan-perkataan dalam Alkitab itu di dalam rohnya. Jika kita tidak memahami perkataan-perkataan di dalam Alkitab, bahkan sekalipun kita berdoa selama tiga jam dengan banyak inspirasi, masih tidak akan mungkin bagi kita untuk memahami atau dijamah ketika kita membaca Alkitab, karena perkataan-perkataannya tidak dapat melalui pikiran kita. Kita harus meluangkan banyak waktu untuk mempelajari bahasanya dengan pikiran kita sebelum kita datang untuk membaca Alkitab. Baru kemudian perkataan-perkataan itu dapat melalui pikiran kita untuk menjamah roh kita.

Lebih jauh lagi, Alkitab itu sendiri tidaklah sesederhana itu. Ada orang mungkin mengenal setiap kata di dalam Alkitab, tetapi masih tidak dapat memahami artinya. Ada bagian-bagian dari Alkitab yang tidak dapat dipahami hanya dengan membacakannya. Alkitab itu mempunyai hal-hal penting yang berbeda-beda dan mempunyai pengetahuan latar belakangnya tersendiri. Banyak orang yang bergelar doktor dan banyak belajar membuka Alkitab untuk membacanya, hanya untuk mencari sesuatu, meskipun mereka mengenal setiap kata, mereka tidak dapat memahami beberapa bagian itu karena tidak dapat memahami pengetahuan latar belakangnya atau istilah-istilah khusus dari Alkitab tersebut. Karena mereka tidak memahaminya, maka sulit bagi mereka untuk dijamah olehnya. Memang, ada bagian-bagian tertentu, seperti Yohanes 3:16, yang tidak menyajikan teknis yang sulit di dalam perkataannya. Selama seseorang memahami perkataan-perkataan itu, hanya dengan membaca saja akan cukup bagi pikiran untuk meraihnya. Tetapi ada banyak tempat-tempat lain di dalam Alkitab yang khusus berisi masalah-masalah di dalam perkataannya. Misalnya, ada nama orang-orang dan tempat-tempat yang khusus, ada masalah tentang dispensasi, gambar-gambar, dan nubuat-nubuat. Tambahan pula, ada banyak perkara lain seperti bilangan-bilangan, perumpamaan-perumpamaan, dan simbol-simbol. Kemampuan untuk memahami ekspresi-ekspresi dan istilah-istilah yang khusus ini mutlak bukan milik seseorang yang hanya terpelajar atau pelajari di dalam pendidikan duniawi saja.

Perkara ini dapat disamakan dengan fakta bahwa meskipun saya seorang yang terpelajar, sama sekali tidak mengerti ketika dihadapkan dengan sebuah buku mengenai aliran listrik. Saya dapat membaca perkataan-perkataan itu, tetapi saya tidak memahami artinya disebabkan karena ada banyak istilah tertentu. Untuk memahami sebuah buku mengenai aliran listrik, kita pertama-tama harus mempelajari beberapa istilah khususnya.

Di dalam prinsip yang sama, perkataan-perkataan Alkitab itu mungkin memang umum, namun perkataan-perkataan itu tertentu dan mengandung banyak istilah-istilah khusus. Jika kita belum terlatih dengan tepat dalam istilah-istilah dan perkara-perkara yang teknis ini, kita akan mendapatkan suatu waktu pengertian yang sulit selama kita membaca. Misalnya, Yohanes 1:17 mengatakan bahwa hukum Taurat diberikan melalui Musa. “Hukum” adalah suatu istilah khusus, dan “Musa” juga adalah suatu nama yang khusus. Tanpa suatu latar belakang dari kedua istilah ini, bahkan seratus orang yang bergelar Ph. D. dikumpulkan bersama-sama tidak akan dapat memahami artinya.

