← Daftar isi Sikap Kita terhadap Alkitab Cara untuk Menikmati Alkitab – dengan Membiarkan Firman Kristus Diam DI dalam Kita dengan Segala Kekayaannya · bab 10/24

POKOK-POKOK PENTING ALKITAB (4) PERJANJIAN-PERJANJIAN, DISPENSASI-DISPENSASI DAN SETAN

Pembacaan Alkitab

Kej. 12:2-3; Mat. 26:28; Luk. 22:20; Ibr. 8:8-13; 1 Ptr. 5:8, 5; Yoh. 14:30; Mat. 8:23-32; Yak. 9:5-7; Kej. 1:2; Ef. 6:!2; Ef.4:27; 1 Ptr. 5:8-9; Ef. 6:11-17; 1 Yoh. 3:8; Ibr. 2:14; Why. 12:9; 20:2-3.

Garis Besar

I. Perjanjian-perjanjian

A. Perjanjian yang telah Allah buat dengan manusia yang diciptakan

B. Perjanjian yang telah Allah buat dengan manusia yang jatuh

C. Perjanjian yang telah Allah buat dengan manusia yang diselamatkan melalui air

D. Perjanjian yang telah Allah buat dengan orang yang terpanggil

E. Perjanjian lama yang telah Allah buat dengan mereka yang tidak mengenal diri mereka sendiri

F. Perjanjian yang Allah buat dengan mereka yang pergi mewarisi tanah itu

G. Perjanjian yang telah Allah buat dengan orang yang berkenan di hatiNya

H. Perjanjian baru yang telah Allah buat dengan semua orang berdosa

II. Dispensasi-dispensasi

A. Dispensasi kepala keluarga

B. Dispensasi hukum Taurat

C. Dispensasi kasih karunia

D. Dispensasi kerajaan

III. Setan

A. Asal Mula Setan

1. Diciptakan untuk menjadi seorang raja

2. Adalah penghulu malaikat yang tertinggi

3. Adalah kerub yang sempurna yang memiliki keimaman

B. Pemberontakan Setan

1. Penyebab pemberontakan

2. Tujuan pemberonatakan

3. Proses pemberontakan

C. Akibat pemberontakan

1. Setan dihakimi oleh Allah

2. Langit dan bumi dihakimi

3. Malaikat-malaikat pemberontak dan roh-roh jahat dihakimi

D. Pelaksanaan penghakiman Allah atas Setan

I. PERJANJIAN-PERJANJIAN

A. Perjanjian yang Telah Allah Buat dengan Manusia yang Diciptakan

Di dalam seluruh Alkitab, Allah membuat delapan perjanjian dengan manusia: tujuh dalam Perjanjian Lama dan satu dalam Perjanjian Baru. Perjanjian pertama yang telah Allah buat dengan manusia adalah suatu perjanjian yang telah Allah buat dengan manusia yang diciptakan (Kej. 2:8-9, 15-17).

Dia yang telah membuat perjanjian ini adalah Yehova Allah, Dia yang selalu adalah dan Yang Maha Besar yang adalah setia. Perjanjian itu dibuat untuk dia yang adalah manusia yang diciptakan tanpa hayat Allah dan tanpa dosa, tetapi memiliki suatu roh dan suatu keinginan yang bebas dan yang ditugaskan untuk menata dan menjaga taman Allah. Allah membuat suatu perjanjian dengannya yaitu melalui makan, dia seharusnya menerima pohon hayat, yang melambangkan Allah sebagai sumber hayat, sehingga Allah dapat masuk ke dalamnya untuk disatukan dan dibaurkan dengannya, sehingga memenuhi tujuan Allah dalam menciptakan manusia. Lebih dari itu, Allah menginginkan manusia untuk menolak pohon pengetahuan baik dan jahat, yang melambangkan Setan sebagai sumber dosa dan kematian, kalau kejahatan Setan, elemen yang beracun masuk ke dalam manusia sehingga membahayakan manusia yang tulus dan murni yang diciptakan Allah bagi tujuan kekalNya. Akhirnya, manusia bertindak berlawanan dengan perjanjian Allah dan ditipu oleh ular Itu (Iblis), makan pohon pengetahuan baik dan jahat, sehingga menerima Setan dan memiliki dosa serta kematian. Maka, manusia diusir dari Taman Eden dan dijauhkan dari pohon hayat, yaitu dijauhkan oleh kerubim, yang melambangkan kemuliaan Allah, oleh lidah api, yang melambangkan kekudusan Allah, dan oleh pedang yang melambangkan keadilbenaran Allah. Hal ini terjadi sampai perampungan penebusan Kristus yang memuaskan syarat-syarat kemuliaan, kekudusan, dan keadilbenaran Allah, sehingga jalan menuju pohon hayat dibuka sekali lagi.

