KITAB-KITAB HUKUM TAURAT---PENTATEUCH KEJADIAN SAMPAI ULANGAN
Pembacaan Alkitab
Yes. 66:1-2; Kej. 1:26; Why. 19:7; Kej. 3:15; Gal. 4:5;
Mat. 16:18; Why. 21:2; Kej. 12:1; 1 Kor. 5:7;
Kel. 12:3, 11; 16:12; 19:4; 25:8-9; 40:34-35; Im. 1:1-2;
11:45; Bil. 1:1-3; 10:35; 14:29-31; Ul. 9:1.
Garis Besar
I. Alkitab
A. Penulis, tempat, dan waktu
B. Subyek
C. Latar belakang
D. Pemikiran sentral
E. Sketsa umum
F. Bagian-bagian
II. Kejadian (A sampai F)
III. Keluaran (A sampai F)
IV. Imamat (A sampai F)
V. Bilangan (A sampai F)
VI. Ulangan (A sampai F)
Di dalam sembilan pelajaran berikutnya, kita akan mempelajari bermacam-macam perkara-perkara penting masing-masing kitab dari keenam puluh enam kitab di dalam Alkitab. Pelajaran-pelajaran ini akan menyajikan suatu pandangan umum tentang setiap kitab dari Alkitab. Kami menganjurkan Anda agar Anda berusaha sebaik mungkin untuk mengingat poin-poin kunci dari masing-masing kitab.
Topik-topik berikut ini ditujukan untuk setiap kitab: penulis-penulis kitab, tempat di mana kitab itu ditulis, periode waktu yang mencakupnya, latar belakang dan keadaan yang dapat mempengaruhi para penulis, pikiran inti yang diekspresikan oleh para penulis yang berhubungan dengan latar belakangnya, subbyeknya, sketsa umumnya dan bagian-bagian utamanya. subyek adalah suatu sketsa umum yang abstrak, sketsa umum ini meliputi poin-poin penting dari kitab itu.
I. ALKITAB
A. Penulis, Tempat, dan Waktu
Sejauh ini, kita telah melihat bahwa Alkitab secara menyeluruh adalah perkataan dari Allah yang ditulis oleh orang-orang yang terdorong oleh Roh Kudus (2 Ptr. 1:21). Allah, bersama dengan empat puluh penulis, mengarang Alkitab. Alkitab itu terutama ditulis di tanah permai, meskipun ada bagian-bagian tertentu yang ditulis di tanah bangsa kafir, termasuk Babilonnia dan Roma. Ini hampir menghabiskan waktu selama 1600 tahun, dari 1500 SM sampai 96 M, untuk melengkapi Alkitab.
B. Subyek
Subyek Alkitab hanya terkandung di dalam empat kalimat ini: Allah merencana dan mencipta, Setan memberontak dan merusak, manusia jatuh dan hilang, dan Kristus menebus dan membangun.
Subyek Perjanjian Lama adalah bahwa Allah mencipta, Setan merusak, manusia jatuh, dan Allah menjanjikan kedatanagan Kristus untuk penebusan.
Subyek Perjanjian Baru adalah Kristus datang untuk menebus orang-orang berdosa dan membangun gereja menurut rencana Allah.
C. Latar Belakang
Manusia diciptakan Allah untuk diisi Allah sehingga ia dapat mengekspresikan Allah dan mewakili Dia. Tetapi, manusia jatuh dari Allah, menjadi tidak berguna bagi Allah dan ditakdirkan untuk menerima hukuman kekal. Tetapi Allah masih mengasihi manusia dan damba untuk menyamatkan manusia agar Dia dapat merampungakan tujuan kekalNya.
D. Pemikiran Sentral
Pemikiran sentral kitab ini adalah Kristus dan gereja. Alkitab bukan hanya mewahyukan Kristus sendiri; Alkitab juga mewahyukan mempelai perempuan dan Tubuh Kristus, yaitu gereja.
Perjanjian Lama memimpin manusia kepada Kristus agara manusia dapat ditebus olehNya.
Perjanjian Baru memperlihatkan kepada kita bagaimana gereja ditebus dan dibangun di dalam Kristus.
E. Sketsa Umum
Alkitab mewahyukan Allah, Kristus, Roh itu, pekerjaan Kristus, manusia, keselamatan, hayat kekal, orang-orang pecaya, gereja, kerajaan, Yerusalem Baru, perjanjian-perjanjian, dispensasi-dispensasi, dan Setan. Allah yang merencanakan dan Kristus yang menciptakan manusia menurut rencana Allah. Setan masuk merusak manusia dan Kristus datang untuk menyelamatkan manusia. Siapa yang percaya kepada keselamatan Allah menerima hayat yang kekal dan, menjadi suatu ekspresi yang korporat, yaitu gereja pada jaman ini, kerajaan yang termanifestasikan pada jaman yang akan datang, dan Yerusalem Baru di dalam kekekalan. Allah membuat delapan perjanjian dengan manusia mengenai tujuanNya. Allah melaksanakan tujuan kekalNya di dalam empat dispensasi, yaitu, empat periode di mana Dia berhubungan dengan manusia. Akhirnya, Setan dihakimi, dan Allah dimuliakan melalui membaurkan DiriNya dengan manusia.