Maka, agar seorang yang telah diselamatkan memahami Alkitab itu dengan tepat, dia harus meluangkan waktu di dalam istilah-istilah dan perkataan tertentu itu dan harus dilatih di dalam pikirannya. Dengan latihan, maka pembacaan akan menjadi lebih mudah. Tidak mungkin akan ada kesulitan ketika seseorang menyatukan perkataan-perkataan seperti “hukum,” “Musa,” atau “cucuran darah bagi pengampunan dosa,” karena orang itu sudah mengenal istilah-istilah khusus ini. Segera setelah seseorang membaca perkataan-perkataan itu, perkataan-perkataan itu akan dengan mudah dimengerti. Perkataan-perkataan Alkitab itu akan segera melalui pikiran dan akan dijamah oleh roh. Oleh karena itu, sekarang kita akan meluangkan banyak waktu untuk melihat istilah-istilah dan perkataan-perkataan tertentu dari Alkitab. Aspek latihan pikiran ini adalah suatu persiapan yang membantu kita untuk menggunakan roh kita berkontak dan menjamah Alkitab.

III. ASAL USUL ALKITAB

A. Alkitab adalah Hembusan Allah

Alkitab adalah hembusan Allah (2 Tim. 3:16). Ini memberi tahu kita bahwa Kitab Suci bukan berasal dari pemikiran manusia, pikiran manusia, tetapi sebaliknya, Alkitab adalah hembusan Allah, pikiran-Nya dan perkataan-Nya melalui Roh-Nya ke dalam dan keluar dari para penulisnya. Maka, Alkitab berisi elemen Allah dan membawa cita rasa-Nya. Sebagai orang Kristen, kesukaan kita yang terbesar, atau dapat kita katakan, berkat kita yang paling besar, adalah dapat berkontak dengan Allah dan merasakan-Nya setiap hari melalui firman dari hembusan-Nya.

B. Alkitab adalah Perkataan dari Allah melalui Orang-orang yang Dilahirkan/didorong oleh Roh Kudus

Karena Kitab Suci itu adalah hembusan perkataan Allah yang keluar dari orang-orang melalui Roh-Nya, maka tidak ada perkataan Kitab Suci yang berasal dari kehendak manusia; tetapi, berasal dari orang-orang yang dilahirkan/didorong oleh Roh itu dan mengucapkan perkataan yang berasal dari Allah. Perkataan, “tetapi oleh dorongan Roh Kudus orang berbicara atas nama Allah” (2 Ptr. 1:21), mempunyai suatu arti yang berlipat ganda: pertama, orang-orang dilahirkan/didorong oleh Roh Kudus; kedua, manusia berbicara dari Allah. Di dalam bahasa Yunani aslinya, didorong oleh Roh Kudus berarti seperti sebuah kapal dibawa oleh angin. Para penulis Alkitab itu telah menerima inspirasi Allah, dan mereka berada di bawah kekuasaan Roh Kudus, didorong dan diemban oleh-Nya untuk membicarakan firman Allah. Lebih jauh lagi, ketika mereka berbicara, mereka mengucapkan dari dalam Allah. Perkataan itu adalah Roh Allah yang mengemban/menggenggam orang-orang untuk berbicara, dan juga perkataan orang-orang yang berbicara dari dalam Allah. Dengan kata lain, Alkitab adalah pembicaraan perkataan Allah dari dalam orang-orang itu melalui mulut mereka.

Dua Samuel 23:2 berkata, “Roh TUHAN berbicara dengan perkataanku firman-Nya ada di lidahku.” Perkataan ini dikatakan oleh Daud. Dia memberitahukan kepada kita bahwa perkataan-perkataan yang dia ucapkan adalah perkataan dari Roh Allah melaluinya, dan bahwa perkataan itu adalah firman Allah yang ada di dalam lidahnya. Bukan hanya Roh Kudus berbicara melaluinya, tetapi juga firman Allah ada di dalam lidahnya dan diucapkan dari mulutnya. Inilah Alkitab.

C. Alkitab adalah Perkataan Allah di dalam Nabi-nabi dan di dalam Sang Putra

Perjanjian Lama adalah perkataan Allah di dalam nabi-nabi; Perjanjian Baru adalah perkataan Allah di dalam Sang Putra, Tuhan Yesus kita (Ibr. 1:1-2). Maka, apakah perkataan itu adalah perkataan para nabi di dalam Perjanjian Lama atau perkataan dari Tuhan Yesus di dalam Perjanjian Baru, keduanya adalah perkataan Allah dan keduanya berasal dari Allah.

