← Daftar isi Sikap Kita terhadap Alkitab Cara untuk Menikmati Alkitab – dengan Membiarkan Firman Kristus Diam DI dalam Kita dengan Segala Kekayaannya · bab 12/24

KITAB-KITAB SEJARAH YOSUA SAMPAI ESTER

Pembacaan Alkitab

Yos. 21:44-45; Hak. 2:12-16; Rut. 1:16; 1 Sam. 15:22-23;

2 Sam. 8:14; 1 Raj. 9:4-5; 2 Raj. 10:10; 1 Taw. 16:8-15;

Est. 4:14; Kis. 13:22-23, 34

Garis Besar

I. Yosua

A. Penulis, tempat, dan waktu

B. Subyek

C. Latar belakang

D. Pemikiran sentral

E. Sketsa umum

F. Bagian-bagian

II. Hakim-Hakim (A sampai F)

III. Ruth (A sampai F)

IV. 1 Samuel (A sampai F)

V. 2 Samuel (A sampai F)

VI. 1 Raja-Raja (A sampai F)

VII. 2 Raja-Raja (A sampai F)

VIII. 1 Tawarikh (A sampai F)

IX. 2 Tawarikh (A sampai F)

X. Ezra (A sampai F)

XI. Nehemiah (A sampai F)

XII. Ester (Asampai F)

I. YOSUA

A. Penulis, tempat, dan waktu: Kitab Yosua ditulis oleh Yosua. Ia adalah seorang pemimpin kemiliteran dan seorang ahli politik. Ia kebanyakan menuliskan kitab ini di Kanaan dan sebagian kecil di dataran Moab. Peristiwa-peristiwa yang tercatat di dalam kitab ini mungkin terjadi di antara tahun 1450 SM dan 1426 SM.

B. Subyek: pengrusakkan musuh dan masuk ke dalam perhentian.

C. Latar belakang: Tujuan panggilan Allah bukan hanya membawa bani Israel keluar dari Mesir, tanah perbudakan, melainkan juga membawa mereka masuk ke dalam Kanaan, tanah yang mengalirkan susu dan madu (Kel. 3:8, 10, 17). Dalam perlambangan, membawa bani Israel ke dalam tanah permai menandakan membawa manusia ke dalam Kristus, Yang almuhit yang dilambangkan oleh tanah permai. Hari ini Kristus adalah tanah permai yang mengalirkan susu dan madu.

D. Pemikiran sentral: Allah yang setia membawa umatNya ke dalam tanah permai yang dijanjikan kepada nenek moyang mereka, Abraham. Allah yang benar menanggulangi umatNya dan penduduk-penduduk tanah permai.

E. Sketsa umum: Allah berbicara kepada Yosua, anak Nun, pelayan Musa, bangkit dan menyebrang sungai Yordan dengan semua umat menuju tanah itu agar Dia dapat memberikannya kepada mereka sebagai warisan mereka (Yos. 1:2, 6). Yosua 11:23 berkata, "Demikianlah Yosua merebut tanah itu sesuai dengan segala yang difirmankan TUHAN kepada Musa. Dan Yosuapun memberikan negeri itu kepada orang Israel menjadi milik pusaka mereka, menurut pembagian suku mereka. Lalu amanlah negeri itu, berkenti dari berperang."

F. Bagian-bagian: 1) Memasuki tanah permai (psl. 1---5), 2) menaklukkan musuh-musuh (psl. 6---12), 3) membagikan tanah permai (13---22), dan 4) selamat jalan (psl. 23---24).

II. HAKIM-HAKIM

A. Penulis, tempat dan waktu: Ada banyak anggapan tentang kepenulisan kitab Hakim-Hakim, dan sulit untuk dibuktikan. Namun, banyak penulis yang mendalilkan bahwa kitab Hakim-Hakim itu ditulis oleh Samuel. Kitab itu mungkin ditulis di antara tahun 1425 SM dan 1120 SM.

B. Subyek: kebingungan dan kebangunan.

C. Latar belakang: Seelah bani Israel mewarisi tanah permai, mereka memberontak terhadap Allah; mereka menundukkan diri kepada berhala-berhala, saling berperang di antara mereka sendiri, dan penuh akan dosa-dosa daging. Itu merupakan suatu sejarah yang gelap dan menyakitkan.