B. Perjanjian Yang Allah Buat dengan Manusia yang telah Jatuh

Di dalam Perjanjian Lama, setelah penciptaan manusia, Allah membuat perjanjian yang pertama dengan manusia; setelah kejatuhan manusia Dia datang ke tempat manusia yang telah jatuh mencari dan memanggil manusia yang telah jatuh itu. Dengan seorang manusia yang telah melanggar larangan Allah, yang memiliki dosa dan kematian, yang mempunyai pengetahuan yang baik dan yang jahat, dan yang mengetahui ketelanjangannya dan yang membuat rok dari dedaunan untuk menutupi kemaluannya itu, Allah membuat perjanjian yang kedua dengan manusia (Kej. 3:8-21). Di dalam perjanjian ini Allah mengutuk si ular, membatasinya, sehingga ular itu hanya akan merayap di atas bumi dan dan ular itu akan memakan debu sepanjang seluruh kehidupannya. Dia juga berjanji bahwa benih perempuan itu, Kristus, akan datang untuk meremukkan kepala si ular, yaitu, untuk mematikan Setan. Akhirnya, Allah menghendaki perempuan menderita di dalam melahirkan anak dan diperintah oleh suaminya, dan Dia menghendaki manusia berjerih lelah dan berpeluh sampai ia kembali ke tanah, sehingga dengan dibatasi oleh penderitaan, manusia yang telah jatuh itu akan mempunyai keamanan dan perlindungan dan akan berpaling kepada Allah untuk menerima pembebasan melalui benih perempuan itu. Akhirnya, Adam percaya kepada apa yang dijanjikan di dalam perjanjian Allah dan menyebut isterinya Hawa, yang berarti "hidup" atau "hayat." Oleh iman ia juga mempunyai pengharapan akan hayat. Kemudian Allah membuat pakaian dari kulit bagi mereka bahwa orang-orang dosa yang telah jatuh, telah dibenarkan oleh Allah melalui Kristus, dapat diterima oleh Allah dan memiliki persekutuan denganNya. Oleh iman Habel menerima jalan penebusan Allah, mempersembahkan korban dengan curahan darah dan diterima oleh Allah. Tetapi, Kain menolak jalan penebusan Allah, mempersembahkan hasil tanpa adanya curahan darah. Ditolak oleh Allah, kemudian ia membunuh Habel saudaranya dan diusir dari hadirat Allah, menghasilkan suatu kebudayaan yang merusak keturunan-keturunannya dan dihakimi oleh Allah.

C. Perjanjian Yang Allah Buat dengan Manusia yang Telah Diselamatkan Melalui Air

Setelah Allah menghakimi generasi yang bobrok dengan air bah dan menyelamatkan keluarga Nuh delapan orang keluar dari generasi itu, Dia membuat suatu perjanjian dengan Nuh, yaitu perjanjian yang ketiga yang Allah buat dengan manusia (Kej. 9:1-17). Perjanjian ini dibuat berdasarkan atas perjanjian yang Allah buat dengan Nuh sebelum penghukuman air bah. Perjanjian itu juga berdasarkan atas bau yang manis yang dihasilkan dari korban-korban bakaran yang disajikan di atas mezbah, yang dibangun oleh manusia dalam menerima jalan penebusan Allah. Isi dari perjanjian itu meliputi butir-butir berikut ini: manusia akan berbuah, bertambah banyak dan mengisi bumi, mempunyai kuasa atas seluruh makhluk hidup, dan diijinkan makan binatang-binatang untuk makanan tetapi tidak boleh makan darah; dan Allah akan memberi manusia otoritas melampaui yang lainnya untuk mempertahankan keberadaan dan mengatur ras manusia, berjanji tidak akan mengahancurkan bumi dengan air bah lagi, dan memakai pelangi sebagai suatu tanda dari kesetiaanNya dalam memelihara perjanjian itu. Hasilnya adalah bumi dipelihara/dilindungi, bahwa semua makhluk yang hidup dapat bertumbuh, dan bahwa manusia dapat bertambah banyak dengan tanpa akhir dan memenuhi muka bumi ini. Namun, manusia menyalahgunakan otoritas yang diberikan Allah untuk membentuk bangsa-bangsa, meninggikan dirinya sendiri untuk melawan Allah, jatuh ke dalam penyembahan berhala, dan dicerai beraikan oleh Allah ke atas muka bumi. Akhirnya, Allah dipaksa menyerahkan keturunan Nuh, ras Adam yang tercipta.

D. Perjanjian yang telah Allah Buat dengan Orang yang Terpanggil

Ketika keturunan-keturunan Nuh melanggar perjanjian yang telah Allah buat dengan Nuh, membentuk bangsa-bangsa untuk melawan Allah dan akhirnya jatuh ke dalam penyembahan berhala, Yehova, Allah kemuliaan, datang untuk memanggil Abraham (Abram) sebagai kepala dari suatu ras baru dan membuat suatu perjanjian dengannya, perjanjian keempat yang telah Allah buat dengan manusia (Kej. 12:2-3, 7-8; 13:14-16; 15:1-21; 17:21, 5, 6; 22:17-18). Allah telah membuat suatu perjanjian dengan Abraham pada enam waktu yang berbeda, yang isi utamanya termasuk butir-butir sebagai berikut: pertama, Allah akan membuatnya suatu bangsa yang besar, dan bangsa-bangsa akan dibuat darinya dan raja-raja akan datang darinya; kedua, Allah akan memberkatinya dan membuat namanya besar; ketiga, Allah akan memberikan tanah Kanaan kepadanya dan kepada keturunannya untuk menjadi milik pusakanya hingga kekal; keempat, Allah akan membuat Sarah, istrinya, untuk melahirkan seorang putra, akan memperbanyak keturunannya seperti bintang-bintang di langit dan pasir yang ada di tepi laut, dan akan membuat dia menjadi bapa dari banyak bangsa dan Sarah menjadi seorang ibu dari bangsa-bangsa; dan kelima, Allah akan memberikan kepadanya janji kasih karunia dimana semua bangsa-bangsa di atas bumi akan diberkati di dalamnya dan dalam keturunannya. Akibatnya, walaupun dia memegang perjanjian itu, dua kali dia meninggalkan tanah yang dijanjikan. Lebih dari itu, rumah Yakub keturunannya, semuanya meninggalkan tanah yang dijanjikan dan turun ke Mesir, dan jatuh di bawah kekejaman dan perbudakan dari Mesir.