D. Alkitab adalah Wahyu Roh Kudus

Yohanes 16:13 berkata, “Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu kepada seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitahukan kepadamu hal-hal yang akan datang”. Perkataan Tuhan di sini juga membuktikan bahwa setelah turunnya Roh itu, apa yang dikatakan dan dituliskan murid-murid-Nya dibukakan kepada mereka oleh Roh itu. Maka, perkataan Tuhan di sini membuktikan bahwa setelah keterangkatan-Nya, semua kitab Perjanjian Baru itu, ditulis oleh murid-murid-Nya, semua kitab itu berasal dari wahyu Roh Kudus dan otoritas ilahi mereka yang diakui oleh Dia. Oleh karena itu, Kitab Suci, adalah perkataan yang ditulis oleh orang-orang yang berada di bawah perintah Allah (Kel. 34:27), perkataan dari Roh Allah yang diucapkan melalui orang-orang, perkataan Allah yang diucapkan melalui mulut manusia (2 Sam. 23:2), dan perkataan yang diucapkan oleh orang-orang yang digerakan oleh Roh itu (Mrk. 12:36). Perjanjian Lama adalah perkataan yang diucapkan oleh para nabi yang berada di bawah perintah Allah (Yer. 1:7), perkataan Allah yang datang kepada nabi (Yeh. 1:3), dan perkataan Roh Allah yang diucapkan melalui para nabi (Za. 7:7; Kis. 3:18; 28:25; Rm. 1:2; 1 Ptr. 1:10-12). Beberapa bagian dari Perjanjian Baru adalah perkataan Allah di dalam Tuhan Yesus (Yoh. 14:10), sedangkan bagian-bagian lain adalah perkataan yang ditulis oleh rasul-rasul yang diajarkan oleh Roh itu (1 Kor. 2:13). Perkataan-perkataan yang ditulis oleh rasul-rasul yang diajarkan oleh Roh itu adalah sekudus kitab-kitab Suci Perjanjian Lama (2 Ptr. 3:15-16). Maka, seluruh Alkitab berasal dari Allah; setiap kata dan setiap kalimat, setiap iota dan setiap judul (Mat. 5:18), adalah inspirasi Allah. Maka, orang-orang seharusnya tidak menambahkan atau mengurangi sesuatu pun dari kitab-kitab Suci itu (Why. 22:18-19).

IV. ALKITAB ADALAH PERWUJUDAN DARI ALLAH SANG ROH

Allah itu Roh. Tetapi, Roh itu, sangat abstrak. Roh itu seabstrak gelombang radio di udara. Sulit bagi manusia untuk menjamah Dia atau pun memahami-Nya. Tetapi Alkitab itu adalah perwujudan dari Roh ini. Tuhan Yesus berkata di dalam Yohanes 6:63 bahwa perkataan-perkataan yang Dia katakan adalah roh. Ini memperlihatkan kepada kita bahwa perkataan Allah adalah perwujudan dari Allah Sang Roh. Ini adalah seperti radio penerima yang menangkap gelombang-gelombang yang ada di udara, kita dak dapat mendengar, menjamah ataupun memahaminya. Segera setelah gelombang-gelombang itu ditangkap oleh penerima, gelombang-gelombang radio itu ternyata di hadapan kita. Apa yang absrak menjadi riil. Kita dapat merasakannya, mendengarnya dan memahaminya. Oleh karena itu, kita dapat mengatakan bahwa radio penerima itu adalah perwujudan dari gelombang-gelombang radio itu.

Di dalam prinsip yang sama, jika hanya ada Allah Sang Roh di dalam alam semesta ini dan tidak ada Alkitab, Allah terhadap kita akan menjadi sama dengan gelombang-gelombang radio itu; kita tidak dapat menggapai Dia atau mendapatkan Dia. Tetapi syukur kepada Allah bahwa Firman-Nya ada di sini. Firman ini adalah perwujudan diri-Nya sendiri. Allah Sang Roh itu terkandung di dalam perkataan itu. Inilah sebabnya mengapa Tuhan Yesus mengatakan bahwa Firman-Nya adalah roh. Demikian pula, kita dapat mengatakan bahwa perkataan di dalam Alkitab itu adalah Roh. Untuk menyatakan perihal ini dengan cara yang lebih jelas, kita dapat mengatakan Alkitab itu adalah perwujudan dari Roh itu.