D. Pemikiran sentral: Manusia memiliki suatu sifat memberontak. Allah adalah benar dalam mengadili segala dosa. Allah itu penuh belas kasihan dan setia mengampuni dan menyelamatkan umatNya setiap kali mereka bertobat dan berseru kepadaNya.

E. Sketsa umum: Sejak waktu kematian Yosua sampai pemerintahan Saul itu disebut jaman Hakim-Hakim. Seluruh jaman Hakim-Hakim berakhir selama 450 tahun (Kis. 13:19, 20). Selama periode ini, bani Israel tidak dapat menyingkirkan dan menghancurkan tujuh suku Kanaan. Maka mereka perlahan-lahan meninggalkan Allah, mengikuti kebiasaan-kebiasaan bangsa-bangsa, dan mempunyai perkawinan campur dengan bangsa-bangsa, dan menyembah allah-allah mereka. Oleh kaena itu, Allah menyerahkan mereka ke dalam tangan bangsa-bangsa menurut peringatan-peringatanNya. Tetapi kapan saja mereka bertobat, Allah mendengarkan doa-doa mereka dan akan membebaskan mereka melalui tanagn seorang hakim. Bani Israel meninggalkan Allah, tetapi mereka kemudian bertobat dan Allah membebaskan mereka. Tetapi akhirnya mereka meninggalkan Allah lagi. Sirkulasi ini terus berulang-ulang sebanyak tujuh kali.

F. Bagian-bagian: Prakata---iman di dalam Allah (psl. 1---25), 2) sejarah kejatuhan---pemberontakan terhadap Allah (psl. 2:6---16), dan 3) tambahan---kebingungan dalam agama, moralitas, dan di antara suku-suku (psl. 15---21).

III. RUT

A. Penulis, tempat, dan waktu: Kitab Rut ini berhubungan dengan kitab sebelumnya, Hakim-Hakim dan mengikuti kitab-kitab Samuel dalam sejarah dan waktu. Oleh karena itu, kitab Rut kebanyakan ditulis oleh Samuel. Peristiwa-peristiwanya terjadi di antara tahun 1322 SM dan 1312 SM, tetapi peristiwa-peristwa itu dicatat kemudian, setelah Daud menjadi raja.

B. Subyek: Boas adalah sebagai seorang yang bernilai yang dikaruniakan hak kelahiran---Allah dan yang membawa masuk kerajaan yang membangun kerajaan---Daud.

C. Latar belakang: Kitab ini adalah bagian dan tambahan bagi kitab Hakim-Hakim. Kitab Hakim-Hakim adalah sejilid kitab sejarah tentang kegelapan dan penderitaan. Tetapi kitab Rut ini adalah seperti suatu oasis di padang gurun atau suatu bintang terang yang bercahaya di suatu malam yang gelap. Ini membuat para pembaca bersorak-sorai dan gembira.

D. Pemikiran sentral: Bahwa manusia dapat mempunyai hak kelahiran melalui penebusan Kristus dan suatu perpaduan dengan Kristus.

E. Sketsa umum: Di dalam kitab Rut, Boas menggambarkan Kristus dan Rut menggambarkan gereja. Kitab ini memperlihatkan kepada kita bagaimana Boas menebus Rut dan hak kelahirannya. Hak kelahiran itu mencakup suatu porsi yang berlipat ganda akan tanah, keimaman, dan kerajaan, yaitu, hak dan posisi untuk menikmati Kristus sepenuhnya dengan istimewa, menjadi seorang imam yang membawa umat kepada Allah dan seorang raja yang membawa Allah kepada manusia. Rut adalah anak tiri Naomi, dan keduanya telah kehilangan hak kelahiran mereka karena kemelaratan. Menurut ketetapan Allah, pemulihan hak kelahiran seseorang itu memerlukan upaya penebusan dari seorang sanak.