F. Bagian-bagian
1. Perjanjian Lama
a. Kitab-kitab taurat, Pentateuch oleh Musa: Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan.
b. Kitab-kitab sejarah, dua belas kitab: Yosua, Hakim-Hakim, Ruth, 1 Samuel, 2 Samuel, 1 Raja-Raja, 2 Raja-Raja, 1 Tawarikh, 2 Tawarikh, Ezra, Nehemia, dan Ester.
c. Kitab-kitab puisi, lima kitab: Ayub, Mazmur, Amsal, Pengkhotbah, dan Kidung Agung.
d. Kitab-kitab nubuat, sebelas kitab: Yesaya, Yeremia, Ratapan, Yehezkiel, Daniel, Hosea, Yole, Amos, Obaja, Yunus, Mikha, Nahum, Habakuk, Zefanya, Hagai, Zakharia, dan Maleakhi.
2. Perjanjian Baru
a. Kitab-kitab sejarah, lima kita: Matius, Markus, Lukas, Yohanes, dan Kisah Para Rasul.
b. Surat-surat rasuli, dua puluh satu kitab: Roma, 1 Korintus, 2 Korintus, Galatia, Efesus, Filipi, Kolose, 1 Tesalonika, 2 Tesalonika, 1 Timotius, 2 Timotius, Titus, Filemon, Ibrani, Yakobus, 1 Petrus, 2 Petrus, 1 Yohanes, 2 Yohanes, 3 Yohanes, dan Yudas.
c. Kitab nubuat, satu kitab: Wahyu.
II. KEJADIAN
Kejadian...berarti kelahiran, asal mula. Kejadian membawakan kelahiran bagi segala sesuatu, memberikan asal mula bagai segala sesuatu. Kejadian adalah sejilid kitab yang mengandung semua benih kebenaran ilahi. Semua kebenaran yang ada dalam seluruh Alkitab ditaburkan di dalam kitab ini.
A. Penulis, Tempat dan Waktu
Pentateuch Musa---Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan dan Ulangan---ditulis oleh Musa. Musa dibesarkan di istana. Ia adalah seorang yang berpendidikan, seorang ahli politik, dan seorang pemimpin kemiliteran. Menurut dunia, ia juga adalah seorang pemimpin agama. Pentateuch ini ditulis olehnya di Gunung Sinai dan di padang belantara. Peristiwa-peristiwa yang tercatat di dalam kitab ini terjadi antara tahun 4004 SM dan 1689 SM, dan ditulis sekitar tahun 1500 SM.
B. Subyek
Subyek kitab Kejadian adalah: Allah mencipta, Setan merusak, manusia jatuh, dan Yehova berjanji untuk menyelamatkan.
C. Latar Belakang
Kejadian adalah kitab pertama dari Alkitab. Setelah 2500 tahun wahyu pembicaraan Allah, Kejadian adalah kitab permulaan catatan tulisan tentang wahyu Allah. Wahyu tulisan ini diperlukan agar wahyu Allah tersedia bagi semua orang.
D. Pemikiran Sentral
Pemikiran sentral kitab Kejadian adalah: Kristus adalah pengharapan dan keselamatan bagi manusia yang telah jatuh, dan Allah akan membuat manusia yang telah jatuh itu merampungkan tujuanNya melalui Kristus.
E. Sketsa Umum
Kitab kejadian mewahyukan penciptaan Allah dan kejatuhan manusia. Menurut kitab kejadian, manusia jatuh tahap demu tahap: dari Allah kepada hati nurani, dari hati nurani ke pemerintahan manusia, dari pemerintahan manusia ke pemberontakan. Di dalam pemberontakan ini manusia meninggalkan Allah dan berpaling kepada penyembahan berhala. Setelah manusia memberontak terhadap Allah di Babel, Allah menyerahkan ras ciptaan; tetapi, Dia tidak dapat dan Dia tidak meninggalkan tujuanNya. Oleh karena itu, setelah menyerahkan ras ciptaan, Allah memanggil suatu ras yang baru, suatu ras pilihan, yang di mulai dengan Abraham. Terhadap Abraham Allah berjanji bahwa di dalam dia semua bangsa di bumi akan diberkati ( Kej. 12:3). Akhirnya ras yang dipilih dan dipanggil oleh Allah jatuh dari pemilihan dan panggilan Allah ke Mesir, yaitu ke dalam dunia.