A. Ekspresi Allah Sang Roh

Pertama, Alkitab adalah perwujudan Allah Sang Roh; Alkitab juga adalah ekspresi Allah Sang Roh. Allah Sang Roh diekspresikan melalui Alkitab sebagai perwujudan-Nya. Sejak hari Anda mendengarkan Injil sampai sekarang, berapa kalikah Anda telah digerakan oleh Roh Kudus terpisah dari perkataan Allah? Mungkin hanya sedikit sekali. Hampir setiap kali kita digerakan oleh Roh Kudus, gerakan itu adalah melalui firman Allah. Tidak pernah Roh Kudus mendesak kita dengan terpisah dari firman itu. Kadang-kadang, gerakan Roh itu melalui satu ayat yang Anda telah baca di dalam Alkitab. Kadang-kadang, gerakan Roh itu melalui peringatan Anda akan satu ayat yang telah Anda baca itu. Kadang-kadang, gerakan Roh itu melalui beberapa perkataan yang dinyatakan oleh prinsip dari Alkitab itu. Meskipun Anda telah digerakan oleh Roh Kudus, sulit untuk memisahkan Roh Kudus itu dari perkataan di dalam kasus-kasus ini. Sulit bagi Anda untuk mengatakan apakah Anda digerakan oleh firman itu atau oleh Roh Kudus, karena pada saat yang demikian Roh Kudus itu ada di dalam firman itu. Firman itu adalah perwujudan dan ekspresi dari Roh Kudus.

Tentu, kita mengakui bahwa seringkali kita dapat mempunyai firman itu tanpa Roh itu. Ini adalah seperti mempunyai suatu radio penerima tanpa gelombang-gelombang radio itu. Tentu, ini adalah sia-sia. Kita mengakui bahwa banyak orang-orang yang membaca Firman Allah di dalam kesia-siaan. Tetapi seringkali juga ketika kita hanya membuka Firman Allah sedikit saja, Roh Kudus datang. Roh Kudus berada di dalam firman itu, dan firman itu adalah ekspresi dari Roh Kudus itu.

Sulit bagi kita untuk digerakan oleh Roh Kudus tanpa firman Allah. Demikian pula, jarang sekali kita digerakan oleh firman itu tanpa gerakan dari Roh Kudus yang di dalam. Di dalam keadaan yang normal, seseorang tidak dapat memisahkan Allah Sang Roh dari Alkitab, karena Alkitab adalah perwujudan dan ekspresi dari Allah Sang Roh.

B. Tempat Kediaman Allah Sang Roh

Alkitab sebagai perwujudan dari Allah Sang Roh bukan hanya adalah ekspresi-Nya, tetapi juga tempat kediaman-Nya. Allah Sang Roh tinggal di dalam firman-Nya. Dari pengalaman kita, kita mengetahui bahwa ini adalah benar. Seringkali, ketika kita membaca Alkitab, kita menjamah Allah Sang Roh. Ini disebabkan karena Alkitab adalah tempat kediaman Allah Sang Roh. Alkitab adalah tempat di mana Allah Sang Roh tinggal.

C. Sarana Allah Sang Roh

Ada poin lain lagi. Alkitab adalah sarana Allah Sang Roh. Allah itu Roh. Apa saja yang Dia lakukan terhadap kita adalah melalui Alkitab. Apa saja yang Allah lakukan terhadap kita dan apa saja yang Allah kehendaki untuk kita lakukan dilakukan melalui firman-Nya. Firman itu adalah perwujudan dari Allah Sang Roh. Maka, Alkitab itu juga adalah ekspresi, tempat kediaman, dan sarana Allah Sang Roh. Di dalam keadaan yang normal, kapan saja kita menjamah perkataan di dalam Alkitab, kita seharusnya menerima, menjamah, dan merasakan gerakan dari Allah Sang Roh dan seharusnya berkontak dengan diri Allah sendiri.