Boas memustikakan hak kelahiran yang dikaruniakan Allah. Ia bukan hanya memperhatikan hak kelahirannya sendiri, melainkan juga bagi hak kelahiran orang lain. Ia membayar suatu harga untuk menebus warisan sanaknya dan menikahi jandanya (Rut. 4:1-17). Ini adalah rasa kasihannya atas Rut yang miskin dan lemah dan penebusannya akan hak kelahiran Rut itu membuat Daud, sang raja yang membangun kerajaan dibawa masuk.

F. Bagian-bagian: kehilangan hak kelahiran (1:1-5), 2) kedambaan akan hak kelahiran (1:6-22), 3) mencari hak kelahiran (psl. 2---3), dan 4) pemulihan hak kelahiran (psl. 4).

IV. 1 SAMUEL

A. Penulis, tempat, dan waktu: Dua puluh empat pasal pertama dari kitab 1 Samuel itu mungkin ditulis oleh Samuel. Pasal dua pulu lima, ayat satu mengatakan bahwa Samuel mati. Oleh karena itu, dari pasal dua puluh lima dan seterusnya, sisa kitab 1 Samuel dan seluruh kitab 2 Samuel tentu bukan ditulis olehnya. Satu tawarikh 29:29 mengatakan bahwa sehubungan dengan hal-hal Daud, bukan hanya ada catatan Samuel, tetapi juga ada catatan-catatan nabi Natan dan Gad. Pelajar-pelajar Alkitab telah menyimpulkan dari ayat ini bahwa catatan-catatan di dalam kitab Samuel setelah kematian Samuel pasti dilanjutkan oleh nabi Natan dan Gad. Kitab 1 Samuel ditulis di Kanaan dan meliputi periode di antara tahun 1171 SM dan 1056 SM.

B. Subyek: Kemerosotan keimaman, pendirian keimaman untuk berbicara bagi Allah, dan pengurapan kerajaan yang berkenan di hati Allah.

C. Latar belakang: Para imam menduduki suatu posisi yang penting, sebab umat Allah perlu mengalami menjadi para imam ketika mereka melayani dan dekat kepada Allah. Tetapi imam Eli lemah, maka, keimaman memburuk. Oleh karena itu Allah perlu menetapkan seorang nabi untuk berbicara bagiNya sehingga umat dapat datang kepada Allah melaluinya. Lebih jauh lagi, Allah menghendaki satu tempat tinggal di atas bumi ini. Dia memakai Samuel untuk mengurapi Daud, seorang manusia yang berkenan di hatiNya, menjadi raja dan membangun baitNya.

D. Pemikiran sentral: Doa. Doa Hana mengahasilkan seorang anak (buah). Doa Samuel menyebabkan orang Israel mendapatkan kemenangan. Samuel berdoa bagi seorang raja menurut permintaan orang Israel. Ia melihat bahwa kekurangan doa itu seperti dosa.

E. Sketsa umum: Perkataan kunci untuk kitab ini adalah doa. "Samuel" berarti Allah mendengarkan doa. Allah memberikan Samuel kepada ibunya Hana, disebabkan karena doanya. Samuel tinggal di dalam bait sejak masa mudanya. Imam Eli telah membiarkan keimaman memburuk karena kelemahannya dalam mendisiplinkan kedua anaknya. Allah mengesampingkan Eli dan menetapkan Samuel untuk berbicara baginya. Samuel adalah seorang yang berdoa. Bangsa Israel menginginkan seorang raja. Samuel mengurapi Saul untuk menjadi raja. Saul memberontak dan diserahkan. Kemudian Daud diurapi menjadi raja. Daud sebagai seorang muda yang mengalahkan Goliat dan menjadi terkenal. Saul iri terhadap Daud dan mencoba membunuhnya berkali-kali. Daud menjadi seorang buronan selama bertahun-tahun, tetapi ia tidak pernah memberontak terhadap Saul. Akhirnya Saul terbunuh.

F. Bagian-bagian: 1) Samuel (psl. 1---7), 2) Saul (psl. 8---15), dan 3) Daud (psl. 16-31).

V. 2 SAMUEL

A. Penulis, tempat, dan waktu: Para penulisnya adalah Natan dan Gad. Kitab ini ditulis di Kanaan yang peristiwa-peristiwanya terjadi di antara tahun 1056 SM dan 1081 SM.