E. Perjanjian Lama yang telah Allah Buat dengan Mereka yang Tidak Mengenal Diri Mereka Sendiri

Ketika Allah melalui Musa membebaskan orang-orang Israel keluar dari Mesir, tanah perbudakan dan membawa mereka ke kaki gunung Sinai, Dia membuat suatu perjanjian dengan mereka, perjanjian ke lima yang telah Dia buat dengan manusia (Kel. 20-23). Mereka telah merayakan Paskah dan telah ditebus oleh Allah, mereka telah diselamatkan oleh kuat kuasa Allah keluar dari Mesir, dan mereka telah dibawa melalui padang belantara oleh kasih karunia Allah. Namun, mereka tidak mengenal diri mereka sendiri, mereka mengira bahwa mereka dapat memelihara perintah-perintah Allah oleh mereka sendiri. Oleh karena itu, melalui Musa, Allah menyatakan hukum itu, yang ditetapkan menurut apa adanya Dia, untuk menelanjangi pelanggaran mereka sehingga mereka dapat mengenal dosa, dan menjaga serta menudungi mereka sampai mereka dibawa kepada Kristus. Isi hukum taurat itu dibagi ke dalam perintah-perintah, peraturan-peraturan dan ketetapan-ketetapan. Perintah-perintah, sebagai dasar perintah Allah, adalah prinsip-prinsip umum dari hukum taurat itu. Ada sepuluh perintah. Peraturan-peraturan itu menyatakan, menjelaskan secara mendetail, dan sebagai tambahan dari sepuluh perintah dasar itu; penekanannya adalah pada penyembahan dan pelayanan manusia terhadap Allah dan dengan upacara-upacara dan peraturan-peraturan yang berkenaan dengan hubungan manusia dengan Allah. Ketetapan-ketetapan, yaitu undang-undang dengan keputusan-keputusan, atau hukum-hukum, juga menyatakan, menjelaskan secara mendetail dan sebagai pelengkap dari sepuluh perintah dasar itu; penekanannya pada keputusan-keputusan mengenai hhubungan manusia dengan orang lain dan manusia dengan Allah. Perjanjian ini digenapkan oleh perssembahan korban bakaran dan korban pendamaian dan dengan memercikan darah korban itu pada kitab perjanjian dan umat Allah. Karena Allah mengetahui bahwa mereka akan melanggar perkataan-perkataan perjanjian itu, maka Dia mempersiapkan korban-korban, yang melambangkan Kristus, supaya mereka dapat ditebus dan memiliki keharmonisan dengan Allah untuk menikmati damai sejahtera denganNya. Hasil dari membuat perjanjian itu adalah bahwa sebelum perampungan perjanjian itu mereka menyembah patung lembu emas sehingga melanggar perjanjian itu. Lebih jauh lagi, setelah perampungan perjanjian itu, mereka tidak mentaati semua perintah-perintah, undang-undang, dan hukum-hukum dari perjanjian itu sepanjang generasi mereka. Namun, hanya ada beberapa orang saja yang disempurnakan oleh Allah dan yang dijaga dan ditudungi oleh perjanjian itu dan yang dibawa kepada jalan penebusan Allah

F. Perjanjian Yang Allah Buat dengan Mereka Yang Pergi untuk Mewarisi Tanah itu

Melalui Musa, Allah membawa bani Israel ke sebelah Timur Yordan, ke tanah Moab, dan sebelum mereka pergi untuk mendapatkan tanah Kanaan yang permai itu, Dia membuat suatu perjanjian dengan mereka melalui Musa, perjanjian yang keenam yang Allah buat dengan manusia (Bil. 29-30). Di dalam perjanjian ini, Allah Yehova memerintahkan generasi yang baru dari bani Israel bahwa setelah mereka masuk ke dalam tanah permai itu, mereka akan memelihara semua perintah, undang-undang, dan hukum-hukum di dalam perjanjian yang Dia buat dengan nenek moyang mereka di Gunung Sinai, dan berpaling kepada Yehova Allah mereka dengan sepenuh hati mereka dan dengan seluruh sukma mereka, untuk mengasihi Dia dan terpaut kepadaNya. Jika mereka mau memelihara perkataan-perkataan dari perjanjian itu dan melakukannya, mereka akan hidup dan diberkati serta makmur di dalam segala hal. Jika mereka memalingkan hati mereka dari Allah Yehova untuk tidak mentaati perkataan-perkataan perjanjianNya, mereka akan dikutuk, mengalami malapetaka-malapetaka, dan akan dimusnahkan dari tanah mereka serta akan dilemparkan ke tanah lain dan diceraiberaikan di antara bangsa-bangsa. Jika mereka mau mengambil perkataan-perkataan berkat Allah ke dalam hati mereka di tanah pembuangan, dan jika mereka mau berpaling kepada Yehova Allah mereka, dan mentaati suaraNya dengan sepenuh hati mereka dan dengan seluruh sukma mereka, Allah Yehova akan mengasihani mereka dan akan memulihkan mereka dan membawa mereka masuk ke dalam tanah permai yang telah dimiliki nenek moyang mereka. Allah akan menyunat hati orang-orang yang berpaling itu dan hati keturunan-keturunan mereka untuk mengasihi Yehova Allah mereka dengan sepenuh hati dan dengan seluruh sukma mereka, dan Dia akan bersukacita lagi atas mereka, sebagaimana Dia bersukacita atas nenek moyang mereka. Hasil dari perjanjian ini adalah bahwa generasi bani Israel yang baru itu, seperti nenek moyang mereka, berpaling dari Allah sepanjang generasi mereka dan tidak mentaati perjanjian Allah. Mereka dikutuk dan menderita malapetaka-malapetaka; mereka dibawa ke bangsa-bangsa lain, menderita ancaman dan penganiayaan manusia selama hampir dua ribu enam ratus tahun. Sampai hari ini mereka masih belum berpaling kepada Allah, yang sungguh-sungguh mengharapkan kembalinya mereka. Sebelum sampai kedatangan Tuhan Yesus kembali, seluruh keluarga mereka akan bertobat dan diselamatkan. Pada waktu itu Tuhan akan mengutus malaikat-malaikatNya untuk mengumpulkan mereka bersama dari keempat penjuru angin dan membawa mereka kembali ke tanah permai yang telah Allah berikan kepada nenek moyang mereka.