Inilah Alkitab. Apakah Alkitab itu? Alkitab adalah firman Allah, wahyu Allah, hembusan Allah, dan perwujudan dari Allah sang Roh.

V. FUNGSI-FUNGSI DARI ALKITAB

A. Mempersaksikan Mengenai Tuhan Yesus

Fungsi pertama dari Alkitab adalah untuk mempersaksikan mengenai Tuhan Yesus (Yoh. 5:39). Tuhan Yesus adalah subyek dan isi dari Alkitab; Alkitab adalah penjelasan dan ekspresi dari Tuhan Yesus. Tuhan Yesus adalah Firman Allah yang hidup; Alkitab adalah Firman yang ditulis Allah. Alkitab, Firman yang ditulis Allah, pasti adalah Tuhan Yesus, Firman hidup, sebagai realitasnya; kalau tidak, Alkitab itu hanya doktrin-doktrin dan huruf-huruf yang kosong. Tuhan Yesus, Sang Firman hidup, pasti adalah Alkitab, Firman yang tertulis, sebagai ekspresi-Nya; kalau tidak, Dia misterius, dan sulit untuk diketahui, kabur dan sukar untuk digapai. Tetapi, karena ada penjelasan yang jelas, dan tepat, dan wahyu dari kitab-kitab Suci, Tuhan Yesus dapat dikenal dengan praktis dan dipahami dengan tepat oleh manusia. Tidak hanya setiap kitab dari Perjanjian Baru mewahyukan Tuhan Yesus, tetapi juga setiap kitab dari Perjanjian Lama, apakah itu (1) Hukum Musa, (2) Nabi-nabi, (3) Mazmur (ini adalah tiga bagian utama dari Perjanjian Lama), mempersaksikan dan membicarakan mengenai Tuhan Yesus. Maka, jika Anda ingin mengenal Tuhan Yesus, kita harus membaca dan memahami Alkitab.

B. Memimpin Orang-orang kepada Keselamatan

Fungsi-fungsi Alkitab mempunyai dua aspek: satu aspek adalah untuk melayani Tuhan, dan aspek lain adalah untuk melayani kita. Pada satu pihak, Alkitab mempersaksikan Tuhan Yesus dan, pada pihak lain, Alkitab menyebabkan kita menerima kasih karunia dan dibangun olehnya. Fungsi pertama dari Alkitab terhadap kita adalah untuk memimpin kita kepada keselamatan (2 Tim. 3:15); Alkitab mewahyukan kepada kita bagaimana Allah menyelamatkan orang-orang di dalam Kristus, dan bagaiman orang-orang diselamatkan oleh iman, sehingga kita dapat mengetahui jalan keselamatan.

C. Menyebabkan Orang-orang Dilahirkan Kembali

Fungsi praktis pertama dari Alkitab di dalam kita adalah menyebabkan kita dilahirkan kembali (1 Ptr. 1:23). Alkitab adalah Firman Allah yang hidup, dan Alkitab mengandung hayat dari Allah yang hidup. Ketika kita menerima firman dari kitab-kitab Suci itu ke dalam kita dengan iman, firman itu masuk ke dalam kita seperti satu benih hayat, menaburkan hayat Allah ke dalam kita; maka, kita mempunyai hayat Allah dan dilahirkan kembali.

D. Merupakan Susu Rohani Kaum beriman

Ketika kita pertama diselamatkan, kita tidak mempunyai suatu pemahaman yang cukup kuat mengenai hal-hal rohani. Beberapa bagian dari kitab Suci itu adalah seperti susu yang dapat merawat kita dan membuat kita bertumbuh dalam hayat rohani kita (1 Ptr. 2:2). Maka, seorang kaum beriman yang baru dilahirkan kembali harus damba kepada firman Alkitab, sepereti bayi yang baru lahir yang damba akan air susu firman itu. Kalau tidak, hayat rohaninya tidak dapat bertumbuh, dan dia akan terus menjadi seorang bayi di dalam Kristus (1 Kor. 3:1-2).