B. Subyek: Kristus sang Raja mengalahkan musuh-musuh Allah bagi pembangunan bait Allah.

C. Latar belakang: Kitab ini terutama mengenai Raja Daud. Bagian dari kitab 1 Samuel sejanjutnya mencatat pengurapan, penderitaan, dan pelarian Daud pada awal masanya. Dua Samuel mencatat kerajaan Daud. Musuh-musuh Israel terus berperang melawan Israel. Kedambaan Allah untuk menambahkan suatu bait bagi tempat tinggalNya masih belum terampungkan. Bangsa Israel telah memiliki tanah mereka, namun mereka tidak tentram, dan Allah tidak mendapatkan tempat kediamanNya. Daud dibangkitkan dengan tujuan untuk menaklukkan musuh-musuhnya dan membangun bait Allah.

D. Pemikiran sentral: Sebagai umat Allah, kita harus berkenan di hatiNya untuk berperangan melawan musuh Allah dan membangun baitNya, gereja. Allah itu benar dalam menghakimi pemberontakan dan dosa-dosa dan mengampuni kita bila kita bertobat.

E. Sketsa umum: Setelah kematian Saul dan anaknya Yonatan, Daud dilantik menjadi raja Yehuda. Kemudian, ia dilantik menjadi raja seluruh bangsa Israel. Ia mendirikan ibu kotanya di Yerusalem. Ia memenangkan banyak peperangan dan membawa kembali tabut Allah. Ia mempunyai suatu kedambaan untuk membangun rumah Tuhan. Tetapi kemudian Daud berdosa. Ia menyebabkan Uria terbunuh, dan ia mengambil isterinya Batsyeba. Allah menghakiminya dengan: kematian anak jinahnya, pembunuhan Amon oleh Absalom, pemberontakan Absalom, dan pemberontakan Seba. Daud berdosa lagi dengan menghitung umatnya. Penghakiman Allah datang seperti penyakit sampar yang membunuh tujuh puluh ribu orang. Allah mengampuni Daud setelah pertobatannya. Hasil dari dua dosa Daud itu mendatangkan dua hasil yang penting: ia mempunyai seorang anak yang bernama Salomo yang akan menjadi pembangun bait, dan ia mendapatkan sebidang tanah yang dipakai untuk letak bait itu.

F. Bagian-bagian: 1) Keberhasilan Daud (psl. 1---10), 2) Kegagalan Daud (psl. 11---20), dan 3) tambahan (psl. 21---24).

VI. 1 RAJA-RAJA

A. Penulis, tempat, dan waktu: KItab-kitab 1 dan 2 Raja-Raja adalah satu kitab Perjanjian Lama dalam bahasa Ibrani. Kitab itu dibagi oleh Septuagint. Sulit bagi para pelajar Alkitab untuk memastikan siapa penulis/pengarang kitab Raja-Raja, tetapi ada beberapa orang yang menganggap bahwa Yeremialah penulisnya. Kitab ini mungkin ditulis di Kanaan, peristiwa-peristiwa yang tercatat terjadi di antara tahun 1015 SM dan 876 SM.

B. Subyek: Kristus sang Raja yang mengokohkan kerajaan Allah dan membangun bait Allah, gereja.

C. Latar belakang: Setelah Raja Daud mendirikan kerajaannya, ia mempersiapkan bahan bagi bait, dan menetapkan letak bait itu, Allah tidak membiarkan Daud membangun bait itu secara langsung, karena ia telah membunuh banyak orang di dalam semua peperangannya. Allah membangkitkan anaknya Salomo untuk membangun bait itu.

D. Pemikiran sentral: Kristus yang bangkit akan membangun gereja seperti Salomo membangun bait itu. Sebagai orang-orang tebusan Allah, kita akan membangun gereja bersama Kristus. Ketika umat Allah takut kepadaNya, kerajaan itu makmur. Ketika umat Allah meninggalkan Dia, kerajaan itu mundur. Kita semua harus berjalan dan bertindak "seperti nenek moyang kita Daud ." Daud mengasihi bait; kita harus mengasihi gereja.