G. Perjanjian Yang Allah Buat dengan Dia yang Berkenan di HatiNya Sendiri

Setelah bani Israel masuk ke dalam tanah Kanaan yang permai itu, dan sejak waktu Daud menjadi raja dan ada perjanjian damai di seluruh bangsa, Daud damba untuk membangun bait kudus bagi Allah. Pada waktu itu Allah membuat suatu perjanjian dengannya melalui nabi Natan, perjanjian ketujuh yang Allah buat dengan manusia (2 Sam. 7:8-16). Dia yang membuat perjanjian ini adalah Yehova semesta alam, sang Pemimpin/Komandan seluruh alam semesta. Istilah ilahi ini dipakai mula-mula dengan kejatuhan keimaman. Orang yang kepadanya diberikan perjanjian itu adalah Daud, seorang yang berkenan di hati Allah dan yang telah menang melawan musuh-musuh untuk menjadi raja. Perjanjian ini adalah suatu yang menguatkan perjanjian yang telah Allah buat dengan Abraham, khususnya di dalam aspek kerajaan. Di dalam perjanjian ini Allah berjanjia bahwa Dia akan menyertai Daud, bahwa Dia akan mengalahkan semua musuhnya dari hadapannya, bahwa Allah akan membuatnya suatu nama yang besar, dan bahwa Dia akan membuat wilayahnya meluas ke seluruh musuh-musuhnya. Lebih jauh lagi Allah berjanji bahwa Dia akan membuatnya suatu rumah, bahwa Dia akan membangun benih Daud, dan bahwa Dia akan mendirikan kerajaan dan tahta dari benih/keturunan Daud. Keturunannya akan membangun suatu rumah bagi nama Allah, dan Allah akan menjadi Bapa bagi keturunannya, Kristus, dan keturunannya akan menjadi seorang putra bagi Allah. Jika keturunannya (mengacu kepada Salomo dan keturunannya) melakukan kesalahan, Allah akan mengganjar keturunannya itu, tetapi kasih setiaNya tidak akan menjauh dari benih/keturunannya. Rumah dan kerajaannya pasti akan dibuat dihadapan Allah, dan tahtanya akan teguh selama-lamanya. Hasilnya adalah bahwa putranya Salomo berhasil naik tahta dan membangun bait kudus bagi Allah. Tetapi, ketika ia tua, Salomo melampiaskan nafsunya dengan istri-istri asingnya dan mengikuti mereka menyembah berhala-berhala, sehingga Allah murka kepadanya dan merobek kerajaan itu dari tangan anaknya, sehingga memecahkan kerajaan Israel menjadi dua bagian. Ketika kedua bagian kerajaan itu diserahkan kepada bangsa-bangsa, kerajaan Daud menjadi tabernakel yang telah jatuh, dan tahtanya tertahan. Ketika Kristus, benih Daud, datang kembali, Dia akan membangun tabernakel yang telah jatuh itu dan akan berhasil naik tahta untuk memerintah selama-lamanya.

G. Perjanjian Baru Yang Allah Buat dengan Semua Orang Berdosa

Di dalam Perjanjian Baru, melalui kematian Tuhan Yesus, yang merampungkan semua penebusan bagi semua manusia, Allah membuat suatu perjanjian dengan semua orang dosa, perjanjian kedelapan yang Allah buat dengan manusia (Mat. 26:28; Luk. 22:20; Ibr. 8:8-13). Perjanjian ini adalah perjanjian baru; perjanjian ini juga adalah suatu perjanjian yang lebih baik. Maka, segala sesuatu di dalam perjanjian ini jauh lebih baik daripada hal-hal di dalam perjanjian lama. Isi dari perjanjian baru ini termasuk butir-butir berikut ini: Allah akan mengampuni dosa-dosa dari semua orang yang percaya di dalam Kristus dan tidak akan mengingat kesalahan mereka lagi; Allah akan membagikan hukumNya ke dalam piiran-pikiran mereka, dan di atas hati mereka Dia akan merekamnya; Allah akan menjadi Alah bagi mereka, dan mereka akan menjadi suatu umat bagiNya; dan mereka semua akan mengenal Allah dan tidak perlu seorangpun untuk mengajar mereka. Isi perjanjian baru ini adalah juga isi seluruh Perjanjian Baru; di dalamnya mencakup butir-butir seperti Allah Tritunggal sendiri, penebusan, pengampunan dosa-dosa, pengudusan, pembenaran, pendamaian, kelahiran ulang, dan keputraan. Warisan-warisan yang diwariskan Tuhan kepada orang-orang yang percaya ini tidak dapat habis dan bagi mereka untuk dinikmati sampai pada kekekalan. Pengantara perjanjian baru ini adalah Yesus Kristus, yang melaksanakan perjanjian baru ini, yang menjamin bahwa perjanjian baru ini akan menjadi efektif dan bahwa semua berkat perjanjian baru ini akan menjadi pengalaman yang praktis bagi orang-orang percaya. Perjanjian baru ini digenapkan dengan Kristus sendiri sebagai korban yang lebih baik dan dengan darahNya yang lebih baik dan lebih mustika, membuat orang-orang percaya mendapatkan pengampunan dosa-dosa, hukum hayat, dan suatu persatuan dengan Allah Tritunggal di dalam Allah Tritunggal. Ini adalah hasil yang ultima dari perjanjian-perjanjian yang dibuat Allah dengan manusia seluruh generasi.