E. Merupakan Roti Hayat Kaum beriman

Firman dari kitab-kitab Suci juga adalah roti hayat rohani kita (Mat. 4:4). Sebagaimana tubuh fisik kita memerlukan perawatan demikian juga hayat kerohanian kita memerlukan perawatan. Perawatan hayat kerohanian kita hanya dapat disuplai oleh firman dari Alkitab. Agar hidup dan kuat di hadapan Allah, kita tidak dapat bergantung pada roti saja, melainkan dari setiap firman, yaitu, firman dari Alkitab, yang keluar melalui mulut Allah. Kita harus mengambil firman Allah sebagai makanan dan memakannya (Yer. 15:16), bahkan firman Alkitab sebagai makanan lebih penting dari pada makanan kita (Ayb. 23:12b). Jika tidak, maka hayat kerohanian kita tidak dapat bertumbuh. Kita harus melaksanakannya agar kita mempunyai kecakapan berlatih dalam memahami firman Alkitab sehingga kita dapat mengerti perkataan-perkataan yang sulit ditafsirkan itu; yaitu, seperti orang-orang yang telah dewasa, kita dapat memakan makanan yang keras (Ibr. 5:13:14). Jika tidak, maka hayat kerohanian kita tidak dapat kuat.

F. Melengkapi Kaum beriman

Ajaran-ajaran Alkitab dapat memberikan ketekunan, dorongan, dan pengharapan kepada kita (Rm. 15:4). Banyak orang Kristen yang telah jatuh ke dalam kesukaran dan penyakit. Mereka tidak mampu untuk menanggungnya, mereka merasa sedih dan tiada harapan, tetapi ketika mereka membaca suatu bagian atau satu kalimat dari Alkitab, mereka mempunyai kekuatan untuk bertekun di dalam hati mereka, atau mereka menerima hiburan yang tak terkatakan, sehingga mendapatkan pengharapan yang diluar dugaan mereka. Alkitab juga mencatat banyak hal, sebagai peringatan-peringatan kepada kita agar kita dapat ditegur, diperingatkan, dan tidak mengulangi kesalahan-kesalahan lagi (1 Kor. 10:11). Maka, setelah kita dilahirkan kembali, Alkitab adalah bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran, agar kita, manusia-manusia kepunyaan Allah, dapat diperlengkapi (2 Tim. 3:16-17).

KESIMPULAN

Dua karunia Allah yang paling besar bagi kenikmatan kita adalah Roh yang di dalam kita dan Alkitab yang di luar kita. Roh memberikan hayat kepada kita sedangkan Alkitab memberikan stabilitas kepada kita; kita perlu untuk menjadi orang-orang Kristen yang tepat dan bertumbuh di dalam hayat. Alkitab tersusun dari perkataan-perkataan; oleh karena itu kita memerlukan pikiran kita. Alkitab mewujudkan Allah Tritunggal; oleh karea itu kita perlu menggunakan roh kita untuk menerima Roh itu dan hayat. Membaca Alkitab memerlukan suatu keseimbangan antara menggunakan pikiran kita dan menggunakan roh kita. Kita perlu menggunakan pikiran kita dan roh kita supaya dapat memahami apakah yang diwahyukan dan yang disampaikan di dalam Alkitab. Alkitab mempersaksikan mengenai Tuhan Yesus. Alkitab juga memimpin kita kepada keselamatan, maka menyebabkan kita dilahirkan kembali. Setelah kita memulai kehidupan Kristen kita melalui kelahiran kembali, Alkitab menjadi susu rohani kita dan roti hayat bagi kita untuk bertumbuh di dalam Tuhan. Akhirnya, kita akan penuh pertumbuhan, diperlengkapi, sepenuhnya dipersiapkan untuk setiap pekerjaan Allah yang baik. Puji Tuhan, karena Dia telah memberikan kepada kita Alkitab dan Roh itu! Kita perlu meluangkan waktu setiap hari di dalam Alkitab dan melatih roh kita untuk menikmati semua faedah-faedahnya.