E. Sketsa umum: Kitab ini mencatat tahun-tahun akhir dari kehidupan Daud, pelantikkan Salomo, pembangunan bait, tahun-tahun akhir kehidupan Salomo, dan kemerosotannya, pembagian kerajaan itu ke dalam Yehuda dan Israel, raja-raja Yehuda dari Rehabeam sampai Yoram, dan raja-raja Israel dari Yerobeam sampai Ahazia, dan tindakan-tindakan Elia.

Peristiwa utama di dalam kitab ini adalah pembangunan bait oleh Salomo dan kemuliaan Allah memenuhi bait itu. Ini adalah puncak pengalaman bangsa Israel di dalam Perjanjian Lama.

F. Bagian-bagian: 1) pengokohan kerajaan (psl. 1---2), 2) kemuliaan kerajaan (psl. 3---10), 3) pembagian kerajaan (psl. 11---12:24), dan 4) mundurnya kerajaan itu (psl. 12:25---22).

VII. 2 RAJA-RAJA

A. Penulis, tempat, dan waktu: Yeremia yang menulis kitab ini. Kitab ini mungkin ditulis di Kanaan. Peristiwa-peristiwa yang tercatat di dalam kitab ini terjadi di antara tahun 896 SM dan 588 SM.

B. Subyek: Kemunduran dan pengrusakkan kerajaan yang terpecah karena pemberontakan dan penyembahan berhala.

C. Latar belakang: Disebabkan karena pemberontakan, penyembahan berhala, dan perpecahan, kerajaan itu menjadi mundur. Kebanyakan raja-rajanya melakukan hal yang jahat di mata Tuhan. Oleh karena itu, Tuhan memperingatkan mereka tentang pengrusakkan/pembinasaan yang akan datang jika mereka tidak bertobat.

D. Pemikiran sentral: Ketika Allah melihat bahwa umatNya memberontak terhadap Dia dan berpaling darinya untuk melayani brhala-berhala, maka Allah mengutus nabiNya untuk memperingatkan mereka. Dia berharap mereka mau bertobat dan kembali kepadaNya. Oleh karena itu, para nabi berkata, "Demikianlah firman Tuhan." Jika mereka mau mendengarkan, maka murka kebenaranNya akan menyala-nyala terhadap mereka. Allah akan membiarkan musuh-musuhnya meruntuhkan kerajaan-kerajaan mereka dan membawa mereka ke dalam penawanan.

E. Sketsa umum: Kitab ini adalah catatan raja-raja Yehuda dan Israel. Kitab ini juga mencakup tindakan-tindakan Elisa. Kitab ini mencatat kerajaan Yehuda dari Ahazia sampai Zedekia dan kerajaan Israel dari Yoram sampai Hosea.

F. Bagian-bagian: baian terakhir dari ministri Elia (1:1---2:12), 2) ministri Elisa (ayat-ayat di dalam 2:13---13:25), 3) kemunduran dan pengrusakkan kerajaan Israel (ayat-ayat di dalam 1:17---17:41), 4) kemunduran dan pengrusakkan kerajaan Yehuda (ayat-ayat di dalam 8:16---25).

VIII. 1 TAWARIKH

A. Penulis, tempat dan waktu: Kitab 1 dan 2 Tawarikh juga adalah satu kitab Perjanjian Lama di dalam bahasa Ibrani. Kitab itu juga dibagi oleh Septuagint. Kitab ini secara umum dipastikan oleh banyak pengarang ditulis oleh Ezra. Jika kita membandingkan akhir kitab Tawarikh dengan permulaan kitab Ezra, kita dapat melihat bahwa semua gaya, tata bahasa dan frasanya sangat mirip dan pasti berasal dari penulis yang sama. Maka, dinyatakan bahwa kitab Tawarikh itu ditulis oleh Ezra. Ia menulis kitab ini di Yerusalem. Peristiwa-peristiwa yang tercatat di dalam kitab 1 Tawarikh terjadi di antara tahun 1056 SM dan 1015 SM.