F. Bagian-bagian
1) Allah mencipta (1:1---2:25), 2) Setan merusak (3:1---11:32), dan 3) Yehova memanggil (12:1---50:26).
III. KELUARAN
A. Penulis, Tempat, dan Waktu
Peristiwa-peristiwa yang tercatat di dalam kitab ini terjadi di antara tahun 1706 SM dan 1409 SM (Lihatlah bagian ini di dalam kitab Kejadian.)
B. Subyek
Subyek kitab Keluaran adalah keselamatan Allah, suplaian, wahyu, dan pembangunan tempat kediamanNya.
C. Latar Belakang
Setelah bani Israel diselamatkan keluar dari Mesir, mereka mengembara di padang belantara. Tujuan Allah bukan hanya untuk menyelamatkan mereka dari kekuasaan Firaun, melainkan untuk membangun mereka menjadi tempat tinggalNya, yaitu tabernakel. Maksud Allah adalah untuk mewahyukan kepada tujuan kekalNya bani Israel, yaitu untuk mendapatkan tempat kediamanNya di atas bumi (25:8-9, 40).
D. Pemikiran Sentral
Pemikiran sentral kitab Keluaran adalah bahwa Kristus adalah penebusan, keselamatan dan suplaian umat Allah serta sarana bagi mereka untuk menyembah dan melayani Allah sehingga di dalam Dia mereka dapat dibangunkan dengan Allah agar mereka dan Allah bertemu, satu sama lain saling berkomunikasi, dan saling menghuni.
E. Sketsa Umum
Sketsa umum kitab Keluaran pertama memperlihatkan bagaimana bani Israel diperbudak di Mesir (1:8-14), Kemudian kitab itu mewahyukan bahwa bani Israel ditebus dan diselamatkan ( 12:27; 14:30). Setelah penebusan dan penyelamatan mereka, bani Israel dipimpin oleh Tuhan di padang belantara (13:17-18, 21-22; 17:1; 19:1-2; 40:36-38). Mereka dipimpin oleh tiang awan dan tiang api. Lebih jauh lagi manna diturunkan dari sorga, dan air hidup mengalir dari batu yang terbelah. Di dalam perjalanan mereka, akhirnya bani Israel dibawa oleh Tuhan ke Gunung Sinai di mana mereka menerima suatu wahyu tentang tujuan Allah, yaitu untuk mendapatkan tempat kediamanNya di atas buni (25:8-9, 40). Setelah menerima wahyu ini, mereka membangun tabernakel bagi tempat tinggal Allah (39:32; 40:2, 34-35).
F. Bagian-bagian
1) Diperbudak (1:1-22), 2) ditebus dan diselamatkan (2:1---15:21), 3) dipimpin (15:22---18:27), menerima wahyu ( 19:1---34:35), dan 5) membangun tabernakel (35:1---40:38).
IV. IMAMAT
A. Penulis, Tempat, dan Waktu
(Lihatlah bagian ini di dalam kitab Kejadian)
B. Subyek
Subyek kitab Imamat adalah penyembahan umat yang ditebus terhadap Allah dan penghidupan mereka akan suatu kekidupan yang kudus.
C. Latar Belakang
Setelah bani Israel membangun tabernakel bagi tempat kediaman Allah, mereka perlu mengenal bagaimana menyembah Allah, bagaimana mempersembahkan kepada Allah, bagaimana melayani Allah, bagaimana hidup di hadapan Allah, dan bagaimana berhari raya di hadapan Allah. Tanpa wahyu yang tepat dari Allah, mereka akan mempraktekkannya menurut konsep mereka sendiri. Oleh karena itu, Allah memberikan sejilid kitab kepada mereka yang mewahyukan konsep dan jalanNya.
D. Pemikiran Sentral
Pemikiran sentral kitab Imamat adalah bahwa Kristus itu adalah segala sesuatu dalam persekutuan, pelayanan, dan kehidupan umat tebusan Allah. Dr. C. I. Scofield satu kali menunjukkan bahwa Kristus dapat dilihat di dalam setiap halaman dari kitab ini. Di dalam kitab Imamat, Kristus adalah segala sesuatu. Dia adlah persembahan-persembahan, Dia adalah imam besar, dan Dia adalah segala sesuatu di dalam penghidupan umat tebusan Allah. Oleh karena itu, Imamat adalah sejilid kitab tentang Kristus dan penuh akan Kristus.