II. DISPENSASI

A. Dispensasi Kepala Keluarga

Setelah Allah menciptakan segala sesuatu dan manusia menurut rencana kekalNya, ekonomiNya, Dia memakai empat dispensasi yang berbeda---dispensasi kepala keluarga, dispensasi hukum taurat, dispensasi kasih karunia, dan dispensasi kerajaan---untuk melakukan pekerjaan ciptaan baruNyaaas manusia yang Dia ciptakan untuk merampungkan tujuan ekonomi kekalNya. Dispensasi kepala keluarga adalah sejak Adam yang tercipta sampai kepada pemberian hukum taurat oleh Musa (Rm. 5:14). Di dalam dispensasi ini, Allah pertama-tama meletakkan manusia yang tercipta di bawah pemerintahan Allah secara langsung supaya manusia dapat menerima Dia sebagai hayat; kemudian Dia membuat manusia yang jatuh, yang hati nuraninya telah digiatkan oleh pengetahuan baik dan jahat, untuk menerima penebusanNya di dalam Kristus. Dia juga membuat manusia diperintah oleh hati nuraninya sendiri dan dapat diterima olehNya melalui korban-korban menurut jalan penebusan yang telah Dia tetapkan. Lebih jauh lagi Dia membuat manusia itu menikmati kekayaanNya dengan meyeru namaNya sehingga Dia dapat berjalan dan bekerja sama denganNya. Kemudian Allah menaklukan manusia yang jatuh itu secara berulang-ulang di bawah otoritas yang telah Dia berikan kepada manusia, membuatnya diperintah oleh manusia sehingga ia dapat hidup dan terpelihara sehingga Allah mempunyai kesempatan untuk mengunjungi manusia. Akhirnya, Allah memanggil ras yang baru keluar dari ras Adam, yang telah jatuh sampai pada puncaknya, memimpin mereka kepada pengharapan di dalam Kristus yang akan datang untuk menjadi suatu berkat bagi semua bangsa di buni. Dengan demikian, kepala keluarga yang terpilih itu menjadi bagian pertama dari ras yang baru di dalam ciptaan baruNya.

B. Dispensasi Hukum Taurat

Maksud Allah yang semula adalah melakukan pekerjaan ciptaan baru atas manusia ciptaan lama yang telah jatuh menurut janji kasih karuniaNya. Tetapi, karena manusia yang telah jatuh itu tidak mengenal kelemahan dan kebejadannya, oleh karena itu ia tidak menyadari ketidakberdayaannya dan keperluannya akan kasih karunia Allah, maka Allah sementara waktu mengubah jalan pekerjaan ciptaan baruNya atas manusia ciptaan lama yang telah jatuh. Yaitu, Dia memberi hukum taurat kepada manusia yang telah jatuh, yang didirikan menurut apa adanya Dia. Maka, Dia memulai dispensasi yang lain, dispensasi hukum taurat, yang dikembangkan mulai dari Musa sampai kepada Kristus (Yoh. 10:10; Gal. 3:24; Luk. 2:25-26, 36-38; 3:15; 7:19; Rm. 5:20; Gal. 3:19). Maksud Allah meletakkan dispensasi hukum taurat menurut ekonomiNya ini adalah untuk merampungkan hal-hal berikut ini menurut hukum taurat: pertama, menjaga umat Allah dengan mengawalnya sehingga mereka dapat memuaskan permintaan hukum taurat melalui persembahan-persembahan, yang melambangkan Kristus, dengan demikian mereka dijaga, seperti domba dijaga di dalam kandang; kedua, menyediakan suatu pemimpin bagi umat pilihan Allah agar mereka dapat dipimpin kepada Kristus, bahwa melalui persembahan-persembahan itu mereka dapat diampuni, dan bahwa melalui tabernakel dan bait mereka dapat menikmati kekayaan Allah; dan ketiga, membuat umat pilihan Allah mempunyai pengenalan akan dosa dan akan diri mereka sendiri, dengan demikian mereka menyadari dan merasakan keperluan mereka akan kasih karunia Allah. Alhasilnya, Allah menjaga umat pilihanNya di dalam pengawalan hukum taurat, menetapkan bagian kedua ras yang baru dari ciptaan baru, dan membawa Kristus kepada umat pilihan Allah yang menantikan Dia di dalam dispensasi hukum taurat dan bagi mereka yang akan percaya ke dalam Dia dalam dispensasi yang akan datang.

C. Dispensasi Kasih Karunia

Ketika Allah menetapkan bahwa tujuan pemutusan hukum taurat telah tercapai dan bahwa hukum itu telah dipakai sampai sedemikian rupa, Allah Tritunggal menjadi daging di dalam Putra; Dia dilahirkan dari seorang perempuan untuk menjadi Kristus, yang memiliki sifat ilahi dan sifat insani, membawa kasih karunia dan realitas (Yoh. 1:1-2, 17-18). Dia melalui penghidupan insani di dalam keinsanian, mengalami segala kekerasan dan penderitaan, dan Dia juga memperhidupkan Allah Tritunggal di dalam keinsanian. Lebih jauh lagi, Dia telah melalui kematian salib di dalam keinsanian, merampungkan suatu kematian yang almuhit dengan status tujuh kali ganda dan melepaskan hayat ilahi bagi perbanyakan dan pertambahan untuk menyusun Tubuh Kristus yaitu gereja. Lebih jauh lagi, Allah Tritunggal dibangkitkan dari antara orang mati dengan satu tubuh yang bangkit di dalam keinsanian, bahwa Putra tunggal dilahirkan menjadi Putra sulung dalam keinsanianNya di dalam kebangkitan; pada waktu yang sama mereka yang percaya di dalam Kristus dilahirulangkan untuk menjadi banyak putraNya. Kristus, yang telah bangkit menjadi Roh pemberi hayat ini, menghembuskan DiriNya ke dalam mereka yang percaya di dalam Dia untuk menjadi realitas kehidupan rohani mereka untuk keberadaan dan penghidupan rohani mereka. Kemudian Dia yang dibangkitkan dan yang dimuliakan itu ditinggikan dalam kenikan. Dia dijadikan Tuhan dan Kristus menjadi seorang Pemimpin dan Juruselamat, supaya Dia dapat memberikan pertobatan dan pengampunan dosa bagi umat pilihan. Lebih jauh lagi, di dalam kenaikan Dia mencurahkan DiriNya sebagai Roh dari Allah Tritunggal yang telah terampungkan, membaptiskan mereka yang percaya dan yang menjadi anggota-anggotaNya di dalam Roh yang telah terampungkan ini ke dalam satu Tubuh, supaya mereka menjadi kepenuhanNya untuk mengekspresikan Dia. Tujuh butir di atas terutama mencakup persona dan pekerjaan Kristus dan yang menyusun injil Allah untuk diberitakan kepada orang-orang berdosa, memanggil mereka yang telah dipilih Allah, untuk diselamatkan, dan dilahirulangkan. Kemudian Allah menyusun mereka menjadi gereja-gereja di lokalitas-lokalitas yang berbeda agar Tubuh Kristus dapat dibangun sepenuhnya. Maka Allah menetapkan semua yang percaya ke dalam Kristus di dalam Perjanjian Baru menjadi bagian ketiga dari ras yang baru di dalam ciptaan baru Allah.