B. Subyek: Pengulangan sejarah bani Israel untuk pemulihan bait dan kota.

C. Latar belakang: Ketika bani Israel pulang kembali untuk membangun bait dan kota Yerusalem, ada satu keperluan untuk melihat kembali sejarah mereka. Dengan meninjau/melihat kembali sejarah mereka, bani Israel akan mengenal Tuhan, menyembah Dia dan melayani Dia. Meskipun kitab ini mencatat banyak hal yang mirip dengan kitab Samuel dan Raja-Raja, kitab ini mempunyai suatu pandangan yang berbeda. Kitab ini memakai firman dan pandangan Allah untuk menjelaskan sejarahnya.

D. Pemikiran sentral: Kitab Tawarikh itu, dari awal sampai akhir, mewahyukan kepada kita kebesaran Allah dan posisi tepatNya di dalam kerajaan umatNya. Meskipun umat itu selalu meninggalkan Allah dan memberontak terhadapNya, Dia tetap adalah Tuhan yang memerintah seluruh bumi (29:11-12). Jalan Allah dalam melihat dan menjelaskan hal-hal itu berbeda dengan jalan manusia. Kitab ini juga mewahyukan kepada kita bahwa Allah memelihara/menjaga siapa yang mencari Dia, bahwa Dia adalah yang menghakimi dan yang mengampuni, bahwa Dia adalah Allah yang di atas tahta di dalam segala situasi, dan bahwa Dia selalu mendapatkan kemuliaan.

E. Sketsa umum: Kitab ini kira-kira memakai sembilan pasal untuk meninjau kembali silsilah bani Israel. Peninjauan kembali ini mengingatkan umat itu bahwa mereka adalah orang-orang pilihan. Di sini catatan mengenai Daud itu positif. Ini memperlihatkan kepada kita bahwa Tuhan telah mengampuni Daud dari seluruh dosanya. Kitab ini memberikan suatu pandangan Allah yang positif tentang orang-orang yang kembali. Kitab ini menceritakan riwayat peninggian Daud dan keberanian orang-orangnya, tabut kesaksian, kemakmuran kerajaan, kedambaannya untuk membangun bait, dan kemenangannya. Kitab ini juga menceritakan tentang pembelian tempat untuk bait, persiapan bahan-bahan untuk bait itu, para imam, orang Lewi, orang-orang yang memerintah. Terakhir kitab ini menceritakan kepada kita tentang keinginan Daud mengenai pembangunan bait itu.

F. Bagian-bagian: 1) silsilah (psl. 1---9:34), 2) Saul (psl. 9:35---10), 3) Daud (psl. 11---20), dan 4) persiapan bagi pembangunan bait (psl. 21---29).

IX. 2 TAWARIKH

A. Penulis, tempat, dan waktu: (lihat 1 Tawarikh).

B. Subyek: (lihat 1 Tawarikh).

C. Latar belakang: (lihat 1 Tawarikh).

D. Pemikiran sentral: Semua orang ingin mempunyai suatu penghidupan iman dan penghidupan pemenang harus memenuhi kebutuhan akan mencari, percaya, melayani, dan mencintai Tuhan.

E. Sketsa umum: Kitab ini menghitung kembali sejarah Salomo yang memperkuat kerajaannya, pembangunan bait, dedikasi bait dan penerimaannya oleh Tuhan, perbuatan-perbuatan Salomo, hikmat dan kemuliaannya, dan kematiannya. Kitab ini juga mencatat raja-raja Yehuda dari Rehabeam sampai Zedekia dan pembuangan ke Babel. Puji Tuhan! Kitab ini tidak berakhir dengan pembuangan ke Babel. Kitab ini juga kemudian membicarakan bahwa ada suatu pembebasan oleh Koresy, raja Persia, memerintahkan umat Allah untuk kembali ke Yerusalem untuk membangun suatu rumah bagi Allah.

F. Bagian-bagian: Salomo (psl. 1---9( dan 2) raja-raja Yehuda (psl. 10---36).

X. EZRA

A. Penulis, tempat, dan waktu: Kitab Ezra tentu ditulis oleh Ezra. Ezra adalah seorang ahli taurat dan imam yang sangat terdidik. Ia mengenal hukum-hukum Allah dengan sangat baik dan oleh karena itu ia adalah seorang ahli hukum. KItab-kitabnya ditulis di Yerusalem. Kitab-kitab ini meliput waktu dari tahun 536 SM dan 457 SM.