E. Sketsa Umum
Sketsa umum kitab Imamat adalah ini: Melalui tabernakel, dengan persembahan-persembahan, dan oleh para imam, umat tebusan Allah dapat bersekutu dengan Allah, melayani Allah, dan menjadi umat kudus Allah yang memperhidupkan suatu kehidupan yang kudus, yang mengekspresikan Allah.
F. Bagian-bagian
1) Peraturan-peraturan mengenai persembahan-persembahan (chs. 1---7), 2) peraturan-peratuan mengenai pelayanan (chs. 8---10), 3) peraturan-peraturan mengenai penghidupan (chs. 11---22), 4) peraturan-peraturan mengenai hari-hari raya (ch. 23), dan 5)peraturan-peraturan lain dan peringatan-peringatan (chs. 24---27).
V. BILANGAN
A. Penulis, Tempat, dan Waktu
Peristiwa-peristiwa yang tercatat di dalam kitab ini terjadi di antara tahun 1490 SM dan 1451 SM (Lihatlah bagian ini di dalam kitab Kejadian.)
B. Subyek
Subyek kitab Bilangan adalah umat tebusan Allah dibentuk ke dalam pasukanNya dan perjalanan mereka dalam berperang bagi Allah.
C. Latar Belakang
Setelah bani Israel diselamatkan keluar dari Mesir dan disuplai oleh Allah, dan setelah mereka menerima wahyu dari Allah dan membangun tabernakel bagi tempat tinggal Allah, Allah berbicara kepada mereka dari tabernakel itu. Mendapatkan pelajaran bagaimana untuk menyembah Allah dan bagaimana memperhidupkan suatu kehidupan yang kudus, mereka perlu maju terus. Kitab ini memperlihatkan bagaimana mereka melakukannya.
D. Pemikiran Sentral
Pemikiran sentral kitab Bilangan adalah ini: Kristus adalah kesaksian dan pusat umat Allah, dan Pemimpin serta sasaran dari perjalanan dan peperangan mereka.
E. Sketsa Umum
Sketsa Umum kitab Bilangan adalah ini: bangsa Israel yang telah ditebus dan dikuduskan itu dibentuk ke dalam satu pasukan kudus Allah, yang maju dengan mengikuti pimpinan Allah dan berperang bagiNya.
F. Bagian-bagian
1) Dibentuk ke dalam suatu pasukan (1:1---9:14), 2) perjalanan (9:15---20:29; 21:4-20; 33:1-49), dan 3) berperang (21:1-3; 21:21---32:42; 33:50---36:13).
VI. ULANGAN
A. Penulis, Tempat, dan Waktu
Peristiwa-peristiwa yang tercatat di dalam kitab ini terjadi di antara tahun 1491 SM dan 1451 SM (Lihatlah bagian ini di dalam kitab Kejadian,)
B. Subyek
Subyek kitab Ulangan adalah persiapan umat tebusan Allah untuk mendapatkan tanah permai.
C. Latar Belakang
Kitab Ulangan dipenuhi dengan perkataan-perkataan Musa kepada generasi yang kedua, generasi yang dipersiapkan untuk masuk ke dalam tanah permai itu dan memilikinya. Sepanjang yang menyangkut bahwa mereka akan mengulangi kegagalan nenek moyang mereka, maka Musa memerintahkan banyak perkara kepada mereka, mengulangi dan mengulangi lagi hal-hal tertentu. Ia dengan khusus berkara secara berulang-ulang mengenai perkara-perkara itu yang akan menjaga umat dan mengkualifikasikan mereka untuk masuk ke dalam tanah permai dan memiliki, mewarisi, serta menikmati tanah itu. Musa seperti seorang bapak penatua yang berbicara memperhatikan anak-anaknya.
D. Pemikiran Sentral
Pemikiran sentral kitab Bilangan adalah bahwa Kristus adalah Guru dan Pemimpin umat Allah sehingga mereka dapat masuk ke dalam wilayah sorgawi dan berbagian di dalam kekayaanNya.
E. Sketsa Umum
Sketsa umum kitab Bilangan adalah ini: latihan pembaharuan diberikan kepad generasi yang baru dari bani Israel setelah perjalanan jauh mereka di padang belantara, untuk mempersiapkan mereka ke dalam tanah permaiyang dijanjikan oleh Allah supaya mereka dapat mewarisinya sebagai milik mereka.
F. Bagian-bagian
1) Mengulang hal-hal yang lampau (1:1---4:43), 2) Ulangan hukum taurat (4:44---26:19), 3) suatu peringatan (27:1---26:68), 4) pendirian perjanjian (29:1---30:20), 5) nasihat-nasihat dan perintah-perintah terakhir (31:1-13, 24-29), 6) nyanyian Musa (31;14-23, 30; 32:1-47), 7) berkat Musa (33: 1-29), dan 8) kematian Musa, dan penggantinya (32:48-52; 34:1-12).