D. Dispensasi Kerajaan

Setelah kesimpulan dispensasi kasih karunia, Allah akan mengubah jalan pekerjaan ciptaan baruNya atas manusia ciptaan lama untuk yang terakhir kalinya. Yaitu, Dia akan mendirikan kerajaanNya di atas bumi untuk melaksanakan administrasiNya agar Dia dapat merampungkan pekerkaan ciptaan baruNya di dalam ciptan lama. Ini adalah dispensasi kerajaan, yang juga disebut dispensasi kebenaran; dispensasi ini mencakup periode dari kedatangan Kristus yang kedua kali sampai akhir kerajaan milenium (Why. 11:15; 20:4, 6). Di dalam dispensasi ini, menurut kebenaranNya, Dia akan memakai manifestasi kerajaan sorga untuk meanugerahkannya hanya kepada orang-orang yang disempurnakan di dalam Perjanjian Lama dan orang-orang percaya yang menang di dalam Kristus di dalam Perjanjian Baru supaya mereka dapat berbagian dan bersukacita di dalam kerajaan Kristus. Lebih jauh lagi, Menurut kebenaran, Dia akan menyempurnakan orang-orang percaya yang tidak matang di dalam Perjanjian Baru dan juga akan menanggulangi semua kaum Israel yang bertobat dan percaya di dalam Kristus pada kedatanganNya kembali. Dispensasi kerajaan, yang adalah dispensasi kebenaran ini, masih merupakan dispensasi di dalam ciptaan lama yang dipakai oleh Allah untuk mengganjar, mendisiplinkan, dan menyempurnakan orang-orang percaya. Dispensasi ini bukanlah di dalam langit baru dan bumi baru di mana semua pekerjaan ciptaan baru akan tergenapi. Allah akan memakai dispensasi yang terakhir di dalam ciptaan lama ini untuk melengkapi pekerjaan ciptaan baruNya atas manusia ciptaan lama. Yaitu, Dia akan membuat orang-orang percaya yang tidak matang di dalam dispensasi kasih karunia matang dalam hayat, dan Dia akan membuat kaum Israel yang bertobat, setelah pengakhiran dispensasi kasih karunia, menjadi susunan-susuna ras yang baru. Dengan demikian Allah akan melengkapi pekerjaan ciptaan baruNya atas manusia ciptaan lama di dalam ciptaan lama, suatu pekerjaan yang akan menghasilkan dan menyempurnakan suatu ras yang baru. Maka, Allah Tritunggal yang telah terproses dan manusia tripartit yang telah ditransformasi akan berbaur menjadi satu menjadi suatu tempat kediaman untuk ekspresi korporat ultimaNya di dalam kekekalan.

III. SETAN

Subyek Setan itu sangat negatif dan kita lebih baik tidak membicarakan tentang hal itu. Tetapi, Allah membicarakannya di dalam Alkitab dan kita perlu tahu tentang hal itu untuk berperang melawannya. Oleh karena itu kita akan meluangkan beberapa waktu atas subyek ini.

Kita telah melihat sebelumnya bahwa penciptaan semula Allah tercakup sepenuhnya di dalam Kejadian 1:1, "Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. " Kita juga telah melihat bahwa sesuatu telah terjadi di antara ayat 1 dan ayat 2: ciptaan semula Allah rusak, bumi menjadi hampa dan kosong, dan gelap gulita menutupi permukaan air.Ini adalah akibat penghukuman Allah atas bumi karena pemberontakan Setan. Sekarang marilah kita melihat asal mula dan pemberontakan Setan.

A. Asal Mula Setan

Setan berarti musuh. Setan bukan hanya musuh Allah di luar kerajaan Allah, tetapi juga musuh Allah di dalam kerajaan Allah, yang memberontak melawan Allah. Musuh mengacu kepada musuh yang di luar kerajaan Allah, sedangkan lawan mengacu kepada musuh yang di dalam. Setan, yang ad di bawah pemerintahan Allah, bukanlah orang luar. Karena itu ia telah menjadi musuh Allah sampai sekarang.

Yehezkiel 28:12-14 berkata, "Beginilah firman Tuhan Allah: Gambar dari kesempurnaan engkau, penuh hikmat dan maha indah. Engkau di taman Eden, yaitu taman Allah penuh segala batu permata yang berharga: yaspis merah, krisolit, dan yaspis hijau, permata pirus, krisopras dan nefrit, lazurit, batu darah dan malakit. Tempat tatahannya diperbuat dari emas dan disediakan pada hari penciptaanmu. Kuberikan tempatmu dekat kerub yang berjaga, di gunung kudus Allah engkau berada danberjalan-jalan di tengah batu-batu yang bercahaya-cahaya."

1. Diciptakan untuk menjadi seorang Raja

Bagian kitab Suci ini menggambarkan kedudukan Setan di alam semesta sebelum pemberontakan dan pengrusakkannya. Penciptaannya disemarakkan dengan tamborin dan pipa yang dipakai untuk raja-raja. Ini menunjukkan bahwa ia adalah seorang raja, dan menjelaskan mengapa ia disebut "penguasa dunia ini" (Yoh. 12:31) dan "penguasa kerajaan angkasa" (Ef. 2:2). Ia juga dinyatakan bahwa ia mempunyai otoritas atas kerajaan-kerajaan di bumi ini (Luk. 4:5-6).

2. Adalah Penghulu Malaikat yang Tertinggi

Ia pasti adalah penghulu malaikat yang tertinggi karena Mikhail penghulu malaikat (Dan. 10:13) tidak berani menghardik menghakiminya (Yud 9).