B. Subyek: Pemulihan bait oleh sisa Israel.

C. Latar belakang: Sisa umat Allah, oleh kasih karunia dan pengaturan kedaulatanNya, kembali ke tanah miliknya sendiri dari penawanan. Mereka telah belajar pelajaran yang keras selama penawanan mereka; pelajaran itu adalah meninggalkan berhala-berhala. Mereka menyadari bahwa penyembahan berhala itu adalah penyebab utama keruntuhan kerajaan mereka (Oleh karena itu, dari pemulihan mereka sampai kedatangan Tuhan yang pertama kali, orang-orang Yahudi tidak menyembah berhala-berhala). Mereka mengingat Yerusalem selama penawanan mereka. Mereka menolak untuk menikmati kesenangan-kesenangan bangsa-bangsa kafir dan tidak melupakan negaranya sendiri. Jika tidak, mereka tidak mempunyai banyak kesempatan untuk mengenal Allah, melayani Dia, dan memahami hukum-hukumNya. Mereka telah menikahi isteri-isteri kafir. Ministri Ezra adalah untuk membangun kembali bait dan membuat umat itu kembali kepada Allah, untuk mengenal Dia, melayani Dia dan membaca hukum-hukumNya. Dia juga menanggulangi mereka mengenai pernikahan mereka terhadap isteri-isteri kafir.

D. Pemikiran sentral: Sebagai anak-anak Allah, kita harus memperhatikan firman Allah dan baitNya dan menjaga kesaksian kekudusan kita.

E. Sketsa umum: Tuhan menggenapkan nubuat kitab Yeremia. Tuhan menggerakkan roh raja Koresy untuk mendorong umat Allah agar bangkit dari penawanan mereka, pergi ke Yerusalem, membawa perkakas-perkakas rumah Tuhan, dan membangun bait itu. Mengatasi banyak rintangan, mereka kemudian membangun sampai bait itu utuh/lengkap. Ada kira-kira dua ribu orang yang kembali kedua kali. Ezra memimpin kelompok yang kedua. Setelah menemukan bahwa umat itu menikahi isteri-isteri asing dan telah mempraktekkannya menurut orang-orang Kanaan, ia mengakui dosa-dosa umat itu kepada Allah. Ia berbicara kepada umat itu dan bertobat. Ada suatu kebangunan yang mengikuti pertobatan mereka.

F. Bagian-bagian: 1) yang kembali pertama kali (psl. 1---6) dan 2) yang kembali kedua kali (psl. 7---10).

XI. NEHEMIA

A. Penulis, tempat, dan waktu: Kitab Nehemia tentu ditulis oleh Nehemia. Ezra adalah seorang keturunan Lewi, suku para imam. Nehemia adalah seorang keturunan Yehuda, suku raja-raja. Yang satu melayani agama, dan yang lainnya melayani politik. Pada waktu itu, kerajaan Persia merawat Yudea sebagai satu propinsi, dan Nehemia menjadi gubernur Yudea. Kitabnya juga ditulis di Yerusalem. Kitab ini meliput periode waktu di antara tahun 446 SM dan 434 SM.

B. Subyek: Pembangunan kembali tembok Yerusalem di dalam keesaan yang membawa masuk suatu kebangunan dari suatu keadaan yang merosot.

C. Latar belakang: Ini adalah kitab sejarah umat pilihan yang terakhir. Umat itu miskin. Mereka telah menjual ladang-ladang, tanah-tanah, dan rumah-rumah mereka, dan bahkan telah menjual diri mereka sendiri untuk menjadi budak. Umat itu juga telah bercampur baur dengan kekafiran. Sebagai pengganti dari suatu kesaksian kekudusan, ada percampuran yang bertambah, percampuan pernikahan, para imam dengan silsilah yang tidak tepat, dan penghidupan orang Amom dan orang Moab di antara mereka, dan ada nabi-nabi palsu yang mengatakan perkataan-perkataan yang mengancam. Lagi pula, mereka telah kehilangan persekutuan mereka dengan Allah. Mereka telah tersesat jauh dari Allah dan tidak memahami hukumNya lagi, mereka juga tidak mempersembahkan korban-korban atau memelihara hari-hari raya. Keadaan mereka sangat buruk.

D. Pemikiran sentral: Berdoa dan berjerih lelah dengan tekun adalah rahasia untuk mendapatkan keberhasilan di dalam pekerjaan Allah.

E. Sketsa umum: Ketika Nehemia mendengar bahwa orang-orang yang telah kembali dari penawanan ada dalam kemalangan dan celaan yang besar, dan bahwa tembok Yerusalem telah diruntuhkan dan pintu-pinti gerbangnya telah dibakar oleh api, ia meratap, berpuasa dan berdoa di hadapan Allah. Ia diperintah oleh raja Persia kembali ke Yerusalem untuk memerintah umat Israel. Ia mendorong orang-orang yang kembali untuk melanjutkan dan melengkapkan pembangunan kembali tembok Yerusalem, sehingga mereka tidak menjadi suatu celaan lagi. Umat itu memperkuat tangan-tangan mereka bagi pekerjaan yang baik ini (2:1-18). Karena musuh, mereka harus membangun kembali tembok itu dengan satu tangan mengerjakan pekerjaan itu dan tangan yang satunya lagi memegang satu senjata. Pembangunan kembali tembok itu memakan waktu lima puluh dua hari.

F. Bagian-bagian: 1) kembalinya (ps. 1---2:16), 2) pembangunan tembok di dalam penderitaan (2:17---7:4), 3) perhitungan dengan silsilah (7:5-73), 4) jemaat (psl. 8---11), 5) perhitungan silsilah para imam (12:1-26), 6) dedikasi tembok itu (12:27-47), dan 7) pembaharuan dan pemulihan (ps. 13).

XII. ESTER

A. Penulis, tempat, dan waktu: Sulit untuk memastikan kepenulisan kitab Ester ini. Mungkin Mordekhai adalah penulisnya, sebab di dalam 9:20 dan 23 disebutkan bahwa Mordekhai mencatat peristiwa-peristiwa yang terjadi kemudian. Ia adalah seorang yang mengasihi Allah dan mengasihi orang-orang Yahudi. Jika kitab Ester ini ditulis olehnya, kitab ini ditulis di kota Susan. Kitab ini mencatat periode waktu di antara 521 SM dan 509 SM.

B. Subyek: Allah yang tak kelihatan menyelamatkan umatNya yang tercerai berai yang bersandar di dalam Dia.

C. Latar belakang: Ezra dan Nehemia mencatat pemeliharaan Allah atas orang-orang yang tersisa yang kembali ke tanah permai. Ester memberitahuka kepada kita bagaimana Allah juga menjaga orang-orang Yahudi yang tercerai berai di tanah kafir/asing. Allah tidak menyebutkannya di dalam kitab ini; oleh karena itu, ada beberapa orang yang memikirkan apakah ini firman Allah. Keindahan kitab ini adalah bahwa ada beberapa bagian yang seharusnya tidak menyebutkan Allah. Oleh iman, kita melihat Allah yang tak kelihatan memelihara umatNya yang bersandar di dalam Dia.

D. Pemikiran sentral: Allah yang tak kelihatan dan yang tersembunyi memelihara umatNya baik di dalam perkara yang besar maupun kecil.

E. Sketsa umum: Ester, seorang Yahudi, menjadi ratu Ahasyweros setelah ratu yang semula disisihkan karena tidak taat. Mordekhai, kenalan Ester, menyelamatkan kehidupan raja dengan menelanjangi suatu persekongkolan terhadap raja. Kedua orang ini dipakai oleh Allah untuk membebaskan umatNya dari niat jahat Haman untuk membunuh semua orang Yahudi di dalam kerajaan Ahasyweros. Oleh kedaulatan Allah, Haman disulakan di atas tiang gantungan yang ia buat untuk menyulakan Mordekhai. Seluruh orang Yahudi diselamatkan dari hukuman. Orang-orang Yahudi memperingati penyelamatan mereka dari kejahatan Haman dengan memelihara hari raya Purim sampai sekarang.

F. Bagian-bagian: 1) Pesta raja Ahasyweros (psl. 1---2), 2) Pesta Ester (psl. 3---7), dan 3) Hari raya Purim (psl. 8---10).