3. Adalah Kerub yang Sempurna yang Mempunyai Keimaman

Ia adalah "kerub yang diurapi. " Ialah yang menudungi tabut Allah di gunung kudus Allah di sorga. Ia sangat dekat dengan Allah dan yang membawa kemuliaan Allah. Kerubim menggambarkan yang memimpin penyembahan terhadap Allah, seperti yang dinyatakan di dalam Yehezkiel. Empat kerubim di dalam Yehezkiel adalah empat makhluk hidup, yang sama dengan empat makhluk hidup di dalam Wahyu yang memimpin semua makhluk untuk menyembah Allah (Yeh. 10:20; 1:10; Why. 4:7). Ini mewahyukan bahwa Setan,' "kerub yang diurapi, " pasti adalah imam yang paling tinggi di alam semesta yang menyembah Allah.

B. Pemberontakan Setan

Yehezkiel 28:15 mengatakan bahwa Setan sempurna di dalam jalan-jalanya sejak hari ia diciptakan. Tentu, Allah tidak menciptakan Setan yang jahat. Allah menciptakan seorang penghulu malaikat yang baik dan sempurna. Tetapi pada suatu waktu tertentu, penghulu malaikat ini, kerub yang diurapi ini,memberontak melawan Allah.

1. Penyebab Pemberontakan

Setan memberontak melawan Allah disebabkan karena kesombongan di dalam hatinya. Yehezkiel 28:17 mengatakan bahwa hatinya angkuh disebabkan karena kecantikannya, sehingga ia merusak hikmatnya karena kecemerlangannya. Dia adalah "gambar dari kesempurnaan penuh hikmat dan maha indah" (Yeh. 28:12). Ini berarti bahwa ia mempunyai ukuran kelengkapan yang penuh dan tidak kekuangan sesuatu apapun. Tetapi ia memandang kecantikannya dan sombong. Ia memandang kecemerlangannya dan disebabkan karena kecemerlangannya ia memakai hikmat yang diberikan Allah untuk melakukan dosa-dosa dan perbuatan-perbuatan yang tidak benar dan oleh karena itu merusak hikmatnya. Memandang akan apa yang telah Allah buat bagi kita dan melupakan Allah sendiri selalu menggoda kita menjadi sombong. Sombong adalah penyebab pemberontakan Setan. Di dalam pengalaman kita, semua kebajikan alamiah dan karunia rohani dapat dipakai oleh Iblis untuk membuat kita sombong. Bahkan rasul Paulus pun dapat "meninggikan diri karena wahyu-wahyunya yang unggul" (2 Kor. 12:17). Kesombongan Iblis masih berjalan di atas bumi ini, orang-orang yang mencari kesombonganlan yang akan ditelannya (1 Ptr. 5:8). Satu-satunya cara untuk melawannya adalah dengan merendahkan diri kita sendiri. "Rendahkanlah dirimu seorang akan yang lain, karena Allah menentang orang yang congkak dan mengasihani orang yang rendah hati" (1 Ptr. 5:5). Tuhan Yesus adalah seorang teladan yag baik dalam perkara ini. Setan meninggikan dirinya, tetapi Tuhan Yesus merendahkan DiriNya sendiri" (Flp. 2:8). Maka Tuhan Yesus dapat mengalahkan Setan, dan Setantidak berkuasa sedikitpun atas DiriNya (Yoh. 14:30).

2. Tujuan Pemberontakan

Tujuan pemberontakan Setan adalah untuk meninggikan dirinya sendiri menjadi sama dengan Allah. Di dalam Yesaya 14:13-14 kita menemukan bahwa Setan lima kali berkata, "Aku akan" : "Aku akan naik ke sorga...Aku akan meninggikan tahtaku...Aku juga akan duduk di atas bukit pertemuan...Aku akan naik mengatasi ketinggian awan-awan; Aku hendak menyamai Yang Maha Tinggi." Setan ingin menjadi sama dengan Allah.Itulah tujuan pemberontakannya melawan Allah.

3. Proses Pembeontakan

Setan mula-mula memberontak terhadap Allah dengan maksud jahat untuk meruntuhkan otoritas Allah (yeh. 28:15-28; Yes.14:13-14). Bukan hanya ia sendiri yang memberontak, tetapi sepertiga dari malaikat yang ada dibawah kekuasaannya juga memberontak (Why. 12:4, 9; bintang-bintang yang mewakili malaikat-malaikat).

Makhluk-makhluk hidup yang ada di bumi pada waktu itu juga bergabung dengan Setan di dalam pemberontakannya.Maka Allah menghakukum mereka dengan air dan mereka menjadi roh-roh najis di bumi. Tempat penginapan mereka adalah di dalam air. Tubuh manusia juga adalah tempat kediaman sementara mereka (Mat. 12:43-45).

Para ahli geologi dan arkeologi telah menemukan bahwa bumi ini bukan hanya berumur enam ribu tahun, melainkan jauh lebih tua. Beberapa orang telah menemukan fosil sisa tulang-tulang yang berumur beribu-ribu tahun. Tetapi menurut Alkitab, hanya ada kira-kira enam ribu tahun dari Adam sampai sekarang. Tuan Pember menemukan jawabannya. Antara Kejadian 1:1 dan 1:2 ada satu periode waktu yang disebut interval. Tidak ada seorangpun yang dapat mengatakan berapa lama interval ini. Pember juga menarik kesimpulan dari catatan alkitabiah bahwa di dalam jaman pra Adam ada beberapa makhluk hidup dan bahwa makhluk-makhluk hidup itu bergabung dengan Setan dalam pemberontakannya melawan Allah. Maka, Setan, dan malaikat-malaikat yang jatuh, dan makhluk-makhluk hidup ini semuanya dihukum Allah. Setelah mereka dihakimi oleh Allah makhluk-makhluk hidup ini kehilangan tubuh mereka dan menjadi roh yang tidak berwujud. Inilah alasannya mengapa roh-roh najis ingin masuk ke dalam suatu tubuh fisik. Air yang dengannya Allah menghukum mereka menjadi dalam di mana roh-roh najis itu hidup. Pember bahkan membuktikan bahwa di bawah air yang dalam ini ada yang disebut jurang tanpa dasar. Air yang dalam ini adalah tempat kediaman roh-roh najis.

Ketika Tuhan Yesus menyebrangi lautan untuk mengusir roh-roh najis, malaikat-malaikat jatuh di udara merangsang awan dan roh-roh najis di dalam air merangsang gelombang untuk menghalangi Tuhan (Mat.8:23-32). Setan, malaikat-malaikat yang jahat, dan roh-roh najis membentuh kerajaan Setan. Kerajaan Setan selalu berperang melawan Tuhan dan kerajaanNya. Kita harus berdiri bersama Tuhan di dalam kerajaanNya untuk berperang melawan Setan dan kerajaanNya.

C. Akibat Pemberontakan

1. Setan Dihakimi oleh Allah

Pemberontakan Setan membawa masuk penghakiman Allah. Allah tidak dapat bertoleransi dengan pemberontakan apapun di antara ciptaan-ciptaanNya. Segera setelah pemberontakan Setan, Allah menyatakan penghakimanNya atasnya. Ia dilemparkan ke bumi (Yeh. 28:15-28) dan ia akan dilemparkan ke dalam lautan api (Yes. 14:15).

2. Sorga dan Bumi Dihakimi

Sorga dan bumi adalah tempat kudus Setan yang telah ia cemari. Allah menghardik Setan, berkata, "Dengan banyaknya kesalahanmu dan kecurangan dalam dagangmu engkau melanggar tempat kudusmu" (Yeh. 28:18). Oleh karena itu sorga dan bumi juga dhakimi oleh Allah. Di bawah penghakiman Allah, sorga tidak bercahaya dan bumi ditutupi oleh kegelapan (Ay. 9:5-7; Kej. 1:2). Ini pasti terjadi sebelum Adam diciptakan, sebab tidak ada catatan yang demikian di dalam sejarah manusia; yaitu, di dalam enam ribu tahun setelah penciptaan Adam.

3. Malaikat-malaikat Pemberontak dan Roh-roh najis Dihakimi

Ketika Allah menghakimi Setan dan alam semesta yang ada dibawahnya, Allah juga pasti menghakimi malaikat-malaikat yang mengikutinya dan makhluk-makhluk hidup di atas bumi selama jaman itu yang bergabung dengannya di dalam pemberontakannya. Setelah dihakimi,malaikat-kalaikat yang memberontak itu menjadi pasukan jahat rohani di angkasa (Ef. 6:12), dan makhluk-makhluk hidup itu menjadi roh-roh yang tak berwujud, roh-roh najis, yang menginap di dalam air yang dengannya mereka dihakimi.

D. Pelaksanaan Penghakiman Allah atas Setan

Meskipun Setan, malaikat-malaikat yang memberontak, dan roh-roh najis semuanya dihakimi oleh Allah, hari ini mereka masih sedang bergerak dan bekerja, sebab penghakiman atas mereka belum dilaksanakan.

Hari ini, Setan masih dapat pergi kepad Allah untuk mendakwa umat Allah (Ay. 1:6-12; 2:1-7; Why. 12:10). Ia masih berjalan di atas bumi, "mencari siapa saja untuk ditelannya" (1 Ptr. 5:8), masih sedang bekerja membutakan pikiran orang (2 Kor. 4:4), menipu mereka dengan mengubah dirinya sendiri menjadi malaikat terang (2 Kor. 11:14). Kita jangan tertipu oleh pikiran-pikirannya (2 Kor. 2:11), ataupun memberi tempat kepada si Iblis (Ef. 4:27). Kita harus melawannya dengan iman (1 Ptr. 5:8-9). Kita harus mengenakan seluruh perlengkapan senjata Allah sehingga kita dapat berdiri teguh melawannya (Ef. 6:11-17).

Setelah pemberontakan Setan, Allah segera mengumumkan penghakiman atasnya. Tetapi perlu sejangka waktu yang panjang untuk melaksanakan penghakiman Allah. Tuhan Yesus termanifestasi di dalam daging agar Dia dapat menghancurkan pekerjaan-pekerjaan Iblis (1 Yoh. 3:8). Inilah pelaksanaan penghakiman Allah. Tuhan memberi otoritas kepada murid-muridNya atas segala kuasa musuh (Luk. 10:19). Ketika murid-murid itu mengusir roh-roh najis, Setan jatuh dari sorga (Luk. 10:17-20) Melalui kematianNya di atas salib, Dia menghancurkan Iblis (Ibr. 2:14). Dia telah meremukkan kepala si ular tua. Sekarang kita, sebagai TubuhNya, harus meneruskan pelaksanaan ini, untuk menghancurkan ekor si ular. Melalui pekerjaan pelaksanaan gereja, Iblis dilemparkan ke bumi dan malaikat-malaikatnya dilemparkan bersamanya (Why. 12:9). Dia kemudian akan dibelenggu dan dilemparkan ke dalam lubang yang tak berdasar (Why. 20:2-3). Akhirnya, ia akan "dilemparkan ke dalam telaga api" (Why. 20:10). Kemudian, pelaksanaan penghakiman Allah atas Setan dan pengikut-pengikutnya akan tergenapi.

KESIMPULAN

Setan mulanya adalah penghulu malaikat yang tertinggi yang diciptakan oleh Allah. Ia memberontak terhadap Allah disebabkan karena kesombongan dan menjadi lawan Allah, musuh Allah. Sorga, bumi dan alam semesta rusak karena pemberontakan Setan dan jatuh di bawah penghakiman Allah. Penghakiman Allah atas Setan dilakssanakan secara perlahan-lahan sampai Kristus dartang kembali, saat itu ia akan dibelenggu dan dilemparkan ke dalam lubang tak berdasar selama seribu tahun. Pada akhir seribu tahun itu, ia akan dilepaskan dari lubangtak berdasar itu dan akan memberontak terakhir kalinya. Segera setelah pemberontakan ini, ia akan dlemparkan ke dalam telaga api untuk dihukum sampai selama-lamanya. Maka, penghakiman Allah atas Setan akan tergenapi/terlengkapi.